Share

Chapter 72 (Andai)

Author: Scorpio_Girl
last update Last Updated: 2025-02-27 21:35:58

"Masuklah, besok saya akan menjemput kamu!" ucap Revan ketika mobil yang ia kendarai telah berhenti di pelataran rumah mewah milik keluarga Hansel. Malam telah larut, dan Revan ingin memastikan Adnessa sampai rumah dengan selamat.

Adnessa mengerutkan keningnya, "Saya bisa berangkat sendiri, Pak. Tidak perlu merepotkan Anda!" tolaknya halus, merasa tidak enak merepotkan Revan.

Revan yang duduk di belakang kemudi menghela napas, ia memposisikan dirinya dan menoleh ke arah Adnessa yang telah berdiri di depan pintu mobil miliknya. "Dengan keadaan kamu yang seperti ini, saya tidak yakin kamu bisa baik-baik saja sampai di kampus," ucap Revan sedikit khawatir, mengingat suasana hati Adnessa yang sedang tidak baik-baik saja. Ia takut Adnessa melamun dan tidak fokus di jalan.

"Anda meragukan saya, Pak?!" tanya Adnessa dengan nada sedikit menantang, berusaha menyembunyikan kesedihannya.

Revan mengedikkan bahunya, "Yang penting besok saya akan menjemput kamu. Ingat, besok kamu ada wawancara maga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 73 (Pria tidak bercerita, tiba-tiba melamar!)

    Hening, seketika suasana di ruang makan berubah. Axcel menatap Ayahnya dengan tatapan tidak percaya, "Papa serius?" tanyanya dengan suara bergetar, berusaha mencari kepastian.Jonathan menghela napas, menatap putranya dengan tatapan kecewa. "Ya, Papa serius," jawabnya tegas. "Papa sudah melihat sendiri bagaimana Revan memperlakukan Adnessa. Dia pria yang baik, bertanggung jawab, dan sangat menyayangi Adnessa. Papa yakin, dia bisa membahagiakan Adnessa."Axcel mengepalkan tangannya, menahan amarah dan cemburu yang membara di dadanya. Ia merasa seperti kehilangan segalanya, 'Tidak adil, ini tidak adil. Apakah semesta benar-benar tidak merestui kita bersama, Ness?!' Axcel yang diam-diam mencoba untuk mencari cara agar terbebas dari jeratan Erika seketika putus asa, mendengar bahwa ayahnya justru akan menjodohkan Adnessa dengan Revan, sahabatnya sendiri."Tapi, Pa, Axcel sangat mencintai Adnessa!" ucapnya dengan nada putus asa, berusaha mengingatkan Ayahnya."Cinta?" Jonathan menatap putr

    Last Updated : 2025-02-28
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 74 (Perjudian ternekat)

    'Bagaimana kalau kalian nanti sekalian bertunangan?'Kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinga Adnessa. Bahkan, selama di perjalanan gadis itu terlihat murung. Membuat Revan yang melihat ekspresi itu bertanya-tanya."Apa ada yang membuatmu tidak nyaman?" tanya Revan, matanya tetap terfokus pada jalanan di depannya. Ia merasa khawatir melihat Adnessa yang diam dan murung.Adnessa menggeleng, terlihat sekali jika suasana hatinya sedang tidak baik-baik saja. 'Entahlah, aku sendiri juga bingung dengan diriku,' batinnya, matanya menatap keluar jendela, menatap kosong ke arah jalanan yang mereka lalui.Revan sangat tidak tenang melihat sikap Adnessa seperti ini. Perlahan, ia menepikan mobil yang ia kendarai agar dapat leluasa untuk menatap Adnessa. Dengan lembut, Revan menyentuh tangan Adnessa. Membuat gadis yang tengah terhanyut dalam lamunan itu terkejut.Adnessa tersentak, ia menoleh ke arah Revan dengan tatapan penuh tanya. "Ada apa, Pak?!" tanyanya bingung, menyadari mobil yang ia

    Last Updated : 2025-03-01
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 75 (Syarat?!)

    Adnessa mengangguk, "Hmmm. Kenapa? Apa Pak Revan ingin berubah pikiran?!" tanya Adnessa menyelidik, ia sedikit ragu melihat ekspresi Revan saat ini. Hanya mendengar kalimat 'syarat', apa dia sudah akan mundur?! Memang pria tidak bisa diandalkan."Apa saya melakukan kesalahan?" tanya Revan melihat bagaimana ekspresi wajah Adnessa ketika menatapnya. Ia merasa bersalah jika telah membuat Adnessa salah paham.Adnessa menghela napas, "Katanya tadi tidak menyesal memilih saya, Pak. Tapi ini... Bapak sudah terlihat bimbang setelah saya mengajukan syarat.""Bukan begitu maksud saya, Ness. Kamu salah paham dengan saya!" raut kecemasan yang terlihat di wajah dokter tampan itu seketika berubah menjadi panik. "Saya sama sekali tidak pernah bimbang dalam hal yang menyangkut kamu dan hubungan kita. Hanya saja, khawatir jika nanti syarat yang kamu ajukan sangat menyulitkan saya!"Menyulitkan? Apa maksud Pak Revan? Adnessa semakin tidak mengerti dengan maksud Revan, "Apa Anda takut saya akan menjadi

    Last Updated : 2025-03-02
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 76 (Mahasiswi cantik kesayangan dosen killer)

    "Dosen killer?!" Revan sedikit terkejut ketika Adnessa memilih untuk menyematkan panggilan itu sebagai panggilan kesayangannya kepada Revan."Pfffftttttt," Adnessa mengangguk, gadis itu tertawa hingga matanya menyipit, pipinya merona merah. Membuat Revan yang melihat tawa lepas itu ikut bahagia, hatinya menghangat."Jadi konsepnya... Mahasiswi cantik milik dosen killer?!" tanya Revan, seraya memarkir mobilnya di area kampus. Ia merasa panggilan itu unik dan menggelitik.Tawa Adnessa seketika terhenti, 'Kenapa justru terdengar sangat intim?!' batin Adnessa sedikit salah tingkah, jantungnya berdebar tak karuan. Ia menoleh ke arah luar jendela untuk menyembunyikan rona di wajahnya yang semakin memerah. Namun, ia justru dibuat terkejut dengan pemandangan area kampus yang ramai dengan mahasiswa."LOH, PAK?!" teriak Adnessa membuat Revan tersentak mendengar suara melengking Adnessa."Ada apa?!" tanya Revan khawatir, menoleh ke arah Adnessa, matanya menelisik mencari sesuatu yang salah."Ken

    Last Updated : 2025-03-03
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 77 (Sesi wawancara)

    "Denger-denger, hari ini penguji yang datang adalah CEO Wijaya Group sendiri!" ucap Laluna, matanya membulat penuh antusias, seolah sedang membicarakan bintang film terkenal."Yang benar?" tanya Fransisca tidak percaya, alisnya terangkat, menandakan keraguan yang besar."Beneran, anak-anak yang mendaftar di perusahaan itu banyak yang cabut. Katanya CEO itu terkenal galak!" Laluna mengangguk-angguk, memperkuat ucapannya dengan nada meyakinkan."Tapi katanya CEO-nya muda, ya?" tanya Fransisca lagi, penasaran, membayangkan sosok CEO muda yang karismatik.Laluna mengangguk, "Hmmm.""Yang penting ganteng, gak, sih?!" sahut Fransisca yang justru menjawab dengan sebuah candaan, tawanya terdengar renyah, mencairkan suasana tegang."Biar pun ganteng, tapi... Mau dibawa ke mana-mana tetep gantengan Pak Revan!" sahut Laluna, matanya berbinar-binar, membayangkan ketampanan dosen favorit mereka."Kalian sedang ngomongin apa?!" tanya Adnessa yang baru saja menyusul langkah sahabatnya, akibat Revan

    Last Updated : 2025-03-05
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 78 (Keterpaksaan)

    Debaran yang tadinya sudah mulai normal, kembali tidak beraturan setelah mendengar suara Aldynata yang menghentikannya. Apa aku membuat kesalahan? Batin Adnessa bimbang."Makan dengan saya," ucap Aldynata seolah tidak menerima penolakan, suaranya terdengar datar namun tegas, "setelah itu, kamu baru boleh pergi!"Adnessa terdiam, menatap Aldynata dengan tatapan bingung. Ia merasa aneh dengan permintaan Aldynata. Mengapa CEO perusahaan sebesar Wijaya Group mengajaknya makan siang?"Tapi, Pak..." Adnessa mencoba menolak dengan halus, suaranya terdengar ragu. Ia merasa tidak nyaman dengan ajakan Aldynata."Tidak ada tapi-tapian," potong Aldynata, suaranya terdengar dingin. "Saya sudah memutuskan, kamu akan makan siang dengan saya."Adnessa menelan ludah, merasa terintimidasi dengan sikap Aldynata. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia merasa terjebak dalam situasi yang tidak nyaman."Kalau kamu bersedia, maka saya akan memberi satu nilai plus. Bukannya itu sangat baik? Cukup membantu penila

    Last Updated : 2025-03-06
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 79 (Memulai semuanya dengan benar)

    Setelah perdebatan panjang antara Revan dan Aldynata yang berebut untuk mengajak Adnessa makan siang. Adnessa yang tidak sanggup melihat betapa hebohnya dua pria dewasa di depannya ini, akhirnya memutuskan untuk menerima ajakan mereka berdua. Ia merasa pusing dengan perdebatan mereka, dan ia ingin segera makan.Kehebohan Revan dan juga Aldynata ternyata tidak hanya sampai di situ. Ketika mobil yang mereka tumpangi berhenti di basement salah satu pusat perbelanjaan dan pertokoan elit di kota itu. CEO dan dosen tampan itu kembali berebut untuk membukakan pintu untuk Adnessa."Biar saya saja, Dy," ucap Revan, suaranya terdengar tegas. Ia merasa sebagai orang yang lebih dekat dengan Adnessa, lebih tepatnya sebagai kekasih gadis itu, ia merasa lebih pantas membukakan pintu untuk Adnessa."Tidak, saya yang akan membukakan pintu untuknya," balas Aldynata, suaranya terdengar dingin. Ia merasa sebagai CEO perusahaan tempat Adnessa magang, ia berhak memperlakukannya dengan baik."Ckkkk." Adness

    Last Updated : 2025-03-07
  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 80 (Ada apa dengan Erika?!)

    "Adnessa?!" Revan sangat terkejut. Suaranya terdengar cukup keras melihat Adnessa yang terjatuh setelah bertabrakan dengan seseorang. Ia merasakan jantungnya berdebar kencang, khawatir dengan keadaan Adnessa.Begitu pun dengan Aldynata. Walaupun tidak seheboh Revan, ia juga khawatir dengan keadaan Adnessa. Matanya menatap Adnessa dengan tatapan cemas, dan ia tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak segera berlari ke arah Adnessa. Memastikan jika gadis itu baik-baik saja.Melihat kejadian itu, Aldynata dan Revan segera berlari menghampiri Adnessa. Ingin memastikan keadaan Adnessa. Mereka berdua sama-sama khawatir dan ingin melindungi Adnessa.Sedangkan Adnessa, gadis itu masih terdiam melihat kehadiran Erika di sana. Ternyata, gadis yang bertabrakan dengannya tadi adalah Erika. Adnessa merasa terkejut dan tidak nyaman dengan kehadiran Erika.Namun, semua rasa ketidanyamananya teraihkan setelah melihat Axcel juga berada disana. Entah dari mana, pria itu berasal yang pasti, Axcel melang

    Last Updated : 2025-03-09

Latest chapter

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 94 (Kegilaan Axcel Vs Ketulusan Revan)

    Adnessa menghela napas, bayangan dirinya di cermin pagi itu tak ubahnya hantu pucat. Mata sayunya, lingkar hitam di bawahnya, saksi bisu malam tanpa lelap. Kata-kata Axcel semalam berputar-putar di kepalanya, racun yang menggerogoti ketenangannya."Dari mana dia tahu?" bisiknya, dahinya berkerut dalam.Gemericik air dari wastafel kamar mandi menjadi latar sunyi lamunannya. Namun, ketenangan itu pecah saat sepasang tangan kekar melingkar posesif di perutnya, membuatnya tersentak keras."Axcel!" serunya, mendorong tubuh itu menjauh. Matanya menyala marah, suaranya bergetar. "Apa yang kau lakukan di sini?!"Perlahan, Axcel mengulurkan tangannya, meraih jemari Adnessa dengan cengkeraman penuh keyakinan. "Menikahlah denganku, Ness," ucapnya, suaranya serak namun tegas. Mata elangnya, yang biasa memancarkan dominasi, kini redup, penuh permohonan."Kau gila!" Adnessa mendesis, menarik tangannya dengan kasar. "Di saat tunanganmu mengandung anakmu, kau malah mengajakku menikah? Lucu sekali!""

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 93 (Siapa ayah anak itu. Axcel?)

    Mata Axcel terbelalak setelah membaca laporan yang baru saja diberikan oleh kaki tangannya beberapa saat lalu. Tangannya bergetar, mata dan wajahnya memerah seperti menahan sebuah rasa yang tiba-tiba saja menggebu. "Adnessa hamil?!" lirihnya.Axcel terdiam, menatap beberapa lembar kertas di tangannya. Baru kali ini ia tahu alasan kenapa Adnessa beberapa saat lalu tiba-tiba ingin bersekolah di luar negeri dan sekarang justru ingin menikah, ternyata gadis itu tengah mengandung. Mengetahui fakta ini, masih ada sedikit pertanyaan yang mengganjal di hatinya. Siapa ayah anak ini?!"Jangan-jangan ayah anak ini..." Axcel segera melangkahkan kakinya terburu-buru menuju kamar Adnessa, memastikan siapa sebenarnya ayah dari anak yang dikandungnya. Jika di lihat dari laporan ini, mungkin saja anak itu miliknya.Pria tampan bermata biru dengan postur tubuh atletis itu melangkahkan kakinya lebar, seluruh tubuhnya berdesir merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan, membayangkan kenyataan ini. Ia memoho

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 92 (Keputusan untuk menikah)

    "Aku memilih..." Adnessa menatap ke arah Revan dengan perasaan ragu. "Aku lebih memilih Pak Revan," ucapnya mantap. Dari semua pilihan yang ada di dalam otaknya, sepertinya ini adalah pilihan yang terbaik. Mengingat Axcel yang telah bertunangan dan bahkan segera memiliki keturunan dari Erika. Untuk apa lagi dirinya bimbang? Sudah jelas, jika bersama Revan jauh lebih baik.Revan tersenyum. Kebahagiaan di wajahnya, tidak bisa lagi disembunyikan. "Terima kasih karena sudah percaya dengan saya, sayang!" sahutnya seraya menggenggam tangan Adnessa erat."Tidak mungkin," lirih Axcel, tidak percaya. Perlahan ia melepaskan genggaman tangannya di tangan Adnessa. Menatap kearah Adnessa dan Revan dengan tatapan sulit di jelaskan."Gue harap, ini yang terakhir kalinya lo ganggu Adnessa seperti ini, Xel!" ucap Revan datar, suaranya terdengar tegas memperingatkan Axcel. Pelukannya juga terlihat posesif kepada Adnessa, seolah memberitahu jika Adnessa telah menjadi miliknya. "Sebentar lagi, kami juga

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 91 (Dilema, diantara dua pilihan)

    Mobil yang dikendarai oleh Revan telah berhenti di pelataran kediaman Hansel. Seulas senyuman tersungging menghiasi wajah tampannya melihat Adnessa yang masih tertidur pulas, bersandar di bahunya.Revan yang tadinya ingin membangunkan Adnessa, mengurungkan niatnya. Ia memutuskan untuk menunggu sampai gadis itu terbangun sendiri. "Apakah hari ini begitu melelahkan, sayang?" lirih Revan, merapikan anak rambut Adnessa yang sedikit berantakan dengan lembut. Dengan hati-hati, Revan membenarkan jas miliknya yang ia gunakan untuk menyelimuti Adnessa, tidak ingin mengganggu tidur gadis itu."Sudah bangun, sayang?" tanya Revan, ketika melihat Adnessa mengerjap.Dengan mata memerah khas bangun tidur, Adnessa terlihat bingung. Gadis itu mengedarkan pandangannya ke arah sekitar."Sudah sampai dari tadi?""Hmmm," sahut Revan dengan lembut.Adnessa menegakkan tubuhnya, "Kenapa tidak membangunkan ku?!""Kamu terlihat begitu lelah, sayang. Saya tidak tega untuk membangunkanmu!" sahut Revan.Adnessa m

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 90 (Kerinduan Axcel)

    'Adnessa?' batin Axcel bimbang, melihat siluet yang sangat mirip dengan Adnessa. Apakah yang ia lihat tadi benar-benar Adnessa atau hanya orang yang mirip saja dengan gadis itu?Tanpa sadar Axcel melangkah, mengikuti gadis yang terlihat mirip dengan Adnessa, membuat Erika yang tengah bersamanya menatap bingung ke arah Axcel yang tiba-tiba pergi."Axcel? Ada apa denganmu?" Erika, yang merasa diabaikan, menatap Axcel dengan kesal. Sedari tadi ia berbicara, namun Axcel hanya diam, dan sekarang justru meninggalkannya.Axcel tersadar, ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Erika yang tergopoh-gopoh mengikuti langkahnya. "Tidak ada. Saya hanya ingin mencari ruang untuk merokok!" sahutnya beralasan.Erika menatapnya curiga, tapi kemudian mengangguk. "Ya sudah, tapi cepat kembali! Sebentar lagi giliranku dan kamu harus menemaniku, Axcel!"Axcel mengangguk, ia segera melangkahkan kakinya keluar, mencari jejak gadis yang sangat mirip dengan Adnessa tadi.Sesampainya di depan rumah sakit

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 89 (Kelegaan)

    Adnessa menumpahkan segalanya kepada Laluna dan Fransisca. Ia menceritakan kehamilannya, sosok Axcel yang penuh misteri, dan keputusan Revan yang tiba-tiba untuk menikahinya. Air mata mengalir di pipinya, membasahi kisah yang selama ini ia simpan rapat-rapat.Laluna dan Fransisca mendengarkan dengan seksama, mata mereka membulat karena terkejut, air mata menetes karena simpati. Mereka merasa kasihan pada Adnessa, tetapi juga kagum dengan kekuatan dan ketegarannya."Gue nggak nyangka lo ngalamin semua ini, Ness," ucap Laluna, suaranya bergetar, memeluk Adnessa erat. "Kenapa lo nggak cerita sama kita, sih?""Iya, Ness," timpal Fransisca, mengangguk setuju. "Kuat banget lo nyimpan masalah serumit ini sendirian," lanjutnya, memeluk Adnessa erat, menyalurkan kekuatan kepada sahabatnya."Mau bagaimana lagi?" sahut Adnessa sendu, mengusap perutnya yang masih rata. "Sebenarnya gue juga nggak ingin berada di situasi seperti ini. Tapi... gue takut kalian akan marah dan menjauh setelah tahu masa

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 88 (Mulai terungkapnya hubungan)

    Fransisca dan Laluna yang penasaran degan hubungan mereka, akhirnya "Ness, tunggu!" teriak Laluna, mencoba menghentikan langkah Adnessa."Kalian kenapa?" tanya Adnessa. Menatap bingung ke arah dua sahabatnya bergantian, melihat dua sahabatnya berdiri di belakangnya dengan napas terengah-engah.Dengan napas tersenggal-senggal karena habis berlari mengejar langkah Adnessa, Laluna dan Fransisca saling menatap. Mereka sedikit ragu ingin bertanya tentang hubungan sahabatnya ini dengan dosen mereka, melihat Revan yang masih berada di sana.Laluna menyenggol bahu Fransisca, meminta agar gadis itu yang menanyakannya."Apaan sih, lo?" gumam Fransisca, "Lo takut?""Bukannya gue takut, hanya saja gue tidak memiliki banyak energi untuk mendengar kebenarannya nanti!" sahut Laluna beralasan."Ckkk," decak Fransisca kesal dengan sikap Laluna.Adnessa mengerutkan kening, melihat gelagat aneh dua sahabatnya ini. "Apa yang tengah kalian diskusikan?"Fransisca dan Laluna terkesiap mendengar pertanyaan

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 87 (Keputusan Revan)

    "Saya... saya akan pergi, Pak," ucap Adnessa, suaranya bergetar. "Saya akan pindah sekolah ke luar negeri.""Pindah sekolah?" ulang Revan, alisnya terangkat. "Kenapa tiba-tiba?""Saya... saya ingin mencari pengalaman baru, Pak," jawab Adnessa, berbohong. Ia tidak ingin Revan tahu tentang kehamilannya."Pengalaman baru?" gumam Revan, menatap Adnessa dengan tatapan curiga. "Atau kamu ingin menghindar dari saya?"Adnessa terdiam, ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia merasa takut jika Revan akan marah atau kecewa."Saya... saya tidak menghindar dari Anda, Pak," jawab Adnessa akhirnya, berbohong lagi. "Saya hanya ingin mencari pengalaman baru."Revan menghela napas panjang, "Lalu, apa Axcel mengetahui hal ini?!" Tanyanya dengan kening berkerut, berfikir jika Adnessa telah memberitahukan kehamilannya kepada Axcel."Tahu," singkat Adnessa. Memang Axcel mengetahui niatnya yang ingin berseklah di luar negeri.Revan mengangguk, ia mengerti kenapa Adnessa tiba-tiba ingin pindah ke luar negeri. P

  • Terjerat Pesona Kakak Tiriku   Chapter 86 (Rencana untuk keluar negri)

    Semalaman Adnessa benar-benar tidak bisa beristirahat dengan tenang, ia terus memikirkan langkah apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Membesarkan anak seorang diri... Itu bukanlah hal yang mudah, apalagi di usianya yang masih belia."Kamu sakit, Ness?!" tanya Margaretha, melihat wajah Adnessa yang tampak pucat.Adnessa menggeleng, "Adnessa baik-baik saja, Ma. Hanya perut Adnessa teasa sedikit sakit!" sahutnya yang memang merasa mual, melihat beberapa makanan yang tersaji di atas meja."Apa perlu kita periksakan ke rumah sakit?" tanya Jhonatan cemas, takut jika ada kondisi serius yang tidak segera mereka ketahui tentang kesehatan Adnessa.Ke rumah sakit? Yang ada akan menambah masalah untuknya. Untuk saat ini, ia belum memiliki keberanian untuk mengatakan kondisinya yang sebenarnya. "Tidak perlu, Pa. Ini hanya sakit biasa, Nessa juga sudah minum obat tadi. Nanti juga mereda sendiri sakitnya," sahutnya berbohong."Benarkah?" tanya Jhonatan sedikit ragu.Margaretha menepuk pelan pundak

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status