Share

Chapter 203

Author: MISTERIOUS
last update Last Updated: 2025-02-20 21:02:55

Dewa Langit Surgawi melambaikan tangannya, memberi isyarat kepada para pelayan untuk membawa Ratu Langit ke tempat peristirahatan.

Liang Xue masih tampak lemah setelah insiden tadi. Napasnya masih sedikit tersengal, dan alisnya berkerut samar, seakan mencoba memahami sesuatu yang baru saja terjadi dalam pikirannya.

“Pastikan dia mendapatkan ramuan pemulihan terbaik,” perintah Dewa Langit Surgawi, suaranya tenang tetapi penuh otoritas.

Para pelayan membungkuk dalam sebelum dengan hati-hati membawa Liang Xue pergi. Langkah mereka nyaris tak bersuara saat keluar dari aula besar, meninggalkan keheningan yang berat.

Dewa Langit Surgawi tetap duduk di singgasananya sejenak. Tangannya yang bersarung emas perlahan mengetuk pegangan kursi, ritmenya tak beraturan, mencerminkan pikirannya yang bergejolak. Setelah beberapa saat, ia akhirnya berdiri dan melangkah keluar dari aula utama.

Tidak ada satu pun pelayan atau penjaga yang mengikuti. Hanya beberapa orang tertentu yang tahu ke mana ia perg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin misterius
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 204

    Di tempat lain, Di dalam goa tersembunyi, Xuan Li duduk bersila di hadapan kuali pilnya. Aroma herbal memenuhi udara, bercampur dengan uap tipis yang mengepul dari permukaan kuali. Lin Gong dan Jian Cheng duduk di sisi lain ruangan, menatap cairan dalam kuali yang mulai berpendar lembut.Pil penerobosan tingkat tinggi telah selesai dibuat. Butiran pil itu berwarna keemasan, memancarkan aura energi yang murni. Xuan Li mengambilnya dengan hati-hati sebelum menyerahkannya kepada dua rekannya."Setelah mengonsumsinya, kalian akan mengalami lonjakan energi yang besar. Pastikan untuk menstabilkan fondasi kalian sebelum mencoba menerobos ke tingkat berikutnya," ucapnya dengan nada serius.Jian Cheng mengambil pil itu dengan ekspresi antusias. "Akhirnya! Aku sudah menunggu ini sejak lama!"Lin Gong mengamati pil di tangannya, lalu menatap Xuan Li. "Bagaimana denganmu? Bukankah kau juga membutuhkan pil ini?"Xuan Li menggeleng pelan. "Pil ini bukan untukku. Aku masih membutuhkan satu bahan la

    Last Updated : 2025-02-20
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 205

    Xuan Li menajamkan instingnya. Ada sesuatu yang tidak beres.Udara malam di Kota Seribu Lilin seharusnya tenang. Namun, kali ini, ada sesuatu yang lain, sesuatu yang mengusik kewaspadaannya.Sebuah bayangan melintas di kejauhan. Cepat, nyaris tak kasatmata.Xuan Li langsung berdiri dari duduknya, lalu berjalan ke jendela dengan langkah ringan. Dari celah tirai, ia mengamati jalanan di luar. Lampu-lampu minyak masih menyala redup di beberapa sudut, tapi tidak ada yang tampak mencurigakan.Namun, firasatnya tak pernah salah.Tanpa ragu, ia segera menutup jendela rapat-rapat. Suara kait besi yang terkunci terdengar lirih di dalam kamar. Ia tidak ingin menarik perhatian.'Untuk saat ini, lebih baik berpura-pura tidak menyadarinya.'Xuan Li kembali duduk di ranjang . Untuk mengisi waktu, ia memilih untuk berkultivasi.Dalam keheningan kamar, ia memejamkan mata dan mulai menarik energi spiritual dari udara. Aliran hangat meresap ke dalam tubuhnya, mengalir melalui meridian dan terhimpun dal

    Last Updated : 2025-02-20
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 206

    Xuan Li mengikuti pemuda berjubah hitam melewati jalanan Kota Seribu Lilin yang semakin lengang. Mereka berhenti di depan sebuah kediaman megah. Plakat besar tergantung di atas gerbang utama, dengan huruf emas yang bertuliskan Paviliun Bintang.Dari luar, bangunan ini tampak seperti kediaman keluarga terpandang. Namun, saat mereka melangkah masuk setelah penjaga membukakan pintu, Xuan Li segera menyadari sesuatu yang berbeda. Aroma obat-obatan bercampur dengan hawa gelap yang samar, membentuk atmosfer yang tidak lazim."Aku yang membawamu dan bertanggung jawab sepenuhnya atasmu. Jangan pedulikan ucapan orang lain," bisik pemuda itu tanpa menoleh. Setelah beberapa langkah, ia menambahkan, "Oh, iya. Siapa namamu?""Wu Yu," jawab Xuan Li singkat.Pemuda itu menoleh dan tersenyum tipis. "Panggil aku Feng Rui."Xuan Li hanya mengangguk kecil. Ia tidak tertarik dengan basa-basi yang tidak perlu.Mereka berjalan semakin dalam ke dalam kediaman. Cahaya lentera di sepanjang lorong mulai redup

    Last Updated : 2025-02-21
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 207

    Feng Rui segera melangkah ke depan, berdiri di antara Xuan Li dan pria yang baru saja muncul. Sorot matanya tajam, menunjukkan bahwa ia sudah memperkirakan situasi ini sejak awal."Kakak Feng Han," kata Feng Rui dengan suara tenang, meskipun ada ketegangan yang jelas dalam nadanya. "Aku membawa tamu, dan Guru sendiri sudah membenarkan kehadirannya."Pria bernama Feng Han itu menyipitkan mata, tatapannya menyapu Xuan Li dari kepala hingga kaki. Sikapnya penuh waspada, seakan masih meragukan keputusan adik sepupunya."Tamu, katamu?" Feng Han mendengus pelan. "Jangan bilang dia orang luar yang kau undang untuk bermain-main dengan nyawa Guru?"Xuan Li tetap diam, tidak merasa perlu membela diri. Baginya, pertikaian ini hanyalah urusan internal keluarga Feng.Feng Rui mengepalkan tangannya. "Jika bukan karena dia, Guru mungkin sudah tidak ada sekarang. Apa kau masih ingin mempertanyakan keputusanku?"Suasana di ruangan itu semakin menegang. Mata Feng Han berkilat, tapi sebelum ia bisa men

    Last Updated : 2025-02-21
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 208

    "Keluar." Suara Xuan Li terdengar datar, tetapi ada ancaman tersembunyi di dalamnya.Tak ada jawaban.Namun, udara di sekitarnya berubah. Dingin yang awalnya menggigit kini terasa seperti belati yang menyelinap ke dalam tulang. Embun di dedaunan membeku dalam sekejap, lapisan es tipis mulai menutupi tanah.Dari balik kabut yang berputar, sesosok bayangan melangkah maju.Jubah biru tua membalut tubuhnya, tudungnya rendah, menyembunyikan sebagian besar wajahnya. Sepasang mata dingin menatap tanpa ekspresi, seperti pemangsa yang mengamati buruannya.Tidak ada sapaan. Tidak ada peringatan.Pria itu mengangkat tangannya.Udara berhenti bergerak.Kristal-kristal es muncul dari ketiadaan, melayang di udara seperti bilah pisau yang siap menebas. Dalam sekejap, mereka meluncur ke arah Xuan Li, tajam dan mematikan.Xuan Li melangkah ke samping, menghindari serangan pertama. Beberapa pecahan es masih mengarah ke titik vitalnya, tetapi telapak tangannya yang dilapisi api spiritual membakar mereka

    Last Updated : 2025-02-21
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 209

    'Apakah dia sudah pergi? Atau hanya bersembunyi lebih dalam?'Xuan Li tidak gegabah. Ia menunggu beberapa saat, merasakan aliran energi di sekitarnya, namun tidak ada tanda-tanda bahaya yang tersisa. Setelah memastikan situasi aman, ia melanjutkan langkahnya kembali ke penginapan.Begitu tiba di kamarnya, tanpa ragu ia membentuk segel formasi penghalang. Cahaya redup berpendar di udara, membentuk lapisan perlindungan tak kasatmata yang akan memperingatkannya jika ada penyusup.Xuan Li tidak ingin terganggu lagi.Dengan tenang, ia duduk bersila dan mulai berkultivasi.Saat fajar menyingsing, Xuan Li membuka matanya. Energi spiritual yang ia serap semalaman terasa mengalir stabil dalam tubuhnya, sedikit memperkuat fondasi kultivasinya.Tanpa membuang waktu, ia segera bersiap menuju pelelangan di tengah kota. Jika tidak ada yang menarik perhatiannya di sana, ia akan kembali ke gua persembunyiannya dan membatalkan rencananya menuju Kota Bintang.Jalanan sudah ramai saat ia melangkah kelua

    Last Updated : 2025-02-22
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 210

    "Tak ada yang bisa membukanya, tapi tetap diperebutkan... Menarik."Xuan Li menyandarkan punggungnya ke kursi, tatapannya tetap tenang di tengah riuhnya pelelangan. Ia menangkap percakapan lirih di belakangnya.“Kau lihat itu? Artefak itu muncul lagi.”“Hah, ini sudah ketiga kalinya dalam setahun! Siapa pun yang membelinya pasti akan kecewa.”“Dengar-dengar, segelnya menggunakan formasi larangan tingkat tinggi. Tak ada satu pun ahli formasi atau tetua sekte yang berhasil membukanya. Aku yakin benda itu akan muncul lagi di pelelangan Kota Bintang dalam beberapa hari ke depan.”Xuan Li menyipitkan matanya, sudut bibirnya melengkung samar. 'Jadi benda itu hanya berpindah tangan tanpa pernah benar-benar dimiliki...'Pelelangan terus berlanjut, tapi pikirannya tetap tertuju pada artefak itu. 'Jika benar tak ada yang bisa membukanya, mengapa benda itu terus dilelang? Apakah ini hanya strategi pelelangan, atau ada sesuatu yang lebih dalam?'Pandangan matanya melirik sekilas ke pria berambut

    Last Updated : 2025-02-22
  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 211

    Seorang prajurit melangkah maju, ekspresinya mulai menunjukkan ketidaksabaran."Orang yang tidak bersalah tidak akan takut untuk menunjukkan siapa dirinya," katanya, suaranya tajam dan penuh keyakinan.Xuan Li menyipitkan mata, sorot matanya sedingin bilah pedang."Dan orang yang benar-benar mencari tersangka tidak akan sembarangan menuduh setiap orang yang lewat," balasnya, suaranya tetap tenang, namun mengandung ketajaman yang membuat lawan bicara terdiam sejenak.Prajurit itu mengernyit, tetapi tetap pada pendiriannya."Ikut kami. Ini hanya pemeriksaan rutin."Namun, nada suaranya jelas mengisyaratkan bahwa ini lebih dari sekadar pemeriksaan biasa.Xuan Li tetap berdiri di tempatnya. Suasana seketika menegang. Para prajurit mulai menggenggam senjata mereka lebih erat, dan orang-orang yang masih berada di sekitar segera menjauh, enggan terlibat dalam konfrontasi yang tampaknya tak terelakkan.Akhirnya, Xuan Li menghela napas perlahan."Baiklah," katanya ringan. "Tapi jangan sampai k

    Last Updated : 2025-02-22

Latest chapter

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 321

    Xuan Li menyipitkan mata. Energi di tempat ini begitu pekat dengan aura kematian dan penderitaan. Ribuan roh berkeliaran di sekitar formasi, terperangkap dalam siklus abadi yang mengerikan. Mereka berbisik dalam bahasa yang tidak bisa dipahami, namun isinya jelas: keputusasaan, kesakitan, dan kebencian."Kau benar-benar ingin menembus inti formasi ini?" suara Wu Hei terdengar di benaknya, dipenuhi nada skeptis."Jika tidak dihentikan sekarang, ritual ini akan selesai, dan kita akan menghadapi ancaman yang jauh lebih besar." Xuan Li tetap tenang. "Aku tidak punya pilihan lain."Wu Hei terkekeh. "Kau tahu ribuan roh ini tidak akan membiarkanmu begitu saja, bukan?""Aku tahu. Karena itu, aku akan menggunakan kekuatan pengendalian jiwa untuk menekan mereka." Xuan Li menarik napas dalam-dalam, memusatkan kesadarannya. Ia merasakan gulungan pengendalian jiwa yang tersimpan dalam kesadarannya mulai bergetar, seakan merespons niatnya.Saat ia mulai merapal mantra kuno, cahaya biru keperakan

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 320

    Qing Peng langsung bersiaga. Napasnya sedikit tertahan, tubuhnya menegang. Ia melirik ke sekeliling, tetapi yang terlihat hanya reruntuhan sunyi dan bayangan yang merayap di balik rumah-rumah setengah roboh.Xuan Li tetap diam, sorot matanya tajam. Ia mengamati satu titik di ujung desa, tempat bayangan samar terlihat sekilas sebelum lenyap."Tuan, apakah itu... orang dari Alam Bayangan?" tanya Qing Peng dengan suara tertahan.Xuan Li tidak menjawab. Ia melangkah perlahan, menyelidiki energi yang meresap di udara.Bayangan itu kembali bergerak, lalu menghilang di balik bangunan yang nyaris ambruk.Seketika, Xuan Li berkelebat. Tubuhnya melesat bagai kilat, mendekati tempat bayangan itu menghilang. Qing Peng, meski ragu, segera mengikuti di belakangnya.Begitu tiba, Xuan Li menekan telapak tangannya ke tanah. Gelombang energi merambat dalam keheningan, menyapu setiap celah dan ruang tersembunyi di sekitar mereka.Rintihan lirih terdengar dari dalam reruntuhan.Xuan Li mengangkat alis. I

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 319

    Di Alam Manusia, Qing Peng telah pulih sepenuhnya setelah mengalami luka dalam pertempuran sebelumnya. Meski begitu, Xuan Li tidak memberinya banyak waktu untuk bersantai. Hari ini, mereka harus kembali bergerak.Tanpa banyak bicara, Xuan Li melangkah ke depan, matanya menatap datar ke cakrawala. Ia lebih nyaman menyusun rencana dalam diam, menimbang langkah yang harus diambil tanpa harus menjelaskan semuanya pada Qing Peng. Bukan karena ia tidak mempercayai pemuda itu, tetapi karena ada batasan dalam seberapa banyak orang lain boleh mengetahui dirinya.Qing Peng, yang mengikuti di belakangnya, sesekali melirik ke arah Xuan Li. Ia ingin bertanya sesuatu, tetapi melihat ekspresi datar di wajahnya, ia mengurungkan niatnya.Mereka melayang di udara menggunakan artefak perahu terbang milik Xuan Li. Di sepanjang perjalanan, pemandangan yang mereka saksikan sungguh mencengangkan. Bukannya kehidupan yang semarak, melainkan kehampaan yang mencengkeram setiap sudut tanah yang mereka lintasi

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 318

    Tidak ingin menimbulkan kecurigaan dari Dewa Langit Surgawi, Liang Zheng menggunakan segel formasi teleportasi untuk mengantarkan Liang Xue yang masih tak sadarkan diri kembali ke kamarnya. Cahaya keunguan berkedip samar sebelum sosok mereka lenyap dari tempat itu.Begitu tiba, Liang Zheng membaringkan tubuh Liang Xue di atas ranjang berlapis sutra, memperhatikan wajahnya yang tenang dalam tidurnya. Namun, sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam, hasrat, ambisi, dan keinginan yang berakar kuat di hatinya.Tanpa ragu, ia mencabut beberapa helai rambut Liang Xue dan menggenggamnya erat di antara jemarinya. Sebuah sihir kuno segera tertanam dalam helai-helai itu, mengikat emosi dan pikirannya agar Liang Xue tidak akan pernah membencinya, tidak peduli apapun yang terjadi."Xue'er…" bisiknya pelan, suaranya sarat dengan obsesi yang semakin mendalam.Ia menundukkan kepala, menyentuhkan bibirnya ke bibir Liang Xue. Begitu bibir mereka bersentuhan, sebuah gelombang energi dahsyat m

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 317

    Liang Zheng mengejar Liang Xue bukan sekadar karena cinta. Ada alasan lain yang jauh lebih mendalam dan mendesak.Ratu Langit Liang Xue bukan wanita biasa. Ia terlahir dengan tubuh unik, tulang kristal, sebuah anugerah langka yang hanya muncul sekali dalam beberapa ribu tahun. Wanita dengan tulang kristal memiliki takdir yang berbeda dari kebanyakan makhluk di dunia ini. Jika ia melahirkan keturunan dari ras iblis, maka anaknya akan menjadi Dewa Azura, makhluk yang lebih kuat dari iblis biasa. Jika keturunannya berasal dari manusia, anak itu akan mewarisi kekuatan iblis dan dewa sekaligus. Ia akan menjadi entitas yang melampaui batas dua dunia, seorang yang ditakdirkan untuk mendominasi.Dan Liang Zheng menginginkan itu. Ia ingin keturunan dari Liang Xue.Di hadapan Liang Xue, ia tetap mempertahankan sikap lembut dan perhatian. Liang Xue masih kehilangan ingatan, dan itu adalah celah yang bisa ia manfaatkan. Ia hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk menanamkan kebohongan-keboh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 316

    Dewa Langit Surgawi melangkah keluar dari ruangan megah itu dengan aura mendominasi. Para pembesar klan iblis segera mengikuti di belakangnya, meninggalkan ruangan dalam keheningan yang menyesakkan. Setelah kepergian mereka, Ratu Langit Liang Xue melangkah keluar dengan ekspresi kosong. Ia merasa ada sesuatu yang mengusik hatinya, meskipun ingatannya masih kabur.Tiba-tiba, sesosok bayangan bergerak cepat dari sudut gelap ruangan. Sebelum Liang Xue sempat bereaksi, sebuah tangan kuat membekap mulutnya, menahan kemungkinan ia berteriak. Liang Xue terkejut, tubuhnya menegang, namun sebelum ia bisa melawan, simbol formasi teleportasi muncul di bawah kaki mereka, mengeluarkan cahaya gelap keunguan.Dalam sekejap, keduanya menghilang dari istana klan iblis.Mereka muncul di sebuah tempat yang jauh dari pusat kekuasaan iblis. Liang Xue terhuyung ketika teleportasi selesai, napasnya sedikit tersengal. Ia memandang sekeliling, mencoba memahami di mana ia berada.Di hadapannya terbentang se

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 315

    Di luar alam manusia, ancaman gelang pengendali semakin meluas. Bukan hanya membelenggu para kultivator tingkat rendah, tetapi juga mengincar penguasa dan eksistensi kuat di berbagai dunia. Dewa Langit Surgawi semakin agresif dalam memperluas kekuasaannya, mengincar sekutu baru agar tak ada satu pun yang bisa menentang kehendaknya.Di Istana Iblis, Liang Xue, Ratu Langit yang dulu disegani, masih terjebak dalam ingatan yang kabur. Sebagai keturunan langsung Dewa Langit Surgawi, ia mendapatkan perlakuan istimewa. Namun, meski berbagai metode telah dicoba, ingatannya tetap tidak kembali.Di sebuah ruangan luas yang diterangi lampu spiritual berwarna ungu, Dewa Langit Surgawi duduk di atas singgasananya. Wajahnya tenang, tetapi sorot matanya penuh perhitungan. Di hadapannya, beberapa pemimpin klan iblis berdiri dengan kepala tertunduk.“Kita telah kehilangan terlalu banyak utusan di alam manusia.” Suara Dewa Langit Surgawi bergema, mengguncang udara. “Sudah saatnya kita mengubah strateg

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 314

    Dua anggota Alam Bayangan itu tersungkur di tanah, napas mereka tersengal-sengal. Di bawah tekanan spiritual Xuan Li, tubuh mereka bergetar hebat, wajah mereka penuh luka, dan darah segar mengalir dari sudut bibir mereka.Xuan Li menatap mereka dingin. "Katakan. Apa rencana Alam Bayangan?"Pria tinggi berkulit gelap itu menggertakkan giginya, matanya menyala dengan kebencian. "Kau pikir kami akan mengkhianati Alam Bayangan? Hahaha... Kau hanya buang-buang waktu."Xuan Li tidak menanggapi. Dia mengangkat tangannya, jari-jarinya membentuk segel yang segera melepaskan tekanan spiritual yang lebih besar. Tanah di sekitar mereka bergetar, udara seolah-olah tertarik ke satu titik, menciptakan hisapan yang mengerikan. Pria bercodet mengerang, tubuhnya melengkung kesakitan."Jawab atau mati," ujar Xuan Li datar, matanya setenang dan sedalam jurang tak berdasar.Namun, sepertinya harapannya sia-sia. Kedua pria itu tiba-tiba menegang, tubuh mereka membeku seperti patung. Mata mereka yang penuh

  • TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG   Chapter 313

    Xuan Li dan Qing Peng tetap berdiri di tempat, tidak menunjukkan tanda-tanda panik meskipun tekanan dari pertarungan yang terjadi di kejauhan mulai terasa hingga ke titik mereka berada. Xuan Li menyipitkan mata, mengaktifkan mata spiritualnya untuk melihat lebih jelas.Yang bertarung di sana bukanlah orang biasa. Kedua sosok itu memiliki aura yang serupa, gelap dan mencekam, penuh dengan dendam."Alam Bayangan..." gumam Xuan Li pelan, nyaris tanpa suara.Qing Peng, yang berdiri di sampingnya, langsung merasakan perubahan kecil dalam ekspresi Xuan Li. "Kita tidak seharusnya terlibat. Mari kita pergi," usulnya tanpa ragu.Xuan Li mengangguk. Tidak ada keuntungan dalam ikut campur urusan orang-orang Alam Bayangan, apalagi jika mereka berasal dari faksi yang sama dan sedang bertarung satu sama lain. Tetapi, sebelum mereka sempat bergerak, angin tajam menerjang, disertai suara robekan udara yang mengancam.Dalam sekejap, dua sosok yang tadi bertarung telah muncul di hadapan mereka. Mereka

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status