Share

24 - Terpesona

Penulis: Poepoe
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-07 22:00:56

“Gimana wawancaranya tadi? Lancar?” Tanya Putra di mobil saat meraka dalam perjalanan pulang.

“Ya, tinggal tunggu offering letter-nya aja. Kata HR dalam tiga hari ke depan,” balas Marcella sambil menatap jalanan yang mulai padat.

“Tapi, kenapa tampangmu murung begitu?” Tanya Putra lagi. “Apa kamu ragu untuk balik kerja? Kalau ragu, sebaiknya enggak usah, Cella. Toh, aku bisa memenuhi semua kebutuhan kita selama ini.”

“Siapa bilang aku ragu? Aku malah enggak sabar untuk kembali ke kantor, Mas.”

“Lantas, kenapa kamu murung?”

Marcella menghela napas pendek. 

“Kurasa aku melihat Hanna.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   25 - Putra Curiga

    “Kenapa malam sekali?” Putra menengadahkan kepalanya dari layar ponsel, menatap istrinya yang baru pulang. “Lihat, sudah pukul sepuluh malam, Cella. Kamu bahkan enggak sempat menghabiskan waktu dengan Jordan.”Marcella menghela napas pelan sambil melepas jam tangannya.“Macet, Mas. Kamu tahu sendiri kan, pabriknya ada di mana?”“Tapi enggak mungkin sampai selarut ini,” desak Putra lagi.“Tadi, kami sempat makan malam dulu.”“Makan malam?” Ulang Putra dengan nada tinggi.“Iya, Mas. Aku laper. Daripada aku pingsan di jalan. Kebetulan Pak Erik mau aku ajakin makan, jadi, ya udah, kita makan bareng deh.&rdqu

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-07
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   26 - Ide Gila

    “Huh,” Marcella mengeluh kesal setelah membaca balas pesan dari suaminya.Padahal dia jelas-jelas lembur, tapi kenapa Putra malah menyalahkannya, menganggapnya menelantarkan Jordan?Jordan aman di rumah bersama nanny-nya, bahkan ibu mertuanya sering berkunjung mengurus cucunya. Sampai saat ini dirinya pun masih memberi ASI eksklusif untuk anaknya.Tapi, kenapa Putra malah menyudutkannya, hanya gara-gara lembur?Sejak kembali bekerja, hubungan mereka memang sedikit dingin. Dan setelah selesai meeting dengan divisinya, Marcella jadi malas pulang. Putra pasti akan menceramahinya untuk lebih mementingkan keluarga.Apalagi, Marcella tahu, ibu mertuanya sedang berkunjung ke rumah hari ini.Marcella menghela napas pelan. Dia lantas mencari taksi dan menuju restoran favoritnya.Hidangan sushi di hadapannya setidaknya membuat mood-nya sedikit membaik. “Well, aku enggak nyangka bisa ketemu lagi denganmu, Marcella.”Suara pria itu sontak membuat Marcella menoleh. Dan saat tatapannya beradu deng

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-08
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   27 - Pertengkaran

    “Aaa!”Marcella seketika mematung begitu Putra hendak melayangkan tamparan ke pipinya.Namun alih-alih menampar, Putra malah mencengkram bahu Marcella.“Aku tahu, Cella! Tahu!” Pria itu mengguncang-guncang tubuh istrinya penuh emosi.“Lepaskan, Mas! Sakit!”“Kamu selingkuh!” Napas Putra menderu seraya mendekatkan kepalanya ke wajah Marcella yang nampak gemetar ketakutan.“Se-Selingkuh? Jangan bicara macam-macam. Ah!”Kini Putra merenggut dagu istrinya. “Desahan itu? Desahan macam apa itu, hah? Brengsek! Siapa pria itu?! Erik?!”Marcella mendorong tubuh Putra. Lalu dia bisa merasakan rasa nyeri yang menyerang wajahnya.“Kamu kenapa sih? Kamu sudah menyakitiku!”“Kenapa kamu tega, Cella?” Suara Putra kini nyaris gemetar. Rasa sakit hati menusuk dadanya. Dia membayangkan tubuh istrinya dijamah pria lain.“Mas, aku enggak selingkuh! Kamu ngomong apa sih?!” Marcella melempar kedua tangannya ke udara dengan heran.“Jangan bohong, Cella! Kita juga pernah selingkuh!”“Hah! Aku enggak ngerti o

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-08
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   28 - Balas Dendam

    Marcella tersadar.Buket bunga ini bukan dari suaminya, melainkan Jordan.“Cella?” desak Putra dari ujung sana. “Kamu dapat bunga dari siapa?”Jordan masih melempar senyumnya di pintu lobi. Topi yang dikenakan pria itu menutupi sebagian wajahnya.“Oh, sebentar, Mas,” otak Marcella mulai berputar cepat, mencari alasan. Tidak, dia tak boleh tertangkap basah! “Astaga, ternyata kiriman bunga ini bukan untukku!”“Hah?”“Resepsionisnya salah, Mas. Di sini ditulis untuk Mar… Marcia! Aku enggak tahu deh ada yang namanya Marcia atau enggak di kantor kita. Oh, mungkin bunga ini salah alamat! Udah dulu ya, Mas. Aku haru

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   29 - Rencana Hanna

    “Mas, kamu sudah gila ya?!” Marcella mendengus heran di tangga darurat yang sepi. “Bisa-bisanya kamu nonton video begitu di tengah meeting? Astaga…”Putra menyusuri helaian rambutnya sambil mendesah pelan.“Memangnya, kamu enggak sadar?” balas Putra.“Well, bukan hanya aku yang sadar, Mas, tapi semua orang di ruang meeting, termasuk Erik!” Marcella melempar kedua tangannya ke udara dengan kesal.Sekarang kepala Putra berdenyut-denyut. “Bukan itu maksudku, Cella.”Marcella memutar kedua bola matanya. “Mas, kamu sudah mempermalukan dirimu sendiri, dan juga aku!”“Itu suaramu.”

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-10
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   30 - Hari Penentuan

    Putra membuka jendela mobilnya, membiarkan angin malam masuk, menyapu wajahnya.Sepanjang perjalanan, jantungnya terus berdegup cepat. Sejujurnya, dia ragu dengan rencana istrinya. Namun, nasi sudah menjadi bubur.Entah bagaimana caranya, Marcella berhasil menyewa tiga orang preman untuk menghabisi pemeras itu.“Mas, tutup jendelanya. Bisa-bisa aku masuk angin,” keluh Marcella sambil menyalakan AC mobil.Tanpa berkata-kata, Putra menuruti permintaan istrinya itu, walaupun sebenarnya dinginnya AC bisa membuatnya tambah gugup.“Apa kamu benar-benar yakin dengan rencana ini?” Suara Putra terdengar begitu ragu.“Semuanya sudah siap, Mas. Para preman itu s

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   31 - Sang Pewaris

    JGER!Gemuruh petir terdengar begitu keras, mengejutkan Putra yang tertidur di jok pengemudi.Napas pria itu terengah-engah saat terbangun dari mimpinya.“Astaga…” Putra menghela napas panjang sambil menyugar rambutnya. Pikirannya lantas dipenuhi oleh wajah Hanna.Wajah Hanna yang ketakutan sewaktu tertangkap basah. Suara Hanna yang terdengar begitu ketakutan…‘Tidak mungkin pelakunya Hanna,’ batin Putra. ‘Semua itu hanya mimpi. Hanna sudah mati.’Kemudian Putra menoleh ke samping dan tak menemukan istrinya di jok penumpang.Di luar angin berembus kencang dengan petir yang menyambar-nya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-11
  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   32 - Hanna Kembali

    DUA TAHUN KEMUDIANMarcella tak bisa menahan senyum yang mengembang begitu saja di wajahnya.Di salah satu halaman buletin bulanan perusahaan, terpampang fotonya dengan jabatan baru yang mentereng, manajer marketing.Dalam dua tahun terakhir karir wanita itu memang melejit pesat. Setiap ide campaign-nya selalu berjalan sukses.Dia berhasil membungkam orang-orang yang meremehkannya dan pada akhirnya mendapatkan promosi kenaikan jabatan–hal begitu dia idamkan sejak dulu.“Hah…” Tubuh Marcella berputar di kursi kulit yang empuk, sambil melempar pandangannya ke setiap sudut ruangan barunya.Dia sengaja mendesain ruangan ini dengan warna-warna pastel yang hanga

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12

Bab terbaru

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   52 - Kembali Bersatu

    Marcella mematung di tempat. Kalimat yang barusan meluncur dari mulut suaminya itu masih menggantung di kepalanya. Namun sebagian dari dirinya berusaha untuk tak mempercayainya.“Ha-Hanna? Kamu bilang kamu dijebak oleh Hanna?” Marcella tercekat.Putra mengangguk dengan sorot mata yang tak tergoyahkan.Satu alis Marcella naik sebelah. “Tapi kamu bahkan menyangkal kalau Hanna masih hidup, Mas.”“Awalnya memang begitu, tapi…”“Tapi apa?” Desak Marcella.“Tapi sekarang aku yakin kalau Hanni adalah Hanna. Dia masih hidup, Cella. Dan dia sedang merencanakan sesuatu pada kita,” Putra memicingkan matanya tajam.***Marcella menutup pintu ruangannya. Dirinya langsung melempar tasnya ke atas meja.“Lantas, apa yang harus kita lakukan?” Wanita itu menyugar rambutnya.Putra berjalan sambil bersedekap menuju ke jendela. Matanya memandang ke hamparan langit biru.“Untuk saat ini, kita harus berhati-hati pada wanita itu. Hanni–atau Hanna,” tandas Putra. “Dan juga Erik.”“Erik?”Putra lantas mencerit

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   51 - Hanni Menghilang

    “Katakan, Cella. Apa kamu ada hubungannya dengan penyekapan Hanni?” Desak Putra tajam.Dengan satu gerakan cepat, Marcella melepaskan dirinya dari cengkraman Putra.Wanita itu mendengus keras, mendongakkan dagunya sambil memandang suaminya dengan tatapan tak percaya.“Pelecehan? Penyekapan Hanni??” Kedua alis Marcella bertautan. “Aku bahkan enggak mengerti dengan ucapanmu. Tapi satu yang pasti, kamu sudah berbohong, Mas. Ternyata kamu membuntuti wanita sialan itu! Hah, kamu bahkan menuduhku yang enggak-enggak!”“Aku yakin seratus persen pria itu adalah teman SMA-mu. Aku ingat betul, Cella.”“Lantas?” Kedua bola mata Marcella melebar, menantang ucapan suaminya tadi. “Jika memang pria itu temanku, bukan berarti aku terlibat, Mas!”Marcella tertawa sinis. “Jangan-jangan, semalam kamu tidur dengan wanita sialan itu kan? Oh, astaga! Ternyata seleramu memang rendahan, Mas…”Putra hanya mematung. Kenapa Hanni tega mengirim foto-foto itu pada istrinya, pikir Putra. Untuk apa wanita itu menje

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   50 - Dijebak?

    “Ayo, buka pakaian dalammu, Hanna. Boleh kan aku memanggilmu dengan sebutan itu?” Sepasang mata Putra menyorot penuh gairah ke arah tubuh indah itu.Lantas, Hanna berjalan ke arah Putra, mendorong tubuh pria itu.“Tapi sebelumnya,” tangan Hanna bergerak pelan membuka satu per satu kancing kemeja Putra, “kamu juga harus menanggalkan pakaianmu.”Putra menyeringai begitu Hanna mulai melempar kemejanya ke sembarang arah, lalu lanjut melepas ikat pinggangnya.Hanna melirik nakal, melihat sesuatu yang menyembul di antara kedua kaki Putra.“Apa istrimu enggak pernah melakukan ini?” Tanya Hanna, menarik celana Putra. “Apa dia kurang menarik di atas ranjang?”“Sebenarnya dia cukup liar, tapi akhir-akhir ini kami sering bertengkar. Hubungan kami jadi dingin,” napas Putra mulai terdengar berat.Seketika, Putra menguap lebar. Sementara Hanna merangkak naik ke atas pangkuan Putra.Dada Hanna berdebar begitu kencang sekarang. Dia hanya bisa berharap obat tidur itu segera bekerja.“Duh, kok aku jadi

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   49 - Kenangan Masa Lalu

    Suara sorak sorai serta tepukan yang meriah dari para tamu terdengar begitu, Hanna dan Putra berciuman setelah sah menjadi suami istri.Hanna tak bisa menyembunyikan pipinya yang merona saat ciuman manis itu usai.Putra yang berdiri di depannya, menatap Hanna hangat. Raut wajah bahagia terpancar karena akhirnya dia sah memiliki Hanna sepenuhnya.“Istriku…” panggil Putra pelan. “Akhirnya kamu menjadi istriku, Hanna.”Hanna menyunggingkan senyumnya, mengangguk. Dadanya berdebar bahagia. Bagi Hanna, menikah dengan Putra adalah impiannya.Dia sangat mencintai pria ini. Di matanya, Putra adalah sosok yang sempurna, pekerja keras dan penyayang.Tiga tahun mereka pacaran, banyak rintangan yang harus dilalui, termasuk penolakan keras dari ibunya Hanna, Lidya.Tapi kini rintangan itu sudah mereka lewati. Sambil memegang buku nikah, mereka akan mengarungi hidup baru yang menyenangkan.“Sekarang, hadap ke kamera ya. Buku nikahnya tunjukkin,” titah fotorgrafer itu. “Jangan lupa senyum. Satu, dua,

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   48 - Perasaan Itu

    Erik menggeram kesal.Sudah seminggu setelah kejadian itu, tetapi pihak berwajib belum juga menemukan keberadaan Jordan.Yang membuat Erik tambah naik pitam adalah kemungkinan besar keterlibatan salah satu anak buahnya, Marcella.“Haruskah kita menyewa orang sendiri untuk mencari keberadaan pria sialan itu?” Erik melempar kedua tangannya ke udara. “Atau aku akan introgasi Marcella?”“Jangan, Erik.” Sergah Hanna. “Biarkan Marcella merasa bahwa dirinya aman, sampai Jordan tertangkap dan menyeret namanya.”“Tapi aku bahkan enggak tahan untuk melabraknya, Hanna,” geram Erik. “Dan plis, Hanna. Selalu beri tahu aku kalau kamu punya rencana. Aku enggak mau hal seperti ini terjadi.”“Maafkan aku, Erik…”Erik menghela napas pelan, berdiri di depan wanita itu. “Aku mencemaskamu. Apa… aku batalkan saja perjalananku kali ini?”“Hei!” kedua mata Hanna melebar. “Ini perjalanan dinas penting, Erik. Lagian, aku baik-baik saja kok.”“Tapi kalau aku enggak ada, kamu harus pulang-pergi sendiri. Gimana k

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   47 - Di Ujung Tanduk

    “Uh..” Jordan mendesah pelan. “Aku enggak menyangka tubuhmu seindah ini, Hanni…”Sebelum menarik turun pakaian dalam bagian bawah itu, ujung hidung Jordan menyentuh paha Hanna menyesap tubuh wanita itu dalam-dalam.Mau tak mau, Hanna menggeliat takut.“Pantas saja Marcella cemburu padamu…” tukasnya lagi. “Kamu tenang saja, Hanni. Aku akan memperlakukanmu dengan lembut kok. Aku ahli dalam hal ini.”Jordan mendongak sambil melempar senyum nakal ke arah Hanna.Hanna terus saja terisak, berharap keajaiban datang.Jordan mengecup pinggul Hanna, menjilatnya pelan. “Hanni, Sayang… kamu enggak akan menyesal, karena aku akan membuatmu melayang…”Dada Hanna terasa begitu sesak. Napasnya tersengal berat saat merasakan pakaian dalam bagian bawah itu perlahan turun.Pipinya benar-benar basah sekarang.Sampai tiba-tiba…BRAK!Suara pintu yang mendobrak keras itu terdengar.‘Erik!’ Kedua mata Hanna membelalak penuh harap. “Hei! Brengsek!!!” Suara lelaki itu menggelegar.Jordan tersentak dan langsun

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   46 - Dalam Bahaya

    Angin malam berembus kencang, seiring dengan motor yang dikendarai Jordan melaju begitu cepat.Sesekali Hanna mendengar suara gemuruh dari atas sana. Sepertinya akan turun hujan.“Jordan, kapan kita sampai?” Tanya Hanna, suaranya nyaris tertelan kilatan petir yang seketika menyambar.“Masih beberapa kilometer lagi,” balas pria itu. Dari jalan besar yang ramai, lama-lama motor mereka memasuki kawasan yang sepi.Kini motor itu melaju di jalanan yang remang. Lampu-lampu jalan berpendar suram dengan kesunyian yang mencekam malam.Dada Hanna jadi berdebar kencang. Pelipisnya sedikit berkeringat karena gelisah.Sepertinya dia sudah melakukan kesalahan fatal dengan mengikuti permainan pria ini.Diam-diam, Hanna merogoh ke dalam tasnya. Dengan jari-jari yang gemetar dia mengirim pesan pada Erik.‘Sepertinya aku dalam bahaya.’Hanna pun menyalakan aplikasi GPS di ponselnya dan mengirimkannya pada Erik.“Jordan, aku berubah pikiran,” ucap Hanna.“Apa?”“Aku berubah pikiran!” Hanna menaikkan n

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   45 - Rasa Penasaran Putra

    Malam itu, Hanna baru saja keluar dari gedung Beauty Inc. ketika sebuah motor tiba-tiba melipir di depannya.Langkah Hanna terhenti. Keningnya mengerut memperhatikan siapa sosok di balik helm itu.“Jordan?” Hidung Hanna mengerut terkejut begitu Jordan menampakkan wajahnya.Dia tersenyum. “Kebetulan aku lewat sini dan melihatmu baru keluar dari gedung. Mau kuantar?”Rambut sebahu Hanna bergerak pelan. “Aku bisa pulang sendiri.”“Ayolah, anggap saja ini sebagai bentuk terima kasihku karena kamu bersedia jadi modelku,” desak Jordan lagi. “Aku bawa helm lagi kok.”Belum sempat Hanna mengiyakan ajakan itu, Jordan sudah keburu menjulurkan helm di hadapan Hanna.Hanna menghela napas pelan lalu menerima tumpangan itu. Sekalian, dia mau menggali lebih dalam soal pria ini. Siapa tahu Jordan keceplosan menyebut nama Marcella.Tak jauh dari situ, Putra memperhatikan mereka dengan curiga dari dalam mobilnya.‘Hanni. Dengan siapa dia pulang? Pacarnya?’ batin Putra penasaran. ‘Tapi tunggu, sepertiny

  • Kebangkitan Istri yang Kau Khianati   44 - Pertemuan dengan Jordan

    Pagi ini, Hanna sudah berdiri di depan kasir kopi langganan anak-anak kantor sambil menatap catatannya, mengecek ulang pesanan mereka.Tugas seperti sudah biasa baginya.“Tiga es americano, dua vanilla latte sama satu kopi susu. Semua less sugar ya,” tukas Hanna pada kasir yang berdiri di hadapannya.Saat sedang menunggu, seketika ada seseorang yang berdiri di sebelahnya.“Espresso, double shot,” suara barito pria itu membuat Hanna menoleh.Pria itu tinggi, mengenakan kaus hitam dan celana selutut sehingga terlihat begitu santai, dengan potongan rambut cepak.Pria itu tiba-tiba menoleh ke arahnya yang membuat Hanna terkesiap.Sial, dia tertangkap basah mencuri pandang ke pria itu!Cepat- cepat, Hanna memalingkan tatapannya.Lantas, kening pria itu mengernyit. “Kamu… kamu model produk kecantikan itu kan?”Hanna nampak terkejut.“Aku lihat videonya di media sosial. Cukup viral lho. Jadi, video itu bukan settingan ya?” Pria itu balik memperhatikan Hanna. “Kamu benar-benar seorang office

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status