Chapter: Chapter 20 : Rencana yang Tak Pernah HabisSyuting selesai, ketika dalam perjalanan pulang menuju apartemen Hazel…Nick melirik sekilas ke arah Hazel yang duduk di kursi penumpang. Gadis itu menatap lurus ke depan, ekspresinya sulit ditebak. Biasanya, setelah syuting selesai, mereka akan mengobrol ringan—membahas akting Nick, atau sekadar bercanda tentang kru di lokasi. Tapi malam ini, Hazel hanya diam.Nick mengetuk setir mobil dengan jemarinya, mencoba memecah keheningan."Kau baik-baik saja?"Hazel tersentak kecil, seolah baru menyadari bahwa Nick berbicara padanya."Hm?"Ia menoleh sebentar sebelum kembali menatap jalanan yang diterangi lampu kota."Ya, aku baik-baik saja."Jawaban itu terdengar terlalu cepat, terlalu datar. Nick menghela napas, melirik Hazel lagi sebelum kembali fokus pada jalan."Kau kelihatan... berbeda."Hazel tersenyum tipis, meski senyumnya tidak sampai ke mata."Hanya lelah. Syutingnya panjang hari ini."Nick tidak langsung menjawab. Ia tahu Hazel cukup profesional untuk tidak membawa masalah pribad
Terakhir Diperbarui: 2025-03-15
Chapter: Chapter 19 : Waspada Hari pertama syuting dimulai dengan atmosfer yang penuh antusiasme. Para kru berlalu-lalang, mempersiapkan set dengan teliti, sementara para pemain berdiskusi dengan sutradara. Hazel berdiri di sudut ruangan, memperhatikan Nick yang tengah berbincang dengan lawan mainnya—Clara. Tatapan Hazel tajam, bukan karena cemburu, tapi lebih kepada rasa waspada. Ia tahu sejarah antara Nick dan Clara, dan instingnya mengatakan bahwa bekerja sama dalam proyek ini bisa menjadi bumerang bagi Nick. Nick tampak profesional, tidak menunjukkan tanda-tanda ketegangan atau keterikatan emosional dengan Clara. Ia sesekali tersenyum, tetapi jelas bahwa ada batas yang ia jaga. Sementara itu, Clara tampak lebih santai, bahkan cenderung menggoda dengan sikapnya yang akrab. "Hazel," panggil seorang staf produksi, membuat Hazel mengalihkan perhatiannya. "Sutradara ingin memastikan jadwal Nick untuk minggu ini." Hazel mengangguk, segera mengecek ponselnya untuk memastikan tidak ada bentrokan jadwal. "Baik, aku
Terakhir Diperbarui: 2025-03-13
Chapter: Chapter 18 : Terasa CanggungPertanyaan itu membuat Hazel terdiam. Ia tidak terkejut, karena cepat atau lambat Nick pasti akan mengetahuinya. Ia menatap Nick, memilih kata-katanya dengan hati-hati.“Aku tahu,” akhirnya Hazel mengaku.Nick mengepalkan tangannya di atas meja. “Dan kau tidak berpikir untuk memberitahuku lebih awal?”Hazel menghela napas. “Aku tidak ingin keputusanmu dipengaruhi oleh masa lalu, Nick. Aku ingin kau mempertimbangkannya secara profesional.”Nick tertawa kecil, tapi tidak ada humor di dalamnya. “Profesional?”Hazel tetap tenang. “Ya. Aku tahu kau dan Clara punya sejarah. Tapi aku juga tahu kau cukup profesional untuk memisahkan urusan pribadi dari pekerjaan.”Nick menatap Hazel, seakan mencari sesuatu di matanya. “Dan bagaimana denganmu?”Hazel mengerjap. “Apa maksudmu?”Nick bersandar ke kursinya, menatapnya dengan intens. “Kau benar-benar tidak keberatan aku bekerja dengan mantan kekasihku? Wanita yang menjadi pelarianku setelah aku kehilanganmu?”Pertanyaan itu menusuk sesuatu di dala
Terakhir Diperbarui: 2025-03-11
Chapter: Chapter 17 : Masa LaluNick menatapnya lekat, matanya menyiratkan pemahaman, meski Hazel bisa melihat secercah ketegangan di sana.“Aku tidak meminta kita berpura-pura, Hazel. Aku ingin kita memulai kembali dengan cara yang lebih baik.”Hazel terdiam. Kata-kata itu terdengar begitu meyakinkan, tetapi ada ketakutan di dalam dirinya—ketakutan bahwa jika ia memberikan kesempatan lagi, mereka berdua akan kembali terluka.Nick menyandarkan punggungnya ke sofa, mengusap wajahnya dengan satu tangan.Hazel menunduk, jemarinya mengusap tepi cangkir tanpa sadar.“Aku tidak akan memaksamu, Hazel. Aku hanya ingin kau tahu kalau aku serius.”Ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuat Hazel percaya. Tetapi, apakah kepercayaan itu cukup?Ia menarik napas dalam-dalam. “Aku tidak bisa menjanjikan apa pun sekarang, Nick.”Nick tersenyum kecil, meski Hazel bisa melihat ada ketegangan di balik senyum itu. “Itu sudah cukup untukku.”Mereka kembali terdiam. Hanya suara detak jam yang terdengar di antara mereka.Nick melirik jam
Terakhir Diperbarui: 2025-03-10
Chapter: Chapter 16 : Terlalu RumitHazel mengerjap, dadanya terasa sesak tanpa alasan yang jelas. “Nick, kita sudah melewati banyak hal. Aku—”“Aku tahu,” potong Nick cepat. Ia menggenggam kedua tangan Hazel, seolah takut Hazel akan menjauh. “Aku akan lupakan segalanya, maksudku, kesalahanmu di masa lalu. Aku tidak akan pernah mengungkitnya sama sekali.”Hazel terdiam, jari-jarinya sedikit gemetar dalam genggaman Nick.“Kalau kau butuh waktu, aku akan menunggu,” lanjut Nick dengan suara lebih lembut. “Tapi aku ingin kau tahu… aku serius, Hazel.”Hening.Hazel menelan ludahnya, mencoba merangkai kata-kata di kepalanya. Namun sebelum ia sempat merespons, suara petir menggelegar di luar sana, disusul oleh rintik hujan yang mulai turun deras.Nick menoleh ke arah jendela sebelum kembali menatap Hazel. “Bolehkah aku masuk?”Hazel terdiam sesaat, sebelum akhirnya mengangguk dan melangkah ke samping, membiarkan Nick masuk ke dalam apartemennya.Nick berjalan masuk, melirik sekeliling ruangan sebelum matanya tertuju pada tr
Terakhir Diperbarui: 2025-03-09
Chapter: Chapter 15 : Menyimpannya UntukmuMalam semakin larut saat mobil Nick berhenti di depan gedung apartemen Hazel. Lampu-lampu kota masih berpendar, menciptakan bayangan temaram di kaca jendela.Hazel melepas sabuk pengamannya, bersiap turun. Namun, sebelum sempat membuka pintu, Nick meraih tangannya dengan lembut. Sentuhan itu membuatnya refleks menoleh, menatap pria di sampingnya dengan penuh tanya.Nick menatapnya dalam, lalu mengangkat sesuatu dari jok belakang—piala emas yang baru saja ia menangkan. Dengan ekspresi serius, ia menyodorkannya ke arah Hazel.“Kau melupakan ini,” ucapnya pelan.Hazel mengernyit. “Nick, itu milikmu.”Nick tersenyum miring, jemarinya masih menggenggam erat trofi tersebut. “Apa yang menjadi milikku, juga milikmu, Hazel.” Suaranya terdengar dalam, nyaris seperti bisikan. “Aku ingin kau menyimpannya.”Hazel terdiam. Ada sesuatu di mata Nick—sesuatu yang tak bisa ia abaikan. Perasaan hangat menjalar di dadanya, namun ia menahannya rapat-rapat.Setelah beberapa detik hening, Hazel akhirnya m
Terakhir Diperbarui: 2025-03-08