Home / Rumah Tangga / SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA / Ch.44 Hatinya Terbuat Dari Apa

Share

Ch.44 Hatinya Terbuat Dari Apa

Author: Rein_Angg
last update Last Updated: 2024-01-13 10:07:20

Rex menatap jengkel pada ponsel Lyra. Nama Dokter Ian ada di ponsel sang istri membuat hati sangat tidak nyaman. Entah mengapa, tetapi rasa tidak terima dan ingin marah mendadak muncul ke permukaan.

Suara air shower di kamar mandi sudah berhenti. Ia mematikan layar dan meletakkan kembali ponsel di atas meja. Menggeser tubuh dengan lutut ke bawah tidak bisa bergerak, Rex berusaha sebisa mungkin tidak memperlihatkan dia baru saja mengintip ponsel sang mantan istri.

Lyra keluar dari kamar mandi dan melihat lelaki itu bergerak-gerak di atas kasur. “Mau ke mana, Mas? Aku ambilkan kursi roda?”

“Tidak, hanya pindah posisi saja,” geleng Rex akhirnya kembali rebahan telentang.

“Oh, baiklah,” angguk Lyra kemudian menaiki ranjang, juga kembali merebahkan diri sambil telentang.

Dua-dua menatap langit kamar, dengan pikirannya masing-masing. Jika Rex dipenuhi dengan kekesalan atas kehadiran Dokter Ian, maka Lyra dipenuhi dengan bayangan melihat lelaki di sampingnya bisa berjalan lagi.

Tanpa sadar,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Persada Mulia
mdh2an cinta rex dan lyra berlanjut ya walaupun byk cobaannya, asalkan lyra bahagia dg rex dan rex berubah mrncintai lyra
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch 45 Cemburu Buta

    Lyra turun ke lobby. Di sana nampak Dokter Ian sedang menunggunya dengan dua kantong belanjaan berisi aneka makanan. Wanita yang polos ini tidak banyak berpikir dan menduga macam-macam.Bagi Lyra, mana mungkin lelaki seperti Dokter Ian ada hati untuknya? Mereka bagai langit dan bumi, sama seperti dia dan Rexanda. Jadi, ia hanya menganggap ini sebagai tanda pertemanan saja.“Aduh, Dokter ini kenapa selalu repot-repot membawa berbagai jajan untuk saya?” ucapnya menggeleng sungkan.Ian tertawa. “Siapa yang repot? Kebetulan, kalau pulang dari rumah sakit selalu lewati hotel ini. Jadi, aku mampir saja.”“Aku pikir, mungkin kamu kelaparan tengah malam dan tidak tahu harus mencari makanan ke mana. Kalau kukirimi jajan, paling tidak kamu aman!” kekeh lelaki tinggi dan manis tersebut. “Terima kasih banyak, ya. Lain kali, tidak usah begini. Saya jadi sungkan sendiri, Dokter,” angguk Lyra menerima dua kantung makanan tersebut.Mereka kemudian duduk di kursi lobby saling berhadapan. Kantong bela

    Last Updated : 2024-01-14
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.46 Saling Bingung

    Mata Rexanda dan Lyra saling tatap. Keduanya terjebak dalam situasi yang tidak pernah mereka bayangkan bisa terjadi. Bahkan, wanita itu sempat berpikir ia sedang bermimpi. Napas Rex bagai berhenti tiba-tiba saat Lyra membuka mata dan menatapnya bingung. Ia sendiri juga bingung, bagaimana menjelaskan mengapa bibirnya bisa ada di kening sang mantan istri?Didorong oleh ego dan harga diri yang tidak ingin terlihat lemah atau memelas di depan Lyra, detik itu juga Tuan Muda Adiwangsa berimprovisasi. “Kamu sengaja, ya?” tanya Rex menahan engah. Dengan cepat, ia lepas pelukan di pundak Lyra. Bahkan, ia segera menggeser tubuhnya dan sedikit mendorong perawat manis tersebut.Lyra tidak paham, “Sengaja? Sengaja apa, Mas?”“Kamu sengaja tidur di dadaku dan menyentuhkan keningmu di bibirku, ‘kan? Ada apa? Mencoba merayuku?” kilah Rex menutupi rasa malu karena ketahuan terbawa perasaan terhadap mantan istrinya. Makin Lyra terbelalak, “Aku merayumu? Tidak mungkin, Mas! Aku tidak akan berbuat beg

    Last Updated : 2024-01-16
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.47 Kamu Naksir Dia?

    Pertanyaan Rex membuat Lyra terbelalak bingung. Pun Dokter Ian, sontak senyum lebar di wajahnya hilang, berganti dengan kening yang mengernyit. “Mas! Jangan be—” Lyra menggigit bibirnya, tidak jadi menyelesaikan kalimat karena Rex sudah memandangingnya lagi dengan sorot tajam mengintimidasi.“Maaf, apa saya ada salah dengan membawakan camilan?” tanya Dokter Ian masih mengulas sedikit senyum di bibir, walau datar.Rex balik menoleh pada asisten dokter senior tersebut. “Tidak ada yang salah. Saya justru menghindari kesalahpahaman saja.”“Kesalahpahaman apa?” Dokter Ian masih bingung, tetapi ia meletakkan tas belanjaan di atas meja, lalu melirik pada perawat manis. “Aku taruh di sini, ya, jajanannya?”Tanpa berani menoleh, Lyra mengangguk dan sorotnya hanya kepada gelas pudding. Rasanya ingin tenggelam ke dasar samudera karena malu dengan dokter itu. Sikap Rex menurutnya sangat berlebihan, terutama karena dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan sang mantan suami. Tuan Muda Ad

    Last Updated : 2024-01-18
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.48 Meminta Pijat Manja

    “Cemburu? Cemburu yang bagaimana, Pa? Siapa yang cemburu?” Lyra menatap gugup pada mantan mertuanya. Saking terkejutnya ia sampai tidak bisa mencerna dengan baik ucapan Harlan.“Ya, Rex cemburu dengan Dokter Ian. Tidak suka kamu didekati Dokter Ian,” ulang Harlan terkekeh.Wajah Lyra merah padam. “Ah, Papa ini aneh-aneh saja. Mana mungkin Mas Rex cemburu dengan Dokter Ian? Dan mana mungkin Dokter Ian mendekati aku. Siapalah aku ini, Pa? Hanya perawat lansia lulusan SMA,” gelengnya sambil tertawa lirih.“Selera Mas Rex itu tinggi. Lihat saja Marina. Lalu, Dokter Ian itu juga pasti akan menyukai wanita yang sekelas dengannya. Kalau aku ... duh, mungkin hanya sopir angkot yang suka denganku,” tukasnya kembali tertawa gugup.Harlan mengendikkan bahu, “Kadang, yang lelaki inginkan hanyalah kenyamanan. Siapa tahu dengan kamu merawatnya selama ini, Rex jadi merasa nyaman bersamamu?”“Dulu, dia terus menolakmu, sekarang dia ketergantungan kepadamu. Makanya, dia takut kamu diambil oleh Dokter

    Last Updated : 2024-01-21
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.49 Mak Comblang

    Rex melirik terkejut pada ayahnya yang menggelontorkan ide luar biasa. “Apa? Rujuk?”“Iya, rujuk. Kamu dan Lyra sebelum tiga bulan bercerai masih bisa rujuk tanpa harus akad kembali. Ayolah, Papa senang sekali kalau kamu kembali menikah dengannya. Dia adalah wanita yang baik.”Memalingkan wajah, Tuan Muda Adiwangsa tak nampak yakin atau senang mendengar usulan tersebut. Ia menggeleng jengah, “Aku tidak tahu, Pa. Aku tidak tahu dia masih mau menerimaku atau tidak.”“Dia bilang peduli kepadaku, sehingga mau merawatku seperti sekarang. Aku tidak yakin bahwa peduli yang dia maksud adalah perasaan cinta. Bisa jadi dia hanya iba saja, bukan?”Harlan mengendikkan bahu, “Kalau begitu, tanyakan padanya. Cari tahu apa dia mencintaimu atau tidak. Seharusnya itu mudah.”“Mudah kalau aku tidak cacat, Pa! Dalam kondisiku yang seperti ini, sudah kubilang, mana dia mau denganku? Kalau dia mengatakan tidak ada rasa denganku, mau taruh di mana mukaku?” dengkus Rex memicingkan mata kesal. “Ya, paling t

    Last Updated : 2024-01-21
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.50 Saling Menahan Engah

    Bibir Rex mendekat hingga embusan napas hangatnya terasa di wajah Lyra. Sebagai seorang lelaki normal yang memiliki hasrat, keinginannya saat ini adalah mengecup bibir wanita yang telah mendampinginya melewati malam-malam terburuk.Debaran kian menggila di dada Lyra saat mengetahui lelaki itu mendekatkan wajah mereka berdua sampai nyaris tak berjarak. Ia secara reflek memejamkan mata saking gugupnya dengan apa yang mungkin terjadi.Pun dengan Rexanda yang sekarang mulai memejamkan mata sedikit demi sedikit. Menahan napas, menahan engah, tanpa berpikir, hanya mengikuti apa yang ada di dalam hati.Detik demi detik, debaran melanda tidak karuan. Telapak tangan menjadi dingin!Jemari Rex meraba pipi Lyra, merayap ke belakang hingga menyentuh tengkuk lembut. Seolah aliran darah terbakar dengan kedekatan yang terjadi Namun, mendadak ….‘Apa kamu yakin Lyra mau menerimamu yang cacat ini, Rex?’ Suara batin sang pemuda menggedor keras hingga ia sontak menghentakkan kepala ke belakang. Apa ya

    Last Updated : 2024-01-23
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.51 Takut Ada yang Marah

    Lyra memandangi ponsel Rex dengan lirih. Berpikir dalam hati bagaimana mungkin dia bisa menyaingi pesona seorang Marina Kristanto di hadapan mantan suaminya? Menganggap mereka berdua bagai langit dan bumi. Terlebih, ia tahu kalau pemuda itu sering menghabiskan malam bersama sang foto model seksi. ‘Sedalam itu cintamu kepada dia, sampai Aldi sahabatmu pun mengirim fotonya untuk memberimu semangat. Aku memang terlalu jauh bermimpi. Aku terlalu membiarkan perasaanku terlarut kepadamu, Mas.’‘Padahal, kamu baik kepadaku pasti karena aku adalah perawatmu. Kamu sudah merasa cocok dengan caraku merawatmu dan tidak mau menggantiku. Tapi, di saat kamu nanti bisa berjalan, pasti aku akan ….’Kembali menarik napas sangat panjang dan berat. Layar ponsel Rex mendadak mati dan terkunci. Screenlock-nya sudah aktif setelah beberapa menit tidak aktif. Memandangi wajah tampan, jemari Lyra bergerak dengan sendirinya. Ia ingin membelai rambut hitam yang menuruni kening dan menutupi sebagian mata. Akan t

    Last Updated : 2024-01-24
  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.52 Ingin Kembali Bersama

    “Maksud Dokter?” Lyra memandang bingung. “Eh, maksud Ian?” ralatnya karena sudah sepakat tidak memanggil dengan kata dokter lagi. Ian tersenyum, menatap jemari wanita manis di sisinya. “Aku melihat tanganmu menggenggam tangan Tuan Rex saat tadi dia memaksa diri untuk menggerakkan jari kakinya.”“Sehingga?” Lyra tetap menatap tak mengerti dengan mata bundarnya itu. “Kenapa mesra sekali?”“Haa?” Melongo sudah bibir merah muda yang hanya dilapisi lipgloss tipis. “Mesra?”Ian mengangguk, “Aku melihatnya sebagai sebuah kemesraan. Kalian pacaran?” tembak sang dokter tanpa tedeng aling-aling lagi. Lyra cepat menggeleng, “Tidak! Tidak! Kami tidak berpacaran! Aduh, kenapa jadi berpikir begitu?” Ia entahi ingin tertawa atau menangis dengan pembicaraan ini. Sampai menggaruk kepala yang tidak gatal saking gugupnya. “Kalau pacaran juga tidak apa. Aku tidak akan membocorkannya. Aku hanya ingin tahu,” lanjut pemuda itu menyandarkan diri di sofa, lalu menatap lekat dengan wajah yang hampir setamp

    Last Updated : 2024-01-25

Latest chapter

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.87 Buah Hati Tercinta (END)

    “Apa-apaan! Kalian apa sudah gila menuduhku begitu!” bentak Marina dengan dada kembang kempis dan wajah yang mulai memucat. Dua polisi tetap tenang dan hanya tersenyum datar. “Anda baru saja melakukan pemerasan terhadap Tuan Rexanda Adiwanga. Semua bukti percakapan telah direkam, dan bukti pengiriman uang telah dilakukan oleh beliau.”“Oleh beliau? Beliau siapa?” engah Marina menggeleng. “Ini sebuah kesalahan! Aku tidak melakukan apa pun!”“Itu, pria yang ada di depan restoran yang telah melaporkan kasus ini kepada kami sejak tadi malam.”Dua lelaki bertubuh besar menggeser posisi mereka agar Marina bisa melihat siapa yang dimaksud. Mata wanita licik itu tebelalak saat memandang siapa yang ada di depan pintu restoran.Rexanda berdiri di sana, merangkul Lyra dengan mesra. Keduanya menatap ke arah Marina sambil tersenyum puas. Kali ini, tidak akan ada lagi yang mengganggu rumah tangga mereka. “Selamat menikmati penjara sampai beberapa tahun ke depan!” seru Rex sambil memberikan kiss b

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.86 Transaksi Dengan Marina

    “Pilihan apa yang kamu punya, hah? Mau hamil seorang diri? Mumpung kehamilanmu masih di awal, lebih baik punya suami supaya tidak malu!” bentak Harlan. “Kamu punya calon lebih baik?”Rex menghela panjang, “Sudahlah, Eva. Terima saja, kamu tidak ada pilihan lain. Kalau mencari lelaki yang sederajat dengan kita, mana ada yang mau?”Gadis itu menangis tersedu sembari menangkup wajahnya. Ia kembali didera perasaan sedang dihukum. Dulu selalu menghina Lyra orang kampung. Sekarang, dirinya pun akan memiliki suami orang kampung. Harlan mengembus berat, penuh beban, “Sudah, itu adalah yang terbaik. Minggu depan mereka datang ke rumah dan kalian akan menikah secara sederhana. Kita akan mengatakan pada orang-orang karena Mama sedang sakit, maka tidak jadi mengadakan pesta.”“Apa Papa sudah berhasil menemukan Ichad?” isak Eva masih berharap kekasihnya yang akan menikahi dia.“Polisi masih mencarinya. Tapi, saat ditemukan pun, kata polisi bukti penipuan adalah lemah. Kamu dengan sengaja dan sada

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.85 Apakah Lyra Beruntung

    “Kurang ajar! Wanita siala4n!” Rex memaki layar ponselnya sendiri. “Bisa-bisanya kamu mengancamku!”Dengan terengah, ia segera menelepon Marina. “Bangs4t kamu, ya!”Namun, yang dimaki hanya tertawa santai, “Kamu yang bangs4t, Rex! Kamu dulu janji mau menikahi aku saat mengambil keperawananku. Masih ingat, tidak?”“Waktu itu, saat kamu menelanjangiku, kamu bilang … aku mencintaimu, Marina. Aku akan menikahimu, aku berjani. Dan aku percaya, aku serahkan kesucianku padamu. Nyatanya apa? Dua tahun berlalu, kamu justru meniduri pembantu sialan itu!” desis foto model seksi itu tersenyum culas. Rex terengah, “Kalau sampai kamu sebar video itu, aku akan membuat perhitungan denganmu, brengs3k! Aku tidak akan tinggal diam!” “Silakan saja, silakan buat perhitungan denganku. Kamu pikir aku takut? Biar semua teman-teman kita, biar semua keluargamu melihat kita sedang sama-sama telanjang. Aku mau tahu, apa kamu dan istri kampungan tercinta masih bisa hidup nyaman setelah itu?” tawa Marina makin t

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.84 Balasan Setiap Perbuatan

    Mengurungkan niat untuk pergi ke restoran dan merayakan kehamilan Lyra, akhirnya justru mereka mengepak barang untuk kembali ke Jakarta. Kondisi Ajeng yang kritis membuat detak jantung Harlan dan Rex tidak bisa tenang.“Pak, Bu, maaf, karena kami harus segera kembali ke Jakarta siang ini juga. Nanti, saya akan kirim kontraktor kemari untuk memperbaiki rumah Bapak dan Ibu, ya,” pamit Rex sekaligus mengatakan itu semua saat mencium tangan kedua mertuanya.“Kontraktor untuk memperbaiki rumah? Tidak usah, Nak Rexanda. Bapak belum ada dananya. Lain kali saja, ya?” geleng Suripto menolak dengan gugup. “Saya yang menanggung biayanya. Bapak dan Ibu tenang saja dan tinggal menikmati rumah yang nanti lebih baik dari ini,” senyum Rex. Lyra yang ada di sebelahnya terbelalak, nyaris tak percaya.Ajeng menggeleng, “Aduh, jangan, Nak Rexanda. Nanti habisnya banyak. Sudah, yang penting Bapak dan Ibu titip Lyra saja. Perlakukan istrimu dengan baik dan penuh kasih sayang, itu sudah lebih dari cukup. K

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.83 Dua Garis Biru

    Pagi yang berembun di kaki gunung, tempat Lyra tinggal selama beberapa hari ini. Seperti biasa, mereka semua sarapan pagi bersama. Namun, kali ini ada yang berbeda. “Hmmppp!” Lyra menutup mulutnya secara mendadak dan berlari ke kamar mandi. “Hmppff!” Suara muntah tertahan semakin intens terdengar.Narsih dan Suripto saling pandang, begitu juga Rex dan Harlan yang bertukar tatap dengan bingung. Tanpa disuruh, Tuan Muda Adiwangsa cepat berlari mengikuti langkah istrinya menuju kamar mandi. “Hoeeek! Hoeeek!”Lyra memuntahkan apa yang dia makan barusan. Rasa mual menghajarnya dengan cukup ekstrim pagi ini. Rexanda memasuki kamar mandi, membantu menyibak ke belakang rambut hitam tebal dan panjang milik sang istri.Lalu, ia bertanya, “Kamu masuk angin, Sayang?” Dengan khawatir memijit tengkuk wanita yang ia cintai.Lyra tidak menjawab, terus saja ia memuntahkan sarapan yang baru beberapa menit masuk ke dalam lambung. Suara terengah hebat terdengar dari bibirnya.“Panggil dokter, ya?” Rex

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.82 Boleh Peluk Kamu?

    Tiga hari berlalu dan Lyra belum ada tanda-tanda akan luluh. Pagi keempat, saat sarapan bersama, wajah Rex terlihat pucat. Ia pun berkali-kali bersin dan berdehem. “Kamu sakit?” tanya Harlan melirik. “Cuma flu saja, Pa,” geleng Rex. “Tenggorokanku agak perih. Mungkin efek hawa dingin. Aku belum terbiasa.”“Di kamarmu ada AC yang selalu dipasang 18’, Mas. Apa iya kamu tidak tahan dingin?” sindir Lyra melirik dan tetap cemberut. Rex mengendikkan bahu, “Mungkin karena aku selalu tidur di lantai. Jadi, dinginnya lebih menusuk tulang.”“Nak Rex tidur di lantai? Ya, Tuhan! Lyra, kamu apa-apaan!” pekik Narsih terkejut. Lyra mendelik, menatap jengkel pada suaminya. Lalu, ia menoleh pada ibunya, “Kasur aku kan kecil, Bu. Mana muat dibuat tidur berdua? Jadi, ya, Mas Rex tidur di atas tikar.”Harlan terkikik, lalu menggeleng. ‘Sekarang kamu merasakan jadi orang susah, Rex!’“Tidak apa, Bu. Saya hanya flu biasa. Apa ada obat flu?” senyum Rex berusaha nampak sebagai menantu idaman yang tidak ba

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.81 Tidur Beralaskan Tikar

    Rex sangat terkejut dengan tepisan tangan Lyra yang menolak sentuhannya. Apalagi, sang istri mengatakan jijik dengan dirinya. Ia menggeleng pilu, “Maafkan aku, please?”“Tidak mau! Aku sudah sering memaafkan kamu sebelumnya! Sudah, kembali saja sana ke Jakarta! Aku tidak mau memaafkanmu!” desis Lyra menolak.“Aku memang bajing4an, aku bersalah sepenuhnya, Sayang. Tolong beri aku kesempatan sekali lagi? Aku janji akan berubah!”“Apanya berubah? Kamu janji tidak mau minum lagi, tidak mau mabuk lagi, tidak berhubungan dengan Marina lagi. Nyatanya apa? Semua itu kamu langgar! Kamu tidak bisa dipercaya!”“Iya, iya, aku memang brengs3k, aku tahu itu. Kamu boleh memakiku sepuasnya, tapi ... maafkan aku, ya?” rajuk Rex menampilkan wajah memelasnya. Lyra mendengkus, “Aku akan memaafkan kamu, kalau kamu kemari membawa surat cerai!”Rex terbelalak, lalu merengek, “Jangan begitu, Sayang. Kita tidak boleh sedikit-sedikit bercerai. Kalau rumah tangga ada masalah harus diselesaikan, bukan ditinggal

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.80 Aku Jijik Denganmu

    Mata Lyra sontak mendelik saat melihat ada kendaraan hitam berhenti di depan rumahnya. Siapa lagi yang naik mobil mendatangi rumah Bapak Suripto jika bukan seseorang dari kota? Kalau tetangga, biasanya naik sepeda atau sepeda motor.Yakin itu adalah sang suami yang datang, Lyra justru melompat turun dari kursi dan berlari sekencang mungkin menuju kamar sambil berteriak, “Aku tidak mau bertemu Mas Reeex! Suruh saja dia pulaaang!”Suripto dan Narsih saling lirik. Ada apa dengan putri mereka sampai sebegitunya? Namun, mereka hanya menggeleng dan menahan tawa melihat kelakuan Lyra.Pasangan suami istri itu kemudian berdiri dan segera keluar rumah, bersamaan dengan dua lelaki turun dari mobil. Dugaan mereka tidak salah karena itu sungguh adalah Harlan dan Rexanda yang datang. Ayah dan anak sedang menurunkan koper dari bagasi kendaraan.“Pak Suripto! Besanku tersayang! Apa kabar?” seru Harlan langsung menjabat dan memeluk ramah. Sedikit bergurau, memanggil besannya dengan kata tersayang. Ta

  • SIKSA BATIN ISTRI TUAN MUDA    Ch.79 Menuju Kata Maaf

    Rexanda sedang dalam perjalanan menuju bandara bersama ayahnya. Tujuan penerbangan adalah kota Surabaya. Ada misi khusus yaitu menguntai ulang benang rumah tangga yang sedang terancam putus.Ia banyak terdiam sepanjang melalui keramaian jalan raya. Ponsel berbunyi, ada notifikasi masuk. Melihat siapa yang mengirim pesan, napasnya terembus jengkel. Marina [Halo, Rex, apa kabar?] Rex [Mau apa menghubungiku?]Marina [Mau minta tolong. Ini benar-benar darurat.]Rex [Apa?]Marina [Aku butuh uang, Rex. Adikku sakit usus buntu, tadi malam masuk rumah sakit. Kami tidak punya asuransi lagi seperti dulu. Aku pinjam 100 juta bisa? Nanti kalau ada rejeki pasti kukembalikan.]Rex [Aku tidak ada uang.]Marina [Ayolah, Rex. Demi kemanusiaan? Lagipula, kita kemarin baru saja tidur bersama. Apa iya kamu tidak ada rasa kasihan sama sekali kepadaku?]Rex [Aku mabuk! Kamu yang menelepon Lyra, ‘kan? Aku tidak mungkin segila itu meneleponnya! Saat aku mabuk berat, aku biasanya tidur, tidak berbuat apa-ap

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status