Teresa pov.Seusai membeli hampir semua benda yang diinginkan oleh putri sulung sebagai kado ulang tahun, Teresa kemudian meminta izin pada sang ibu untuk pergi menemui seseorang.Tanpa menaruh rasa curiga apapun, Melina, ibu Teresa hanya menganggukkan kepalanya tanpa bertanya apapun lagi membiarkan dirinya menjaga sang cucu yang tengah asik memilah gaun untuk dikenakannya di hari pesta ulang tahunnya.Di sebuah bar bawah tanah, Teresa menemui pria misterius, ia menukarkan sejumlah uang banyak dengan sebotol wewangian yang katanya berfungsi untuk meningkatkan hasrat bercinta.Setelah mendapatkan benda yang diinginkannya, Teresa pun kembali menghampiri kedua orang tuanya dan juga putrinya yang ternyata sudah selesai memilih gaun mana yang akan dikenakan nanti.Sesampainya di rumah, Teresa meminta pada ibunya untuk menjaga Clarissa untuk sementara waktu. " Memangnya kamu mau kemana? " Tanya Melina.Dengan wajah malu-malu, Teresa hanya tersenyum penuh arti sebagai jawaban. Seaka
Tiga bulan kemudian.Semua keluarga kerajaan termasuk para menteri dan juga seluruh rakyat kota Maraham sangat antusias menyambut ulang tahun putri Clarissa, mereka berbondong-bondong menyiapkan kado spesial ulang tahun untuk sang putri untuk menarik perhatian sang Raja dan Pangeran.Hal ini bagaikan sebuah rutinitas wajib yang di lakukan setiap kelahiran anggota kerajaan, termasuk Ibu Suri Agung, Raja, Ratu, Pangeran dan Putri mahkota.Setiap hari spesial itu tiba, seluruh rakyat maraham dengan sengaja menutup toko-toko hanya untuk menghiasi jalanan dan mempersiapkan berbagai acara untuk bisa memenangkan hati anggota kerajaan. Sama halnya dengan yang mereka lakukan saat ini, seperti menghias jalan dengan bunga-bunga serta menyiapkan puluhan ribu lampion yang nantinya akan di terbangkan setelah sang putri meniup lilin.Di sisi lain, saat para rakyat tengah menyiapkan persiapan ulang tahun, di kediaman Zaiden. Clarissa sangat antusias menyambut pesta ulang tahunnya, ia sangat penas
Meski kedatangannya tidak di sambut dengan hangat, namun Alona cukup puas dengan melihat ekspresi Teresa dan juga ibunya yang tampak sangat terkejut sekaligus bingung tak tahu harus bersikap seperti apa padanya, ada tatapan khawatir yang terpancar dari sorot mata mereka.Berbeda dengan Enes Tikta, ayah Alona yang tampak senang namun juga terlihat bingung dan takut dengan perbuatannya di masa lalu. Takut jika putrinya akan membencinya dan tak lagi menganggapnya sebagai Ayahnya lagi karena ia menyadari bahwa dirinya memang pantas mendapatkannya. Menyadari apa yang tengah di pikirkan Ayahnya, Alona berjalan menghampiri sang Ayah sembari merentangkan kedua tangannya, " Setelah enam tahun kita tak bertemu, apa Ayah tak rindu padaku? "Enes Tikta terdiam sejenak, lalu di detik berikutnya ia menarik putrinya ke dalam dekapannya, memeluknya dengan erat sembari menangis, menyesali perbuatannya di masa lalu yang mungkin akan sulit di maafkan oleh siapapun termasuk dirinya sendiri. "
Karena Alona mengatakan bahwa dirinya tidur di sebuah penginapan, sebagai seorang Ayah, Enes Tikta mengajak Alona untuk kembali ke rumah.Namun, Alona tak langsung mengiyakan permintaan sang Ayah, ia terlebih dahulu mencuri-curi pandang pada ibu tirinya, Melina yang berdiri di samping Ayahnya.Seakan mengerti dengan sikap putrinya, Enes Tikta menatap istrinya, memintanya untuk menerima putrinya kembali ke rumah." Tentu saja, lagi pula rumah kita adalah rumah dia juga, kan Alona? "" Benarkah? Tapi bagaimana dengan masa laluku yang telah mencoreng nama baik keluarga? "" Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu, Mama yakin orang-orang pasti telah melupakannya, jadi pulanglah bersama kami, " ucap Melina.Kedua sudut bibir Alona terangkat ke atas kemudian memeluk ibu tirinya, sebenarnya ia tahu bahwa ibu tirinya itu pasti sedang menahan amarah, kekesalan dan kebenciannya, tapi seperti dia lebih pandai menjaga imagenya di depan umum berbeda dengan Teresa yang tak bisa mengontrol ekspresi tak
Setelah menimbang-nimbang secara matang, Alona kemudian memutuskan untuk menerima tawaran tersebut dan seminggu kemudian mereka memutuskan untuk menikah dan tinggal bersama di samping rumah Emma beserta membawa Elios, Tomi, Timi dan juga Lipe. sedangkan Gerald yang sudah kembali di tugaskan untuk menjaga kastil bersama Viona meski wanita itu sempat menolak dan tak terima dengan pernikahan tuannya dengan Alona. Namun pada akhirnya ia hanya bisa pasrah menerima semuanya. Di awal minggu pertama pernikahan, Alona merasa sangat canggung dan juga mu berada di dekat Edward, terkadang tanpa di sadari ia menghindarinya.Namun seiring berjalannya menyusun rencana bersama-sama, Alona mulai terbiasa dengan kehadiran, kehangatan, perhatian Edwar padanya, bahkan tanpa di sadari dirinya selalu merindukan setiap sentuhan tangan sang suami, seperti yang tengah dilakukannya sekarang. Keduanya saling terhubung satu sama lain di bawah selimut untuk melepas rindu.Meski mereka baru berpisah be
Teresa povSetelah pengumuman atas kehamilan keduanya, bukannya senang, suaminya, Zaiden malah marah besar dan mempertanyakan siapa Ayah dalam janin tersebut. " Bukankah aku sudah mengatakannya pada mu, ini adalah anak mu! Mengapa kamu tak percaya padaku? Apa kamu pikir aku gila? Bagaimana bisa aku memiliki anak dengan orang lain, sedangkan aku masih memiliki suami?! " Terang Teresa yang berusaha meyakinkan suaminya.Namun, suaminya malah mendengus kesal dan bersikeras, mengatakan bahwa dia tak akan mengakui bahwa janin di dalam perut itu adalah bayinya sebab dia tak pernah lagi menyentuh Teresa, Jadi tidak mungkin bayi itu adalah miliknya.Begitu pula dengan Teresa yang juga bersikeras bahwa bayi di dalam kandungannya adalah milik Zaiden." Kalau begitu katakan padaku, kapan kita melakukannya? " Teresa pun terdiam tak menjawab." Lihat, kamu bahkan tidak bisa mengatakannya, jangan katakan kalau kita melakukannya saat aku mabuk, karena sekalipun aku tak pernah kehilangan k
Untuk melancarkan rencananya, Teresa kemudian meminta bantuan teman lamanya, Shora, untuk menyingkirkan Alona sepenuhnya. Sebab ia tak tahan melihat tatapan suaminya itu yang di penuhi rasa cinta yang berbanding balik saat menatapnya.Tanpa sepengetahuan siapapun, ia bersama Regas pergi menemui pria berkekuatan es itu di sebuah tempat perjudian, perbudakan, obat-obat terlarang dan juga tempat prostitusi yang cukup terkenal di dunia bawah.Awal perkenalan mereka adalah saat pertama kali ia mendapat Ayah dan juga saudari baru. Sejujurnya sejak awal dirinya sangat tak menyukai kakak tirinya, karena ia mengakui bahwa paras sang kakak tiri lebih cantik darinya, di tambah wanita itu memiliki kekasih yang begitu tampan dan mempesona.Karena perasaan iri dan cemburu yang dirasakannya, membuat Teresa terjatuh ke dalam kegelapan dan mempertemukannya dengan Shora.Kala itu, Shora mendekatinya terlebih dahulu dan mengatakan akan membantunya untuk mendapatkan apa yang Teresa mau.Tentunya Ter
Esok harinya, Teresa tiba-tiba mengajak keluarganya untuk berlibur termasuk Alona.Di kawal dengan beberapa pengawal kerajaan, mereka pergi menuju sebuah gunung di mana terdapat sebuah ladang dari berbagai jenis bunga.Semua orang terkesima, termasuk Alona yang langsung jatuh cinta pada bunga matahari yang mengingatkannya pada Elios.Saat itu juga, ia langsung teringat dan merindukan putra sulungnya, rasanya dirinya sangat ingin berlari dan menemuinya, namun ia tak bisa melakukannya, sebab ada banyak pasang mata yang mengawasi setiap gerak geriknya, ia meyakini bahwa orang-orang tersebut tak lain dan tak bukan adalah orang-orang kepercayaan Teresa.Alona merasa bahwa wanita itu seperti tengah memastikan sesuatu, maka dari itu ia meminta Edward untuk menjauh darinya sementara waktu.Di saat tengah menikmati keindahan dari sebuah bunga matahari, tiba-tiba Teresa datang menghampiri. " Hai kak, " sapanya dengan sopan." Hai. " Balas Alona dengan singkat." Maafkan karena aku pernah meluka