Share

Perceraian

Penulis: Isna Arini
last update Terakhir Diperbarui: 2022-07-31 22:07:26

Mas Galih begitu sibuk mengurusi perceraian kami, bahkan dia tidak peduli dengan permintaan ibu untuk memikirkannya kembali keputusannya. Sepertinya dia memang sudah tidak peduli lagi padaku, dan akupun juga sudah mulai bisa menguasai diriku sendiri.

Bahkan aku dengar wanita itu mau juga merawat ibu mas Galih. Baguslah jika memang begitu, beliau tidak akan hidup disia-siakan oleh anak dan menantu barunya.

Mas Galih lah yang mengurus semuanya, dokumen-dokumen yang diperlukan hingga daftar kekayaan yang kami miliki setelah menikah. Yang aku tahu, memang harus melampirkan itu jika kami berniat langsung membagi harta Gono-gini. Jika tidak melampirkan saat mengajukan gugatan cerai, maka kami harus mengurusinya lagi setelah terjadi perceraian.

Dokumen yang di siapkan oleh mas Galih berupa, surat nikah asli, Fotokopi surat nikah 2 lembar lengkap dengan materai dan sudah dilegalisir, Fotokopi KTP, Fotokopi KK serta Surat kepemilikan harta. ( sumber : pobela.com.)

Kami tidak menyertakan akte kelahiran karena memang belum miliki anak, dan sepertinya salah satu alasan dia terjebak dengan wanita itu adalah karena anak.

"Kamu boleh mengambil rumah ini, dan aku akan mendapatkan ruko. Keduanya bernilai hampir sama," ucap mas Galih pagi ini saat kami sedang sarapan bersama.

Lucu memang, kami sudah akan bercerai tapi kami masih tinggal bersama dan makan bersama, hanya tidur saja kami sudah tidak se-kamar lagi. Aku tidak mau terganggu dengan dering telepon dari istri sirinya itu setiap saat. Jadi aku meminta suamiku tidur di kamar lain. Rumah ini memang cukup luas dan mewah, ada empat kamar didalamnya. Dua dilantai bawah dan dua lagi di lantai atas.

Kamar utama yang ada di bawah biasanya menjadi kamar tidurku dengan mas Galih, sedangkan kamar yang satunya lagi di tempati oleh ibu.

Kami yang hanya tinggal bertiga dirumah ini, membuat suasana rumah cukup sepi. Kamar dan ruang atas aku pakai untuk bekerja membuat pola maupun sketsa, lantai atas sudah seperti kantor bagiku. Hanya satu kamar yang di fungsikan sebagai mana mestinya yaitu untuk tidur.

"Aku mau rumah ini dan juga toko dengan segala isinya," sahutku pendek. "Kamu boleh mengambil ruko dan juga rumah yang ditempati oleh Dania, sisanya kita jual dan bagi dalam bentuk uang" ucapku lagi.

"Bagaimana bisa kamu mau toko juga, untuk apa?" tanyanya seperti tidak setuju.

"Untuk apa katamu mas? ya untuk mencari nafkah aku harus menghidupi diriku sendiri bukan. Apa kamu berniat membuatku tidak memiliki sumber pendapatan sama sekali setelah menceraikan diriku. Apa itu yang diinginkan oleh istrimu itu, hah?!"

"Tapi darimana kamu akan mengisinya, toko itu lama-lama juga akan habis barangnya jika terjual."

"Tidak usah sok peduli padaku mas! Kamu pikir semua yang kita produksi itu siapa yang membuat idenya, designer? atau klien kita sudah memberikan pola jadi dan siap di potong? mereka hanya memberikan gambaran dan aku yang membuatnya. Apa kamu lupa?"

Lelaki yang sebentar lagi akan menjadi mantan suamiku itu hanya bisa terdiam. Sepertinya dia lupa jika istrinya ini memiliki kontribusi besar dalam usaha yang kami miliki.

"Rumah dan ruko tiga lantai dengan segala isinya itu tetap tidak seimbang mas, kamu pikir berapa harga peralatan yang tersedia semuanya disana, semua bernilai bukan. Aku tetap akan meminta toko itu maupun rumah ini dan kamu mendapatkan ruko juga rumah yang ditempati oleh Dania!"

"Terserah kamu mau atau tidak, tapi jika tidak mau, maka aku akan mempersulit proses perceraian ini. Kamu yang salah disini mas, kamu menikah tanpa sepengetahuanku, bisa saja aku menuduhmu berselingkuh! Aku tidak peduli yaa jika kita menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mengurus perceraian ini. Bahkan kalaupun kita jatuh miskin sekalipun aku tidak peduli. Aku terbiasa hidup susah, tapi tidak tahu dengan gundikmu itu!" ucapku berapi-api.

"Jangan menyebutnya dengan panggil itu," seru mas Galih tidak terima.

"Lalu aku harus menyebutnya apa? pelakor, simpanan?"

"Kami sudah menikah secara sah dimata agama, dia istriku!"

"Iya, istri yang dinikahi setalah menggoda suami orang lain. Apa itu namanya kalau bukan pelakor, beda cerita jika kalian jujur sejak awal dan aku tahu semuanya dari awal sebelum kalian menikah!"

"Kamu tidak akan mau jika kami jujur sejak awal."

"Itu kamu tahu, karena tidak semua wanita ingin berbagi. Buktinya Dania saja memintamu untuk menceraikan aku kan. Tapi jika kamu jujur sejak awal, setidaknya ceraikan aku terlebih dahulu, bukan sekarang setelah dia hamil!" pekikku lantang.

Aku sudah tidak peduli lagi jika ibu mertuaku mendengar pertengkaran dan perdebatan kami. Toh beliau sudah tahu semuanya, tidak ada lagi yang perlu di tutup-tutupi sekarang ini.

Pagi ini kami sarapan sambil bertengkar, mungkin setelah berpisah kami akan menjadi musuh ataupun saingan. Aku tidak peduli, aku akan membuktikan jika tetap bisa berdiri tegak dan sukses tanpa dirinya.

*****

Proses perceraian kami pun terjadi tanpa banyak drama, meskipun tetap ada tahapan mediasi dan lain-lain sesuai prosedur, namun kami memang sudah membulatkan tekad untuk berpisah.

Kami mengikuti semua prosedur dan aku juga tidak mempersulit prosesnya karena mas Galih sudah berjanji memberikan rumah dan toko itu padaku.

Semua berjalan lancar dan akhirnya hari ini aku sah tidak bersuami. Status baru yang aku sadang adalah status yang tidak diinginkan oleh semua wanita. Bahkan aku tidak pernah membayangkan akan menyandangnya. Rumah tangga yang aku pikir sangat tenang, usaha yang gemilang, nyatanya tidak membuat rumah tangga kami diterpa badai perpisahan.

Aku mengirup nafas dalam-dalam sebelum akhirnya akan pergi dari halaman pengadilan agama ini. Mengisi rongga dadaku yang tiba-tiba saja terasa sesak seperti kehilangan oksigen.

"Kamu kuat Safa, dia bukan yang terbaik bagimu, jodohmu dengannya hanya sampai disini," ucapku pada diriku sendiri.

Kudekap erat map yang berisi akta cerai milikku. Aku tidak boleh meratapi apa yang sudah terjadi, apapun itu pasti akan ada hikmah yang aku petik suatu saat nanti.

"Apa kamu baik-baik saja?" sebuah suara mengangetkan diriku.

"Tentu, aku sangat baik-baik saja. Kamu tidak usah lagi mempedulikan diriku, mas," sahutku setegas mungkin.

Aku tidak ingin terlihat lemah dimata mantan suamiku itu tidak peduli apa, dia harus melihatku sebagai wanita yang kuat sekuat karang.

"Aku akan kerumah nanti sore menjemput ibu," ujarnya lagi.

Ibu memang masih tinggal bersamaku, mungkin hari ini adalah hari terakhir kami bersama. Seiring perpisahanku dengan putranya maka putus juga hubungannya denganku. Aku hanya berharap jika mertua yang sudah seperti ibuku sendiri itu akan hidup bahagia bersama menantu barunya.

"Oke!" sahutku datar. "Aku pergi dulu," ucapku berpamitan tanpa menoleh lagi padanya.

Dia masa laluku tidak akan aku biarkan diriku ini melihat kebelakang, sekarang ataupun dimasa yang akan datang. Kita lihat mas, siapa yang akan paling bahagia nantinya. Aku tidak akan memburu diriku terpuruk dan menderita saat kamu tinggalkan.

🍁🍁🍁

Bab terkait

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Menata Hidup

    Pagi yang cerah ini, aku mengawali hari yang baru. Sekarang aku tinggal sendirian, tidak ada kerabat maupun saudara di rumah yang sebesar ini. Ibu mertuaku, lebih tepatnya mantan ibu mertuaku sudah dibawa oleh anaknya pergi dari rumah ini. Hari ini aku berniat untuk mengurus balik nama atas toko yang masih atas nama mas Galih, sedangkan rumah ini sudah atas namaku. Beberapa aset sudah di jual dan kami bagi dalam bentuk uang. Bahkan mobil yang biasa aku pakai juga kami jual, lalu aku sudah menggantinya dengan mobil lain yang sama-sama mungil. Aku pikir karena aku berkendara sendiri hanya memerlukan mobil yang tidak terlalu besar. Aku juga akan mulai pergi ke toko dan menjaganya sendiri, karena mas Galih juga menarik karyawan dari sana. Padahal biar saja mereka bekerja disana dan aku yang akan menggajinya. Entah ide siapa untuk mengambil karyawan dari sana. Rumah sudah rapi, aku pun sudah siap pergi. Mulai hari ini aku tidak terlalu sibuk seperti dulu lagi, aku hanya mengurus diriku

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-01
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Mau Bersaing?

    "Jangan sombong mbak, apa yang kamu banggakan sekarang? kamu tidak memiliki siapapun yang bisa menjadi tempatmu bersandar," ejeknya."Aku tidak butuh siapapun untuk bersandar, aku punya Allah. Dia sudah sangat cukup buatku." Wanita yang sudah merebut suamiku itu hanya tersenyum miring menanggapi perkataanku. Dia langsung masuk kedalam tokoku, melihat dan menyentuh baju-baju yang terpajang disana. Gesture tubuhnya sudah seperti seorang bos yang sedang memeriksa pekerjaan stafnya. Benar-benar menyebalkan. Kalau bukan sedang hamil rasanya aku ingin menjambak rambutnya dan melemparnya keluar dari tempat ini. "Sampai kapan toko ini akan bertahan mbak," tanyanya sinis. "Bukankah tempat ini tetap membutuhkan isi, darimana kamu akan mendapatkannya," lanjutnya berkata. Perkataan yang sama seperti yang pernah mas Galih ucapkan padaku kala itu, mungkin dia mendapatkan perkataan itu dari wanita ini. Aku tertawa keras mendengar ucapannya, wanita dengan gaun sepanjang lutut itu langsung berbaik

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-03
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Tempat Usaha Baru

    "Bagaimana dengan tempat ini?" tanya Kaira begitu kami turun dari mobil. Aku dan Kaira sedang mencari tempat baru untukku membuka konvensi kecil-kecilan yang baru. Aku memang harus segera melakukan hal itu karena bagaimanapun juga aku harus bisa menafkahi diriku sendiri. Kami masuk kedalam gang yang tidak jauh dari jalan besar, gang itu cukup lebar, bisa muat satu mobil dan satu motor. Bahkan kami memarkirkan mobil tepat didepan bangunan yang kami ingin lihat. Bangunan itu ada di antar bangunan-bangunan lain yang seperti hunian. Kami membuka pagar dan masuk kedalam bangunan yang lebih mirip dengan rumah tersebut. Begitu membuka pintu, yang terlihat adalah ruangan tanpa sekat dan cukup luas. Kata Kaira dulu disini juga di gunakan untuk menjahit. Sepertinya ini memang muat untuk sepuluh mesin jahit, atau kalau mau lebih longgar cukup delapan saja. "Ayo lihat keatas," ajak Kaira. Kami berjalan menaiki tangga menuju lantai atas, begitu sampai diatas ruangannya tidak begitu jauh berbe

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-03
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Bertemu dan Bersaing

    Berkat bantuan dari Kaira, aku akhirnya mendapatkan asisten rumah tangga dan sekaligus satpam keduanya adalah suami istri. Lebih baik memang seperti itu karena keduanya akan sering bertemu di rumahku. jika mereka suami istri maka hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi di rumah ini. Mas Wahyu yang menjadi satpamku berusia tiga puluh lima tahun. Sedangkan istrinya, mbak Lala berusia tiga puluh tahun, mereka sudah seperti kakak bagiku. Saat ini aku sendiri berusia dua puluh enam tahun, usia yang sangat muda untuk menjadi seorang janda. Aku menikah dengan mas Galih saat berusia dua puluh tahun dan mas Galih sendiri saat itu berusia dua puluh enam tahun.Aku juga sudah mendapatkan dua orang wanita yang menjadi karyawan untuk menjaga tokoku. Satu adalah temannya karyawan Kaira, dan satu lagi aku mendapatkannya dari iklan online yang aku pasang. Konveksiku juga sudah mulai berjalan. Begitu menyelesaikan jual beli atas tempat tersebut, aku langsung mencari karyawan dengan memasan

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-03
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Menyesalinya?

    POV Galih_______Aku tidak menyangka jika hari ini aku akan bertemu dengan Safa, mantan istriku. Ternyata dia ikut juga untuk mendapatkan tender dari sekolah ini. Apa dia sudah memiliki konveksi sendiri hingga dia berani melakukan ini. Kali ini aku bertemu dia dengan penampilan yang berbeda, tubuhnya terbalut rapat dari atas kepala hingga ujung kaki mungkin dia melakukannya karena di sini memang diwajibkan untuk menutup auratnya. Namun dengan seperti itu dia terlihat semakin anggun dan menawan.Tatapan kami sempat saling mengunci beberapa saat, kami saling menatap tanpa menyapa ataupun berkata apa-apa, namun dia dengan segera memalingkan muka dan sibuk dengan urusannya sendiri. Persentasi semua orang berjalan dengan lancar dia mendapatkan urutan terakhir. Meskipun dia melakukan dengan cara yang berbeda dengan kami semua, tapi dia terlihat percaya diri dengan apa yang dia lakukan. Safa memang wanita yang berbeda.Saat acara sudah selesai aku menyapanya, dia terlihat dingin, menjawab

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-03
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Babak Baru

    "Syukur alhamdulillah saya mendapatkan proyek pengadaan seragam sebuah sekolah. Mulai besok kalian hanya boleh mengerjakan ini ya, pastikan jahitannya rapi dan bagus. Yang paling banyak menyelesaikannya tanpa kesalahan akan mendapatkan bonus tambahan," ucapku pagi itu kepada sepuluh karyawan jahit yang ada di konveksiku. Pengumuman yang baru saja aku sampaikan disambut dengan sukacita oleh mereka semua. Bonus tambahan selalu membuat setiap orang bersemangat dalam bekerja. Untuk pesanan awal pihak sekolah memberiku waktu satu bulan untuk menyelesaikan 300 setel pakaian seragam. Mereka mengatakan 300 baju seragam itu akan diberikan untuk kelas VII pihak sekolah sedang mengadakan pergantian seragam secara bertahap. Jika hasilnya memuaskan, maka bulan kedua mereka akan langsung memesan lebih banyak lagi untuk kelas VIII dan kelas IX.Karena aku memiliki sepuluh karyawan jahit maka dalam tiga puluh hari, mereka harus menyelesaikan tiga puluh stel baju. Namun jika ada yang lebih cepat men

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-12
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Panggilan Telepon Mantan Mertua

    Aku melajukan mobil aku, berkendara menuju ke rumah Qia. Tadi pagi tiba-tiba anak itu memintaku untuk datang ke rumahnya. Dia sedang menagih janjinya padaku.Hari ini hari Minggu, jadi papanya dan juga dirinya libur sekolah. Lalu pagi-pagi sekali, aku menerima telepon darinya. Gadis kecil itu mendapatkan nomor teleponku saat dia ke rumahku waktu itu.Qia memaksaku menulis nomor telepon di kertas yang dia miliki, meskipun aku sudah mengatakan jika papanya sudah memiliki nomor handphone-ku tapi dia tetap memintaku menulis nomorku pada kertas miliknya.Begitu sampai di depan rumahnya, gadis kecil itu sudah menungguku di depan pintu rumahnya."Qia pikir tante tidak akan datang," ucapnya sambil memeluk pinggangku."Tentu tante akan datang, kan tante sudah berjanji," jawabku sambil mengelus rambutnya yang hitam dan lurus.Seorang wanita yang terlihat masih muda mempersilahkanku masuk ke dalam rumah."Tante, perkenalkan ini mbak Mia yang menjagaku setiap hari," ucap Qia memperkenalkan wanita

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-13
  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Wanita yang Mengemaskan

    POV Abimanyu_______________"Diamlah dan cepat buka pintunya!" pekiknya kencang sambil menghentakkan kakinya yang jenjang.Aku sempat kaget melihat sisi lain dari wanita ini, saat pertama bertemu, aku melihatnya begitu anggun, pintar dan penuh percaya diri. Kali kedua aku bertemu dengannya di rumahnya, dia terlihat keibuan saat bermain bersama Qia. Kemudian tadi saat aku melihatnya menerima telepon dari mantan mertuanya, dia begitu perhatian dan penuh kekhawatiran. Namun sekarang saat melihat dia berteriak-teriak seperti itu, aku melihatnya seperti anak kecil yang tidak sabaran. Laki-laki yang aku yakini sebagai mantan suaminya itu lantas bergegas menuju ke depan pintu yang sejak tadi hendak aku dobrak, pria itu kemudian membukanya dengan kunci yang ia bawa.Begitu pintu terbuka, wanita yang aku tahu bernama Safa itu langsung berlarian masuk ke dalam rumah dan menghambur ke arah wanita yang nampak terkapar tidak berdaya di lantai."Bu, Ibu ... Bangun Bu," ucapnya sambil memeluk tub

    Terakhir Diperbarui : 2022-08-13

Bab terbaru

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Ending

    Mobil yang dikendarai Mas Abi bergerak menjauhi rumah kami. Hari ini lelakiku itu mengajakku jalan-jalan tanpa anak-anak bersama kami. Dia ingin mengajakku refreshing, menyenangkan diri, merilekskan tubuh dan otot-otot setelah beberapa waktu yang lalu berjuang melahirkan putra kami. Awalnya aku menolak karena kasian anak-anak, ditambah lagi bayi kami baru dua bulan. Gimana jika nanti rewel kalau ditinggal. Setelah meyakinkan diriku, akhirnya aku mengikuti kemauan Mas Abi. Qia dan Albi pergi ke rumah Omanya. Keduanya di jemput pagi-pagi sekali, sedangkan Azam di rumah dengan pengasuhnya. Aku sudah menyediakan ASIP yang cukup banyak, cukup hingga sore atau bahkan malam nanti. "Kemana kita, Mas?" Tanyaku pada lelaki yang duduk di sampingku.Fokus menyetir kendaraan roda empat yang kami tumpangi. "Bersenang-senang. Mencari hiburan, kamu pasti penat terus berada dirumah. Sejak melahirkan, kamu belum pergi kemanapun." Perkataan Mas Abi memang benar, sejak melahirkan aku menghabiskan ba

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Menuju Ending

    Rumah sudah mulai sepi kembali, tinggal Mama dan Papa, juga kedua teman yang selalu ada untukku, Kaira dan Lili.Hari ini kami mengadakan acara aqiqah untuk anak ke tiga kami. Bayi laki-laki yang kami beri nama Khairul Azzam itu, saat ini sudah berusia dua minggu. Kami sengaja melakukan acara aqiqah setelah dua minggu kelahirannya agar keadaanku sudah pulih saat kami mengadakan acara tersebut. Bahkan Kaira dan Lili juga tidak aku izinkan untuk datang menengok saat aku masih dalam keadaan belum sehat. Hari ini adalah hari pertama mereka datang setelah aku melahirkan. Saat itu aku memang benar-benar ingin istirahat total tanpa ada yang menjenguk, hanya Mama dan Papa yang bolak-balik datang ke rumah kami. Kelahiran kali ini begitu sulit, penuh dengan perjuangan, sehingga aku tidak mau segera ditengok oleh siapapun agar bisa banyak beristirahat. Aku, Kaira, dan Lili, saat ini sedang berada di teras rumah. Tadi setelah acara memang keduanya sengaja tidak pulang dan ingin ngobrol dengank

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Drama Melahirkan 2

    "Apa maksudnya, Suster. Ini sudah sakit sekali bagaimana bisa masih belum," erangku menahan rasa sakit yang kembali datang. "Sabar yaa, Bu." Perawat itu membantuku tidur miring kembali dan mengusap-usap pinggangku.Nyaman terasa saat tangan lembut itu mengusap pinggangku. Tak lama kemudian, Perawat itu kembali berjalan keluar kamar, aku berteriak memanggilnya. "Suster mau kemana, jangan pergi. Aku udah gak tahan lagi," pekikku kencang. "Mas, sakit Mas. Aku nggak mau lagi kalau kayak gini. Aku mau operasi saja." Aku berkata sembari menatap ke arah Mas Abi yang masih berdiri di samping ranjang. Wajahnya tampak khawatir melihatku. Pria itu kembali duduk di atas kursi yang berada di samping ranjangku."Iya udah, ayo gimana baiknya," sahutnya seraya meriah tanganku lagi. Tak lama berselang, masuk lagi dua orang perawat ke dalam kamarku."Mari Bu, ke ruang tindakan," ucap salah satu dari perawat tersebut. "Saya udah gak bisa bangun lagi, Sus." Rasanya aku memang sudah tidak sanggup b

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Drama Melahirkan

    POV SafaWaktu berlalu dengan cepat, tidak terasa usia kehamilanku sudah memasuki trimester ketiga. Setelah trimester kedua tidak ada drama lagi dalam kehamilanku, aku sudah bisa mulai memakan apa saja dan berat badanku serta bayi beserta naik secara signifikan. Pada pemeriksaan terakhir kali beberapa waktu lalu, dokter mengatakan semuanya baik-baik saja. Posisi bayi sudah sempurna, berat badannya cukup, air ketuban cukup, plasenta masih bagus. juga cukup insya Allah kan aku bisa melahirkan secara normal seperti saat aku melahirkan Albi dulu. Aku mulai rajin jalan-jalan begitu usia kandunganku memasuki trimester ketiga, makan buah-buahan yang bagus untuk ibu hamil yang sudah mendekati masa HPL. Diantaranya saja buah nanas.Buah nanas memiliki kandungan bromelain yang mampu membantu melunakkan leher rahim hingga memicu kontraksi pada ibu hamil. Namun buah ini tidak disarankan dikonsumsi secara berlebihan karena menyebabkan diare yang tidak menyamankan ibu hamil saat melahirkan. Ka

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Kejutan 2

    POV Abimanyu"Tega sekali kalian," terdengar suara Safa sedang berbicara dengan orang.Aku yang baru saja keluar dari kamar mandi sangat jelas mendengar suara Safa, kami tadi bergantian ke kamar mandi setelah pulang dari rumah Mama. Meskipun sampai rumah sudah jam setengah sepuluh malam tapi aku memutuskan mandi dengan air hangat. Meskipun sudah jam sepuluh malam, tapi istriku itu tetap melakukan panggilan video dengan temannya. Sepertinya itu dengan Kaira dan juga Lili, mereka berdua memang membantuku untuk membawa Safa keluar dari rumah, sebelum akhirnya aku jemput untuk pergi ke rumah Mama. Pelan kuayunkan langkah mendekat pada istriku yang sedang duduk di depan meja riasnya. Bercermin sambil menelpon teman-temannya. Aku berdiri di sampingnya, bisa melihat layar smartphone milik Safa tapi Lili dan Kaira tidak bisa melihatku."Kalian sengaja membohongiku, kan? Jadi sebenarnya Lili itu mau beli baju beneran atau enggak sih? Atau cuma akal-akalan kamu saja, Li?" tanya sama pada te

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Kejutan

    POV Abimanyu"Mas, tega kamu melakukan ini padaku. Kamu yang salah, masa aku yang harus kena omelan mama," ucap Safa dengan wajah memelas. Sebenarnya aku tidak tega melakukan ini padanya, tapi ini adalah bagian dari skenario untuk memberinya kejutan. "Ya mau bagaimana lagi, Mama yang minta kamu kesana. Yang penting kita ke sana dulu saja.""Aku nggak mau pokoknya," tolak Safa. matanya mulai berembun.Antara mama dan Safa memang tidak pernah terjadi perseteruan. Hanya sekali waktu pertemuan kami sebelum menikah, dimana saat itu Mama melukai Safa dengan perkataannya. Dan swkali setelah menikah, saat Qia ngambek dan minta diantar ke rumah Omanya, lalu ke kuburan mending Mamanya. Mungkin momen itu begitu membekas di hati Safa hingga dia tidak mau juga mama kembali berkata buruk padanya. "Aku lagi hamil Mas, masa kamu tega melihat istrimu dimarahi oleh mamamu?" kali ini Safa mulai terisak.Hormon kehamilan membuatnya menjadi wanita yang mudah menangis. membuatku malah menjadi khawatir p

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Bab 95

    Sepeninggalnya Lili, aku dan Kaira kembali ke ruang kerja Kaira. Temanku itu mengajakku untuk berbicara dengan santai di ruang kerjanya. "Aku nggak nyangka kamu bakalan bisa akur dengan istri dari mantan suamimu. Ini sungguh sesuatu yang sangat langkah," ucap Kaira begitu kami sampai di dalam ruangannya."Jika Itu bukan Lili, mungkin aku tidak akan bisa juga akrab dengannya. Apalagi menjalin keakraban dengan segala yang berhubungan dengan mantan suamiku. Ditambah lagi perpisahan kami dulu sangat menyakitkan, tapi semuanya sudah berlalu aku sudah mendapatkan banyak kebahagiaan dan aku juga sudah move on dari segala masa laluku itu.""Termasuk dengan wanita yang menjadi penyebab hancurnya rumah tanggamu?"Aku menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Kaira. "Bagaimana kabar wanita itu? Apa kamu masih mendengar tentangnya? Dia masih satu kampung dengan kamu kan.""Dia sudah mendapatkan balasannya, dan sekarang mungkin dia sudah menjadi orang yang lebih baik. Sudahlah, jangan

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Bab 94

    "Termasuk apa Lili?" tanyaku penasaran. "Termasuk dia yang dijadikan ibu pengganti. Aku tidak habis pikir dengan hal itu. Itu mungkin pukulan berat yang membuat wanita itu jadi insyaf.""Dia cerita apa lagi?""Tentang itu saja mbak yang bikin aku shock.""Dania cerita juga tentang aku?" Aku mencoba memancing Lili bercerita yang lain. "Enggak Mbak, memangnya Mbak Safa ketemu dengannya juga?""Enggak sih kalau di kota ini, tapi pas aku pulang kampung sempat bertemu dengannya dan seperti padamu, dia juga minta maaf padaku," jawabku apa adanya.Jadi Dania tidak menceritakan tentang aku, syukurlah. Wanita itu memang benar-benar sudah berubah. "Oh iya Mbak, bisa nggak Mbak Safa nemenin aku ke butik Mbak Kaira lagi," ucap lili mengubah topik pembicaraan. "Memangnya kamu mau memesan baju pernikahan?" tanyaku dengan penasaran.Pasalnya kerjasama antara Lili dan Kaira waktu itu tidak jadi. Lili bilang menjual baju pengantin tidak semudah menjual baju yang aku produksi maupun yang diproduksi

  • Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu    Kejutan Lili

    "Tadaaa ....," serunya sembari mengangkat sebuah rantang berwarna orange tepat di hadapanku. Aku masih memandangnya dengan tatapan tidak mengerti. Apakah kejutan yang dia maksud adalah dengan memberiku sebuah rantang kejutan, macam apa ini."Ini kejutannya, kamu memberiku rantang?"Ini bukan sekedar rantang, Mbak. Yang paling penting adalah isinya. Kata Mas Abi, kamu menginginkan masakan Ibuku, kan. Nah di dalam rantang ini ada masakan spesial yang Ibuku masakan buat kamu. Selain rantang ini ada juga yang di dalam itu, ucap Lili panjang lebar sambil menunjuk goodie bag. Wah jadi mas Abi benar-benar mengatakan keinginanku pada Lili. Kapan dia mengatakan, ternyata suamiku itu benar-benar memenuhi semua keinginanku bahkan hal ini pun tanpa sungkan ia lakukan."Kapan mas Abi bilang padamu?" Aku bertanya dengan penasaran"Bukan padaku sih, tapi suamimu itu bilang pada Mas Galih, kemudian Mas Galih bilang padaku, terus aku bilang pada ibu deh," tutur Lili jelaskan. Oh ternyata begitu cer

DMCA.com Protection Status