Chapter: Bab 99Pak Adi berdiri di depan pos mengamati Kaisar dan Vano yang sedang menahan Grita diluar gerbang. Pak Adi berulang kali menoleh ke gerbang lalu ke rumah mengawasi apabila Anton maupun Kara tiba-tiba datang. Apabila salah satu diantara mereka keluar dan melihat Grita, maka keributan pasti akan terjadi lagi."Beliau ga bisa diganggu, silakan pulang saja," ujar Kaisar.Grita tidak percaya, dengan kekeh ia terus meminta untuk masuk kedalam dan bertemu dengan Anton."Eh, santai mbak!" ujar Vano saat Grita hendak maju dan menerobos masuk."Biarin saya masuk, saya mau ngomong sama dia!" desak Grita.Mudah saja bagi Kaisar dan Vano menghalangi jalan dengan tubuh mereka dari Grita yang memaksa ingin masuk. Perempuan ini pantang menyerah, dia bahkan berani mendorong tubuh yang dua kali lebih besar dari tubuhnya. Tapi tetap saja tidak membuat dua pria itu menyingkir."Wah, gila kali ini cewek," ujar Vano sedikit kewalahan karena ulah Grita.Kaisar juga tampaknya kebingungan bagaimana mengatasi pe
Last Updated: 2025-03-17
Chapter: Bab 98"Pecat Grita."Suara Kara terdengar halus namun tegas. Hanya dua kata namun mampu membuat Anton terdiam dibuatnya. Seketika hening diantara mereka, sekeliling mereka juga seakan ikut terdiam. Semilir angin membuat rambut panjang Kara bergerak bebas. Kara tersenyum miring, tahu bahwa ayahnya itu pasti akan bimbang dan kebingungan dengan ucapannya ini.Anton kebingungan dan terlihat sangat sulit mengambil. keputusan. Lalu setelah menunduk untuk beberapa saat, Anton menghela nafas dan telah mengambil keputusan."Sudah kuduga Papah tidak akan melakukannya." Kara berdiri lalu berjalan pergi. Sampai di beberapa langkah, suara Anton menghentikan langkah kaki Kara."Oke, akan Papah pecat," ucap Anton.Kara berhenti, tersenyum miring. Kali ini ia berhasil, Anton akan mulai mengikuti apa yang ia ucapkan. Ini adalah permulaan yang bagus, Kara harap rencananya akan berjalan lancar. Kara membalikkan badannya menatap Anton dengan senyuman tipis, senang dengan keputusannya."Sekarang juga," ucap Ka
Last Updated: 2025-03-17
Chapter: Bab 97Bi Ina yang sedang menyapu lantai rumah terkejut melihat Anton yang tiba-tiba muncul. Dia langsung mendekati Anton untuk memastikan dan mengecek keadaannya dengan panik layaknya ibu kepada anak sendiri. "Tuan, darimana saja!" panik Bi Ina sambil terus melihat kondisi Anton yang tampak lusuh.Anton tersenyum tipis, lalu menoleh ke sekeliling seperti mencari seseorang."Kara ada dimana, Bi?" tanyanya.Bi Ina langsung paham, ia lalu tersenyum tipis, "Ada dikamar, Bibi panggilin ya," ucap Bi Ina.Bi Ina hendak pergi menuju kamar Kara untuk memanggil gadis itu, tapi langsung dicegah oleh Anton. "Biar saya saja yang kesana," ucap Anton. Bi Ina mengangguk.Pria itu lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar yang ada di lantai atas, Bi Ina hendak mengikutinya tapi langsung dicegah oleh Pak Adi. Bi Ina kebingungan dan protes kenapa dia mencegahnya. Pak Adi dengan nada tegas menjawab."Jangan ikut campur, itu bukan urusan kita."Anton berjalan menuju kamar anak gadisnya yang sudah beberapa ha
Last Updated: 2025-03-16
Chapter: Bab 96Setelah Raven pergi meninggalkannya sendirian di apartemennya, Anton menghela nafasnya panjang dan mengacak rambutnya. Keadaan apartemennya sangat berantakan, beberapa botol alkohol yang kosong isinya ada diatas meja, puntung rokok juga berserakan diatas lantai, bahkan gorden jendela juga tidak dibuka. Anton benar-benar meluapkan emosinya disini malam tadi. Ia sudah lupa waktu, sudah berapa lama ia tak pulang kerumah, hari apa saat ini bahkan sekarang jam berapa pun Anton tak ingat. Pikirannya kacau, ia butuh kebebasan. Tapi ia kembali mengingat ucapan Raven sebelum ia pergi tadi. Anton hanya punya Kara seorang, seharusnya ia harus menjadi figur ayah yang baik padanya, bukannya menjauhinya seperti ini. Anton menyadari bahwa penyebab keluarganya diteror terus terusan seperti ini adalah ulahnya, ia harus menghentikan ini semua. Menyelesaikan semuanya sampai ke akar-akarnya.Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, Anton bangkit dari duduknya, mengambil ponselnya lalu berjalan sambil
Last Updated: 2025-03-16
Chapter: Bab 95"Bodoh!"Dodi menggebrak meja dengan keras hingga semua orang yang ada diruangan itu terkejut. Grita menoleh kearah Sean yang terlihat biasa saja dengan reaksi Dodi, seperti ini bukan kali pertama Sean melihat Dodi seperti ini. Pria paruh baya itu berdiri dari kursinya lalu mendekati Sean."Apa yang kau pikirkan sebenarnya?" ucap Dodi dengan tatapan kesalnya. Sean tak bereaksi."Saya hanya mengikuti rencana yang sudah dibuat sebelumnya," jawab Sean dengan tenang."Lalu apa yang kau dapatkan? tak ada kan?"Seam terdiam. Memangnya apa yang Dodi harapkan pada misi ini? ia dipasangkan dengan seseorang yang bahkan belum pernah berkecimpung di dunia seperti ini sebelumnya, apalagi Grita sepertinya gadis baik-baik. Tentu sulit bagi Sean untuk melakukan tugasnya, menurutnya bahkan lebih mudah melakukan ini sendirian."Memang belum menemukan apa-apa, ini baru pertama kalinya kami bekerja sama."Dodi mendengus, lalu beralih ke Grita. Gadis itu tampak ragu dan gelisah. Dodi menatapnya dingin,"A
Last Updated: 2025-03-14
Chapter: Bab 94"Iya, dia kekasihku."Baik Kara maupun Pak Adi sama-sama terdiam, sedang mencerna ucapan Kaisar. Kara mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya, menatap pria dihadapannya lalu tersenyum sinis. Pak Adi melirik Kaisar dengan tatapan tajam, seolah menuntut penjelasan lebih lanjut. "Pantas saja. Kalian bekerja sama untuk menghancurkan keluarga ku?" sinis Kara.Kaisar menggelengkan kepalanya, "Tidak, sama sekali tidak."Pak Adi melirik Kaisar dengan tatapan tajam, seolah menuntut penjelasan lebih lanjut. Tapi lelaki itu masih terdiam seolah enggan untuk berucap atau menjelaskan barang sepatah kata pun."Kau ingin aku percaya? Setelah semua ini?" Kara tertawa kecil, penuh sindiran. "Kekasihmu itu wanita yang mendekati ayahku dan tiba-tiba saja muncul di sekelilingku? Jangan bilang ini semua kebetulan."Kaisar tetap berdiri tegak, meski sorot matanya menunjukkan kegelisahan, mereka sedang mencurigainya saat ini. "Aku tahu ini sulit dipercaya, tapi aku tidak pernah berkhianat padamu atau keluar
Last Updated: 2025-03-12