"Kau kira aku percaya, huh?" kata Lisa Sangrei tidak yakin akan perkataan bualan dari Lily. Lisa Sangrei tahu, Lily sangat cemburu dan dengki terhadap dirinya. Jadi bisa di pastikan oleh Lisa Sangrei bahwa Lily mengarang cerita agar terlihat nyata dan asli untuk menutupi sebuah kebohongan. Lily kembali memperlihatkan senyuman sinisnya akan penyangkalan dari Lisa Sangrei yang menganggap dirinya telah berdusta. "Silakan buktikan saja sendiri, asal kau mampu menjeratnya. Bukankah dia sangat kaya dan merupakan indaman para wanita, termasuk dirimu?" pungkas Lily tertawa sinis di sertai dengan tawa kecil dari bibir berwarna merah muda. "Kau kira aku tidak berani melakukannya, huh?" ucap Lisa Sangrei menantang. "He he he ... terserah padamu saja," jawab Lily dengan wajah remehkan kemampuan Lisa sangrei yang bisa menjerat ceo Chris yang mesumm akut itu. Lily masih bergaya sombong dengan sikap angkuh menghadapi Lisa Sangrei. Suara ribut dan tepuk tangan menyadarkan Lily dan Lisa S
Chris yang tidak tahan lagi dengan permainan tangan Lisa Sangrei di bagian itunya dan menarik tubuh Lisa Sangrei ke dalam ruangan kamar mandi di kamarnya. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Lisa Sangrei dengan baik yang memainkan benda itu dengan bibirnya. Beberapa kali sentuhan dengan reaksi obat tidak dapat dikontrol oleh Chris. Suara gairah kepuasan dari Chris terdengar nyaring menambah semangat Lisa Sangrei untuk mendapatkan Chris seutuhnya. Saat posisi benda itu akan masuk ke tubuh Lisa Sangrei, langkah Chris terhenti. Karena ia mendengar suara tawa Lily dengan Nelson Jong. Api kecemburuan dalam diri Chris naik seketika. “Sial,” umpat Chris yang sudah sadar seutuhnya dan melihat wanita yang tidak dikenalinya dalam posisi terlentang di tempat tidurnya yang kini siap untuk di gagahi. "Siapa kau?" tanya Chris kaget. "CEO Chris, ayolah. Sedikit lagi anda sudah bisa memasuki ke milikku," ucap Lisa Sangrei dengan membuka kedua kaki secara lebar untuk memancing nafsu Chris tan
Jika bukan karena kondisi seperti ini, Lily tidak ingin berjualan tubuh seperti ini. Tapi, Lily sungguh tidak berdaya dan tidak punya pilihan lain lagi. Hanya ini, satu-satunya cara mendapatkan uang dengan cepat. Lagi pula, Chris termasuk orang yang menempati janji. Setelah selesai main ia dibayar dengan mahal dan bervariasi. Tergantung tingkat kepuasannya yang diterima. Sambil menelan ludah karena lapar, Lily berusaha tidur beberapa jam sebelum kapal mencapai dermaga. ‘Tok Tok Tok’ Dengan gaya malas, Lily turun dari atas ranjang dan berusaha membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang mengetuk pintu. Saat pintu kamar terbuka, kedua mata Lily menatapi siapa yang mengetuk pintu dan membangunkan dirinya dari tidur. "Ternyata anda,” seru Lily dengan nada tidak senangnya kepada Chris. "Aku bawakan makanan,” balas Chris dengan memperlihatkan wajah tidak senang akan sapaan dari Lily. Seperti biasa, Chris masuk ke dalam kamar Lily dengan sikap sesuka hati. Kedua matanya me
*** Malam hari, kapal sampai di dermaga. James Holland tiba lebih awal untuk menjemput Lily. Kedua matanya tiada berhenti mengamati setiap penumpang yang keluar pelabuhan satu demi satu dengan posisi masih di dalam mobil. "Hmmm," gumam James Holland tidak sabar untuk bertemu dengan Lily. Pandangan mata Chris ke arah mobil ferrari hitam dengan plat mobil tidak asing. Awalnya, Chris mengira itu hanya perasaanya saja. Ternyata, bukan perasaan. Ketika Lily berjalan ke arah mobil tersebut dan masuk ke dalamnya. “Maaf merepotkanmu,” ujar Lily dengan wajah sedihnya. “Tidak merepotkan, santai saja. Bagaimana dengan liburannya?” tanya James Holland yang tidak ingin Lily merasa tidak enakkan kepada dirinya. “Buruk dan lelah. Banyak aroma bau parfume dan tubuh orang, kepala aku jadi nyut-nyutan dan perut mual. Sepertinya aku kena asam lambung tinggi,” dusta Lily untuk menipu James Holland. Dahi James Holland langsung mengerut dalam mendengar cerita Lily yang terkesan sial. “Wah, aku har
Selesai makan pagi, Lily kembali bekerja seperti biasanya. Kedua mata Chris masih menatapi monitor dengan tatapan rumit, Karena Lily terlihat begitu tenang. “Apa hanya perasaan aku saja,” Chris sengaja menaikan getaran pada alat kecil yang ia tanamkan di dalam celah inti Lily barusan. Getaran kecil yang bergetar hebat, dapat terasa oleh Lily. Dengan posisi alat getaran di saku bajunya. “Ck ck ck benar-benar hiper ceo satu ini,” batin Lily yang mengoceh akan tindakkan gila Chris yang hobi bermain dengan alat menjijikkan. Di dalam kantor, Chris masih menatapi Lily duduk dengan tenang tanpa merasakan apapun. "Mustahil alatnya rusak," batin Chris yang penasaran. Beberapa kali melihat Lily tidak ada perubahan. Emosi Chris yang mendadak tinggi, ia membanting remote kontrol ke tong sampah secara kasar. "Lihat saja pembalasan aku, kau akan menyesal. Aku jamin itu," oceh Chris dengan kedua tangan menjambak rambutnya secara frutasi. *** Sampai jam pulang, Lily tidak datang menemui C
Nelson Jong melihat kearah suara yang memangil dirinya. "Kamu?" balas Nelson Jong dengan memutar setengah leher menatapi Kirana di sampingnya. "Sudah waktunya," jawab Kirana dengan sopan dan berjalan duluan ke arah ruangan lain. Kemudian masuk ke dalam. pandangan mata Nelson Jong masih terfokus ke arah Kirana. Begitu rajin menggantikan Lily dan sudah mulai belajar make up, biasanya hanya berpenampilan apa adanya. Di lobi perusahan, lagi-lagi Chris melihat mobil brand ferrari hitam berplat nomor terkutuk datang menjemput Lily. Lalu Lily yang tertawa manis, ketika akan masuk ke dalam mobil. "Sial, berani sekali kau selingkuh di depan mataku?" pekik Chris yang mendadak kumat gila dan menendang salah satu tiang lobi perusahan. Kemudian mengikuti mobil ferrari hitam berplat nomor 13 dari arah belakang secara diam-diam dengan segala kata-kata tidak benar keluar dari mulut. "Nomor sial, Apa menariknya cowok brengsek itu?" kata Chris dengan percaya diri dan merasa dirinya merupak
Diantara nama yang di sebutkan, terdapat nama Lily. Hal itu menimbulkan kecemburuan devisi dua kepada Lily yang terpilih dari semua devisi yang ada. Berapa staff dari devisi lain juga kaget, tapi mengingat pekerjaan yang mereka kerjakan. Tentu tidak membuat mereka berpikir hal lain. Kecuali Nelson Jong, merasa aneh. Tumben Chris bisa rajin turun ke lapangan. Biasanya super malas dan harus dirinya yang melakukannya untuk mengurus semua ke malasan Chris yang sudah tergolong parah. Tanpa kecurigaan penuh, Nelson Jong tidak mengurus apa yang di lakukan oleh Chris saat ini. Sebaliknya Chris sudah tersenyum lebar. Mempersiapkan semua permainan yang akan di lakukan kepada Lily dan tiap devisi sengaja di pisah-pisah tugasnya. Di hari ke keberangkatan, Lily yang seharusnya pergi akhirnya batal setelah Nana yang mengurus semua tiket justru sengaja mengganti nama tiket Lily dengan nama dirinya sendiri untuk bisa bersama dengan Chris selama seminggu di pulau Jeju. Melihat tidak ada
Di apertement, Lily terbangun duluan dengan nafas sesak dan hampir mati kehabisan nafas. Ketika mendapatkan Chris teridur dengan menimpah tubuhnya. "Kurang ajar," umpat Lily dengan emosi naik tinggi, Ia mendorong tubuh Chris yang tanpa busana ke arah samping. Begitu menyadari diri tanpa busana juga, Lily sudah menyadari apa yang dilakukan Chris padanya saat tidak sadarkan diri. Ketika merasakan bagian bawahnya terasa perih, Jemari Lily segera menyentuh bagian bawah. Seketika jemari Lily terasa basah dan lengket, ditambah lagi dengan tubuhnya banyak bekas cinta. "Benar-benar kena penyakit hiper," batin Lily dengan mencibir perbuatan Chris yang benar-benar keterlaluan terhadapnya. Chris yang sudah bangun tidur, melihat Lily duduk di tepi ranjang. lalu menarik tubuh Lily dan menekannya di atas. "Kita lak
“Mana Hpmu?” tanya Chris setelah diam sejenak.Nelson Jong mengerutkan kening akan permintaan Chris.“Mana ponselmu,” seru Chris yang menaikkan volume suara.Nelson Jong meraih ponsel di balik jas hitam yang membalut tubuh rampingnya dan menyerahkan cepat pada Chris. sebelum ia mengalami kesialan seperti nasib barang yang hancur berserakan di lantai.Secepat kilat, Chris langsung membuka aplikasi instagram dan setelah mendapatkan apa yang ia cari dan menyulut emosinya kembali. Chris langsung memperlihatkan pada Nelson Jong.“Tuh, lihat?” ucap Chris sambil menyodorkan ponsel tersebut kepada Nelson Jong yang menatap dengan binggung.Nelson Jong meraih ponsel di tangan Chris. Ia memperhatikan layar ponsel dengan raut wajah penuh penasaran tinggi. Perlahan tapi pasti, wajah penasaran Nelson Jong berubah melotot ketika mengenali wajah orang yang ada di layar tersebut.“Ini Lily?” ucap Nelson Jong dengan suara kuat dari biasanya.“Menurutmu?” jawab Chris dengan nada kesal dan geram.“Benar-
Banjir mulai sulut di saat malam hari. Chris menghela nafas super panjang tidak lupa dengan kata-kata umpatan yang di lontarkan dari bibirnya.Lelah mengumpat, Chris memiluh untuk mengemudikan mobil kembali ke apertemen mewah dengan badan loyo dan lesu. Niat beli hp pupus bersama harapan barusan.Chris yang sudah telanjur malas untuk pergi jauh, ia memutuskan pulang dan memutuskan besok baru beli ponsel pada keesokan pagi.***Pagi hari dengan pakaian super mahal dan hp keluaran terbaru. Chris berjalan masuk ke dalam kanto dengan perasaan bahagia. Ia akan meneror Lily untuk secepatmya kembali ke Seoul. Hp baru di buka dan memasukkan nomor Lily dan Kirana. Setelah sekian lama menghubungi Lily, dahi Chris berkerut banyak. Ia semakin naik darah. Begitu juga menghubungi Kirana yang hasilnya juga sama. Tidak ada respon sama sekali.“Berani sekali menolak panggilan pria tampan seperti ku,” seru Chris kembali mengila, kemudian kembali meneror nomor Lily maupun Kirana. Setelah sekian lama ter
Tetiba, Nelson Jong melonggo dan ia semakin terkejut dengan perkataan James Holland soal koleksi yang membuatnya hampir mati di tempat. James Holland tidak menyangkah, James Holland sangat mesum dari Chris.Keringat membasahi dahi Nelson Jong dan James Holland terkekeh. Ia tidak menyangkah, Nelson jong juga tipe pria yang polos. Bahkan di kerjain sedikit saja sudah seperti itu. padahal dirinya tidak menyimpan video begituan di manapun. bukannya tidak tertarik, karena James Holland merasa privasi akan terancam jika simpan seperti itu dan para penjahat akan mudah mendapatkan info tentang keberadaan maupun kelemahan yang di miliki.“Sudah malam, ayo pulang!” ucap James Holland lembut dan melirik jam tangan di pergelangan kiri.Jika para pria memakai jam tangan di pergelangan tangan kanan. Berbeda dengan James Holland yang memakai pergelangan kiri. Ia memakainya di kiri demi mengenang Alexanlian yang merupakan wanita cinta pertama.Nelson Jong langsung berdiri dari tempat duduk, kemudian
“Jika tidak menganggu, maka aku terima dengan senang hati boleh ada yang mau aku bahas dengan dirimu juga,” balas Nelson Jong yang langsung duduk di samping James Holland.Sedangkan Kirana duduk di samping Lily. Lily sempat kaget dan melihat ke sampingnya dan mendapatkan keberadaab Kirana. sedangkan ke depan mendapatkan kebradaan Nelson Jong.“Eh.. kalian berdua?” tanya Lily mulai kepo. Terutama nanti ia akan mewancari Kirana Habis-habisan setelah selesai acara makan malam berakhir.“Kita lagi ada urusan di luar dan kebetulan ketemu,” jelas Kirana yang tidak di percayai oleh Lily.Pandangan mata Lily ke arah Nelson Jong dan James Holland yang sibuk berbicara satu sama lain. Dari arah pembicaraan keduanya, Lily dapat menebak apa yang di bicarakan keduanya. Jika bukan soal bahaya bahan kimia yang di gunakan untuk cosmetik.“Oh ya, Li. Tadi aku kembali ke dalam ruangan dan kamu sudah pergi, padahal aku telah membelikan minuman kesukaanmu yang tanpa bahan pengawet. Tapi-” ujar Kirana men
“Li.... kapan kau akan menikah?” tanya Chris yang masih saja dengan pembahasan soal nikah.Pertanyaan Chris membuat Lily semakin bingung dan juga berkerut kening,“Masih lama, aku masih mau bebas dulu. Anda ini sedang mengigau atau kerjain saya,” balas Lily yang langsung mendorong Chris menjauh darinya.“Tadi Nelson Jong datang dan mengatakan kau akan menikah dengan James Holland seminggu lagi,” ujar Chris dengan nada lirih dan air mata menetes lebih banyak dari sebelumnya.Kedua mata Lily terbelalak besar, Ia menganggap perkataan Chris sebagai lelucon yang tidak garing sama sekali.“Mustahil, tidak mungkin secepat itu!” teriak Lily yang langsung mendorong Chris sekuat tenaga.“Benarkah?” tanya Chris penasaran dan juga ingin mendapatkan jawaban yang menyakinkan untuk menghilangkan kegusaran di dalam hatinya.“Kenapa?” tanya Lily curiga dengan lirikan mata yang menunjukkan rasa tidak suka kepada Chris.“Aku hanya belum siap mencari karyawan peganti mu saja,” alasan Chris untuk menyemb
“Mustahil, kau jangan bermimpi sampai seperti itu!” teriak Chris yang tetiba mengila akan usul Nelson Jong yang di anggap tidak masuk akal sama sekali.Nelson Jong tertawa terbahak-bahak melihat sikap Chris yang emosional yang tidak bisa di ajak bercanda.“Jika masih punya waktu untuk emosi dan protes, lebih baik kau kerjakan semua dokumennya dan besok siang aku akan datang mengambilnya!” Ancam Nelson Jong dengan tatapan mata kejam.“Oh ya, kenapa kau menolak ketemu dengan Lily, kau tau berapa kali dia kesini untuk membantu aku mengantarkan berkas kerjaanmu?” tanya Nelson Jong yang penasaran akan tingkah Chris belakangan ini.“Itu karena aku malu jika ketahuan oleh Lily saat rudal ini tiba-tiba di periksa oleh dokter yang masuk ke dalam,” alasan Chris yang tidak ingin siapa pu mengetahui hubungan dirinya dengan Lily.“Oh.. kirain kau terangsang setiap kali melihat Lily,” tebak Nelson Jong secara spontan.Chris terdiam, karena apa yang di katakan oleh Nelosn Jong memang benar. Setiap k
“Hiks... Lily..” tangisan Chris pecah, ia sangat merindukan Lily.Bahkan Nelson Jong yang mengantikan semua kegiatan Chris. Sampai kewalahan untuk mengerjakan semua perkerjaan yang menumpuk dari hari demi hari.Dalam hati, Nelson Jong memaki-maki Chris yang nafsuan kuat hingga melantarkan dirinya dan memilih masuk rumah sakit dengan luka besar di badan rudal.“Benar-benar keterlaluan dirimu Chris,” gerutu Nelson Jong kesal setelah tidak tidur berhari-hari. Lily yang melihat Nelson Jong berceloteh hanya bisa membantu Nelson Jong menghela nafas panjang.“Aku selalu ke rumah sakit untuk mengantarkan berkas kerjaan dan selalu di tolak oleh CEO Chris,” ucap Lily dengan menyerahkan berapa tumpukkan dokumen kembali ke atas meja Nelson Jong. Saking tingginya tumpukkan dokumen tersebut, Lily harus berjijing kaki untuk menaruh di bagian teratas dan sosok Nelson Jong yang tampan juga sudah tertutup semua tumpukkan dokumen di atas meja. lebih tepatnya terhalang oleh semua tumpukkan dokumen supe
“Cih, wanita jalang. Sekarang mengoda wakil CEO Nelson Jong.” gerutu Nana kesal dengan mengigit kuku di jempol secara kuat.Kirana yang melihat hubungan Lily dengan Nelson Jong hanya bersikap biasa saja. Karena sudah tau apa yag terjadi antara Lily dan Chris. Sehingga ia tidak ingin banyak mencampuri urusan keduanya. Selain Nelson Jong yang masih membujuk Lily untuk masih bertahan di perusahan.Salah satu alasan Nelson Jong meminta Lily bertahan di kantor, karena tingkah Chris yang selalu menghilang dari perusahan dan ada hal lain yang ingin di ketahui oleh Nelson Jong.“Mengenai produk palsu yang di tiru perusahan SANGREI. Bagaimana menurutmu Li?” Nelson Jong sengaja mencari topik pembicaraan.“Sejak aku memantau berapa hari lalu, pembeli sudah jeli untuk membedakannya dengan produk perusahan kita dan apa anda yakin ingin melanjutkan kerjasama dengan mereka lagi? Mengingat kerugian yang mereka timbulkan secara finasial memang sudah banyak merugi. Tapi yang aku takutkan bukan masalah
“Aku harus pulang,” Ucap Lily yang sudah puas menyiksa Chris secara batin.“Jangan.. Aku mohon jangan pergi, Li!” pinta Chris dengan memohon sendu.Chris ingin Lily lebih lama di sampingnya. “Aku akan datang besok lagi,” rayu Lily dengan sengaja mencium bibir Chris.“Tapi?” ragu Chris.“Aku sudah kembali bekerja untukmu,” balas Lily tegas dan berjalan pergi dari hadapan Chris dengan belengak lengok.Chris menatap kepergian Lily dari hadapannya, kemudian memukul ranjang yang ia tepati sekuat tenaga.Chris sungguh tidak rela, Lily pergi dari hadapannya dan luka yang di alami oleh rudal Chris kembali terbuka. Hingga Chris menjerit kesakitan, ketika rudal tersebut sudah lemas tak berdaya dengan tergenang lautan merah.Di luar, Lily terkekeh renyah ketika mendengar suara jeritan Chris yang memilukan.“Sungguh menyenangkan,” batin Lily yang Bahagia. Karena tujuannya memang membuat Chris menginap lebih lama di rumah sakit dan tersiksa secara batin dan ia akan mencari laptop lama yang di sit