Share

PROFESIONALITAS

Author: Haii'Fer
last update Last Updated: 2024-12-10 09:00:33

Bughh!

Direktur Arina mendorong Arka ke tembok depan pagar rumahnya. “Dengar baik-baik.” Ucap Arina.

“Ap.. apa? Aku tidak bisa mendengarmu.” Sahut Arka yang sudah pasrah dengan ide Arina yang kadang diluar nalar.

“Ini murni untuk bisnis. Aku melakukan ini untukku, Felice, Mr. X, dan kamu.” Ucap Arina.

“Hah?” Sahut Arka.

“Tidak akan lama. Jadi, percayalah dan ikuti arahan ku.” Ucap Arina.

“Mengikuti arahan mu ke mana?” Sahut Arka. Lalu Arina sengaja membunyikan bel agar Presdir melihat ke layar doorbell.

Ting nong! [Suara Bel]

Arina menempelkan kedua tangannya ke pipi Arka lalu menarik wajah Arka ke arahnya. Dengan sigap Arina mencium Arka di depan kamera doorbell.

“Dia lagi???” Ucap Presdir yang melihat pemandangan itu dari balik layar doorbell rumahnya.

Arka sagat gemetar karena baru pertama kali

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   PERMINTAAN TIDAK TERDUGA

    Felice berlari ke arah Xavier yang sudah menunggunya selesai bicara dengan Irene. Tanpa banyak basa-basi, Felice langsung memberikan kecupan mesra untuk Xavier. Felice tidak memperdulikan lingkungan sekitar yang masih banyak orang berlalu-lalang.Orang-orang yang lewat beberapa ada yang tidak peduli dengan apa yang Felice lakukan. Namun, beberapa orang tua melihat dengan tatapan sinis dan menganggap itu hal yang berlebihan dan kurang pantas dilakukan di tempat umum.“Terima kasih. Aku sangat bersyukur atas semua ini.” Ucap Felice setelah mereka bercumbu mesra.“Keberhasilanmu dalam bekerja sama dengan pihak MVLH itu tidak ada hubungannya denganku. Ternyata dia sepakat karena menyukai pakaianmu. Hehe! Itu semua karena kerja keras kamu dan tim Lauré selama ini.” Ucap Xavier.“Hehehe.” Felice tertawa bahagia. Lalu Felice dengan senang hati memeluk Xavier sebagai ucapan terima kasih karena Xavier sudah membantu menge

    Last Updated : 2024-12-11
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   COBA DULU

    Di depan tempat kotak sumbangan pakaian Felice memikirkan beberapa hal tentang keadaan Keena. Meskipun Keena ingin membuang pakaiannya tapi bagi Felice sepertinya itu tidak perlu Ia lakukan. Felice akhirnya memutuskan untuk membawa baju-baju itu ke rumahnya.Selama perjalanan menuju tempat Felice akan bekerja, Ia mengeluh tentang Keena pada Xavier melalui sambungan telepon.“Kamu tahu kenapa temanmu merasa seperti itu?” Ucap Xavier.“Tapi aku tidak bisa membiarkannya pergi seperti ini, tanpa berusaha.ada banyak hal yang belum sempat aku lakukan untuk Keena.” Balas Felice.“Seperti yang dia katakan, nikmati saja setiap harinya dan lakukan semua yang bisa kamu lakukan untuknya. Kurasa hanya itu yang perlu kamu lakukan untuk menikmati hari-hari selama kamu masih bisa bersamanya.” Ucap Xavier.“Bagaimana dengan ibumu? Apa dia mengatakan sesuatu kepadamu sejak bertemu dengank

    Last Updated : 2024-12-12
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   RINTANGAN LAGI DAN LAGI

    Direktur Arina menyeruput jus mangga bersama Felice di ruangannya. Dia mengajak Felice ke ruangannya karena akan membicarakan hal serius.“Ayahku belum memberitahumu apapun?” Tanya Direktur Arina.“Kamu terlibat masalah lagi? Kenapa? Apa yang terjadi? Ada apa? Siapa lagi kali ini?” Sahut Felice.“Aku ga buat masalah [Arina menggelengkan kepal]. Hei, Pak Arka sebenarnya menyukaiku.” Ucap Direktur Arina.“Hah?” Ucap Felice sambil menyeringai.“Kenapa wajahmu seperti itu? Aku tersinggung tahu!” Sahut Direktur Arina.“Sejak kapan? Kamu juga menyukainya?” Tanya Felice yang sudah serius dengan pernyataan Arina.“Ya ampun. Hahah! Aku tidak menyukainya. Kamu tahu kan? Kalau dia itu bukan tipeku.” Ucap Direktur Arina.“Tapi bagaimana ayahmu bisa tahu?” Ucap Felice.“Karena terjadi sesuatu.” Ucap Arina.“Jadi, kamu memang membuat masalah?! Membuat masalah dengan CEO agensi humas kita?” Sahut Felice.“Hei, Felice. Kamu selalu mikir kalau aku selalu mudah ditebak, bukan? Tapi ada bagian diriku yan

    Last Updated : 2024-12-13
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   AKU BERHENTI

    Saat hendak menelpon Keena, Felice teringat baju-baju Keena yang ada di bagasinya. Felice segera mengambilnya dan membawanya ke rumah.Saat Felice sedang berjalan di parkiran dengan membawa dua dustbag di tangannya, Felice melihat Arina sudah menunggunya di depan mobil pink miliknya. Felice segera menghampiri Arina.“Apa apa lagi sekarang?” Tanya Felice.Arina terdiam, tidak menjawab pertanyaan Felice. Sikap Arina yang hanya terdiam membuat Felice semakin penasaran. “Ada apa? Apa ada masalah antara kamu dan Pak Arka?” Tanya Felice.“Kenapa kamu tidak memberitahuku?” Ucap Arina dengan suara yang bergetar.“Apa maksudmu?” Tanya Felice. Lalu Arina membuka kacamata hitamnya.“Heah! [Arina mengusap air matanya]. Keena. Kudengar dia sakit. Kenapa kalian jahat sekali? Kalian berdua selalu melakukan ini. Kalian berdua selalu meninggalkanku seperti ini. Kenapa kamu tidak memberitahuku? Ehueu.. Aku baru tahu sekarang. Huhuhu.. Dasar kalian brengsek. Huhuhu… Aku tidak mau Keena sakit. Huhu huhu…”

    Last Updated : 2024-12-14
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   ACARA PENSIUN PAPA EZRA

    Sc Htc Cttct [Suara Keran air]Pagi ini Yuri memasak nasi dan lauk seperti biasanya. Namun ada yang berbeda dari biasanya hari ini.Duk [Kran air diputar]Setelah mematikan keran air Yuri bergumam untuk melepaskan emosinya, “Ini sudah berakhir.”Pagi hari ini adalah hari dimana Yuri akan pensiun melayani Ezra sebagai suami. Hari ini juga bertepatan dengan hari pensiun Ezra dari sekolah.Saat Yuri selesai masak, Ezra keluar kamar dengan mengenakan kemeja putih dan dasi kotak-kotak berwarna merah. Wajah Ezra sangat senang hari ini.Sebelum berangkat ke sekolah, seperti biasanya Ezra akan sarapan dengan makanan yang dimasak Yuri. Namun, hanya ada nasi putih di hadapannya.Ezra duduk di meja makan lalu Yuri meletakkan beberapa lauk di meja. Dengan penuh percaya diri Ezra mengira lauk itu untuknya.“Inilah awalnya. Hehe!” Ucap Ezra lalu mengambil sesendok nasi putih.“Aaahh!” Gumam dari mulut Yuri setelah minum air.Ezra menyodorkan sesendok nasi putih, “Agar aku bisa membeli nasi putih, ak

    Last Updated : 2024-12-15
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   KUNJUNGAN MENYESAKKAN

    Yuri pulang ke rumah dengan kebahagiaan yang luar biasa. Akhirnya penantiannya untuk melihat Felice memiliki pasangan sudah terwujud. Yuri hanya kembali ke rumah bersama dengan Felice. Sedangkan Ezra pergi dengan Xavier untuk memenuhi janjinya untuk makan siang bersama.“Duduklah disini.” Ucap Yuri. Lalu Felice mengikuti perintah Yuri untuk duduk di sofa ruang tamu mereka.“Sedalam apa hubungan kalian? Jika kamu sudah memperkenalkannya kepada kami, itu artinya kamu mempertimbangkan untuk menikah, bukan?” Sahut Yuri.Felice hanya tersenyum dan terdiam sejenak untuk memikirkan bagaimana cara mengatakannya ke Mama Yuri.“Astaga, Mama ga percaya ini benar terjadi. Mama mendukung penyatuan ini. Mama setuju, tidak ada pertanyaan apa-apa dari mama hahaha!” Ucap Yuri. Yuri terus tertawa sambil tepuk tangan.Kebahagiaan Yuri membuat Felice merasa takut. “Mah! Ingat saja yang mama lihat hari ini. pikirkan

    Last Updated : 2024-12-16
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   LANGKAH BARU

    Pagi hari ini semua anggota tim Lauré dan Viance sudah disibukkan dengan mengurus laporan tentang ukuran pakaian orang.“Ukuran alpha sizing ditetapkan pada tahun 1980an. Saat itu, tinggi rata-rata wanita Indonesia adalah 155 cm, dan lingkar dadanya 85 cm. Awalnya disebut ukuran 55 karena sesuai dengan digit terakhir kedua ukuran.” Ucap Felice.“Apa aku pesimis karena tidak cocok dengan ukuran dari 44 tahun lalu?” Ucap Vareena.“Tahun lalu, tinggi rata-rata wanita Indonesia di usia 20-an lebih tinggi 10 cm dari statistik lama. Memang agak kejam mengikuti sistem yang sudah berusia 44 tahun.” Ucap Luna.“Mereka membeli yang pas di pinggul dan mengurangi ukuran pinggang. Butuh lengan yang lebih panjang untuk mantel yang pas di bahu. Salah jika menelan itu mentah-mentah. Bentuk dan ukuran tubuh wanita beragam. Kita harus membuat ukuran yang lebih beragam.” Ucap Felice.“Haruskah aku mengetik

    Last Updated : 2024-12-17
  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   USAHA MELULUHKAN HATI SANG PRESDIR

    Di depan cermin Keena terus berlenggak-lenggok melihat dirinya yang terlihat cantik dengan baju lamanya yang dijahit ulang oleh sahabatnya itu. Felice dan Arina berhasil mengukir senyum lebar di wajah Keena.“Bagaimana penampilanku? Apa aku tampak cantik?” Ucap Keena.“Hmm! Sudah kuduga! Orang yang mengubah pakaian kamu pasti berbakat.” Ucap Felice.“Katakan dia tidak akan berhasil tanpa bantuan asistennya.” Ucap Arina yang tidak mau kalah.“Dengar! Aku pernah jadi bintang baru di industri modeling, meskipun hanya sebentar. Pokoknya, ketahuilah bahwa tubuhku yang langsing yang sudah melengkapi desainmu. Kalian setuju dengan itu?” Ucap Keena.“Aku setuju!” Balas Felice.“Dengan sepenuh hati aku setuju.” Ucap Arina.“Ini sangat cantik.” Puji Keena sambil menunjuk baju yang dia kenakan.“Kapan kamu pertama kali memakai pakaian itu?&rdqu

    Last Updated : 2024-12-18

Latest chapter

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   ENDING

    Janji yang kita buat dan cintamu menunjukkan jalannya. Serta berjalan di jalur itu adalah caraku membalas kepadamu. Felice Chiara FarfallaXavier menikmati tempat rekreasi itu sambil naik gondola untuk melihat pemandangan di sekitarnya. Saat sedang melihat ke sekitar, Xavier tidak sengaja berpapasan dengan wanita yang mirip Felice sedang naik gondola yang berbeda arah dengannya. Matanya langsung tertuju pada wanita cantik itu.Xavier ingin memastikan itu benar atau tidak. Namun, gondolanya terlalu cepat bergerak dan mereka saling menjauhi satu sama lain. Xavier terus memperhatikan sampai benar-benar tidak terlihat.Nalurinya berkata bahwa itu adalah Felice. Tapi bagaimana mungkin Felice masih tidak berubah sejak terakhir bertemu. Dia masih selalu cantik, anggun dan elegant. Xavier berharap ingin bertemu orang itu lagi untuk memastikan dia Felice atau bukan.Setelah turun dari gondol

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   AKHIR BAHAGIA

    Berjalan di jalanan yang sama seperti dua tahun lalu, di malam yang berbeda dan tidak ada yang seseorang yang menemani setiap langkah kaki ini terasa sangat asing bagi Xavier. Udara di sekitar, pepohonan yang rindang jalanan yang basah setelah diguyur hujan, semuanya tidak banyak yang berubah.Xavier memandangi pemandangan di jalanan yang terguyur hujan itu sambil memikirkan kenangan dua tahun lalu bersama Felice. Matanya terus memperhatikan setiap sudut di kanan dan kiri jalanan itu.“Satu atau dua tahun dari hari ini. Jika aku bisa berjalan di jalur seperti ini di hari ini, aku akan memikirkanmu dan kita hari ini.” Suara hati Xavier.Drttt drttt [+62813003680996]Xavier menghentikan langkahnya untuk membuka pesan di ponselnya.“Aku mengirimimu pesan dari Jakarta. Apa kamu tiba dengan selamat? Sampai jumpa besok di Jakarta.”Setelah membaca pesan itu, enta

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   HANYA ITU SAJA

    “Kamu sudah menikah?” Tanya Xavier.“Astaga! Kamu bahkan tidak mengirimi aku undangan pernikahan. Kamu pikir seperti itulah teman yang setia? Wahh! Aku kecewa padamu.” Keluh Xavier.“Haha. Tenang dulu! Kita tidak menikah. Kita hanya tinggal bersama.” Jawab Arka.“Benarkah? Kamu tidak takut dengan omongan orang? Ini Indonesia bukan Eropa atau America.” Ujar Xavier.Drttt drtt [Nona Luna]“Halo, ini Arka Nolan Jude, CEO Galaxy PR.”“Halo, Pak Arka. Aku menelepon dari tim Lauré.” Ujar Luna.“Ya, Nona Luna.” Balas Arka sambil melihat ke arah posisi Xavier duduk beberapa saat.“Bagaimana perkembangan iklan produk kami?” Tanya Luna.“Oh itu Pak Liam yang akan bertanggung jawab atas iklan produk tahun ini. Anda tidak usah khawatir. Tenag saja. Tunggu saja

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   HIDUP TERUS BERLANJUT

    Xavier hanya sempat memasak mie instan hari ini. Saat mie sudah dimasukan, Xavier hendak memasukan telur. Namun, Xavier teringat sesuatu saat memegang telur itu.Flashback On“Kamu selalu mengaduk telur setelah menambahkannya ke mie instan, bukan?” Ujar Felice.“Tidak.” Balas Xavier.“Wah! Astaga, kita sungguh berbeda. Kita benar-benar tidak cocok. Sepertinya kita akan sering bertengkar.” Balas Felice.Flashback OffXavier membatalkan niatnya yang akan langsung memecahkan telur di atas mienya. Dia memutuskan untuk mencoba selera makan Felice.Xavier pecahkan telur itu di atas mangkuk kecil lalu diaduk hingga terampur rata. Setelah itu baru dimasukan ke dalam mie.Setelah mienya matang, Xavier segera memakannya sebelum mie itu menjadi dingin. Xavier makan mie sambil sesekali melihat ke arah foto Felice yang ada di hadapannya.Flashback On

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   HALUSINASI 2

    “Itu sesuatu yang harus kamu ulur dan kamu bumbui sedikit. Hehehe…” Ujar Alano yang agak malu malu tapi akhirnya mengaku juga.“Hahaha!”“Hehe! Ya, memang aku yang mengatur semua ini.” Ujar Alano sambil mengajak yang lain untuk cheers.“Terima kasih, Pak Al dan semua yang hadir di sini. Aku akan menerima semua bantuan kalian.” Ujar Felice.“Heah! [Menghela nafas] Aku sangat putus asa hingga tidak peduli untuk menyelamatkan wajahku. Kini aku punya dua pegawai yang harus kuberi makan. Aku terima tawaran kalian dengan senang hari dan terima kasih untuk semuanya. Terima kasih banyak.” Ucap Felice dengan berlinang air mata penuh haru“Kamu pasti bisa, Nona Felice!” Ujar Diana.“Aku akan memasok kain terbaik. Tenang saja! kamu tinggal buat desain yang bagus untuk karya baru di brand pribadimu.” Ujar Budi.“Hubungi aku meski hanya untuk satu atau dua hal. Aku akan menjahitnya meskipun harus mengurangi waktu tidurku.” Ujar Selena.“Wahh!”“Astaga! Benarkah?” Ujar Felice.“Ya!” Balas Selena.“W

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   HALUSINASI

    Pagi ini, Felice memulai harinya dengan mengecek semua hasil desainnya kemarin. Felice melihatnya satu persatu. Desainnya cukup unik tapi Felice merasa bingung bagaimana cara merealisasikan gambar ini di saat tidak ada orang yang mempercayainya.“Kamu membuat semua desain ini? Dalam sebulan?” Ujar Xavier.“Ya.” Balas Felice sembari tersenyum.Felice melirik ke sebelah kanannya sambil tersenyum senang. Felice merasakan Xavier membuka sketsa desainnya lembar demi lembar.“Wah!” Puji Xavier.“Bagaimana bisa kamu menyimpan semua ini?” Tanya Xavier sembari terus membuka lembaran pada buku itu.“Aku tidak tahu apakah aku sangat berbakat atau sedang penuh inspirasi. Aku merasa seperti Mozart.” Ujar Felice.“Apa kamu juga genius? Hehe!” Puji Xavier.“Hehe..” Felice tersenyum bahagia sambil merasakan Xavier membuka buk

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   SETELAH MEREKA PERGI

    “Tidak apa-apa. Ya, sampai jumpa.” Ujar Felice yang masih berusaha menghubungi rekan kerja lamanya.“Huftt!” Gumam Felice setelah mematikan teleponnya.“Tidak apa-apa. Aku bisa mencoba lagi.” Ucap Felice.Felice melakukan peregangan agar leher, bahu, punggung dan tangannya tidak kaku. Lalu Felice melihat dirinya di dalam cermin.“Apa aku tidak cukup merawat diriku?” Ujar Felice saat merasa wajahnya terlihat kusam dan ada beberapa kerutan di wajah yang cukup menganggu penampilannya.Felice mengambil minuman collagen dan vitamin booster. Lalu menyeduhnya dalam gelas. Kemudian dia minum sampai habis. Lalu kembali pada pekerjaannya.Ting nong [Suara bel]“Siapa itu?” Ujar Felice.Felice membukakan pintu untuk tamunya. Lalu kembali ke meja makan yang sedang Felice gunakan untuk bekerja.Berkas-berkas yang ada di atas meja itu mereka rapikan dan disis

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   MEMULAI KEMBALI DARI NOL

    Kegiatan Felice saat ini adalah disibukkan dengan kartu-kartu nama dan daftar list yang harus Felice hubungi untuk keperluan labelnya sendiri.“Halo, Pak Akbar, apa kabar? Aku akan meluncurkan labelku sendiri.”“Hai, ini Felice Chiara Farfalla. Ini tentang lini mini yang ku sebutkan sebelumnya.”“Kamu tidak sanggup lagi? Oh baiklah.”“Ah sayang sekali.” Ucap Felice saat mencoret beberapa daftar nama dalam listnya.***Drtt drttt [Suara telepon Manajer Umum Alano]Manajer Alano mengangkat telepon itu, “Halo.”“Halo, Pak Al. Ini Pak Belva.”“Ya, ada apa?” Ujar Manajer Alano.“Saya ingin tanya. Apa benar Nona Felice meluncurkan brandnya sendiri?” Ujar Budi.“Apa kamu memutuskan untuk bekerj

  • SENTUHAN SEMALAM DENGAN ADIK MANTAN   KENANGAN DAN MENGENANG

    “Apa katamu?” Ujar Mama Yuri.“Aku berhenti bekerja.” Ujar Felice.“Kapan?” Tanya Mama Yuri.“Ini hari terakhirku.” Ujar Felice.“Kenapa kamu berhenti?” Tanya Mama Yuri.“Alasan yang sama dengan Mama.” Balas Felice.“Apa?”“Jika aku melihat kembali hidupku, itu tidak terlalu buruk. Ada saat-saat bahagia dan berharga, tapi aku ingin mulai melakukan apa yang selalu ingin kulakukan, tapi terlalu takut untuk mencobanya.” Ujar Felice“Maaf, aku tidak punya lagi posisi penting di perusahaan besar.” Ujar Felice sembari tersenyum.“Jangan konyol. Mama tidak pernah meminta hal seperti itu.” Ucap Mama Yuri.Mama Yuri mendekat pada Felice, memegang tangannya, “Kamu sudah bekerja dengan baik. Bekerja sangat keras selagi melakukan tugasmu sebagai anak kami. Kamu putri terbaik yang bisa diharapkan siapa pun.”“Mah! Masalahnya, aku tidak punya apa-apa sekarang. Belum ada yang diputuskan.” Ujar Felice.“Lalu apa yang akan kamu lakukan? Kenapa kamu jadi ceroboh begini?” Ujar Mama Yuri.“Benar, bukan Ma

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status