Rick's Dilemma

Rick's Dilemma

last updateTerakhir Diperbarui : 2021-05-31
Oleh:  aNDY hUDSONTamat
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
9.9
31 Peringkat. 31 Ulasan-ulasan
332Bab
64.5KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Family tried to seperate a happily wed couple. But sudden wealth levels the playing field. Family drama tries to come between them, but their love will survive.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter 1

Airin masih berusia 17 tahun ketika kabar itu datang. Usianya masih belia; dunia yang ia kenal hanyalah sekolah, sahabat, dan mimpi-mimpi kecil tentang masa depan yang ingin ia bangun sendiri. Malam itu, selepas magrib, suasana rumahnya begitu tenang. Dari luar jendela, suara jangkrik bersahut-sahutan, berpadu dengan gemerisik dedaunan yang digoyang angin malam.

Lampu pijar kuning tergantung di langit-langit ruang tamu, memancarkan cahaya temaram yang membuat bayangan ayah dan ibunya jatuh panjang di dinding. Mereka duduk berdua di kursi kayu jati, wajah-wajahnya lebih serius dari biasanya. Airin, yang baru saja membereskan buku-bukunya, dipanggil ke ruang tamu.

Dengan langkah pelan, ia duduk di kursi rotan di hadapan mereka. Tangan mungilnya meremas ujung rok panjang bermotif bunga yang ia kenakan. Ada sesuatu yang terasa berbeda malam itu, dan perasaan itu membuat dadanya sesak.

“Ada apa, Yah?” tanyanya ragu, mencoba tersenyum tipis untuk mencairkan suasana. Namun, tatapan ayahnya tak memberi ruang bagi senyum itu untuk tumbuh.

Ayahnya menarik napas panjang. Matanya menatap lurus ke arah putrinya, seakan ingin memastikan kabar ini benar-benar meresap. Lalu dengan suara pelan, namun tegas, ia berkata,

“Nak, mulai bulan depan… kau akan menikah dengan Arlan.”

Sejenak, dunia seperti berhenti berputar. Kata-kata itu menggema di telinga Airin, berdentum lebih keras dari suara jangkrik di luar, lebih kuat dari detak jantungnya sendiri. Ia memandang ayahnya dengan mata membelalak, kemudian beralih pada ibunya, berharap ada tawa kecil, atau penjelasan bahwa ini hanya candaan belaka. Namun wajah mereka tetap serius.

Airin tahu siapa Arlan. Lelaki itu bukan sosok asing. Ia adalah teman dekat keluarga, sosok yang sejak kecil akrab dengan rumah mereka. Arlan, lelaki mapan yang dihormati di desa, berpendidikan, tampan, dan santun. Banyak gadis diam-diam mengaguminya, berharap suatu saat bisa dipinang olehnya. Tapi ada satu hal yang Airin tahu, dan mungkin hanya ia yang tahu lebih dalam: hati Arlan sudah lama tertambat pada seseorang.

Inayah. Kakak kandungnya sendiri.

Ingatan masa kecil itu datang silih berganti, menyayat hati Airin. Bagaimana Arlan sering datang dengan membawa oleh-oleh kecil untuk Inayah—sekadar buku catatan, pita rambut, atau buah dari perjalanan dinasnya. Bagaimana tatapan matanya selalu mengikuti setiap langkah Inayah, dan bagaimana kakaknya itu tersenyum malu dengan mata yang berbinar ketika Arlan ada di dekatnya. Semua itu begitu nyata, dan bukan rahasia lagi. Airin yakin, bahkan kedua orang tuanya tahu arah hati Arlan sebenarnya.

Menelan ludah yang terasa kering, Airin memberanikan diri untuk bersuara, meski suaranya bergetar.

“Tapi… Yah, Arlan—”

Ibunya segera memotong dengan suara lembut, tapi tegas. “Ini demi keluarga kita, Rin. Arlan adalah pilihan terbaik. Dia bisa menjaga masa depanmu, menjaga kehormatan keluarga ini.”

Airin menunduk. Kata-kata ibunya itu seperti belati yang menusuk perlahan. Kehormatan keluarga. Masa depan. Semua itu terdengar begitu berat untuk dipikul seorang gadis 17 tahun yang bahkan masih ragu akan dirinya sendiri.

Malam itu menjadi malam terpanjang bagi Airin. Ia masuk ke kamarnya dengan langkah gontai, lalu merebahkan diri di atas kasur tipis yang tertutup sprei bunga-bunga. Matanya menatap langit-langit, kosong. Perasaan takut, bingung, dan kecewa bercampur jadi satu. Ia tahu ia tidak bisa menolak begitu saja.

Ia mendengar langkah kaki di luar kamarnya. Inayah baru saja pulang dari rumah sahabatnya. Kakaknya itu tersenyum seperti biasa ketika membuka pintu kamar, tidak tahu badai apa yang sedang menghantam adiknya.

“Rin, kau sudah tidur?” tanyanya sambil duduk di tepi ranjang.

Airin hanya menggeleng pelan. Ia ingin bercerita, ingin berteriak, ingin mengatakan bahwa lelaki yang selalu ada dalam hati kakaknya kini akan menjadi suaminya. Tapi kata-kata itu membeku di tenggorokannya. Bagaimana mungkin ia menyakiti Inayah dengan kabar itu? Bagaimana mungkin ia tega?

Maka yang keluar dari bibirnya hanyalah, “Tidak, Kak. Aku hanya capek.”

Inayah mengelus rambut Airin dengan penuh kasih sayang, lalu berkata, “Kau harus jaga kesehatan. Kau sebentar lagi ujian akhir. Jangan terlalu banyak pikiran.”

Airin mengangguk, pura-pura memejamkan mata agar Inayah tidak bertanya lebih jauh. Saat kakaknya keluar kamar, barulah ia menangis dalam diam.

Hari-hari berikutnya berjalan bagai mimpi buruk yang tak bisa ia hentikan. Kabar pertunangannya dengan Arlan mulai menyebar dari mulut ke mulut di desa. Para tetangga tersenyum penuh arti, mengucapkan selamat, bahkan beberapa gadis memandangnya dengan iri. Mereka tidak tahu pergulatan batin yang ia alami.

Di sekolah, sahabat-sahabatnya mulai menggoda.

“Airin, kau beruntung sekali. Arlan itu idaman semua orang!” ujar Sari sambil tertawa kecil.

Airin hanya tersenyum hambar. Dalam hati, ia ingin berteriak, beruntungkah aku jika harus menikahi lelaki yang tidak pernah mencintaiku?

Sementara itu, Arlan sendiri semakin sering datang ke rumah. Setiap kali ia hadir, suasana menjadi kaku. Airin selalu berusaha menunduk, menghindari tatapan matanya. Ia tahu, di balik sorot mata itu, ada bayangan kakaknya. Arlan berusaha bersikap ramah, berbicara sopan, seakan ingin menunjukkan bahwa ia menerima perjodohan ini dengan lapang dada. Tapi Airin bisa membaca kesedihan yang tersembunyi di balik senyumannya.

Suatu sore, Airin memberanikan diri untuk berbicara dengan ayahnya di teras rumah. Angin berhembus pelan, membawa aroma tanah basah setelah hujan.

“Yah… bolehkah aku bertanya sesuatu?” suaranya lirih.

Ayahnya menutup koran yang sedang dibacanya, lalu menatap Airin dengan lembut. “Tentu, Nak. Ada apa?”

“Kenapa harus aku, Yah? Kenapa bukan Kak Inayah? Bukankah… Arlan lebih dekat dengan Kakak?”

Pertanyaan itu membuat ayahnya terdiam cukup lama. Lalu dengan suara berat, ia menjawab,

“Inayah sudah kami janjikan dengan keluarga lain. Ada tanggung jawab yang harus kami tepati. Sedangkan Arlan… dia memilihmu, Rin. Kau harus percaya bahwa ini yang terbaik.”

Airin tercekat. Memilihku? Hatinya menolak mempercayai itu. Arlan tidak pernah memilihnya. Arlan hanya pasrah pada keputusan keluarga, sama seperti dirinya.

Hari demi hari, Airin semakin terperangkap dalam dilema. Malam-malamnya dipenuhi tangis, sementara siang harinya ia harus tersenyum di hadapan orang lain. Ia merasa seperti boneka yang dipaksa memainkan peran, padahal hatinya hancur berkeping keping.

Namun, di tengah semua itu, ada satu hal yang terus menguat di dalam dirinya: tekad untuk bertahan. Meski ia hanya menjadi bayangan dari cinta yang tak pernah menjadi miliknya, Airin tahu ia harus menerima. Demi keluarganya. Demi nama baik yang selalu dijunjung orang tuanya.

Dan malam sebelum pertunangannya, ketika semua orang sibuk mempersiapkan pesta kecil di rumah, Airin berdiri di depan cermin, memandang pantulan wajahnya sendiri. Matanya sembab, tapi di balik itu ada ketegaran yang baru tumbuh.

“Kalau ini takdirku,” bisiknya lirih, “maka biarlah derita ini kubawa sendiri. Sampai mati.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Peringkat

10
97%(30)
9
0%(0)
8
3%(1)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
9.9 / 10.0
31 Peringkat · 31 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

Stacy Hagar
Stacy Hagar
another book this one couldn't pit diwn
2023-10-19 15:47:36
0
0
wishkoskib
wishkoskib
I really enjoyed your story. A true love story and I loved the fact that Rick & Debbie taught people the true meaning of living a "rich" life. Loving others. Excellent read.
2022-10-04 10:18:44
4
1
Frost Hail
Frost Hail
An amazing experience reading this book. it is a great pleasure for us readers to experience the life of the Green Family.
2022-01-11 02:01:17
1
0
David Abdullah
David Abdullah
Beautiful, enjoyed reading this book ...
2022-01-04 07:05:56
1
0
Roman Abad
Roman Abad
I enjoyed this book, easy read with lot's of emotion!
2022-01-02 16:12:05
1
0
332 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status