Share

Bab 55

Penulis: SY
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-21 15:53:05

Jam 8 malam, Zidan sudah bersiap untuk pulang. Namun ia tidak langsung pulang ke rumah melainkan bertolak menuju rumah orangtua Reva. Ia berniat untuk menjemput Reva, ia akan berusaha dulu untuk membawa istrinya pulang.

Dia datang lagi ke rumah orangtua Reva dengan membawa makanan.

Ting! Ting!

Ceklek!

Kali ini yang membuka pintu adalah Reno, Papanya Reva. Zidan sontak menelan ludahnya lalu membasahi bibirnya gugup. “Selamat malam Papa Reno.”

“Malam,” jawab Reno dengan wajah datar membuat Zidan semakin gugup, ia berusaha untuk tersenyum walaupun senyumannya malah lebih terlihat seperti senyum kikuk daripada senyum ramah. “Ayo masuk,” sambung Reno kemudian masuk lebih dulu.

“Duduk lah di sana,” perintah Reno seraya menunjuk sofa kosong di sebelahnya.

Zidan mengangguk, mengikuti perintah papa mertuanya. “Oh iya Pa, ini ada martabak untuk Papa dan Mama.”

“Makasih.”

Zidan mengangguk namun matanya terlihat berkeliling memandang ke sekitar. “Hm, ngomong-ngomong Reva mana, P
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 56

    Zidan kembali bersama orangtua Rian ke tempat di mana Rian ditawan. Ia akan lakukan apapun agar Rian buka suara, mengakui semua kesalahannya.“Rian, astaga! ke mana saja kamu selama ini nak? apa kamu enggak kasihan sama Mama, Papa?!” wanita paruh baya yang memakai hijab segi empat itu lari menghampiri anaknya, menangkup wajah anaknya dengan berlinang air mata. Rian hanya diam, menunduk, tidak berani menatap mata mamanya. Ia merasa sangat bersalah pada mamanya.“Jawab Mama, Rian hiks. Ka-kamu udah enggak sayang sama Mama, huh? Kenapa kamu enggak pernah pulang ke rumah?” Riska, mamanya Rian terisak. Ia ngomong terbata-bata, bibirnya bergetar.Walaupun Rian anak yang nakal namun jauh di dalam lubuk hatinya, ia menyayangi orangtuanya terutama Mamanya. Kristal bening lolos dari pelupuk matanya, hati kerasnya tergoyah ketika mendengar isakan pilu mamanya. “Maafkan aku Ma, hiks.” Rian ikut terisak, merutuki diri dalam-dalam.Riska menarik Rian dalam pelukannya, mengusap kepala anaknya lemb

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-23
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 57

    Zidan akhirnya berhasil membawa istrinya pulang. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan syukurnya. Saat tiba di rumah, ia langsung menggendong istrinya bridal style, berputar-putar seperti drama india.“Aduh duh Mas. Kamu bersemangat banget, aku jadi pusing nih," celetuk Reva seraya menyentuh kepalanya, pura-pura merasa pusing.“Ups! maaf enggak sengaja.” Zidan malah nyengir sementara Reva menggelengkan kepalanya seraya mengerucutkan bibir. Zidan membawa istrinya masuk, mendudukkannya pelan ke sofa empuk lalu berlutut, memegang tangan istrinya. “Aku minta maaf ya. Aku enggak tahu apa kata maaf ini cukup tapi aku janji akan selalu percaya sama kamu.”Reva menyunggingkan senyum kecil, sebelah tangannya diletakkannya di atas tangan Zevano. “Aku maafin. Tapi mulai sekarang kamu harus janji kalau kita harus selalu saling percaya satu sama lain. Janji?” Reva mengangkat jari kelingkingnya.“Harus begitu?”“Iya, Mas. Kamu enggak mau janji sama aku?” Reva merengek seperti anak keci

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-25
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 58

    2 Minggu kemudian Tak terasa tahun telah berganti. Awal tahun adalah awal yang baik untuk memulai kembali apa yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya dan berusaha untuk lebih baik lagi dari sebelumnya dalam hal apapun.Terhitung sudah 8 bulan pernikahan Zidan dan Reva berjalan, masih terbilang seumur jagung memang namun berbagai macam rintangan yang datang sudah mereka lewati dan mereka bertekad untuk selalu berpegang tangan bersama melewati segala rintangan yang mungkin akan datang di masa depan. Dari akhir tahun menjelang awal tahun biasanya orang ramai berbondong-bondong menghabiskan waktu untuk liburan sebelum kembali ke rutinitas. Tak terkecuali dengan Zidan dan Reva yang baru mau pergi berlibur ke luar kota pada awal tahun ini, cukup terlambat memang tapi tidak apa-apa. Mereka berencana akan menghabiskan waktu liburan di luar kota selama 3-4 harian saja karena Zidan juga tidak mungkin mengambil libur panjang.“Mas, apa semuanya sudah siap?” Reva datang dari belakang, memp

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-28
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 59

    Mereka tiba di penginapan menjelang malam hari. Mereka sengaja pulang setelah makan malam agar bisa langsung istirahat.Reva langsung mengambil kesempatan untuk mandi duluan ketika melihat Zidan sedang duduk di depan tv.Setelah 20 menit, Reva keluar dengan wajah lebih fresh, rambutnya masih basah. Ia mengenakan kemeja putih oversize dengan bawahan celana pendek selutut warna hitam.“Mas, kamu mau mandi enggak? Aku udah selesai.”Zidan menoleh, seketika matanya terkunci pada penampilan istrinya yang terlihat fresh dan seksi. Bulir-bulir air dari rambutnya yang basah mengalir hingga ke lehernya, wajahnya putih bersih, bibirnya merah. Kaki jenjangnya yang mulus terekspos sempurna. Penampakan yang sangat indah di mata Zidan.“Ih, kenapa lihatin aku gitu banget sih Mas.” Reva reflek menutup dada dan pahanya. Ia takut sama suaminya sendiri pasalnya Zidan menatapnya liar, tanpa berkedip.Zidan berdiri, bergerak mendekati istrinya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mau tak mau Reva me

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-30
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 1

    “Reva! Reva, bangun nak!” seru wanita paruh baya di pagi-pagi buta, membangunkan anak bungsunya yang baru saja lulus SMA.“Emmm ... masih ngantuk Ma, aku ‘kan juga masih libur,” ucap Reva, gadis bertubuh pendek mungil itu dengan suara serak bahkan matanya masih terpejam.“Bangun nak! cepat siap-siap sekarang, hari ini kamu nikah!” Mata Reva seketika terbuka, langsung duduk, menatap mamanya dengan mata melotot. “Apa Ma? nikah? Mama jangan bercanda dong. Bukannya hari ini Kak Risa yang nikah?” “Kakakmu enggak ada, dia kabur dari rumah., Mama enggak tahu lagi harus gimana, Mama pusing. Hari ini pernikahannya tapi dia malah kabur enggak tahu ke mana,” ungkap Dina, Mama Reva seraya mengusap dahinya yang terasa berdenyut.“Hah, Kak Risa kabur? kok bisa?” kepala Reva tiba-tiba berdenyut, terlalu banyak kabar mengejutkan pagi ini, bahkan ini baru beberapa jam setelah hari berganti. “Udah, kamu jangan banyak tanya dulu ya. Sekarang, kamu mandi terus siap-siap.” Mama Reva menarik tangan anakn

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-22
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 2

    Setelah akad dan resepsi usai, Reva langsung mengurung diri di kamarnya. Menangis terisak, meratapi nasibnya yang kini sudah berstatus sebagai seorang istri. Hatinya sangat sakit, di saat anak seumurannya sedang sibuk melanjutkan pendidikan untuk menggapai cita-cita-citanya dan masih bisa bebas bermain dengan anak sebayanya, ia malah terpaksa menikahi pria yang tidak dicintainya, yang bahkan usianya jauh di atasnya. Zidan dan Reva akan tinggal di kediaman mempelai wanita dan kediaman mempelai pria untuk beberapa hari ke depan sebelum pindah ke rumah sendiri.“Zidan, Mama harap kamu bisa ngertiin Reva ya. Dia pasti belum siap untuk menerima semua ini. Kamu ‘kan juga tahu kalau dia baru saja lulus SMA,” tutur Dina, mamanya Reva meminta pengertian kepada menantunya. Orangtua Reva dan Zidan sekarang tengah berada di ruang tamu kediaman keluarga Reva.“Iya Zidan. Sekali lagi kami juga minta maaf dan mohon pengertian dari kamu atas semua masalah yang terjadi hari ini,” tambah Reno.“Iya Ma,

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-22
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 3

    Seminggu kemudianTelah seminggu berlalu sejak pernikahan Zidan dan Reva dilangsungkan. Setelah tinggal bersama di kediaman orangtua masing-masing selama beberapa hari, akhirnya mereka tinggal bersama di sebuah rumah mewah nan mahal yang dihadiahkan oleh Mama Zidan sebagai kado pernikahan.Dan di sinilah mereka baru saja tiba di perkarangan rumah besar itu bersama orangtua mereka yang menaiki mobil yang berbeda. Zidan memarkirkan mobil sedan mewah hitam miliknya di sebelah mobil sedan putih mamanya. Mamanya Zidan tampak keluar lebih dulu bersama kedua orangtua Reva yang ikut bersamanya.Reva keluar lebih dulu tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Selama perjalanan, ia memang hanya diam saja. Zidan tidak terlalu peduli karena dia orangnya juga tidak suka banyak bicara.Rumah untuk Zidan dan Reva itu tampak sangat besar nan mewah. Pilar rumah yang terdapat di depan terlihat menjulang tinggi dan kokoh. Rumah bergaya klasik modern itu memiliki 2 lantai. Halamannya pun begitu luas, terlihat

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-22
  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 4

    “Halo Kak,” Zidan tengah duduk seorang diri di ruang makan pagi ini. Sambil mengoles roti, ia menerima panggilan dari Kakak perempuannya yang menetap di Inggris bersama suaminya.“Zidan, kamu beneran nikah sama mempelai wanita pengganti? aku baru sempat lihat kabar pernikahanmu di sosial media.” “Kakak ke mana saja? aku udah nikah seminggu yang lalu dan seharusnya kalau adik kandung nikah itu, kakak kandungnya wajib datang," jawab Zidan sekaligus menyindir kakaknya yang sudah lama tidak pulang ke Indonesia.“Maafin kakak ya Zidan, bukannya kakak enggak mau datang. Kakak enggak bisa datang waktu itu karena kamu tahu ‘kan suami kakak itu sibuk, enggak bisa libur. Kakak juga harus ngurus Kayana, dia masih kecil.”“Oke, aku paham,” ucap Zidan seraya menyantap roti yang sudah dioles selai coklat tadi. “Terus itu yang kakak tanyain tadi benar?” “Iya, yang mau dijodohin sama aku itu kabur saat hari pernikahan jadi adiknya yang menggantikannya.” “Hah! serius? jadi benar istri kamu itu rem

    Terakhir Diperbarui : 2023-12-23

Bab terbaru

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 59

    Mereka tiba di penginapan menjelang malam hari. Mereka sengaja pulang setelah makan malam agar bisa langsung istirahat.Reva langsung mengambil kesempatan untuk mandi duluan ketika melihat Zidan sedang duduk di depan tv.Setelah 20 menit, Reva keluar dengan wajah lebih fresh, rambutnya masih basah. Ia mengenakan kemeja putih oversize dengan bawahan celana pendek selutut warna hitam.“Mas, kamu mau mandi enggak? Aku udah selesai.”Zidan menoleh, seketika matanya terkunci pada penampilan istrinya yang terlihat fresh dan seksi. Bulir-bulir air dari rambutnya yang basah mengalir hingga ke lehernya, wajahnya putih bersih, bibirnya merah. Kaki jenjangnya yang mulus terekspos sempurna. Penampakan yang sangat indah di mata Zidan.“Ih, kenapa lihatin aku gitu banget sih Mas.” Reva reflek menutup dada dan pahanya. Ia takut sama suaminya sendiri pasalnya Zidan menatapnya liar, tanpa berkedip.Zidan berdiri, bergerak mendekati istrinya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Mau tak mau Reva me

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 58

    2 Minggu kemudian Tak terasa tahun telah berganti. Awal tahun adalah awal yang baik untuk memulai kembali apa yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya dan berusaha untuk lebih baik lagi dari sebelumnya dalam hal apapun.Terhitung sudah 8 bulan pernikahan Zidan dan Reva berjalan, masih terbilang seumur jagung memang namun berbagai macam rintangan yang datang sudah mereka lewati dan mereka bertekad untuk selalu berpegang tangan bersama melewati segala rintangan yang mungkin akan datang di masa depan. Dari akhir tahun menjelang awal tahun biasanya orang ramai berbondong-bondong menghabiskan waktu untuk liburan sebelum kembali ke rutinitas. Tak terkecuali dengan Zidan dan Reva yang baru mau pergi berlibur ke luar kota pada awal tahun ini, cukup terlambat memang tapi tidak apa-apa. Mereka berencana akan menghabiskan waktu liburan di luar kota selama 3-4 harian saja karena Zidan juga tidak mungkin mengambil libur panjang.“Mas, apa semuanya sudah siap?” Reva datang dari belakang, memp

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 57

    Zidan akhirnya berhasil membawa istrinya pulang. Ia tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan syukurnya. Saat tiba di rumah, ia langsung menggendong istrinya bridal style, berputar-putar seperti drama india.“Aduh duh Mas. Kamu bersemangat banget, aku jadi pusing nih," celetuk Reva seraya menyentuh kepalanya, pura-pura merasa pusing.“Ups! maaf enggak sengaja.” Zidan malah nyengir sementara Reva menggelengkan kepalanya seraya mengerucutkan bibir. Zidan membawa istrinya masuk, mendudukkannya pelan ke sofa empuk lalu berlutut, memegang tangan istrinya. “Aku minta maaf ya. Aku enggak tahu apa kata maaf ini cukup tapi aku janji akan selalu percaya sama kamu.”Reva menyunggingkan senyum kecil, sebelah tangannya diletakkannya di atas tangan Zevano. “Aku maafin. Tapi mulai sekarang kamu harus janji kalau kita harus selalu saling percaya satu sama lain. Janji?” Reva mengangkat jari kelingkingnya.“Harus begitu?”“Iya, Mas. Kamu enggak mau janji sama aku?” Reva merengek seperti anak keci

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 56

    Zidan kembali bersama orangtua Rian ke tempat di mana Rian ditawan. Ia akan lakukan apapun agar Rian buka suara, mengakui semua kesalahannya.“Rian, astaga! ke mana saja kamu selama ini nak? apa kamu enggak kasihan sama Mama, Papa?!” wanita paruh baya yang memakai hijab segi empat itu lari menghampiri anaknya, menangkup wajah anaknya dengan berlinang air mata. Rian hanya diam, menunduk, tidak berani menatap mata mamanya. Ia merasa sangat bersalah pada mamanya.“Jawab Mama, Rian hiks. Ka-kamu udah enggak sayang sama Mama, huh? Kenapa kamu enggak pernah pulang ke rumah?” Riska, mamanya Rian terisak. Ia ngomong terbata-bata, bibirnya bergetar.Walaupun Rian anak yang nakal namun jauh di dalam lubuk hatinya, ia menyayangi orangtuanya terutama Mamanya. Kristal bening lolos dari pelupuk matanya, hati kerasnya tergoyah ketika mendengar isakan pilu mamanya. “Maafkan aku Ma, hiks.” Rian ikut terisak, merutuki diri dalam-dalam.Riska menarik Rian dalam pelukannya, mengusap kepala anaknya lemb

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 55

    Jam 8 malam, Zidan sudah bersiap untuk pulang. Namun ia tidak langsung pulang ke rumah melainkan bertolak menuju rumah orangtua Reva. Ia berniat untuk menjemput Reva, ia akan berusaha dulu untuk membawa istrinya pulang. Dia datang lagi ke rumah orangtua Reva dengan membawa makanan. Ting! Ting! Ceklek! Kali ini yang membuka pintu adalah Reno, Papanya Reva. Zidan sontak menelan ludahnya lalu membasahi bibirnya gugup. “Selamat malam Papa Reno.” “Malam,” jawab Reno dengan wajah datar membuat Zidan semakin gugup, ia berusaha untuk tersenyum walaupun senyumannya malah lebih terlihat seperti senyum kikuk daripada senyum ramah. “Ayo masuk,” sambung Reno kemudian masuk lebih dulu. “Duduk lah di sana,” perintah Reno seraya menunjuk sofa kosong di sebelahnya. Zidan mengangguk, mengikuti perintah papa mertuanya. “Oh iya Pa, ini ada martabak untuk Papa dan Mama.” “Makasih.” Zidan mengangguk namun matanya terlihat berkeliling memandang ke sekitar. “Hm, ngomong-ngomong Reva mana, P

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 54

    “Rian siapa?” tanya Arka dengan dahi mengernyit.“Mantanku,” jawab Risa cepat. “Aku tidak ada masalah kalau kamu mau ngomongin dia. Aku juga sudah tidak peduli dengannya,” sambung Risa seraya melirik Zidan sekilas.“Apa kamu bisa membantuku?” tanya Zidan, Risa diam, manik matanya bergerak pelan, menunjukkan wajah seperti sedang berpikir sementara Arka tampak melirik Zidan dan Risa bergantian. Ia tidak tahu menahu soal ini jadi ia hanya menyimak.Sementara itu Zaki sedang bertemu dengan Eva, mama Zidan di perusahaan milik suami Eva. Zaki yang minta bertemu mumpung Eva sedang ada di perusahaan. Biasanya Eva jarang datang ke perusahaan, datang bila ada perlunya saja.“Selamat siang Kakak ipar,” sapa Zaki saat memasuki ruangan Eva.Eva menyunggingkan senyum kecil. “Siang. Silakan duduk Zaki.” Eva mempersilakan Zaki untuk duduk di sofa depannya. Eva menyilangkan kakinya, menatap Zaki serius. “Jadi ada perlu apa, Zaki?” tanya Eva to the point, entah kenapa bila berhadapan dengan Zaki,

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 53

    “Halo, Pak Agus.” Di pagi hari yang cerah ini, Zidan terlihat sedang menjawab telepon dari asisten pribadinya di saat sedang menikmati kopi susu favoritenya.“Iya. Jadi bagaimana?” tanyanya dengan wajah serius.“Oke, nanti saya ke sana. Terima kasih Pak Agus.” Setelah memutuskan sambungan, Zidan kembali menyesap kopinya yang tersisa setengah hingga habis kemudian bergegas pergi menuju ke tempat pak Agus berada.Kurang lebih setengah jam akhirnya Zidan sampai di tempat yang dimaksud. Terlihat Pak Agus sudah menunggu di depan sebuah rumah.“Selamat pagi Pak Zidan.”“Pagi. Di mana dia sekarang?” tanya Zidan tanpa basa-basi.“Dia ada di dalam Pak,” jawab pak Agus seraya menunjuk ke dalam rumah dengan ibu jarinya.Zidan melangkah masuk ke dalam rumah kosong itu dengan tubuh tegap dan wajah datarnya.Rian menoleh ketika mendengar derap langkah kaki, ia sontak menggertakan giginya seraya menatap tajam orang yang baru saja masuk. “Baj*ngan kau. Apa yang kau lakukan padaku! Lepaskan ak

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 52

    “Apa-apaan lo! sadar!” Arka, pria yang menarik Zidan tadi meneriaki sahabatnya itu sambil mendorong bahunya kesal. Sementara wanita itu sudah menghilang entah ke mana. Zidan hanya diam, menatap Arka dengan mata sayunya. Arka geram, ia sontak menyeret Zidan keluar bar. Bugh!Arka melayangkan bogeman mentah ke sahabatnya sendiri hingga membuat Zidan sedikit terhuyung ke belakang. Ia merasakan panas dan nyeri yang menjalar dari pipi hingga ke dekat bibirnya namun ia tidak membalas, ia hanya menyentuh sudut bibirnya yang sepertinya mengeluarkan darah.“Sadar! udah berapa kali gue bilang bukan gini caranya menyelesaikan masalah!” Zidan masih tetap diam, mengalihkan pandangannya, enggan menatap Arka.“Kalau lo masih gini terus mending kita enggak usah temenan lagi. Gue malas temanan sama orang kayak lo."“Ka, tunggu!” Zidan dengan cepat menarik tangan Arka. Arka tadinya mau langsung pergi. “ Gue minta maaf,” ucapnya pelan dengan mata yang hampir tertutup.Arka menarik tangannya.

  • Mendadak Dinikahi CEO Galak   Bab 51

    Sementara itu di tempat lain, tak jauh dari Zidan, Reva tampak membuka koper, mengeluarkan sebuah kemeja putih milik Zidan yang sengaja dibawanya dari rumah. Walaupun berpisah untuk sementara waktu, ia tetap membawa salah satu barang yang berkaitan dengan Zidan karena ia ingin merasakan kehadiran suaminya bersamanya. Ia memandang kemeja putih itu dengan mata berkaca-kaca.Ia memeluk kemeja itu sambil memejamkan mata, menghirup aroma parfum maskulin dan segar suaminya yang melekat di kemeja tersebut, membuat hatinya tenang. “Aku merindukanmu Mas.” Setetes kristal bening keluar dengan mudah dari pelupuk matanya. Walaupun baru terpisah sehari, namun rasa rindunya telah membuncah hingga menyesakkan hati.Tanpa Reva sadari, Risa melihat itu semua. Ia tak sengaja lewat di depan kamar Reva, kamarnya tidak tertutup sepenuhnya. Risa merasa iba pada adiknya, tatapan matanya turun, sudut bibirnya turun, helaan napas keluar dari bibirnya. Ia tidak tega melihatnya namun ia juga tidak bisa berbua

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status