Di sisi lain, Sienna berjalan bolak balik dengan cemas.
Saat dia bangun, Luke sudah tidak ada di rumah. Danna mengatakan bahwa pria itu pergi sebelum jam lima pagi.Oleh karena itu, Sienna telah menunggu di ruang santai lantai dua sejak pagi.Untungnya, jendela besar di sana memungkinkan Sienna melihat langsung ke gerbang.Setelah begadang mencari ide sepanjang malam, Sienna akhirnya menyusun rencana terbaik yang dapat dia pikirkan.Dia akan membuat kesepakatan dengan Luke.Dengan demikian, Luke akan bersedia menunda perceraian selama satu tahun lagi meski harus mengorbankan kompensasi dari pria itu.Untuk menunjukkan keseriusan dan ketulusannya, Sienna juga sudah menyiapkan kontrak yang sangat menguntungkan Luke di mana-mana.Sienna tidak percaya oportunis itu akan tetap menolak tanpa ragu setelah membacanya.Selama ruang untuk negosiasi terbuka, Sienna akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk meyakinkan Luke.Jika cara ini masih tidak berhasil ...."Pokoknya, coba saja dulu!"Sienna sibuk menyemangati dirinya sendiri dalam hati. Saat dia menengok ke bawah lagi, kebetulan sebuah mobil berwarna hitam baru saja memasuki halaman.Mobil itu berhenti.Kemudian, pintu penumpang di bagian belakang terbuka.Saat melihat sosok yang keluar, Sienna langsung mengenalinya."Kenapa dia?"Sienna tertegun. Dia tidak menyangka suami jahatnya itu akan muncul saat ini.Karena Sienna tidak mengenali mobil Luke, dia pikir Jase lah yang datang.Terlebih, semalam Luke juga mengatakan bahwa dokumen itu akan diambil oleh pengacara.Kemunculan Luke di luar rencana, tetapi tidak masalah."Tidak masalah. Akan lebih mudah berbicara langsung dengannya," gumam Sienna berusaha tidak lagi takut menghadapi Luke!Sienna lantas turun ke bawah tanpa tergesa-gesa.Dia sudah menyusun kalimat dengan sempurna. Hanya saja, Sienna bahkan tidak sempat membuka mulut karena Luke langsung menghampirinya dengan agresif."Aku ternyata meremehkanmu!"Sienna yang tidak siap, langsung terhuyung ke belakang oleh suara tajam pria itu.Namun, Luke tidak peduli. Pria itu justru mencengkeram tangan Sienna dengan kuat seolah ingin meremukkannya."Apa kau memberi tahu Mama?" Ekspresi Luke muram.Menyadari kemarahan Luke, Sienna yang awalnya bingung–segera menyadari sesuatu."Tidak. Aku tidak melakukannya," sangkal Sienna cepat.Mantan "Sienna" memang beberapa kali menggunakan Helen untuk memaksa Luke di masa lalu. Baik meminta Luke pulang ke rumah atau untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dari Luke.Akan tetapi, dia bukan “Sienna” itu. Dia belum melakukan apa pun. Apalagi, dia tahu Luke sangat membenci perilaku mengadu semacam itu.Jadi, Sienna sama sekali tidak berani menyebutkan tentang perceraian saat Helen menelepon kemarin.Sienna memang sempat berpikir untuk meminta bantuan ibu mertuanya sebagai opsi terakhir jika Luke benar-benar menggunakan kekerasan untuk memaksanya bercerai. Namun, itu belum dia lakukan."Aku benar-benar tidak memberi tahu Mama tentang masalah perceraian." Sienna menatap langsung ke sepasang iris biru abu-abu Luke.Ia ingin menunjukkan pada pria itu bahwa dia tidak berbohong.Luke balas menatap Sienna tajam.Pada saat yang sama, dia juga mengamati Sienna dalam diam.Luke terkejut menemukan bahwa wanita tampak tenang. Tidak ada rasa bersalah setelah melakukan hal buruk atau ketakutan karena ketahuan.Hal itu membuat Luke tidak terlalu senang.Ekspresi Luke berubah, dia langsung melepaskan tangan Sienna.Meski Luke membenci Sienna, dia percaya pada penglihatannya dan dia dapat melihat bahwa wanita menyebalkan itu mengatakan yang sebenarnya kali ini.Akan tetapi, bahkan jika Sienna tidak bersalah, Luke tidak akan meminta maaf atau mengakui bahwa dia salah paham.Semua salah perempuan itu sendiri karena mengancam akan mengadu kemarin!Entah kenapa Luke menjadi lebih kesal. Dia merasa wanita di hadapannya sedikit berbeda dari biasanya."Sebaiknya, kau menepati kata-katamu sebelumnya!""Kata-kata yang mana?" tanya Sienna bingung. Perubahan topik Luke terlalu tiba-tiba.Kini Luke memelototinya. "Yang kau janjikan padaku kemarin.""Oh, ya. Janji itu! Tentu saja! Aku pasti akan menepatinya." jaw ab Sienna cepat.Janjinya saat membujuk Luke kemarin adalah tidak mengulangi kejahatan “Sienna”, tidak mengganggu Luke, dan akan berperilaku baik ke depannya. Tidak sulit bagi Sienna untuk menepatinya."Huh! Ingat, jangan main-main denganku!" Mata dingin Luke penuh ancaman.Dia kembali mendekati Sienna sehingga hampir tidak tersisa jarak di antara mereka.Kemudian, suara beratnya kembali terdengar di telinga Sienna. "Lagi pula, bercerai bukan satu-satunya cara untuk menghilangkan seorang istri."Sienna refleks mundur dua langkah karena terkejut oleh tindakan Luke.Meski demikian, Sienna tidak terlalu takut pada ancamannya. Karena dia tahu jika Luke benar-benar ingin menyingkirkannya, pria itu tidak akan repot-repot berbicara dengan dirinya sekarang.Selain itu, dari kata-kata Luke, pria itu sepertinya tidak berencana menceraikannya lagi.‘Kabar baik!’ Sienna tanpa sadar tersenyum penuh kebahagiaan.Luke yang mengamati setiap gerak-gerik Sienna menyadari tingkah aneh Sienna.Dia tertarik melihat wanita itu menghela napas lega kemudian tersenyum seperti orang bodoh. Tiba-tiba, dia merasa menunda perceraian tidak terlalu buruk."Ya. Jangan khawatir, ingatanku sangat bagus. Aku pasti akan mengingatnya!"Sienna masih menjawab dengan ekspresi bahagia yang tidak tersamar. Sama sekali tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang terus mengintainya."Jangan terlalu senang. Kita tetap akan bercerai cepat atau lambat."Luke berkata dengan ekspresi dingin.Perceraian adalah hal yang pasti. Namun, sebelum itu dia ingin melihat apa yang direncanakan wanita licik ini.Tubuh Sienna seketika menegang.Ketegangan itu tak berlangsung lama.Sienna sadar Luke tidak akan melepaskan ide untuk bercerai dengan begitu mudah. Namun, dia tidak takut lagi. Sienna sudah membuat keputusan untuk menaklukkan pria itu.Ya, dia ingin menaklukkan suami penjahatnya yang berbahaya.Selama dia berhasil membuat pria itu bertekuk lutut di bawah roknya, bukan dia tetapi Luke-lah yang akan menolak untuk bercerai!"Aku tahu, tapi aku sangat senang meski hanya bisa menghabiskan waktu sedikit lebih lama sebagai istrimu." Sienna berkata pada Luke dengan senyum tipis. Senyuman itu tidak secerah sebelumnya, ada sedikit kesedihan dan rasa rendah diri."Sebenarnya, aku sangat menyesali tindakanku saat itu. Aku hanya ... tidak tahan berpisah denganmu."Saat Sienna terus berbicara, matanya perlahan memerah. Penuh keengganan dan kesedihan, seperti gadis kecil yang patah hati.Ya, dia akan memainkan peran istri yang tergila-gila pada suaminya mulai sekarang. Menggunakan “cinta tulus”-nya sebagai alasan untuk tidak ber
Sienna tidak tahu apakah harus senang karena panggilannya tidak terhubung atau sedih karena dia sama sekali tidak akan bisa menghubungi suami penjahatnya yang tampan di masa depan. Pada akhirnya, dia berhenti memikirkannya setelah makanan datang. "Tidak ada yang lebih penting dari makanan!" Keahlian memasak Zoe lebih baik dari yang Sienna harapkan. Makanan enak sangat efektif dalam meningkatkan energi. Sienna merasa semangatnya penuh saat ini. "Apa makanannya sesuai dengan selera Nyonya?" Zoe bertanya dengan gugup setelah Sienna meletakkan alat makannya "Sangat sesuai. Keahlian Zoe benar-benar bagus. Semuanya enak," jawab Sienna. Dia selalu mengagumi orang yang pandai memasak. Zoe tersipu oleh pujian terang-terangan Sienna. Dia tidak menyangka nyonya keluarga kaya raya seperti Sienna akan sangat ramah. "Saya akan membuat lebih banyak makanan enak untuk Nyonya di masa depan," katanya tersenyum malu-malu. "Kalau begitu aku akan menantikannya. Terima kasih untuk makanannya malam i
"Bahkan jika tidak ada cara untuk menghentikan acara pembukaan hotel, pasti ada cara untuk mencegah musibah yang dialami Luke!!" Sienna berkata pada dirinya sendiri agar tetap optimis.Tidak ada informasi tentang acara pembukaan hotel dalam ingatannya, artinya "Sienna" benar-benar tidak tahu menahu tentang ini.Sebelumnya tidak peduli seburuk apa pun hubungan antara suami dan istri, Luke dan Sienna akan selalu tampil bersama sebagai pasangan yang sempurna dalam acara-acara penting perusahaan.Kali ini Luke mungkin berpikir bahwa mereka berdua akan bercerai dan tidak perlu bagi calon mantan istrinya untuk muncul.Mengambil ponselnya, Sienna tanpa sadar ingin mencari kontak Luke. Kemudian dia ingat ... pria itu telah memblokirnya!"Kenapa pria ini sangat merepotkan. Bukankah hanya wanita yang suka memblokir pasangannya saat sedang marah," gaman Sienna kesal.Menenangkan emosinya, Sienna kembali menggeser layar. Setelah menemukan kontak kepala sekretaris Luke, langsung ketuk ikon untuk m
Kediaman keluarga Verlice berada di kawasan perumahan elite kelas satu itu yang terletak di pinggiran kota. Areanya sangat luas. Jarak dari gerbang ke bangunan utama saja lebih dari seratus meter. "Mama, selamat pagi!" Sienna menyapa Helen dengan hangat saat melihat ibu mertuanya itu di ruang makan. "Oh, Sienna di sini. Apa kau sudah sarapan?" Helen juga menyambut Sienna dengan antusias. "Belum," jujur Sienna. Helen tersenyum lembut. "Kalau begitu cepat duduk, sudah lama kita tidak makan bersama." "Ya." Sienna mengangguk dan duduk di kursi samping Helen. "Selamat pagi, Nyonya Muda. Tolong tunggu sebentar, saya akan mengambil peralatan makan untuk Anda." Carla—pengurus rumah tangga yang sudah bekerja bersama Helen selama dua puluh tahun—juga menyapa Sienna dengan hormat. Dia lalu bergegas ke dapur, mengambilkan Sienna piring dan teman-temannya. "Terima kasih, Carla," ucap Sienna dengan senyum manis. Dia merasa sangat mudah akrab dengan orang-orang di rumah ini. "Sama-sama," ja
"Aku tidak melihat dengan hati-hati kemarin, ternyata aku sangat cantik!" Sienna dengan serius memandangi pantulan rupa barunya di cermin. Faktanya, wajah itu hampir 70% sama dengan wajah Sienna sebelumnya. Namun, jauh lebih cantik. Bisa dikatakan itu adalah versi wajah Sienna yang disempurnakan. Melalui sentuhan, Sienna dapat merasakan bahwa kulitnya saat ini jauh lebih halus dan terawat. Juga tidak ada kantung mata hitam yang mengganggu, bibirnya lembut dan berwarna merah muda alami, bulu matanya tebal dan lentik, sepasang alis kecokelatan bahkan lebih indah. Selain itu, ada tambahan tahi lalat merah di bawah mata kanan—yang terlihat sangat memesona. "Apa Luke buta? Punya istri secantik ini, tapi bersikeras ingin bercerai," keluh Sienna. Perempuan itu terus mengagumi kecantikannya sendiri selama beberapa menit sebelum mengingat kembali tujuannya datang ke ruang ganti. "Oh, aku harus berkemas!" Ruang gantinya sangat luas. Sienna mengambil koper putih ukuran sedang yang tidak
"Apa maksudmu?" Sienna menatap kosong pada pria muda di depannya. "Maaf, Nyonya. Karena kedatangan Anda di luar rencana, kamar di lantai lain sudah penuh," jawab Adrian dengan suara pelan. "Lalu di mana aku harus tidur?" Sienna hampir berteriak. Setelah menempuh 2 jam penerbangan dan menunggu di bandara selama hampir 1 jam, Sienna sudah sangat lelah. Namun, setelah sampai di hotel dia justru diberi tahu bahwa tidak ada kamar tersisa! "Saya dapat mencarikan Anda hotel lain di dekat sini, atau Anda bisa tinggal di kamar president suite milik Tuan Luke." Adrian menjelaskan. Sienna meliriknya curiga. 'Pasti ada konspirasi. Aku tidak percaya hotel sebesar ini tidak memiliki kamar kosong satu pun!' batin Sienna. Pergi ke hotel lain tidak mungkin. Sienna perlu mencari tahu tentang penyusup itu, jadi dia harus tinggal di hotel ini. 'Tapi aku juga tidak ingin sekamar dengan Luke!' Sienna menatap Adrian menyelidik. "Apa bosmu setuju aku tinggal di kamar yang sama dengannya?" "Ya, ini
"Hattchiii ...." Sienna kembali bersin untuk yang ke sekian kali sejak dia bangun pagi ini. Hidungnya sudah merah seperti tomat. "Ehem!" Luke yang baru saja keluar dari kamar mengepalkan tangan dan berpura-pura batuk—menutupi senyum kemenangannya. Tentu saja gerakan itu tidak lepas dari pandangan Sienna. Dia menggertakkan gigi dan bergumam marah, "Aku pasti akan menyiksanya lebih parah di masa depan." Luke berhenti di depan Sienna. "Apa yang kau katakan?" "Ada apa? Aku tidak mengatakah apa-apa. Kau pasti salah dengar." Sienna berpura-pura polos. Dia tersenyum manis pada Luke. Luke menaikkan alisnya. "Oh, tapi aku sepertinya mendengarmu mengatakan sesuatu yang buruk tentangku." "Bagaimana mungkin!" sangkal Sienna cepat. Dia menunjukkan ekspresi serius dan melanjutkan, "Aku hanya memiliki hal-hal baik tentangmu dalam hatiku." "Huh! Siapa yang percaya omong kosongmu!" Luke mendengus dan berbalik pergi. Sienna buru-buru bangun dari sofa. Lalu berlari kecil untuk mengikuti langka
"Sayang, kau di sini!" Sienna berseru senang begitu melihat Luke.Dia langsung terbang ke sisi pria itu dan memeluk lengannya dengan terampil.Ekspresi berwibawa Luke hampir runtuh oleh "sambutan mesra" Sienna."Jangan membuat masalah!" bisiknya memperingatkan."Oh, baiklah." Sienna cukup puas setelah mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadi dia mendengarkan Luke dengan patuh.Luke menarik napas dalam, menahan keinginan untuk melempar wanita yang menempel di sampingnya."Apa yang terjadi?""Mereka bergosip di jam kerja. Menggosipkan kita!" Sienna menjawab dengan penuh semangat, seperti anak kecil yang mengadu pada orang dewasa.Ekspresi Luke langsung menjadi dingin. Dia menatap tajam pada dua perempuan yang berdiri gemetar sejak kemunculannya."Ulangi apa yang kalian bicarakan!"Kedua karyawan perempuan itu saling melirik, tetapi tidak ada yang berani membuka mulut.Sienna mencibir. Dia memperbaiki posturnya dan berdiri di samping Luke dengan anggun."Aku bisa mengulanginya untuk k
"Bagaimana? Apa kau menemukannya?" Sienna bertanya dengan penuh antisipasi.Namun, harapan di mata indah perempuan itu langsung pupus begitu Manajer personalia menggelengkan kepalanya."Orang yang Anda sebutkan tidak ada dalam daftar kami."Sienna mengerutkan kening. "Apakah kau yakin sudah memeriksanya dengan teliti?""Saya sangat yakin, Nyonya. Tidak ada orang seperti itu dalam data karyawan hotel ini." Manajer personalia menjelaskan dengan serius. Melihat ekspresi tidak senang Sienna, dia juga menawarkan solusi lain, "Jika Nyonya mengizinkan, kami dapat membuat pengumuman tentang kalung Anda yang hilang dan memeriksa para karyawan.""Tidak perlu. Lupakan saja, mungkin memang sudah ditakdirkan untuk hilang."Kehilangan kalung adalah kebohongan yang Sienna buat sebagai alasan untuk mencari Mike, tetapi Sienna tidak bermaksud membuat keributan besar karenanya. Selain akan membuat Luke curiga, musuh mungkin juga akan mengetahui gerakannya.Sienna meninggalkan ruang manajer personalia d
"Sayang, kau di sini!" Sienna berseru senang begitu melihat Luke.Dia langsung terbang ke sisi pria itu dan memeluk lengannya dengan terampil.Ekspresi berwibawa Luke hampir runtuh oleh "sambutan mesra" Sienna."Jangan membuat masalah!" bisiknya memperingatkan."Oh, baiklah." Sienna cukup puas setelah mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadi dia mendengarkan Luke dengan patuh.Luke menarik napas dalam, menahan keinginan untuk melempar wanita yang menempel di sampingnya."Apa yang terjadi?""Mereka bergosip di jam kerja. Menggosipkan kita!" Sienna menjawab dengan penuh semangat, seperti anak kecil yang mengadu pada orang dewasa.Ekspresi Luke langsung menjadi dingin. Dia menatap tajam pada dua perempuan yang berdiri gemetar sejak kemunculannya."Ulangi apa yang kalian bicarakan!"Kedua karyawan perempuan itu saling melirik, tetapi tidak ada yang berani membuka mulut.Sienna mencibir. Dia memperbaiki posturnya dan berdiri di samping Luke dengan anggun."Aku bisa mengulanginya untuk k
"Hattchiii ...." Sienna kembali bersin untuk yang ke sekian kali sejak dia bangun pagi ini. Hidungnya sudah merah seperti tomat. "Ehem!" Luke yang baru saja keluar dari kamar mengepalkan tangan dan berpura-pura batuk—menutupi senyum kemenangannya. Tentu saja gerakan itu tidak lepas dari pandangan Sienna. Dia menggertakkan gigi dan bergumam marah, "Aku pasti akan menyiksanya lebih parah di masa depan." Luke berhenti di depan Sienna. "Apa yang kau katakan?" "Ada apa? Aku tidak mengatakah apa-apa. Kau pasti salah dengar." Sienna berpura-pura polos. Dia tersenyum manis pada Luke. Luke menaikkan alisnya. "Oh, tapi aku sepertinya mendengarmu mengatakan sesuatu yang buruk tentangku." "Bagaimana mungkin!" sangkal Sienna cepat. Dia menunjukkan ekspresi serius dan melanjutkan, "Aku hanya memiliki hal-hal baik tentangmu dalam hatiku." "Huh! Siapa yang percaya omong kosongmu!" Luke mendengus dan berbalik pergi. Sienna buru-buru bangun dari sofa. Lalu berlari kecil untuk mengikuti langka
"Apa maksudmu?" Sienna menatap kosong pada pria muda di depannya. "Maaf, Nyonya. Karena kedatangan Anda di luar rencana, kamar di lantai lain sudah penuh," jawab Adrian dengan suara pelan. "Lalu di mana aku harus tidur?" Sienna hampir berteriak. Setelah menempuh 2 jam penerbangan dan menunggu di bandara selama hampir 1 jam, Sienna sudah sangat lelah. Namun, setelah sampai di hotel dia justru diberi tahu bahwa tidak ada kamar tersisa! "Saya dapat mencarikan Anda hotel lain di dekat sini, atau Anda bisa tinggal di kamar president suite milik Tuan Luke." Adrian menjelaskan. Sienna meliriknya curiga. 'Pasti ada konspirasi. Aku tidak percaya hotel sebesar ini tidak memiliki kamar kosong satu pun!' batin Sienna. Pergi ke hotel lain tidak mungkin. Sienna perlu mencari tahu tentang penyusup itu, jadi dia harus tinggal di hotel ini. 'Tapi aku juga tidak ingin sekamar dengan Luke!' Sienna menatap Adrian menyelidik. "Apa bosmu setuju aku tinggal di kamar yang sama dengannya?" "Ya, ini
"Aku tidak melihat dengan hati-hati kemarin, ternyata aku sangat cantik!" Sienna dengan serius memandangi pantulan rupa barunya di cermin. Faktanya, wajah itu hampir 70% sama dengan wajah Sienna sebelumnya. Namun, jauh lebih cantik. Bisa dikatakan itu adalah versi wajah Sienna yang disempurnakan. Melalui sentuhan, Sienna dapat merasakan bahwa kulitnya saat ini jauh lebih halus dan terawat. Juga tidak ada kantung mata hitam yang mengganggu, bibirnya lembut dan berwarna merah muda alami, bulu matanya tebal dan lentik, sepasang alis kecokelatan bahkan lebih indah. Selain itu, ada tambahan tahi lalat merah di bawah mata kanan—yang terlihat sangat memesona. "Apa Luke buta? Punya istri secantik ini, tapi bersikeras ingin bercerai," keluh Sienna. Perempuan itu terus mengagumi kecantikannya sendiri selama beberapa menit sebelum mengingat kembali tujuannya datang ke ruang ganti. "Oh, aku harus berkemas!" Ruang gantinya sangat luas. Sienna mengambil koper putih ukuran sedang yang tidak
Kediaman keluarga Verlice berada di kawasan perumahan elite kelas satu itu yang terletak di pinggiran kota. Areanya sangat luas. Jarak dari gerbang ke bangunan utama saja lebih dari seratus meter. "Mama, selamat pagi!" Sienna menyapa Helen dengan hangat saat melihat ibu mertuanya itu di ruang makan. "Oh, Sienna di sini. Apa kau sudah sarapan?" Helen juga menyambut Sienna dengan antusias. "Belum," jujur Sienna. Helen tersenyum lembut. "Kalau begitu cepat duduk, sudah lama kita tidak makan bersama." "Ya." Sienna mengangguk dan duduk di kursi samping Helen. "Selamat pagi, Nyonya Muda. Tolong tunggu sebentar, saya akan mengambil peralatan makan untuk Anda." Carla—pengurus rumah tangga yang sudah bekerja bersama Helen selama dua puluh tahun—juga menyapa Sienna dengan hormat. Dia lalu bergegas ke dapur, mengambilkan Sienna piring dan teman-temannya. "Terima kasih, Carla," ucap Sienna dengan senyum manis. Dia merasa sangat mudah akrab dengan orang-orang di rumah ini. "Sama-sama," ja
"Bahkan jika tidak ada cara untuk menghentikan acara pembukaan hotel, pasti ada cara untuk mencegah musibah yang dialami Luke!!" Sienna berkata pada dirinya sendiri agar tetap optimis.Tidak ada informasi tentang acara pembukaan hotel dalam ingatannya, artinya "Sienna" benar-benar tidak tahu menahu tentang ini.Sebelumnya tidak peduli seburuk apa pun hubungan antara suami dan istri, Luke dan Sienna akan selalu tampil bersama sebagai pasangan yang sempurna dalam acara-acara penting perusahaan.Kali ini Luke mungkin berpikir bahwa mereka berdua akan bercerai dan tidak perlu bagi calon mantan istrinya untuk muncul.Mengambil ponselnya, Sienna tanpa sadar ingin mencari kontak Luke. Kemudian dia ingat ... pria itu telah memblokirnya!"Kenapa pria ini sangat merepotkan. Bukankah hanya wanita yang suka memblokir pasangannya saat sedang marah," gaman Sienna kesal.Menenangkan emosinya, Sienna kembali menggeser layar. Setelah menemukan kontak kepala sekretaris Luke, langsung ketuk ikon untuk m
Sienna tidak tahu apakah harus senang karena panggilannya tidak terhubung atau sedih karena dia sama sekali tidak akan bisa menghubungi suami penjahatnya yang tampan di masa depan. Pada akhirnya, dia berhenti memikirkannya setelah makanan datang. "Tidak ada yang lebih penting dari makanan!" Keahlian memasak Zoe lebih baik dari yang Sienna harapkan. Makanan enak sangat efektif dalam meningkatkan energi. Sienna merasa semangatnya penuh saat ini. "Apa makanannya sesuai dengan selera Nyonya?" Zoe bertanya dengan gugup setelah Sienna meletakkan alat makannya "Sangat sesuai. Keahlian Zoe benar-benar bagus. Semuanya enak," jawab Sienna. Dia selalu mengagumi orang yang pandai memasak. Zoe tersipu oleh pujian terang-terangan Sienna. Dia tidak menyangka nyonya keluarga kaya raya seperti Sienna akan sangat ramah. "Saya akan membuat lebih banyak makanan enak untuk Nyonya di masa depan," katanya tersenyum malu-malu. "Kalau begitu aku akan menantikannya. Terima kasih untuk makanannya malam i
Ketegangan itu tak berlangsung lama.Sienna sadar Luke tidak akan melepaskan ide untuk bercerai dengan begitu mudah. Namun, dia tidak takut lagi. Sienna sudah membuat keputusan untuk menaklukkan pria itu.Ya, dia ingin menaklukkan suami penjahatnya yang berbahaya.Selama dia berhasil membuat pria itu bertekuk lutut di bawah roknya, bukan dia tetapi Luke-lah yang akan menolak untuk bercerai!"Aku tahu, tapi aku sangat senang meski hanya bisa menghabiskan waktu sedikit lebih lama sebagai istrimu." Sienna berkata pada Luke dengan senyum tipis. Senyuman itu tidak secerah sebelumnya, ada sedikit kesedihan dan rasa rendah diri."Sebenarnya, aku sangat menyesali tindakanku saat itu. Aku hanya ... tidak tahan berpisah denganmu."Saat Sienna terus berbicara, matanya perlahan memerah. Penuh keengganan dan kesedihan, seperti gadis kecil yang patah hati.Ya, dia akan memainkan peran istri yang tergila-gila pada suaminya mulai sekarang. Menggunakan “cinta tulus”-nya sebagai alasan untuk tidak ber