Mereka berdua duduk di ruang tamu, setelah Kenzo membuatkan segelas teh.Flashback.Malam itu adalah malam menyedihkan bagi Kayla. Tepat di depan matanya sendiri, ia melihat bahwa kekasih yang dulu sangat ia cintai secara terang-terangan menunjukkan selingkuhan di depan matanya. Mereka saling mencium untuk menegaskan hubungannya.Kayla duduk di depan gedung apartemen dengan sebotol minuman alkohol yang sempat ia beli sebelumnya. Rasanya dadanya sesak memikirkannya. Padahal selama ini dia tidak pernah macam-macam. Ia juga selalu menuruti semua permintaannya.Tetapi, ternyata itu hanya lah tipu daya muslihat yang dilakukannya demi bisa menghabiskan banyak uang Kayla yang telah disimpan dalam waktu yang cukup lama. Bodoh. Selama ini ia kira itu adalah bentuk sayang. Ternyata ia hanya atm berjalan.Kesedihannya bercampur aduk, dia merasa pusing setelah meminum habis apa yang tengah ia pegang. Ia buang sembarang botol tersebut, lalu masuk ke dalam gedung apartemen.Malam yang sepi dan ding
Keesokan harinya adalah hari dimana Kayla sadar dan tidak menyangka atas apa yang sudah terjadi di antara mereka berdua. Sementara Kenzo bersikap santai saja. Karena sudah kenal kemarin, setidaknya ia sudah melihat bagaimana aslinya dari wanita ini.Namun, perpisahan mereka dilakukan secara tidak baik, dan tidak ada ucapan lagi. Kenzo yang hanya tahu namanya terus memikirkan bagaimana wanita tersebut datang kemari.Ingat bahwa Kayla sempat mengatakan nama perusahaan ayahnya, Kenzo mencarinya, dengan pulang ke rumah utama. Mereka punya hutang yang lumayan besar dan jumlahnya gila sekali.“Bagaimana, kalau semisal mereka kena pinalti, kita minta saja mereka menikahkan putrinya?” ucap dari ayahnya.“Sayang, kamu gila? Aku lebih baik membiarkan anakku melajang selamanya daripada harus menikah bukan karena keinginannya,” Ibunya menolak keras ucapan tersebut.Kenzo yang kebetulan mendengarnya merasa seperti menemukan sebuah kesempatan emas untuk bisa bertemu lagi dengan Kayla. Dia merasa sa
“Betul tidak mau diantar? Mumpung searah, jadi biar sekalian,” Kenzo merasa khawatir karena Kayla menolak ajakannya.“Iya, tidak apa. Aku masih belum mau banyak orang tahu siapa kamu,” balas Kayla.“Siapa aku? Maksudnya belum ada yang tahu kamu menikah?” tanya Kenzo.“Sudah, tapi belum ada yang tahu kalau itu kamu,” jawab Kayla.“Memang kenapa kalau ada yang tahu? Apa kamu malu menikah denganku?”“Tidak, haha. Aku hanya belum siap mereka tahu siapa yang menjadi suamiku. Apalagi, kamu pernah masuk berita, bisa-bisa jadi berita besar,” jelasnya.“Oh, kamu takut mereka akan memanfaatkanmu kalau mereka tahu aku suamimu, kan?” Dengan sangat berani Kenzo berkata penuh kepercayaan diri.Kayla melihat Kenzo yang mendadak jadi PD ini hanya bisa menahan tawanya. Pria ini benar-benar pintar sekali membuat moodnya merasa naik turun. Tapi lebih banyak senangnya, karena dia memiliki baterai kesenangan yang terlalu luar biasa.“Sudah, aku berangkat dulu, nanti kita ketemu lagi pulangnya,” ucap dari
Semua mata memandang ke arah mereka yang sedang berdiri di sana. Kenzo benar-benar muncul dalam waktu yang tidak ia duga sama sekali. Malahan Kayla tidak tahu kalau Kenzo akan datang kemari.Tetapi, berkat kedatangannya, mantan atasannya tersebut tidak berani lagi berkata apa-apa, dia benar-benar pucat pasi setelah melihat semua yang terjadi untuk saat ini. Mati kutu sudah pergerakannya tersebut.“Jadi, ada yang masih mau dikatakan kepada istriku?” tanya Kenzo dengan pandangan yang sangat dingin sekali.“O- Oh, tidak, tidak, saya- saya,” Dia begitu kikuk sampai keringat dinginnya bercucuran.Kenzo langsung menggenggam tangan Kayla. Ia segera mencoba mengajak Kayla pergi dari sana, sembari memberikan kalimat terakhirnya kepada orang tersebut.“Jika setelah ini anda masih ingin mencari masalah dengan istriku, aku pastikan anda tidak bisa hidup dengan tenang,” ancam dari Kenzo.Dirinya segera ditarik meninggalkan tempat tersebut. Kayla merasa malu. Berkali-kali dari mulut Kenzo ia menden
Kayla yang sudah menghubungi Jelita tersebut, merasa cukup senang karena Jelita sendiri memberikan respon hangat dan menyapa. Karena mereka dulunya pernah dekat, jadi rasanya sedikit lebih santai dirinya berbicara dengannya.Ia meminta Jelita untuk bertemu, namun ditolak awalnya. Karena dia bilang sudah tidak tinggal di satu wilayah. Dengan penuh keberanian dan demi mengobati rasa penasarannya tersebut, Kayla menawarkan diri untuk bisa bertemu ke rumah Jelita.Disetujui. Ia akhirnya pada akhir pekan pergi. Ijin dengan Kenzo menggunakan alasan klise yang untungnya Kenzo mengizinkan. Kayla merasa perlu ada yang diluruskan.“Hai,” sapa Kayla saat Jelita membukakan pintu.Rumahnya yang begitu sedikit pelosok, namun dengan pemandangan yang asri, membuat Kayla merasa bingung. Kenapa dia berada di sini sekarang?“Kayla, sudah lama sekali tidak melihatmu,” ucapnya, sembari membiarkan dirinya masuk ke dalam rumahnya.Kayla masuk dan melihat bahwa rumah tersebut tertata sangat rapi. Namun, ia m
Sebenarnya awalnya Kayla tidak berniat sampai demikian untuk bisa membantu Kenzo. Hanya saja, ia berasa berhutang budi kepadanya karena telah menariknya dari keluarga yang hanya menganggapnya sebagai babu saja. Tapi ia sama sekali bahwa ini akan jadi serumit ini. tidak sedikit pun Kayla menduga.‘Pantas saja beritanya benar-benar tenggelam. Karena tidak ada bukti kuat yang menunjuk ke arah Kenzo, tapi semua menuduhnya,’ batinnya sembari mengamati jalanan dari dalam kaca taksi.Ia jadi bisa sedikit menduga-duga bahwa mungkin saja karena kasus ini lah yang membuat Kenzo akhirnya dulu memilih keluar dari perusahaan. Dan bodohnya, hanya karena permintaan Kayla tersebut dia mau masuk kembali ke perusahaan. Pasti ada banyak sekali keraguan dan dibutuhkan tekad besar untuk memutuskan kembali bekerja ke perusahaan keluarganya. Kayla harus membalas budinya dan juga menunjukkan kalau ia merasa bersalah
Kayla merasakan sakit pada kepalanya karena ditarik dengan sangat kencang oleh Reva tersebut. Ia segera melawan dan dengan sekuat tenaga langsung melepaskannya dengan kasar, sampai rambutnya terasa nyaris putus dari kepalanya sendiri.Ia melihat wajah Reva yang memerah padam sampai begitu tidak enak dipandang sedang menatapinya. Dia marah besar kepada Kayla. Namun, Kayla merasa tidak paham. Apa lagi masalahnya sampai dia bisa berbuat seperti itu kepadanya?“HARUSNYA KAMU BILANG KALAU KAMU BENAR-BENAR MAU MENIKAH DENGANNYA!”“Memangnya kenapa? Bukannya memang dari awal aku sudah diniatkan untuk menikah dengannya?” Kayla merasa heran sampai ia merasa bertanya.“Supaya aku bisa menggantikanmu dan tidak membiarkanmu hidup dengan nyaman!” pekik Reva.Makin heran jelas Kayla mendengarnya. Wah, benar-benar di luar nalar dan juga akal sehat rasanya. Benar kata Kenzo, keluarganya itu tidak akan membiarkannya begitu saja setelah tahu siapa Kenzo sebenarnya.“Kenapa harus? Kakak sudah memilih un
Mata mereka yang saling memandang, bagaikan elang yang sudah siap menghajar mangsanya sampai ke titik darah penghabisan. Namun, tiada sesiapa dari mereka yang hendak mengalah.Karena tampaknya, Kayla pun tidak dapat menahan dirinya lagi untuk tetap merahasiakan mengenai apa yang dia tahu. Hanya yang bersangkutan yang bisa ia ajak untuk memastikannya.“Maksudmu? Aku tidak menyembunyikan apa-apa padamu. Aku terbuka pada semua yang sudah aku lakukan. Justru kamu. Kamu mendadak berubah,” jawabnya yang masih dengan percaya diri.Kayla menghela napasnya. Memang ada satu rahasia yang dia sembunyikan dari Kenzo. Itu pun bukan karena keinginannya awalnya. Karena ia pikir ini hanyalah masalah yang bisa selesai dengan cara ia mencari kebahagiaan.Tentu saja tidak semudah itu dia akan memberitahukannya kepada Kenzo. Ia tidak mau rugi dengan hanya dirinya saja yang mengatakan apa yang sedang ia rasakan tersebut.“Kalau aku mengatakan apa yang aku rahasiakan padamu, maukah kamu menjawab apa yang me
Setelah Kenzo mendekat dan berusaha untuk menenangkan Kayla, Kayla langsung menunjukkan testpack yang ia bawa tersebut. Dan dalam hitungan detik, ekspresi wajah Kenzo berubah seketika ketika melihat hasilnya.“Po- Positif?!” seru dari Kenzo yang terbelalak.Kayla tersenyum sumringah, dibarengi dengan air mata yang perlahan membasahi kedua pipinya tersebut. Ia menganggukkan kepala, menunjukkan perasaan harunya yang juga sama tidak percaya dengan Kenzo.Sang suami seketika memeluknya dengan erat, ia merasakan detak jantungnya berpacu sangat cepat, dan membuat Kayla merasa ikut berdebar hebat. Padahal mereka sudah pasrah saja menerima nasib mereka, tetapi, tampaknya tuhan mendengarkan doa mereka.“Kayla…, astaga…, aku tidak tahu harus berkata apa,” Kenzo benar-benar tidak bisa tenang.Dia berkali-kali memeluk, lalu melepaskan Kayla kembali, kemudian mengecup pipi dan dahi Kayla berkali-kali untuk menunjukkan rasa syukurnya atas berkat yang mereka dapatkan tersebut.Kayla yang tidak bisa
Karena feeling suami itu juga sama kuatnya dengan feeling istri, jelas saja Kenzo langsung mnegetahui tindakan Kayla yang diam-diam hendak menghilangkan jejaknya tersebut. Dan sekarang dia sudah tidak bisa mengelak sama sekali.Kayla tertangkap basah hendak membohongi Kenzo.Melihat Kayla yang hanya cengengesan memberikan respon pada ucapan Kenzo, jelas membuat Kenzo sudah bisa langsung tahu bahwa Kayla ini telah berbohong kepadanya. Dia hanya bisa terheran kepada sang istri yang demikian.Dan seperti apa yang sudah diperingati oleh Kenzo sebelum-sebelumnya. Bahkan Kenzo sendiri sudah dengan tegas memberikan peringatan kepada Kayla, dan akhirnya semuanya terjadi begitu saja.Kayla benar-benar masuk angin pada malam itu. badannya terasa menggigil, dan bahkan ia merasakan hidungnya gatal sekali. Sampai-sampai ia sendiri tidak bisa menahannya.“Hatchii!” Kayla terus merasa bersin.“Kan, sudah kubilang. Kamu bandel sekali tidak mau mendengarkanku!” kesal dari Kenzo yang mengungkapkan pera
Benar-benar mengkerut alis Kenzo mendengar ocehan gadis ini lagi. Ada-ada saja. Es krim rose cake? Sejak kapan bunga mawar dijadikan es krim?Dan siapa dia sampai berani mengatakan hal ini sebagai taruhan yang tidak masuk akal sama sekali. Benar-benar gadis gila yang akal sehatnya tidak ada sama sekali.“Sudah kubilang aku tidak akan percaya dengan semua bualanmu yang tidak masuk akal itu lagi! Kamu benar-benar mencoba mengujiku ya?!” pekik dari Kenzo yang sudah tidak bisa menahan emosi lagi.“Kali ini kamu bisa menganggap serius ucapanku, dan lagi, kamu akan bahagia kalau kamu mengetahui dengan cepat beritanya,” Gadis itu sama sekali tidak menyerah berkata kepada Kenzo.Jika dirinya bisa tepok jidat, mungkin Kenzo akan melakukannya. Tetapi, saat ia melirik ke arah mata dari si gadis tersebut, ia melihat kesungguhan yang dimana jelas si gadis tidak berbohong, dan serius dengan apa yang barusan dia katakan kepada Kenzo.Namun, lagi dan lagi, Kenzo tidak mau termakan dengan buaian tidak
Kayla sampai tidak bisa memberikan reaksi setelah mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya barusan. Surprise? Hadiah ulang tahunnya? Gedung itu untuk dirinya?!Sampai-sampai Kayla yang sedang melongo tersebut tidak bisa merangkai kata untuk bisa membalas ucapan sang suami. Dia memang tidak ingat akan ulang tahunnya, tapi ini terlalu berlebihan kalau sampai diberi seperti ini.Dirinya gagap hendak memberikan reaksi kepada sang suami yang sudah sangat antusias menunggu respon dari Kayla yang sedaritadi syok tersebut.“Tunggu…, maksudku…, kamu sedang bercanda, kan? Gedung itu mahal! Darimana kamu dapat uangnya? Bagaimana kamu bisa membelinya dengan bekerja tidak sampai bertahun-tahun?!” Kayla masih belum bisa percaya dan terima begitu saja apa yang diberikan sang suami kepada dirinya tersebut.“Kenapa tidak? Aku bekerja keras dan mengambil banyak pekerjaan. Klien-ku bukan orang orang pelit. Setiap tip dan juga bonus aku investasikan dan aku membuat uangnya jadi tumbuh. Dengan itu lah a
Kenzo yang melihat istrinya tampak begitu nyaman di rendaman air yang sedingin es tersebut, hanya bisa terheran dan tidak bisa melarangnya sama sekali. Mungkin dia memang benar merasa nyaman di dalam air es tersebut.“Mau aku buatkan minuman hangat? Siapa tahu badanmu kedinginan setelah mandi,” ucap dari Kenzo, menawarkan diri.“Ah, aku mau es krim. Yang cookies and cream,” jawab Kayla.Mematung seketika Kenzo setelah mendengarnya. Sekarang dia malah mau es krim? Padahal sudah jelas sekali kalau dia sedang berendam di air itu, dan setelahnya dia masih mau makan es krim? Apa istrinya ini tidak bisa merasakan betapa keramnya air tersebut?Kenzo berusaha membantah dan menolak permintaan dari Kayla barusan. Namun ia langsung menutup mulut, dan tidak bicara lagi setelahnya. Melihat bagaimana tatapan Kayla yang begitu berharap, seolah dia benar-benar menginginkan apa yang barusan dikatakan.Dengan menelan ludah secara perlahan, akhirnya mau tidak mau Kenzo memilih menyetujuinya. Kayla tidak
Kayla benar-benar bingung. Ia sampai mencoba untuk memastikan lagi, apakah dia benar salah lihat, atau mungkin yang tadi itu memang benar adanya atau tidak. Dia bahkan melihat ke segala arah dan mencari gadis tersebut.Tapi sudah dicari dengan keadaan panik pun tidak menghasilkan apa pun. Hasilnya benar-benar nihil. Sosok tersebut seolah menghilang dalam hitungan detik, bahkan mungkin setelah Kayla berkedip sekali pun.Ia segera melihat ke arah Kenzo kembali, berbicara dan berusaha memberitahukan sang suami bahwa dia benar-benar berbicara dengan seseorang tadi.“Sungguh! Aku tidak bohong! Aku berbicara dengan seorang gadis di sini. Dia terus berkata tidak masuk akal, dan tidak menjawab pertanyaanku dengan serius!” Kayla mencoba menegaskan pemikirannya tersebut.Kenzo yang melihat betapa panik istrinya tersebut, mencoba menenangkannya. Dia memeluk Kayla dan berusaha membuatnya tidak tenggelam dalam pemikiran yang berantakan tersebut. Meski dengan kopi di kedua tangannya, Kenzo berusaha
Kayla yang baru saja masuk, melihat ada banyaknya pegawai dari toko tersebut nampak sedang sibuk. Karena mungkin baru saja buka, jadi lumayan ramai pada saat itu.“Ada yang bisa saya bantu?” Dirinya segera didatangi oleh pelayan di sana, dalam bahasa inggris.“Oh, aku ingin membeli roti untuk mengganjal rasa laparku. Apa ada roti yang yang manis, tapi masih sehat?” balas tanya Kayla.“Tentu saja. Mari saya antar untuk melihat beberapa roti yang mungkin anda suka,” ajaknya. Kayla mendengarkan dengan baik bagaimana penjelasan dari sang pelayan yang sangat detail sekali menjelaskan. Bahkan detailnya benar-benar lengkap sekali saat didengarkan. Bahkan hanya dengan mendengarkannya saja sudah membuat Kayla merasa lapar.Dirinya melihat beberapa roti yang terlihat lezat dan masih hangat sekali. Ia memesan salah satu yang diatasnya berisi krim dan juga buah strawberi. Karena kelihatan enak sekali.“Apa ada yang anda inginkan lagi? siapa tahu untuk dimakan di rumah,” tawar sang
Namun, setelah mendengar semua penjelasan dari sang ahli, Kayla tidak mendengar ada masalah atau keluhan pada sperma Kenzo. Ia jadi merasa sedikit bingung dan tidak paham.Akhirnya dirujuknya kali ini untuk pemeriksaan Kayla. Dia melakukan usg untuk melihat kondisi rahimnya, dan Kayla berubah menjadi sangat antusias memikirkan bagaimana hasil pemeriksaannya.Ia menunggu dengan wajah yang begitu sumringah di depan dari dokter yang baru saja memeriksanya tersebut. Kayla benar-benar merasa tidak sabar.Sementara itu, Kenzo yang menyadari bahwa ekspresi dari sang dokter yang kelihatan mengkerut tersebut sudah menunjukkan bahwa ada berita buruk yang akan disampaikan. Kenzo sekarang malah jadi was-was menunggu jawaban.“Bagaimana??” Kayla bertanya, namun dengan raut wajah yang sangat bersemangat sekali kala tersebut.Dokter tampak melirik ke arah Kenzo, seolah memberikan sinyal supaya dia bisa lebih mendekat ke arah sang istri sebelum mendengar jawabannya dari sang dokter.“Apa sebelumnya a
Kayla yang ditinggalkan oleh Kenzo langsung menangis tersedu-sedu di dalam sana. Ia merasa seperti dibuang oleh pria yang ia ajak berjuang untuk bisa mendapatkan buah hati.Apa dia pikir Kayla sama sekali tidak berjuang dan bersabar selama ini? Kayla melakukan itu semua! Dia bahkan sampai merasa kurang tidur karena memikirkan bagaimana cara supaya prosesnya bisa lebih efektif.Tetapi, ternyata pemikiran Kayla dan Kenzo mesih belum benar-benar sejalan. Masih saja ada pembantas antara mereka berdua yang terlalu kentara, sampai-sampai mereka tidak menyadarinya sama sekali.Kayla dan Kenzo terpisah ruang dan waktu yang begitu jauh jaraknya. Perasaan Kayla terus beradu merasa dibuang dan dilupakan, bahkan merasa tidak dipedulikan oleh sang suami.“Kalau memang dari awal dia memang tidak mau, harusnya katakan saja! Tidak perlu basa-basi seperti ini!” pekik dari Kayla, yang merasa amat kesal sekali.Sementara itu, di luaran sana, Kenzo memilih menuju perpustakaan kota. Ia menenangkan diri di