Sincerely, Amanda ✔

Sincerely, Amanda ✔

last updateDernière mise à jour : 2020-08-01
Par:  Violet RoseComplété
Langue: English
goodnovel16goodnovel
9.5
4 Notes. 4 commentaires
44Chapitres
13.1KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Amanda has easily become the most dangerous woman in the dark world of society. Although there is no actual evidence of her birth and existence, everyone fears for their life when they see or even hear about the cruel things she does to her victims. Jason Hill on the other hand has always been known to be a very skilled assassin when accompanied by his team of professionals. Although his criminal name is known worldwide, every day he fears for his family's lives when he's forced to kill innocent people. Read along to see how these two accidentally meet and end up learning how to let down their walls and trust each other, despite having completely different views on the life they each lead.

Voir plus

Chapitre 1

1. I hate men.

“Mmm…”

Napas Hanna seolah direnggut paksa saat bibir itu menubruknya. Ciuman itu bukan sekadar desakan—ia menyerbu seperti badai, menghancurkan batasan yang Hanna pegang teguh. Lidah pria itu masuk tanpa kompromi, menjarah mulutnya, menyapu setiap sudut hingga dirinya gemetar tak berdaya.

Suara itu lolos tanpa izin, memalukan, tapi tak bisa ia bendung. Segala kekuatan di sendi-sendinya lenyap. Handuk tipis yang hanya menutupi tubuhnya terasa konyol di tengah belitan tubuh Liam yang basah dan membara.

Hanna berusaha menolak, tapi setiap upaya hanyalah percikan kecil di hadapan arus deras. Aroma mint dari mulut Liam menempel, menusuk, menyisakan rasa getir yang anehnya memabukkan. Saat kepala pria itu miring, memperdalam ciuman, kain terakhir pelindung Hanna jatuh ke lantai, terinjak air.

“Tidak…” batinnya berteriak, tetapi tubuhnya… tubuhnya mengkhianati dirinya. “Kamu siapa?!”

“Bagaimana kamu bisa ada di sini?!” suaranya memantul di dinding.

Semburan air hangat mengguyur, menciptakan ruang pengap dan pekat. Punggung Hanna terhimpit pada kaca dingin, sementara tubuh Liam mendesak dari depan, keras, menuntut. Ia tak lagi punya ruang untuk bernapas, apalagi berpikir jernih.

Ia tahu ini salah. Ia tahu ia sedang jatuh ke jurang. Namun, setiap desahan napas, setiap helaan di telinganya, menelanjangi sisa pertahanannya. Dan ketika Liam mendorongnya lebih dalam, menyatukan mereka dalam desakan yang brutal dan primitif, semua perlawanan Hanna terkubur.

Lalu—sebuah ingatan singkat menghantamnya. Hari ini seharusnya menjadi garis akhir perjuangannya bahwa sidang makalah tugas akhir yang menentang fondasi sistem negara Valthera—Implan Alarm KB yang selama sepuluh tahun mengatur jodoh warga berdasarkan kecocokan genetik. Di atas kertas, sistem itu menjanjikan generasi emas. Di lapangan, angka perceraian tetap tinggi. Itulah sebabnya Hanna menolak.

Tapi justru hari ini juga hidupnya seperti mulai runtuh.

Di ruang sidang tadi sore, ia menantang Profesor Liam A. O’Hara—arsitek utama Alarm KB, ilmuwan paling berpengaruh di Valthera.

“Cinta hanyalah interpretasi emosional dari keterikatan biologis, Nona Walsh. Sistem ini tidak meniadakannya—ia menstabilkannya,” katanya tenang.

Hanna membalas tanpa ragu, “Kalau cinta bisa distabilkan oleh sistem, kita tak lebih dari mesin reproduksi.”

Semua menatapnya seolah gila. Liam hanya tersenyum—seutas senyum yang terlalu tenang untuk orang yang baru saja ditentang di hadapan publik. Senyum itu ikut pulang, membuntuti langkahnya sampai ke ambang pintu. Kenapa pula professor itu disini?!

Sial, ciuman ini makin mendesak. Sebentar—

Alarm KB! Ia lupa menyalakannya pagi ini!

Darahnya membeku. Nafasnya tercekat. Rasa ngeri menelan seluruh kenikmatan yang mengikatnya.

“Ah… shiiit!!”

Jeritannya pecah, bercampur kenikmatan yang menghancurkan kesadarannya. Tubuh Hanna bergetar, tangannya mengepal, menghantam punggung Liam dengan pukulan lemah. Itu bukan perlawanan, melainkan letupan frustrasi—marah pada dirinya, takut akan akibat, tapi tak kuasa melepaskan diri dari sensasi yang meremukkan akal sehatnya.

Bagaimana bisa ia jatuh sejauh ini? Bagaimana bisa Hanna—perempuan yang selalu rasional—menyerahkan dirinya pada pria yang bahkan tak benar-benar ia kenal? Ia hanya ingat. Ini adalah Liam. Professor pula. Orang yang dulu ia lawan di forum, dalam debat panas yang berakhir tanpa pemenang.

“Bagaimana kamu bisa ada di sini?!” suaranya sekali lagi. “Pertanyaanku—kenapa kamu ada di apartemenku?!” Nada Hanna meninggi, getir, nyaris putus asa.

Liam menatapnya datar. “Pertanyaannya harusnya untukmu. Ini apartemen saudari tiriku. Aku sudah menginap sejak kemarin.”

“Apa?!” Hanna hampir histeris.

Jarak di antara mereka menipis tanpa ia sadari. Dan tiba-tiba, tanpa pengantar, bibir Liam menemuinya.

Ciuman itu bukan lembut, Hanna mendapati dirinya goyah, bukan karena kalah argumen, melainkan karena terseret arus. Ia memukul dadanya pelan, berniat menolak, namun jemarinya justru berhenti di kerah kemejanya—terbakar rasa penasaran pada tatapan yang berani menantangnya di forum, pada logika yang dengan kejam menggoyahkan keyakinannya.

“Tolong puaskan aku. Rasanya di bawah ini sesak.” katanya dengan mata yang menggantung. Aroma alkohol menyeruak kala ciuman itu terlepas.

Dunia seakan runtuh di hadapannya. Ini bukan sekadar bencana—ini “malapetaka berlapis”.

Pertama, kenyataan absurd— Profesor Liam adalah anak dari ayah tirinya.

Kedua, dosa yang baru saja mereka lakukan—tak mungkin ditarik kembali.

Ketiga, yang paling mematikan—ia lupa mengaktifkan alarm KB.

Risiko hamil mungkin kecil, tapi bukan itu yang menghantamnya paling keras. Yang ia takuti adalah kutukan yang sudah diperingatkan sejak usia tujuh belas– jika berhubungan tanpa perlindungan dengan pria yang bukan jodohnya, tubuhnya bisa terikat, terjerat dalam ketergantungan seksual yang tak bisa diputus.

Namun, Hanna tahu itu sejatinya bukan kutukan. Bukan takhayul. Itu adalah konsekuensi nyata dari sistem implan alarm KB—sebuah ciptaan dingin dan kejam yang ditanamkan di tubuh setiap perempuan Valthera. Tujuannya sederhana tapi menakutkan—memastikan setiap orang tetap setia pada pasangan yang sudah ditentukan negara. 

Jika aturan itu dilanggar, implan tidak melindungi, melainkan mengikat. Tubuh akan mengenali pria pertama yang menyentuhnya sebagai “pusat loyalitas biologis,” memaksa perasaan dan gairah untuk tunduk padanya, entah suka atau tidak.

Hanna sadar, tubuhnya telah memilih Profesor Liam. Padahal jodohnya sudah ditentukan semenjak usia tujuh belas tahun—seseorang yang seharusnya menjadi satu-satunya pusat kesetiaan biologisnya. 

Kesadaran itu menampar lebih keras dari air panas yang mengguyur kulitnya. Ia tidak hanya melanggar aturan, ia telah merusak takdir yang dipaksakan negara padanya. Dan konsekuensinya… tidak akan berhenti di sini.

Hanna merasakan sesuatu yang lebih menyeramkan daripada sekadar kehilangan kontrol barusan. Seolah ada mekanisme halus di dalam tubuhnya yang terpicu, bergerak perlahan, namun pasti.

Implan alarm KB yang seharusnya ia aktifkan pagi tadi—alat kecil yang ditanam di bawah tulang selangka sejak ia berusia tujuh belas—bukan hanya berfungsi sebagai pengatur kesuburan. Lebih dari itu, teknologi itu dirancang sebagai penjaga kesetiaan. Negara menyebutnya “sistem loyalitas biologis” Sebuah program yang memastikan setiap warga tetap setia pada pasangan yang telah ditentukan demi kestabilan populasi Valthera.

Jika sistem itu gagal diaktifkan, tubuh akan mencatat “kontak pertama” dengan pria yang bukan jodohnya sebagai pemicu ikatan. Reaksinya tidak langsung terasa seperti sakit, melainkan jauh lebih licik—pelepasan hormon pengikat yang mengikat syaraf otak, menciptakan ketergantungan seksual dan emosional pada pria itu.

Dan sekarang, Hanna merasakan sinyal-sinyal samar mulai menjalari tubuhnya. Degup jantungnya terlalu cepat, bukan sekadar karena gairah tadi, tapi seperti ada denyut baru yang sinkron dengan ritme napas Liam. Aroma tubuhnya menempel di indera penciumannya, tak bisa ia usir. Bahkan setelah Liam melepaskannya, tubuh Hanna masih mencari, masih merindukan sentuhan yang barusan menghancurkannya.

Ini bukan cinta. Bukan pilihan. Ini adalah belenggu halus yang diprogram masuk ke dalam dagingnya sendiri.

Ketakutan itu merayap, menyatu dengan sisa kenikmatan yang masih menghantui syarafnya. Hanna tahu, sejak detik itu, ia mungkin takkan pernah bisa lepas dari Profesor Liam—bukan karena ia mau, melainkan karena tubuhnya sudah dipaksa untuk setia pada pria yang salah.

Dan yang paling ironis—pria itu adalah anak dari ayah tirinya.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

commentaires

KLH
KLH
One of my favorite stories on here! All the twists and turns and great surprises/revelations, very well written author! Absolutely worth the read. Will there possibly be a sequel to this?!
2021-03-26 03:44:25
3
3
R.A Higheels
R.A Higheels
Badass female? So my thing🤸🤸
2021-01-29 07:00:35
2
0
Nite Lucent
Nite Lucent
I swear you will not regret reading this book. It's fab!!!
2020-07-26 21:41:44
2
0
Mas A
Mas A
Felt that the story went by too fast. So I had to re-read a few pages to figure out how much time passed. Story line was good. Would have been better if there was a but more filling.
2021-04-06 18:59:17
1
0
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status