BERSAMBUNG
Empat orang pelajar lain yang melihat rekannya terkapar pingsan langsung memburu Bryan dan bermaksud ingin serang Bryan.Tapi langsung berbalik dan kabur, saat Bryan ambil senjata salah satu rekan mereka dan sengaja menghadangnya.Namun mereka kocar-kacir, saat puluhan polisi kini gantian mengejar mereka, ada 2 orang yang tertangkap, dua orang lainnya lolos.Si pelajar yang terluka ini sampai melongo melihat aksi Bryan barusan. Bryan lalu bantu si pelajar yang terluka tadi dan memasukannya ke mobil.“Ku antar kamu ke rumah sakit atau klinik, untuk obati luka-lukamu itu!” mobil pun berlalu dan Bryan tak peduli lagi dengan nasib ke 3 pelajar yang ia sikat tadi.“Siapa namamu dek, aku Bryan!” sambil bantu masuk ke moblnya.Bryan kagum juga, remaja ini sangat tampan, tubuhnya juga jangkung, tak beda jauh dengan dirinya.“Namaku Topan Bang, tadinya perkelahian seimbang, tapi aku terpaksa kabur, teman mereka berdatangan, sedangkan aku sendiri,” aku Topan.“Kenapa mereka keroyok kamu?” tanya
Ada dua satpam berjaga di depan pagar rumah mewah ini, saat Topan buka kaca mobil, dua satpam ini tergopoh-gopoh buka pagar besar dan tinggi ini, sambil beri hormat ke Topan.“Bang, mampir dulu yaa, sekalian aku mau ganti uang Abang, mami melarang aku bawa duit banyak soalnya, katanya belum cukup umur, padahal minggu depan aku sudah 17 tahun loh, pacaran ajah di larang!”Tanpa sungkan Topan curhat, hingga Bryan senyum saja mendengarnya.“Nggak usah di ganti Topan!” tolak Bryan“Oh yaa…oke dehh! Tapi mampir dulu ya Bang, kenalan sama mami. Nah loh, tumben papa ada di rumah, ada mobilnya tuh.”Topan menunjuk sebuah mobil SUV mewah bongsor yang berplat dinas kepolisian dengan tanda bintang 2.Bryan pun mengangguk dan tak keberatan singgah. ketika melirik ke halaman rumah yang luas ini, Bryan hela nafas kagum, ada 10 buah mobil berjejer dan semuanya kelas premium.“Jangan heran ya Bang, di garasi masih ada 35 buah mobil lainnya, astaga mobil Abang penyok dikit gara-gara aku. Ganti Bang, am
Hari ini Bryan akan berangkat syuting film di Pelabuhan Ratu, dia berencana akan naik mobil sendiri ke sana.Bryan setuju main film bertema remaja tersebut dan kontrak 200 juta, plus kelak bonus akan ia dapatkan kalau film ini bomming di bioskop.Dia juga sudah latihan akting hampir 1,5 bulanan dan dikatakan pelatih aktingnya, Byan punya bakat alami sebagai bintang film.Ingat akan syuting dengan lawan mainnya, Bryan senyum sendiri, lawan mainnya seorang artis muda yang suka berpenampilan seksoi.“Hmm…Rebecca Alona, seingatku dia itu memiliki gadun, tak beda jauh dengan Rose. Ahh sudahlah, itu urusan mereka yang ingin hidup enak dengan cara instan. Tapi apa bedanya dengan aku dulu…!” batin Bryan, lalu tertawa sendiri dan kini dia sudah di lobby apartemen.Bulan depan Bryan berencana pindah ke apartemen milik Riona..!Sesuai kontrak yang ia tanda tangani dengan perusahaan susu formula, ia tak dapat lagi fasilitas apartemen.“Mas Bryan kan? Ini kunci mobil, katanya mas bos mulai kini mo
Melihat kedekatan Bryan dan Rebecca, dengan cerdik di manfaatkan Mami Latini sengaja bikin gosip panas, kalau kedua artisnya ada skandal cinta…biasa untuk naikan rating!!!“Bryan kita cari kelapa muda yuks, mumpung lagi rehat nih,” ajak Rebecca, saat mereka kembali istirahat syuting di panas yang menggantang saat ini.Bryan mengiyakan. ‘Heii jangan jauh-jauh yaa kita hanya istirahat 1,5 jam, ntar si bos sutradara ngamuk!” keduanya di tegur sang astrada alias asisten sutradar, Bryan dan Rebecca angkat jempol.Mami Latini malah diam-diam memoto kedua artisnya ini dan dia sengaja kirimkan ke media sosialnya.Bahkan saat melihat Bryan dan Rebecca duduk saling mepet, makin senanglah si ngondek ini.“Yakin dah eike, ni film bakalan meleduk kayak kompor gas kelak dan eike akan dapat bonus dobel, Rebecca kan sedan naik daun, si Bryan model yang juga naik daun, klop dehhh ahhh!” gumam Mami Latini terkekeh sendiri.Tanpa Mami Latini sadari, tanpa dia bikin gosip pun, kedua artisnya akan viral
“Tolong lepaskan Rebecca dia tak tahu apa-apa dengan masalah kita,” Bryan mencoba bernego, sambil menahan kemarahan di hatinya.“Enak saja, sebelum kamu bersedia ikut denganku lagi, tak bakal aku lepaskan,” dengus tante Weni dengan wajah marah.“Tapi buat apa kamu menahannya? Ingat hilangnya kami berdua di lokasi syuting, pasti bikin heboh dan kalian semua bakalan di cari-cari polisi.”Bryan coba menakuti tante Weni, wanita cantik sampai terdiam seakan memikirkan ucapan Bryan barusan.Apa yang Bryan katakan tidak membual, lokasi syuting film Santri Pekok geger bukan main, gara-gara kehilangan dua pemeran utamanya.Sang sutradara yang mirip Mami Latini gayanya yang agak ngondek, mencak-mencak tak karuan pada seluruh kru. Sudah 3,5 jam lebih Bryan dan Rebecca tak kelihatan batang hidungnya.Hilangnya dua pemeran utama di filmnya membuat syuting hari ini berantakan.Tapi dia langsung terkejut, saat ada kru yang mengaku melihat Bryan dan Rebecca di bawa orang tak di kenal alias OTK ke dal
“Heii kamu yang berwajah bulat, ke sini,” bentak seorang tentara berpangkat Kapten dengan wajah bengis. “Siappp, Ndan!” sahut si pemuda ini cepat dan berlari kencang ke depan. Begitu berada di depannya, si Kapten ini sampai mendongak menatap wajahnya. Tinggi pemuda ini hampir 182 centimeteran, sedang si kapten ini hanya sebahunya. Dia lalu memutari tubuh pria kurus berbadan kokoh ini, sambil lihat-lihat apakah ada tato atau cacat di badannya. “Hmm…kamu aslinya mana, Indonesia atau apa sih..?” bentaknya lagi masih dengan suara menggelegar. “Asli Indonesia Ndan, ibu dan almarhum bapak asli Kalimantan!” sahutnya cepat, pandangannya tetap tajam ke depan. Sang Kapten hanya mengangguk-anggukkan kepala. “Tadi kamu telat 5 detik, sekarang kamu putari lapangan ini 10X, cepat laksanakan!” lagi-lagi tanpa ampun keluarkan perintah tegas. Bak anjing dipukul di pantat, pemuda ini lalu bergerak cepat dan kelilingi lapangan yang luasnya mirip lapangan bola ini hingga 10X. Serdadu berpangkat Kapten Ud
“Hmm… kalau kelak ketemu lagi, dan dia ajak duel, ya sudah aku ladeni,” pikir Brandi tanpa rasa takut sedikitpun.Diam-diam dia geregetan dengan gaya Aldot yang dianggapnya sok jagoan. Apalagi melihat gaya kecentilan si cewek itu, gemas bukan main pemuda ini.Turun dari stasiun peron di kawasan Pasar Turi, Brandi langsung naik taksi ke Bandara Juanda dan terbang ke Banjarbaru.Brandi sampai di rumahnya, berjarak 5 jam perjalanan dari bandara. Tak ada yang berubah dari rumah ibunya juga desanya ini meski telah 2 tahun lamanya dia tinggalkan karena menempuh pendidikan di Akademi Militer di Magelang.“Ibu ke mana yaa, rumah kok sepi,” batin Brandi sambil duduk di teras dan letakan tas ranselnya.Tiba-tiba sebuah motor masuk ke halamannya. Wajah Brandi langsung semringah. “Halo calon perwira penerbang, tepat dugaanku kamu hari ini datang!” kata seorang pria seumuran dengannya, sambil mencopot helmnya.“Panjul, panjang umur kamu! Tumben muncul ke sini” Brandi langsung sambut dan peluk sahabat de
“Ada yang harus aku urus, Bu. Aku pamit dulu.”Brandi yang telah memiliki janji temu dengan Bos Syamsudin lantas pamit pada ibunya tanpa berkata jujur.Seorang diri, Brandi menemui Bos Syamsudin yang kini tengah menatapnya tanpa kedip.Mereka saling adu pandangan tajam, Brandi dan auranya yang dingin karena hasil tempaan di Akmil nyatanya mampu membuat nyali Bos Syamsudin sedikit ciut. Meski dengan penampilannya yang sederhana, hanya mengenakan kaos dan jeans, juga rambut cepak… aura kesatria Brandi masih terlihat.“Kamu minta waktu sampai lulus Akmil?” Bos Syamsudin tertawa keras. “2 tahun, kamu kira itu waktu yang singkat?!” sungut bos Syamsudin sambil menatap kesal wajah Brandi.“Aku masih pendidikan Om, tak mungkin cari uang.” Brandi menyebutkan alasannya. “Aku belum ada gaji, karena belum dinas di kesatuan!”“Itu urusan kamu, aku hanya ingin uangku berikut bunganya kembali.” Om Syamsudin mendengus. “Kuberi waktu seminggu lagi dari sekarang, kalau kamu tak sanggup lunasi hutang ibumu, k
“Tolong lepaskan Rebecca dia tak tahu apa-apa dengan masalah kita,” Bryan mencoba bernego, sambil menahan kemarahan di hatinya.“Enak saja, sebelum kamu bersedia ikut denganku lagi, tak bakal aku lepaskan,” dengus tante Weni dengan wajah marah.“Tapi buat apa kamu menahannya? Ingat hilangnya kami berdua di lokasi syuting, pasti bikin heboh dan kalian semua bakalan di cari-cari polisi.”Bryan coba menakuti tante Weni, wanita cantik sampai terdiam seakan memikirkan ucapan Bryan barusan.Apa yang Bryan katakan tidak membual, lokasi syuting film Santri Pekok geger bukan main, gara-gara kehilangan dua pemeran utamanya.Sang sutradara yang mirip Mami Latini gayanya yang agak ngondek, mencak-mencak tak karuan pada seluruh kru. Sudah 3,5 jam lebih Bryan dan Rebecca tak kelihatan batang hidungnya.Hilangnya dua pemeran utama di filmnya membuat syuting hari ini berantakan.Tapi dia langsung terkejut, saat ada kru yang mengaku melihat Bryan dan Rebecca di bawa orang tak di kenal alias OTK ke dal
Melihat kedekatan Bryan dan Rebecca, dengan cerdik di manfaatkan Mami Latini sengaja bikin gosip panas, kalau kedua artisnya ada skandal cinta…biasa untuk naikan rating!!!“Bryan kita cari kelapa muda yuks, mumpung lagi rehat nih,” ajak Rebecca, saat mereka kembali istirahat syuting di panas yang menggantang saat ini.Bryan mengiyakan. ‘Heii jangan jauh-jauh yaa kita hanya istirahat 1,5 jam, ntar si bos sutradara ngamuk!” keduanya di tegur sang astrada alias asisten sutradar, Bryan dan Rebecca angkat jempol.Mami Latini malah diam-diam memoto kedua artisnya ini dan dia sengaja kirimkan ke media sosialnya.Bahkan saat melihat Bryan dan Rebecca duduk saling mepet, makin senanglah si ngondek ini.“Yakin dah eike, ni film bakalan meleduk kayak kompor gas kelak dan eike akan dapat bonus dobel, Rebecca kan sedan naik daun, si Bryan model yang juga naik daun, klop dehhh ahhh!” gumam Mami Latini terkekeh sendiri.Tanpa Mami Latini sadari, tanpa dia bikin gosip pun, kedua artisnya akan viral
Hari ini Bryan akan berangkat syuting film di Pelabuhan Ratu, dia berencana akan naik mobil sendiri ke sana.Bryan setuju main film bertema remaja tersebut dan kontrak 200 juta, plus kelak bonus akan ia dapatkan kalau film ini bomming di bioskop.Dia juga sudah latihan akting hampir 1,5 bulanan dan dikatakan pelatih aktingnya, Byan punya bakat alami sebagai bintang film.Ingat akan syuting dengan lawan mainnya, Bryan senyum sendiri, lawan mainnya seorang artis muda yang suka berpenampilan seksoi.“Hmm…Rebecca Alona, seingatku dia itu memiliki gadun, tak beda jauh dengan Rose. Ahh sudahlah, itu urusan mereka yang ingin hidup enak dengan cara instan. Tapi apa bedanya dengan aku dulu…!” batin Bryan, lalu tertawa sendiri dan kini dia sudah di lobby apartemen.Bulan depan Bryan berencana pindah ke apartemen milik Riona..!Sesuai kontrak yang ia tanda tangani dengan perusahaan susu formula, ia tak dapat lagi fasilitas apartemen.“Mas Bryan kan? Ini kunci mobil, katanya mas bos mulai kini mo
Ada dua satpam berjaga di depan pagar rumah mewah ini, saat Topan buka kaca mobil, dua satpam ini tergopoh-gopoh buka pagar besar dan tinggi ini, sambil beri hormat ke Topan.“Bang, mampir dulu yaa, sekalian aku mau ganti uang Abang, mami melarang aku bawa duit banyak soalnya, katanya belum cukup umur, padahal minggu depan aku sudah 17 tahun loh, pacaran ajah di larang!”Tanpa sungkan Topan curhat, hingga Bryan senyum saja mendengarnya.“Nggak usah di ganti Topan!” tolak Bryan“Oh yaa…oke dehh! Tapi mampir dulu ya Bang, kenalan sama mami. Nah loh, tumben papa ada di rumah, ada mobilnya tuh.”Topan menunjuk sebuah mobil SUV mewah bongsor yang berplat dinas kepolisian dengan tanda bintang 2.Bryan pun mengangguk dan tak keberatan singgah. ketika melirik ke halaman rumah yang luas ini, Bryan hela nafas kagum, ada 10 buah mobil berjejer dan semuanya kelas premium.“Jangan heran ya Bang, di garasi masih ada 35 buah mobil lainnya, astaga mobil Abang penyok dikit gara-gara aku. Ganti Bang, am
Empat orang pelajar lain yang melihat rekannya terkapar pingsan langsung memburu Bryan dan bermaksud ingin serang Bryan.Tapi langsung berbalik dan kabur, saat Bryan ambil senjata salah satu rekan mereka dan sengaja menghadangnya.Namun mereka kocar-kacir, saat puluhan polisi kini gantian mengejar mereka, ada 2 orang yang tertangkap, dua orang lainnya lolos.Si pelajar yang terluka ini sampai melongo melihat aksi Bryan barusan. Bryan lalu bantu si pelajar yang terluka tadi dan memasukannya ke mobil.“Ku antar kamu ke rumah sakit atau klinik, untuk obati luka-lukamu itu!” mobil pun berlalu dan Bryan tak peduli lagi dengan nasib ke 3 pelajar yang ia sikat tadi.“Siapa namamu dek, aku Bryan!” sambil bantu masuk ke moblnya.Bryan kagum juga, remaja ini sangat tampan, tubuhnya juga jangkung, tak beda jauh dengan dirinya.“Namaku Topan Bang, tadinya perkelahian seimbang, tapi aku terpaksa kabur, teman mereka berdatangan, sedangkan aku sendiri,” aku Topan.“Kenapa mereka keroyok kamu?” tanya
Mami Latini yang sempat ketar-ketir kini lega, Bryan mau tanda tangan untuk perpanjangan kontrak hingga 2 tahunan lagi sebagai brand ambassador susu formula.“Tau nggak, ye udah meningkatkan penjualan hingga 45 persen lohh, ye bawa untung buat perusahaan. Baru ye satu-satunya model yang sampai di kontrak lagi hingga 2 tahun loh,” cetus Mami Latini sumringah, karena dia pun bakal kecipratan komisi.Kini topik beralih lagi ke soal lain, yang tak jauh-jauh dari pekerjaan Bryan.“Main film…? Aku nggak punya basic acting!” cetus Bryan kaget, saat Mami Latini sebut ada produser film yang ingin jadikan Bryan bintang utama di sebuah produksinya.“Aaah serahkan sama eike, ada pelatih akting yang bakal latih ye, kontraknya mayan loh, ye di bayar 200 juta, padahal ye belon pernah main film. Kalau filmnya meleduk, bonus besar menanti, giminong?”“Terserah kamu deh, aku mo ke dealer, mo beli mobil,” cetus Bryan cuek.“Ciee…yang udah tajirrr, beli mobil nekkkk, ih mobil second apa baru nih!” kepo la
“Ayoo tidur, nggak usah mikir aneh-aneh, aku ini kakakmu,” bisik Riona, lalu mengecup dahi Bryan, bahkan menowel hidung mancung pemuda ini.Riona lalu memunggungi Bryan. Bryan kaget lalu tertawa dan kini gantian menarik selimut lalu menutupi tubuh Riona.Diam-diam Bryan memandang kepala Riona dan terlihat leher jenjangnya yang putih bersih ini. Hatinya mulai tergetar, aslinya Bryan belum pernah jatuh cinta.Sejak jadi simpanan tante Weni, dia dilarang dekat dengan siapapun. Kini etah kenapa, dewa amor mulia datang...tapi, Riona adalah...mantan anak tiri ibunya!Bryan pun menghela nafas panjang, tanpa sadar helaan nafasnya itu terdengar Riona dan wanita jelita ini senyum di kulum. Mereka pun benar-benar tidur nyenyak sampai pagi dan kini keduanya asyik ngopi bersama di kamar bertipe suite ini.“Jadi kamu akan balik dulu ke Jakarta?” Riona menatap wajah tampan Bryan yang kini terlihat mulai tumbuh brewoknya.Riona aslinya maunya terus bersama dengan pemuda ini, Bryan langsung mengangguk
“Kalau kamu melanggar pantangan ini, resikonya…kamu tewas di bunuh orang!” cetus kakek Bahran dan Bryan nyatakan…sanggup, patuhi larangan ini!Ucapan sanggup Bryan anehnya bikin senyum Riona makin sumringah, entah apa yang dipikirkan janda jelita ini.Tepat pukul 00.00…prosesi mandi kebal bacok pun dilakukan di teras belakang rumah si kakek ini. Riona di perbolehkan melihat.Riona terlebih Bryan sampai merinding juga, saat kakek Bahran mencabut golok khas Kalimantan yang di sebut mandau.Mandau ini sangat tajam dan tanpa banyak basa-basi, setelah tadi dimandikan dan minum sebutir pil berbentuk hitam kehijauan dengan pisang emas.Punggung Bryan di rajah dengan…mandau tajam tersebut, Riona sampai ngilu sendiri melihat punggung kokoh dan putih Bryan di rajah dengan ujung mandau ini.Anehnya Bryan merasakan punggungnya seperti di garuk saja, tidak luka sama sekali.“Nahh…selesailah sudah, kita kembali ke kamar depan itu, kenakan pakaian, agar tak masuk angin,” kata kakek Bahran, yang kemud
Paman Alui terlihat mengingat-ingat nama seseorang, tapi faktor usia membuatnya lupa siapa teman dekat Bu Nat saat masih aktif ngajar di SMU itu.“Aku belum ingat mas Bryan! Gini saja, kelak kalau ingat, aku hubungi mas via telpon yaa!” Mau tak mau Bryan pun pulang dengan kecewa dan dia minta sopir mobil carterannya menuju ke sebuah hotel bintang 4 yang ada di kota ini.Bryan menganut falsafah selama ada uang, buat apa kikir dengan diri sendiri, sehingga dia menuju ke hotel mewah satu-satunya di kota ini.Malamnya…!“Ka Riona, ada acara apa di hotel ini?” Bryan langsung menegur si cantik yang malam ini tampil beda dengan blazer hitamnya.“Aku baru bertemu seorang pengacara dan timnya. Kamu nginap di Hotel Audrey ini yaa?”“Betul ka Riona…!Lalu tanpa ragu ia pun cerita kalau Paman Alui belum bisa mengingat siapa teman dekat ibunya.“Yo wess sabar dulu, terus apa rencana kamu sekarang?” Riona menatap Bryan. Bryan pun tak ragu sebutkan tujuannya lagi ke sini, yakni isi tubuh untuk jaga