Ku Kira Kau Rumah
SEBELUM BACA JANGAN LUPA FOLLOW.
"Siapa mereka mas?" tanya Alina.
Tubuh Alina bergetar, menahan sesak di hati melihat wanita berdiri di hadapannya dengan menggendong seorang bayi, yang wanita itu klaim sebagai anak dari suaminya.
"Aku Gemilang mbak, sekretaris mas angga." Jawabnya dengan menatap tajam alina.
"Aku kesini ingin meminta pertanggung jawaban dari mas angga, tidak ada seorang ibu yang ingin anaknya tidak mendapat kasih sayang seorang ayah." Sambungnya kembali.
Alina membeku, Fakta yang alina dapat membuat dunianya hancur tak bersisa, rumah sekaligus tempat berlindungnya justru membuat tubuhnya hancur berkeping-keping.
Tidak pernah terpikir oleh alina jika suaminya bisa mengkhianati dirinya hingga memiliki seorang anak.
Kamu jahat mas!, tega kamu khianati aku mas, apa salahku?, apa kurang ku mas?." Teriak alina, ia tidak sanggup lagi mengontrol emosinya.
Ujian demi ujian menghampiri Alina, bahkan kedua orang tuanya justru membenarkan perbuatan angga yang merupakan suami alina.
Hingga Alina di Pertemukan dengan sahabat lamanya Bramudiya, kehidupannya mulai kembali berwarna. Benih-Benih cinta pun timbul pada diri keduanya
Hingga alina di pertemuka pada pilihan yang begitu sulit, bertahan demi kedua putra dirinya dan angga? Atau berubah haluan menjadi pendamping Bram pria yang menjadi obat dalam setiap lukanya?
Yukk ikutin terus cerita ini!, jangan lupa beri komentar positifnya
Read
Chapter: 24. KuKira Kau Rumah"Pa kami sudah ter...." Ucapan Devan terhenti saat memasuki kamar papanya itu. Tubuh anak itu menegang saat melihat sang ayah bersama wanita lain di kamar kedua orang tuanya, di ranjang ibunya. "Papa ayok kit..." Devan langsung memeluk adiknya itu, tidak ingin membiarkan sang adik melihat hal yang tidak pantas untuk mereka Pandang. Devan membawa david yang saat ini berada di dalam Pelukkannya perlahan keluar dari kamar itu. Jangan di tanya lagi bagaimana reaksi Angga, Pria itu masuk ke dalam badcover begitupun dengan gemilang, menutupi tubuhnya yang tidak tertutup sehelai benang pun. Angga langsung bergegas membersihkan diri dan bersiap pergi dari dalam kamar tersebut, di tatapnya gemilang yang saat ini sudah menggunakan pakaian lengkap. "Mas tunggu." Gemilang beranjak dari kursi dan mengejar angga. Gemilang berhasil menahan tangan angga, dan menunjukkan senyum termanisnya. "Kamu belum lagi sarapan mas, kenapa harus buru buru?." Tanya gemilang agar angga tidak mengej
Last Updated: 2024-12-06
Chapter: 23. KuKira Kau Rumah"Mas maafkan aku mas, aku cemburu mantan istrimu itu berusaha mendekati mu mas." Ujar gemilang yang saat ini sedang berada di dalam ruang kerja bersama angga. "Alina hanya melihat kedua putranya gemilang, ayolah jangan rusak suasana. kedua putra ku juga membutuhkannya." Ucap angga yang masih terfokus pada layar laptop di depannya. Gemilang berdiri, ia mendekati angga dengan perlahan, "Mas, tapi aku cemburu." Ujarnya berbisik pada telinga angga. Gemilang memeluk angga dari belakang, kedua tangan meraba dada bidang milik angga, tidak lupa hembusan hembusan kecil gemilang berikan pada telinga angga di sertai gigitan kecil. "Sayang Cukup pekerjaan ku masih banyak." Ucap angga suara serak. Gemilang yang mendengar itu semangkin gencar melakukan aksinya, dirinya duduk di atas pangkuan angga dan menggerakkan tubuhnya perlahan. Dapat gemilang lihat jika angga tidak mampu lagi menahan hasratnya hingga angga mencondongkan wajahnya mendekati gemilang. gemilang dapat merasakan hembus
Last Updated: 2024-12-03
Chapter: 22. KuKira Kau Rumah"Mas dimana kamu?, mas angga!." Teriak gemilang. wanita itu memasuki rumah dengan berteriak, bahkan gemilang tidak lagi menghiraukan satpam yang berusaha menahan dirinya. "Keluar kamu mas, kamu sembunyikan di mana wanita gatel itu..." Angga yang mendengar teriakan gemilang langsung berlari menghampiri wanita itu, ia takut alina dan kedua anaknya merasa terganggu. "Apa-Apaan ini gemilang kenapa kamu Teriak-Teriak di dalam rumah" Setak angga berjalan mendekati gemilang. "Di mana kamu sembunyikan mantan istri mu itu mas, kalian sudah bercerai tidak sepantasnya dia masuk ke dalam rumah ini lagi." Ucap gemilang dengan murka, bahkan wajahnya sudah memerah. Sementara Alina hanya melipat kedua tangannya, menatap perdebatan mereka yang menurutnya tidak terlalu penting. "Hentikan omong kosong mu, aku gak mau ya devan dan david dengan ucapan sampah mu itu." Angga mencengkam lengan gemilang dan menyeretnya ke depan pintu rumah angga. "Wanita murahan di mana kau!." Teriaknya
Last Updated: 2024-12-02
Chapter: 21. KuKira Kau RumahAlasan bertahan adalah karena nggak sanggup melihat dia bersanding dengan orang lain.....Alina terkejut saat melihat Angga di depan gerbang kost nya, laki laki itu masih memakai setelan kerja, dengan menggunakan kemeja maroon dan di padukan dengan celana hitam. Namun tidak ada jas yang melekat di tubuh nya.Rambut nya yang sudah acak acak kan malah menambah kadar ketampanan nya, Alina buru buru menggelengkan kepala nya berusaha menyadarkan dirinyaSementara angga a terpaku melihat penampilan istrinya. Ah ralat, mantan istrinya ck, demi tuhan dia benar benar benci mengatakan ini. Dan hatinya terasa perih saat menyadari Alina dan dirinya kini telah berpisah.Tapi tak dapat di pungkiri, Alina terlihat sangat cantik, dengan rok span yang melekat di tubuhnya. Tapi sepertinya angga kurang suka melihat rok span yang saat ini alina kenakan, lihat saja lekukkan tubuh mantan istrinya semangkin terlihat jelas. Ia sangat tidak suka sungguh. Ia tidak rela ada laki laki yang menatap kagum pada a
Last Updated: 2024-12-01
Chapter: 20.Kukira Kau RumahCinta tidak harus memiliki itu adalah satu hal yang menyakitkan, dan aku sangat membenci itu.....Angga telah resmi bercerai dengan Alina, namun persidangan kali ini Alina tidak datang, wanita itu hanya di wakilkan oleh kuasa hukumnya sajaSedih tentu saja ia masih ingin melihat Alina walau pun hanya sebentar, ia masih ingin mengobrol dengan alina walaupun hanya sepatah dua kata saja.Belum lagi sampai detik ini angga masih belum mengetahui tempat tinggal alina, mantan mertuanya pun tidak tau di mana alina tinggal.Lalu apa mungkin bram tau di mana alina tinggal, menyebut nama bram saja rasanya ia sudah ingin murka, entah kenapa ia merasa bram tau di mana tempat tinggal alina saat ini"Awasi bramudya, bisa jadi laki laki itu tau, di mana Alina tinggal." Perintah angga kepada beberapa anak buahnyaTangannya terkenal membayangkan bram berdekatan dengan Alina saja rasa nya sudah membuat nya cemburu bukan main.Lalu bagaimana jika angga mengetahui apa yang hampir terjadi antara alina den
Last Updated: 2024-11-30
Chapter: 19. KuKira Kau RumahBalas Dendam tidak selamanya menghasilkan kepuasan. -Alina- ---- bram mendekati Aljna yang duduk di sisi tempat tidur, alina sudah mengenakan baju tidur lengan panjang dan celana panjang. "Maaf lina, aku gak bisa mengontrol diri ku sendiri." Alina menggigit bibir bawahnya, "Maaf bram, Aku juga salah." Air mata Alina tidak mampu ia bendung lagi. "Aku berpikir ka-kalau aku juga di sentuh laki laki lain apakah anggq juga merasa kan hal yang sama seperti apa yang aku rasa kan. Tapi ini semua salah aku..." Bram membawa Alina ke dalam pelukannya, padahal ia tau perasaan alina saat ini, bodohnya bram hampir saja melakukan kesalahan fatal. "Maaf Lina, ini semua salah ku. Jangan membalas kan dendam apapun lina, orang yang membalas dendam tidak selamanya akan menemukan kebahagiaan justru kita akan merasa kan penyesalan seumur hidup lin." "Aku minta maaf sekali lagi lina, ini semua salah aku, aku yang nggak bisa ngobrol diri aku sendiri." Alina melepaskan pelukan bram. Menyalahkan br
Last Updated: 2024-11-29