The Billionaire's Flower

The Billionaire's Flower

last updateLast Updated : 2024-06-09
By:  Stone JellyfishCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
32Chapters
1.0Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Violet's world just changed and she's not the only one. After caught fleeing on the day of her arranged marriage, Violet must now live with her future husband, Leo Whitlock. As Violet deals with her parent's death, Leo is pressured to convince her to marry him. They soon find themselves seeking comfort in each other's company, but their family secret's might block out any warmth. Love will bloom, weeds will perish and a cold day might end them all.

View More

Chapter 1

Chapter One

Mikhael tidak pernah percaya pada takdir. Hingga hari ia bertemu dengannya lagi—seperti benang merah yang tak pernah benar-benar putus.

"Kamu milikku sekarang. Dan selama kamu milikku… dunia ini tidak bisa menyentuhmu."

Kalimat itu diucapkan berulang kali dan menjeratnya dengan paksa.

Kalimat yang seharusnya menjadi perlindungan, tapi terasa seperti kutukan.

Di antara batas kepemilikan dan perlindungan, kebencian dan kerinduan, mereka terjebak. Mikhael ingin menyelamatkannya… dengan cara yang paling brutal. Dan Ann ingin membencinya…dengan cara yang paling menyakiti Mikhael.

...

Ann tak pernah menyangka hidupnya akan berubah dalam satu hari. Hari itu, ia baru saja lulus SMA—tertawa bersama teman, memimpikan kuliah dan dunia baru yang menanti, kemudian pulang dengan taksi yang ia pesan. Tapi begitu pintu tertutup, bau menyengat menusuk hidungnya. Seseorang membekapnya. Lalu gelap.

Satu satunya hal yang telah ia sadari adalah dirinya sedang diculik. Tangannya terikat kuat dan lakban menutup mulutnya. Mengunci semua akses untuk keluar dari mobil ini.

Siapa yang menculiknya, akan dibawa kemana dirinya, dia sama sekali tidak tahu tentang masa depan seperti apa yang menantinya.

Ann panik. Kepalanya berdenyut. Dua gadis lain bersamanya—satu sudah terjaga dan menatap Ann dengan mata ketakutan, satu lagi masih tertidur karena obat.

Mobil terus melaju dari jalan sepi ke jalan ramai yang asing. Hingga rem berderit cukup nyaring, mobil itu berhenti. Ann sedikit mengintip ke luar. Lampu neon berwarna merah muda dan biru berkedip di sepanjang jalan sempit. Asap rokok menggantung di udara, bau alkohol menusuk hidung. Musik keras berdentum dari klub malam. Wanita-wanita bergaun minim berdiri di depan bar, tersenyum pada pria-pria mabuk yang lalu-lalang.

Setidaknya yang ia tahu adalah tempat ini tidak aman dan seharusnya tak akan pernah berada dalam jangkauannya—jika saja ia tidak diculik untuk sampai ke sini.

Pintu mobil dibuka. Seorang Pria bertato naga yang menjalar di sepanjang tangannya dengan kaos putih tanpa lengan itu mengulurkan tangan ke arahnya. Menarik hingga ia terhuyung-huyung hampir jatuh jika bukan karena cengkeraman kuat pria itu.

Salah satu wanita mencoba kabur. Tapi hanya butuh hitungan detik bagi pria lain menyeretnya kembali. Semua menjadi saksi bahwa melawan hanya akan berujung luka. Pria lain menyumpah dalam bahasa asing—terdengar kasar, beraksen keras ketika mendapati wanita dalam gengamannya mencoba kabur. pintu mobil yang semula terbuka dibanting dengan keras.

Ann, bersama kedua wanita lainnya dibawa masuk ke sebuah tempat yang dengan papan bertuliskan bahasa asing yang diterangi lampu merah redup. Lorong sempit, suara rintihan, bau alkohol serta asap rokok menemani mereka sepanjang jalan. Lengket, panas, yang makin membuatnya tak nyaman.

Mereka melewati berbagai lorong dan ruang, dibawa lebih dalam, dan lebih dalam lagi. Setiap belokan memperlihatkan sisi lain dari dunia yang tak pernah dia bayangkan benar-benar ada.

Pria dan wanita bercinta dimana saja. Semua kabur dalam kabut tipis yang melayang dari puntung-puntung ganja dan serbuk putih yang berpindah tangan tanpa sembunyi.

Ini tempat yang menelan batas—antara moral dan dosa, antara nyata dan khayal, antara hidup dan mati.

Langkah kaki bergaung saat seorang wanita muncul dari balik tirai manik-manik.

“Tak menawarkan mereka padaku, Pichai?”

Ia mengenakan cheongsam hitam ketat dengan bordir peony merah. Rambutnya disanggul rapi dengan tusuk konde giok, senyumnya sensual meski wajahnya menunjukkan usia. Tetap anggun dan memikat.

“Madam Lin, kami harus menawarkan mereka ke area bawah tanah. Pertandingan tinju menarik orang penting—mereka pasti membayar lebih tinggi, jauh darimu,” jawab pria bertato naga yang mencengkeram Ann.

"Jika mereka tak terjual kau bisa melemparnya kesini," wanita itu berkata dengan sinis lalu pergi dengan dua orang berperawakann besar dibelakangnya.

Ann dan dua orang lainnya kembali didorong ke depan. Menyusuri lorong demi lorong. Di dinding, lampu-lampu neon yang tadinya berkilau kini tinggal redup berkedip. Musik yang sebelumnya berdentum kini hanya gema jauh yang terdengar seperti suara rintih. Semakin mereka berjalan, semakin samar suara dunia luar. Dan semakin dekat… suara jeritan dan juga sorakan.

"Mikhael! Mikhael! Mikhael!’’

Nama itu berulang-ulang diteriakkan, seperti mantra pemanggil iblis dalam udara yang lengket oleh keringat, darah, dan kegilaan. Sorak-sorai menggema di arena tinju ilegal yang lebih mirip kandang hewan buas sedang menampilkan dua orang petinju yang bertarung hidup atau mati.

Menang dan dapatkan uangnya, maka kau akan dihujani uang—judi besar, nama besar, pesta semalam suntuk atau kalah, dan tubuhmu akan diseret ke lorong belakang. Tak ada upacara. Tak ada belas kasihan.

Mayat akan dilempar ke kawanan anjing, atau ke kandang serigala hitam yang menjaga tempat ini dari gangguan luar.

Para penculik tertawa di depan arena. Seolah menyaksikan tontonan komedi—bukan pertarungan hidup dan mati yang membuat tulang-tulang remuk dan darah membanjiri tanah.

“Saatnya bertaruh lagi,” ujar salah satu sambil mengisap cerutu, matanya berbinar seperti penjudi, bukan manusia.

Di tempat ini, Orang-orang bukan hanya terbiasa dengan kekejaman—mereka mencintainya. Mereka memujanya. Mereka bertaruh di atasnya.

Di tengah hiruk pikuk, Mikhael berdiri tegak di bawah sorotan cahaya. Tubuhnya berkeringat, berotot, penuh luka—tapi matanya penuh amarah, dingin yang menusuk seperti hewan buas yang tak ingin diganggu siapapun setelah menumbangkan mangsanya.

Tangannya diangkat sebagai pemenang pertarungan brutal malam itu. Sorak sorai pun meledak liar, merayakan kemenangan yang berdarah.

Sang juara tak terkalahkan.

Ann gemetar ketakutan, bahkan jauh lebih takut ketika dia menyadari dirinya diculik.

...

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
32 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status