Ucapan Levi membuat Michael mendengus. Dia mendekatinya dan berkata, "Menurutmu, seperti apa seorang master super itu?""Kamu bukan pemilik buah suci, kan?" tanya Levi. Di matanya, Michael hanyalah orang biasa. Pemilik buah suci pasti tidak ingin menunjukkan diri, jadi dia meminta Michael menggantikannya.Hal ini membuat Levi kesal. Dia adalah anggota Keluarga Ximen, tapi ada orang lain yang menganggap remeh dirinya. "Apa aku terlihat seperti itu?" Michael tersenyum. Dia melihat sorot mata tidak puas di mata Levi."Beritahu dia, aku hanya mau bertemu dengan orangnya langsung," Kemudian Levi membalikkan badan.Ini persoalan harga diri. Meskipun Levi tahu dia membutuhkan bantuan pemilik buah suci, dia tidak sudi diremehkan begitu saja. Ini persoalan kebiasaan. Dia terbiasa berada di posisi atas mata angin. Dengan otomatis, dia tidak akan mudah tunduk pada permintaan orang lain. "Berlutut," bisik Michael.Levi tidak mengerti apa yang dimaksud Michael. TIba-tiba, dia merasakan t
Pertanyaan Levi membuatnya si orang kepercayaannya berpikir tapi dia tidak menemukan jawaban yang memuaskan."Tuan muda, aku tidak bisa menilai level kekuatannya hanya dengan kejadian barusan. Jadi aku tidak tahu apakah dia benar-benar bisa menyingkirkan semua anggota Keluarga Ximen atau tidak," ujar si orang kepercayaan. Levi mendesah, "Aku harap dia akan membuktikan ucapannya. Karena dengan begitu, dia bisa membunuh Arnold."Setelah itu, Levi tertawa keras, yang membuat bulu kuduk si orang kepercayaannya itu berdiri. Namun, dia sudah terbiasa. Hanya dia yang tahu orang seperti apa Levi itu sebenarnya.Di mata Levi, tidak ada hal yang lebih penting selain menjadi kepala keluarga. Selama dia bisa mendapatkan hal itu, dia akan melakukan apa saja. Siapapun yang menghalangi jalannya, orang itu akan disingkirkan oleh Levi."Tuan muda, sejak kapan ada seorang master super yang lain selain dari pihak kerajaan?" tanya si orang kepercayaan. Tentu saja dia tahu soal sosok Raven yang
Dengan ambisinya mencari buah suci, Arnold sekali lagi datang ke kediaman Nico. Arnold bertekad tidak akan menghabiskan banyak waktu. Hari ini dia mesti tahu siapa pemilik buah suci itu. Kalau tidak, Nico dan Reynold akan mati. Melihat Arnold muncul di rumahnya, membuat Nico tidak terkejut. Dia tahu cepat atau lambat, hal ini akan terjadi. "Tuan Arnold, sungguh kehormatan aku menerima kedatanganmu. Aku harap aku bisa menjawab pertanyaanmu," sambut Nico."Aku datang ke sini untuk mencari tahu siapa pemilik buah suci sebelumnya. Kalau tidak, kamu akan mati," ujar Arnold tanpa berbasa-basi. Setelah itu, Arnold menatap Reynold dan berkata, "Karena aku ada di sini, aku tidak takut dengan ancamanmu. Percuma saja kamu menakut-nakuitku."Melihat sikap Arnold hari ini membuat Reynold tahu bahwa percuma saja dia berkata-kata. Sikap Arnold sudah jelas. Dia tidak akan mudah untuk ditakut-takuti. Apalagi status Keluarga Ge di kerajaan lebih rendah dibanding Keluarga Ximen. Bahkan jika Arn
"Kalau begitu, beritahu aku di mana kamu menemukan buah suci itu," ujar Arnold.Di mata Arnold, Michael terlihat seperti orang biasa. Michael sebenarnya sudah biasa dipandang sebelah mata. Tentu saja setelah itu, orang-orang akan berlutut di hadapannya dan memohon ampun. "Aku menemukannya di hutan gelap," kata Michael.Arnold mendengus. Dia tentu saja tahu informasi itu tapi menurutnya buah suci yang diambil Michael bukan berasal dari hutan gelap, karena hanya seorang master super yang bisa masuk ke sana. "Dengan kemampuanmu, kamu memangnya bisa masuk ke hutan gelap?" tanya Arnold meragukan Michael."Aku tahu kamu memandang remeh. Bisakah kamu mengurangi kebiasaanmu, pria tua?" Michael balik bertanya.Seketika emosi Arnold naik. Sejak dia menjadi kepala Keluarga Ximen, tidak ada yang berani berkata seperti itu padanya. "Apa kamu sadar dengan perkataanmu barusan? Kamu bakal mati. Sekarang cepat katakan di mana kamu mendapatkan buah suci," ancam Arnold."Aku sudah bilang tap
"Aku akan memberimu kesempatan terakhir untuk memberitahu di mana kamu menemukan buah suci. Kalau tidak, aku tidak akan melepaskanmu," ancam Arnold. Tujuan dia bertemu dengan Michael adalah demi mendapatkan lebih banyak buah suci. Dia tidak peduli dengan nyawa Michael. "Aku yakin aku tetap akan dibunuh, baik itu aku memberitahumu atau tidak," ujar Michael sambil tersenyum. Arnold memiliki sikap sombong. Bagaimana bisa Arnold melepaskan Michael begitu saja. Tentu saja, Michael tidak takut dengan si pengawal yang memiliki level kemampuan cahaya sembilan. Namun dengan kedatangan Raven, membuatnya sedikit merasa waspada. Semakin Michael tahu motif Raven, semakin baik. "Sombong sekali. Mungkin aku bisa memberimu keringanan dengan kematian yang cepat," ujar Arnold.Michael tersenyum dan berkata, "Kalau sudah begitu, buat apa juga aku memberitahumu. Lagi pula, bukannya hutan gelap itu tempat berbahaya. Apa kamu berani pergi ke sana?""Kamu membuang waktu dengan percuma. Cepatlah,"
Levi adalah orang yang sangat paranoid. Baginya, percuma saja dia hidup jika tidak bisa mendapatkan posisi sebagai kepala keluarga. Percuma juga dia hidup jika dia dikeluarkan dari Keluarga Ximen.Di titik ini, dia seperti orang gila. Penyebab dia seperti ini adalah karena Arnold. Arnold membesarkannya seperti ini sejak dia lahir. "Jangan takut. Aku akan menyiapkan tempat untukmu di makam keluarga. Kamu tetap menjadi bagian dari Keluarga Ximen," ujar Arnold. Kemudian, mereka sampai di tempat pertarungan. Terdengar suara menggelegar. Orang-orang di dalam kota mendengar suara berisik itu. Mereka pun menuju ke sumber suara dan melihat ada pertarungan yang levelnya membuat mereka terkejut. Mereka belum pernah menyaksikan pertarungan semacam itu. Orang-orang pun tidak kuasa menolak godaan untuk menonton pertunjukan itu. Di kediaman Nico.Nico dan Reynold saling bertatapan. Mereka tahu suara menggelegar di luar kota itu ada hubungannya dengan Michael. Mereka sendiri tidak bera
Bagi Arnold, pertarungan ini tidak bisa dibiarkan begitu lama. Meskipun sekarang dia menyadari dia sudah meremehkan Michael, dia tidak akan pernah mengakuinya terang-terangan. Jika dia mengakuinya, itu berarti Waylon bakal kalah dan Arnold tidak ingin hal itu terjadi. Berkebalikan dengan Arnold, raut wajah Levi malah gembira. Dia bisa melihat kesempatan menang itu datang padanya. "Kakek, lihat. Sepertinya Waylon mulai kewalahan," ujar Levi dengan nada bangga. Ucapan Levi membuat Arnold menggertakkan gigi. Dia tidak mau mengakui kesalahannya depan Levi. "Pengawalku tidak hanya Waylon. Masih ada pengawalku yang tidak kalah hebatnya dengan Waylon," kata Arnold.Ucapan Arnold tidak membuat Levi khawatir. Keluarga Ximen tidak memiliki pengawal hebat sebanyak itu. Kalau Waylon tidak bisa menang dari Michael, siapa lagi yang bisa melakukannya?"Aku pikir, Kakek tetap harus bersiap-siap menerima kekalahan," ujar Levi."Hei, apa yang kalian lakukan? Bantu Waylon!" ujar Arnold kepada
"Dia hebat sekali!""Semua pengawal Keluarga Ximen kalah. Apa pria itu master super?""Coba lihat wajah Arnold. Pasti dia putus asa. Dia tidak akan menyangka semua pengawalnya berjatuhan seperti ini."Semua orang bicara berbisik-bisik. Beberapa dari mereka menatap Michael dengan pandangan kagum. Beberapa menatapnya dengan pandangan tidak percaya. Sebagian besar dari mereka belum pernah melihat pertarungan seperti ini dari jarak dekat. Kali ini mereka menyaksikan sendiri dengan mata kepala mereka. Bahkan Nico dan Reynold tidak bisa mengontrol rasa senang mereka. "Dugaan kita benar," ujar Nico.Reynold mengangguk. Dia berkata, "Setelah kejadian ini, pasti reputasi Michael akan semakin bertambah. Arnold akan kalah. Sang kaisar tidak akan keberatan melihat Arnold ditangani oleh Michael.""Ya, seorang pemenang akan sangat dihargai. Bagaimana bisa kemenangan Michael diabaikan begitu saja oleh kaisar?" ujar Nico. Adegan pertarungan itu begitu membekas di pikirannya. Semakin la
“Malam sudah larut. Kembalilah ke pondok dan istirahatlah.”Michael menepuk bahu si trenggiling dan membawanya menuju halaman belakang.Di halaman belakang, Sari sedang duduk dalam keadaan gelisah. Dari sorot matanya yang indah, terlihat perasaan cemas dan kesepian.Ketika Jenny datang dengan penuh kegembiraan mengumumkan kembalinya Michael, mata cantik Sari menjadi berbinar-binar. Meskipun dia adalah seorang perempuan yang terbiasa bersikap anggun, tetap saja Sari tidak bisa menahan diri untuk cepat-cepat menyambut kedatangan Michael. Ketika melihat Michael, mata Sari yang indah menampakkan rasa haru, cemas dan gembira. Bibir merahnya terbuka. Michael tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Sebelumnya Michael menjaga jarak dengan Sari. Sekarang Michael tersenyum padanya.Meskipun hanya senyuman, namun makna dari senyuman itu terlihat jelas.Sari memahami senyuman Michael. Dalam hatinya, dia merasa sedih. Namun Sari tetap tersenyum. “Hei, kalian ke mana saja? Tahuk
Parza menghela napas panjang sambil menatap Felix, yang sudah dibawa jauh. Putranya melihat Parza dengan tatapan putus asa. "Dewa Es, aku sudah menghukum anakku. Kalau kamu masih belum puas, aku bersedia menambah hukumannya."“Bukankah besok putramu akan menikah? Itu adalah acara besar Keluarga Fang, bukan? Mengapa kalian melakukan sesuatu yang serius seperti ini?" Michael tertawa. Perlahan-lahan dia berdiri, "Begini saja. Tambahkan hukuman itu ketika dia sudah menikah nanti, atau ketika suasana hatiku sedang buruk. Bagaimana?"Mata Parza melebar. Bagaimana Dewa Es bisa bersikap murah hati seperti ini? Dewa Es membela Felix meskipun dirinya dimasukkan ke dalam Penjara Langit dan diberi hukuman es dan api. Tuan Onn mengerutkan dahi dan memandang Michael dengan aneh.Meskipun sosok laki-laki di depannya masih muda, tapi dia memiliki kebijaksanaan seperti tetua. Tidak jadi menghukum Felix? Apa … apa Dewa Es menyukai Keluarga Fang?Parza tidak tahu pikiran Michael tapi baginya
Felix mengerutkan dahi, "Aku benar-benar bingung dengan sikap kalian. Aku menangkap seorang laki-laki yang menganiaya perempuan tua. Kenapa sikap kalian berlebihan seperti ini?""Orang ini cukup kuat meskipun sudah melakukan kejahatan. Jadi aku memberinya hukuman kecil sekaligus sebagai bentuk peringatan."Felix menatap Michael dengan kejam.Laki-laki sialan ini pasti menceritakan kejadian yang tidak sebenarnya kepada Tuan Onn dan ayahnya, Parza sehingga membuat keduanya marah. Felix ingin menambah hukuman Michael!Hukuman kecil?!Mata Tuan Onn dan Parza melebar. Kaki Dewa Es hitam seperti batu bara. Bagaimana mungkin hukuman yang diberikan kepada Dewa Es ini bisa disebut hukuman kecil?!Parza dan Tuan Onn sudah hidup lama di dunia gurun. Bagaimana mungkin mereka tidak tahu hukuman apa yang digunakan sehingga menyebabkan kaki seseorang menjadi hitam?!Jika Michael adalah orang biasa, mereka tidak akan semarah ini tapi ini Dewa Es! Semakin memikirkannya, Tuan Onn semakin jeng
Felix terlihat bangga. Penerangan Penjara Langit itu relatif gelap. Felix tidak menyadari ekspresi kemarahan di wajah ayahnya. Felix menatap Michael yang ada di dalam sel penjara sambil mendengus. Dari tatapan Felix seolah-olah dia memberi tahu Michael bahwa meskipun ayahnya, Parza datang, itu bukanlah jaminan nyawa Michael bisa diselamatkan. Felix tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya ketika melihat bekas pertarungan di sekeliling Penjara Langit. Sepertinya si pembunuh sudah menghajar Michael berkali-kali. Namun, yang membuat Felix senang adalah Michael tetap hidup setelah mengalami penyiksaan seperti itu.Kalau saja Felix mengetahui bahwa Michael adalah Dewa Es, maka semua ini tidak akan terjadi. Tidak seperti Felix, Parza menggertakkan gigi dan ingin meluapkan amarahnya. Jika sebelumnya Felix adalah kebanggaan besar dalam hidupnya, sekarang Parza merasa lebih baik memiliki telur daripada memiliki anak bodoh seperti itu.“Apa jangan-jangan kamu menangkapnya?” tanya Parza
Kacau!Berantakan!Ruangan sel Penjara Langit itu begitu berantakan. Dari situ terlihat bekas pertarungan yang sudah terjadi. “Apa ini?” Tuan Onn terkejut melihat pemandangan di depannya ini. Firasat tidak enak muncul di hatinya. Apa jangan-jangan Dewa Es ….“Parza!” teriak Tuan Onn. Parza tidak berdaya melihat situasi di dalam penjara tersebut. “Keluarga Fang, tunggu saja nasib kalian. Kalian akan dikuburkan bersama-sama,” Tuan Onn menggelengkan kepala. Dia segera bergegas masuk ke dalam penjara.Parza masih berlutut. Matanya kosong. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Setelah melihat Tuan Onn masuk ke dalam penjara, Parza segera tersadar. Buru-buru dia berdiri dan berkata pada salah satu pelayan, "Pergi … pergi jemput anakku yang bodoh itu ke sini.”Pelayan itu mengangguk dan segera pergi. Sejenak Parza menjadi ragu. Dia menghela napas dan menghirupnya. Kemudian bersama pelayannya yang lain, Parza segera masuk menuju Penjara Langit.Penjara itu gelap dan bau. Orang - o
Penjara Langit!Tidak perlu dijelaskan lagi apa makna tempat itu bagi Keluarga Fang, apalagi Tuan Onn. Tidak mungkin!Kaki Parza lemas. Tubuhnya bergoyang hingga menabrak meja di belakangnya. Meja kayu itu mundur beberapa meter.Namun, ketika Parza tidak bisa menahan lagi, para pelayan itu datang membantunya!Penjara Langit adalah tempat dikurungnya orang-orang yang paling keji. Lingkungan penjara itu juga buruk. Jika orang biasa masuk ke dalam Penjara Langit, hal itu biasa saja tapi ini Dewa Es! “Lihat apa yang kamu lakukan!” Tuan Onn menjadi marah. Meskipun Tuan Onn tidak berinteraksi langsung dengan Dewa Es. Namun sebagai manusia gurun, dukungan Dewa Es terukir di tulangnya. Bagaimana mungkin Tuan Onn tidak marah ketika Dewa Es dipenjara di tempat seperti itu?!Parza jadi tambah lemas. Dia terhuyung dan duduk di tanah.Benar. Apa sebenarnya yang dilakukan Keluarga Fang di sini?!"Kenapa kamu masih berdiri di situ? Cepat jemput dia!" Tuan Onn segera membentak dan berge
Jika bukan karena pelayan di belakangnya yang buru-buru membantunya, Parza sudah pasti jatuh lemas duduk di tanah. Itu dia!Ternyata itu dia!Dia adalah teman Dewa Es!Berarti ….Tuan Onn mengerutkan dahi. Memang dia yang memberikan saran untuk pergi ke penjara, tapi tetap saja dia jadi terkejut melihat ucapannya terbukti.“Lihat apa yang telah kamu lakukan!” Tuan Onn mengutuk Parza. Dia mendorong si pengawal dan membungkukkan badan sebagai tanda hormat pada si trenggiling, "Pahlawan Muda, kenapa … kamu ada di sini?"Parza segera tersadar dari rasa terkejutnya ketika dimarahi oleh Tuan Onn. Dia menyadari kesalahannya dan bergegas maju dengan panik. Ketika Tuan Onn menangani trenggiling, Parza segera mengambil tindakan yang diperlukan. Dia menendang pengawal hingga jatuh ke tanah."Berani-beraninya kamu! Berani-beraninya kamu memperlakukan tamu Keluarga Fang seperti ini? Aku ingin kamu mati. Pengawal!" teriak Parza. "Hadir!"“Bawa orang itu pergi. Potong tubuhnya menjadi d
Alis Parza berkerut. Dia berkata dengan nada mendesak, "Tuan Onn, tolong beri tahu aku."“Parza. Jika kamu hanya berambisi menjadi kepala keluarga, kemampuanmu yang sekarang sudah lebih dari cukup. Namun, jika kamu ingin jadi pemimpin masa depan dunia gurun, tentunya kemampuanmu yang sekarang tidaklah cukup."Kalau orang lain membicarakan Parza seperti itu, tentu saja Parza tidak akan senang. Bahkan dia bakal sangat marah.Namun karena ucapannya ini datang dari Tuan Onn, Parza menerimanya dengan rendah hati."Tolong beri aku nasihat, Tuan."“Jika orang itu memiliki ambisi besar di masa depan, dia tidak boleh melupakan hal kecil. Bahkan dia harus bisa kejam," Tuan Onn berdiri dan tersenyum. Dia datang mendekati Parza dan menepuk pundaknya. Tuan Onn menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kalau kamu masih menjaga hatimu seperti ini, kamu tidak akan bisa maju."“Hatiku?” Parza jadi bingung. “Parza, jangan terlalu mempercayai orang lain, terutama orang-orang di sekitarmu,” ujar Tuan
Tuan Onn tidak langsung menjawab pertanyaan Parza. Dia mengerutkan dahi seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.Parza sudah tidak sabar, tapi dia tidak berani mengganggu Tuan Onn. Jadi Parza hanya bisa berdiri di sana. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Waktu berlalu. Mungkin dalam suasana hati Parza saat ini, satu menit terasa seperti setahun. Tuan Onn mengerutkan dahi. Perlahan-lahan dia menatap Parza, "Apa menurutmu itu tidak aneh?”“Tuan Onn, apanya yang aneh?”“Maksudku, Dewa Es,” jawab Tuan Onn sambil mengerutkan dahi. “Dewa Es?” Parza jadi lebih bingung."Rumah ini dijaga ketat, apalagi ketika perjamuan besar. Tentunya tidak mudah bagi siapa pun untuk keluar masuk rumah ini tanpa ijin. Bahkan jika Dewa Es memiliki kemampuan luar biasa, tidak mungkin dia bisa menghilang."“Aku juga berpikir seperti itu tapi aku juga tidak memahaminya,” Parza mengira Tuan Onn kepikiran sesuatu tapi ketika mendengarnya, Parza jadi lemas. Selain itu, apa alasan Dewa Es pergi?"Maksud Tua