LOGINNatasha Harkins, the daughter of the alpha of Blackheart Pack was asked by her father to marry Alpha Redd Larson of the Whitesword Pack. Why? Because that alpha could only save their business and the orphanage she was managing. She wouldn't allow it. She had a mate for crying out loud! It was another alpha from another pack—Alpha Ali. She thought everything was alright between Alpha Ali and her but he suddenly called her one night saying, "I, Ali Stevens, reject Natasha Harkins as my mate.” Would she be forced to accept Alpha Redd's marriage proposal now?
View More“Dasar Obe gak becus! Kerja tuh lihat situasi di sekitar kamu! Jangan memaju-mundurkan alat pel ini kalau ada orang lewat!” teriak seorang pria dengan amarah yang memuncak sambil menendang alat pel yang ada di hadapannya. “Untung saja ak—” bentakan tamu pria itu terhenti ketika melihat wajah tukang bersih-bersih yang hampir membuatnya terjatuh. “Ah, ternyata kamu, Arya. Pantesan aja kerjaanmu gak pernah bener sama sekali!”
Tukang bersih-bersih yang bernama Arya memasang wajah datar di saat mendengar hinaan yang terlontar. Walaupun yang membuat lantai basah bukanlah hanya dirinya saja, melainkan rekan kerja yang bertugas mengepel lantai bar yang ada di rooftop hotel bintang lima.
Arya membungkuk hormat. “Maaf, saya akan mengeringkan lantainya saat ini juga.”
“Maaf, maaf. Kamu kira menyelesaikan masalahku yang hampir terjatuh ini hanya selesai dengan permintaan maaf saja?” balas seorang tamu pria dengan tatapan nyalang sambil menunjuknya. “Untung kakiku gak terkilir, kamu sudah membuang waktu yang sangat berharga dan kerugian waktuku yang banyak ini gak serta merta bisa tergantikan dengan ucapan permintaan maaf saja!” hardiknya. “Malam ini, aku sial banget ketemu kamu di sini!”
Mendengar ucapan tamu pria itu, seorang penari striptis yang mengenakan pakaian mini dan terbuka lebar di bagian perut dan kakinya yang jenjang meraba dan memijat pundaknya berceletuk, “Ada apa, Mas Krisna? Kenapa kamu marah-marah, Sayang? Hmm? Kamu kenal dengan dia?”
Semua karena alat pel, kain yang menggelantung di bahu kanan dengan perlengkapan pembersih lainnya serta pakaian khas pembersih Bar dan hotel yang membalut tubuhnya yang kekar, kemungkinan bisa menarik dan memikat hati para wanita yang berkelas, berduit dan seksi di hadapannya saat ini dengan paras rupawan dan mata yang menjorok ke dalam dan lebar, jika tidak mengetahui kekurangan fisiknya di bagian kaki yang tidak ada satu.
Pria bertubuh kurus dan tinggi bernama Krisna tampak menyesalkan pertemuannya dengan Arya di acara yang paling berharga malam ini di Bar untuk melepas penat bersama teman-temannya. Kekesalan itu tak bisa disembunyikan olehnya hingga menghela napas panjang sambil mengusap bibirnya sekilas.
“Aku sangat menyayangkan bahwa mengenalnya.” Dia mendecakkan lidah sambil berkata, “Dia adalah suami adikku yang bernama Cahaya, yang kerjaannya hanya menghamburkan uang adikku dan gak berguna sama sekali. Dia juga menyusahkannya karena jalan tanpa bantuan kaki palsu harus dituntun,” hinanya tanpa memedulikan keberadaan Arya di sampingnya.
Penari striptis menutup mulutnya dengan menggunakan satu tangan sambil memandang Arya dengan tatapan jijik dan menggelengkan kepala. “Astaga, yang kamu sering bilang ke teman-teman dan kepadaku bahwa dia kerjaannya menyusahkan adikmu dan menghabiskan uangnya, kan?” Dia memperhatikan penampilan Arya dengan detail. “Ganteng, sih mending jadi simpanan Tante-tante aja, tapi ada yang mau gak, ya. Sedangkan, kakinya aja cacat dan mana bisa mau berhubungan badan. Bagaimana dia berhubungan badan dengannya, ya?”
“Saya permisi dulu karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan,” ujar Arya dengan wajah datar dan mempertahankan sikapnya yang profesional.
Arya Soeparman, suami dari Cahaya Sentosa merupakan cucu pebisnis properti yang kaya raya di Negara yang banyak lautan. Arya tidak memiliki latar belakang yang jelas dan bukan berasal dari keluarga kaya raya, awal pernikahan mereka tidak direstui. Namun, dengan ikatan cinta dan kegigihan dua insan yang memiliki niat baik maka mendapatkan restu dari keluarga Cahaya.
Walaupun pernikahan mereka mendapat restu, tetap saja perlakuan keluarga Cahaya terhadapnya. Mereka selalu memperlakukan buruk dan menganggapnya sebagai menantu tidak berguna.
“Eh, kamu mau ke mana? Aku belum menginzinkanmu pergi. Kamu main pergi aja,” cegah Krisna sinis.
Arya menghentikan langkahnya, lalu melihat Kakak Cahaya yang menjadi tamu terhormat di Bar tempatnya bekerja. Sekuat tenaga untuk bersabar, pria itu berbalik badan sambil menatap datar.
“Ada lagi yang mau dibersihkan lantainya atau ada bagian mana yang kotor?”
“Kotor, kotor, seharusnya kamu itu nenangin aku dulu. Kamu tahu, kan tugas seorang Obe di sini?! Kamu tahu, kan kalau aku adalah tamu spesial di sini atas undangan dari pemilik hotel dan bar ini?!” sindir Krisna dengan pandangan yang merendahkan.
“Wah, wah, seorang Obe membuat tamu spesial marah-marah apalagi tamu ini adalah kakak iparmu sendiri. Sayang sekali, kamu memiliki adik ipar yang pekerjaannya rendahan dan … menikah dengan seorang tukang bersih-bersih yang cacat begini,” sahut seorang pria yang melangkah dari sisi kanan sambil menatap tajam dan menyapu penampilannya dari atas sampai bawah.
Dia adalah Keanu Stagle, seorang putra konglomerat yang juga seorang Direktur Pemasaran di perusahaan Stagle Group tempat Cahaya bekerja dan pemilik butik baju pengantin pria dan wanita di dua negara asing. Dia punya dendam kepadanya karena gadis yang dicintai lebih memilih menikah dengan seorang tukang bersih-bersih yang memiliki cacat fisik di bagian kaki dibandingkan dirinya yang memiliki kekayaan melimpah.
Ketidaksempurnaan Arya di bagian kaki dibongkar oleh kakak iparnya di depan banyak orang, tetapi tidak banyak orang mendengar hal itu. Namun, Keanu ternyata mendengar ketidaksempurnaannya sehingga kesempatan menghina lebih besar di depan seluruh pengunjung di Bar.
“Bagaimana rasanya berjalan dengan bantuan kaki palsu?” ledek Keanu sambil terkekeh dan memerhatikan keadaan di sekitarnya.
“Rasanya pasti gak enak, dong apalagi kalau mau aktifitas ranjang dengan adikku,” jawab Krisna yang tertawa meledek sambil menatap sinis.
Cacat kaki Arya merupakan bekas amputasi dari kecelakaan hebat di jalanan sempit menuju pegunungan yang terjadi padanya saat masih di bangku sekolah menengah pertama. Pria berparas tampan harus kehilangan kakinya ketika mengetahui tidak bisa disembuhkan akibat tertindih mobil. Ketidak sempurnaan itu tertutup oleh wajah rupawan sehingga tidak banyak orang mengetahuinya.
Kala itu, dia tidak hanya kehilangan kaki, dia juga kehilangan seorang Ibu yang menyayanginya. Rencana liburan dengan bekal seadanya menjadi mala petaka untuknya dalam seumur hidup.
“Benar juga. Suami gak berguna! Bisanya menyusahkan istri! Coba dulu, Cahaya mau menikah denganku pasti akan gak sesusah ini harus mengurus suami cacat untuk membantu memasangkan kaki palsu dan memikirkan uang bulanan. Dia pasti sudah bahagia denganku dengan duduk manis, belanja, foya-foya dan perawatan diri.” Keanu menghina Arya sambil menaik-turunkan alisnya dan kedua tangan di depan dada.
“Ya, pastinya dia pasti pakai aji-aji untuk mengubah pikiran dan pandangannya agar selalu melihat dia dengan parasnya yang rupawan saja, masalah fisik gak peduli,” sindir Krisna yang menatap sinis. “Dia pikir aku gak tahu isi kepala orang gak berguna dan miskin yang memanfaatkan Cahaya dengan fisik yang gak sempurna untuk mengambil semua harta keluarga besar Sentosa. Jangan ngimpi!”
Arya mengernyitkan dahi mendengar ucapan Krisna yang menyakitkan. Semua tuduhan itu sangat menyakitkan baginya! Apalagi Keanu dan penari striptis ikut menghinanya dengan kata-kata sampah.
Namun, Arya tetap berusaha sabar dan mengembangkan senyuman manis di bibirnya. Percuma, meladeni orang-orang yang awalnya memang tidak suka dengannya sehingga mengeluarkan satu kata atau kalimat pun tetap salah.
“Lihatlah dia malah senyum-senyum sendiri. Memang gila,” ucap Keanu dengan nada meledek dan tertawa meledek.
Arya tetap menampakkan senyuman lebar di bibir, sebisa mungkin menahan diri untuk tidak marah. Lalu, ia berbalik badan dan pergi meninggalkan mereka. Namun, langkahnya terhenti kembali ketika Keanu mengeluarkan kalimat yang membuat dadanya tersungut.
“Berita terkini, seorang pebisnis kaya raya sedang mencari seorang anak lelaki yang hilang dengan ciri-ciri tinggi, putih, berambut cokelat gelap, mata menjorok ke dalam, bola mata berwarna cokelat dan hidung mancung, fisik sempurna. Jika ada yang menemukannya silakan datang ke salah satu kantor di bidang properti dan mendapatkan uang sejumlah seratus ribu dolar.”
Beberapa orang di sekitar Arya tertawa terbahak-bahak saat Keanu menawarkan bantuan yang sangat tidak pantas diucapkan di hadapannya. Namun, suara tertawa menggelegar terhenti ketika Keanu melihat televisi yang ada di sisi atas menampakkan sebuah berita yang mengabarkan bahwa dicari seorang pria dari anak keluarga konglomerat di dunia yang memiliki banyak bisnis dan disebut Raja bisnis yang hanya menyebutkan ciri-ciri dan jumlah uang ketika menemukan sosok itu.
“Wah, pebisnis konglomerat yang mana ini nyari anak lelakinya yang hilang?” Krisna bertanya-tanya sambil menatap Arya yang berusaha profesional. “Coba saja orang hilang yang ada di televisi itu kamu. Tapi, sayangnya itu mustahil dan jauh dari ciri-ciri yang disebutkan,” ledek Krisna sambil tertawa meledek.
Arya tetap tersenyum sambil menundukkan kepala. Semua ucapan tidak perlu dibalas dengan kata-kata karena percuma saja.
“Hei, pria cacat! Bagaimana kalau aku membantumu dengan uang satu miliar, tapi Cahaya harus tidur denganku selama dua jam saja malam ini? Hmm?” lontar Keanu lalu tertawa meledek.
NATASHA:Alpha Redd and I reached the pack in one piece. Almost everyone had gone to sleep, except some of the warriors doing some patrol and servants on their night duty. And I was grateful that none of my family were awake to ask me and scold me for going home late. The servants, upon spotting Alpha Redd, shut up and continued whatever they were doing.I unbuckled my seat belt and was about to push the door open when someone opened it for me—Alpha Redd. It sickened me how he continued to act like a gentleman even if that was not him. Not saying anything, I stepped out of the car and was about to go straight inside the house when Alpha Red pulled me to a stop by holding my wrist. My eyebrows furrowed as I watched our connected hands. "Not that fast, my little Tasha. You haven't said goodbye to your husband, yet."He was so tall that I had to crane my neck. Gritting my teeth, I looked up at him and said, "We are not married, yet. You are not my husband, yet. I might change my m
NATASHA:My stupid tears won't stop falling as my lips quivered.Pathetic, Natasha. How could you make yourself this vulnerable in front of the alpha?Alpha Redd was right. Given my current state, I was indeed pathetic and my pitiful tears would not stop falling at all. They were unending, making me look in a more embarrassing spot. The only thing that I was thankful for was that Alpha Redd was not laughing at me. It's fine now. You have to pull yourself together, Natasha. I slapped my face and angrily wiped my tears away while glaring at Alpha Redd. His eyes locked at my tears and his mood became even more sour. He did not like what he was seeing. A growl escaped from his lips. "It makes me mad that you're crying over a bastard like him, Tasha. He is not worthy of your tears."Ali was worth everything. All through our relationship, he was nothing but sweet to me. He was kind and the type of man who would take care of my needs even if he had his own. He was the prince charming
NATASHA: The rest of the drive was uneventful, with me not wanting to talk to the driver. An unfamiliar song wafted through the air, while I had been constantly checking my phone to check if Abby had texted. None. That woman. Tomorrow, we will talk and she should have a lot of explaining to do. The car had smelt so much of cedarwood—Alpha Redd's scent. No matter how many times I told myself that I should not sniff his scent, but sometimes, I found myself inhaling his scent, calming my nerves which should not happen! I must not forget that Alpha Redd was my enemy. If he did not come into the equation, Ali might not reject me at all. I thought he would just leave me alone when he started opening his mouth. "What's your favorite color?" he asked out of the blue. He was trying his best to make me warm up to him, but he would find it difficult. He will try his damndest to get my trust because he will have a difficult time with that. I gave him a half-shrug. I always gave Alpha
My mood suddenly turned sour after hearing the name of Lysander's alpha. Did I come here to forget about that jerk only to be reminded? What kind of prank was this? And why was Abby not here?"Why? Don't tell me you will be wedded to him?" I did not answer.Realization dawned on him.“Fuck.” Lysander sniffed me once more, and realization dawned on him. "That's Alpha Redd's scent. You were the one whom he was referring to? You are his mate?""Unfortunately, he is. Did you bring him with you? Your alpha?""Was he that bad? I have known him since we were children. You will like him eventually.”I scoffed. “Like him? I’m not a fool. Did you even know about our agreement?”“Contract marriage? He did tell me everything. I was the only one who knew about it.”Good. The smaller the circle of people who know about it, the better. “Where is that bastard?”I wished I was drunk right now and told him all the vulgar words that were playing in my mind to appease myself. “Careful with the choice
When I did not answer, Abby cursed again. My ears would likely bleed if she did not stop muttering curses. If Father knew I had learned to say curses from her, I was sure he wouldn't allow me to be friends with Abby.Despite her foul mouth, Abby was the sweetest friend I could ever have, and I can
Redd Larson just freaking kissed me on the lips, and it seemed he did enjoy it. But not me. It was only a brief kiss. More like a friendly kiss, but because it was Alpha Redd who did it, it was repulsive. I felt raw anger toward him. When he pulled away, my palms had a mind of their own and connec
"Dad! Is this your way of controlling my life?" "I am not controlling your life, Natasha." "Then what? What do you call this? I thought we were still looking for someone who would invest in the company. But what is happening right now? You wanted me to marry someone whom I barely know?" Alpha Red
My knees lost the strength to stand up and a pair of strong arms comforted me. The smell of cedarwood hit my nose and temporarily dulled the pain of my fresh rejection. I looked up and saw Alpha Redd giving me a worried expression. "Tasha. Are you all right?" "What happened, Natasha?" Daddy asked












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.