Share

Bab 1583

Author: Len
Setelah makan siang, Jeanet naik ke atas untuk tidur siang, sementara Farnley pergi ke ruang kerja untuk menangani urusan pekerjaannya.

Agar tidak bisa ditemukan orang lain, ia mematikan ponselnya, tetapi tetap terhubung ke internet sehingga masih bisa menerima dan mengirim email, serta telepon rumah juga masih aktif. Jika ada hal yang bukan bagiannya untuk ditangani, Kimmy bisa menghubunginya.

Setelah pekerjaannya selesai, ia kembali ke kamar.

Jeanet sudah terbangun, duduk di atas tempat tidur dengan tatapan kosong.

"Lagi mikirin apa?" Farnley tak bisa menahan tawa, duduk di sampingnya, lalu merapikan rambut Jeanet yang berantakan.

"Bangun, aku bantu menyisir rambutmu? Nanti kalau matahari mau tenggelam, mau lihat matahari terbenam?"

Namun, setelah dipikirkan lagi, dia sendiri yang membatalkan usulnya.

"Lain kali saja, ya? Hari ini kamu sudah keluar, kalau terlalu lelah itu tidak baik. Lagi pula, masih banyak kesempatan lain."

Jeanet masih bermalas-malasan, duduk tanpa bergerak.

Farnl
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1584

    Setelah mengusap pelipisnya, Farnley mengikuti Jeanet dari belakang, berusaha membujuknya, “Bukan tidak boleh makan, kalau kamu masih mau, gampang saja. Besok aku suruh pelayan buat lagi.”Akhirnya, setelah susah payah, ia berhasil menenangkannya.Jeanet naik ke atas untuk mandi. Ketika keluar dari kamar mandi, ia tidak melihat Farnley. Saat turun ke lantai bawah, tercium aroma obat.Sepertinya itu adalah obat yang biasa ia minum.Mengikuti sumber bau itu, Jeanet menemukan Farnley sedang sibuk di teras luar, berjongkok sambil mengurus sesuatu.Apakah dia sedang merebus obat?Pada jam segini, para pelayan sudah pulang.Mendengar langkah kaki, Farnley mengangkat kepalanya dan menunjuk kursi rotan di sampingnya. “Duduklah, di sini ada angin, jadi tidak akan terasa panas.”Jeanet berjalan mendekat dan duduk sambil menopang dagunya, memperhatikan lelaki itu.Farnley tahu dirinya tampan, tapi Jeanet memperhatikannya bukan karena itu.“Apa yang sedang kamu pikirkan?”“Aku sedang berpikir, ken

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1585

    Farnley berjongkok di sampingnya, mengangkat tangan untuk menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.Setelah Jeanet berhenti, dia segera menyerahkan tisu untuknya menyeka mulut, lalu bertanya, "Masih ingin muntah? Mau berkumur?""Mm."Jeanet mengangguk.Farnley mengulurkan tangan, menariknya berdiri, setengah memeluknya dalam dekapannya, lalu membuka keran air agar Jeanet bisa berkumur.Setelah rasa tidak enak di mulutnya hilang, Jeanet akhirnya merasa lebih baik. Dia melambaikan tangan, memberi isyarat agar Farnley melepaskannya.Namun, Farnley tampak tidak mengerti dan tetap memeluknya. "Ada bagian lain yang tidak nyaman? Sakit kepala?""Tidak ..."Jeanet tertegun sesaat sebelum menyadarinya.Dia tertawa, "Kamu pikir aku kambuh?""Jeanet ..." Wajah Farnley menggelap. "Ini bukan sesuatu yang bisa dibuat bercanda."Melihatnya begitu serius, Jeanet terpaksa menahan tawanya. Dia memegang perutnya dan berkata dengan nada serius, "Aku bicara serius, kepalaku tidak sakit, hanya perutku yang t

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1586

    Farnley kembali sibuk berjalan pergi, lalu tak lama kemudian datang membawa nampan besi. Di atasnya ada sesuatu yang mirip daun rumput laut."Apa ini?" Jeanet bertanya penasaran sambil menunjuknya."Pengusir nyamuk." jelas Farnley. "Penduduk lokal selalu menggunakannya, sangat efektif."Dia mengambil korek api dan menyalakannya. Daun itu terbakar, menyebarkan aroma harum yang lembut di udara.Jeanet mengendus sedikit. "Baunya cukup enak juga."Farnley meletakkan nampan besi itu di dekat kaki Jeanet, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi minyak obat. Dia bertanya, "Tadi nyamuk menggigit di mana?"Jeanet berpikir sejenak, lalu menunjuk lengan kanannya. "Di sini.""Baik."Farnley membuka kotak itu, memegang lengannya, lalu mengoleskan minyak obat ke bentolan bekas gigitan nyamuk."Ah!"Jeanet kaget saat melihatnya. "Bentolnya besar sekali! Nyamuknya ganas banget!"Farnley mengangguk. "Lingkungan di pulau ini masih sangat alami, nyamuknya juga alami, jadi ukurannya besar."Setelah me

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1587

    Ketika Jeanet terbangun, ia sudah berada di tempat tidur.Gordennya tidak tertutup, tetapi cahaya yang masuk tidak seterang biasanya."Kamu sudah bangun?"Ada suara langkah kaki mendekat, itu adalah Farnley.Di dalam kamar ada kamera pengawas, jadi ketika melihat Jeanet terbangun melalui layar di ruang kerja, ia langsung datang."Ya." Jeanet mengangguk dan bangkit duduk.Farnley mengambil bantal dan meletakkannya di belakang punggungnya, lalu mengusap rambutnya. "Duduk dulu sebentar, biar benar-benar sadar sebelum bangun.""Baik."Jeanet tahu alasannya.Dia takut kalau bangun terlalu cepat, itu akan memengaruhi tekanan darahnya dan melukai otaknya.Tanpa perlu bertanya pun sudah jelas bahwa dia telah mempelajari kondisi kesehatannya dengan detail.Tuan muda keempat Keluarga Wint ini, kalau sudah memperlakukan seseorang dengan baik, memang tidak ada tandingannya.Tentu saja, kalau tidak membicarakan masalah perasaan.Jeanet mengangkat pandangan ke luar jendela. "Hujan?""Ya."Farnley me

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1588

    Saat Farnley sedang membungkus pangsit, Jeanet berlari ke ruang tamu dan menyalakan televisi.Farnley sesekali melirik ke arahnya, bukan karena takut dia kabur, tetapi lebih untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.Namun, ketika ia kembali mengangkat kepala, Jeanet sudah tidak ada di sana."Jeanet!"Farnley terkejut, buru-buru berlari ke ruang tamu. Dia tidak salah lihat, Jeanet memang tidak ada di sana.Ke mana dia pergi?Farnley langsung berbalik, mencari ke segala penjuru, tetapi tetap tidak menemukannya."Jeanet!"Apa mungkin dia benar-benar kabur?Di luar hujan dan angin begitu kencang, dia bisa pergi ke mana? Dengan tubuh sekecil itu, bahkan berjalan sampai dermaga pun pasti sulit!Tiba-tiba, Farnley melihat bahwa pintu kaca yang mengarah ke kolam renang terbuka."Jeanet!"Tanpa pikir panjang, dia langsung berlari keluar."Jeanet! Jeanet?""Aku di sini!"Kali ini, Jeanet menjawabnya.Farnley segera menoleh ke arah suara itu dan melihat Jeanet berjongkok di halaman, melambaikan

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1589

    Di luar angin dan hujan masih kencang, tanda-tanda badai topan mereda pun belum terlihat.Setelah makan pangsit, Jeanet merasa puas dan mencari alas duduk yang bersih untuk dijadikan tempat tidur sementara bagi anak anjing.Jeanet menepuk kepala anak anjing itu. "Kita nggak bisa keluar beli kandang baru buatmu, jadi pakai ini dulu, ya.""Woof ..." Anak anjing itu menggonggong, seolah-olah sedang merespons.Jeanet mengelus dagunya. "Apa yang kamu bilang, huh?"Farnley tertawa. "Dia bilang, terima kasih.""Oh ya?" Jeanet tersenyum dan ikut bermain peran. "Nggak perlu terima kasih, kok ..."Lalu, dia menatap Farnley. "Tapi dia belum punya nama. Masa kita terus manggilnya 'anjing kecil'? Kita kasih nama, yuk."Farnley mengangguk. "Kamu yang kasih nama, kan ini anjingmu.""Aku?" Jeanet mengerutkan kening, berpikir serius. "Tapi aku nggak kepikiran ... Kamu ada ide?""Hmm ..." Farnley merenung sebentar. "Gimana kalau namanya 'Hadiah'?""Hadiah?""Iya." Farnley menjelaskan, "Dia tiba-tiba mun

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1590

    "Baiklah."Akhirnya, Farnley menyetujuinya. Dia mengangguk dan mengingatkannya lagi, "Pakai jam tanganmu."Jam tangan itu memiliki fitur pelacakan lokasi dan bisa digunakan untuk berkomunikasi."Aku tahu, terima kasih ya!"Jeanet tersenyum tipis, lalu bangkit hendak pergi."Jeanet!" Farnley tiba-tiba menarik pinggangnya, "Kamu hanya mengucapkan terima kasih begitu saja? Hanya dengan kata 'terima kasih'?"Jeanet berkedip, "Lalu bagaimana caranya aku harus berterima kasih?""Di sini ..." Farnley menunjuk bibirnya, "Cium sekali, boleh?"Sudah berhari-hari mereka hanya sebatas berpelukan, tapi tidak pernah lebih dari itu.Jeanet terdiam sejenak, lalu menggigit bibirnya, "Baiklah."Dia mendekat, hampir saja bibir mereka bersentuhan, tetapi di detik terakhir, dia memiringkan wajahnya dan mencium pipinya."?" Farnley terkejut, "Jeanet?""Aku pergi dulu!" Jeanet segera berdiri, membawa Hadiah keluar, "Aku akan segera kembali!""Benar-benar ..."Farnley hanya bisa tersenyum pasrah. Sudah sekian

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1591

    Mata Farnley meredup. Ia telah menjaga Jeanet setiap hari, merawatnya dengan penuh perhatian, namun yang ia dapatkan hanyalah kata-kata seperti itu?Dalam sekejap, amarahnya memuncak. Ia membungkuk dan menggendong Jeanet."Farnley! Lepaskan aku! Aku sama sekali tidak ingin bersamamu! Apa kau tidak merasa perbuatanmu ini konyol?"Hmph.Farnley mendengus kecil, mengabaikan perlawanan Jeanet. "Sangat masuk akal! Ada satu hal yang kau katakan dengan benar. Bahkan jika kau mati, kau hanya bisa mati di sisiku!""!"Jeanet tertegun. Ia tak lagi melawan.Saat kapal merapat ke daratan, Farnley masih menggendongnya. Sebuah mobil telah menunggu di pinggir jalan, siap mengantarkan mereka kembali ke vila.Setelah rencananya untuk melarikan diri gagal, Jeanet tahu bahwa tak mungkin baginya untuk kabur lagi. Maka, ia pun memilih untuk pasrah.Farnley meletakkan semangkuk obat yang telah ia buat di hadapan Jeanet. Namun, Jeanet memalingkan wajah. "Aku tidak mau minum.""Minumlah."Farnley mengerutkan

Latest chapter

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1676

    Setelah keluar dari rumah sakit, sikap Zenith terhadap Kayshila jadi jauh lebih hati-hati.Awalnya hari ini dia berniat pergi ke kantor, tapi sekarang malah tidak ingin pergi sama sekali."Kayshila, hari ini kamu mau ngapain? Aku temani semuanya, boleh ya?""Boleh." Kayshila paham maksudnya dan tidak menolak.Keduanya berjalan melewati lobi poliklinik, menuju ke luar.Tiba-tiba, Kayshila berhenti melangkah, pandangannya terpaku pada satu arah."Kayshila?" Zenith mengira dia merasa tidak enak badan, "Kenapa?""Oh …" Kayshila melirik padanya, "Lihat seseorang yang aku kenal. Kamu juga kenal.""Oh ya?"Zenith mengikuti arah pandangannya. Di loket pendaftaran mandiri, yang paling akhir dalam antrean adalah seorang perempuan."Siapa?" Zenith menyipitkan mata, berusaha mengingat."Hmm?" Kayshila menatapnya sambil tertawa, "Nggak ingat? Aktingnya sih meyakinkan.""Bukan begitu … aku beneran nggak inget. Siapa sih?""Udah deh, cukup ya."Kayshila melotot manja, "Orang itu pernah ada hubungan s

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1675

    Dua bulan kemudian.Pagi-pagi sekali, Zenith sudah bangun.Dengan langkah ringan dan hati-hati, ia turun ke bawah, masuk ke ruang makan, dan mulai menyiapkan sarapan untuk Kayshila.Sejak sebulan yang lalu, Kayshila mulai mengalami gejala mual karena kehamilan.Apa pun yang dimakan pasti dimuntahkan, bahkan kadang-kadang hanya minum air pun bisa membuatnya mual.Nafsu makannya menurun drastis. Setiap kali ditanya, jawabannya selalu, “nggak lapar”.Padahal di rumah ada chef masakan barat dan Indo, ditambah lagi ada Bibi Maya yang ahli masak.Kalau saja dia sedikit saja bilang ingin makan sesuatu, langsung bisa disajikan di depan matanya.Tapi mulutnya sangat pilih-pilih dan hanya mau makan masakan buatan Zenith.Jadinya, setiap kali ada waktu, Zenith pasti turun tangan sendiri.Apalagi soal sarapan, sudah pasti jadi tanggung jawab dia sepenuhnya.Di dapur, Bibi Maya melihat dia masuk, langsung menyapa sambil tersenyum, "Tuan Muda Zenith sudah bangun? Semua bahan sudah saya siapkan.""Ya

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1674

    Perjalanan ke Toronto kali ini benar-benar penuh dengan kebahagiaan. …Delapan bulan kemudian, Jeanet melahirkan seorang bayi laki-laki di Rumah Sakit Santa.Bayi besar dengan berat 3,9 kg.Cucu pertama di Keluarga Gaby, dan cucu bungsu di Keluarga Wint. Sejak lahir, ia sudah bagaikan terlahir dengan sendok emas di mulutnya.Karena kondisi tubuhnya, Jeanet tidak memilih melahirkan secara normal, melainkan melalui operasi caesar.Farnley ikut masuk ke ruang operasi. Awalnya dia menunggu di ruang persiapan, lalu setelah bayinya lahir, barulah ia masuk ke ruang operasi.Ia mengganti pakaian isolasi, mengenakan sarung tangan, lalu menerima gunting dari dokter untuk memotong tali pusar yang menghubungkan anak dan ibunya.Setelah itu, ia menggendong bayinya dan menghampiri Jeanet, memeluk ibu dan anak sekaligus."Jeanet, kamu sudah sangat berjuang."Jeanet tersenyum, "Hmm."Begitu keluar dari ruang operasi, Jeanet dipindahkan ke kamar rawat. Farnley menjaganya sepanjang malam tanpa beranjak

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1673

    "Apa maksudnya?" Jeanet sempat tertegun.Adriena cemas, "Aku tanya, kamu jawab saja!""Sepertinya ... bulan lalu?" Jeanet mencoba menghitung."Aduh!" Adriena tertawa sambil menangis, "Anak ini! Hubungan kalian begini, sudah sekian lama nggak haid, kamu nggak ada rasa curiga sedikit pun?""Aku ..." Jeanet menggeleng polos, "Sejak sembuh dari sakit, datang bulanku memang nggak teratur.""Tapi nggak sampai se-nggak teratur ini juga!"Adriena melirik Farnley, "Kamu percaya nggak, dia muntah-muntah kayak gitu gara-gara kamu!""Hah?" Jeanet kaget, "Masa sih?""Kenapa nggak?"Adriena tertawa geli, "Kalian anak muda memang kurang pengalaman! Kalau pasangan itu hubungannya dekat banget, ceweknya hamil, cowoknya bisa ikut-ikutan muntah!"Sambil mendorong mereka, dia berkata, "Masih bengong aja? Cepat ke rumah sakit, periksa dulu!""Oh ..."Begitu sampai rumah sakit dan hasilnya keluar, semua pun terdiam."Apa aku bilang?" Adriena membaca laporan medis sambil tersenyum lebar, "Benar kan, kamu ham

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1672

    Azka yang bertubuh tinggi dengan mudah mengangkat Jannice di atas bahunya, ke mana pun pergi, Jannice tak perlu berjalan sedikit pun.Jannice pun girang dan berteriak, "Aku milik tempat ini! Tempat ini bagaikan surga!"Ucapan itu terdengar oleh para orang dewasa, membuat mereka tak bisa menahan tawa.Seiring berjalannya waktu, para tamu pun datang satu per satu.Pernikahan pun tiba sesuai jadwal.Di taman tua yang klasik, hamparan karpet merah digelar. Azka kembali menggendong Kayshila, mengantarnya menuju pernikahan.Ia menyerahkan sang kakak kepada Zenith, "Kakak ipar, kakakku kuserahkan padamu."Pemuda itu kini berbicara jauh lebih lancar daripada dulu."Tenang saja." Zenith menerima mempelainya, di belakangnya ada Jannice dan Kevin sebagai flower boy dan flower girl, menaburkan kelopak bunga ke udara.Saat sesi lempar bunga, dengan teriakan Kayshila, "Aku lempar ya! Satu, dua, tiga!"Dia melemparkan buket bunga ke belakang.Buket itu terbang di udara, dan di tengah riuh para tamu,

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1671

    Awalnya, niat Kayshila adalah untuk tidak menggelar pernikahan lagi.Namun, saat urusan ini jatuh ke tangan Adriena, ditambah lagi dengan Ron, pasangan suami istri ini memang merasa sangat bersalah kepada putri mereka. Dengan adanya kesempatan seperti ini, bagaimana mungkin mereka tidak memanfaatkannya sebaik mungkin?Dan juga, Ron dan Calista telah resmi bercerai setengah tahun lalu, dan keesokan harinya, Ron langsung mendaftarkan pernikahan dengan Adriena, menjadikan mereka pasangan sah secara hukum.Pertikaian yang telah berlangsung selama lebih dari dua puluh tahun itu akhirnya mencapai sebuah akhir.Setidaknya, bagi mereka, ini adalah akhir yang baik.Pernikahan mereka digelar dengan sangat megah. Para tokoh kalangan elite dari seluruh Kanada yang bisa hadir, datang semua.Ron akhirnya bisa menegakkan kepala, menikahi perempuan yang telah dicintainya sejak muda, dan kini akhirnya ia bisa berdiri di sisinya secara sah.Dalam pernikahan itu, Kayshila dan Zenith mengambil cuti dan da

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1670

    "Baik, aku mengerti."Setelah menutup telepon, Kayshila berdiri di hadapan Zenith. Mata Zenith sedikit memerah, suaranya tenang namun terdengar datar."Dia sudah pergi."Kayshila memejamkan mata sejenak, tak mengatakan apa pun. Dia hanya melangkah maju dan memeluknya.Dia bisa merasakan tubuh Zenith sedikit gemetar.Di saat seperti ini, hatinya pasti sangat terluka, ya?Kini, tampak jelas bahwa yang paling patut dibenci adalah Gordon dan Morica. Hidup Jeromi bisa dibilang penuh dengan ketidakberuntungan.Akhir hidupnya yang seperti itu seolah-olah membuat seluruh perjalanan hidupnya di dunia ini menjadi sia-sia.Kayshila menepuk-nepuk punggung Zenith dengan lembut. "Adakan pemakaman yang layak untuknya. Iringi dia ke peristirahatan terakhirnya dengan baik.""Mm." Zenith mengangguk dengan suara serak.Meski berniat menggelar pemakaman yang layak, pada kenyataannya tak banyak orang yang hadir.Selama beberapa tahun terakhir, Jeromi tinggal di Toronto dan tak memiliki banyak teman. Dia me

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1669

    Jeromi perlahan membuka mulut, menatap langit-langit, "Aku ini hidupnya pendek. Tapi sejujurnya, aku sudah lama merasa cukup dengan hidup ini.""Bagiku, sejak meninggalkan Jakarta, meninggalkan kamu, ibu, dan kakek … setiap hari setelahnya terasa lebih menyiksa daripada mati."Suasana dalam ruangan sunyi senyap.Kayshila diam-diam menggenggam tangan Zenith.Orang bilang, ketika seseorang menjelang ajal, kata-katanya menjadi tulus.Kalau dulu Jeromi mengucapkan kalimat seperti ini, orang mungkin akan curiga, apakah dia hanya sedang berpura-pura.Tapi melihat kondisinya sekarang … apa gunanya berpura-pura lagi?Sudah terlihat jelas, dia benar-benar sedang sangat menderita.Jeromi melanjutkan, "Satu-satunya keinginanku dalam hidup ini adalah kembali ke Jakarta, kembali ke sisi Ibu …"Ia perlahan menoleh ke arah Zenith, "Zenith, kumohon padamu, bawalah aku pulang, bolehkah?"Bibir Zenith menegang, hatinya terasa perih dan sesak.Pria di hadapannya ini dulu adalah saudara kandungnya, tapi j

  • Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai   Bab 1668

    Mereka tidak perlu mengkhawatirkan apa pun, bahkan untuk mengurus Jannice pun sudah tidak diperlukan lagi.Paman Kevin sangat menyayangi keponakan perempuannya, dan ia sering mengajaknya bermain keliling seluruh area perkebunan.Tahun itu, saat mereka datang, Toronto sedang berada dalam musim dingin. Namun kini, musim semi telah tiba, bunga-bunga bermekaran, taman terlihat sangat indah, sangat cocok untuk anak-anak bermain.Memasuki bulan April, Toronto akan berganti ke musim panas, yang akan berlangsung hingga Oktober. Pada saat itu, perkebunan akan terlihat secantik lukisan cat minyak.Adriena pun mengusulkan, "Kayshila, bagaimana kalau nanti acara reuni kalian diadakan di sini saja?"Semakin dipikir, ia merasa ide itu sangat masuk akal."Tempatnya luas, kalian juga hanya mengundang kerabat dan teman dekat saja, pasti cukup untuk menampung semua. Kota Azka juga dekat dari sini, jadi kalau mau menjemput orang juga mudah. Momen ini langka, kalian kakak-beradik bisa berkumpul kembali."

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status