Home / Romansa / Belenggu Hasrat CEO / 41. Pertunjukan Maher

Share

41. Pertunjukan Maher

Author: Siska Cahaya
last update Last Updated: 2025-02-07 08:43:55

"Hafsah!" Hanan berlari dan memeluk adiknya dengan erat.

"Abang," ucap Hafsah terkejut melihat kehadiran kakak lelakinya.

Hanan memeluk dan memejamkan mata. Dia mencium kepalanya berulang kali, bibirnya gemetar ingin mengucapkan banyak hal tapi tersangkut di tenggorokan. Untuk pertama kali nya Hanan menangis setelah perpisahan selama satu bulan tanpa kabar berita dari Hafsah. Hafsah pun membalas pelukan kakak yang selalu ada untuknya sejak kecil. Selalu sembunyi-sembunyi untuk memberikan keinginan dirinya yang tidak mau dipenuhi oleh Hayati. Kini lelaki itu sudah tidak bisa didikte lagi. Dia sudah bisa melawan siapa pun demi sang adik.

"Abang kenapa tahu aku di sini?" tanya Hafsah pelan.

Hanan menarik napas lalu melepaskan pelukannya. Matanya tajam menatap Maher yang berdiri tak jauh darinya di mana juga ada Vass yang memperhatikan semua orang.

"Aku mengikuti orang itu!" kata Hanan menunjuk Maher.

Hafsah melihat ke arah Maher yang tetap berdiri dan mengangkat wajahnya. Tatapan Mahe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Belenggu Hasrat CEO    42. Harimau Sumatera

    Hanan tahu bahwa adiknya sudah melewati begitu banyak luka selama ini. Menghadapi rintangan tanpa seseorang di sampingnya. Kini, usianya pun sudah sangat dewasa dan sudah paham bagaimana luka dan cinta itu. Demi kebahagiaan Hafsah, Hanan menurunkan egonya dan mengetepikan kekesalannya pada Maher.Hafsah ikut mobil Hanan dan Maher mengikutinya dari belakang. Vass menyetir dengan sesekali melirik Hafsah yang bersandar di lengan kekar Hanan. Gadis itu tampak manja dan hilang dewasanya saat bersama sang kakak. Hanan mengusap punggung tangan Hafsah dengan lembut dan penuh perhatian."Bagaimana Maher menurutmu?" tanyanya melirik sang adik yang langsung pura-pura tidur."Aku tahu kamu tidak tidur! Jawab!" titah Hanan menepuk lembut pipinya, "terima dia agar kamu punya seseorang yang siap setiap waktu memanjakan kamu!"Hafsah membuka mata dan menatap kakaknya dengan manja tapi tajam. Dia mencubit hidung Hanan hingga lelaki itu memeluk."Lemah!" ejek Hafsah tertawa."Kamu gak boleh manja kayak

    Last Updated : 2025-02-08
  • Belenggu Hasrat CEO    43. Rencana pernikahan dan Aryan

    Maher tetap tenang mendengar ancaman Hanan yang terdengar menakutkan. Tapi bagi lelaki itu lebih baik dia tiada dari pada perpisahan dari Hafsah. Sementara Hafsah merasakan jantungnya berdetak lebih cepat melihat ketenangan Hanan dan Maher. Namun, dibalik ketenangan Maher ada sesuatu yang terus berusaha dia redam, andai Hanan bukanlah kakak dari perempuan yang dia cintai mungkin keduanya telah adu otot."Jangan terus merayu adikku! Jika sungguhan kamar dia dan langsung ke KUA. Lelaki sejati tidak mengumbar janji, tapi memberi bukti!" tekan Hanan terus menatap calon adik iparnya.Maher menarik napas lalu melirik Hafsah."Aku sudah melamarnya," katanya melirik cincin di jari manis perempuan berjilbab yang duduk di dekat Hanan, "untuk pernikahan aku mau secepatnya. Apa kamu setuju Hafsah jika pernikahan kita diadakan minggu depan."Hafsah tercekat dan pandangannya tertuju pada Maher yang juga menatapnya. Udara di ruangan itu terasa berat dan sesak. Hatinya bergetar dan terasa menghanga

    Last Updated : 2025-02-09
  • Belenggu Hasrat CEO    44. kepanikan Maher

    Malini melangkah dengan berat tapi hatinya berdegup saat mendengar penjelasan dokter. Dia sudah lama menantikan momen seperti ini. Tapi diujung keputusan asaannya dokter memberi kabar terbaik tentang Aryan. Dia mendorong pintu ruang ICU dan berdiri dengan gemetar saat melihat Aryan tersenyum dan mengangkat kedua tangannya."Aryan!" isak Malini hampir tak terdengar, dia tersenyum disela tangisnya."Mama!" ujar Aryan tersenyum lebar dan terus membuka kedua tangannya.Malini mempercepat langkahnya dan memeluk erat sang anak. Dia menangis tersedu dan menumpahkan segala kesedihan yang dia tahan sendiri. Lama suster membiarkan mereka sampai Malini menarik diri dan memukul pelan pipi anaknya yang tersenyum manja."Jangan ulangi lagi kayak gini, Aryan! Mama sendirian," katanya mengusap air mata yang terus menetes."Maaf, Mama!" Aryan tersenyum lalu menoleh ke pintu."Kamu lihat apa?" tanyanya ikut melirik ke pintu."Papa. Mana papa!" jawab Aryan menatap ibunya.Sejenak Malini menarik napas d

    Last Updated : 2025-02-10
  • Belenggu Hasrat CEO    45.; Mama juga kurang ajar!

    Adnan berhenti di halaman mesjid. Kebetulan di sana ada pengajian yang dipimpin langsung oleh ustad ternama, dia pernah beberapa kali melihatnya di sosial media. Adnan berwudhu sebisanya lalu duduk berdempetan dengan jamaah lain. Matanya fokus pada jamaah yang bertanya atau mendengarkan dengan serius. Namun, dia berharap agar pengajian ini cepat selesai agar dia bisa bertanya secara pribadi.Satu jam berlalu semenjak kedatangan Adnan. Ustad mulai mengakhiri tausyiahnya, perlahan para jamaah mulai beranjak meninggalkan mesjid. Adnan masih setiap ditempatnya dan membiarkan orang-orang keluar. Ustad pun masih duduk di tempatnya dan minum. Adnan mendekati dan tersenyum setelah mengucap salam."Ada hal yang harus saya diskusikan dengan, Ustad. Semoga Anda mempunyai waktu luang dan memberikan pendapat atau solusi," kata Adnan setelah dia memperkenalkan diri."Insyaallah sebisa dan semampu yang saya tahu, saya akan menjawabnya," jelas Ustad tersenyum."Begini, Ustad. Boss saya ingin menikah

    Last Updated : 2025-02-11
  • Belenggu Hasrat CEO    46. Cheetah

    "Terus berteriak dan membentakku, Ma! Bukankah hanya itu saja yang bisa mama lakukan? Foya-foya bersama teman-teman Mama, membeli barang yang mahal tapi tidak diperlukan, terus berusaha bagaimana menjadi pebisnis yang wanita yang handal dan tak terkalahkan. Mama haus pujian dan sanjungan! Mama ingin menjadi perempuan berdedikasi dan mandiri! Mama jadi wanita yang sukses tapi mama gagal menjadi seorang ibu! Mama gagal menjadi ibu yang baik untuk kami!"Hanan terus mengeluarkan amarah yang tertahan selama ini. Rahangnya mengeras dan sorot matanya tajam dengan tangan terkepal kuat. Dia tahu apa yang dilakukannya salah dosa. Dosa berkata kasar pada ibunya. Halimah pernah mengajarkannya agar banyak mengalah pada Hayati, karena walaupun bagimanapun surga seorang anak ada pada ibunya. Tapi Hanan hilang kendali ketika terus mendengar hinaan untuk adik perempuannya. Hanan hanya ingin Hayati menyadari kesalahannya dan menyayangi Hafsah."Anak durhaka kamu, Hanan! Anak kurang ajar!" teriak Hay

    Last Updated : 2025-02-13
  • Belenggu Hasrat CEO    47. Lebih Berhak!

    Tawa Hafsah meledak seketika. Dia menatap kakak lelakinya dengan geli. Tapi juga pikirannya membayangkan Maher digerubuti hewan yang berasal Afrika itu, di mana Maher berlari ketakutan sementara Hanan tertawa jahat."Kamu pernah tertawa lepas kayak gini di depan Maher?" tanya Hanan melirik adiknya sekilas lalu kembali fokus pada jalanan."Tidak. Aku gak pernah, selalu berusaha jaga sikap kecuali sama Abang, aku jadi diriku sendiri," katanya berusaha meredakan tawa."Jadi perempuan jangan terlihat banget murahannya, jangan terlihat banget cintanya dan mengharapkan dia. Lelaki akan cepat bosan dan merasa dibutuhkan jadi jadi dia akan bertindak sesuka hatinya," jelas Maher membelokkan mobil masuk ke parkiran perusahaan Maher."Hmm, aku tahu apa yang harus aku lakukan. Jangan cemaskan aku!" jawab Hafsah keluar dari mobil.Para karyawan dan satpam menatap kedatangan Hafsah dengan lelaki berbeda. Bahkan Hanan ikut masuk dengan tatapan dingin dan mahal senyuman. Hafsah berjalan di sisi kakak

    Last Updated : 2025-02-14
  • Belenggu Hasrat CEO    48. Dasar Protektif

    "Please, Hanan, jangan seperti ini. Di sini aku pemilik perusahaan jadi aku yang berhak memutuskan kontrak karyawan. Kamu gak berhak!" jelas Maher menghadang mereka."Jadi ini alasanmu tidak memberikan Hafsah ruangan sendiri?" tanya Hanan menatap Maher.Maher menunduk gelagapan. Matanya tak fokus sementara Hanan terus menatapnya dengan tatapan menghunus jantung. Dua lelaki itu saling serang melalui tatapan dan sikapnya. Meski pada akhirnya Maher menegakkan tubuh agar tampak tak kehilangan wibawa di hadapan karyawannya."Perhatian semua!" katanya bertepuk tangan, "minggu depan saya akan menikah dengan Hafsah! Hari tanggal dan waktunya bisa kalian lihat di website perusahaan nanti. Kalian harus datang tapi tidak perlu membawa hadiah. Cukup datang dan doakan saja!"Karyawan menggeleng frustasi dan penuh kecewa. "Pak, Kenapa harus Bu Hafsah? Kami juga mau!" celetuk salah satu karyawan dengan berderai air mata, "anda menghancurkan harapanku.""Hafsah ini bukan asal kenal yang saya tarik j

    Last Updated : 2025-02-15
  • Belenggu Hasrat CEO    49. Siapa Gadis Itu?

    "Aku sudah mengambil keputusan." Hanan menghela napas sambil menatap keduanya bergantian. "Hafsah akan resign sampai dia sah menjadi istrimu. Setelah kalian sah menjadi suami istri terserah kalian, aku juga akan kembali ke Padang. Tapi kali ini ... sebelum kamu berjabat tangan dengan mensahkan Hafsah dengan wali hakim. Aku tidak bisa membiarkan kalian berdua. Pahamilah!" katanya menatap Maher serius."Ikutlah pulang denganku, kita akan ke apartemen dan menyusun barang-barangmu dan menemui designer ternama untuk baju kalian nanti. Kamu fokuslah bekerja sebelum masa cuti honeymoon dan sebelum nikah! Banyak persiapan dan waktu semakin menipis."Maher akhirnya pasrah dan menerima keputusan Hanan. Lelaki itu tak bisa mencegah kepergian Hafsah pulang bersama kakaknya. Menemui klien pun terpaksa ditemani oleh yang lain dan untuk sementara waktu posisi Hafsah digantikan oleh Reo. Lelaki yang ditunjuk sebagai sekretaris meski dia belum ahli desain seperti Hafsah tapi Maher mencoba memberikan k

    Last Updated : 2025-02-17

Latest chapter

  • Belenggu Hasrat CEO    80. akhir sebuah keputusan

    Adnan terjaga karena dering ponsel yang begitu nyaring di sisinya. Lelaki itu masih di apartemen lama milik Maher, dia bangkit dan menatap layar dengan mengusap mata, mengusap dan berjalan ke jendela menyibak tirai, membiarkan cahaya masuk menyinari kamarnya."Ada apa?" tanyanya menatap langit biru."Perempuan itu kabur, Boss!" ungkap anak buahnya."Apa!" Adnan terperanjat dan berpaling dengan cepat, "bagaimana bisa!" "Tiba-tiba ada asap setelah itu kami semua pingsan. Saya memeriksa botol yang dilempar ternyata asap bius, Boss. Perempuan itu kabur saat kami pingsan," jelasnya."Cari Lavina! Temukan dia atau sesuatu yang buruk akan terjadi!" Adnan mengusap wajah dengan kasar."Baik, Boss!"Adnan duduk dengan cemas tapi otaknya terus berpikir. Lavina bukan gadis lemah seperti yang Maher pikirkan. Lavina bukan gadis lima tahun lalu yang begitu mengharapkan dan siap mati untuknya. Sekarang ada seseorang yang membantunya untuk balas dendam."Bagaimana cara memberitahu, Tuan. Apa kutelep

  • Belenggu Hasrat CEO    79. Cinta Yang Hilang

    "Maher," rengek Hafsah mendadak mendayukan suaranya."Ah, merduanya suara itu menyebut namaku." Maher menyentuh dada dan memejamkan mata sambil tersenyum membuat Hafsah tersipu malu."Mandilah!" titah Hafsah sambil menyodorkan handuk baru ke hadapan suaminya.Maher menarik pergelangan tangan Hafsah hingga gadis itu menabrak dada bidang lelaki tinggi putih itu. Hafsah terkesiap dan langsung memeluk Maher karena takut jatuh membuat Hafsah memejamkan mata. "Maher." Hafsah berusaha melepaskan dekapan suaminya tapi Maher tetap mempertahannya."Aku selalu menggenggam angin saat Hanan memelukmu. Berharap waktu cepat berlalu dan tiba di mana aku dan kamu halal. Kini ... aku akan selalu memelukmu. Tidak akan kubiarkan Hanan memelukmu," katanya dengan tegas."Dia kakakku," kekeh Hafsah membuat Maher mengangkat wajahnya."Aku tahu," katanya tersenyum, "tapi aku akan balas dendam padanya. Tenang saja aku sudah mengundang Hanan dan oma untuk makan siang. Sekalian perkenalan rumah baru kita.""Ma

  • Belenggu Hasrat CEO    78. Kekaguman Maher

    Suara desir angin dari balkon bertiup samar hingga menggoyangkan tirai. Menyebarkan wangi dari aroma lilin yang berkelip manja di sudut ruangan."Malam ini ... aku Rajanya," bisik Maher, suaranya terdengar rendah tapi cukup menggema di ruangan yang hanya ada mereka saja.Hafsah merasakan jemari Maher menyentuh pundaknya. Menariknya dalam kehangatan yang belum pernah dirasakan selama ini. Hafsah menahan napas saat Maher mengikis jarak antara mereka. Hafsah hanya bisa diam, tidak bisa melawan"Aku membelenggumu dengan cinta dan kesetiaan, Hafsah. Malam ini dan seterusnya aku dan kamu menjadi kita. Aku akan menjadi pelindung dan penjagamu, Istriku. Aku akan selalu menjadi garda terdepan dalam hidupmu," bisiknya seperti mantra yang mengalun indah sekaligus membunuh keberanian Hafsah untuk menatap suaminya.Hafsah menunduk dan membeku saat bayangan Maher tertangkap di mata indahnya. Napasnya berembus di permukaan kulit membuat bulu kuduknya berdiri. Hafsah ingin lari saja tapi kakinya sepe

  • Belenggu Hasrat CEO    77. Gadis malam itu

    Langkah kaki Maher mendekat menyongsong Hafsah yang masih menatap dalam diam. Hafsah menoleh dan langsung panik saat melihat Maher berdiri di depannya dengan sorot mata penuh kelembutan dan cinta. Menatap tersenyum.Hafsah menunduk dengan meremas jemarinya. Dia merasa gugup saat tangan besar itu menarik jemarinya yang lentik. Hafsah menoleh ke samping saat Maher menariknya lebih ketengah. Menampakkan Hafsah seutuhnya di antara cahaya lilin yang berkelip tertiup angin.Maher menatap Hafsah dengan mata menyipit. Dadanya berdegup lebih kencang dan kakinya gemetar. "Hafsah, kamu?" Maher menggeleng tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Lelaki itu mengangkat dagu istrinya agar lebih tegap lagi."Aku tidak percaya ini, Hafsah?" ujar Maher mengitari Hafsah dengan keterkejutan yang tidak bisa disembunyikannya.Tampilan Hafsah mirip dengan malam itu. Malam di mana dia berani duduk dipangkuan Maher dengan rambut panjang dan dress yang lebih pendek meski yang dipakai saat ini lebih pendek da

  • Belenggu Hasrat CEO    76. Sebuah Hubungan Yang Halal

    Aryan mengumpat kesal karena panggilannya diabaikan. Aryan masuk ke dalam mobil dan menatap layar ponsel yang masih menampilkan notifikasi panggilan telepon yang diabaikan oleh Maher. Tak patah semangat, dia kembali menekan nomor Maher dengan cemas tapi juga kesal.Aryan merasa kesal dan kecewa. Dia tidak mengerti mengapa Maher mengabaikan panggilan telepon darinya. Apakah dia tidak ingin berbicara dengan aku? Apakah dia tidak peduli dengan perasaanku?Aryan memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada lelaki yang tengah tersenyum bahagia menyambut kedatangan Hafsah pasca dirinya usai mengucapkan ijab kabul. Aryan berharap dia akan membalas dan menjelaskan mengapa dia mengabaikan panggilannya.Tapi Adnan hanya diam menyimpan ponsel di saku jasnya."Tidak apa-apa, Oma. Aku hanya ingin tahu mengapa kamu tidak menjawab panggilanku," tulisnya lalu mengirimkan pesan kepada Maher.Tapi hingga beberapa jam kemudian, lelaki yang dipanggil Oma atau Om Maher itu masih belum membalas pesan darin

  • Belenggu Hasrat CEO    75. kenapa harus Maher

    Hafsah mengangguk dengan menggigit bibirnya. Bersiap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi malam ini. Maher melepaskan jarum pengait di kerudung Hafsah. Satu persatu dengan pelan tangan itu menarik jarum dan meletakkan ditempat khusus di meja rias yang telah dipenuhi bedak milik Hafsah.Azan ashar berkumandang membuat Hafsah secara reflek menghentikan pergerakan tangan Maher."Kita salat dulu," katanya menatap suaminya."Sendiri-sendiri dulu ya. Aku merasa belum pas takut salah," jelas Maher."Pelan-pelan kita belajar bareng. Gak papa kita coba," ajak Hafsah meyakinkan suaminya yang mengangguk juga pada akhirnya."Tapi mukenaku," bisik Hafsah menyadari dia tidak datang dengan membawa satu barang apa pun.Maher mengusap pipi itu untuk pertama kalinya membuat Hafsah membeku merasakan sesuatu dalam dirinya mengalir lebih cepat. Lelaki itu melangkah menuju walk-in closet. Tak lama dia kembali dengan mukena putih di tangannya."Ini," katanya menyodorkan kehadapan Hafsah, "pakailah!

  • Belenggu Hasrat CEO    74. Aku Akan Menjagamu!

    Maher menatap pantulan dirinya dicermin. Dia tampak gagah dengan balutan jas hitam serta rambut yang tertata rapi. Berulangkali dia menarik napas guna mengurangi kegugupan. Maher begitu gugup untuk menjalani hari ini."Rasanya menghadapi penjahat tidak segugup ini!" katanya menarik napas.Maher keluar dari kamar melewati kilauan cahaya dan kebahagiaan para tamu undangan. Ruangan dipenuhi bunga-bunga yang wanginya samar terbawa angin tapi mampu menusuk hidung ditambah lampu kristal yang menggantung mewah di langit-langit ruangan. Para tamu tersenyum dan berbisik kagum saat Maher melewatinya. Aura positif begitu menguar dari dirinya. Tampan dan berkelas. Halimah, Hanan, Puti dan Vass tersenyum menikmati pemandangan dua insan yang akan bersatu dalam ikatan suci."Kuharap setelah ini anda selanjutnya, Boss," bisik Vass yang langsung mendapat tatapan tajam dari Hanan. Maher duduk di hadapan penghulu dengan Hanan sebagai saksi dari pihak Hafsah dan Adnan dari pihak Maher. Halimah berdoa

  • Belenggu Hasrat CEO    73. menuju pernikahan

    Hayati diam. Dia sadar sebagai ibu sudah sangat keterlaluan kepada putrinya. Namun, di balik sikap keras dan tidak pedulinya, perempuan itu menyimpan luka dan kesedihan yang tidak bisa dibaginya dengan siapa pun. Sejak dia mengetahui hamil Hafsah, suaminya langsung berubah dan menanyakan tentang kehamilan. Hayati yang tidak pernah disentuh suaminya sejak beberapa bulan lalu tiba-tiba hamil tentu saja menjadi pertanyaan oleh suaminya. Suaminya jadi curiga, dingin, dan menolak satu ranjang dengannya. Bahkan saat Hayati jujur bahwa dia telah berselingkuh, suaminya memilih menceraikannya sesaat setelah melahirkan.Hayati menjadi marah dan terhina diceraikan didepan dokter dan perawat yang membantu proses melahirkannya. Namun, mereka tidak tahu penyebab perceraian itu. Andai saat itu Hayati bisa menjaga diri dan marwah rumah tangganya maka segalanya tidak akan terjadi. Di dalam kehidupan sehari-hari dan pergaulan antara lelaki dan perempuan ada batasan dan aturannya dalam Islam. Terutam

  • Belenggu Hasrat CEO    72. Lebih Menyedihkan

    "Aryan," isak Malini menutup bibir dengan kedua tangannya."Pemahaman agamaku lemah, Pa. Tapi aku tahu bahwa setetes saja seorang suami membuat air mata istrinya jatuh, maka disetiap langkahnya akan dilaknat oleh para malaikat." Aryan menatap Gio dengan kepala terangkat. "Aku sangat kecewa kepadamu, Papa. Sangat!"Aryan meninggalkan Gio yang membeku dan tidak menyangka akan ucapan Aryan. Selama ini lelaki itu selalu menunjukkan cinta dan hormat padanya. Tak pernah mengatakan hal buruk padanya. Tapi kali ini, Aryan bicara dengan tegas dan kepala terangkat. Lelaki itu menyesali segala perbuatannya tapi segalanya telah menjadi masa lalu yang tidak bisa diubah.Aryan mengambil dompet dan jaketnya di lemari lalu keluar bersama Vino menggeret koper miliknya. Lelaki itu melewati Gio begitu saja. Tapi dia memeluk Malini dan mencium keningnya. Sama setiap kali dia akan pergi, Aryan akan melakukannya. Malini hanya diam dan sedikit mengangguk saat Aryan meminta izin padanya."Aku berangkat, Ma,"

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status