แชร์

17. Meminta bertemu

ผู้เขียน: Raisya_J
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-01-17 20:00:00

Renata terus menatap tajam kepada Gio, ia tidak memalingkan wajahnya walaupun sedikit saja. Namun, lelaki tersebut tidak menggubrisnya, hanya diam tanpa bergerak sedikitpun. Suasana di dalam ruangan makan tersebut menjadi terasa menegangkan dan mencekam.

Saat suasana seperti itu, Bram malah tertawa dengan keras seakan-akan pemandangannya di depan matanya adalah lucu.

Renata yang melihat tersebut menjadi menatap ke arah Bram, ia tidak mengerti apa yang terjadi sehingga membuat lelaki tersebut menjadi tertawa.

“Maafkan Aku! Ternyata sangat senang sekali menggoda kalian berdua, padahal yang kumaksud bukanlah kalian, tetapi orang lain.” Bram menutupi mulutnya supaya bisa menahan tawa.

“Kau pikir ini adalah lucu apa? Memang mungkin cara bercandamu seperti ini, tetapi bagi sebagian orang ini tidaklah lucu!” Renata menggebrak meja dengan kuat, ia terus menatap tajam ke arah Bram.

“Tapi walau pun ini adalah bukanlah kebohongan

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทที่เกี่ยวข้อง

  • Obsesi Sepupu Suami   18. Berselingkuh

    Gio yang masih berbicara di telepon mendengar suara langkah kaki seseorang, membuat ia menjadi menoleh ke arah tersebut. Tanpa mengatakan apapun ia langsung menutup panggilan secara sepihak dan mulai melangkahkan kaki dengan perlahan untuk melihat siapa orang di balik pintu tersebut. Matanya terkejut saat menyadari kalau pintu tersebut terbuka sedikit, dengan langkah cepat dan raut wajah panik langsung membuka pintu dengan lebar, tetapi ternyata tidak ada satu orang pun di sana."Sepertinya hanya perasaanku saja, karena tadi aku!” gumam Gio seorang diri.Gio pun memilih untuk segera bergegas keluar dari sana, supaya bisa mendatangi Bram dan Renata yang sekarang berada di ruang makan.“Ternyata kalian belum selesai makan?" Gio menatap ke arah kedua orang yang masih menyantap makanannya.“Iya, karena masakan istrimu sangatlah enak. Sehingga aku tanpa sadar sudah tambah dua kali.” Bram menyantap makanannya dengan sangat lahap.

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-17
  • Obsesi Sepupu Suami   19. Mencurigakan

    Renata beranjak dari kursi empuknya, ia ingin mengetahui kebenaran tentang semua pertanyaan yang ada di dalam pikirannya sekarang. Ia pun menjadi bergegas untuk mengambil jaket hoodie yang berada di lantai dua, tidak lupa mengenakan masker dan kacamata hitam untuk menutupi dirinya supaya tidak ketahuan oleh sang suami. Semua itu dilakukan untuk bisa mengetahui kebenaran, kalau misalkan memang benar Gio berselingkuh atau tidak Renata bisa segera mengetahuinya.“Ayolah, Renata! Kamu harus segera mengetahui semua kebenarannya, supaya tidak terjadi salah paham seperti sekarang ini!" Renata mengepalkan tangannya di udara, walaupun sekarang tangannya itu menjadi gemetar lantaran merasa takut. Renata melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke lantai bawah supaya segera bisa ke tempat tujuan. Kali ini ia memilih untuk menggunakan taksi, supaya Gio tidak mengetahui kalau ia berada di tempat yang sama dengan lelaki itu.“Lama sekali taksinya datang! Bagaimana kalau mereka sudah keluar dari s

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-18
  • Obsesi Sepupu Suami   20. Wanita cantik

    Bram mengenakan setelan jas berwarna hitam, jam tangan warna kuning keemasan, sepatu pun mengkilap di bawah cahaya lampu kafe, membuat penampilan lelaki itu menjadi menarik perhatian orang lain. Sehingga Renata memilih untuk berusaha menutupi lelaki itu, supaya tidak terlalu kentara. Naasnya, tentu saja wajah tampan Bram tidak akan bisa ditutupi hanya dengan selembar kertas. Alhasil dirinya pun meletakkan menu tersebut ke meja dengan kasar.“Jangan melakukan hal itu! Bukankah kau tahu sendiri kalau kedua orang yang berada tidak jauh dari kita pasti akan mendengarnya?” Bram menaik turunkan alisnya, ia merasa heran sekali dengan apa yang yang dilakukan oleh Renata.Renata mendengus kesal, tangannya mengepal menu dengan sangat kuat dan memberikan tatapan bengis kepada Bram. “Kalaupun aku tidak melakukan hal itu,tetap saja akan ketahuan. Karena penampilanmu sekarang sangatlah mencolok!”Bukannya menjauh pergi, Bram menopang dagunya di atas ke

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-26
  • Obsesi Sepupu Suami   21. Sandiwara bersama Bram

    Renata semakin panik mendengar langkah kaki yang kian dekat. Ia berusaha keras menenggelamkan wajahnya di dada bidang Bram, seolah tempat itu satu-satunya perlindungan dari situasi yang tidak ia harapkan. Bram mendesah pelan, kebingungan dengan tingkah wanita itu, namun senyum tipis tak bisa lepas dari wajahnya.“Bram, kenapa kau berada di sini?”Suara itu menyambar telinga Renata seperti petir di siang bolong. Suara Gio—tegas, dingin, penuh nada ingin tahu—membuat jantung Renata berdentam lebih kencang dari langkah kaki yang tadi ia dengar. Nafasnya tercekat, seperti tali transparan melilit lehernya, tak memberi celah untuk bernapas lega.Bram yang hendak menggeser tubuhnya untuk duduk lebih tegak, mendapati Renata justru mengikuti gerakannya, tetap menempel erat. Ia terkekeh pelan, merasa geli melihat betapa keras wanita itu mencoba menghindar dari pandangan Gio.“Kau bisa lihat sendiri, kan? Sekarang aku sedang kencan,” ujar Bram santai, melirik ke arah Renata yang kini semakin sal

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-27
  • Obsesi Sepupu Suami   22. Wanita misterius

    Renata merasa tugasnya sudah selesai, sehingga ia ingin melangkahkan kakinya untuk segera keluar dari hiruk-pikuknya kafe. Namun, saat ia sudah berada di dekat ambang pintu membuat matanya menjadi melotot lantaran merasa terkejut. Karena Bram sedang berbicara bersama dengan Gio.“Aku pikir mereka sudah pulang! Ternyata mereka masih ada di sana, tapi kenapa?“ Renata merapatkan tudung jaket hoodie yang sekarang ia kenakan.Renata memilih untuk bersembunyi di tempat yang aman sambil mengawasi tingkah Gio. Rupanya lelaki itu masih sangat penasaran sekali dengan wanita yang menjadi kekasih Bram, sehingga masih berada di sana untuk mencari tahu wajah wanita itu.Renata menjadi mondar-mandir merasa gelisah, sesekali akan menggigit kuku jarinya. Saat sedang memikirkan cara bagaimana keluar dengan aman, ia melihat seseorang yang mengenakan pakaian milik Bram sambil menghitung beberapa lembar uang kertas di tangan.“Hei, kau!” panggil Renata

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-01-28
  • Obsesi Sepupu Suami   23. Kebusukan

    Sementara Bram hanya tersenyum tipis melihat hal itu. Ia tidak berniat menghalangi Gio lebih jauh, malah terlihat menantikan apa yang akan terjadi di depan matanya.Saat tudung jaket itu terbuka, Gio menjadi terdiam sejenak menatap wanita yang berada di depan matanya itu. Namun, beberapa detik kemudian ia malah tertawa kecil melihat wanita itu.“Aku kira ada sesuatu yang spesial, tapi ternyata tidak.” Gio menutupi mulutnya untuk menahan suara tawa yang akan keluar dari sana.Bram mendekat, tetapi ia terlihat sangat acuh sekali.“Kau pergilah dari sini!” usir Bram dengan raut wajah sinis.Wanita itu dengan cepat meninggalkan kedua lelaki yang sekarang menatapnya dengan tatapan sinis tanpa menoleh ke belakang lagi.Bram menatap tajam ke arah Gio, ia melipat tangannya di dada. “Kau sudah puaskan?“Gio yang sedari tadi tertawa , melirik ke arah Bram. “Ah, Bram! Aku tidak bermaksud untu

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-03
  • Obsesi Sepupu Suami   24. Ragu

    Renata melangkahkan kakinya keluar dari kafe dengan ragu, matanya melihat ke sekitar memastikan apakah Gio masih berada di sana atau tidak. Setelah mengetahui semuanya aman, ia menghembuskan nafas lega karena sang suami sudah pergi dari sana. Lantas memilih untuk terus melangkahkan kaki menuju ke arah luar tanpa melihat keadaan sekitar lagi dan berakhir menabrak seseorang.“Astaga! Maaf!” Renata menundukkan kepalanya, ia terlalu takut untuk melihat ke depan lantaran mengira orang itu adalah Gio.“Pantas saja tadi yang mengenakan pakaianmu bukanlah kau, tetapi orang lain. Ternyata kau menggunakan cara yang sama sepertiku ya. Bedanya hanya bertukar jaket saja.” Bram menutupi mulutnya, ia berusaha menahan suara tawa kecil yang akan keluar dari mulutnya.Renata mendongak, ia menyipitkan mata menatap Bram dengan penuh selidik.“Ada apa dengan tatapanmu itu? Bukankah kau harus berterima kasih kepadaku, karena telah membantumu supaya tidak ketahuan oleh Gio?” Bram mengerutkan dahi, mata elan

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-05
  • Obsesi Sepupu Suami   25. Mengancam

    Bram menjadi tersentak kaget saat melihat luka di tangan Renata. Namun, ia dengan cepat memilih untuk mengambil minuman dingin yang berada di dalam kulkas. Raut wajahnya berubah menjadi tanpa ekspresi, ia menatap datar ke arah Renata."Aku dengar ada teriakan di dapur sini, apa yang terjadi?” Gio melirik sekitar, ia melotot saat melihat Bram ada di dapur bersama dengan Renata.Hanya saja Bram tetap santai minum minuman dingin yang ada di tangannya sekarang. Ia terlihat cuek dengan tatapan dari Gio.“Tanganku hanya terluka saja saat memotong sayuran. Jadi tanpa sadar aku malah berteriak.” Renata tersenyum simpul, ia memperlihatkan tangannya yang terluka.Gio tidak terlalu mendengarkan perkataan dari Renata. Ia hanya menatap ke arah Bram dengan tatapan penuh curiga.“Kenapa kau menatapku seperti itu?" Bram menaikkan sebelah alisnya, ia membalas tatapan Gio dengan sinis.“Apa kau berlari kemari setelah mendengar te

    ปรับปรุงล่าสุด : 2025-02-06

บทล่าสุด

  • Obsesi Sepupu Suami   34. Selama semalam bersama Bram

    Renata tersengal, ia merasa kalau lehernya sekarang sedang dicekik oleh seseorang. Namun, ternyata dirinya berada di ranjang kamarnya sendiri bersama Bram yang sedang memandanginya.“Tenang, Renata! Tarik nafasmu secara perlahan!” perintah Bram sembari mengelus punggung tangan wanita itu untuk menenangkan.Renata memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, bagaikan ditusuk dengan ribuan pisau tajam, terasa menyakitkan dan perih. Namun, tidak ada setetes darah pun keluar dari saja. Alhasil dirinya hanya diam mematung, berusaha menetralkan perasaan terguncang dengan rekaman sang terus berputar di dalam kepala layaknya kaset.“Aku sangat tahu kalau apa yang kau tunjukan kepadaku itu hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin Gio melakukan itu dan bagaimana kau bisa mendapatkan rekamannya?” Renata menutupi separuh wajahnya menggunakan tangan, ia tertawa keras sambil beberapa tetes bulir bening dari kedua matanya.Renata yang terlalu terpukul menjadi berusaha menyangkal semua yang sudah di

  • Obsesi Sepupu Suami   33. Terguncang

    Bram menggelengkan kepalanya pelan. “Tidak, aku mabuk!”Renata menatap dengan sorot mata tajam, ia sangat yakin sekali kalau Bram tidaklah mabuk. Namun, lelaki itu hanya berpura-pura saja.“Mabuk cinta,” kekeh Bram.Bram terus tertawa keras, tetapi tangannya tidak pernah lepas dari tubuh Renata. Ia tak ingin kalau wanita itu melarikan diri, sehingga terus memegangi layaknya sedang memegangi seorang anak kecil.“Bram, tolonglah! Jangan seperti ini!” gonta Renata.“Kau tidak ingin sekedar berpegangan tangan denganku? Padahal suamimu sedang melakukan hal lebih dengan wanita lain.” Bram merogoh kantong celananya, ia memberikan ponsel miliknya kepada Renata.Renata terkesiap saat melihat ponsel Bram, sebuah video sepasang kekasih sedang memadu kasih di atas ranjang. Jantungnya berdegup dengan kencang, bumi terasa berputar dan membuat dirinya menjadi terduduk lemas di lantai dingin.Bagaimana tidak? Salah satu orang yang berada di video adalah suami Renata sendiri. Lelaki itu sedang bersama

  • Obsesi Sepupu Suami   32. Melamar

    Renata menggigil ketakutan, tetapi ia memilih mengintip siapa orang yang sekarang menggedor pintu itu. Ternyata orang itu adalah Bram, namun ia memilih untuk tidak membuka pintu tersebut.“Ck, kenapa aku malah terus berurusan dengan dia? Apalagi disaat Gio tidak ada di rumah.” Renata melipat tangannya dengan perasaan malas, tetapi sesekali akan mengintip keluar.Bram terlihat semakin tidak sabar, lantaran gedoran itu semakin kuat. Renata menjadi terpaksa membuka pintu itu lantaran khawatir Bram malah akan menarik perhatian.“Bisakah kau hentikan itu? Itu akan mengganggu ketenangan orang lain!” gerutu Renata kesal.Wajah Renata memerah, ia menatap Bram dengan penuh amarah membara. Namun, yang ditatap malah hanya terkekeh kecil, seakan ia sekarang hanya mengatakan sebuah lelucon.“Menginaplah di hotel atau tempat lain, Gio tidak ada di rumah sehingga aku malas berduaan denganmu!” Renata berbalik, ia tidak ingin menatap wajah Bram.Aroma minuman keras tercium sangat jelas dari Bram, memb

  • Obsesi Sepupu Suami   31. Hanya milikku

    Entah kenapa Renata menjadi merasa merinding mendengar perkataan dari Gio. Ia lantas melepaskan pelukan lelaki itu, lantaran merasa sangat tidak nyaman sekali.“Aku akan pergi mencari Bram,” Renata memalingkan wajahnya, ia melangkah menjauh dari Gio.Renata bahkan tidak menoleh dari ke belakang, ia sangat tidak nyaman sekali mendengar perkataan dari sang suami. Dari cara bicara Gio, terdengar sangat jelas kalau lelaki itu posesif.‘Tidak! Itu hanya perasaanku saja!’ gumam Renata di dalam hati.Renata memeluk dirinya sendiri sambil mencari keberadaan Bram di kamar tamu. Langkahnya perlahan dan terasa ragu, lantaran rasa bersalah kembali menyelimuti perasaan.“Bram, apa kau di dalam?” Renata mengetuk pintu secara perlahan.Beberapa menit mengetuk pintu, Renata tidak mendapati suara apapun dari dalam.“Aku masuk!” seru Renata.Tangan Renata mulai perlahan mendorong pintu, ia khawatir kalau mendapati Bram yang ternyata sedang mandi. Namun, ternyata di dalam sana sangat sepi, seperti tidak

  • Obsesi Sepupu Suami   30. Tidak cemburu lagi

    Renata tertegun, ia pu mendongak menatap mata Bram lekat mencoba mencari tahu apakah lelaki itu berbohong kepada dirinya atau tidak, tetapi tatapan lelaki itu masih sama, masih seperti dulu.Bram masih memandang Renata dengan sama, bahkan ia tidak bisa melihat sedikit pun kebohongan di dalam mata lelaki itu. Namun, dirinya tidak ingin secepat itu percaya dan lagi pula hubungan mereka itu sudah menjadi masa lalu. Sehingga yang berlalu biarlah berlalu, ia tidak ingin mengenang lagi.“Entahlah.” Renata memalingkan wajahnya, ia tidak ingin menatap Bram lebih lama.Bram mundur beberapa langkah, ia merasa sangat sakit hati mendengar kenyataan Renata tidak mempercayai dirinya. Namun, ia bisa apa? Sudah beberapa kali menyakinkan wanita itu untuk percaya, tetapi malah tidak mempercayainya.Renata menoleh sekilas, ia dapat sekali melihat kalau raut wajah Bram yang awalnya selalu angkuh berubah menjadi kecewa. Bahkan lelaki itu berjalan menjauh dari dirinya tanpa diminta, membuat perasaan bersal

  • Obsesi Sepupu Suami   29. Tidak berkhianat

    Punggung belakang Gio menghilang di balik pintu, membuat Renata baru berani untuk membuka matanya. Setetes bulir bening pun meluncur dengan begitu deras di sudut mata.“Ternyata memang benar apa yang kupikirkan selama ini.” Renata menangkup wajahnya dengan kedua tangan.Hati Renata begitu sakit mendengar kenyataan itu, awalnya ia terbangun lantaran merasa haus, tetapi ternyata harus mendengar kenyataan pahit dari mulut Gio sendiri. Sekuat tenaga ia berusaha untuk tidak membuka mata atau sekedar menangis, beruntung bisa menahannya.“Tidak! Aku tidak boleh seperti ini, aku akan mengumpulkan bukti lebih banyak supaya bisa mengurus perceraian!” Renata menyeka kedua sudut matanya dengan kasar.Renata bertekad, ia akan menyelidiki semuanya dengan jelas. Supaya bisa menceraikan Gio, karena dirinya tahu lelaki itu pasti tidak akan membiarkannya dengan mudah.“Sayang, kamu tidak tidur?” Gio melirik sekilas, tak lupa tangannya mengunci pintu kamar.Renata menggeleng lirih. “Haus, jadi bangun.”

  • Obsesi Sepupu Suami   28. Terjebak

    Gio langsung tergagap mendengar perkataan dari Renata, tetapi ia dengan cepat mengubah ekspresinya menjadi biasa saja. Tidak mungkin menunjukkan ponselnya sekarang, lantaran ia sedang berkirim pesan dengan para wanita cantik, termasuk Rosetta.Renata mengerutkan dahinya, ia menatap penuh dengan selidik kepada Gio yang sekarang berada di depannya. Terlihat sekali kalau lelaki itu tidak ingin menunjukkan apa yang ada di dalam ponsel, sehingga membuat dirinya berpikir kalau kecurigaan selama ini adalah benar.“Kenapa wajahmu seperti itu? Seperti ada yang disembunyikan saja.” Renata menaikkan sebelah alisnya, ia terus menatap lekat ke arah Gio.Pupil mata Gip bergetar, ia mulai merasa gugup mendapati pertanyaan Renata seperti itu. Namun, ia mengubah posisinya menjadi telentang dengan tubuh yang ditutupi selimut.“Apa kamu tidak mau menunjukkannya kepadaku? Padahal aku hanya ingin melihat saja, apa yang membuatmu menjadi asik sampai tidak sad

  • Obsesi Sepupu Suami   27. Terkejut

    Selama makan malam Renata terus memandangi Bram dengan tatapan dingin, di dalam hatinya terus mengumpat lelaki tersebut karena merasa sangat kesal sekali. “Kalau kau menatapku seperti itu, nanti wajahku malah akan berlubang.” Bram menyendokan nasi ke dalam mulutnya, ia tidak menatap sedikitpun kepada Renata. Renata menjadi ditatap oleh Gio, membuat ia menjadi salah tingkah akan hal itu. Alhasil memilih untuk berpura-pura tidak ada yang terjadi, karena tidak ingin kalau sang suami memberikan banyak pertanyaan kepada dirinya.“Kapan kau memotret diriku?“ Renata menahan tangan Bram yang ingin pergi, tatapannya tajam menusuk ke arah lelaki itu. Sekarang hanya ada mereka berdua di ruangan makan, sehingga membuat Renata bisa menanyakan hal yang mengganggu pikirannya sekarang.Bram menoleh sekilas, lalu wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apapun, tetapi tiba-tiba malah menjadi tertawa kecil.“Kau cantik, jadi tentu saja aku memotretmu untuk bisa melihat wajahmu nanti.” Bram mengukirkan se

  • Obsesi Sepupu Suami   26. Cara licik

    Sentuhan tangan Gio membuat Renata menjadi tersadar dari lamunan. Ia dengan cepat menyimpan ponselnya ke dalam saku celana, supaya suaminya itu tidak tidak melihat isi pesan tersebut."Ada apa dengan dirimu? Setelah kamu melihat ponsel wajahmu malah langsung memucat." Gio menautkan kedua alisnya, tatapannya penuh selidik kepada Renata.“Tidak. Kamu hanya salah paham saja, aku cuma terkejut dengan perkataanmu. Karena bukankah tidak baik kalau ada orang lain tinggal di tempat sepasang suami istri?” Renata meneguk ludahnya dengan susah payah, ia gugup mengatakan isi pikirannya karena sambil berharap kalau Gio akan membenarkan perkataannya sekarang.Gio terdiam, tak lama lelaki itu malah tertawa dengan terbahak-bahak memandangnya Renata. “Kamu tahu sendiri kan, kalau dia bukanlah orang asing bagiku, tapi dia adalah sepupuku. Lagipula dia juga sudah memiliki kekasih. Jadi kamu tidak perlu merasa khawatir tentang itu, “ ucapnya, ia berusaha men

สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status