author-banner
SweetWater
SweetWater
Author

Novels by SweetWater

Terjebak Gairah Si Bos Mesum

Terjebak Gairah Si Bos Mesum

Starla Alexandra tidak pernah menyangka bahwa kehidupannya bisa berubah seratus delapan puluh derajat setelah ia bertemu, dan bekerja sebagai sekretaris dari pria bernama Revanno Immanuel. Seorang Bos muda yang berbakat. Namun, di balik itu semua ada sifat gila yang jarang di ketahui oleh banyak orang. Pertemuan tanpa sengaja itulah yang akan membawa kisah rumit pada mereka. “Ada satu lagi sebenarnya yang belum tertulis di situ.” Starla langsung menatap ke arah Revanno yang tengah duduk bersandar di mejanya sambil bersidekap. “A-apa?” Tanya Starla sedikit ragu. Revanno menyeringai lalu berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapan Starla. “Sleep with me.”
Read
Chapter: Kelahiran Anak Kedua (TAMAT)
“Revanno.”“Ya?”Starla membelai wajah pucat Revanno. “Kamu baik-baik saja?”Revanno mengangguk seraya menelan ludah susah payah. Membuat Starla tertawa pelan.“Kenapa tertawa?” Revanno menatap istrinya dengan kening bertaut.“Yang ingin melahirkan itu aku, kenapa kamu yang panik dan pucat seperti ini?”“Yang ingin kamu lahirkan itu anakku, kenapa aku nggak boleh panik seperti ini?”Starla tersenyum simpul, membawa kepala Revanno ke dadanya. Membelainya lembut. “Jangan panik seperti itu. Aku baik-baik saja. Wajah kamu pucat sekali.”Revanno mengangkat kepala, sejajar dengan kepala Starla. Mata kelamnya menatap Starla lekat. “Berjanjilah padaku, kamu akan baik-baik saja.”Starla mengangguk. “Aku pasti baik-baik saja. Ini bukan pertama kali aku melahirkan, Revanno. Apa kamu lupa?” Tanyanya menatap Revanno. “Dan ini juga bukan pertama kalinya kamu menemaniku saat ingin melahirkan.”Revanno meringis. “Tapi tetap saja, Starla. Rasanya tetap sama tegangnya. Dan khawatir juga. Aku sangat kha
Last Updated: 2024-03-12
Chapter: Revanno Dan Hormon Kehamilannya
“Starla dimana?” Joshep yang tengah menyiapkan bekal untuk piknik bersama cucunya menatap Revanno yang memasuki dapur, dengan rambut basah.“Tidur,” jawab Revanno singkat. Revanno mulai mengambil beberapa telur untuk membuat omelet.“Tidur?” Tanya Joshep dengan satu alis terangkat, kemudian pria itu mengulum senyum. “Kelelahan?” Godanya.Revanno hanya tertawa pelan seraya mengangguk. Mulai memecahkan beberapa telur ke dalam mangkuk. “Apa perlu Ayah membawa Sera untuk menginap di hotel?”Revanno menoleh, ide itu terdengar sangatmenggoda. Namun, apa Starla akan mengizinkannya?“Ayah ajak ke hotel saja, ya. Hotel yang ada di Ubud. Ayah ingin mengajak Sera untuk melihat pemandangan yang ada di sana. Dia pasti suka.” Kata Joshep.Revanno mendekati Ayahnya, lalu memeluk Ayahnya singkat. “Terima kasih, Ayah.”Joshep mengangguk, menepuk- nepuk pelan bahu Revanno. “Dalam rangka mendapatkan cucu kedua, Ayah rela menjaga Sera selama yang kamu inginkan,” ujar Joshep sambil mengedipkan sebelah
Last Updated: 2024-03-06
Chapter: Candu Yang Tidak Ingin Revanno Akhiri
“Sera ingat apa pesan Papa?” Revanno berjongkok di depan putrinya. Menatap gadis kecil itu sambil tersenyum.“Nggak boleh nakal dan menyusahkan Kakek sampai Papa dan Mama kembali ke Jakarta.”Revanno tersenyum, menepuk puncakkepala putrinya. “Pintar.”Revanno lalu merentangkan kedua tangannya dan memeluk Sera dengan begitu eratnya.“Hanya beberapa hari, Papa dan Mama akan pulang,” ujar Revanno pelan seraya mengecup kepala anaknya. Sementara Sera hanya mengangguk saja.Revanno dan Starla akan pergi berlibur ke Bali, hanya berdua. Setelah beberapa tahun tidak menghabiskan waktu hanya berduaan, Starla merasa sangat membutuhkan waktu untuk quality time berdua dengan suaminya. Dan Revanno menyetujui hal itu.“Ya sudah. Kalian cepat berangkat sana.” Joshep mengenggam tangan cucunya.Revanno sengaja menitipkan Sera kepada Ayahnya karena memang sejak awal Joshep-lah yang menawarkan diri untuk menjaga Sera selama Revanno dan Starla pergi berlibur. Lagipula sekarang Joshep juga sedang menikm
Last Updated: 2024-02-29
Chapter: Minta Lima Adik
Starla terengah dengan Revanno yang terus menghunjam ke dalam tubuhnya dari belakang. Wanita itu memejamkan mata, mencengkeram kain yang mengikat kedua tangannya.“Revanno …” Starla mendesah. Ia mendapatkan kenikmatan yang selalu mampu membuatnya tergulung ombak yang begitu dalam.Revanno mencengkeram dada Starla dan menarik istrinya agar menempel ke dadanya. Starla berpegangan pada paha Revanno. Pria itu mendorong kuat-kuat dan menenggelamkan dirinya di sana. Terengah dengan bibir di leher istrinya. Bernapas terputus-putus.Ketika napas mereka tidak lagi memburu seperti tadi, Revanno mengecup leher Starla. Tubuh mereka masih menyatu lekat. Revanno memeluk perut untuk istrinya posesif, enggan melepaskannya. Bibir Revanno mengecupi bahu Starla. Sementara istrinya itu bersandar lemah di dada bidangnya.“Mama!” Teriakan nyaring membuat mata Starla yang semula terpejam, kini terbuka lebar. “Mama!”“Revanno, Sera,” ujar Starla pelan, tubuhnya lelah, Revanno tidak penah hanya cukup satu kal
Last Updated: 2024-02-27
Chapter: Perkara Wajah Tampan
Lima tahun kemudian.Mobil itu sudah terparkir dengan sempurna di depan rumahnya. Yang paling kecil turu dengan cepat, berlari masuk ke dalam rumah dengan wajah cemberut. Sementara, pria yang menyerupai gadis kecil itu mengikutinya dari belakang dengan senyum tipis dan gelengan kepala pelan.“Mama ... Mama ...” teriak gadis kecil itu hampir memenuhi setiap sudut ruangan. la membuka pintu rumah, mendorong dengan kasar, lalu masuk ke dalamnya disusul dengan sang Ayah yang membawakan tas sekolahnya.“Mama!” Teriaknya lagi, kali ini dengan air wajah yang memerah.Datanglah sang Ibu dari balik pintu dapur, menyambut anaknya yang baru pulang sekolah seperti biasanya. “Loh, anak Mama pulang sekolah kenapa wajahnya di tekuk seperti itu? Ada apa? Siapa yang berani membuat donat gula Mama marah?”Masih memasang wajah cemberut dengan bibir yang maju tak mundur sama sekali, gadis kecil itu bersidekap. “Sera nggak mau di jemput Papa lagi,” ujarnya nyaring.Mendengar hal itu, Starla lantas beralih
Last Updated: 2024-02-26
Chapter: Kencan Versi Starla Dan Revanno
Kencan yang Revanno bayangkan adalah jalan-jalan menaiki mobil, berhenti di taman yang sepi dan menikmati jajanan yang ada di sana. Seharusnya. Ya seharusnya memang seperti itu. Namun, hal itu tidak mungkin karena ini adalah malam Minggu. Ia sudah merangkai semua rencana itu di dalam kepalanya, tetapi realita memang tidak seindah ekspetasi. Pasalnya, baru saja mobilnya keluar dari pelataran rumah sakit, kemacetan sudah menunggu mereka.Revanno menghela napas, wajahnya tertekuk masam, sedikit kesal lebih banyak mengumpat. Starla yang duduk di sampingnya bersama dengan Sera di dalam gendongan wanita itu sudah beberapa kali mengomeli Revanno. Meski Sera belum mengerti, atau memahami apa yang sang Ayah ucapkan, tapi tetap saja rasanya tidak tenang sekali mendengar Revanno mengumpat kasar di depan Sera.“Sabar, Revanno …” Sudah beberapa kali Starla berujar seperti itu. Kali ini ia menambahkan dengan usapan lembut di lengan suaminya. “Nggak apa-apa kok agak malam, Sera juga sudah memakai ba
Last Updated: 2024-02-23
Penjara Dendam Suami Konglomerat

Penjara Dendam Suami Konglomerat

Aleeta Pricilla harus menelan pil pahit atas kehidupan saat Ibu kandungnya sendiri menyuruhnya untuk menjual diri demi ekonomi keluarga. Namun di tengah perjalanan, Aleeta hampir saja tidak selamat dari kecelakaan maut jika bukan karena seorang wanita yang rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan hidup Aleeta. Rupanya wanita itu adalah calon istri Nicholas Axel Frederick, putra konglomerat dari perusahaan Nordstrom, dan menimbulkan dendam yang mendalam di hati Nicholas pada Aleeta. Hingga suatu kejadian, saat Aleeta membutuhkan pertolongan, Nicholas bersedia membantunya hanya jika Aleeta bersedia menemaninya untuk satu malam. Dan tanpa Aleeta sadari ternyata satu malam itu menjadi awal dari rasa sakit baru yang harus ia jalani.
Read
Chapter: Hari Buruk Aleeta
Aleeta mengumpat, ketika hawa dingin langsung terasa menusuk kulitnya begitu ia keluar dari rumah. “Sial. Dingin sekali,” gerutunya seraya merapatkan jaket. Wanita itu lalu berjalan keluar gerbang mansion milik Nicholas. Begitu sampai di luar gerbang, Aleeta terdiam. Ia mencoba mengamati sekitar, rasanya asing dan tampak berbeda. Bahkan suasana, jalan dan gang-gang yang ada di sana pun juga tampak berbeda. Tiba-tiba Aleeta menjadi ragu. Apa ia harus tetap pergi atau tidak? Tapi, berhubung ia sudah berada di luar jadi tidak ada alasan baginya untuk kembali masuk ke dalam rumah lagi. Akhirnya, dengan segenap keberaniannya, Aleeta memutuskan untuk melangkah. Wanita itu berusaha mencari halte atau jalan yang biasa di lewati oleh taksi. Aleeta terus melangkah melewati kerumunan orang-orang asing yang mungkin penduduk asli, atau pun turis. Aleeta tidak tahu. Di matanya mereka semua tampak sama hingga Aleeta tidak bisa membedakannya. Orang-orang itu tampak begitu acuh dan sibuk denga
Last Updated: 2025-04-06
Chapter: Ingin Pergi Sendiri
Selesai makan, Aleeta sibuk membereskan dapur, mencuci piring dan peralatan lain yang ia gunakan untuk memasak tadi. Sementara Nicholas, pria itu langsung beranjak pergi begitu saja. Entah kemana Aleeta juga tidak mengetahuinya.Setengah jam kemudian barulah Aleeta selesai dengan pekerjaannya. Wanita itu menguap, seraya meregangkan otot punggungnya. Rasanya lelah dan mengantuk. Padahal tadi Aleeta sudah sempat tertidur sebentar, tapi sekarang ia sudah mengantuk lagi. Aleeta segera membersihkan tangannya, lalu keluar dapur setelah mematikan lampu yang ada di sana. Ia berjalan menaiki tangga seraya menguap. Mengantuk benar-benar membuat kepalanya terasa begitu pusing. Rasanya Aleeta ingin langsung merebahkan diri di ranjang tempat tidur begitu ia sampai di kamar nanti. Namun, begitu Aleeta membuka pintu kamar. Ternyata Nicholas sudah lebih dulu tertidur di sana.Aleeta menghela napas. Rupanya selesai makan tadi Nicholas langsung pergi untuk tidur. Enak sekali hidup pria itu. Aleeta mem
Last Updated: 2025-04-03
Chapter: Bahagia Sesederhana Itu
“Aku ingin keluar sebentar.” Kata Nicholas seraya memakai coat-nya.“Kemana?” Tanya Aleeta.Nicholas langsung menoleh ke arah wanita itu. “Kamu kenapa selalu saja cerewet? Apa kamu lupa, apa yang aku lakukan itu bukanlah urusanmu? Jadi kamu diam saja, dan nggak usah terlalu banyak bertanya.”Aleeta menunduk sambil menautkan kedua tangannya. “Maaf ...,” Ujarnya pelan.Nicholas mendesah. Kenapa Aleeta suka sekali mengatakan maaf? Apa wanita itu tidak punya kata-kata lain selain kata maaf? Membuatnya jengkel saja.Mengabaikan rasa jengkelnya. Nicholas memilih untuk meraih ponsel yang ia letakkan di atas tempat tidur, lalu berjalan ke arah pintu kamar. Namun, sebelum langkahnya benar-benar mencapai pintu kamar, pria itu masih menyempatkan diri untuk menoleh.“Jangan kemana-mana selagi aku keluar. Di mansion ini nggak ada siapapun selain kita berdua. Jadi jangan merepotkanku,” peringat Nicholas dengan nada bersungguh-sungguh.Aleeta tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya mengangguk, dan m
Last Updated: 2025-04-03
Chapter: Bienvenue à Paris, Nicholas
Paris, sebuah kota di benua Eropa yang biasa disebut sebagai kota cinta. Soal keindahan, seharusnya tidak perlu di ragukan lagi.Nicholas dan Aleeta baru saja tiba di Paris Charles de Gaulle Airport. Tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya Aleeta saat ini.Untuk pertama kalinya, Aleeta pergi ke Paris. Sebelumnya wanita itu tidak pernah tahu yang namanya dunia luar. Bagaimana rasanya pergi ke luar negeri? Seperti apa keindahannya? Namun, sekarang Aleeta benar-benar merasakannya.Aleeta menghirup napas sejenak sebelum keluar Jet. “Paris aku datang,” gumamnya dengan bibir tersenyum.Sementara itu, seperti biasa Nicholas sudah lebih dulu berjalan di depan Aleeta. Pria itu terlihat merapatkan longcoat-nya sebelum keluar jet.“Pakai jaketmu. Jika kamu nggak ingin kaget dengan udara dingin yang ada di sini.” Nicholas berujar tanpa menoleh pada Aleeta.Aleeta hanya mendengus tapi tetap menuruti perintah Nicho
Last Updated: 2025-03-29
Chapter: Perjalanan Ke Paris
Liburan ke Paris. Seumur-umur Aleeta tidak pernah membayangkan akan pergi berlibur ke luar negeri. Jangankan ke luar negeri, ke luar kota saja Aleeta juga tidak mampu untuk membayangkannya. Bagi Aleeta liburan terbaik dalam hidupnya yaitu bisa beristirahat di kamar, tanpa ada gangguan dari siapa pun. Tapi itu dulu, tepatnya beberapa bulan yang lalu sebelum ia mengenal pria bernama Nicholas. Secara tidak langsung, Nicholas memang benar-benar berhasil mengubah kehidupan Aleeta, dari yang biasa menjadi luar biasa. Dan Aleeta benar-benar bersyukur dengan hal tersebut. Menjadi bagian dari keluarga paling kaya dan paling di kagumi oleh semua orang adalah hal yang tidak pernah Aleeta bayangkan. Namun, hal itu terjadi pada hidupnya.Tapi meskipun begitu, Aleeta tidak pernah sekali pun berani menyamakan kehidupannya seperti yang ada di cerita dongeng. Karena baginya, cerita dongeng dan kehidupannya adalah dua cerita yang sangat berbeda. Dalam cerita dongeng semua tokoh
Last Updated: 2025-03-29
Chapter: Kalau Begitu Jangan Keluar
“Aku menginginkan yang lebih ...,”Nicholas kembali mencecap bibir Aleeta. Aleeta memejamkan mata membalas cecapan itu. Ia kembali memeluk leher Nicholas dan membawa pria itu lebih dekat padanya. Sementara bibirnya membalas Nicholas dengan sama bernafsunya.Kini bibir Nicholas beralih ke leher Aleeta. Mengecupnya di sana. Sebelah tangannya memegangi leher wanita itu. Membelainya, lalu turun menyusuri dadanya.Aleeta memejamkan mata. Membiarkan tangan Nicholas bergerak menyentuh tubuhnya.“Nicho.” Wanita itu mengerang ketika jari Nicholas menekan puncak dadanya. Aleeta terus memejamkan mata. Dan baru membuka mata ketika merasakan tubuhnya melayang, matanya menatap mata Nicholas yang kini menggendongnya menuju ranjang.Nicholas membaringkan Aleeta di atas ranjang. Ini pertama kalinya Aleeta merasakan berbaring di ranjang tempat tidur Nicholas. Pria itu lalu melingkupi tubuh Aleeta dengan tubuhnya sendiri. Nicholas menc
Last Updated: 2025-03-28
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status