Beranda / Romansa / Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO / Bab 369 Meri Datang Menemui Cintia

Share

Bab 369 Meri Datang Menemui Cintia

Penulis: Orange
Meri akhirnya bisa berkompromi.

Bagaimana dia bisa membiarkan Starvy menginjak-injak mereka?

Seperti tidak ada harga diri saja!

Asalkan Meri bisa mengambil saham dari tangan Cintia, lihat saja Meri pasti akan membunuh Starvy, si wanita jalang itu.

Meri membawa Claudia pergi ke Galaksi Grup.

Cintia sedang rapat.

Karena ada beberapa masalah dengan tender sebelumnya, Cintia harus mulai merencanakannya lagi sekarang.

Tiga perusahaan yang sebelumnya terpilih untuk mengikuti tender telah membatalkan tender mereka dan sekarang mereka perlu melakukan tender ulang sebagai investasi dalam penelitian, pengembangan dan produksi mereka sendiri.

Rapat tersebut berlangsung agak lama karena banyak perbedaan pendapat.

Selesai rapat, mereka pun meninggalkan ruang rapat. Owen berbisik di telinga Cintia, "Bu Cintia, nenek Anda menunggu Anda di kantor."

Mata Cintia menegang.

Owen buru-buru menjelaskan, "Dia terus membuat masalah di meja resepsionis. Tadi Anda juga sedang rapat, jadi saya tidak berani meng
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 370 Suatu Hari Nanti, Kamu akan Tahu Kehebatanku!

    Cintia tersenyum datar."Kamu juga tahu bahwa sekarang Dijaya Grup telah dikendalikan oleh Starvy. Dia hanya memiliki satu persen saham lebih banyak dari ayahmu. Apakah kamu masih memiliki sepuluh persen saham di tanganmu? Asalkan kamu memberikan dua persen saham kepada ayahmu, Starvy tidak akan berani berlagak dalam Keluarga Dijaya lagi." Meri masih marah ketika bercerita tentang Starvy, kemudian dia dengan cepat menyanjung lagi, "Jangan khawatir, Nenek pasti tidak akan memperlakukanmu secara tidak adil. Asalkan kamu mau menjualnya kepada kami, aku bisa membelinya dengan harga dua kali lipat lebih tinggi dari harga pasar.""Tidak," Cintia menoleh menatap Meri dan tanpa ragu-ragu berkata, "Berapa pun harganya aku tidak akan menjualnya.""Cintia, tidak ada gunanya juga kamu menyimpannya. Sekarang Dijaya Grup berada di tangan Starvy dan tidak pasti akan jadi seperti apa ke depannya. Apalagi sekarang kamu sibuk di Galaksi Grup, jadi kamu mana ada waktu mengelola Dijaya Grup ....""Ini uru

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 371 Kamu Ingin Membuatku Malu, ya?

    Reporter bertanya tanpa ragu-ragu.Claudia dengan enggan berkata, "Cintia tidak hanya berbicara buruk tentang ibu mertuaku, tapi dia juga mendorong ibu mertuaku beberapa kali dan hampir jatuh. Ibu mertuaku sudah berumur 70-an, mana bisa dia menahan hal-hal seperti ini. Kalau bukan karena aku yang memapahnya, mungkin dia sudah .... Kalian juga jangan mempersulit ibu mertuaku lagi, dia hanya ingin generasi penerusnya menjadi lebih baik dan keluarga menjadi lebih harmonis."Sambil berbicara, Claudia memapah Meri pergi.Reporter tidak berani mengejar Meri. Apalagi tadi dia hampir pingsan, kalau sesuatu terjadi dengannya, tidak ada yang mampu menanggungnya.Cintia berdiri di depan jendela sambil melihat reporter yang berada di lantai bawah.Dia berkata kepada Owen yang berdiri di belakangnya, "Kirimkan video Meri yang baru saja direkam di kantorku ke media.""Baik!" kata Owen dengan hormat.Dia tidak pernah berpikir untuk menaruh belas kasihan ketika berurusan dengan Keluarga Dijaya.Pada s

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 372 Warto Tambunan

    "Beraninya kamu!" Meri sangat marah.Jacob bahkan tidak melihat Meri, dia langsung berbalik dan pergi."Jacob, kalau kamu memperlakukanku seperti ini, kamu pasti akan disambar petir!" umpat Meri.Namun, Meri juga tidak bisa melawan. Dia diseret dengan kasar oleh pelayan ke atas, lalu dikunci di kamarnya sendiri. Bagaimanapun Meri melawan, tidak ada yang memedulikannya.Claudia merasa sangat senang ketika melihat penampilan tragis Meri.Starvy telah mengambil alih Dijaya Grup. Meskipun dia juga merasa tidak nyaman, di dalam lubuk hatinya, semua ini juga milik Lukas. Namun, karena masalah ini memungkinkannya untuk membuatnya merasa bangga di depan Meri, sepertinya bukan hal yang terlalu buruk.Lagi pula, Starvy adalah anak kandungnya, jadi dia tidak percaya bahwa Starvy tidak memiliki perasaan terhadapnya sama sekali....Galaksi Grup.Cintia sedang bekerja, Owen mengetuk pintu dan berkata, "Bu Cintia, ada seseorang bernama Warto Tambunan mencarimu."Siapa?Owen menjelaskan, "Dia bilang

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 373 Nona Cintia, Tolong Jangan Menolakku!

    Cintia menutup dokumen perusahaan Warto.Dia sudah mempunyai jawabannya, raut wajahnya tetap sama.Cintia berkata, "Aku percaya seharusnya Tuan Warto tahu dengan sangat jelas tentang hubungan tersembunyi antara aku dan Keluarga Tambunan.""Aku tahu," jawab Warto tanpa ragu. "Karena aku tahu, makanya aku ingin bekerja sama dengan Nona Cintia."Cintia mengernyit."Musuh dari musuh adalah teman." Warto tersenyum dengan ekspresi yang sempurna. "Bukankah kerja sama antara Yulia dan Starvy berdasarkan ini?"Cintia menatap Warto.Jadi, Warto bahkan tahu dengan sangat jelas tentang hubungan antara Yulia dan Starvy?Cintia tidak berpikir bahwa dia mampu untuk bekerja sama dengan orang yang tahu dengan jelas asal usul dan orang-orang di sekitarnya.Sebelum Cintia sempat berbicara.Warto langsung berkata, "Nona Cintia, tolong jangan menolakku dulu. Bagaimana kalau kamu dengar dulu kenapa aku mau melawan Yulia? Dan tujuan kita ini bisa dicapai dengan kerja sama kita."Cintia menelan kembali kata-k

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 374 Aku Menolaknya

    "Untuk mempertahankan kekuasaan keluargaku, aku memilih untuk bekerja sama dengan Nona Cintia.""Tuan Warto terlalu menganggapku. Dalam hal kekuatan finansial, aku jauh lebih buruk dari Keluarga Purnomo. Bahkan para petinggi bisnis lainnya di Kota Bandung juga begitu. Dalam hal kemampuan ... aku tidak pernah berhubungan dengan dunia politik dan tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Tuan Warto mencariku untuk bekerja sama tidak akan mendapatkan manfaat apa pun.""Nona Cintia terlalu meremehkan diri sendiri. Samuel bisa menyukaimu sudah membuktikan bahwa kamu bukanlah orang biasa ....""Tidak ada hubungan antara perasaan dan kemampuan," kata Cintia."Tentu saja, ini adalah yang pertama. Yang kedua adalah kalau Tobby ingin terjun ke dunia politik, keluarga kita harus terjun ke dunia bisnis di bidangnya. Saat ini, kamu adalah kandidat terbaik bagiku untuk berkembang dalam bisnis. Meskipun saat ini kamu mungkin tidak memiliki sumber daya keuangan yang cukup, aku pikir kamu adalah kuda hitam

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 375 Menjadi Ibu akan Membuatmu Kuat

    Warto terdiam selama beberapa saat.Cintia tidak ingin menjelaskan, tetapi dia merasa bahwa Warto telah datang dari jauh. Jadi, bagaimanapun juga, dia harus memberi Warto alasan untuk kembali.Cintia berkata, "Aku mengerti apa yang dikatakan Tuan Warto. Ada banyak hal yang menarik bagiku, tapi aku tidak akan terlibat dalam perseteruan kalian. Aku benar-benar tidak sanggup ikut serta di dalamnya. Bidang yang kamu geluti telah melebihi kemampuan dan pengetahuanku. Aku tidak punya ambisi yang besar dalam hidup. Aku hanya ingin hidup damai. Tentu saja, kamu akan menentang apa yang kukatakan. Tapi setidaknya, aku tidak akan menghancurkan hidupku sendiri."Jakun Warto sedikit berguling.Warto berkata, "Apakah karena anak?"Raut wajah Cintia berubah drastis."Tidak sulit untuk mengetahuinya," kata Warto."Kalau Tuan Warto adalah orang seperti itu, aku pikir kita tidak perlu melanjutkan percakapan kita ....""Aku tidak menggunakan anak sebagai ancaman. Jangan khawatir, aku tidak selicik itu."

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 376 Rencana Tobby

    Cintia menatap Warto dan berkata dengan blakblakan, "Aku tidak bisa menjamin kalau aku bisa membantumu berurusan dengan Yulia. Yang bisa aku lakukan sekarang adalah menaikkan nilai keuntungan dari kerja sama kita.""Itu sudah cukup." Warto lalu melanjutkan, "Saat ini, kita tidak perlu tergesa-gesa untuk melakukan sesuatu yang besar. Keinginan untuk cepat sukses dengan cara instan hanya akan berakhir dengan kegagalan.""Apa aku harus memberikan laporan mengenai strategi operasional Galaksi Moda kepadamu?""Tidak usah. Aku hanya mengatur urusan finansial. Hal di luar itu akan aku serahkan semuanya padamu."Bagaimanapun juga, Warto berkecimpung dalam dunia politik dan tidak memiliki pengetahuan dasar di dunia bisnis."Kalau kamu tidak keberatan, bisakah aku mengajak Nona Cintia untuk makan malam? Sebagai perayaan dari kesepakatan kita?""Maaf. Aku tidak bisa," tolak Cintia. "Aku harus menjemput anakku.""Kalau begitu, aku tidak akan mengganggu waktumu dengan anakmu." Warto sangat sopan, t

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 377 Samuel Emosi

    Sebenarnya, Cintia bisa menebak apa yang ingin dikatakan oleh Samuel.Kerja samanya dengan Warto. Walaupun belum disebarluaskan, ada beberapa kabar yang bocor, jadi ada beberapa orang dalam yang sudah mengetahuinya.Itu pun sudah membuat sedikit kericuhan dalam dunia bisnis.Mereka tidak menyangka, keluarga hebat seperti Keluarga Tambunan ini memilih untuk bekerja sama dengan perusahaan kecil milik Cintia.Bukankah lebih baik kalau mereka memilih Purnomo Grup yang memiliki sumber daya finansial yang tinggi?Namun, kerja sama itu sudah terjadi. Orang-orang ini sedang menunggu bagaimana hasil akhirnya nanti."Masuklah." Cintia membukakan pintu.Samuel mengikuti Cintia dan duduk di sofa."Kenapa kamu bekerja sama dengan Warto?" tanya Samuel langsung."Peluang dan kebetulan, masih ada nilainya, " ucap Cintia dengan jujur."Apa kamu tahu bagaimana situasi Keluarga Tambunan sekarang?""Aku hanya tahu kalau kerja sama ini menguntungkan dan tidak merugikan aku.""Cintia, apa kamu tidak bisa me

Bab terbaru

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 690 Bagus Sekali di Lenganmu

    Hanya dengan melihatnya saja semua orang sudah tahu bahwa gelang ini tak ternilai harganya. Ini juga sejenis harta karun yang tak ternilai.Tidak mungkin dapat Cintia terima."Ini tidak ada hubungannya dengan Natasya. Kamu baru saja pulang kembali ke Keluarga Anggono. Ini adalah pertemuan pertama kita dan ini adalah hadiah dari Nenek. Tak perlu malu-malu. Kalau kamu masih tak mau menerimanya, aku pasti akan marah," ujar Nyonya Besar Ria dengan sengaja."Kak Cintia, jangan sungkan. Ini adalah niat baik dari nenekku, kamu ambil saja." Natasya yang berada di samping Nyonya Besar Ria melanjutkan omongannya, "Gelang ini sebenarnya kami pilih dari kotak perhiasan gelang giok nenek untuk waktu yang cukup lama. Leon dan aku merasa ini cocok untukmu, coba kamu pakai dan lihatlah."Cintia benar-benar tidak ingin berutang budi kepada siapa pun."Cintia, karena Nenek Ria yang memberikannya padamu, kamu ambil saja," sebut Tuan Besar Ricky yang berada di sampingnya.Cintia tidak punya pilihan selai

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 689 Lalu Untuk Apa Meminta Maaf?

    "Kamu tak mau pulang?" Cintia mengangkat alis matanya."Bukan itu, hanya saja ...."Hanya saja karena Leon, 'kan?Karena Erikson berpikir Leon adalah papinya, jadinya Erikson ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Leon.Cintia bahkan mulai meragukan apakah Erikson sebenarnya pergi mencari Leon hari ini.Terpikirkan akan kemungkinan ini, Cintia semakin kukuh dengan pendiriannya dan berencana untuk meninggalkan Kota Jakarta. "Oke." Erikson berkompromi.Bagaimana pun juga, Mami sudah tidak suka Papi lagi.Papi memang sudah keterlaluan.Kemarin, dia masih bisa melihat muka Mami, kemudian pergi melindungi perempuan lain dan memarahi Mami. Mami membencinya, pasti begitu."Mami, aku akan kembali tidur. Selamat tidur.""Selamat tidur."Erikson kembali ke kamarnya.Dia melihat hasil tes DNA yang berada di meja dan ingin menunjukkannya kepada Maminya.Hari ini, hanya demi kertas hasil tes DNA ini, Erikson sudah menghabiskan waktunya seharian. Namun sekarang, itu sudah tidak berguna lagi

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 688 Pria Amnesia

    "Oh, begitu." Keraguan Laura terhapuskan.Dalam kehidupan Cintia, selain Erikson, hanya ada Erikson.Apa pun yang Erikson mau, sudah pasti tidak akan Cintia tolak. "Omong-omong, aku sudah mulai sedikit merindukan Erik." Lily tiba-tiba mengirimkan pesan itu."Apa kamu mau menemuinya? Dia sudah tumbuh menjadi seorang pria ganteng, tinggi badannya juga kurang lebih sama denganku." Cintia berinisiatif untuk mengundang teman-temannya."Lupakan saja, kita bicarakan lagi sewaktu aku sudah mapan." Lily menolak ajakan itu dan melanjutkan mengirim pesan, "Dulunya aku hidup dengan glamor, aku tak bisa membiarkan Erik berpikir aku sudah tidak sesuai lagi. Apa pun yang kuperbuat, juga tidak terlalu rendah dari yang Tammy miliki, 'kan?""Kamu masih saja peduli dengan keberadaan Tammy," sela Laura."Omong kosong, memangnya kamu tidak? Aku hanya menerima ujian yang diberikan pencipta padaku. Tunggu aku sampai berhasil, namaku pasti akan melejit sampai ke langit."Cintia tidak bisa menahan dirinya unt

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 687 Hingga Aku Mapan

    Erikson baru kembali pulang rumah larut malam.Kalau bukan karena panggilan yang terus terhubung, Cintia sudah pasti akan mengira Erikson telah diculik."Kamu pergi bermain ke mana, kenapa sangat lama?" Cintia bukan sedang menyalahkan Erikson.Cintia juga tidak akan menyalahkan Erikson.Cintia hanya merasa penasaran. Erikson selalu patuh dengan ibunya, tetapi setelah tahu kalau Erikson sudah terlalu lama jauh dari ibunya, tentu ibunya akan menjadi sangat khawatir, tetapi Erikson tetap memilih untuk pulang larut malam. Erikson lantas melihat Cintia, tidak mengatakan apa pun.Erikson masih belum sempat menjawab."Sudah pulang saja sudah bagus. Erik, lain kali harus pulang lebih awal, ya. Mami-mu hampir mau menelepon polisi, loh," canda Tuan Besar Ricky."Iya, Kakek Buyut," ujar Erikson sembari menganggukkan kepalanya."Kamu pasti lapar, ya. Mari kita makan malam." Tuan Besar Ricky menarik tangan Erikson dengan hangat dan pergi berjalan ke meja makan.Erikson berbalik dan melihat pada Ci

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 686 Memastikan Papi

    Leon melihat ke arah Cintia dan melihat raut wajah Cintia yang sama sekali tidak memedulikannya.Sebelumnya, Leon selalu merasa mungkin Cintia memiliki udang di balik batu terhadap dirinya sendiri.Kalau dilihat-lihat kembali sekarang, Cintia benar-benar tidak punya niat yang lain juga. Cintia bahkan tampak seperti ingin menjauh dari Leon. Leon pun menelan ludahnya dan berkata, "Hati-hati di jalan."Leon dan Cintia juga benar-benar bertemu karena kebetulan saja.Tidak ada alasan kenapa mereka harus saling terlibat di kehidupan satu sama lain. Cintia mengangguk ringan, kemudian masuk ke dalam sedan Willy dan pergi. Di dalam mobil, Willy mengambil inisiatif untuk mulai berbicara, "Kenapa kamu tak membiarkan Leon meminta maaf?""Karena aku tahu dia itu orang yang tak punya perasaan. Untuk apa melihatnya meminta maaf?" ucap Cintia yang sedang bersandar di kursi mobil sambil melihat pemandangan di luar jendela."Apa kamu tidak menyimpan perasaan yang lain … kepada Leon?" Willy mengataka

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 685 Aku Sudah Paham

    Leon menggigit bibirnya dengan ringan dan masih tidak mengatakan apa-apa."Benar, dia memang benar-benar terlalu khawatir denganku. Kalau tidak, dia juga takkan langsung menyerangmu karena dia tak tahu situasi sebenarnya. Leon biasanya bukan orang yang seperti itu," Natasya menjelaskan kepada Leon.Tampaknya, Natasya memang benar-benar ingin meredakan konflik antara Leon dan Cintia.Sebenarnya, tidak seorang pun tahu kalau Natasya sedang memamerkan hubungan yang dirinya miliki dengan Leon. Namun, karena Natasya dapat mengalirkan perasaannya itu dengan secara alami, orang-orang pun tidak merasa gusar dengan sikapnya itu."Orang-orang akan bersikap seperti itu kepada orang yang mereka sayangi." Cintia mengamini ucapan Natasya.Cintia juga merasa cukup jika permasalahannya sudah diselesaikan. Cintia sebenarnya juga tidak membutuhkan permintaan maaf apa pun. Benar-benar, sungguh-sungguh tidak memerlukan hal demikian. Karena ini bukanlah masalah yang begitu besar. "Jangan khawatir, Kak

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 684 Kelembutan yang Sulit Ditolak

    Leon pun masuk ke dalam ruangan.Saat ini, Willy juga ikut terbangun karena suara bising.Willy juga tipe orang yang sangat mudah terbangun.Willy lantas melihat selimut yang ada di tubuhnya, kemudian melihat Cintia dan bertanya, "Sudah berapa lama aku tertidur?""Belum sampai sepuluh menit." Cintia merasa sedikit tidak berdaya.Cintia juga merupakan penderita insomnia kronis. Dia sangat paham betapa tidak nyamannya ketika tiba-tiba terbangun. Willy sendiri tidak terbangun dengan rasa marah karena kantuk, dia hanya meregangkan pinggangnya sambil mengatakan, "Aku sebenarnya tak kelelahan. Aku tak tahu kenapa aku bisa tertidur. Selimut ini, kamu yang berikan, ya?""Hanya kebiasaanku.""Oke."Willy senyum ringan.Cintia sangat takut untuk memberi tahu Willy bahwa sebenarnya Cintia sendiri juga bersikap baik kepada Willy!Sama persis seperti bibinya Willy."Masuklah."Leon tiba-tiba keluar dari dalam ruangan."Natasya ingin bertemu denganmu.'""Akhirnya dia terbangun juga," ujar Willy den

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 683 Tertidur

    "Aku akan menemanimu." Willy memperjelas arah keberpihakannya.Willy berharap agar Cintia pergi.Namun, dia juga takkan membiarkan Cintia diperlakukan secara tidak adil."Tak perlu. Kamu sudah terjaga sepanjang malam tadi. Untuk hari ini, istirahat saja dulu.""Energiku masih banyak. Ayo, pergi."Cintia sempat ragu-ragu sebentar, pada akhirnya tidak menolak tawaran Willy.Willy sendiri ingin menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik. Lagi pula, Willy adalah cucu tertua dari keluarganya dan memiliki kewajiban untuk membantu ayahnya. Kakeknya juga bertanggung jawab untuk menyelesaikan segala perkara besar dan kecil dalam keluarga. Di sisi lain, Willy juga ingin agar Cintia tahu bahwa Willy akan selalu berada di samping Cintia dan menjadi pelindungnya.Sebenarnya, Cintia sungguh tidak tahu mengapa Willy memperlakukan dirinya dengan begitu baik.Benar. Sekarang, Cintia memiliki reputasi yang besar dan sumber daya keuangan yang kuat di dunia luar, tetapi Cintia benar-benar berpandangan bah

  • Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO   Bab 682 Riwayat Natasya

    "Jangan khawatir, aku pasti akan tumbuh tinggi." "Ya." Erikson pun mengangguk. "Aku pasti lebih tinggi dari Leon.""…."Ya, itu tidak perlu.Kalau lebih tinggi dari Leon, itu berati tinggi Erikson akan lebih dari 1,9 meter, bagaimana bisa lebih mudah menemukan jodoh?Setelah Erikson pergi.Cintia pun melepas penyamarannya.Hari ini sungguh, bukan hari yang menyenangkan.Dini hari berikutnya.Ada ketukan di pintu kamar Cintia.Cintia pun membuka pintu.Willy telah berdiri di depan pintu, wajahnya agak lelah.Bagaimana bisa ke rumah sakit, jika kamu jam segini baru pulang?Bagaimana dengan Natasya?Willy berkata, sambil minta maaf, "Maaf, telah membangunkanmu pagi-pagi sekali."Willy tidak mengetahui kalau Cintia menderita insomnia.Beberapa hari ini, di rumah Keluarga Anggono, Cintia selalu lupa membeli obat tidur.Sehingga, beberapa malam belakangan ini, Cintia hampir tidak tidur.Sebenarnya, tidak bisa dikatakan telah membangunkan."Bagaimana kabar Natasya?" Cintia berkata dengan lug

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status