A Devil Who Wants To Be A Human

A Devil Who Wants To Be A Human

last updateLast Updated : 2022-10-12
By:  The child of emptyOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 rating. 1 review
28Chapters
3.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

A devil child who was raised by a devil hunter like a human child. Under the auspices of the devil hunter He finds love, affection, shelter, and knowledge without knowing his true self.

View More

Chapter 1

The Reason Why I'm Here

“Apakah jalang itu masih mengurung diri?”

“Pintunya masih terkunci dari dalam.”

“Ini sudah dua hari. Bagaimana kalau Tuan datang mengecek dan dia masih keras kepala?”

“Kurang ajar! Sepertinya kita masih terlalu baik padanya sampai-sampai dia berani berulah.”

Luna menoleh ke arah pintu kamarnya yang terkunci. Wajahnya tetap datar meski obrolan penuh kebencian itu terdengar jelas dari balik dinding.

Ia berada di sebuah paviliun milik keluarga Laventin, salah satu keluarga paling berkuasa di negara ini. Luna dibawa ke tempat itu atas perintah kepala keluarga, seorang wanita tua baik hati yang mengaku sahabat mendiang kakek dan neneknya. Beliau berkata bahwa Luna akan diurus selayaknya cucu sendiri.

Namun, niat baik itulah yang justru membawa Luna ke neraka kecil ini.

Sejak kepindahannya, hidup Luna tak pernah tenang. Di hari pertama, Luna diseret ke kolam ikan di taman belakang dan didorong jatuh.

Tidak hanya itu. Pelayan-pelayan yang sama memberinya makanan basi, memukulinya tanpa ragu, bahkan menghinanya terang-terangan. Ia dicap perempuan aji mumpung, jalang, dan sebutan keji lainnya.

Tidak sanggup dengan itu semua, selama dua hari terakhir Luna memilih mengurung diri tanpa makan dan minum.

Dulu, Luna tak mengerti mengapa mereka begitu membencinya. Ia berharap, kakek dan neneknya membawa serta Luna bersama mereka.

Namun, itu dulu. Sekarang–

“Hei! Wanita tidak tahu diuntung! Buka pintunya sebelum kami adukan ke Tuan!” teriak seseorang dari luar. Suara gedoran pintu terdengar kasar. “Aku hitung sampai tiga. Satu!”

Luna menghela napas pelan.

“Berisik sekali,” gumamnya datar.

Perempuan itu bangkit berdiri, melangkah menuju pintu, lalu memutar kunci dan membukanya lebar-lebar. Beberapa pelayan berseragam hitam putih langsung menatapnya penuh aura permusuhan. Salah satu dari mereka, yang jelas paling berkuasa, melangkah maju dengan dagu terangkat tinggi.

“Ah, akhirnya keluar juga. Masih hidup rupanya. Dasar wanita kampung,” bentak Bela. Wajah kotaknya tampak angkuh dan penuh percaya diri saat menatap Luna. “Oh, aku kira kamu akan mendadak jadi kurus setelah tidak makan dua hari. Ternyata sama aja.”

Ucapan itu mengundang tawa dari beberapa pelayan yang turut ada di sana.

“Kenapa sampai mengurung diri? Malu? Sama tubuhmu yang kayak bola jelek ini?” lanjut Bela sebelum alisnya berkerut dan ia mengendus bau kamar Luna secara dramatis.

“Astaga … bau apa ini?” Ia mengibaskan tangan di depan wajah penuh cemooh. Padahal tidak ada bau apa-apa dari dalam kamar Luna. “Luna, Luna. aku tahu kamu sebelumnya tinggal di kampung. Tapi bukan berarti kamu bisa menjadikan kamarmu kandang sapi.”

Tawa terdengar lebih keras dari para pelayan yang sedang bersama Bela. Penuh penghinaan. Bagi mereka, gadis desa seperti Luna memang tidak layak diperlakukan seperti nona rumah di sini.

Namun, di sisi lain, Luna tetap diam. Sepasang mata ungunya menatap lurus, dingin, tanpa gentar.

“Lihat apa, hah?” Bela mendengus. Ia tampaknya kesal karena provokasinya tidak memancing reaksi dari Luna. “Kenapa? Tidak terima? Memang kenapa kalo tidak teri–”

“Bela.” Suara Luna memotongnya. “Apakah begini sikapmu menghadapi tamu majikanmu?”

Hening.

Udara di sekitar mereka seolah membeku. Para pelayan saling berpandangan, jantung mereka berdetak tak nyaman. Ada sesuatu yang berbeda dan terasa salah.

Sejak kapan Luna Martino berani memotong ucapan orang?

Namun, Bela tidak memikirkan itu. Setelah ia pulih dari keterkejutannya, ia naik pitam.

Berani-beraninya gadis kampungan ini memotong ucapannya!

“Berani kamu bilang begitu!?” bentak Bela. “Berengsek! Wanita jelek kampungan sepertimu ini cuma sampah yang dipungut keluarga Laventin! Dasar jalang–”

Plak!

Sebuah tamparan jatuh menghantam sisi wajah Bela, menjatuhkan wanita itu dalam sekali pukul.

Luna Martino bertubuh besar, setiap anggota tubuhnya berdaging, sehingga tamparan ringannya bisa berubah menjadi pukulan mematikan bagi wanita sekurus Bela.

“Bela, ketahui batasanmu sebagai pelayan. Serendah-rendahnya posisiku, aku adalah tamu majikanmu. Nyonya tidak membawaku ke sini untuk kamu ganggu.”

Semuanya kembali terdiam. Bahkan Bela pun merasa ketakutan.

Luna yang mereka kenal akan gemetar, meminta maaf, menunduk ketakutan hanya karena bentakan kecil. Kenapa Luna yang sekarang justru seperti tidak punya rasa takut!?

Mereka tidak tahu–

Wanita yang berdiri di hadapan mereka kini bukan lagi Luna Martino.

Ia adalah Luna Emeros, wanita paling berkuasa kedua setelah Kaisar Agung di Kerajaan Emeros–seorang permaisuri yang entah bagaimana terlempar ke masa modern.

Dan seorang permaisuri, sejatinya, tidak akan membiarkan dirinya diinjak-injak seperti ini.

Luna melangkah maju. Namun, sebelum dirinya sempat melakukan apa pun, sebuah suara menghentikannya.

“Luna Martino, siapa yang memberimu wewenang untuk memukuli pekerja Laventin?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

NUR
NUR
How do you guys think about this book?, Does it interesting, boring, good, bad, or perhaps nothing.
2021-10-03 23:53:19
0
0
28 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status