Home / Urban / Suami Dibuang Sayang / Chapter 1111 - Chapter 1120

All Chapters of Suami Dibuang Sayang: Chapter 1111 - Chapter 1120

3330 Chapters

Bab 1111

Di rumah MichaelSaat Evie menjawab telepon, ekspresinya berubah. Wajahnya menjadi lebih pucat. Matanya melebar. Tangannya gemetaran. Melihat Evie seperti ini, membuat Michael bertanya, "Ada apa?"Evie menengok Michael dan berkata, "Tebak apa yang terjadi dalam pesta ulang tahun Dito?"Michael mengedikkan bahu, "Kamu bilang Danny tidak akan membiarkan Dito pergi dengan mudah."Evie yang menyadari dia masih memegang ponsel kemudian menaruh ponselnya. Dia menarik napas, "Dito mati!"Michael mengernyitkan dahi.Mati?Mati di hari ulang tahun?Danny tidak membiarkan Dito melewati hari ulang tahunnya?"Bagaimana dia bisa mati?" tanya Michael.Evie menelan ludahnya, "Hadiah yang diberikan Danny kepada Dito adalah peti mati. Dito menggantung dirinya di depan semua orang."Tanpa sadar Michael berdiri.Sebuah peti mati, hadiah buat Dito.Kekejaman Danny melebihi perkiraan Michael. Wajar Evie tidak berani-berani macam. "Apa dia tidak takut dengan reaksi orang-orang?" tanya Micha
Read more

Bab 1112

Di kediaman Keluarga Nangong.David sudah mengetahu apa yang terjadi di Chinatown. Performa Michael di perusahaan membuatnya David puas. Menurut David, anak muda itu harus memiliki performa yang baik. Hal inilah yang tidak dimiliki Ronan dan Andy. Mereka hanya berani di dalam perlindungan Keluarga Nangong.Namun Michael berbeda. Dia memiliki performa yang tidak mudah dipengaruhi lingkungan. Sekarang Danny sudah mulai bergerak, ini membuat David semakin menaruh harapan pada Chinatown. Dia ingin melihat apa yang akan dilakukan Michael.Danny adalah orang nomor satu paling kejam di Chinatown. Akan menarik melihat sepak terjangnya dengan Michael.Karena itu David tidak akan melakukan apa-apa. Dia ingin melihat batas kekuatan Michael. Keluarga Nangong berbeda dengan keluarga kaya lainnya. Meskipun nama mereka jarang didengar, tapi mereka bisa mengontrol ekonomi. Itulah kelebihan keluarga mereka. Ronan dan Andy sama sekali tidak memiliki kekuatan. Jika posisi kepala keluarga disera
Read more

Bab 1113

Paula sudah tidak melihat Michael beberapa hari terakhir ini semenjak dia menjadi asisten James. Keadaan ini membuat hidupnya menjadi lebih tenang. Namun saat berinteraksi dengan James, Paula merasa tidak nyaman karena di matanya, James suka mencari muka di depan Michael. Sebelumnya, Paula menyangka James orang baik tapi sekarang pandangannya berubahPaula tidak mengerti apa yang menjadi alasan orang-orang mengambil jalan pintas. Padahal jika memang tidak ada kemampuan, tidak perlu sampai mencari muka. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada orang yang begitu serius menjalani pekerjaannya seperti James. Satu per satu manajer senior pergi meninggalkan kantor. TIba-tiba ponselnya berbunyi.Saat melihat siapa yang meneleponnya, Paula menjadi takut. "Bos," ujar Paula dengan gugup. "Sampaikan pesanku pada Michael. Tidak peduli siapapun musuhmu, jangan segan melakukan apapun yang terbaik," perintah David.Paula tidak paham apa maksudnya. Dia mengangguk, "Jangan khawatir bos.
Read more

Bab 1114

Paula tidak mengerti perasaan Evie. Dia mendengarkan Evie menceritakan soal Michael tapi Paula sama sekali tidak percaya. Sat Michael datang, Paula menyampaikan pesan David kemudian pulang.Perasaan Evie menjadi lebih baik. Dia sudah tidak menangis lagi. Dia bertanya pada Michael, "Ada apa? Kenapa David menitipkan pesan untukmu?""Sepertinya dia bermaksud mengatakan padaku kalau ada seseorang yang datang ke Amerika. Aku menduga orang itu adalah Ronan," kata Michael.David pasti memiliki alasan kenapa dia berkata seperti itu. Jadi Michael mengira, Ronan yang akan datang ke Amerika. Lagipula, dia ingin menjadi kepala Keluarga Nangong. "Seperti apa Keluarga Nangong itu?" tanya Evie dengan penasaran. Meskipun Michael sudah menceritakan mengenai Keluarga Nangong tapi hanya sebatas di permukaan saja. Masih banyak yang Evie belum ketahui soal Keluarga Nangong.Michael menggelengkan kepala, "Sebenarnya aku juga tidak tahu banyak tapi mereka memang keluarga yang sangat kaya raya.""Sek
Read more

Bab 1115

Hari pertandingan. Michael datang ke sirkuit balap. Dia melihat Santiago dan timnya sedang sibuk mempersiapkan mobil balap.Bagi Santiago, hari ini adalah hari pertama dia memulai babak baru. Sudah bertahun-tahun dia tidak merasakan suasana seperti ini. Sekarang dia diberi kesempatan untuk kembali berjaya. Dia tidak ingin mengecewakan Michael."Bagaimana perasaanmu?" tanya Michael.Santiago merasa gugup. Keringat mengalir di keningnya. "Michael, jangan cemas, aku akan berusaha semaksimal mungkin," ujar Santiago."Tidak perlu memaksa diri sendiri terlalu banyak. Aku tidak memandang penting hasil pertandingan ini. Bersikaplah seperti biasanya," kata Michael sambil menepuk pundak Santiago. Seketika perasaan Santiago tidak enak. Biasanya orang-orang yang menaruh harapan tinggi pada pengemudi mobil balap. Santiago sudah kenyang dengan perasan itu. Namun Michael mengatakan dia tidak peduli."Michael, asalkan kamu memberiku waktu, aku pasti akan kembali dengan kemenangan," kata San
Read more

Bab 1116

Kekejaman Danny sudah diketahui orang-orang saat pesta ulangtahun Dito. Semua orang di sana menunggu reaksi Michael. Michael pernah menyuruh mereka berlutut. Hari ini mereka bisa melihat Michael yang berlutut."Akhirnya, Michael merasakan apa yang kita rasakan. Tidak mungkin dia menolak perintah Danny.""Ya, jika dia menolak, dia akan mati.""Aku sudah menantikan hal ini."Orang-orang berbisik membicarakan Michael. Sedangkan Michael tersenyum pada Danny, "Bukannya kamu yang seharusnya berlutut?"Ucapan Michael membuat orang-orang tercengang. Bahkan mereka mengira mereka salah mendengar ucapan Michael. Michael menyuruh Danny berlutut. Apa dia gila!Ryan menelan ludahnya. Kalau dia ada di posisi Michael, sudah pasti lututnya akan lemas. Tapi Michael punya keberanian seperti itu. Hal yang sama ada di pikiran Cooper. Mulutnya terbuka lebar mendengar ucapan Michael. Meskipun dia membenci Danny, tapi dia tidak berani menolak perintahnya."Dia sinting. Dia belum mendengar apa y
Read more

Bab 1117

Peti mati!Kata ini membuat Evie mematung.Menurutnya, Michael harus menerima perintah Danny. Dengan begitu, nyawanya akan selamat. Namun Evie tidak pernah menyangka Michael hendak mengirimkan peti mati pada Danny!Evie tidak bisa membayangkan reaksi Danny saat dia menerima hadiah peti mati di depan kediaman Keluarga Han! Pasti akan terjadi keributan di Chinatown. "Apa kamu gila?" Evie menatap Michael. Michael tersenyum, "Aku tidak akan bertahan kalau aku tidak gila."Evie mengenggam tangan Michael, "Pikirkan baik-baik. Kamu tidak paham dengan akibat perbuatanmu itu."Evie tidak ingin hidup Michae jadi bertambah rumit. Dia juga tidak ingin Michael mati. Ini Danny!Danny pernah mengakibatkan suatu peristiwa di Chinatown yang membuat orang-orang jadi takut.Setelah pensiun, Danny menyuruh Dito gantung diri di hari ulang tahunnya. Kejadian ini membawa kegemparan di Chinatown.Mulai hari itu, tidak ada yang berani melawan pria tua itu. Maka tindakan Michael ini tidak hanya
Read more

Bab 1118

Fransesca merasa puas dengan keputusan Evie. Namun Daniel tidak puas. Meskipun Daniel tidak setuju tapi kedua perempuan yang dia cintai sudah memutuskan hal seperti itu. Dia hanya bisa pasrah. "Evie, kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya Daniel.Evie mengangguk. Hati dan pikirannya sudah mantap. Dia akan tetap mendukung Michael. Asalkan ada Michael di sampingnya, Evie rela terjun ke dalam jurang. "Ayah, aku yakin dengan keputusanku," kata Evie.Daniel mendatangi mereka berdua dan memegang bahu mereka, "Kalau begitu, Keluarga Qi akan selalu berusaha mendampingi Michael apapun yang terjadi. Aku harap Michael tidak mengecewakan kita."Daniel sudah membayangkan efek jika Michael kalah. Nyawa mereka bertiga akan habis di tangan Danny.Danny tidak pernah menjadi orang yang bertindak setengah-setengah. Semua lawannya pasti menemui kematian. Sementara itu, Teresa bertemu dengan Danny di halaman belakang. Teresa tidak paham dengan alasan Danny yang tidak segera membunuh Michael
Read more

Bab 1119

"Ok, tunggu di sini, " ujar Michael. Teresa berdiri di depan pintu masuk rumah Michael. Dia tidak berniat masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba, dia berkata Michael, "Ferry sudah mati. Iya kan?"Teresa tidak ingin membuang waktu. Dia percaya dengan nalurinya. Michael berhenti melangkah. Badannya menjadi tegang. "Aku sudah tahu. Kamu tidak perlu membohongiku," ujar Teresa sambil tersenyum. Michael menengok ke arah Teresa, "Kalau kamu sudah tahu, kenapa kamu ke sini?"Teresa tertawa kencang. "Ha ha ha, tidak kusangka kamu memberi jawaban," ujar Teresa dengan nada bangga. Michael mengedikkan bahu. Tidak ada gunanya dia menyembunyikan informasi padanya.Lawannya bukan Teresa. Bukan dia yang Michael jadikan target. Danny sekarang menjadi perhatian Michael. "Kamu tahu kenapa aku menjawab pertanyaanmu?" tanya Michael."Memangnya itu penting? Asalkan kamu mengaku, aku tidak peduli dengan alasanmu," ujar Teresa.Michael berkata, "Maksudku, aku sudah tidak menganggapmu sebagai lawan
Read more

Bab 1120

Keesokan harinya, Michael datang sendirian ke tempat jual peti mati. Bos tempat itu adalah seorang pria tua dengan rambut abu-abu. Dia memiliki kerutan di wajahnya. Tubuhnya bungkuk seperti menahan beban hidup. "Bos, kapan pesananku selesai?" tanya Michael.Sang bos menjawab dengan suara serak, "Anak muda, aku sudah mengusahakan yang terbaik. Paling cepat, besok.""Tidak bisakah lebih dipercepat pengerjaannya? Aku justru ingin membawanya besok, " kata Michael. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya. "Aku ini sudah tua. Aku harap kamu mengerti," kata sang boss.Michael tidak ingin menekan pria tua itu tapi dia memang tidak memiliki banyak waktu. "Bos, bagaiamana kalau aku membantumu?" saran Michael.Wajah sang boss menjadi terkejut. "Jangan cemas, bayaranmu tetap sama," ujar Michael.Sang bos tersenyum. Dia menggelengkan kepala, "Apa kamu yang bernama Michael? Jangan-jangan peti mati ini untuk Danny?"Michael tidak menyangka sang bos bisa menebak siapa dirinya.Seperti
Read more
PREV
1
...
110111112113114
...
333
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status