Share

Bab 1072

Author: Galang Damares
Aku mendorongnya dengan kasar.

Tio menatapku dengan marah. "Dasar bajingan, kamu tahu siapa aku? Beraninya kamu menyerangku?"

Aku membusungkan dadaku, lalu berkata tanpa takut, "Aku nggak peduli siapa kamu. Kalau kamu berani membuat onar di sini hari ini, jangan salahkan aku bersikap kasar."

"Berani sekali kamu! Berani sekali kamu berbicara seperti itu pada Pak Tio?" kata Henry. Ternyata orang ini adalah anak buahnya Tio.

Bahkan Bagas pun adalah anak buah Tio.

Aku bertanya-tanya kenapa orang-orang ini berkumpul untuk menimbulkan masalah hari ini?

Ternyata ada orang di balik semua ini.

Saat ini, aku tidak merasa takut sama sekali. Aku hanya marah.

Pembukaan Aula Juve bukan hanya hasil kerja kerasku. Namun, itu juga hasil kerja keras Kiki, Zudith dan semua orang.

Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menimbulkan masalah di hari pembukaan.

Jadi, aku menatap Tio tanpa rasa takut. Aku melakukan hal terkeren yang pernah aku lakukan dalam hidupku.

"Berani sekali kamu. Kamu membuat masala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1073

    Saat ini, Bella bahkan tidak memandangnya. Hal ini membuat Henry merasa keberadaannya seperti udara.Identitas Bella memang tidak bisa diremehkan. Bahkan Tio yang arogan pun tersenyum di depan Bella. "Ternyata Nona Bella dari Perusahaan Lugos. Nona Bella bilang Aula Juve dibuka oleh temanmu?"Tatapan mata Bella yang dingin itu jatuh pada Tio, "Yah, Edo adalah temanku. Kalau Pak Tio membuat masalah untuknya, berarti kamu juga membuat masalah untukku.""Haha, bukannya aku mau cari masalah, tapi memang ada sedikit masalah di antara kita." Meskipun Tio takut, dia tidak ingin menyerah.Bella langsung mencibir, "Masalah apa itu? Pak Tio, kenapa kamu nggak langsung memberitahuku saja. Aku akan membantu kamu menyelesaikannya.""Aku menyapa orang ini barusan, tapi dia nggak tahu diri. Dia hampir mematahkan lenganku. Nona Bella, menurutmu siapa yang salah?"Bella tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Sebaliknya, dia malah menatapku. "Edo, katakanlah."Aku menceritakan padanya situasi yang seb

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1074

    "Tunggu sebentar," kataku dengan suara nyaring.Tio mengerutkan kening, lalu berkata menatapku, "Apa lagi yang ingin kamu lakukan?"Aku sama sekali tidak takut. Aku menatap langsung ke arahnya. "Pak Tio, aku nggak tahu dendam apa yang terjadi di antara kita hingga kamu berusaha keras mencari masalah denganku. Tapi, aku beri tahu, kejadian hari ini hanya akan terjadi satu kali.""Kalau terjadi lagi, jangan salahkan aku karena bersikap kasar padamu!"Tio mengepalkan tangannya. Matanya tampak seperti api yang hendak menyembur.Tepat saat dia hendak murka, Jessy segera menariknya, "Pak Tio, ayo, ayo pergi berbelanja."Tio tampak sangat marah. Namun, dia tidak bisa melampiaskannya.Aku menatap Bella, lalu berkata dengan tulus, "Terima kasih.""Siapa yang menabur angin, akan menuai badai. Sebaiknya kamu berhati-hati," kata Bella dengan makna tersembunyi.Aku menghela napas panjang.Apakah aku salah atas hal ini?Jessy yang berinisiatif menemuiku. Karena Jessy, Tio menjadi iri dan cemburu.Na

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1075

    Saat ini, dia melihat harapan. Dono perlahan-lahan memperlihatkan taringnya.Dia akan menunggi waktu yang tepat tiba....Karena ini adalah hari pertama pembukaan klinik, Harmin memperkenalkanku pada banyak pelanggan. Dia merekomendasikan aku satu per satu."Halo, Pak Tommy!""Halo, Pak Wongso!""Halo, Pak Toni!"Aku bersosialisasi dengan para bos satu per satu.Selain itu, aku menghafal penampilan dan kontak semua orang.Karena aku telah memutuskan untuk bekerja sendiri. Tentu saja, koneksi dan jaringan pribadi itu sangat penting.Orang-orang ini adalah koneksi dan jaringan yang diberikan oleh Harmin. Aku memperoleh semua ini dengan susah payah. Aku harus menghargainya.Setelah serangkaian acara sosial, aku merasa mulut kering. Tenggorokanku seolah hampir berasap.Kiki memberiku segelas air, lalu berkata, "Cepat minum. Suaramu sudah serak."Aku mengambil cangkir itu, lalu meminumnya sekaligus.Akhirnya, aku merasa sedikit lebih baik.Meskipun aku merasa sangat lelah, menurutku itu sep

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1076

    Saat sore, klinik tidak begitu sibuk. Pertama, para bos sudah pulang. Kedua, arus pelanggan lebih sedikit dibandingkan pagi hari.Semua staf bisa bernapas lega.Saat kami kembali, Dono bekerja dengan bahagia. Meskipun dia berkeringat deras, dia tidak mengeluh.Kiki cukup terkejut. "Kenapa anak itu begitu bahagia?"Zudith menatap Dono dengan curiga. "Apa yang sedang dilakukan orang itu? Edo, menurutmu apa kita harus mengusirnya?"Aku pikir-pikir, lalu berkata, "Dia juga seorang pemegang saham. Meskipun sahamnya sangat kecil, kita nggak boleh mengabaikannya.""Karena dia bersedia melakukannya, biarkan saja. Tapi, kalian harus mengawasinya. Biarkan dia melakukan pekerjaan sambilan. Jangan biarkan dia berhubungan dengan informasi rahasia."Aku masih merasa sangat waspada pada Dono.Aku lebih baik berhati-hati daripada menyesal.Hal-hal seperti pengelolaan keuangan, jalur pembelian bahan obat-obatan, informasi beberapa pelanggan penting dan yang lainnya lebih aman di tangan kami.Sementara

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1077

    Aku sedang melihat laporan keuangan yang ditulis oleh Cindy.Catatan yang dibuat oleh Cindy sangat jelas dan mudah dipahami. Bahkan orang awam sepertiku pun dapat memahaminya.Aku benar-benar menemukan seorang ahli.Saat aku melihat Hairu datang, aku segera memberikan laporan itu pada Cindy.Aku juga merasa sedikit waspada pada Hairu.Mau bagaimana lagi. Hairu dan Dono tidak sejalan dengan kami, jadi aku harus waspada padanya.Jika awalnya aku punya cukup dana, aku tidak akan mau bekerja sama dengan mereka.Kami tidak seharusnya memiliki niat untuk menyakiti orang lain, tetapi kami harus waspada pada orang lain.Semuanya demi klinik makin berkembang."Edo, aku ingin memberitahumu sesuatu."Aku berjalan ke ruang istirahat dan duduk. Hairu juga mengikutiku.Barusan, Hairu melihatku meletakkan laporan itu. Namun, dia tidak mengatakan apa pun.Namun, Hairu pasti merasa agak tidak senang. Dia berpikir bahwa kami adalah partner sekarang. Namun, aku bahkan masih waspada padanya.Hairu merasa

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1078

    Dono sangat memedulikan masalah ini. Saat dia melihat Hairu datang, dia bergegas bertanya, "Kak, bagaimana? Edo setuju nggak?"Dalam perjalanan pulang, Hairu berpikir tentang cara menenangkan Dono.Jadi, dia berkata sambil tersenyum, "Edo bilang klinik nggak terlalu stabil akhir-akhir ini. Mari kita tunggu dan lihatlah."Wajah Dono langsung menjadi masam. "Tunggu? Kapan? Dia jelas bersikap acuh tak acuh pada kita. Kak, kita nggak boleh terlalu toleran. Kalau nggak, Edo akan makin nggak menganggap kita serius."Hairu telah menduga saat mendengarnya mengatakan ini, Dono akan marah besar.Dia tetap sabar, lalu berkata dengan tenang, "Jangan nggak sabar. Duduk dan dengarkan aku perlahan-lahan.""Kak, bagaimana mungkin aku nggak cemas? Jelas bahwa kita yang membeli Aula Juve. Sekarang, mereka sibuk di sini. Sementara kita berdua seperti udara yang nggak berguna.""Apa mengeluh berguna? Apa mengeluh dapat menyelesaikan masalah?" tanya Hairu dengan ekspresi masam, tetapi dia masih berusaha me

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1

    Pada pukul sebelas malam.Aku pergi lari malam di taman di bawah rumah kakakku.Tiba-tiba aku mendengar suara gemerisik seorang pria dan seorang wanita yang datang dari rerumputan."Wiki, kamu sebenarnya mampu nggak? Kamu bilang kamu nggak terangsang kalau di rumah. Aku ikut ke sini bersamamu, kenapa kamu masih seperti ini?"Saat aku mendengarnya, bukankah ini suara anggun Kak Nia?Bukankah kakakku dan Kak Nia pergi makan malam? Kenapa muncul di taman, bahkan di rerumputan?Biarpun belum pernah punya pacar, aku sudah menonton banyak video instruksional, jadi aku langsung mengerti bahwa mereka sedang mencari sensasi.Nggak kuduga kakakku dan Kak Nia jago mainnya! Mereka ternyata melakukannya di taman ... ini seru sekali.Mau tak mau aku pun mendekat dan menguping.Kak Nia sangat cantik dan memiliki bodi yang super seksi. Mendengar rintihan Kak Nia adalah impianku.Aku berjingkat ke rumput dan diam-diam menjulurkan kepalaku.Kulihat Kak Nia duduk di atas kakakku. Walaupun punggungnya men

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 2

    "Lina, kamu sudah sampai, ayo masuk, duduk dulu." Selagi aku bertanya-tanya, Kak Nia menghampiri dan berkata kepada wanita itu dengan sangat antusias.Wanita itu masuk ke dalam rumah atas ajakan Kak Nia.Kak Nia memperkenalkan kami satu sama lain.Ternyata wanita itu adalah sahabatnya yang bernama Lina Lasma yang tinggal di sebelah."Lina, ini adik Wiki dari desa yang sama. Namanya Edo Didi. Dia baru tiba kemarin."Lina menatapku dengan heran, lalu berkata sambil tersenyum, "Aku nggak menyangka adiknya Wiki begitu muda dan tampan!""Edo baru saja lulus kuliah, bagaimana mungkin nggak muda? Selain itu, dia bukan hanya muda, dia juga sangat kuat."Entah apakah itu hanya imajinasiku, aku merasa perkataan Kak Nia ada maksud lain dan matanya menatap bagian tertentu di tubuhku.Itu membuatku merasa sangat tidak nyaman.Lina menatapku dari atas ke bawah dan bertanya, "Nia, kalau begitu tukang pijat yang kamu bicarakan itu adikmu ini 'kan?""Benar, itu Edo. Dia belajar ilmu pijat dari kakeknya

Latest chapter

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1078

    Dono sangat memedulikan masalah ini. Saat dia melihat Hairu datang, dia bergegas bertanya, "Kak, bagaimana? Edo setuju nggak?"Dalam perjalanan pulang, Hairu berpikir tentang cara menenangkan Dono.Jadi, dia berkata sambil tersenyum, "Edo bilang klinik nggak terlalu stabil akhir-akhir ini. Mari kita tunggu dan lihatlah."Wajah Dono langsung menjadi masam. "Tunggu? Kapan? Dia jelas bersikap acuh tak acuh pada kita. Kak, kita nggak boleh terlalu toleran. Kalau nggak, Edo akan makin nggak menganggap kita serius."Hairu telah menduga saat mendengarnya mengatakan ini, Dono akan marah besar.Dia tetap sabar, lalu berkata dengan tenang, "Jangan nggak sabar. Duduk dan dengarkan aku perlahan-lahan.""Kak, bagaimana mungkin aku nggak cemas? Jelas bahwa kita yang membeli Aula Juve. Sekarang, mereka sibuk di sini. Sementara kita berdua seperti udara yang nggak berguna.""Apa mengeluh berguna? Apa mengeluh dapat menyelesaikan masalah?" tanya Hairu dengan ekspresi masam, tetapi dia masih berusaha me

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1077

    Aku sedang melihat laporan keuangan yang ditulis oleh Cindy.Catatan yang dibuat oleh Cindy sangat jelas dan mudah dipahami. Bahkan orang awam sepertiku pun dapat memahaminya.Aku benar-benar menemukan seorang ahli.Saat aku melihat Hairu datang, aku segera memberikan laporan itu pada Cindy.Aku juga merasa sedikit waspada pada Hairu.Mau bagaimana lagi. Hairu dan Dono tidak sejalan dengan kami, jadi aku harus waspada padanya.Jika awalnya aku punya cukup dana, aku tidak akan mau bekerja sama dengan mereka.Kami tidak seharusnya memiliki niat untuk menyakiti orang lain, tetapi kami harus waspada pada orang lain.Semuanya demi klinik makin berkembang."Edo, aku ingin memberitahumu sesuatu."Aku berjalan ke ruang istirahat dan duduk. Hairu juga mengikutiku.Barusan, Hairu melihatku meletakkan laporan itu. Namun, dia tidak mengatakan apa pun.Namun, Hairu pasti merasa agak tidak senang. Dia berpikir bahwa kami adalah partner sekarang. Namun, aku bahkan masih waspada padanya.Hairu merasa

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1076

    Saat sore, klinik tidak begitu sibuk. Pertama, para bos sudah pulang. Kedua, arus pelanggan lebih sedikit dibandingkan pagi hari.Semua staf bisa bernapas lega.Saat kami kembali, Dono bekerja dengan bahagia. Meskipun dia berkeringat deras, dia tidak mengeluh.Kiki cukup terkejut. "Kenapa anak itu begitu bahagia?"Zudith menatap Dono dengan curiga. "Apa yang sedang dilakukan orang itu? Edo, menurutmu apa kita harus mengusirnya?"Aku pikir-pikir, lalu berkata, "Dia juga seorang pemegang saham. Meskipun sahamnya sangat kecil, kita nggak boleh mengabaikannya.""Karena dia bersedia melakukannya, biarkan saja. Tapi, kalian harus mengawasinya. Biarkan dia melakukan pekerjaan sambilan. Jangan biarkan dia berhubungan dengan informasi rahasia."Aku masih merasa sangat waspada pada Dono.Aku lebih baik berhati-hati daripada menyesal.Hal-hal seperti pengelolaan keuangan, jalur pembelian bahan obat-obatan, informasi beberapa pelanggan penting dan yang lainnya lebih aman di tangan kami.Sementara

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1075

    Saat ini, dia melihat harapan. Dono perlahan-lahan memperlihatkan taringnya.Dia akan menunggi waktu yang tepat tiba....Karena ini adalah hari pertama pembukaan klinik, Harmin memperkenalkanku pada banyak pelanggan. Dia merekomendasikan aku satu per satu."Halo, Pak Tommy!""Halo, Pak Wongso!""Halo, Pak Toni!"Aku bersosialisasi dengan para bos satu per satu.Selain itu, aku menghafal penampilan dan kontak semua orang.Karena aku telah memutuskan untuk bekerja sendiri. Tentu saja, koneksi dan jaringan pribadi itu sangat penting.Orang-orang ini adalah koneksi dan jaringan yang diberikan oleh Harmin. Aku memperoleh semua ini dengan susah payah. Aku harus menghargainya.Setelah serangkaian acara sosial, aku merasa mulut kering. Tenggorokanku seolah hampir berasap.Kiki memberiku segelas air, lalu berkata, "Cepat minum. Suaramu sudah serak."Aku mengambil cangkir itu, lalu meminumnya sekaligus.Akhirnya, aku merasa sedikit lebih baik.Meskipun aku merasa sangat lelah, menurutku itu sep

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1074

    "Tunggu sebentar," kataku dengan suara nyaring.Tio mengerutkan kening, lalu berkata menatapku, "Apa lagi yang ingin kamu lakukan?"Aku sama sekali tidak takut. Aku menatap langsung ke arahnya. "Pak Tio, aku nggak tahu dendam apa yang terjadi di antara kita hingga kamu berusaha keras mencari masalah denganku. Tapi, aku beri tahu, kejadian hari ini hanya akan terjadi satu kali.""Kalau terjadi lagi, jangan salahkan aku karena bersikap kasar padamu!"Tio mengepalkan tangannya. Matanya tampak seperti api yang hendak menyembur.Tepat saat dia hendak murka, Jessy segera menariknya, "Pak Tio, ayo, ayo pergi berbelanja."Tio tampak sangat marah. Namun, dia tidak bisa melampiaskannya.Aku menatap Bella, lalu berkata dengan tulus, "Terima kasih.""Siapa yang menabur angin, akan menuai badai. Sebaiknya kamu berhati-hati," kata Bella dengan makna tersembunyi.Aku menghela napas panjang.Apakah aku salah atas hal ini?Jessy yang berinisiatif menemuiku. Karena Jessy, Tio menjadi iri dan cemburu.Na

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1073

    Saat ini, Bella bahkan tidak memandangnya. Hal ini membuat Henry merasa keberadaannya seperti udara.Identitas Bella memang tidak bisa diremehkan. Bahkan Tio yang arogan pun tersenyum di depan Bella. "Ternyata Nona Bella dari Perusahaan Lugos. Nona Bella bilang Aula Juve dibuka oleh temanmu?"Tatapan mata Bella yang dingin itu jatuh pada Tio, "Yah, Edo adalah temanku. Kalau Pak Tio membuat masalah untuknya, berarti kamu juga membuat masalah untukku.""Haha, bukannya aku mau cari masalah, tapi memang ada sedikit masalah di antara kita." Meskipun Tio takut, dia tidak ingin menyerah.Bella langsung mencibir, "Masalah apa itu? Pak Tio, kenapa kamu nggak langsung memberitahuku saja. Aku akan membantu kamu menyelesaikannya.""Aku menyapa orang ini barusan, tapi dia nggak tahu diri. Dia hampir mematahkan lenganku. Nona Bella, menurutmu siapa yang salah?"Bella tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Sebaliknya, dia malah menatapku. "Edo, katakanlah."Aku menceritakan padanya situasi yang seb

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1072

    Aku mendorongnya dengan kasar.Tio menatapku dengan marah. "Dasar bajingan, kamu tahu siapa aku? Beraninya kamu menyerangku?"Aku membusungkan dadaku, lalu berkata tanpa takut, "Aku nggak peduli siapa kamu. Kalau kamu berani membuat onar di sini hari ini, jangan salahkan aku bersikap kasar.""Berani sekali kamu! Berani sekali kamu berbicara seperti itu pada Pak Tio?" kata Henry. Ternyata orang ini adalah anak buahnya Tio.Bahkan Bagas pun adalah anak buah Tio.Aku bertanya-tanya kenapa orang-orang ini berkumpul untuk menimbulkan masalah hari ini?Ternyata ada orang di balik semua ini.Saat ini, aku tidak merasa takut sama sekali. Aku hanya marah.Pembukaan Aula Juve bukan hanya hasil kerja kerasku. Namun, itu juga hasil kerja keras Kiki, Zudith dan semua orang.Aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menimbulkan masalah di hari pembukaan.Jadi, aku menatap Tio tanpa rasa takut. Aku melakukan hal terkeren yang pernah aku lakukan dalam hidupku."Berani sekali kamu. Kamu membuat masala

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1071

    "Oke, aku nggak akan mempersulitmu. Tinggalkan barang-barangnya. Kamu pergilah."Kurir itu pergi.Zudith bertanya padaku, "Siapa yang memberimu paket ini. Kamu mau buka?"Aku langsung membuang paket tersebut.Karena aku telah menebak bahwa apa yang ada di dalam kotak itu bukanlah barang bagus.Aku bertanya-tanya bagaimana Johan tahu aku membuka Aula Juve?Mungkinkah dia memiliki mata-mata di Kota Jimba?Kejadian ini tidak menimbulkan banyak sensasi. Aku juga tidak memasukkannya ke dalam hati sama sekali.Namun, sekitar pukul sembilan, seseorang yang tidak aku duga muncul. Dia adalah Henry, mantan pacar Bella.Selain itu, dia datang untuk membuat onar."Oh, kamu nggak kerja di rumah sakit lagi. Kamu membuka klinik dan menjadi bos?" kata Henry dengan nada menghina saat dia tiba.Aku hampir tidak mengenalinya. Saat dia menyebutkan rumah sakit dan Bella, aku baru mengingatnya."Kalau kamu datang untuk memberi selamat, aku akan menyambutmu dengan baik. Tapi, kalau kamu datang untuk membuat

  • Kehidupan Edo yang Menakjubkan   Bab 1070

    Lina mengeluarkan satu, lalu menusuk beberapa lubang di atasnya dengan jarum.Aku tidak tahu semua ini. Aku membeli sekotak pengaman baru, lalu naik ke atas.Lina berkata, "Aku baru saja menemukan sekotak di dalam laci. Ayo kita pakai ini.""Oke."Aku langsung menghampiri Lina.Setelah selesai, aku tertidur lelap.Lina berbaring di belakangku dan membelai pipiku dengan lembut, "Edo, maafkan aku. Aku nggak tahu aku ingin punya anak atau nggak, jadi serahkan semuanya pada takdir."Lina menyukai anak-anak. Dia ingin menikah denganku dan melahirkan anak.Namun, dalam situasi ini, jika dia mengatakan bahwa dia ingin punya anak, aku pasti tidak akan setuju.Jadi, dia menggunakan cara seperti ini.Lina juga berpikir jika dia punya anak, dia akan menikah denganku.Sedangkan ayahnya, mana mungkin ayahnya membiarkan dia hamil sebelum menikah?Alasan mengapa Lina memiliki ide seperti itu karena dia selalu merasa tidak nyaman akhir-akhir ini.Dia takut tidak bisa menikah denganku dan tidak bisa hi

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status