Share

115. Penerimaan dan Pengampunan

Yogyakarta, 22 April 2018

Menjelang tidur, Utari memandangi lagi foto-foto pernikahan Amara di galeri ponselnya. Wajah perempuan itu dihiasi senyum semringah. Setelah berhasil melewati pertentangan batin yang luar biasa. Juga setelah meminta pendapat dari seorang sesepuh terdekat, perempuan itu memutuskan untuk menyudahi permusuhan yang ditujukannya pada Bram dan keluarganya.

Melihat wajah Amara dengan senyum lepasnya sepanjang acara sejak pagi hingga sore tadi, Utari yakin sang anak benar-benar bahagia. Bukankah sebagai ibu seharusnya dia juga turut bahagia untuk putri satu-satunya itu? Apalagi melihat bagaimana Bram memperlakukan Amara, perempuan itu yakin anaknya tidak akan dibiarkan menderita oleh lelaki itu.

Kepada Amara, Bram selalu bersikap lembut dan berhati-hati. Seolah-olah Amara adalah sebuah vas bunga yang mudah pecah. Perhatian yang ditunjukkannya tulus tanpa dibuat-buat.

Keluarga Prawiradirga pun menyambut Amara dengan tangan terbuka. Ayah dan ibu mertua juga para ipa
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Nina Milanova
mumpung lebaran hehehe
goodnovel comment avatar
Nisya Kharem
ademnya baca part ini..saling memaafkan
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status