Share

Bab 446

Author: Gunung Api
Setelah selesai membalut luka Kelven, Delis berdiri dan pergi ke dapur untuk memasak, tetapi dia melihat Peter sudah mulai memasak.

Delis ingin mengusirnya, tetapi ucapannya tercekat di tenggorokannya.

Lupakan sajalah.

Jika dia suka memasak, biarkan saja dia memasak.

Saat melihat pria di depannya, Delis mengingatkannya,

“Kalau kamu masih mau mempertahankan kakimu, lebih baik duduk saja.”

Kelven tersenyum lembut dan menjawab dengan patuh,

“Iya, aku duduk manis di sini saja.”

Selama Delis tidak mengusirnya, dirinya akan sangat patuh.

Melihat tatapan lembut dari Delis, membuatnya semakin terpesona.

Namun, Delis tidak lagi memerhatikannya dan langsung masuk ke dalam kamar.

Tidak heran tidak ada suara pergerakan putrinya begitu lama sendirian di dalam kamar, rupanya tertidur.

Delis pergi duduk di samping kasur dan diam-diam memikirkan hubungannya dengan Kelven.

Peter menyiapkan empat hidangan dan satu sup yang disusun rapi di meja makan. Kemudian dia pergi ke kamar untuk memanggil Delis u
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 447

    “Aku nggak memintamu untuk kembali atau pun mempersulitmu, tapi aku hanya ingin melindungi kamu dan Luna.”“Kalau kamu merasa terganggu, aku akan datang memasak saat kamu nggak berada di rumah. Setelah memasak, aku akan pergi, kamu pasti nggak akan melihatku.”“Apakah itu maksudku?”Delis memuramkan wajahnya lagi dan melanjutkan, “Maksudku adalah jangan pernah muncul dalam hidupku lagi, jangan biarkan hidupku ada jejak dari kalian.”Melihat adiknya marah, Peter memilih untuk diam.Dia menundukkan kepala dan tidak berbicara.Meskipun dirinya adalah seorang pria dewasa yang tinggi, dirinya terlihat seperti anak kecil yang ditegur dan terlihat agak kasihan.Delis melanjutkan makannya.Tidak jauh dari sana, Kelven juga diam dengan kepala tertunduk duduk di sofa.Jika bahkan kakak kandung juga diperlakukan seperti itu, apa lagi mantan suaminya.Jadi, dirinya harus lebih hati-hati ke depannya, tidak boleh membuat wanita itu marah.Jika wanita itu sudah marah, kata-kata yang dikeluarkan sanga

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 448

    Mendengar ucapan Kelven, Peter baru perlahan-lahan berdiri. Dia tidak memedulikan Kelven dan berbalik ke dapur untuk membersihkan mangkuk dan alat makan.Melihat Peter tidak meladeninya, Kelven menoleh dan berkata, “Untuk apa kamu bersihkan? Aku masih belum makan. Berikan aku semangkuk nasi.”Peter terdiam sejenak, kemudian menoleh untuk melihatnya.Wajah tampannya terlihat dingin dan tidak senang, terlihat jelas tidak mau.Kelven mengangkat alisnya dan berkata dengan lembut, “Ayola, berikan aku semangkuk mati, nanti aku akan berusaha memberikan kesan baikmu di depan Delis.”Tak disangka, Peter benar-benar mengambilkan nasi dan lauk, lalu membawanya ke sana.Kelven menerimanya dengan senang hati. “Terima kasih ya.”Peter duduk di sampingnya dan bertanya, “Apa maksudnya kerja sama yang kamu bilang tadi?”Sambil makan, Kelven menjawab,“Sebenarnya, untuk meredakan kekesalan yang dirasakan Delis, itu nggak bisa dilakukan dalam semalam.”“Lalu?” tanya Peter“Kita harus melakukannya secar

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 449

    Usai bicara, Kelven ingin berdiri.Namun, setiap gerakannya membuat kakinya terasa sangat sakit.Dia menahan rasa sakitnya dan wajahnya menjadi memerah.Luna langsung menarik tangannya. “Paman, jangan bergerak kalau kakimu sakit, lalu ada apa dengan wajahmu?”“Kenapa bisa terluka? Apakah itu sakit?”“Paman, dekatkan dirimu sedikit, Luna akan meniupnya, biar nggak sakit lagi.”Luna berusaha berjinjit untuk mendekat ke wajah tampan Kelven.Demi mengikuti anak itu, Kelven membungkuk mendekatinya.Saat napas hangat anaknya mengenai wajahnya, Kelven merasa sesak di dada dan tidak bisa menahan air matanya.Kelven menggendong anaknya dan membiarkannya duduk di atas kakinya yang tidak sakit, lalu dengan suara serak, dia berkata,“Luna, mulai sekarang panggil aku papi, ya? Aku adalah papimu.”Luna menggembungkan pipinya dan mengedipkan mata besarnya yang bersinar.“Paman tampan adalah papiku?”“Iya, mulai sekarang Luna memanggilku papi, ya?”“Hm~”Luna menggelengkan kepalanya dengan enggan ber

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 450

    Melihat Delis menelepon Mudi, Kelven sibuk memberi isyarat dengan suara di samping, “Ehem, ehem ehem, ehemm … “Belum sempat Delis berbicara dengan Mudi, dia melihat dengan dingin ke arah pria yang terus-menerus berpura-pura batuk.“Ada apa denganmu? Batuk terus.”Wajah tampan Kelven menjadi serius dan sengaja meningkatkan nada suaranya, “Aku baik-baik saja, nggak perlu ke rumah sakit.”Kata-kata ini adalah untuk didengar Mudi.Delis tidak memedulikannya dan berbicara pada orang di telepon, “Datanglah ke sini dan bawa bosmu pergi, jangan sampai dia mati di sini.”Bagaimana mungkin Mudi tidak mendengar perkataan bosnya. Jadi, dia meminta maaf, “Maaf Nona Delis, aku sedang perjalanan dinas di luar kota.”“Yasudah, aku akan memanggil ambulans.”Usai menutup telepon, Delis langsung menelepon ambulans.Melihat tidak bisa menghentikannya, Kelven langsung melihat ke arah anak di sampingnya.“Luna, papi nggak rela berpisah denganmu. Tolong bilang sama mami untuk nggak mengusir papi pergi, y

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 451

    Delis tidak bertanya padanya, langsung berjalan ke dapur dan melihat sarapan yang sudah disiapkan di meja makan, tiba-tiba langkahnya terhenti.Tanpa perlu berpikir, pasti Peter yang menyiapkannya.Delis tidak sungkan, dia duduk dan makan sambil mengingatkan Kelven di sebelahnya, “Karena kamu nggak ada kerjaan, setelah Luna bangun, mandikan dia dan antar dia ke sekolah. Aku sudah mau pergi bekerja.”Ada seseorang yang menjaga anaknya, dirinya bisa fokus bekerja di luar.Kelven segera menjawab, “Tenang saja istriku, aku pasti akan menyelesaikan tugasku.”Mendengar kata istriku, Delis hampir saja muntah.Dia menatap pria itu dan berkata, “Kelven, nggak tahu malu sekali kamu?”“Kamu nggak suka aku memanggilmu istriku?”“Pergi kamu.”“Kalau begitu aku panggil kamu Delis saja. Bekerjalah dengan tenang, aku akan menjaga anak kita dengan baik.”Delis benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan pria ini. Karena terburu-buru, setelah makan, dia langsung pergi.Beberapa hari berikutn

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 452

    Delis dan Wiliam pergi ke sebuah restoran untuk duduk, makan dan sambil berbincang.Mereka duduk berjam-jam lamanya.Mereka berbicara banyak.Hingga pukul sepuluh malam, ponsel Delis berdering.Delis langsung menjawab di depan Wiliam. Di dalam ponsel, terdengar suara putrinya yang lembut, “Mami, apa yang sedang kamu lakukan hari ini? Mengapa masih belum pulang? Luna sudah merindukanmu.”Delis melihat jam dan sudah pukul sepuluh malam.Delis langsung menjawab, “Iya, mami akan segera pulang. Luna tunggu mami di rumah ya?”“Iya~”Setelah menutup telepon, Delis melihat pria yang berpakaian santai di depannya, masih terlihat tampan seperti biasanya.“Bagaimana kalau aku mengantarmu ke hotel saja?”Wiliam tersenyum dan menjawab, “Mengapa ke hotel? Kamu bahkan sudah punya rumah di sini, kenapa nggak membiarkanku menginap beberapa malam di sana?”Lagipula Delis juga sudah bercerai dengan Kelven.Dan sekarang dirinya tidak perlu menikahi Wenny, dia benar-benar bisa mencoba lagi.“Hanya ada du

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 453

    Delis duduk di sebelah Wiliam. Dia tidak sekali pun melirik Kelven.Ini membuat pria yang biasanya begitu angkuh merasa sangat tersakiti.Kelven berjalan menghampiri kedua orang itu dan menatap mereka dengan tajam.“Kalian menganggapku mati?”Barulah Delis menatap Kelven. Melihat Kelven terlihat tidak senang dan terlihat sangat dingin.Delis bertanya, “Ada apa denganmu?”“Mengapa kamu membawanya kembali?”Tanya Kelven dengan cemburu.Dia tidak pernah menyangka bahwa setelah begitu lama, kedua orang ini masih berhubungan.Seharusnya dirinya memusnahkan Wiliam untuk selamanya dulu.“Apakah ini ada urusannya denganmu?”Wajah Delis juga terlihat tidak senang, kemudian menjawab dengan dingin, “Kalau kamu mau pergi, pergilah sekarang juga. Rumahku nggak cukup besar untuk menampungmu, jangan buat kekacauan di rumahku.”Delis benar-benar kesal dengan pria ini.Haruskah dirinya melaporkan segala sesuatu yang dia lakukan, serta harus melihat ekspresi wajahnya?Jangan lupa ini adalah markas sia

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 454

    “Delis, pikrikan baik-baik sebelum menjawabku. Jangan lupa Luna adalah putriku. Kalau kamu berani bersama dengan pria lain, aku pasti akan membuatmu menyesal.”Mendengar jawaban Delis, Kelven sangat marah.Dia menatapnya dengan mata memerah, wajah tampannya sangat muram.“Jangan lupa bahwa kalau aku sudah gila, aku bisa melakukan segala sesuatu.”“Kelven, jangan mengancamnya.”Wiliam berdiri di depan Delis dan berhadapan Kelven.“Kalau kamu seorang pria, jangan berteriak pada wanita seperti ini.”“Saat Delis bersama denganmu, kamu yang nggak menghargainya, kamu terus menyakitinya dan akhirnya bercerai dengannya. Hubungan kalian sudah selesai.”“Benar bahwa Luna adalah anakmu, tapi apa yang telah kamu lakukan untuk Luna?”“Aku nggak percaya kamu akan berhasil merebut Luna dari Delis.”“Jangan lupa, Delis bukan seorang diri sekarang. Dia sudah punya banyak orang yang mendukungnya.”Maksud Wiliam adalah Keluarga Joven.Kelven sangat malu. Dia mendekat dan meraih kerah baju Wiliam.“Siapa

Latest chapter

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 906

    Menerima ucapan selamat dari adiknya, Peter dan Angel juga mengangkat gelas mereka.“Adikku, selamat menempuh hidup baru.”Angel juga mengucapkan, “Delis, selamat menempuh hidup baru.”“Eh, aku juga.”Kelven yang merasa diabaikan juga mengangkat gelasnya dan berkata, “Kalau begitu, mari kita semua bersulang untuk kehidupan baru kita. Semoga cinta kita selalu abadi.”Keempat orang itu saling tersenyum dan bersiap untuk minum bersama.Namun tiba-tiba, gelas Delis diambil oleh Kelven dan diletakkan di samping.Delis memandangnya dengan bingung.Kelven menggantinya dengan segelas jus dan menyodorkannya ke hadapan Delis, sambil mengelus kepalanya dan berkata, “Kamu nggak cocok minum alkohol, minum jus saja.”Mereka punya rencana besar malam ini.Delis memang tidak kuat minum alkohol. Setiap kali meminum sedikit saja, dia bisa mabuk hingga lupa diri.Di malam yang indah seperti ini, Kelven tidak ingin Delis mabuk.“Iya, Delis nggak boleh minum alkohol, minum jus saja.”Ujar Peter, lalu menol

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 905

    Sepasang mata hitam menatap wanita kecil di sampingnya dengan kesal.“Kamu nggak bisa berbicara dengan sopan?”Delis tertawa kecil sambil berjalan ke depan, tidak mau berdebat dengan pria tua itu.Bagaimanapun, hari ini adalah hari yang special, dirinya harus tampil maksimal.Meski tidak begitu mempersiapkan diri.Namun, karena kakaknya sudah memesan ruang makan di hotel bintang enam, dirinya tidak mungkin datang dengan pakaian santai.Mungkin saja kak Angel berpakaian lebih cantik daripada dirinya.Kelven mengikuti langkah Dleis, lalu mereka masuk ke dalam lift.Di dalam lift yang sempit, pria tua itu terus memandangi wanita kecil di sampingnya.Melihat betapa muda dan cantiknya dia, lagi-lagi Kelven tidak bisa menahan diri untuk mendekat, merangkul pinggang kecilnya yang ramping dan mencium rambutnya yang harum dengan penuh hasrat.“Delis, kamu jujur padamu, kamu nggak merasa aku sudah tua, ‘kan?”Ehem, konon pria berusia empat puluhan sangat liar, dirinya masih belum berusia empat p

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 904

    Saat sedang menyetir, pria itu tetap menggenggam tangan wanita di sebelahnya dengan erat. Seolah-olah jika dirinya melepaskan genggamannya, istrinya akan terbang keluar dari jendela mobil.Angel mencoba menarik tangannya, tetapi tidak berhasil karena pria itu menggenggamnya terlalu erat.Angel mengingatkan, “Kamu melanggar aturan lalu lintas, lepaskan tanganku.”“Nggak mau, paling juga hanya kena tilang saja. Aku begitu susah payah, baru berhasil menikahimu. Kalau aku nggak menggenggam tanganmu, bagaimana kalau kamu melarikan diri?”Peter menatap lurus ke depan dan menyetir dengan serius, tetapi sudut bibirnya menyiratkan senyuman bahagia yang tak bisa disembunyikan.Angel memandangnya. Dari sudut pandangnya, Peter terlihat dengan hidung yang mancung, bibir yang tipis dan paras wajah yang tegas.Terlihat seperti seseorang yang begitu sempurna.Bagaimana bisa dirinya dipertemukan dengan orang seperti ini.Apa yang membuat dirinya layak menjadi istri pria ini?Hingga saat ini, Angel masi

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 903

    Namun mereka malah bermesraan di depan umum.Sungguh keterlaluan.Benar-benar memalukan.Angel setuju denga napa yang Delis katakan.Dua pria ini memang benar-benar tidak tahu malu.Tidak peduli dengan mereka, Angel dan Delis dengan menggendong Lesi, keluar lebih dulu dari kantor urusan sipil.Sementara itu, Kelven dan Peter yang masing-masing memegang dua surat nikah di tangan mereka, berjalan mendekat dan berjabat tangan, saling mengucapkan selamat.“Selamat, akhirnya kamu berhasil menikahi wanita yang kamu cintai.”Albert sungguh malang.Saat ini, dia mungkin sedang meringkuk di pojokan sambil menangis.Peter tertawa kecil dan menjawab, “Selamat juga untukmu, akhirnya berhasil menjebak adikku lagi.”Kelven tidak senang mendengar itu dan membalas, “Menjebak apa? Delis sukarela menikah denganku. Kamu bisa melihatnya sendiri, apakah aku memaksanya?”“Iya, dia sukarela,” jawab Peter.Eter tidak ingin berdebat dengannya dan berjalan keluar dari kantor urusan sipil.Kelven mengikutinya, l

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 902

    Saat menerima surat nikah, Peter begitu bersemangat hingga langsung memegang wajah kecil Angel dan menciumnya di depan para petugas.Angel merasa sangat canggung dan segera mendorongnya.“Hei, bisa nggak kamu sedikit lebih tenang.”Namun, bagaimana mungkin Peter bisa tenang. Dia malah berdiri dan menggendong Angel, lalu berputar di tempat dua kali, sambil berseru gembira,“Akhirnya kamu jadi istriku, aku akhirnya berhasil menikahimu … “Peter sepenuhnya larut dalam kebahagiaannya.Tidak peduli sama sekali dengan pandangan para petugas di sekitarnya.Saat ini, dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.Sementara itu, Angel yang diputar hingga kepalanya pusing, sekilas melihat dua wajah yang familiar.Angel segera menepuk Peter, memberi isyarat agar Peter menurunkannya.Peter terpaksa menurunkan Angel. Saat dia hendak mencium wajahnya lagi, Angel berkata, “Lihat ke belakang, siapa itu?”Peter menoleh.Ketika melihat Delis dan Kelven yang sedang menertawakannya, dia merasa

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 901

    “Iya, aku sudah memikirkannya dengan matang. Bagaimana kalau hari ini?”Kelven tidak bisa menahan kegembiraannya, dia memeluk Delis dan menciumnya dengan keras. Kemudian berdiri dan menggendong anaknya.“Ayo, kita pergi ke kantor urusan sipil sekarang.”Lagipula, dokumen diri mereka selalu dibawa ke mana-mana.Delis tersenyum dan bertanya padanya, “Kamu nggak menyelesaikan pekerjaanmu dulu?”“Pekerjaanku nggak sepenting Delis.”“Baiklah.”Delis mengambil dokumen diri dari tasnya di atas meja dan bertanya pada Kelven, “Di mana punyamu?”“Di dalam mobil.”Jadi, mereka hanya berada di kantor kurang lebih satu jam dan buru-buru mengendarai mobil menuju kantor urusan sipil.Tak disangka.Saat mobil mereka berhenti di depan kantor urusan sipil, mereka melihat dua sosok yang familiar sedang menaiki tangga menuju gedung itu.Delis langsung berkata, “Kebetulan sekali! Kak Peter dan kak Angel juga datang mengurus surat pernikahan hari ini?”Kelven tersenyum dan menjawab, “Sepertinya hari ini mem

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 900

    Melihat anak yang begitu manis diganggu di luar, membuatnya sangat iba.Saat itu, Kelven sebenarnya ingin membawa Delis pulang ke rumah.Namun, mengingat rumahnya ramai dan khawatir ada yang akan mengganggunya.Jadi, Kelven memutuskan untuk mengantarkannya ke panti asuhan. Dia bahkan memberikan uang tabungannya pada kepala panti untuk memastikan Delis dirawat dengan baik.Saat itu, kepala panti menanyakan nama gadis ini.Dengan mata besar yang tampak bersinar, Delis menatapnya seolah tidak ingin berpisah.Kelven baru tersadar bahwa dirinya belum tahu siapa nama gadis kecil itu.Dia pun berjonkok, menggenggam tangan Delis dan bertanya, “Adik kecil, siapa namamu?”Namun, Delis yang saat itu masih dalam keadaan ketakutan, tidak bisa mengingat namanya.Melihat Delis tidak menjawab, Kelven mengelus pipi bulanya dengan lembut dan berkata, “Kalau begitu, biar kakak yang memberimu nama, ya? Kami ikut margaku dan namamu Delis. Kamu tahu kenapa kakak memilih nama itu?”Delis yang baru berusia l

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 899

    “Kalau ada masalah, panggil saja aku,” ujar Kelven.“Nggak masalah, kamu sibuk bekerja saja.”Jawab Delis tanpa mengangkat kepalanya.Karena anaknya masih tenang, Delis mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Alfred.Delis: [Kak Alfred, aku mau tanya sesuatu.]Setelah menunggu sekitar dua menit, akhirnya Delis mendapat balasan.Alfred: [Apa itu?]Delis: [Kamu yang menghipnotisku dulu supaya aku lupa dengan masa laluku, ‘kan?]Sebelumnya, saat dirinya tahu tentang putrinya, mereka bilang bahwa hipnotis dilakukan supaya dirinya tidak terlalu bersedih.Seseorang bisa dihipnotis untuk melupakan, seharusnya juga bisa dihipnotis untuk mengingat kembali.Delis benar-benar ingin mengingat semua kenangan bersama Kelven.Alfred: [ …, iya.]Delis: [Aku janji aku mengendaliakn emosiku dengan baik. Bisakah kamu membantuku mengingat kembali?]Alfred terdiam melihat pesan dari Delis, tangannya yang sedang memegang ponsel menjadi kaku.Sebenarnya, jika dirinya mencoba, mungkin saja bisa membuat De

  • Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya   Bab 898

    Delis sangat terkejut.Sambil mengemudi, dia menoleh ke arah Kelven dan memastikan, “Aku tumbuh besar di sisimu? Bukan tumbuh besar di sisi orang tuaku? Kenapa bisa begitu?”“Karena saat berusia tiga tahun, kamu tersesat. Aku yang menemukanmu, lalu mengantarmu ke panti asuhan dan membiayai pendidikanmu. Setelah itu, hampir sepanjang hidupmu, kamu dibesarkan di panti asuhan.”“Kemudian kak Peter menemukanmu dan karena itu mereka menetap di sini.”Delis terdiam.Dia tiba-tiba menghentikan mobil di pinggir jalan, menatap pria di sampingnya dengan ekspresi terkejut, sulit memercayai apa yang baru saja didengarnya.Karena pengereman mendadak, Kelven reflek melindungi putranya yang ada di pangkuannya, lalu menatap Delis.“Kenapa?”Wajah Delis tampak pucat.“Jadi orang yang membesarkanku adalah kamu dan orang tuamu?”Kelven terdiam sejenak, lalu akhirnya menjawab, “Bukan benar-benar membesarkanmu, tapi karena kamu tumbuh besar di panti asuhan.”“Tapi kamu yang membiayai pendidikanku. Kalau b

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status