โYa udah.โ Davian setuju, dia mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.Sesampainya di rumah, Kiana menyambut langsung berlari tertatih melewati pintu hanya menggunakan popok tanpa celana.โPa โฆ pa โฆ piiii.โ Kiana menyengir memamerkan giginya yang masih jarang.Davian langsung menggendong Kiana.โNan โฆ kok Kiana enggak pake celana?โ Davian bertanya pada Nanny yang mengejar Kiana dari dalam rumah.โBaru mau dimandiin, Pak โฆ tapi keburu lari karena denger suara mobil Bapak.โ โOooh, ya udah โฆ Kiana aku yang mandiin ya, Nan.โ Cinta menimpali.โAyo sayang, kita mandi dulu.โ Cinta mengambil alih Kiana dari gendongan Davian.โDad โฆ daaa โฆ Pap โฆ Piii.โ Kiana melambaikan tangan saat sang bunda membawanya ke dalam kamar.Davian balas melambaikan tangan tapi dia ikut masuk ke dalam kamar untuk mencari Bara.Bara sedang menyusu dot, dipangku oleh Nanny.Nanny langsung memberikan Bara kepada Davian, pria itu duduk di kursi goyang melanjutkan tugas Nanny tadi, memberikan susu formula kepada Bara.Bar
โIbu sama Bapak manggil saya?โ Lala datang dengan kepala menunduk.โDuduk di kursi itu,โ kata Biru menunjuk kursi di depannya.Lala yang sedari tadi tidak berani mengangkat pandangan hanya menganggukan kepala lalu duduk sesuai perintah.Kepalanya masih menunduk setelah dia duduk.โNanny Lala, mulai hari ini saya kembalikan kamu ke Yayasan โฆ alasannya mungkin kamu sudah tahu yaitu kurang sopan di depan saya dan tidak bisa menempatkan diri sebagai Nanny di rumah ini.โ Jleb!Kalimat Biru mampu menikam jantung Lala begitu hebat apalagi Biru mengatakannya di depan Jingga.Lala pikir Biru menyukainya, padahal dia rela bila harus menjadi istri kedua dan mengurus-ngurus anak-anak pria itu yang lahir dari rahim Jingga. โIni uang gaji dan uang pesangon kamu.โ Biru mendorong amplop putih panjang dan gemuk di atas meja.Pria itu terlihat santai sekali tanpa beban.Lala memberanikan diri mengangkat pandangannya menatap Biru dan Jingga bergantian.Biru dan Jingga kompak menunjukkan ekspresi datar
โPagi, Pak โฆ,โ sapa Jingga saat netranya bertemu dengan netra sang bos yang duduk di balik meja kerja.โPagi โฆ duduk, Bu Jingga.โ Pak Kurnia mempersilahkan.Jingga tahu kalau dia akan dicecar habis-habisan karena target timnya masih merah sedangkan lima hari lagi akhir bulan.Jingga duduk, senyumnya tampak kaku tapi dia siap menerima apapun yang akan disampaikan pak Kurnia.โBegini Bu Jingga, mengingat hampir sepanjang tahun target Bu Jingga antara merah kuning belum pernah mencapai hijau โฆ maka kemarin dalam panel saya terus dicecar oleh Bos โฆ saya sudah mencoba mempertahankan Bu Jingga karena saya tahu kinerja Bu Jingga sebelum menikah tapi ternyata mereka tidak mau tahu โฆ dan tetap memutuskan untuk mengganti Bu Jingga โฆ.โ Pak Kurnia menjeda mencari tahu ekspresi Jingga namun bawahannya itu memasang ekspresi datar hanya kerjapan mata sebagai respon.โBu Jingga tidak diberhentikan tapi dipindahkan ke divisi lain, backoffice.โ Pak Kurnia melanjutkan.Jingga mengembuskan napas berat,
โRaina itu sekertaris aku โฆ aku akan selalu ngajak dia ke pesta untuk cari tahu tentang klien dari sekertaris mereka โฆ aku sengaja beliin dia gaun biar dia enggak ngoceh di luaran kalau uangnya habis beli gaun untuk nemenin aku ke pesta โฆ hubungan aku sama Raina hanya sebatas pekerjaan.โ Reyshaka akhirnya bersuara setelah beberapa lama diam sambil memeluk Namira.Namira tidak menyahut, membiarkan kalimat penjelasan Reyshaka menguap begitu saja.Gemas karena Namira tidak memberikan respon, pria itu lantas menegakan tubuh membawa Namira dalam pelukannya.โTerus โฆ penjelasan kamu apa?โ tanya Reyshaka menuntut setelah mengurai pelukan.Mata almond Namira mengerjap, istri cantiknya melongo bingung.โPenjelasan atas apa?โ Namira bertanya polos.โTadi โkan aku udah jelasin kenapa aku harus pergi ke pesta dengan Raina dan beliin dia gaun โฆ sekarang aku mau denger penjelasan kamu kenapa bisa makan siang sama Erwan?โNamira tersenyum di dalam hati, suaminya ternyata benar-benar cemburu dan dia
Mengetahui kalau Biru dengan Davian telah berdamai, papi dan mami berinisiatif untuk melakukan foto keluarga bersama anak, cucu, menantunya.Kebahagiaan yang setiap tahun dirasakan mami dan papi dengan kehadiran cucu-cucu patut diabadikan.Studio foto milik photographer ternama yang menjadi pilihan papi dan mami untuk mengabadikan moment kelengkapan keluarga mereka.โLho โฆ Biru sama Cinta belum sampai?โ Papi bicara pada Ridho-sang ajudan begitu tiba di studio foto dan tidak mendapati anak cucu dan menantunya di sana.Ya mana Ridho tahu, โkan dia pergi dari rumah bersama papi.โSepertinya belum, Pak.โ Ridho menjawab.โMungkin mereka kejebak macet. โMami menimpali.โโSelamat siang Pak Yuna Dewangga.โ Sang photographer menyambut.โSelamat siang.โ Papi dan pria Photographer saling menjabat tangan, setelah itu pria photographer beralih pada mami.โAnak dan menantu beserta cucu-cucu saya belum datang, bisa kita tunggu sebentar?โ kata papi meminta waktu.โOh โฆ tidak masalah, bagaimana kalau
โMas โฆ tolong jawab dulu itu telepon enggak tahu dari siapa,โ kata Cinta meminta bantuan saat sang suami masuk ke dalam kamar anak-anak untuk mencari tahu kenapa anak-anak menangis.โOh โฆ oke.โ Davian bergerak ke sebuah meja di mana ponsel sang istri berada.โKiana โฆ hey, udah nangisnya โฆ tadi Bunda โkan harus menyusui ade Bara dulu.โโHallo โฆ.โ Suara Davian terdengar menyahut.Om Ridho sampai menjauhkan ponsel dari telinga untuk mengecek apakah mungkin dia salah menekan nomor karena bukan suara Cinta yang seharusnya dia dengar malah suara seorang pria.โOm Ridho!โ Davian berseru karena telah melihat nama di layar ponsel Cinta. โOh โฆ ini Mas Davian ya?โ Ridho memastikan.โIya, Om.โ โUuuh sayang โฆ sayang โฆโ Suara Cinta bersama tangisan anak kecil masih bisa didengar oleh Ridho.Seperti dejavu karena saat menghubungi Biru tadi dia juga mendengar hal yang sama.โIni kalian masih di rumah ya? Ibu sama Bapak udah sampai, beliau meminta kalian segera datang.โ Om Ridho memberitahu.โIya Om
Davian menarik pundak Cinta kemudian mengecup pelipis istrinya.โAku pake baju dulu ya, kasian papi sama mami udah nungguin.โ Tidak ada respon dari Cinta, raut wajahnya masih masam.โPapi ganti baju dulu ya, Kiana duduk sini sama bunda.โCinta merangkul Kiana sehingga Kiana mau duduk di atas pangkuannya sedangkan Davian pergi ke walk in closet memakai pakaian.โKakak kenapa pukul ade? Adenya disayang ya?โ Cinta menegur Kiana dengan suara lembut.Melihat jejak air mata di wajah sang bunda membuat perasaan Kiana jadi tidak nyaman.Dia memeluk sang bunda.โMaafin Kiana Buna.โ โHarus sayang sama ade ya?โ pinta sang bunda dengan pendar sendu di mata.Kiana mengangguk.Davian bisa mendengar percakapan Cinta dengan Kiana dari dalam walk in closet kemudian bibirnya tersenyum karena hatinya menghangat.*** Mobil yang kemudikan Davian dan Biru bersamaan tiba di pelataran parkir sebuah studio.Protokoler papi yang mengetahui kedatangan mobil putra dan menantu sang Jendral langsung mengarahkan
Semenjak kejadian Davian menyusul Cinta yang pergi tanpa ijinnya ke Puncak, Cinta jadi banyak berubah.Sekarang Cinta lebih mementingkan keluarga kecilnya.Cinta sudah tidak lagi melimpahkan urusan anak-anak kepada Nanny kalau dia ada di rumah.Meski keteteran dengan tugas kuliah tapi sebisa mungkin Cinta yang mengambil peran untuk mengurus anak-anaknya.Davian juga sebagai suami tidak merasa dirinya paling benar, dia berpikir kalau Cinta sempat khilaf pasti karena kesalahannya juga.Bila dulu Davian jarang sekali mengajak Cinta jalan-jalan, setelah kejadian itu Davian membuat jadwal kencan berdua dengan Cinta di malam minggu.Jadi setiap malam minggu, Davian dan Cinta akan mengantarkan Kiana dan Bara bergantian antara rumah papinya Cinta atau rumah ayahnya Davian untuk menitipkan mereka sementara dia dan Cinta menghabiskan malam minggu berdua.Entah itu hanya makan malam, nonton konser, nonton film atau checkin di hotel berbintang dan pulang keesokan harinya. Dan malam iniโselagi ka
Biru merangkul pundak Jingga, mengecup pelipisnya sebagai ungkapan Terimakasih yang sudah ribuan kali dia ungkapkan semenjak Jingga dengan kesadaran sendiri mengajak Biru ke dokter kandungan setahun lalu untuk membuka KB IUD.Katanya Jingga merindukan suara tawa bayi dan pekerjaannya yang sekarang pun tidak seberat dulu.Jadi Jingga merasa mungkin sudah waktunya memiliki anak ke tiga.Dan tanpa dia duga, hanya dalam jangka waktu kurang lebih setahun setelah membuka KB IUDโTuhan mempercayakan malaikat kecilnya lagi kepada mereka. Semua bahagia mendengar kabar kehamilan Jingga.Kehamilannya yang ketiga ini pun begitu dinikmati oleh Jingga.Pekerjaan Jingga tidak terganggu karena tidak ada kendala berarti selama kehamilan.Sampai Jingga lupa mengajukan cuti hamil, dia tetap pergi ke kantor meski kandungannya sudah memasuki masa persalinan.Pagi itu satu kantor geger karena Jingga ditemukan jatuh di kamar mandi oleh stafnya dengan ketuban pecah.โPanggil ambulan!โ Atasan Jingga berseru k
Papi sudah pensiun sebagai Panglima TNI Republik Indonesia, sekarang beliau sedang menikmati masa tua di rumah saja. Ada beberapa bisnis yang digeluti papi yang sudah dipersiapkan sebelum pensiun tapi tidak memerlukan perhatian khusus dari beliau.Hanya sesekali saja mengecek dan sisa waktunya papi bisa habiskan dengan bermain bersama cucu.Setelah Cinta menjadi sarjana meski sempat terseok menjalaninya karena harus melahirkan anak ke tiga, papi meminta besannya yaitu papanya Jingga untuk memasukan Cinta menjadi pegawai Bank dari jalur Officer Development Program.Kebetulan Cinta berkuliah di kampus unggulan dan memiliki IPK yang baik dan ternyata Cinta bisa lulus menjalani test yang dilakukan pihak ketiga dan sekarang Cinta seperti kakak iparnya, menjadi seorang bankir.Davian tidak melarang Cinta berkarir, seperti halnya Biru yang justru mendukung karir Jingga.Meski sekarang Jingga lebih menikmati bekerja dibalik meja menjadi backoffice berkutat setiap harinya dengan kertas dan an
Hari berikutnya dan hari-hari selanjutnya, Cinta seakan bukan miliknya lagi.Cinta dikuasai oleh Kiana dan Bara apalagi Bara yang masih sering tantrum, kalau kata bunda dan mamiโmungkin Bara tahu akan memiliki adik sementara dia masih ingin kasih sayang dan perhatian full dari kedua orang tuanya.Baiklah, ingatkan Davian untuk meminta Cinta pasang KB setelah melahirkan anak ketiga mereka nanti.Karena sesungguhnya, tanpa ada yang tahu kalau Cinta tertekan.Dia lelah karena harus membagi waktu dengan anak-anak dan kuliah.Berimbas pada bobot tubuh Cinta yang menurun padahal sedang mengandung.โSayang.โ Suara Davian yang baru saja masuk ke dalam kamar membuat Cinta refleks mengusap air mata di pipi.โKamu nangis?โ Davian bergerak mendekat dengan langkah cepat.Pria yang gagah dan selalu tampan di mata Cinta dengan seragam Polisinya itu langsung menangkup wajah Cinta menggunakan tangannya yang besar.โKamu nangis?โ Davian mengulang.โEnggak, tadi aku pakai obat tetes mata karena mata aku
Semenjak kejadian Davian menyusul Cinta yang pergi tanpa ijinnya ke Puncak, Cinta jadi banyak berubah.Sekarang Cinta lebih mementingkan keluarga kecilnya.Cinta sudah tidak lagi melimpahkan urusan anak-anak kepada Nanny kalau dia ada di rumah.Meski keteteran dengan tugas kuliah tapi sebisa mungkin Cinta yang mengambil peran untuk mengurus anak-anaknya.Davian juga sebagai suami tidak merasa dirinya paling benar, dia berpikir kalau Cinta sempat khilaf pasti karena kesalahannya juga.Bila dulu Davian jarang sekali mengajak Cinta jalan-jalan, setelah kejadian itu Davian membuat jadwal kencan berdua dengan Cinta di malam minggu.Jadi setiap malam minggu, Davian dan Cinta akan mengantarkan Kiana dan Bara bergantian antara rumah papinya Cinta atau rumah ayahnya Davian untuk menitipkan mereka sementara dia dan Cinta menghabiskan malam minggu berdua.Entah itu hanya makan malam, nonton konser, nonton film atau checkin di hotel berbintang dan pulang keesokan harinya. Dan malam iniโselagi ka
Davian menarik pundak Cinta kemudian mengecup pelipis istrinya.โAku pake baju dulu ya, kasian papi sama mami udah nungguin.โ Tidak ada respon dari Cinta, raut wajahnya masih masam.โPapi ganti baju dulu ya, Kiana duduk sini sama bunda.โCinta merangkul Kiana sehingga Kiana mau duduk di atas pangkuannya sedangkan Davian pergi ke walk in closet memakai pakaian.โKakak kenapa pukul ade? Adenya disayang ya?โ Cinta menegur Kiana dengan suara lembut.Melihat jejak air mata di wajah sang bunda membuat perasaan Kiana jadi tidak nyaman.Dia memeluk sang bunda.โMaafin Kiana Buna.โ โHarus sayang sama ade ya?โ pinta sang bunda dengan pendar sendu di mata.Kiana mengangguk.Davian bisa mendengar percakapan Cinta dengan Kiana dari dalam walk in closet kemudian bibirnya tersenyum karena hatinya menghangat.*** Mobil yang kemudikan Davian dan Biru bersamaan tiba di pelataran parkir sebuah studio.Protokoler papi yang mengetahui kedatangan mobil putra dan menantu sang Jendral langsung mengarahkan
โMas โฆ tolong jawab dulu itu telepon enggak tahu dari siapa,โ kata Cinta meminta bantuan saat sang suami masuk ke dalam kamar anak-anak untuk mencari tahu kenapa anak-anak menangis.โOh โฆ oke.โ Davian bergerak ke sebuah meja di mana ponsel sang istri berada.โKiana โฆ hey, udah nangisnya โฆ tadi Bunda โkan harus menyusui ade Bara dulu.โโHallo โฆ.โ Suara Davian terdengar menyahut.Om Ridho sampai menjauhkan ponsel dari telinga untuk mengecek apakah mungkin dia salah menekan nomor karena bukan suara Cinta yang seharusnya dia dengar malah suara seorang pria.โOm Ridho!โ Davian berseru karena telah melihat nama di layar ponsel Cinta. โOh โฆ ini Mas Davian ya?โ Ridho memastikan.โIya, Om.โ โUuuh sayang โฆ sayang โฆโ Suara Cinta bersama tangisan anak kecil masih bisa didengar oleh Ridho.Seperti dejavu karena saat menghubungi Biru tadi dia juga mendengar hal yang sama.โIni kalian masih di rumah ya? Ibu sama Bapak udah sampai, beliau meminta kalian segera datang.โ Om Ridho memberitahu.โIya Om
Mengetahui kalau Biru dengan Davian telah berdamai, papi dan mami berinisiatif untuk melakukan foto keluarga bersama anak, cucu, menantunya.Kebahagiaan yang setiap tahun dirasakan mami dan papi dengan kehadiran cucu-cucu patut diabadikan.Studio foto milik photographer ternama yang menjadi pilihan papi dan mami untuk mengabadikan moment kelengkapan keluarga mereka.โLho โฆ Biru sama Cinta belum sampai?โ Papi bicara pada Ridho-sang ajudan begitu tiba di studio foto dan tidak mendapati anak cucu dan menantunya di sana.Ya mana Ridho tahu, โkan dia pergi dari rumah bersama papi.โSepertinya belum, Pak.โ Ridho menjawab.โMungkin mereka kejebak macet. โMami menimpali.โโSelamat siang Pak Yuna Dewangga.โ Sang photographer menyambut.โSelamat siang.โ Papi dan pria Photographer saling menjabat tangan, setelah itu pria photographer beralih pada mami.โAnak dan menantu beserta cucu-cucu saya belum datang, bisa kita tunggu sebentar?โ kata papi meminta waktu.โOh โฆ tidak masalah, bagaimana kalau
โRaina itu sekertaris aku โฆ aku akan selalu ngajak dia ke pesta untuk cari tahu tentang klien dari sekertaris mereka โฆ aku sengaja beliin dia gaun biar dia enggak ngoceh di luaran kalau uangnya habis beli gaun untuk nemenin aku ke pesta โฆ hubungan aku sama Raina hanya sebatas pekerjaan.โ Reyshaka akhirnya bersuara setelah beberapa lama diam sambil memeluk Namira.Namira tidak menyahut, membiarkan kalimat penjelasan Reyshaka menguap begitu saja.Gemas karena Namira tidak memberikan respon, pria itu lantas menegakan tubuh membawa Namira dalam pelukannya.โTerus โฆ penjelasan kamu apa?โ tanya Reyshaka menuntut setelah mengurai pelukan.Mata almond Namira mengerjap, istri cantiknya melongo bingung.โPenjelasan atas apa?โ Namira bertanya polos.โTadi โkan aku udah jelasin kenapa aku harus pergi ke pesta dengan Raina dan beliin dia gaun โฆ sekarang aku mau denger penjelasan kamu kenapa bisa makan siang sama Erwan?โNamira tersenyum di dalam hati, suaminya ternyata benar-benar cemburu dan dia
โPagi, Pak โฆ,โ sapa Jingga saat netranya bertemu dengan netra sang bos yang duduk di balik meja kerja.โPagi โฆ duduk, Bu Jingga.โ Pak Kurnia mempersilahkan.Jingga tahu kalau dia akan dicecar habis-habisan karena target timnya masih merah sedangkan lima hari lagi akhir bulan.Jingga duduk, senyumnya tampak kaku tapi dia siap menerima apapun yang akan disampaikan pak Kurnia.โBegini Bu Jingga, mengingat hampir sepanjang tahun target Bu Jingga antara merah kuning belum pernah mencapai hijau โฆ maka kemarin dalam panel saya terus dicecar oleh Bos โฆ saya sudah mencoba mempertahankan Bu Jingga karena saya tahu kinerja Bu Jingga sebelum menikah tapi ternyata mereka tidak mau tahu โฆ dan tetap memutuskan untuk mengganti Bu Jingga โฆ.โ Pak Kurnia menjeda mencari tahu ekspresi Jingga namun bawahannya itu memasang ekspresi datar hanya kerjapan mata sebagai respon.โBu Jingga tidak diberhentikan tapi dipindahkan ke divisi lain, backoffice.โ Pak Kurnia melanjutkan.Jingga mengembuskan napas berat,