Home / Urban / AWAN - THE NEXT SANJAYA / 115. KELUARGA DEHEN

Share

115. KELUARGA DEHEN

Author: sutan sati
last update Huling Na-update: 2024-05-22 21:14:02

"Aku lupa, besok adalah hari ulang tahun ibu. Jika kita ingin meminta bantuan keluarga Dehen, paling tidak kita harus mengambil hati ibu terlebih dahulu."

"Hmn, Ibu suka dengan barang antik dan batu giok. Nadya, bagaimana kalau kita membeli hadiah terlebih dahulu sebelum kita pergi ke rumah utama?" Tanya Alina sesaat sebelum pesawat mereka akan mendarat.

Nadya tentu saja mengerti maksud ibunya. Hanya saja, keuangan mereka saat ini sangat terbatas dan tidak memungkinkan membeli kado mewah untuk hadiah neneknya.

Semua aset dan tabungan mereka telah dibekukan oleh keluarga Wongso dan satu-satunya modal mereka saat ini adalah uang hasil penjualan mobil Nadya. Itupun tidak banyak, karena Nadya menjual kendaraannya dalam keadaan buru-buru.

Jika mereka menggunakan uang tersebut, mereka harus berpikir keras mencari modal tambahan jika ingin membuka usaha nantinya.

Saat Nadya menjelaskan masalah itu pada ibunya, Alina justru bersikeras mendahulukan hadiah yang akan mereka berikan pada ibunya
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ilham Sabara
d tunggu updatenya malam ini thor,,, semoga makin rajib updatenya tiap hari,,,
goodnovel comment avatar
Aachim
semangat update nya uda..salam 1 rendang
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   116. KECURIGAAN ANTON DAN MAYA

    Alina dengan wajah menahan kesal memasuki sebuah toko perhiasan yang ada di sebuah pusat perbelanjaan perhiasan.Sebenarnya, ia sudah meminta sepasang saudara, Anton dan Maya untuk tidak perlu menemani mereka pergi berbelanja karena tujuan mereka saat itu adalah membeli perhiasan untuk hadiah nyonya besar Dehen. Alina tentu saja tidak mau kalau Anton dan Maya melihat hadiah yang akan mereka beli dan kemudian merendahkan pemberian mereka dan selain itu, Alina ingin memberikan hadiahnya secara diam-diam besok pada ibunya.Tapi, sepasang saudara ini tampak ngotot ingin menemani mereka dan pada akhirnya, Alina terpaksa menyerah dan membiarkan mereka ikut.Namun, baru saja memasuki toko perhiasan, terdengar cibiran dari bibir Maya, "Hmn, toko perhiasan biasa? Bibi Alina, aku kira bibi akan memilih ke toko HW, Tiffany atau minimal Cartier. Jangan bilang kalau selera bibi sudah menurun atau paman Arya sudah menjatah belanja bulananmu?""Kamu?" Sindiran Maya membuat Alina sampai tidak bisa b

    Huling Na-update : 2024-05-23
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   117. JANGAN BIARKAN AWAN DATANG KE SINI!

    "Mama, apa nenek akan bersedia membantu kita?" Tanya Nadya, sesaat sebelum mereka memasuki aula jamuan keluarga Dehen pada keesokan harinya.Terbersit sebuah keraguan di dalam hati Nadya, apa keluarga besar ibunya bersedia melindungi mereka dari pembalasan dendam keluarga Winata? Bagaimanapun, terdapat kesenjangan status sosial yang cukup besar antara keluarga Dehen dengan keluarga Winata.Keluarga Winata berasal dari provinsi yang sama dengan keluarga besar ibunya. Status mereka merupakan keluarga kelas dua dan sekaligus keluarga beladiri yang dihormati di kota ini. Sementara keluarga Dehen? Mereka hanya keluarga kelas tiga.Meski juga terhitung sebagai keluarga kaya, jelas masih terdapat kesenjangan yang cukup jauh."Sudahlah! Mama tahu apa yang kamu khawatirkan. Meski keluarga Dehen tidak sekaya keluarga Winata ataupun memiliki ahli beladiri, paling tidak kami memiliki koneksi dengan pejabat pemerintahan. Mama yakin, jika nenekmu mau membantu, dia bisa memanfaatkan koneksi keluar

    Huling Na-update : 2024-05-24
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   118. WANITA DINGIN DI ATAS PESAWAT

    Beberapa jam sebelumnya.Awan baru saja duduk di atas pesawat dan hendak memejamkan matanya. Namun, suara dingin seorang wanita membuat Awan terpaksa menurungkan niatnya."Hei, kamu salah duduk. Ini bangkuku!"Wanita tersebut mengenakan pakaian kasual dan rok sebetis dengan motif bunga minimalis membuat penampilannya terluhat segar dan enak dipandang. Tidak posturnya yang ramping dan tinggi, wanita itu juga memiliki kulit putih dan wajah yang cantik.Sayangnya, pembawaannya yang dingin membuat tidak sembarangan orang bisa mendekatinya.Awan sempat mengagumi kecantikan wanita tersebut awalnya. Namun, melihat caranya bicara membuat rasa simpatik Awan seketika menghilang.Awan malas berdebat dan hanya melihat nomor bangku dan ternyata memang benar kalau ia yang salah. Nomor bangku Awan dua belas dan seharusnya ia duduk di dekat jendela bukannya. Untuk itu, Awan meminta maaf pada si wanita dan dengan sadar diri segera pindah tempat duduk ke bangku di sebelahnya.Namun, meski Awan sudah mem

    Huling Na-update : 2024-05-25
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   119. DIA MENYELAMATKANNYA?

    "Aku bisa menyelamatkannya!"Suara Awan seketika memecah keheningan yang sedang terjadi.Lona dan semua orang sontak menatap ke arah Awan dengan tatapan aneh seolah ia adalah sosok asing yang muncul tiba-tiba.Bagaimana tidak?Lona Dehen saja yang seorang koas dan satu-satunya harapan mereka untuk dapat menyembuhkan pria paruh baya tersebut tidak dapat berbuat apa-apa dan sudah menyerah. Apalagi Awan yang bukan siapa-siapa!"Nak, tolong selamatkan suamiku. Ku mohon! Aku hanya punya dia dan tidak ingin kehilangan dirinya!"Wanita paruh baya tersebut tidak lagi memikirkan siapa Awan, selama orang itu bisa menyelamatkan nyawa suaminya, ia bersedia melakukan apa saja."Tenanglah, bu... Aku akan menyembuhkan suami anda." Ujar Awan tenang dan kemudian mendekati suami si ibu yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.Namun, sebelum Awan berhasil menyentuh pria tua tersebut, Lona menahannya dan memperingatkannya, "Hei, apa

    Huling Na-update : 2024-05-26
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   120. SI TANGAN DEWA

    "Dokter, tolong beritahu kami, apa bapak ini benar-benar telah sembuh?" Tanya orang yang telah memaki Awan pertama kali dengan penasaran.Bagaimanapun, ia telah memarahi Awan dan mengatainya sebagai penipu. Jika benar Awan telah menyembuhkan pria tua tersebut, betapa malu dirinya.Perasaan yang sama juga dirasakan oleh kebanyakan orang di sana. Terutama mereka yang terang-terangan telah menyalahkan Awan sebelumnya. Saat itu, Lona juga tidak tahu harus berkata apa. Karena ia juga sempat memandang rendah Awan dan menganggapnya sebagai penipu meski tidak bereaksi berlebihan seperti orang lain. Namun, dengan kenyataan yang ada di hadapannya, Lona justru merasa tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Awan.Sekarang, cara pandang Lona seakan berbalik seratus delapan derajat terhadap Awan.Bagaimana tidak? Lona sangat paham betapa serius kondisi pria tua di depannya itu. Namun, kondisi yang seharusnya hanya bisa ditangani melalui operasi bisa diselesaikan Awan hanya dengan satu sentu

    Huling Na-update : 2024-05-26
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   121. ERIKA HARSYA

    Jika saja Lona tahu kalau tujuan Awan juga ke rumahnya dan sekaligus berstatus kekasih Nadya, ia pasti akan syok setengah mati.Begitupun dengan Awan. Ia tidak menyangka jika dalam perjalanannya kali ini akan bertemu seseorang dari keluarga pihak ibu Nadya. Entah seperti apa hubungan Lona dengan Nadya, Awan tidak ingin memikirkannya untuk saat ini.Awan hampir saja keceplosan dan mengatakan tujuannya pada Lona. Namun, sebuah pemikiran terlintas dalam kepalanya.Bukankah tujuannya hanya menemani Nadya semata?Awan tidak peduli apakah keluarga Dehen dapat membantu Nadya atau tidak. Karena dirinya yakin masih dapat melindungi Nadya dengan kemampuannya saat ini.Namun, karena Nadya dan keluarganya sudah memutuskan untuk meminta bantuan keluarga Dehen, Awan hanya bisa menuruti keinginan Nadya.Sekarang, kalau ia mengungkapkan tentang tujuannya dan tiba-tiba Lona mengajaknya pergi bersama ke kediaman keluarga Dehen, pastinya Awan akan sulit menjel

    Huling Na-update : 2024-05-27
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   122. BISAKAH KAMU MEMBANTUKU?

    "Hmn, anda ingin meminta bantuanku untuk menyembuhkan siapa?" Tanya Awan setelah memperhatikan penampilan Erika sekilas.Karena Erika telah menyebut kalau ia telah melihat apa yang dilakukan Awan sebelumnya, maka Awan menyimpulkan kalau tujuan Erika meminta bantuannya pasti berhubungan dengan kemampuan penyembuhannya.Salah satu kemampuan indra Awan adalah kesadaran ilahi yang ia warisi dari dewi cahaya, Vika.Dengan kemampuan ini, Awan bisa menganalisa kondisi tubuh seseorang tanpa harus menyentuhnya. Itu sebabnya, Awan langsung tahu kalau kondisi Erika sangat sehat dan vitalitasnya juga masih normal.Kemampuan yang sama dengan yang dilakukan Awan saat memindai pak tua sebelumnya dan membuat analisa yang akurat. Itu sebabnya Awan langsung tahu kalau CPR yang dilakukan oleh Lona sebelumnya tidak mungkin berhasil dan justru memperparah kondisi pasien.Itu artinya, alasan Erika menemuinya adalah untuk meminta bantuan Awan menyembuhk

    Huling Na-update : 2024-05-27
  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   123. APA ORANG KAYA SELALU DISAMBUT SEMEGAH INI?

    Sebelum pesawat mereka mendarat, Awan menyempatkan untuk mengirim pesan pada Nadya dan mengatakan kalau ia akan terlambat menghadiri acara ulangtahun nenek Nadya.Awan belum sempat memeriksa pesannya karena sudah harus menonaktifkan ponselnya karena pesawat mereka akan mendarat."Aku tidak tahu bagaimana kondisi tuan besar Harsya. Tapi, aku berharap kalau kamu benar-benar bisa menyembuhkannya dan kamu pasti akan mendapat dukungan salah satu dari empat keluarga kelas satu di provinsi ini. Saat itu, pasti tidak akan ada orang yang berani memandang remeh dirimu."Lona yang sebelumnya tampak seorang remaja lagi kasmaran tiba-tiba saja bicara dengan nada seserius itu.Harapan tersebut keluar tulus dari lubuk hatinya. Karena Lona mengagumi Awan dan mulai menyukainya, tentu saja ia berharap Awan akan sukses.Jika Awan berhasil menyembuhkan kepala keluarga Harsya, maka bukan saja materi yang akan ia dapatkan tetapi juga sekutu yang sangat kuat.Lona bahkan sampai bermimpi, jika Awan benar did

    Huling Na-update : 2024-05-28

Pinakabagong kabanata

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   202. BOS GILA

    "Jadi, aku bosnya? Pemilik saham mayoritas dan nama perusahaan baru kita PT ADN, pasti inisial nama kita juga, 'kan?" Tanya Awan sambil menggoda Nadya yang sedang sibuk mendandaninya.Karena ini adalah rapat perdana yang melibatkan kekasihnya, Nadya ingin kekasihnya itu tampil dengan optimal. Namun, saat itu penampilan Awan justru tidak mencerminkan seorang eksekutif sama sekali. Karena itu, Nadya langsung Awan ke salah satu ruangan yang sudah dipersiapkan Nadya sejak lama.Itu adalah ruangan presiden direktur yang telah disiapkan Nadya untuk Awan.Selain ruang ekslusif dengan dekorasi dan interior modern, di dalamnya juga terdapat kamar khusus untuk beristirahat. Nadya bahkan juga sudah menyiapkan cukup banyak pakaian pria dan semuanya terlihat pas dengan tubuh Awan.Sepertinya, Nadya sudah hapal dengan baik ukuran tubuh Awan. Karena semua ukuran pakaian yang ada di dalam lemari memiliki ukuran yang sama.Sambil tersenyum merapikan dasi dan

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   201. PAHLAWAN KESIANGAN

    "Nad, eh, maksudku Bu Nadya, anda tidak apa-apa, 'kan?” Tanya seorang pria usia tiga puluhan mengenakan setelan rapi bak seorang eksekutif menerobos masuk tidak lama setelah kepergian Dian dan yang lainnya. Dibelakangnya disusul oleh beberapa eksekutif perusahaan.Sama seperti pria yang pertama masuk, mereka semua mengkhawatirkan keselamatan Nadya akibat penyerangan sebelumnya.Ternyata, selain petugas keamanan dilumpuhkan, para eksekutif perusahaan dan karyawan yang berada di lantai atas, disekap dalam ruangan masing-masing dan tidak diperbolehkan keluar oleh belasan anggota geng.Beberapa menit yang lalu, tidak lama setelah Awan melumpuhkan para penyerang, petugas keamanan perusahaan berhasil mengendalikan situasi. Orang-orang ini baru berhasil keluar dan langsung menuju ke ruangan Nadya mengira jika para penjahat tersebut menargetkan Nadya.Namun, di antara semua orang, pria yang masuk pertama kali terlihat mencolok karena perhatiannya yang seperti sengaja ditunjukkan secara terang

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   200. MASALAH YANG DIHADAPI PERUSAHAAN

    "Adikku, kamu beruntung sekali dapat lencana dari jenderal besar Saka. Dengan kencana itu kamu bisa balapan di tengah kota tanpa perlu khawatir ada polisi yang berani menangkapmu." Ujar Sigit sambil tertawa."Nyiut!""Aw-aw, sakit istriku!"Tidak sampai sedetik Sigit tertawa, pinggangnya langsung terasa perih akibat cubikan sang istri yang menatapnya melotot, "Kamu itu mengajari adikmu yang tidak baik. Apa kamu tidak lihat! Di sini juga ada putri kita, bagaimana kalau dia juga mencobanya saat sudah bisa mengendumibil nanti?""Hahaha, maaf-maaf, aku hanya bercanda sayang!" Ujar Sigit meringis sambil mengelus lembut tangan istrinya agar dilepaskan.Awan dan yang lainnya ikut tertawa melihat bagaimana 'pertengkaran' romantis sepasang suami-istri tersebut.Sigit dan keluarganya masih tinggal bersama Dian Saka yang meminta ijin keluarganya untuk tinggal lebih lama di sana.Selain candaan tersebut, ternyata tujuan Sigit lainnya yaitu untuk membahas kesulitan perusahaan Awan.Setelah berbinc

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   199. KEJUTAN TIDAK TERDUGA

    "Ehm, ehmn!" Tuan besar Saka berdehem dua kalian dan sekaligus menyadarkan semua orang dari kondisi canggung yang sedang terjadi.Terutama, cucu perempuannya yang bertindak sangat nekad dengan memeluk Awan di hadapan semua orang.Meskipun Awan adalah pemuda yang sangat menjanjikan dengan segudang bakat yang sulit dicari duanya. Namun, bukan berarti cucunya dapat memeluknya begitu saja. Apalagi, ia memeluknya di depan semua orang dan terutama karena pemuda itu sendiri sudah memiliki kekasih yang saat ini berdiri tepat di samping mereka.'Situasi macam apa ini? Bahkan cucuku yang biasanya sangat tenang, sekarang justru mengambil inisiatif duluan untuk memeluk seorang pria asing?'Sebagai kakek yang melihat cucunya tumbuh sejak kecil, tuan besar Saka cukup mengenali bagaimana kepribadian cucunya tersebut. Sebagai bunga yang tumbuh dalam keluarga militer, Dian memiliki kepribadian yang keras dan disiplin. Alasan itu juga yang membuat lelaki manapun sulit untuk mendekatinya. Pernah ada se

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   198. JAY DIHUKUM

    Jay meringkuk ketakutan dan tidak berdaya saat ayahnya sendiri menamparnya berulangkali. Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya, ayahnya menghajarnya seperti sekarang ini. Namun hari ini, ayahnya memukulnya seperti orang kesetanan dan itu semua disebabkan oleh satu orang, Awan.Meski begitu, Jay yang sedang kesakitan tidak sempat memikirkan bagaimana membalas Awan untuk sekarang. Karena ia harus meredakan amarah ayahnya terlebih dahulu.Tamparan ayahnya baru berhenti saat kakeknya memerintahkan ayahnya untuk berhenti. Itupun wajah Jay sudah membengkak dan darah keluar cukup banyak dari mulut dan hidungnya.Saat itu, Jay berpikir jika penderitaannya sudah berakhir. Tapi yang terjadi, itu justru awal dari penderitaan Jay yang sebenarnya.Saat tuan besar Harsya berkata, "Mulai hari ini, kamu akan dikirim ke Uganda selama lima tahun ke depan untuk merenungkan semua kesalahanmu. Selain itu, uang sakumu akan dipangkas sembilan puluh persen dan jika kamu masih belum berubah dan masih berkeing

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   197. KETEGASAN NADYA DAN JAY YANG PATAH HATI

    "Kamu tidak salah kan, Jok? Apa semua ini benar dilakukan oleh bos Awan seorang diri?" Tanya ketua tim keamanan perusahaan terperangah pada Joko, petugas keamanan yang sebelumnya diselamatkan Awan.Bagaimana tidak? Saat ini ada belasan tim keamanan bersenjatakan lengkap dan tujuan mereka tentu saja untuk siap tempur menghadapi semua penyerang yang telah melumpuhkan mereka sebelumnya. Namun, jangankan bertarung, mereka justru hanya menemukan puluhan anggota geng yang sudah terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka.Namun, yang lebih terkejut justru adalah Joko dan seorang rekannya.Karena baru seperempat jam berlalu sejak Awan pergi dari pos jaga setelah menyelamatkan mereka dan ia sudah berhasil melumpuhkan semua penjahat yang menyerang perusahaan mereka. Joko dan kawan-kawannya bahkan tidak memiliki kesempatan untuk unjuk gigi.'Apa ini yang dimaksud bos waktu itu?' Bathin Joko antara percaya tidak percaya.Joko teringat ucapan Awan terakhir, "...kalian ku

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   196. ORANG YANG TAK BISA KAMU SENTUH

    Max yang sebelumnya tampak arogan, kini dibuat tercengang. Empat bawahannya yang selama ini menjadi tangan kanannya benar-benar dibuat tidak berkutik dan berlutut begitu saja di depan seorang gembel.Max sangat mengenal empat bawahannya, tidak mungkin mereka akan berlutut begitu saja di depan orang. Terlebih, mereka adalah kultivator.'Kenapa mereka begitu ketakutan di depan gembel ini?' Pikir Max bertanya-tanya.Saat itu, Max mulai curiga kalau pria yang terlihat seperti gembel itu tidaklah sesederhana penampilannya."Siapa kamu?" Tanya Max dengan suara tertahan."Oh, setelah begitu sombong dan bahkan mau melecehkan wanitaku, kamu baru bertanya siapa aku? Apa kepalamu baru saja terbentur, bung?" Balas Awan mengejek."Wanitamu? Setahuku, dia adalah wanita singel." Ujar Max hati-hati sambil melirik kesal ke arah Anton.Melihat aura Awan yang dapat mengintimidasi bawahannya, Max tidak lagi berani berbuat ceroboh. Pengalamannya selama belasan tahun di dunia hitam mengajarinya untuk berha

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   195. KEMUNCULAN YANG TIDAK TERDUGA

    "Awan?" Nadya tercengang dan sampai menutup mulutnya. Ia hampir tidak percaya kalau orang yang selama ini ia tunggu-tunggu akan muncul seperti ini.Perasaan Nadya campur aduk dan sebagian besarnya didominasi oleh perasaan bahagia karena harapan terbesarnya akhirnya terkabul. Awannya telah kembali! "Bajingan! Siapa kamu? Berani-beraninya kamu menganggu kesenanganku?" Hardik Max berang.Sedikit lagi, Max hampir berhasil menyentuh Nadya dan tentu,madegan selanjutnya akan berjalan sesuai dengan keinginan Max. Namun, kedatangan orang asing yang tidak dikenalnya, membuat usahanya jadi terhenti. Lebih parahnya, orang asing yang terlihat seperti gembel tersebut malah tidak mengacuhkan kemarahan Max dan berjalan melewatinya begitu saja."Aku tidak terlambat, 'kan?" Tanya Awan pada Nadya.Nadya menggeleng dan matanya berkaca-kaca,"Kamu, kamu sangat terlambat! Kamu terlambat dua bulan satu hari tiga jam dan dua puluh tiga menit."Tanpa menghiraukan semua pasang mata yang melihat dan juga pen

  • AWAN - THE NEXT SANJAYA   194. SANG PENGANGGU

    "Plak!"Sebuah suara tamparan terdengar cukup keras dan sekaligus membuat semua orang menatap ke sumber suara dengan tatapan tegang.Siapa yang tidak tegang, saat seorang petinggi mafia yang paling ditakuti di kota ini di tampar oleh seorang wanita dan itu terjadi tepat di depan banyak pasang mata yang melihatnya."Na-Nadya, apa yang kamu lakukan? Cepat berlutut dan minta maaf pada tuan Max! Jika tidak, kamu akan berakhir dengan nasib tragis kalau tuan Max sampai marah." Teriak Anton ketakutan dan kesal dengan tindakan berani sepupunya tersebut.Punggung Anton terasa basah oleh keringat dingin. Tentu saja, ia sangat takut dengan kemarahan Max. Apalagi, ide untuk memperkenalkan Nadya pada Max adalah dari dirinya. Sikap lancang Nadya bisa berimbas pada dirinya. Anton tidak berani membayangkan jika Max sampai murka dan melampiaskan kemarahannya pada dirinya.Lona yang berdiri di dekat Nadya tidak kalah terkejutnya. Meski menurutnya, Max sangat pantas mendapat tamparan tersebut karena ia c

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status