Saga yang ingin beranjak pergi tidak sengaja melihat telapak tangan wanita tua yang sedikit terbuka, sebuah kertas berwarna putih sangat menarik perhatian Saga, merasa penasaran kertas apa yang dipegang oleh wanita tua Saga memutuskan membuka telapak tangan wanita tua dan mengambil kertasnya."Maaf aku mengambilnya," ucap Saga.Saga langsung membuka kertas yang baru saja di ambilnya, mata Saga menyusuri setiap kata yang tertulis dengan jelas di sana dan memang untuknya."Pastikan kamu sembuh total lalu datanglah ke rumah lamaku, ambil sebuah kotak yang aku simpan di bawah tempat tidurku."Selesai membaca Saga menyimpan kertas ke dalam bajunya, Siun yang melihat Saga habis membaca sesuatu merasa sangat penasaran."Apa isinya?" Tanya Siun."Itu bukan urusanmu," ucap Saga.Saga berjalan keluar meninggalkan Siun, wanita tua sangat banyak membantunya Saga yang pergi langsung membuat lubang di belakang rumah nya untuk menguburkan wanita tua.Selesai menguburkan wanita tua Saga kembali membu
Saga yang sudah merasa pulih kembali membantu anggotanya, para anggota sekte iblis yang kini tidak memiliki kekuatan berhasil berkultivasi bahkan sebagian sudah berada ditingkat menengah.Saga tidak memungkiri semua berkat Nim dan rekannya yang membantu, jika bukan karena bantuan mereka Saga yakin perkembangan anggotanya tidak secepat saat ini."Ketua," panggil Hel yang berjalan menghampiri Saga."Sudah aku bilang panggil saja nama ku," ucap Saga."Tidak bisa, kami selamat berkat kamu dan kami sampai berhasil berkultivasi juga karenamu yang menyediakan batu jiwa," sahut Hel."Terserah kamu saja. Bagaimana apa semua sudah berhasil?" Tanya Saga"Semua sudah berada ditingkat menengah," ucap Hel."Baguslah, tetap semangat aku yakin kalian bisa menerobos setiap tingkat," sahut Saga."Terima kasih Ketua," ucap Hel menundukkan kepalanya.Saga berjalan pergi meninggalkan Hel sambil memperhatikan anggota lainnya, Saga baru sadar ternyata bekas aura kekuatan iblis ditubuh anggotanya sudah tidak
Setelah bertarung dengan Nim Saga merasa tubuhnya jauh lebih baik, Saga juga bisa merasakan kalau kekuatan iblisnya yang sudah menghilang setengah.Satu hari berlalu setelah dirinya merasa pulih kembali, Saga masih menunggu Fan yang belum kelihatan batang hidungnya, Saga berpikir mungkin saja Fan sengaja tidak datang untuk mengingkari janjinya."Sial, kalau begitu aku akan mencarinya sampai ke ujung dunia sekalipun," ucap Saga sambil mengepalkan tangannya."Tidak perlu, aku sudah berada di sini. Untuk apa susah-susah mencari ku sampai ke ujung dunia," sahut Fan yang tiba-tiba muncul.Saga menatap tajam Fan yang lagi-lagi duduk di jendelanya, Fan selalu muncul di jendelanya mungkinkah ada pintu teleportasi di jendelanya pikirnya."Aku tidak apa yang kamu pikirkan, tenang saja aku hanya suka duduk di sini," ucap Fan."Sebelum itu aku ingin mengatakan kalau kamu tidak perlu membaca pikiranku, aku akan menjelaskan semua padamu," sambung Fan."Kalau penjelasan aku yakin itu tidak lengkap d
Perkataan Fan yang ingin membantunya membuat Saga sedikit lebih lega, beberapa hari terakhir Saga fokus melatih anggotanya yang satu persatu menerobos tingkat sampai semua berada di tahap pengendali diri hampir semua sudah siap menerobos ke tingkat pemurnian Qi.Melihat anggotanya yang berhasil berkultivasi Saga ikut merasa senang, akhirnya mulai saat ini mereka semua memiliki kekuatan untuk melindungi diri sendiri."Terima kasih Ketua, jika bukan karena Ketua kami tidak akan bisa berkultivasi," ucap semua kelompok serentak sambil menundukkan kepalanya."Seharusnya kalian bukan berterima kasih padaku, mereka yang membantu kalian juga berhak menerima ucapan itu," sahut Saga."Kami ucapkan terima kasih, berkat kalian kami juga bisa sampai seperti saat ini," ucap semua kembali serentak.Nim dan temannya hanya tersenyum mendengar ucapan dari anggota Saga, mereka senang bisa membantu orang lain mereka juga tidak berharap mendapatkan ucapan terima kasih."Kalian sudah berlatih sangat keras,
Saga yang sudah bersiap sedari pagi bergegas ke perbatasan, sampai di sana semua orang terlihat sangat sibuk membersihkan, Saga juga melihat Nim dan Siun yang membantu anggotanya."Apa kita pergi sekarang?" Tanya Nim."Terserah, itu jika kamu tidak sibuk," ucap Saga."Tenang saja semua sudah selesai," sahut Nim sambil tersenyum.Saga memutar badannya pergi meninggalkan Nim, Saga berpikir lebih baik jika dirinya menjaga jarak dari wanita-wanita merepotkan seperti Nim dan Siun.Melihat Saga tidak seperti biasanya Nim bergegas menyusul, Nim sedikit bingung melihat ekspresi Saga yang seperti sedang menghindarinya."Tunggu," panggil Siun.Tanpa menoleh Saga terus berjalan, Nim terpaksa menghentikan langkahnya dan berjalan ke arah Siun yang membawa sesuatu di tangannya."Ada apa dengannya?" Tanya Siun."Aku sendiri tidak tahu, dia juga seperti menghindari ku. Ini bekal untuk kami bukan? Kalau begitu biar aku saja yang membawanya," ucap Nim."Hemmm, aku titip salam pada Paman guru," sahut Si
Saga yang sudah mengerti bangkit dari tempat duduknya, Saga ingin segera kembali ke kamarnya menunggu pagi hari datang untuk bertemu dengan ayah Nim.Baru beberapa langkah Saga kembali merasa tubuhnya menjadi lemas, padahal kekuatan iblisnya baru menghilang beberapa hari lalu, kenapa sekarang sudah mau menghilang lagi pikir Saga.Ayah Nim menatap Saga yang terdiam tidak melanjutkan langkahnya, mata ayah Nim memperhatikan kaki Saga yang bergetar tidak seperti sebelumnya, dirinya tahu apa yang terjadi pada Saga karena dirinya pernah melihat seseorang yang dikenalnya juga seperti itu."Kenapa kamu tidak duduk saja dan membiarkan semua keluar dengan sendirinya," ucap ayah Nim."Apa yang kamu tahu pak tua? Jika aku hanya diam rasa sakit ini akan semakin lama," sahut Saga."Kalau begitu apa kamu mau mencoba melawan ku?" Tanya ayah Nim."Apa boleh," ucap Saga."Tentu saja," Sahut Ayah Nim.Karena tubuhnya baru saja menjadi sedikit lemas Saga bergegas mengeluarkan kekuatan penuhnya, Saga memi
Selesai makan Saga diminta ayah Nim untuk mengikutinya, Saga mengikuti ayah Nim masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar, hampir di semua lemari berisi buku-buku dan kitab jurus ayah Nim berpikir mungkin saja yang mereka butuhkan ada di perpustakaannya."Apa ini perpustakaan?" Tanya Saga."Benar, ini adalah perpustakaan perguruan Awan biru, memang tidak sebesar seperti milik perguruan lainnya," ucap ayah Nim."Aku sengaja membawamu kemari siapa tau nantinya kita membutuhkan buku," sambung ayah Nim."Kalau begitu aku akan membukanya sekarang," sahut Saga.Saga yang sudah mengeluarkan kotak emas bergegas membukanya, satu persatu yang ada di dalam kotak dikeluarkan oleh Saga dan ditaruh di atas meja.Ayah Nim menatap semua yang ada di depannya, buku hitam adalah buku khusus yang sudah lama tidak ada, tinta hitam dan benda-benda kecil yang dikeluarkan oleh Saga semakin membuatnya terdiam."Apa kamu tau ini apa?" Tanya Saga."Buku hitam ini buku kematian yang sudah menghilang sejak lama, s
Rasa sakit yang dirasakan Saga baru terasa setelah benda-benda perantara miliknya habis, Sambaran demi Sambaran halilintar hanya bisa ditahan sebisanya oleh Saga.Saga tidak yakin dirinya tidak mati jika seperti itu terus, apalagi saat ini dirinya sepenuhnya tidak memiliki kekuatan iblis yang hanya bisa mati di pedang suci.Jheeeeeeeeddaaaaar.Jheeeeeeeeeeddaaaaaar.Halilintar yang menyambar Saga semakin besar, Saga sudah merasa tidak kuat lagi menahan, ternyata ini alasan buku dan pena bernama kematian seperti yang saat ini sedang dirasakan olehnya, rasa sakitnya semakin lama membuatnya hampir mati pikir Saga.Ditengah kesakitan yang dirasakannya dalam kegelapan Saga merasakan seseorang sedang memegang tangannya. Saga tidak bisa melihat siapa orang itu, setelah ada yang memegang tangannya Saga tidak lagi merasakan sakit, halilintar juga tidak menyambarnya.Dari jauh Saga melihat cahaya putih kecil, semakin lama cahaya bertambah besar dan perlahan mendekat. Saga seketika membuka matan
Saga meminta semua masuk ke dalam, kebetulan ada yang mau ditanyakan olehnya, baru berjalan beberapa langkah Ketua Pe menghentikan Saga, Ketua Pe dan lainnya sudah memutuskan untuk pulang dari semalam, terlalu lama pergi tidak bagus bagi mereka meninggalkan anggota keluarga dan perguruan mereka."Apa kalian serius ingin pergi?" Tanya Saga mencoba memastikan."Mau bagaimana lagi kita beda dunia, tidak mungkin bagi kami tetap di sini," ucap Qu Wi."Baiklah, aku tidak akan memaksa kalian untuk tinggal lebih lama. terima kasih sudah banyak membantuku," sahut Saga."Tidak perlu berterima kasih, kami juga senang sudah membantu mu," ucap Raran."Jika ada kesempatan datanglah ke dunia bebas kami akan selalu menerima mu," sahut Tetua Zum.Saga hanya tersenyum mendengar ucapan Tetua Zum, untuk ke dunia tanpa batas entah dirinya memiliki kesempatan atau tidak untuk pergi ke sana lagipula di dunianya sendiri Saga memiliki tanggungan.Tanpa meminta persetujuan Qu Wi dan Raran langsung memeluk Saga
Kreeeeetttaaaak.Kreeeeettaaaaaak.Saga yang baru bangun tidur merasa tubuhnya kembali pulih, semalaman Saga tertidur sangat pulas bahkan Tamra sama sekali tidak bangun sejak tertidur.Saga menatap Tamra yang baru membuka mata dan menatap ke arahnya, aura bayi itu terlihat berbeda dari hari sebelumnya pertanda Tamra sudah mulai menyerap energi yang ada di sekitarnya.Saga menganggukkan kepala tidak heran ternyata bayi yang menjadi anak angkatnya benar-benar sangat berbakat, walau begitu bayi yang masih kecil tetap membutuhkan susu untuk pertumbuhannya, tidak bagus jika bayi hanya menyerap energi untuk mengenyangkan tubuhnya.Sambil menunggu kedatangan Ajer Saga tiba-tiba teringat sesuatu, Saga baru ingat kalau kemarin dirinya meminta orang-orang yang ingin bertemu dengannya untuk menunggu sampai dirinya terbangun."Hem, sudahlah mungkin mereka sudah pergi," ucap Saga.Tap, tap, tap.Langkah kaki Ajer terdengar semakin mendekat, setelah pintu dibuka Ajer masuk ke dalam membawa susu yan
Sesampainya di rumah Saga memandikan sang bayi yang sedari tadi di sama sekali tidak menangis, sang bayi berbeda dari bayi pada umumnya yang biasanya akan sering menangis jika haus.Melihat bayi hanya diam menatapnya terus menerus Saga merasa sedikit keheranan, Saga belum pernah merawat bayi dirinya tidak tau apa yang harus dilakukannya untuk sang bayi agar mau tidur.Tap, tap, tap.Ajer yang sebelumnya melihat Saga membawa bayi bergegas ke kota terdekat, Ajer membeli susu untuk bayi karena tau Saga pasti tidak terpikirkan tentang itu."Aku membawakan susu untu bayi mu," ucap Ajer yang baru saja kembali."Bagaimana bisa aku lupa kalau bayi masih harus minum susu," sahut Saga menggelengkan kepalanya."Untung saja kamu membelinya," sambung Saga.Saga mengambil susu yang diberikan oleh Ajer, sang bayi meminum susu dengan lahap seperti memang sedang kehausan.Selesai meminum susu sang bayi masih menatap ke arah Saga, sang bayi masih menginginkan sesuatu dari Saga itu sebabnya sang bayi te
Tetua Rag menatap bayi yang diberikan wanita tua padanya, bayi itu adalah anak Saga Tetua Rag tidak menyangka Sgaa sudah memiliki anak bayi disela melakukan perjalanan."Kalau begitu aku pergi dulu, akan aku tanyakan semua padanya," ucap Tetua Rag yang langsung menghilang."Tunggu."Wai Yan yang ingin menghentikan Tetua Rag terlambat, Tetua Rag sudah pergi menghilang membawa sang bayi, padahal Wai Yang baru mau menjelaskan tentang asal usul bayi itu.Tetua Ragg yang berhasil membuka portal memeluk sang bayi dengan sangat erat, bayi yang dibawanya adalah anak Saga jika terjadi sesuatu dirinya tidak akan berani menanggung resikonya.Sesampainya Tetua Rag semu terkejut melihat apa yang ada di tangannya, Raran berpikir kalau Tetua Rag menculik bayi dari benua Dasar dan membawanya pergi."Kamu berani menculik bayi dari benua dasar, apa kamu tidak takut tidak bisa kembali ke dunia bebas," ucap Raran."Diamlah, bukan aku yang seharusnya menjelaskan, kita minta saja Saga menjelaskan," sahut T
Semua anak-anak menatap Saga yang baru datang, mereka menebak-nebak apa orang itu yang mereka tunggu kedatangannya.Dari tatapan anak-anak Saga bisa melihat mereka semua yang sudah tidak sabar ingin kembali pulang, Saga. berjalan ke depan ratusan anak-anak di depannya dan membaca ingatan masing-masing dengan cepat.Hanya membutuhkan waktu beberapa menit Saga sudah bisa melihat dari mana mereka semua berasal, Saga membagi mereka semua berdasarkan tempat yang akan mereka tuju agar lebih cepat kembali pulang."Mereka dari benua dasar, mereka dari benua Alstar, mereka dari benua bahga, mereka dari benua cnaya, mereka dari benua paga, mereka dari benua satuan," ucap Saga sambil menunjuk anak-anak yang sudah dipisahkan.Tetua Zum dan Tetua Rag yang sudah selesai memulihkan diri menghampiri Saga, mereka juga ingin mengambil bagian untuk mengantar anak-anak kembali pulang."Baiklah, kita berenam sama-sama mengambil satu bagian mengantarkan mereka pulang, aku akan mengantar anak-anak benua Als
Pusaran api sama sekali tidak bisa melukai Saga yang dilindungi jubah emasnya, Yai yang tidak ingin menyerah terus mengeluarkan semua kekuatannya untuk menyerang Saga tanpa henti.Setelah menyerang cukup lama Yai terdiam sejenak, Yai berpikir keras bagaimana caranya agar Saga terlepas dari jubah emasnya dan dirinya bisa langsung membunuhnya.Sesuatu tiba-tiba terlintas di pikiran Yai, jubah emas adalah jubah pertahanan bagaimanapun caranya dirinya harus bisa membuat Saga melepaskan jubah emas itu."Hahahahaha," Yai tertawa sangat keras sambil menatap Saga yang berada di tengah pusaran apinya.Indera pendengaran Saga yang sangat tajam bisa mendengar jelas Yai yang sedang tertawa walau suara pusaran yang terus mengelilinginya terdengar sangat keras, Saga tidak mengerti kenapa Yai tiba-tiba tertawa setelah gagal menyerangnya berulangkali."Aku lupa memberitahu sesuatu," ucap Yai yang langsung menghentikan pusaran apinya."Apa kamu tidak penasaran di mana Naga mu saat ini dan bagaimana ke
Melihat Qu Wi memeluknya Saga hanya diam, Saga memang tidak tau apa yang sudah terjadi padanya tadi tapi setelah membaca pikiran Qu Wi Ash tiba-tiba tersenyum penuh syukur.Saga sendiri tidak percaya kalau dirinya menghadapi semua itu, terbang ke atas berulang kali dengan ekspresi wajah kesakitan, serta Halilintar yang menyambarnya tanpa henti membuat Saga tidak heran Qu Wi mengkhawatirkannya."Saat ini aku sudah baik-baik saja, kamu bisa kembali tunggu aku di sana," ucap Saga."Tidak bisakah aku di sini untuk membantumu," sahut Qu Wi."Tidak, karena ini pertarungan hidup dan mati jika kamu ikut itu akan membahayakan nyawamu," ucap Saga."Baiklah, aku akan mempercayakan semua padamu, segeralah kembali kami menunggumu," sahut Qu Wi.Saga hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap Qu Wi yang baru saja menghilang, sudut mata Saga tiba-tiba melirik ke arah Yai yang baru saja tiba dan saat ini berada tidak jauh darinya."Hahahaha, akhirnya kita bertemu lagi, sangat disayangkan aku harus
Qu Wi yang membawa Saga menghilang berpindah di suatu tempat, Qu Wi bergegas menurunkan Saga yang saat ini terluka sangat parah, tepat setelah Di turunkan Saga menatap tajam ke arah Qu Wi."Kenapa? Kenapa kamu membawaku pergi!" Teriak Saga."Jadi kamu mau tetap di sana dan mati di tangan wanita itu?" Tanya Qu Wi."Itu bukan urusanmu jika aku mati, setidaknya aku mati setelah bertarung sampai akhir," ucap Saga."Tidak, aku tidak akan membiarkan itu terjadi jika kamu mati bagaimana nasib muridmu, bagaimana cara ku dan yang lain menjelaskannya belum lagi jika kamu mati siapa yang akan membunuh wanita itu," sahut Qu Wi."Memangnya setelah kamu membawaku pergi apa yang bisa di dapat, kenyataannya aku tetap tidak akan bisa menang darinya karena dia lebih kuat dariku," ucap Saga."Saga yang aku kenal tidak akan mudah menyerah, aku mau kamu tetap seperti itu ingat masih ada cara untuk mu juga menjadi sekuat dia bahkan melebihinya," sahut Qu Wi."Jika kamu ingin aku berkultivasi ganda dengan Y
Treeeeng, treeeeeeng, treeeeeeeng.Suara adu pedang terdengar sangat keras setelah Saga dan Yai sama-sama menerbangkan pedangnya. Saga langsung menghilang berpindah ke belakang Yai melayangkan pukulan kekuatan Naga di kedua tangannya.Bruuuuuuuuuuaaaaaaak.Pukulan keras Saga berhasil membuat Luai terlempar, walau berhasil mengenai Yai pukulan Saga hanya membuatnya terluka sedikit tidak parah."Ayolah, apa hanya ini yang kamu miliki," ucap Yai sambil mengusap darah di sudut bibirnya.Tak menjawab ucapan Yai Saga kembali menghilang, Saga memukul berulang-ulang mencoba membuat pertahanan Yai melemah.Serangan yang sama tak berhasil membuat Yai terluka dua kali, Yai memasang beberapa pelindung agar serangan Saga tidak bisa mengenainya.Bruuuuuuuuuuuuaaaaaak.Yai mengambil kesempatan menyerang balik Saga yang hanya fokus menyerangnya, satu serangannya berhasil membuat Saga terlempar sama seperti dirinya sebelumnya.Saga bangkit berdiri bersiap menyerang Yai kembali, tapi kali ini Saga memu