Josh bergegas menjelaskan, "Elsa, kamu jangan salah paham. Aku nggak ada hubungan apa pun dengannya, dia hanya memintaku untuk berpura-pura menjadi pacarnya beberapa kali. Itu untuk menipu orang-orang yang mengejarnya saja.""Barusan dia menelepon karena mau memintamu menjadi pacar palsunya lagi?" tanya Elsa sambil menggenggam ujung pakaiannya."Iya. Kali ini dia memintaku untuk menipu ayahnya. Awalnya aku nggak mau menyetujuinya, kamu juga sudah mendengarnya," ucap Josh sambil tersenyum dengan canggung."Josh, kamu nggak perlu menjelaskannya padaku. Aku juga bukan pacarmu," sahut Elsa sambil tersenyum dengan terpaksa.Setelah berhenti sejenak, Elsa kembali menimpali, "Selain itu, kamu adalah direktur utama Grup Vacant, Sunny adalah primadona sekolah kita dan keluarganya juga kaya. Kamu dan dia adalah pasangan yang diciptakan bersama."Bagi Elsa, Sunny adalah putri salju dan dia hanya seorang gadis biasa. Dia sama sekali tidak merasa bahwa dirinya bisa dibandingkan dengan nona besar se
"Aah!"Seiring terdengarnya suara teriakan terkejut Elsa, Lamborghini itu langsung terbanting ke pinggir jalan dan airbag keselamatan di dalam mobil langsung keluar. Lamborghini itu juga menjadi rusak parah akibat benturan.Josh menggelengkan kepalanya dengan sekuat tenaga. Dia berusaha keluar dari rasa pusing akibat benturan keras barusan, lalu bergegas melihat ke arah Elsa. Sebab, bagian yang terkena tabrakan keras truk itu adalah sisi tempat Elsa berada. Elsa sepertinya telah pingsan dan kepalanya juga mengeluarkan darah."Elsa! Elsa!" Josh bergegas memanggil beberapa kali sambil berusaha mencari ponselnya untuk menelepon ambulans.Broom! Broom!Pada saat ini, Josh menyadari bahwa truk yang telah bergerak mundur tiba-tiba kembali menginjak gas dan bergerak ke arah Lamborghini Josh dengan maksud ingin menabraknya sekali lagi. Cahaya lampu truk yang menyilaukan itu pun membuat Josh hampir tidak bisa membuka matanya."Dia sengaja!" seru Josh.Barusan, Josh mengira ini adalah kecelakaan
Vance langsung bergerak ke arah mobil truk tersebut."Vance, jangan bunuh sopir truk itu. Dia mungkin bisa menjadi sebuah petunjuk!" teriak Josh kepada Vance.Terlihat, Vance menerjang ke depan mobil truk, lalu langsung melompat ke atas. Kemudian, dia langsung menghancurkan kaca mobil di depan dan masuk ke dalam truk.Selanjutnya.Zrrt! Zrrt!Seiring suara pengereman yang menusuk telinga terdengar, akhirnya mobil truk itu berhenti tepat di samping Lamborghini Josh. Jelas sekali, Vance telah berhasil mengendalikan pengemudi truk itu!Pada saat ini, pintu pengemudi mobil truk terbuka. Kemudian, Vance langsung turun sambil membawa pengemudi truk itu dan berjalan ke arah Josh."Huft!" Melihat adegan itu, Josh baru menghela napas yang panjang.Saat ini, dahi Josh sudah dipenuhi keringat. Situasi yang mencekam barusan benar-benar sudah mengejutkan Josh."Elsa! Elsa!" panggil Josh beberapa kali sambil memeriksa napas Elsa. Beruntungnya, napasnya masih ada.Josh juga tidak berani menunda. Dia
"Rocky? Mungkin dia, tapi juga nggak pasti," gumam Josh.Orang yang pertama kali dicurigai oleh Josh tentu saja Rocky. Namun, setelah Josh berpikir dengan cermat, dia juga memiliki beberapa musuh yang lain belakangan ini. Misalkan, Jason yang sejak awal sudah ingin menghabisinya, pria yang menaiki mobil Audi yang pernah dia beri pelajaran di sekolah hari ini, dan yang lainnya. Oleh sebab itu, Josh tidak berani memastikan siapa sebenarnya dalang di balik kejadian ini.Pada saat ini, ambulans telah tiba. Setelah melakukan pertolongan sederhana di lokasi, akhirnya Elsa sudah kembali sadar."Elsa!" Begitu melihat Elsa sadar, kekhawatiran dalam hati Josh akhirnya menghilang."Josh, apa yang sudah terjadi?" Elsa yang berbaring di tandu tampak kebingungan. Tampangnya yang naif dan polos itu membuat orang merasa kasihan."Barusan terjadi kecelakaan, tapi kamu nggak terluka serius hanya luka luar saja. Kamu perlu ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," ucap Josh sambil tersenyum kepada
Melihat tampang Vance, Josh tiba-tiba merasa sedikit sedih dalam hatinya. Sikap Vance ini telah menunjukkan bahwa hidupnya kesepian. Josh bisa membayangkan bahwa Vance pasti merasa sangat kesepian. Josh pun tidak bisa menahan diri dan bertanya, "Vance, apa kamu merasa kesepian?" Vance mendongak dan menatap langit. Lalu, dia berkata, "Orang yang kuat ditakdirkan untuk kesepian. Jadi, aku sudah terbiasa dengan hal itu.""Sudahlah, ayo ikut minum denganku. Mulai hari ini, kamu nggak akan kesepian lagi. Kalau kamu nggak keberatan, kelak aku akan menjadi temanmu," ucap Josh yang langsung menarik lengan Vance."Tuan, terima kasih untuk niat baikmu, aku nggak bisa menerima ajakanmu," jawab Vance yang tetap menolak dengan tenang."Baiklah, kamu nggak pergi, aku yang pergi. Kamu mau melindungiku, jadi kamu tetap harus ikut denganku, 'kan?" Seusai berbicara, Josh langsung mengayunkan tangannya untuk memanggil sebuah taksi.Setelah menarik pintu belakang taksi, Josh kembali berkata, "Ayo naik,
Dalam perjalanan ke bar, Josh menerima panggilan telepon dari Sunny. Saat melihat panggilan dari Sunny, Josh baru teringat bahwa dirinya sudah berjanji pada Sunny akan ke rumahnya pukul sembilan malam untuk berpura-pura menjadi kekasihnya sekali lagi. Namun, saat melihat jam, waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh. Karena kejadian yang terjadi sebelumnya, Josh jadi melupakan hal ini.Setelah panggilan terhubung."Josh, ini sudah hampir setengah sepuluh, kenapa kamu masih belum datang?" tanya Sunny yang terdengar marah di ujung telepon."Sunny, aku mengalami kecelakaan di jalan dan baru keluar dari rumah sakit. Aku sepertinya nggak bisa datang lagi hari ini," jelas Josh dengan tidak berdaya.Josh tidak berbohong. Kalau bukan karena bertemu hal ini, dia pasti akan datang."Kecelakaan? Ka … kamu nggak menipuku, 'kan? Apa kamu terluka? Kamu ada di rumah sakit mana?" Di ujung telepon, serangkaian pertanyaan dengan nada cemas itu pun terdengar."Kenapa? Kamu peduli padaku?" tanya Jos
Josh berkata dengan serius, "Hari ini kamu sudah menyelamatkan hidupku, bahkan dirimu juga terluka. Aku bersulang untukmu!"Seusai berbicara, Josh langsung menengadahkan kepalanya dan meneguk minumannya hingga habis.Setelah berpikir sejenak, pada akhirnya Vance memilih mengangkat gelas birnya dan menegak tanpa tersisa."Hahaha, ini baru benar." Setelah melihat Vance meminum habis, Josh pun sontak tersenyum dengan bahagia.Selanjutnya, Josh kembali menuangkan bir untuk Vance dan bersulang dengannya sekali lagi.Setelah minum cukup banyak, Josh pun duduk. Sekarang sudah pukul sepuluh malam, ini adalah saat ketika bar sedang ramai-ramainya. Suara musik metal di dalam bar sangat menggelegar. Vance melirik sekilas, lalu berkata, "Jujur saja, Tuan. Aku nggak terbiasa dengan tempat seperti ini dan juga nggak suka."Josh tercengang sejenak, lalu berkata sambil tersenyum, "Oh, ya? Aku sama denganmu."Saat berbicara, Josh juga melirik sekeliling sekilas. Di dalam kolam menari bar, ada pria dan
"Benar, aku membunuh bos keji yang melakukan penggusuran itu dan juga semua orang yang memukuli kepala panti. Setelah membunuh mereka, aku menggunakan pengalaman yang kupelajari di militer dan berhasil kabur ke luar negeri," ucap Vance sambil menyipitkan matanya.Seusai bercerita, Vance mengambil bir dan menuangkan segelas untuknya."Setelah itu?" tanya Josh lagi."Setelah itu, aku kabur ke Eropa dan bergabung ke sebuah organisasi tentara bayaran. Namun, ada beberapa misi dari organisasi tentara bayaran yang terlalu nggak manusiawi. Ada beberapa misi yang akan membunuh rakyat nggak berdosa, bahkan anak kecil. Aku nggak bertahan lama di sana dan memutuskan untuk mundur. Pada akhirnya, aku secara kebetulan terlibat dalam pertarungan ilegal," jelas Vance.Setelah berhenti sejenak, Vance kembali berkata, "Aku bertarung selama empat tahun. Selama empat tahun ini, kemampuanku meningkat pesat, tapi aku merasa aku jadi nggak berbelas kasihan. Selama empat tahun ini, aku punya banyak musuh dan
"Anak Muda, untuk apa kamu merasa bangga? Aku palingan hanya akan dikurung selama sepuluh hari, anggap saja itu sebagai liburan," jawab pria tua itu dengan tidak peduli.Melihat tampang pria tua yang tidak peduli itu, bisa dipastikan bahwa pria tua ini sudah sangat berpengalaman dalam melakukan hal seperti ini."Ditahan sepuluh hari? Apa kamu kira ini bisa berlalu semudah itu? Jangan harap!" seru Josh sambil tersenyum sinis."Apa maksudmu?" tanya pria tua itu sambil menatap Josh.Pria paruh baya dan Elmira yang berdiri di samping juga menatap Josh dengan kebingungan. Mereka tidak mengerti apa maksud dari perkataan Josh."Maksudku gampang sekali. Kamu sudah merusak mobilku saat mencoba menipu tadi, jadi kamu harus ganti rugi," kata Josh sambil tersenyum.Ketika Josh ditangkap, dia pernah mengatakan kepada penipu itu bahwa dia akan membuat penipu itu mengeluarkan bayarannya! Josh tentu tidak hanya sekadar mengatakannya begitu saja. Adapun penahanan selama sepuluh hari itu, bagi Josh itu
"Elmira Gozali," seru Josh."Tuan Josh, aku sudah menegurnya, maaf sekali. Selain itu, Tuan Josh, Anda sudah boleh pergi sekarang," kata pria paruh baya itu sambil tersenyum."Pergi? Kenapa aku harus pergi? Kalian bisa membawaku kemari dengan mudah, tapi nggak semudah itu untuk menyuruhku pergi. Seperti kata pepatah, ada padi segala menjadi," ucap Josh sambil tersenyum."Ini …." Keringat dingin bercucuran di dahi pria paruh baya itu dan senyumannya tampak sedikit canggung.Kemudian, Josh langsung berbaring dan kembali berkata, "Menurutku, tempat ini sangat nyaman, aku nggak mau pergi lagi.""Tuan Josh, jangan bercanda. Anda adalah direktur utama dari Grup Vagant di Kota Sunrise. Anda masih punya banyak kesibukan," sahut pria paruh baya itu sambil tersenyum tidak berdaya."Nggak masalah, kalian yang akan menanggung kerugianku," balas Josh yang tampak tidak peduli."Ini …." Pria paruh baya itu hanya bisa menelan air liurnya.Dalam hatinya, pria paruh baya itu telah berulang kali mengutuk
"Aku nggak takut membuat keributan," ucap Josh sambil merentangkan tangannya."Oke, karena kamu mau begitu, aku juga nggak takut! Kita lihat siapa yang akan kalah nanti," seru pria tua itu dengan tegas.Pria tua itu sudah memutuskan dalam hatinya. Sekalipun nanti polisi datang, dia akan bersikeras bahwa dia telah ditabrak. Lantaran tidak ada saksi, polisi juga tidak bisa berbuat apa pun kepadanya sekalipun dia ketahuan menipu.Setelah beberapa menit berlalu, sebuah mobil patroli datang. Seorang wanita muda dan dua pria turun dari mobil patroli tersebut. Josh melihat lencana pangkat di seragam wanita itu sekilas. Dia adalah inspektur polisi tingkat satu dan terlihat cantik."Siapa yang membuat pengaduan? Apa yang terjadi?" tanya wanita muda itu."Nona, saya yang melapor. Pak tua ini penipu, tolong kamu urus dia," kata Josh.Wanita muda itu pun langsung melihat ke arah pria tua tersebut.Pria tua itu seketika tampak kesakitan dan berteriak, "Aduh, Bu Polisi, tolong bantu aku. Pria ini su
"Pufft!" Josh sontak tertawa terbahak-bahak.Ini adalah rencana Josh untuk mewakili sepupu Rubeus memberi pelajaran kepada wanita matre itu. Membuat wanita itu dengan sukarela mencampakkan pacarnya sendiri dan ikut dengannya, lalu menghancurkan mimpi indah wanita itu. Jika wanita matre yang bernama Grace ini benar-benar mencintai pacarnya, dia tidak akan menaiki mobil Josh. Jadi, jika ada yang harus disalahkan, itu adalah keserakahannya yang membuatnya terjebak.Setelah turun dari mobil, Grace berjalan ke depan. Grace sangat emosi karena sekarang dia tidak mendapatkan apa pun. Dia sudah mengakhiri hubungan dengan pacarnya yang sebelumnya. Jika kembali sekarang, mereka tidak mungkin bisa berbaikan lagi.Broom!Josh menginjak pedal gas dan kembali mengendarai mobilnya ke hadapan Grace. Kemudian, dia menurunkan jendela mobilnya."Mau apa lagi?" tanya Grace dengan ekspresi wajah yang sangat buruk sambil menatap ke arah Josh."Kamu kira aku menginginkan uang dua juta milikmu ini? Kamu benar
Wanita matre itu melihat Lamborghini Aventador yang keren secara sekilas, lalu tatapannya seketika berbinar."Tapi … tapi aku sudah punya pacar," kata wanita matre itu kepada Josh."Nggak masalah, aku nggak keberatan," jawab Josh dengan ekspresi tidak peduli.Setelah berhenti sejenak, Josh lanjut berkata, "Aku sangat sibuk, jadi cepat putuskan. Kalau kamu mau, ayo naik mobilku.""Aku mau! Aku mau!" Wanita matre itu langsung menyetujuinya.Wanita matre itu tahu jika dia menolaknya, dia mungkin tidak bisa menjalin hubungan dengan pemuda kaya yang mengendarai Lamborghini lagi seumur hidupnya. Jadi, dia tidak akan melewatkan kesempatan seperti ini!"Baiklah, ayo naik," kata Josh yang langsung membuka pintu penumpang depan."Grace, a … apa maksudmu!" Begitu melihat pacarnya ingin pergi dengan Josh, raut wajah pria berambut rapi itu seketika menjadi suram."Tentu saja mau ikut dengannya. Dia mengendarai Lamborghini, sedangkan kamu hanya Honda," kata wanita matre itu dengan percaya diri. Lant
Namun, Sunny teringat saat Josh datang ke rumahnya untuk mencarinya kemarin. Ketika berpikir Josh peduli kepadanya, ada sebuah perasaan yang tidak bisa diutarakan dalam hatinya.…Di ruang kelas Josh. Josh sedang melamun sambil memandangi punggung Elsa yang ada di depan. Pada saat ini, Rubeus tiba-tiba menepuk Josh dan berkata, "Kak Josh, si berengsek Jason itu sudah menghapus unggahan di forum itu. Apa Kak Josh yang sudah memperhitungkannya dengannya?""Bisa dibilang begitu," jawab Josh sambil mengangguk."Kak Josh, Jason memang harus diberi pelajaran. Kamu seharusnya menyuruhnya untuk mengeluarkan unggahan permintaan maaf di forum sekolah. Hal itu baru bisa melampiaskan kekesalan," seru Rubeus.Josh hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa pun. Setelah kejadian kali ini, Josh yakin Jason pasti tidak berani melawannya lagi."Oh, ya, Kak Josh. Aku mau meminta bantuanmu," kata Rubeus sambil menggaruk kepalanya."Katakan saja ada apa, jangan sungkan denganku," ucap Josh sambil menepuk p
"Aku … aku jamin akan segera meninggalkan Sunny!" ucap Jason dengan bibir yang bergetar dan dahinya dipenuhi keringat dingin.Josh mencibir sambil menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Aku sudah memberimu kesempatan kemarin, tapi kamu nggak menghargainya. Sekarang, aku sudah marah, apa kamu merasa kemarahanku bisa mereda hanya dengan satu kalimat? Kamu merasa masalah ini bisa berakhir tanpa perlu mengeluarkan bayaran apa pun?""Tuan Josh, Anda katakan saja. Bagaimana bisa meredakan amarah Anda?" sahut Jared yang berdiri di samping.Josh berbalik, lalu berkata dengan perlahan sambil memandang ke luar jendela, "Potong satu jari tangan anakmu biar dia bisa mengingatnya!""Apa?" Jared dan Jason sontak terkejut begitu mendengar hal itu."Tuan Josh, ini … ini terlalu kejam, 'kan?" kata Jared sambil menggertakkan giginya."Kalau kamu merasa terlalu kejam, silakan pulang. Nggak ada yang mengundang kalian kemari, kalian sendiri yang datang untuk memohon padaku," jawab Josh dengan tenang."Ini
Mobil Jared pun tiba di Gedung Vagant dengan sangat cepat.Kemudian, Jared membawa anaknya, Jason, masuk ke Gedung Vagant. Di bawah bimbingan dari resepsionis, mereka pun akhirnya sampai di lantai teratas Gedung Vagant."Pak, direktur utama kami ada di dalam," kata resepsionis itu sebelum berbalik dan pergi.Jared dan Jason pun berdiri di depan pintu."Jason, kalau benar-benar hanya salah paham, cukup selesaikan kesalahpahamannya saja. Tapi, kamu ingat bahwa dia adalah cucu kandung Pak Marcus. Kita sama sekali nggak bisa menyinggungnya, jadi kamu jangan asal bicara," pesan Jared kepada Jason."Tenang saja, aku pasti nggak akan menyinggungnya," sahut Jason sambil tersenyum.Jason merasa bahwa dia sama sekali tidak menyinggung tokoh besar seperti direktur utama Grup Vagant itu. Dia yakin bahwa ini hanya salah paham sehingga dia tidak terlihat takut sama sekali. Jared pun mengangguk, lalu melangkah maju dan membuka pintu ruangan itu. Kemudian, Jason juga ikut di belakangnya dan berjalan m
Sebelumnya, Jared masih sangat kebingungan. Padahal dia tidak pernah menyinggung Josh, kenapa Josh melakukan upaya sebesar ini untuk menghancurkannya? Dendam seperti apa sehingga Josh harus berbuat seperti ini? Sekarang, ketika Josh menyuruhnya untuk membawa anaknya, hal ini pun membuktikan bahwa putranya itulah yang sudah membuat Josh marah."Entah apa yang sudah dilakukan bocah sialan itu! Bisa-bisanya dia menyinggung Tuan Josh dan membuat Tuan Josh sampai menggerakkan seluruh pebisnis Kota Sunrise untuk memblokir Grup Weasley!" seru Jared dengan geram.Setelah keluar dari Grup Vagant, Jared langsung menelepon putranya."Halo, Ayah, ada apa?" Jason yang berada di ujung telepon itu terdengar sangat bahagia."Cepat pulang ke rumah sekarang!" bentak Jared dengan sangat emosi.…Saat ini, Jason sudah berada di rumah. Namun, dia masih kebingungan kenapa ayahnya mendadak emosi kepadanya di telepon barusan. Adapun masalah berbagai mitra kerja sama yang menghentikan kerja sama dengan Grup We