"Akh!"Kazumi terkejut dan tidak sadar mengeluarkan suara seperti itu ketika tangan Rachel menyentuh miliknya di bawah sana yang masih terlapisi celana bahan yang dipakainya. Klien yang diajaknya bicara mengerutkan keningnya sambil menatap wajah Kazumi yang terlihat merah seperti menahan sesuatu di dalam dirinya."Tuan Kazumi tidak apa-apa?" tanyanya dengan nada suara perlahan dan Kazumi mencengkram pulpen di tangannya untuk mencoba menyamarkan perasaan terpancing birahinya saat tangan Rachel mengelus permukaan miliknya yang tertutup celana."Aku, aku tidak apa-apa, hanya sedikit tidak enak badan!" Kazumi menjawab terbata-bata, berusaha untuk membuat suaranya tidak gemetar tapi sepertinya itu tidak sepenuhnya berhasil karena Rachel saja bisa mendengar, suara Kazumi terdengar sangat gemetar akibat apa yang dilakukannya.Aku seperti ini karena kamu, Zumi. Sekian lama aku mencintaimu dalam sepihak, kamu akan membuang aku untuk perempuan itu, jadi jangan salahkan aku bersikap murahan se
Kazumi segera menerima panggilan tersebut, dan Rachel melihat, pria itu bicara sejenak dengan orang yang menghubunginya. Rachel diam saja tanpa membenahi pakaiannya meskipun tubuhnya terlihat karena dari pergumulan mereka tadi, pakaiannya terbuka separuh. Beberapa saat kemudian, Kazumi sudah selesai menerima panggilan dari ponselnya, dan ia menatap ke arah Rachel yang diam saja menanti adegan mesra tadi kembali dilakukan oleh Kazumi untuknya."Benahi pakaianmu, aku harus menghadiri rapat."Kazumi memberikan perintah, tapi Rachel tidak bergeming sama sekali mendengar perintah itu diberikan padanya."Kamu mau menunda lagi apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Rachel dan itu membuat Kazumi menghela napas mendengarnya. "Maaf....""Kalau begitu, kamu enggak bisa membuang aku!""Rachel, ayolah, kenapa kamu selalu menekan aku seperti ini? Perempuan lain suka tidak disentuh oleh pria yang tidak mencintai dia, tapi kenapa kamu justru sebaliknya?""Karena aku mencintaimu! Karena kamu ingin meni
"Apa?""Iya. Saat aku melakukan hal yang kamu katakan itu, apakah kau bisa melakukan apa yang aku katakan tadi pada Kazaya?""Rachel, kurasa aku sudah mengatakan alasanku, tentang kenapa aku tidak akan melakukan apa yang kau inginkan, aku dan Kazaya itu tidak setara, aku tahu diri, aku tidak akan mempersulit hidupku sendiri untuk memperjuangkan sesuatu yang sudah jelas tidak bisa aku perjuangkan.""Kau pernah mencoba?""Tidak, pada Kazaya, tapi aku pernah mencobanya pada orang lain, dan rasanya sesak ketika ternyata aku tetap tidak berhasil, lukanya akan semakin besar, karena ada harapan yang menyertai segala.""Ketika kamu menyukai seseorang, kamu harus meyakinkan orang itu bahwa kamu serius, Syena, bisa jadi orang yang kamu sukai menolak karena dia memiliki perasaan yang ragu dan butuh diyakinkan, kau juga akan kehilangan kesempatan jika kau mengabaikan hal ini....""Yang penting itu kamu, bukan aku, sudahlah, aku harus pulang, kau tetap di sini untuk mendampingi Kazumi, kan?"Rach
"Kamu akan lelah jika kamu terus berusaha berakting menjadi diri orang lain, Kazumi...."Setelah bicara seperti itu, Syena akhirnya berbalik dan melangkah meninggalkan Kazumi yang saat itu hanya bisa diam mendengar apa yang diucapkan oleh Syena. Pikirannya menjadi penuh, kepalanya sakit, dan adegan demi adegan di otaknya berkelebat satu persatu lalu itu membuat Kazumi jadi sulit untuk mengendalikan diri dan akhirnya ia berusaha agar menguatkan diri untuk bisa melangkah ke arah ruangan kerjanya, tidak mau ada yang tahu bahwa ia sekarang sedang berusaha supaya ia tidak pingsan dan orang tahu bahwa ia sedang amnesia.Sesampainya di ruang kerjanya, Kazumi terhuyung dan saat ia berusaha menggapai apapun yang bisa ia gapai, yang ia dapatkan justru tubuh Rachel hingga dengan sangat spontan ia justru bertumpu pada tubuh istrinya tersebut."Zumi, kamu enggak papa?" tanya Rachel yang terkejut dengan apa yang terjadi pada sang suami. Ia memapah Kazumi untuk ke sofa dan mendudukkannya di sana
Mendengar apa yang diucapkan oleh Moa, Kazumi terdiam untuk sesaat, ini membuat Moa jadi khawatir Kazumi tidak mau meloloskan keinginannya."Baiklah, kalau memang ini untuk kebaikan, dan sudah direncanakan oleh Alex, aku akan mengizinkan...."Wajah Moa terlihat semringah mendengar apa yang diucapkan oleh Kazumi, tidak menyangka, Kazumi akhirnya mengizinkan dirinya untuk ikut ke rumah pria tersebut."Terima kasih, Sayang. Aku berjanji, aku tidak akan membuat kekacauan di rumah kamu di mana di sana ada para istri kamu juga."Kazumi hanya diam, ia hanya memberikan isyarat pada Moa untuk masuk ke dalam mobilnya di mana pengganti Alex sudah siap untuk menyetir untuknya.Moa patuh, ia segera masuk dan duduk di sebelah Kazumi dengan perasaan yang bercampur aduk. Di satu sisi, ia senang karena bisa berada di dekat Kazumi lagi, di sisi lain, ia sedikit khawatir juga sikap para istri Kazumi nanti bagaimana terhadapnya. Tetapi, ia tidak mungkin mundur dari semua yang sudah ia rencanakan, meskipu
"Moa?" kata Rachel dan Kazumi bersamaan. Dan orang yang memang Moa itu langsung melangkah mendekati keduanya dengan wajah yang terlihat menyimpan kecemburuan dan entah kenapa melihat hal itu, Rachel juga tersulut api cemburu."Kau memintaku untuk tidur sendirian di kamar belakang, tapi kau ternyata di sini dengan salah satu istrimu, kurasa, itu tidak adil, Kazumi. Jika kau yang berada di kamar salah satu istrimu, mungkin aku tidak akan protes, aku anggap kau sedang membagi tugas, tapi ini kamarmu, dan kau membiarkan salah satu istrimu ada di sini, jadi, kau seharusnya tidak melarang istri yang lain untuk ikut ada di sini, dong?"Telapak tangan Rachel mengepal mendengar apa yang diucapkan oleh Moa. Rasanya kecemburuannya jadi bercampur dengan kemarahan, hingga membuat perempuan itu berbalik dan menghadap ke arah Moa. "Aku ada yang sedang dibicarakan pada Kazumi, Moa, jadi kau, tidak perlu menuntut keadilan di sini, karena aku juga istri pertama Kazumi, lebih berhak membuat keputusan d
"Apakah kau tahu hal yang sebenarnya terjadi sampai kau mengatakan tentang anak seorang pembunuh segala?"Meskipun Moa tidak sedang menyindirnya, entah kenapa, mendengar apa yang dikatakan oleh Moa, Syena jadi merasa tersindir dan ada perasaan kesal sekaligus sesak yang menyerbunya karena hal itu."Secara detail memang tidak, tapi aku tidak salah, kan?"Salah satu tangan Syena terangkat dan kembali ingin menampar pipi Moa, tapi dengan cepat Moa menangkap tangan itu dan menyentakkannya hingga tubuh Syena terjajar ke belakang. "Meskipun aku istri ketiga, bukan berarti aku pasrah diperlakukan kasar oleh dua istri Kazumi yang lain, Syena. Tidak mau menjawab pertanyaanku tidak apa-apa, aku juga tidak akan memaksa, tapi satu hal yang harus kamu ketahui, jika kamu tidak mencintai Kazumi kenapa kau tidak pergi saja dari sisinya? Biarkan wanita yang lebih mencintai Kazumi yang berada di sisi dia!" Setelah bicara seperti itu pada Syena, Moa berlalu dan pergi meninggalkan Syena yang hanya bisa
"Papi terlihat sekali benci dengan Alex, apakah Alex pernah melakukan sesuatu hingga membuat Papi merasa marah?" pancing Kazaya sembari sesekali mengalihkan pandangannya karena tidak mau mereka terlalu sering kontak mata khawatir itu akan membuat ayah Moa tahu bahwa ia adalah Kazaya. Shane dan Moa aja tahu gue lewat mata, entar kalo gue terus kontak mata sama ini orang, bisa-bisa dia juga tahu gue bukan Kazumi....Hati Kazaya bicara, dan ia membiarkan saja Tuan Holland mendekatinya seolah ingin mengucapkan sesuatu yang rahasia padanya.Tuan Holland berhenti sangat dekat dengan Kazaya, dan Kazaya semakin berusaha untuk menguasai diri, tidak mau pria itu tahu sekecil apapun selah yang sekiranya bisa membuat ia diketahui penyamarannya."Kau menantuku, aku ingin orang-orang yang dahulu bekerja denganmu dimusnahkan, aku ingin kau hanya memakai orang-orang ku, Zumi, kau paham maksudku, bukan?""Memusnahkan? Artinya dilenyapkan? Dibinasakan?""Ya, apakah kau keberatan?""Papi belum menjawab
Wajah Kazumi terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Radit tentang apa yang dilakukan oleh Kazaya di masalalu dan ia benar-benar tidak menyangka itu dilakukan oleh Kazaya. Telapak tangan Kazumi mengepal dan Radit tersenyum melihat reaksi Kazumi yang dinilainya merasa terkejut karena ia bisa mengetahui segala yang disembunyikan oleh Kazaya selama ini dari Kazumi, tanpa menyadari, yang di hadapannya adalah Kazumi, bukan Kazaya."Lalu, lu juga mencuri lukisan Kazumi dan menjualnya ke salah satu anggota mafia, karena lu kagak dikasih duit yang banyak dari bokap lu, terus karena itulah lu jadi merasa asyik dan minta Kazumi untuk terus melukis biar lu bisa dapat duit dari lukisan yang dibuat Kazumi," lanjut Radit dan itu semakin membuat rasa terkejut Kazumi semakin nyata. Aku pikir, Kazaya dulu hanya ingin belajar melukis karena itulah dia memaksaku untuk melukis, tapi ternyata aku salah, aku bahkan sudah mengajarinya cara melukis dengan baik, sampai ia bisa melukis meskipun tidak terl
Setelah bicara demikian pada Kazaya, Shane keluar dari dalam ruangan di mana ia menempatkan Kazaya, dan Kazaya yang mendengar perkataannya itu hanya bisa menggenggam erat kuas di tangannya seolah ia tidak bisa lagi menahan amarah, tapi ia tetap harus menahannya karena sekarang ia sedang di bawah pengawasan.Sementara itu, rapat yang dihadiri Kazumi yang menyamar menjadi Kazaya sudah selesai dengan baik dan sempurna. Kazumi mampu memerankan Kazaya dengan baik atas arahan Alex yang selama ini terus mendampingi Kazaya saat di kantor. Tanpa sepengetahuan Kazumi dan juga Alex, salah satu rekan bisnis Kazumi yang tadi ikut rapat adalah orang yang berada di pihak Radit. Ketika rapat sudah usai, ia buru-buru melakukan pertemuan dengan Radit di sebuah tempat."Aku sudah melakukan apa yang kau katakan Tuan Radit, tapi reaksinya biasa saja, sepertinya kita tidak bisa membedakan lagi yang mana Kazumi dan yang mana Kazaya, karena mereka sekarang benar-benar sulit untuk dibedakan."Orang yang b
"Aku tidak yakin....""Tidak yakin tentang Tuan Kazaya yang kemungkinan bergabung, atau tidak yakin jika Tuan Kazaya dieksekusi?""Semuanya....""Dengan kata lain, Tuan juga merasa sedikit khawatir jika ada kemungkinan Tuan Kazaya dieksekusi?""Ya.""Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?""Kau lakukan saja apa yang aku katakan tadi, lakukan dengan cara perlahan, jangan sampai mengundang perhatian orang banyak terutama para rekan bisnis, untuk yang lainnya masih aku pikirkan, nanti aku akan konfirmasi padamu." Alex membungkukkan tubuhnya mendengar apa yang diucapkan oleh Kazumi. Setelah paham dengan isi perintah sang majikan pertama, Alex segera pamit untuk memulai penyelidikan.***Karena Kazaya tidak kembali juga ke perusahaan semenjak ke markas sementara anak buah Yurata, Alex terpaksa meminta Kazumi untuk kembali ke perusahaan ketika rapat penting di kantor diadakan. Beruntung, karena Alex terus memberikan informasi tentang perusahaan pada Kazumi, meskipun Kazumi tida
Kazaya ingin menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, tapi tiba-tiba saja, pintu ruangan terbuka dan muncul Shane yang langsung masuk dan mendekati Kazaya."Udah berantemnya? Gimana? Mau gambar atau kabur?"Shane melontarkan pertanyaan itu pada Kazaya, dan Syena melirik ke arah Kazaya berharap pemuda itu menolak permintaan Shane dan menyerahkan tugas itu padanya."Balikin Syena ke rumahnya, abis itu gue lakukan apa yang lu mau.""Enggak!!" seru Syena hingga membuat Kazaya mengarahkan pandangannya pada perempuan itu. Kazaya hanya memandang Syena saja, selanjutnya, ia beralih kembali ke arah Shane untuk menanti tanggapan yang akan diberikan oleh Shane atas apa yang dikatakannya tadi.Shane yang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya segera bertepuk tangan dan beberapa saat kemudian dari pintu yang masih terbuka muncul beberapa anak buah Yurata yang lain dan mereka segera diperintahkan oleh Shane untuk membawa Syena keluar. Syena yang tidak terima dipaksa keluar oleh rekan Shane yan
"Enggak semua orang bisa memperhatikan kualitas ketika ia memburu uang, aku sering beli buah, kondisi buah dicampur dengan yang busuk, hanya karena penjualnya memburu uang yang banyak dan enggak mau rugi sampai dia enggak mikirin perasaan konsumen." "Gue bukan orang yang macam itu!""Ya, sudah. Sekarang kamu lanjutin cerita kamu tadi, apa aja yang kamu lakukan untuk membuat hati kamu yang dengki sama Kazumi itu merasa puas?""Kazumi kagak mau gue memberikan nomor kontak dia sama orang yang minta itu, dan bersamaan dengan itu, bokap tahu kalo dia melukis sampai kemudian, Kazumi kena omel bokap dan semenjak saat itu, Kazumi berhenti melukis.""Ayah kalian enggak suka dengan lukisan?""Gue juga kagak tau, yang gue tau, bokap itu marah besar, terus minta Kazumi kagak perlu melukis lagi, dan semenjak saat itu, Kazumi minta sama gue buat kagak usah ngomong soal lukisan lagi.""Terus?""Karena gue terlanjur tergiur dengan uang yang banyak, gue berusaha lagi untuk melukis, tanpa sepengetahu
"Gue kagak pernah iseng sama lu, setiap ucapan gue tentang perasaan yang mungkin terkesan meremehkan itu, biasanya cuma untuk ngetes lu.""Ngetes aku? Untuk apa?""Buat tau seberapa besar perasaan lu sama gue!""Terus, hasilnya?""Gue tau lu benar-benar suka sama gue.""Tapi kamu enggak pernah menanggapi itu dengan serius.""Karena gue kagak mau lu semakin suka sama gue!""Kenapa?! Aku enggak boleh suka sama kamu? Kamu punya pacar? Atau kamu sudah dijodohkan juga seperti halnya kakak kamu?""Kagak. Hanya pebisnis yang sukses yang bisa dibuat untuk memajukan bisnis dengan cara melakukan pernikahan bisnis.""Seperti Kazumi?""Ya.""Terus, kenapa aku enggak boleh suka sama kamu?"Pertanyaan Syena membuat Kazaya membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauhi posisi Syena, sementara Syena menunggu apa yang sebenarnya akan diucapkan oleh Kazaya untuk menjawab pertanyaan darinya."Karena gue terlibat dengan organisasi mafia, Syena...."Jawaban Kazaya membuat Syena terkejut."Kamu terlibat organ
"Lu perlu uang? Berapa yang lu mau, sebutkan ke gue, kasih nomor rekening lu, gue transfer, tapi abis itu jangan ikut campur masalah keluarga besar gue lagi, paham?""Aku enggak butuh!" Syena mundur menjauhi Kazaya sambil mengucapkan kalimat itu pada adik kembar Kazumi tersebut."Kagak butuh? Lu bilang kagak butuh, tapi lu menerima tawaran rambut biru ini buat melukis muka kagak jelas, lu bilang kagak butuh?""Hei!"Shane berteriak hingga Kazaya yang tadi menanggapi perkataan ketus Syena yang mengatakan bahwa ia tidak butuh uang langsung mengarahkan pandangannya pada Shane. "Apa?!" katanya dengan sangat galaknya."Lu tadi bilang apa? Melukis wajah kagak jelas? Lu pikir kami orang yang kagak punya kerjaan melukis muka orang kagak penting!!" seru Shane pada Kazaya, yang hanya ditanggapi Kazaya dengan senyuman setannya."Ya, buat lu mungkin penting, tapikan buat gue dan Syena itu kagak penting?!""Bacot, lu! Gue kasih waktu 30 menit buat berantem, ntar gue balik lagi!"Shane berbalik d
"Aku tidak mengatakan hal itu secara pasti, tapi tidak mungkin tidak ada alasan yang mendasari apa yang mereka lakukan, kan?"Moa menghela napas mendengar apa yang diucapkan oleh Zill. Ingin membantah, tapi apa yang dikatakan teman yang pernah disukainya itu memang benar, namun entah kenapa, ia yakin Kazumi tidak terlibat dengan organisasi seperti itu."Jadi, kamu enggak mau bantu aku, Zill?" tanya Moa setelah beberapa saat ia hanya diam."Aku tidak berjanji, tapi aku akan usahakan, hanya saja mungkin aku tidak akan melakukannya dengan cara maksimal.""Tidak apa-apa, yang penting kamu bisa coba bantu. Aku juga melakukan hal ini untuk ayahku, aku ingin ayahku enggak terlena lebih jauh sampai ingin bekerjasama dengan organisasi seperti itu.""Semoga beliau akhirnya sadar, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."Moa mengucapkan terima kasih pada Zill sebelum akhirnya perempuan itu pamit. Ketika Zill ingin ikut meninggalkan meja tersebut, Chika, anak bosnya sudah berdiri di hadapan
Kazaya bicara kembali, dan ini membuat ia mendengar, di seberang sana Bertrand menghela napas.{Aku memang suka pada Syena, tapi Syena suka padamu, meskipun dulu Syena istri Tuan Kazumi, tapi setelah aku tahu mereka hanya menikah kontrak, aku mewajarkan perasaan Syena padamu, jadi aku harap jika kau memang punya sedikit perasaan padanya, pikirkan dia, kalau kamu tidak mau mengakui karena kau gengsi, aku akan berusaha untuk meyakinkan Syena bahwa aku juga menyukainya}Setelah bicara seperti itu pada Kazaya, Bertrand mengakhiri panggilan. Dan Kazaya menggenggam erat ponsel tersebut pertanda ia kesal dengan apa yang diucapkan oleh Bertrand tadi padanya. Sementara itu, Alex yang berusaha untuk mencari jejak Syena lewat ponsel yang digunakan oleh Syena karena ponsel itu pemberian Kazumi hingga untuk sekedar melacak keberadaan Syena itu adalah hal tidak terlalu sulit buat Alex selama ponsel itu masih dimiliki dan dipakai oleh Syena. Sudah menemukan titik terang.Setelah mendapatkan posisi