Home / Romansa / Ternyata Suamiku Miliarder / Chapter 1001 - Chapter 1010

All Chapters of Ternyata Suamiku Miliarder: Chapter 1001 - Chapter 1010

1110 Chapters

Bab 1001

Nyonya Keluarga Jayadi bernama Fera itu mau membunuh Celine, terus Nyonya Yuni ini mau memanfaatkan Celine untuk memancing pamannya menghadiri pesta ulang tahun ini.Dari tadi sikap baiknya semua ada tujuannya.Namun hadiah balasan ini ....Albert mencibir.Yuni tidak bisa berkata-kata.Sebentar, dia bilang biasa saja itu hanya merendah, merendah!Bukan serius bilang benda ini biasa saja!Hadiah ini harganya ratusan miliar!"He ... hehehe ...."Ekspresi Yuni sangat canggung, dulu selalu dia yang menyusahkan orang, otaknya berputar mencari cara agar bisa menunjukkan nilai dari hadiah ini.Suara Albert kembali terdengar, kata-katanya bagaikan petir yang menyambar semua orang."Sebuah barang palsu ...."Donny menyela, "Albert Tjangnaka!"Albert hanya sempat mengatakan beberapa kata sebelum ditegur oleh Donny. Donny memasang ekspresi tegas untuk memberi keponakannya pelajaran. "Kamu nggak sopan!""Paman!" Albert agak kesal, bergumam dengan kesal, "Aku juga nggak salah, ini memang palsu!"P
last updateLast Updated : 2024-11-20
Read more

Bab 1002

Sama sekali tidak terlihat! Tetap tidak terlihat!Sementara Yuni sudah tidak bisa mempertahankan ekspresinya.Namun meski begitu, dia tetap berusaha mempertahankan senyumannya yang canggung dan minta maaf. "Tuan Donny, maaf, lihat aku ini .... Aku juga nggak mengerti, mungkin sudah tua, mataku juga sudah rabun ....""Nyonya Yuni nggak usah merasa bersalah, dengan kekayaan dan kehormatan Grup Jayadi, ditambah dengan wibawa Nyonya, kalau bukan ditipu, Nyonya nggak akan menghadiahkan barang seperti ini. Aku berterima kasih untuk niat baik Nyonya, aku memang sangat menyukai kaligrafi 'Seri Lastu'."Donny sangat sopan.Dengan satu kata "ditipu", dia berhasil melindungi nama baik Keluarga Jayadi dan Yuni.Yuni merasa sangat berterima kasih, tapi kata "ditipu" itu membuat kepalanya seakan-akan dipukul sesuatu.Namun, dia tidak menunjukkannya.Kemudian, dia minta maaf pada Donny. Setelah basa-basi sejenak, dia minta izin untuk kembali ke kamarnya dengan alasan lelah.Sebelum pergi, dia sengaja
last updateLast Updated : 2024-11-21
Read more

Bab 1003

Fera agak minder, dia kembali meminta maaf. "Bu, maafkan aku ....""Kamu salah di mana?" desak Yuni.Tatapannya yang tajam seakan-akan mau memakan orang."Bu, aku ...."Fera menggigit bibir, selain meminta maaf atas teknik kaligrafinya, dia mana berani mengaku yang lainnya?Dia kembali meminta maaf. "Maaf, maaf ...."Yang diinginkan Yuni bukan kata maaf.Fera bersikeras menutup mulut, karena ada yang melindungi dia, Yuni mau membuka mulutnya di depan orang itu.Di saat Fera masih meminta maaf, Yuni bertanya secara perlahan. "Ada apa dengan 'Seri Lastu' itu? Kamu kasih aku yang palsu? Kalau bukan karena Donny besar hati, Keluarga Jayadi sudah menyinggungnya. Fera, apa maksudmu?"Pertanyaan yang terang-terangan itu membuat Fera yang ingin menghindar tidak bisa menghindar lagi.Jantung Fera berdetak kencang saat dia menjawab, "Aku ... aku nggak tahu, aku nggak tahu kalau itu barang palsu, jelas-jelas ...."Dia bersikap seolah-olah tidak bisa menjelaskan dan segera melihat ke Omar dengan t
last updateLast Updated : 2024-11-21
Read more

Bab 1004

Aku bakal bikin kamu tahu rasa!"Cepat bawa dia keluar!"Di tatapan marah Yuni, Omar membawa Fera keluar kamar.Begitu keluar, Fera langsung duduk lemas di lantai sambil menggigit bibirnya, bahkan tidak berani menangis mengeluarkan suara.Omar semakin kasihan padanya."Nggak apa-apa, Fera. Ibu cuma emosi sesaat, makanya bicara begitu." Omar jongkok lalu memeluk Fera dan menghiburnya dengan lembut.Dia merasa tidak berguna, juga merasa bersalah.Bahkan waktu dia jadi kepala keluarga, dia tetap tidak berani melawan Yuni.Bagi Fera, kata-kata Omar yang tidak berguna semakin membuatnya kesal.Tapi dia bisa apa?Pria ini .... Fera merasa hatinya mendingin, tapi meski begitu, dia hanya bisa bersandar di pelukan Omar lalu melebih-lebihkan kesedihan dan penderitaannya untuk memperbesar rasa kasihan Omar padanya."Fera, hari ini kamu ulang tahun, jangan sedih. Aku sudah menyiapkan sebuah kue yang sangat besar, juga ada satu kejutan untukmu."Omar menggenggam tangan Fera, ingin menyingkirkan kes
last updateLast Updated : 2024-11-22
Read more

Bab 1005

Celine harusnya akan memilih gaun bermerek yang baru saja dia beli itu.Atau akan memilih koleksi terbaru dari merek terkenal.Atau mungkin ...."Aku boleh pakai yang ini?" Celine melihat sekilas lalu memilih sebuah gaun.Melihat gaun yang dipilih Celine, Bella mengernyit.Menurutnya ... gaun yang dipilih Celine ini bertali dua, terlalu polos, seluruh bahannya berwarna hijau tua, tidak ada hiasan atau corak lainnya. Di pasar ada banyak yang bermodel sama, sama sekali tidak ada keunikannya.Bahkan Bella sendiri saja tidak tahu bagaimana gaun ini bisa ada di lemarinya.Bella kembali melihat Celine. "Ya sudah, yang penting kamu suka."Heh, mungkin selera Celine memang begitu.Bella mengangkat alisnya, tidak mengatakan apa-apa. Dia merasa kalau Celine memakai gaun panjang itu, walau ada kalung giok di lehernya itu tetap tidak bisa menyelamatkan gaun panjang yang biasa-biasa saja itu.Dia harusnya senang saja melihat Celine memakai gaun jelek dan kalah jauh darinya.Namun, waktu Celine kelu
last updateLast Updated : 2024-11-22
Read more

Bab 1006

Andreas menunggunya di rumah kaca.Celine berbalik melihat sekilas hall utama, tapi tidak melihat sosok Andreas. Setelah ragu-ragu sejenak, dia akhirnya mengikuti pengawal itu.Di rumah kaca di taman belakang.Sebelumnya Celine sudah datang dua kali, ini ketiga kalinya dia datang ke kediaman Jayadi, tapi dia tidak pernah ke sini."Nona Celine, Tuan Andreas di dalam, Nona tinggal masuk." Pengawal itu memakai kacamata hitam dan bersikap sangat sopan.Dia memanggil Celine "Nona Celine", bukan Nyonya ....Owen dan Gian selalu memanggilnya "Nyonya", bukannya berarti pengawal ini bukan pengawal kepercayaan Andreas?Namun, setelah dipikir-pikir, tidak semua orang di samping Andreas tahu hubungan mereka.Kalau dia terlalu memedulikan panggilan ini, malah dia jadi terkesan sangat ingin jadi istrinya Andreas.Wajah Celine pun memanas."Oke."Setelah menjawab, Celine melihat wajah pengawal itu sebelum pengawal itu pergi.Setelah pengawal itu berjalan jauh, Celine baru terus berjalan maju dan masu
last updateLast Updated : 2024-11-23
Read more

Bab 1007

Waktu itu, dia mengira target pelakunya adalah dia.Ada orang yang mau menghancurkannya dengan cara seperti ini!Dia bisa membayangkan kalau nanti akan ada sekelompok orang yang melihat aibnya, atau bahkan bakal ada wartawan yang akan menyebarkan hal ini.Dia sudah pasti akan dipermalukan habis-habisan.Dylan bahkan bisa menduga siapa pelakunya.Namun waktu itu dia tidak takut dan hanya pasrah menunggu semuanya.Namun, begitu melihat Celine, dia langsung takut. Di saat yang sama, dia juga menyadari tujuan asli dari jebakan ini.Pelakunya tidak hanya ingin menghancurkan dia, tapi juga Celine!Hidupnya boleh hancur, tapi Celine ... tidak boleh!Dylan melihat Celine, Celine juga mengerti maksudnya. Dylan kembali berkata, "Cepat pergi, cari kakakku!"Celine sudah pernah mengonsumsi obat seperti ini.Saat ini, setelah tenang, dia jadi lebih mengerti apa maksud Dylan.Dylan terkena efek obat itu, sedangkan obat itu dicampur di aroma bunga-bunga di sini."Pergi cari kakakku," tekan Dylan lagi
last updateLast Updated : 2024-11-23
Read more

Bab 1008

"Baik."Owen mengiakan lalu berjalan ke sudut di ujung rumah kaca, dia pun melihat Dylan.Dylan masih di bawah efek obat, kesadarannya sudah tipis, tapi dia tetap bisa samar-samar mendengar suara Andreas. "Kakakku ... sudah datang?""Benar, Tuan Muda, Tuan sudah datang.""Kasih tahu kakakku, Celine .... Kita dijebak, nggak ada apa-apa antara aku dan Celine, suruh dia ... " ujar Dylan terburu-buru.Owen jelas ingat dulu di Binara, Dylan justru selalu mencari cara untuk "mendekati" Celine agar Andreas salah paham.Namun kata-kata Dylan sekarang ...."Tuan Muda tenang saja, Tuan akan menjaga Nyonya dengan baik, tapi aku harus membawamu pergi dari sini."Di kediaman ada gedung medis, di ruang kaca ada pintu samping.Owen membantu Dylan berdiri lalu membawanya keluar diam-diam dari pintu samping itu dan menghilang di kegelapan tanpa diketahui siapa pun.Di dalam rumah kaca,Andreas sudah menemukan asal aroma yang bermasalah.Setelah membuang semua bunga yang bermasalah dan kembali ke rumah
last updateLast Updated : 2024-11-24
Read more

Bab 1009

Andreas ... jelas-jelas tadi masih di sini, tapi sekarang .... Setelah mencari sekali lagi, dia tetap tidak melihat sosok Andreas."Fera, ada apa denganmu?" Omar merasakan tatapan Fera yang aneh, dia pun bertanya khawatir.Fera sadar kembali.Dia hampir saja bertanya di mana Andreas.Namun, akal sehatnya kembali. Dia langsung sadar kembali dan membuat alasan. "Aku cuma ... terlalu senang."Senang karena dia mengutarakan perasaannya?Omar sangat senang, dia langsung menyerahkan pisau untuk potong kuenya kepada Fera. "Ayo potong kuenya, setelah itu, masih ada satu kejutan untukmu."Fera sama sekali tidak tertarik dengan kejutan itu.Di benaknya masih tetap memikirkan di mana Andreas dan juga Celine ...."Mana Celly? Tadi Celly pergi ganti baju, kenapa sampai sekarang masih belum pulang?"Tiba-tiba terdengar suara seseorang, yaitu Lala yang berdiri di samping Hansen.Di pesta ulang tahun hari ini, dia seperti transparan, semua orang sibuk dengan Celine, dia sudah menduga hal ini. Namun, C
last updateLast Updated : 2024-11-24
Read more

Bab 1010

Kediaman Jayadi sangat besar.Semua tamu yang hadir ikut dalam proses pencarian.Begitu Omar berjalan keluar dari hall, sudah ada pembantu yang datang memberi tahu dia, "Tuan, Tuan Muda Dylan ... nggak ada!"Sebelum Omar sempat bereaksi, Fera yang di sebelahnya langsung menunjukkan ekspresi khawatir. "Kak Omar, apa Dylan ... lagi-lagi ...."Maksudnya adalah apakah penyakit Dylan kambuh lagi.Penyakit Dylan adalah rahasia Keluarga Jayadi. Kalau hari ini kambuh lalu di prosesnya dia melakukan sesuatu pada Celine, kondisinya akan semakin serius.Fera sengaja membuat Omar berpikir ke arah sana.Namun, dia tahu kalau "pertunjukan" yang sebenarnya jauh lebih seru dari kambuhnya penyakit Dylan yang membuatnya kembali melukai Celine.Ada orang yang mendengar nama "Dylan" dari mulut Fera.Dylan? Apa Dylan Retno yang merupakan artis top dengan penggemar tak terhitung itu?Dia juga datang menghadiri pesta ini?Sementara Tuan Muda ...."Sudah ketemu? Di sana ada, nggak?""Di sini nggak ada, sudah
last updateLast Updated : 2024-11-25
Read more
PREV
1
...
99100101102103
...
111
DMCA.com Protection Status