Share

Bab 57

Penulis: Anotherika
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-05 18:58:50

"Terserah kamu sayang. Kebetulan Ardi tadi hubungi mas, dia bilang kalau mas harus ketemu sama klien yang di Bali. Mumpung mas di Bali juga. Kalau masalah pekerjaan mas bisa handle lewat laptop." Arzan tersenyum ke arah sang istri. Tidak sulit bagi Arzan, karena prioritas utamanya sekarang Sheyza. Dirinya tidak akan pernah meninggalkan dan membuat Sheyza kecewa lagi.

Sheyza mengangguk. "Makasih ya mas. Bukannya Shey gak mau balik ke Jakarta cepet, tapi Shey masih pengen tinggal sama bang Dimas. Udah lama banget Shey pengen tinggal bareng-bareng lagi sama bang Dimas."

Arzan mengerti, terlebih Sheyza sudah lama tidak bertemu dengan abangnya. Pasti mereka masih ingin bersama dan Arzan tidak mempermasalahkan akan hal itu.

"Gak apa-apa sayang. Jangan merasa gak enak begitu. Mas gak apa-apa kok. Mas akan nungguin kamu. Ya kalau misalkan nanti mas tiba-tiba harus banget pulang ke Jakarta mas janji gak bakalan lama, mas pasti akan tetap kembali ke Bali lagi."

Sheyza tersenyum dengan anggukan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Sheyza istri rahasia    Bab 58

    "Aku kangen banget sama kamu baby, jadi jangan takut seperti ini. Aku baik, kamu hanya perlu menurut denganku maka kita akan hidup bahagia." Bisik Noah lagi disamping telinga Sheyza.Tubuh Sheyza meremang, jantungnya berpacu dengan cepat, tangannya mengepal dengan kencang. Kenapa Noah berubah menyeramkan seperti ini."Noah jangan seperti ini, ak-""Ssssttt. Jangan membantah sayang, kamu hanya perlu menjadi kucing manis yang penurut,"Sheyza memejamkan kedua bola matanya saat Noah semakin berani. Noah menekan kedua pundak Sheyza saat Sheyza ingin bangkit dari duduknya."Noah aku mohon jangan seperti ini,""Kenapa? Aku sayang sama kamu. Andai kamu gak nolak aku, aku gak mungkin jadi seperti ini Shey," desis Noah. Noah tidak peduli dengan keadaan kafe yang lumayan ramai itu."Kamu gila!""Ya aku gila, itu semuanya karena kamu! Aku tergila-gila sama kamu!""Kamu sakit Noah. Gak semestinya kamu seperti ini. Aku sudah punya suami, kamu harus tau batasan!"Noah terkekeh kecil, tangannya sema

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-06
  • Sheyza istri rahasia    Bab 59

    Bella adalah wanita yang sudah lama tergila-gila oleh Arzan. Wanita itu juga yang sudah menjebak Arzan dulu hingga Arzan berakhir melakukan hubungan terlarang oleh Sheyza. Bella bisa dibilang perempuan gila yang akan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan apa yang dimaunya termasuk Arzan.Sudah lama mencari kabar tentang Arzan, pria yang dicintainya itu, namun sayang dirinya tidak mendapatkan hasil apapun. Hingga kemarin, dirinya mendapatkan kabar jika Arzan berada Bali. Dirinya juga mendapatkan informasi jika Arzan telah menikah lagi.Tanpa pikir panjang Bella langsung menuju ke Bali. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan ini. Jangan sampai kesempatan ini terbuang sia-sia, dia harus bisa mendapatkan Arzan.Bella tersenyum kecut saat melihat uluran tangannya sama sekali tidak disambut oleh pria yang dirinya selidiki menyukai istri baru Arzan. "Tangan saya dianggurin?" Tanya Bella sinis.Noah tak menjawab, matanya fokus melihat ke depan sana, saat Arzan tengah menyua

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-06
  • Sheyza istri rahasia    Bab 60

    Flashback"Klien yang Gus temui ini adalah klien suruhan Bella, Gus. Perempuan yang udah jebak anda waktu di Bandung dulu. Saya sudah menyelidiki semuanya, kalau mau dilanjutkan juga bisa, tapi dengan resikonya besar. Atau mau dibatalkan saja," Ardi memberitahukan Arzan.Arzan tampak berpikir sejenak, sebelum dirinya meminta Ardi untuk mengiyakan saja pertemuan pada klien jebakan itu."Serius Gus? Gus akan sendirian disana. Jangan mengambil resiko besar yang akan mengakibatkan dampak fatal. Ingat Gus, Gus baru saja baikan dengan mbak Sheyza." Ardi sungguh tidak mau kalau sampai hal yang sama terjadi lagi pada Arzan beberapa bulan yang lalu. Apa lagi kalau sampai Arzan terjebak oleh Bella, tidak bisa dibayangkan oleh Ardi.Arzan tersenyum tipis. "Kamu tenang saja, saya punya rencana untuk perempuan itu. Sudah cukup dia menguntit saya selama ini. Beruntung saya selalu memblokir semua informasi yang berhubungan dengan saya, jadi dia tidak akan bisa mendapatkan dengan mudah informasi apap

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Sheyza istri rahasia    Bab 61

    "Bo-boleh saya bertanya sesuatu?" Ana agak ragu bertanya pada suami dari Sheyza, menatap wajahnya saja dia sudah ketakutan. Pria yang dirinya ketahui suami sah Sheyza itu bersikap dingin, sama sekali tidak bersikap ramah pada Ana dan Dito. Sedangkan Dimas ikut masuk ke ruangan ICU bersama dengan adiknya. Dimas juga ingin melihat kondisi temannya.Ana sangat penasaran dengan sosok suami Sheyza. Wajahnya sangat tidak asing, sangat mirip dengan seseorang yang dikenal olehnya dimasa lalu.Ana meremas kedua tangannya dengan kuat saat Arzan melirik sekilas ke arahnya."Silahkan," sahut Arzan singkat. Bukan bermaksud tidak sopan, tapi Arzan sama sekali belum mengenal keduanya, jadi dirasa tidak ada yang perlu dibicarakan diantara mereka. Arzan type orang yang cuek dan dingin pada siapa saja yang belum dikenalnya. Dirinya terlalu malas jika disuruh memulai obrolan ataupun bersikap ramah pada orang asing. Terlebih Ana kemarin datang ke rumah Dimas dan ingin memaksa Sheyza bertemu dengan Noah.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Sheyza istri rahasia    Bab 62

    Semuanya berkabung melepaskan kepergian Noah. Mereka menangis menatapi gundukan tanah yang baru saja selesai ditimbun. Kepergian Noah membawa luka bagi mereka semua yang ada disana. Biar bagaimanapun, Noah orang baik. Terlepas beberapa hari sebelumnya dia bertindak berlebihan karena ingin mendapatkan Sheyza. Namun, kebaikannya sebelumnya masih melekat dihati bagi siapapun yang mengenalnya.Ana dan Dito tidak ikut mengantarkan Noah, keduanya sibuk karena ada hal penting yang ingin diurus. Dan mereka juga langsung terbang ke Aussie.Mau heran, kenapa mereka tidak tetap stay di Indonesia karena anaknya baru saja meninggal, tapi mereka punya alasan lain yang lebih logis."Yuk pulang, mau hujan juga." Kata Dimas pada Sheyza dan juga Arzan.Sheyza menggelengkan kepalanya, rasanya masih tak rela jika Noah pergi. Dirinya memang takut sebelumnya pada Noah, tapi selepas dari itu pria itu lah yang telah menolong Sheyza."Shey, kamu lagi hamil. Gak baik bersedih kayak gini terus. Kamu harus tetap

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09
  • Sheyza istri rahasia    Bab 63

    "Abang, Shey udah dirumah sakit. Udah kontraksi. Kata dokter sebentar lagi bakalan mau lahiran... Shhhh," dari seberang, Sheyza meringis sambil menahan rasa sakit yang tiba-tiba muncul diperutnya."Sayang, udah biar mas aja yang ngomong sama bang Dimas, kamu istirahat aja. Sebentar lag-""Mas diam! Shey masih mau ngomong sama bang Dimas! Shhhhh aduh sakit,""Kamu bandel banget sayang. Kan mas udah bilang kamu harus istirahat, sebentar lagi kamu bakalan masuk ke ruangan bersalin.""His, kenapa kamu marahin aku? Kamu udah gak sayang lagi sama aku?""Gak kayak begitu sayang, mas gak maksu-""Kamu nyebelin! Sana keluar aja! Aku gak mau ditemenin sama kamu, aku maunya sama bang Dimas aja." Sheyza merengek sambil meringis menahan kesakitan perutnya."Bang kapan pulang, Shey kangen. Udah berapa bulan, tapi Abang gak pulang. Betah banget disana ssshhh...""Kan, mas udah bilang-""Jauh-jauh sana!!"Dimas menghembuskan nafasnya kasar, telingnya berdengung mendengar perdebatan antara adik ipar d

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-09
  • Sheyza istri rahasia    Bab 64

    "Mas sakit...""Istighfar sayang," Arzan juga panik luar biasa melihat keadaan sang istri yang seperti ini. Tadi sempat protes pada dokter, namun dokter mengatakan jika setiap perempuan yang akan melahirkan memang semuanya seperti ini."Ini sakit banget, kamu elusin disini."Sheyza menunjuk ke arah pinggangnya yang terasa benar-benar panas dan nyeri.Arzan menurut, mengulurkan tangannya dan mengelus pinggang itu dengan gerakan pelan."Mas berasa dikit, kamu kayak gak pegang sama sekali. Gak ada rasanya mas!!" protes Sheyza."Tapi tadi katanya kamu suruh mas buat elus doang sayang? Kalau kamu bilang begitu, itu namanya kamu minta pijitin." Arzan tidak mau disalahkan.Dan hal tersebut semakin membuat emosional Sheyza terpantik. Sudah tau ya, jika seseorang yang akan melahirkan itu sangat emosional. Kadang ada yang bawaannya manja, ada juga yang bersikap biasa saja. Contohnya seperti Sheyza ini, rasanya semua yang dilakukan oleh Arzan itu salah. Semuanya akan membuat Sheyza marah.Sheyz

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14
  • Sheyza istri rahasia    Bab 65

    Arshaka Syauqi AbyanArdenza Syauqi AbyasDua nama bayi kembar yang berjenis kelamin laki-laki itu berat badannya normal, tidak perlu dimasukkan ke dalam ruangan khusus. Sheyza juga sudah dipindahkan diruangan VVIP, ruangan yang memang Arzan sewa khusus untuk istri dan kedua anaknya."Masya Allah, ganteng banget cucu nenek. Hidung sama matanya cuman mirip kayak Sheyza ya, kalau mukanya mirip banget sama Arzan." Ucap Ummi Zulfa sambil menggendong salah satu bayi kembar. Yang digendong bernama Abyas. Bayi berbedong warna kuning itu sedikit agak rewel, bahkan terus menggerakkan bibirnya. Sedangkan yang satunya lagi Abyan bayi ber-bedong warna hijau itu tampak anteng diatas box bayi. Bahkan sedari tadi memejamkan matanya.Sheyza tersenyum, "Iya ummi, tapi gak adil banget. Shey yang mengandung sama lahirin, tapi mukanya mirip semua kayak mas Arzan." Sheyza melirik ke arah sang suami yang sedari tadi anteng melihat ke arah Arsh, bahkan Arzan tidak berpindah posisi duduk memandang anaknya ya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-14

Bab terbaru

  • Sheyza istri rahasia    Bab 78

    Nabila menatapi Abangnya yang sibuk senyum-senyum sendiri, dirinya memutar otaknya bagaimana caranya agar sang Abang pergi dari ruangan yang ditempati olehnya ini. Karena dirinya tidak mau abangnya sampai melihat dirinya di datangi oleh seorang pria. Dirinya sangat tau seperti apa posesifnya sang Abang.Nabila menggigit bibir bawahnya dengan kuat. "Bang," panggil Nabila.Arzan menoleh. "Kenapa? Butuh sesuatu? Abang bisa ambilkan," ucap Arzan menoleh sebentar lalu pandangannya kembali lagi pada ponselnya yang masih hidup. Dirinya sibuk berbalas pesan dengan Sheyza.Nabila menggeleng. "Emm, Abang gak mau pulang aja?" Nabila bertanya dengan nada suara pelan hampir seperti berbisik."Apa? Apa? Abang gak denger yang kamu bilang. Coba suara kamu sedikit besar. Kamu udah kayak orang mau ngajak gosip aja ngomongnya pelan-pelan gitu," Nabila menghembuskan nafasnya kasar.Memberanikan diri. "Emm, Abang gak kangen sama si kembar? Udah beberapa jam Abang pergi, ummi sama Abah juga ada disini. Ab

  • Sheyza istri rahasia    Bab 77

    "Astaghfirullah, siapa yang sudah tega melakukan hal ini sama Bila. Ya Allah," Ummi Zulfa memekik saat melihat kondisi Nabila yang tidak baik-baik saja. Apa lagi tadi dokter mengatakan jika ada beberapa luka memar yang ada disekitar tubuh putrinya. Mereka semua tak tau apa yang telah di alami oleh Nabila sampai seperti ini. Nabila sama sekali tidak bercerita apapun."Ummi tenang dulu," Arzan menangkap tubuh ummi Zulfa yang hampir limbung. "Sakit jantung ummi bisa kambuh kalau ummi gak tenang," timpal Arzan lagi.Ummi Zulfa menggeleng dengan air mata yang terus berlinang, sungguh melihat kondisi anak perempuannya tidak baik-baik saja seperti saat ini membuat hatinya hancur."Ummi tenang dulu. Dokter tadi udah periksa Bila, katanya Bila baik-baik aja. Sebentar lagi juga siuman," kata Arzan berusaha menenangkan sang ummi."Siapa yang sudah melakukan hal ini sama adik kamu, bang. Dari kapan adik kamu mengalami hal menyedihkan seperti ini? Dan kenapa Bila diam aja? Kenapa Bila gak pernah

  • Sheyza istri rahasia    Bab 76

    Entah bagaimana perasaan Nabila sekarang, tapi yang jelas baru pertama kali ini dirinya merasakan perasaan aneh yang tiba-tiba muncul didalam dirinya."Ya Allah aku kenapa," monolog Nabila. Sejak meninggalkan ruangan pria itu tadi, Nabila tak berhenti tersenyum. Bahkan saat dosen menyampaikan materi kuliah, Nabila sama sekali tak mendengarnya.Brakk Tengah asik melamun, Nabila terlonjak kaget saat meja yang ditempati olehnya tiba-tiba digebrak oleh seseorang.Nabila mendongak, ternyata pelakunya adalah Sinta yang sudah berdiri didepannya sambil bersidekap dada bersama dengan antek-anteknya.Nabila meneguk ludahnya susah payah, apa lagi melihat wajah mereka yang sangat menyeramkan. Rasanya Nabila ingin kabur aja saat ini juga. Harusnya tadi Nabila pulang saja saat dosen selesai memberikan mata kuliah tadi, tapi karena terlalu larut akan perasaan anehnya, Nabila sampai lupa pada Sinta dan antek-anteknya yang bisa menggangunya kapan saja."Wuuu apa tuh," salah satu teman Sinta menunjuk

  • Sheyza istri rahasia    Bab 75

    Ting[Masuk Nabila, saya tau kamu sudah ada didepan. Kamu mau saya bukain pintu dan menarik kamu? Dengan senang hati akan saya lakukan.]Nabila berkedip pelan membaca pesan yang baru saja masuk diponselnya itu. Baru saja dirinya membuka ponsel dan mendapati pesan dari pria aneh itu. Nabila menarik nafasnya untuk sesaat lalu membuangnya kasar. Tangannya terangkat mengetuk pintu berwarna cokelat di depannya ini.Tok tok tok"Masuk!"Suara itu langsung terdengar membuat Nabila mendengus dan langsung menarik hendle pintu dan masuk ke dalam ruangan itu."Jauh banget kayaknya ruangan saya ya. Ini sudah hampir tiga puluh menit kamu baru sampai. Padahal saya, hanya membutuhkan waktu satu menit saja untuk sampai disini." Sinis Noah matanya menyorot tajam ke arah Nabila."Saya berjalan,""Saya juga jalan, apa kamu pikir saya terbang sampai ke ruangan saya?"Nabila melengos, menggeram kesal. Berdebat dengan pria didepannya ini tidak akan ada ujungnya, yang ada dirinya akan capek sendiri."Waktu

  • Sheyza istri rahasia    Bab 74

    "Namanya Nabila, gadis cantik yang katanya anak salah satu pemilik pondok pesantren dikota ini."Kening Noah berkerut samar, matanya yang sedang menatapi foto gadis cantik itu langsung teralih ke arah orang yang ada disampingnya."Anak kyai?"Pria itu mengangguk. "Tapi tidak ada yang tau siapa dan dimana letak pondok pasantren tersebut. Kehidupan Nabila juga selalu diprivasi. Nama ayah, nama ibunya, dan saudaranya semua tidak ada yang tahu. Beberapa kali para dosen bertanya juga pada rektor, tapi rektor tetap bungkam dan tidak mau menjawab.""Tapi yang saya tau, beberapa mahasiswi mengatakan jika Nabila ini adalah anak dari seorang kyai pemilik pondok pesantren." Ucap pria itu lagi.Noah terus berpikir keras, merasa penasaran kenapa mesti identitas serta keluarga gadis itu dirahasiakan."Kalau masalah pembullyan itu saya sama sekali tidak tau pak Noah. Saya juga taunya setelah bapak yang mengatakannya."Noah mengangguk. "Sedari dulu, kampus ini anti pembullyan. Bahkan kita beberapa k

  • Sheyza istri rahasia    Bab 73

    Malam itu cuaca sedang tidak bersahabat, hujan mengguyur kota Jakarta. Angin berhembus kencang memenuhi ruangan karena jendela kamar itu dibuka lebar.Sheyza melamun didepan jendela kamar, sambil menatapi air hujan yang berjatuhan.Abyan dan Abyas sudah terlelap sedari tadi. Beruntung kedua bayi kembar itu tidak terlalu rewel, jadi Sheyza bisa menenangkan rasa sesak yang menggerogoti hatinya saat ini.Siapa yang tidak sakit hati melihat foto yang baru saja dikirim oleh nomor orang yang tak dikenal, apa lagi didalam foto itu suaminya hanya duduk berdua dengan seorang perempuan.Pikiran buruk pun terlintas didalam kepala Sheyza, apakah suaminya selingkuh? Tapi kenapa? Bukankah rumah tangga mereka baru saja baik-baik saja.Sheyza menghembuskan nafasnya kasar, melirik jam yang menggantung diatas dinding. Ini sudah pukul setengah sebelas malam, namun suaminya belum pulang.Dia melirik ponselnya yang menganggur. Arzan bahkan sama sekali tidak menghubunginya. Hal itu semakin membuat resah di

  • Sheyza istri rahasia    Bab 72

    "Mas, Shey curiga deh, kayaknya ada sesuatu yang disembuyiin sama Bila." Sheyza menata sang suami yang sedang sibuk mengotak-ngatik ponselnya.Namun, Arzan terlalu fokus dan menghiraukan ucapan sang istri."Mas!"Sheyza mengguncang lengan sang suami, membuat Arzan terkesiap. "Eh a-pa sayang?"Sheyza mengerucutkan ujung bibirnya. "Mas kenapa sihh. Sibuk banget sama ponsel, padahal dari tadi Shey lagi ngomong loh, tapi mas cuekin aja." Gerutu Sheyza.Arzan menggaruk bagian kepalanya yang tak gatal. "Maaf sayang, mas tadi ngecek laporan dari Ardi," ucap Arzan. "Kamu tadi ngomong apa? Coba ulang lagi, mas beneran gak denger."Sheyza menghela nafasnya kasar, tidak biasanya suaminya seperti ini. Walaupun mengecek laporan, suaminya akan tetap mendengarkan dan tidak pernah mengabaikannya.Tapi Sheyza tetap maklumi, mungkin ini hal yang sangat penting hingga membuat suaminya seperti ini."Tadi Shey bilang, kalau Bila akhir-akhir ini kayak aneh gitu. Bila kayak nyembunyiin sesuatu mas. Shey gak

  • Sheyza istri rahasia    Bab 71

    "Hari ini kamu harus ke kampus, Noah. Oma mau kamu sekarang yang hendle kampus milik kakek kamu," ucap Oma Ina.Noah menghela nafasnya kasar, padahal dirinya malas jika berurusan dengan kampus itu. Dirinya juga punya pekerjaannya sendiri, bukan seorang pengangguran."Jangan menolak, karena cepat atau lambat saat kamu telah menikah nanti kampus itu Oma pindah atas nama kamu. Jadi mulai sekarang belajarlah sampai kamu mendapatkan calon istri." Ucap Oma Ina lagi yang tidak ingin dibantah.Noah mengangguk saja, tanpa berniat mengatakan apapun.Sedangkan Ana yang ada diruangan itu geleng-geleng kepala, tak habis pikir dengan mamanya."Ma, universitas itu haknya kak Rofiq, bukan hak kita ma. Bahkan papa jelas-jelas nulis disurat wasiatnya. Kenapa mama malah mau balik nama atas Noah?" Protes Ana.Oma Ina melotot. "Kamu diam Ana! Tau apa kamu tentang surat wasiat itu?!! Yang kamu baca itu hanya karangan saja, bukan benar-benar yang ditulis oleh papa kamu. Saya tau sendiri bagaimana sifat suam

  • Sheyza istri rahasia    Bab 70

    "Bagaimana bah, kenapa Arzan belum juga hubungi kita? Ini udah hampir jam 2," ummi Zulfa terus gelisah saat tidak mendapatkan kabar sama sekali dari sang putra. Dia sangat takut terjadi sesuatu pada anak gadisnya.Kyai Rofiq menghela nafasnya panjang. Ingin pergi mencari Nabila, tapi takut terjadi sesuatu pada sang istri mengingat ummi Zulfa memiliki riwayat penyakit jantung. "Ummi tenang dulu ya. Mungkin apa yang dibilang Arzan benar, bisa jadi ban mobil mereka bocor jadi mereka cari bengkel dulu."Ummi Zulfa menggeleng, "Kenapa sampai jam segini? Ini udah gak wajar bah. Kalau pun cari bengkel, mungkin jam sembilan saja sudah sampai dipondok. Tapi ini," tiba-tiba ummi Zulfa memegangi jantungnya yang terasa sesak.Kyai Rofiq langsung panik melihat itu. "Ummi tenang dulu. Jangan terlalu banyak pikiran." Kyai Rofiq menuntun sang istri menuju ke sofa yang ada diruangan itu."Duduk dulu. Biar Abah buatkan minuman untuk ummi,"Ummi Zulfa tidak menanggapinya, karena jantungnya benar-benar t

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status