Irene memberikan sebuah susu kotak pada Hotaru yang sedang duduk di atas kap mobilnya sembari menatap ke arah es atau salju yang menutup bagian permukaan air sungai.Saat ini mereka berdua sedang berada di pinggiran sungai. Irene memarkirkan mobilnya tepat di pinggir jalan yang ada di sisi sungai. Sehingga, mereka tidak perlu duduk di rumput untuk melihat ke arah sungai atau pun langit malam.Hotaru menerima susu kotak itu sembari menatap ke arah Irene yang juga duduk di sisi kirinya."Maaf, ya, karena telah memintamu ikut denganku malam-malam seperti ini," ujar Irene lalu meminum soda kaleng miliknya."Tidak masalah. Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Hotaru sambil menancapkan sedotan ke susu kotak miliknya."Perihal perempuan yang disukai oleh Kenma.""Aku tau dia sedang menyukai perempuan. Tapi aku tidak tau siapakah perempuan itu. Jadi kalau kamu mau menanyakan perihal itu padaku, menurutku kamu salah orang.""Aku tidak sedang mencari informasi perihal perempuan itu. Lagipula ak
Kenma terkejut saat melihat Oslo berada di luar restoran tempatnya bekerja. Ia sudah cukup lama tidak melihat tampang laki-laki itu, jadi saat melihat laki-laki itu muncul kembali ke dalam kehidupannya, membuatnya bertanya-tanya, apakah ada sesuatu yang sebenarnya sudah terjadi?"Apakah pekerjaan paruh waktumu sudah selesai?" tanya Oslo sambil berjalan mendekat ke arah Kenma."Sudah. Apa ada yang kamu butuhkan dariku?" jawab Kenma."Tidak ada. Aku hanya ingin bertemu denganmu. Ayo aku antarkan pulang."Kenma melihat ke sekitar. Tidak ada satu pun kendaraan di sana. "Kamu mau mengantarku pulang pakai apa? Kamu saja tidak bawa kendaraan. Lagipula aku ingin berkunjung ke taman lebih dulu," tanya Kenma."Jalan kaki. Jadi anak muda jangan manja," balas Oslo sambil tersenyum kecil."Itu namanya tidak mengantarkan. Tapi menemani.""Cuma salah sedikit ini.""Ah, sudahlah. Aku tidak ingin berdebat denganmu."Saat Kenma ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja Oslo memberikannya sebuah plast
Hotaru dan Kenma duduk di sebuah kursi yang letaknya berada di pinggir taman. Tatapan Hotaru tertuju pada sebuah pohon sakura. Sedangkan tatapan Kenma tertuju pada Sander dan Oslo yang sedang berbincang tidak jauh dari tempat duduk mereka.Kehadiran Oslo dan isi kantong plastik pemberian laki-laki itu memang membuat Kenma curiga. Hanya saja, Kenma tidak menyangka bahwa semua itu ada sangkut pautnya dengan Hotaru."Kenapa kamu datang ke sini lagi? Bukankah kamu mengatakan padaku bahwa kita tidak perlu lagi datang ke sini lagi sampai kapan pun?" tanya Hotaru sembari menggunakan sarung tangannya."Aku baru saja menyelesaikan pekerjaan paruh waktuku, karena memiliki waktu senggang aku ke sini," jawab Kenma mencoba untuk berbohong."Apakah kamu sering ke sini sendirian sebelumnya?""Tidak juga. Ini pertama kalinya aku ke sini setelah sekian lama. Lalu kamu sendiri, kenapa datang ke sini?""Aku datang ke sini karena mendengar setiap malam kamu selalu datang ke sini."Kenma berdecih saat itu
Rias, Vans, dan Sherly sudah sampai di Kota Vanora. Mereka akan berlibur di kota itu beberapa hari kedepan dan menginap di salah satu hotel milik Rias yang ada di sana.Kebahagian Vans dan Sherly semakin lengkap karena Rias mengizinkan mereka untuk membawa keluarga mereka. Vans membawa istri dan kedua anaknya. Sedangkan Sherly membawa suami dan satu anak laki-lakinya.Saat Rias berserta rombongannya sudah sampai di depan hotel, mereka disambut oleh para pegawai yang berbaris di tepi karpet merah sambil membungkukkan badan mereka sebagai sambutan kepada Rias.Pandangan Rias yang tadinya lurus ke depan, tiba-tiba saja beralih menatap seorang laki-laki muda berseragam jas hotel yang juga sedang membungkukkan badan ke arahnya.Rias tersenyum kecil melihat keberadaan laki-laki itu. Semuanya benar-benar berjalan sesuai rencana mereka. Kenma benar-benar bisa berada di sekitar mereka tanpa harus memberikan pertanyaan besar bagi mereka yang melihat keberadaannya.Rias berserta rombongannya lan
Sherly dan Vans tersenyum lebar saat melihat Kenma dan Rias sedang saling melempar bola salju di pinggir pantai.Biasanya mereka akan mengeluh saat harus menjaga atau mengawasi Rias sampai tengah malam seperti saat ini. Namun kali ini berbeda, untuk saat ini hati mereka benar-benar diselimuti perasaan bahagia.Mereka memang tidak bisa melihat jelas wajah Rias karena sebagian besar wajah Rias tertupu oleh topi dan syal yang digunakan oleh Rias.Namun dari gestur tubuh yang diperlihatkan oleh Rias, Vans dan Sherly yakin bahwa perempuan itu sedang tertawa bahagia di sana."Ahh, sudah sangat lama sekali aku tidak melihatnya bahagia seperti ini," ujar Vans terharu melihat perempuan yang selama ini ia jaga akhirnya bisa tertawa lepas lagi setelah sekian lama. "Aku tidak pernah menyangka bahwa anak kecil itu bisa membawa begitu banyak perubahan dalam kehidupan Rias. Jika seperti ini terus, sepertinya aku bisa pensiun dengan tenang," balas Sherly dengan senyuman tipis di bibirnya."Perihal p
Kenma menutup matanya sembari menikmati angin malam yang menerpa wajahnya. Posisinya sekarang ada di rooftop hotel. Sehingga angin yang menerpa tubuhnya sangatlah kencang dan dingin.Kenma sedikit mulai membuka matanya saat mendengar ada sebuah langkah kaki dari arah belakangnya.Mengingat kondisi cuaca sekarang dan waktu yang sudah tengah malam seperti sekarang, sangat mustahil jika orang yang datang itu adalah Rias. Yang berarti kemungkinan besar orang yang datang adalah Vans.Tebakan Kenma mulai menguat saat tiba-tiba saja ada asap rokok terhirup oleh hidungnya."Aku dengar kamu yang meminta Rias untuk mengizinkanku dan Sherly membawa keluarga kami," ujar Vans setelah menghembuskan asap rokoknya."Aku tidak memintanya. Aku hanya menyarankannya. Dia melakukannya atas kehendaknya sendiri," balas Kenma kembali menutup matanya."Tetap saja, aku sangat berterima kasih padamu. Berkatmu, keluargaku bisa merasakan liburan mewah seperti ini.""Berterimakasihlah pada Rias. Semua ini tidak aka
Oslo menghentikan langkah kakinya tepat di samping Dazai yang sedang duduk di atas sebuah batu besar dengan tatapan mengarah ke kedua orang yang sedang bertarung di tengah-tengah lapangan.Oslo melirik sebentar ke arah Dazai, melihat secara saksama ekspresi laki-laki tua itu. Dan menyimpulkan bahwa hati laki-laki itu sedang diselimuti oleh perasaan senang.Pandangan Oslo beralih menatap salah satu anggota keluarganya yang sedang bertarung di lapangan penuh salju.Jin Nanami. Laki-laki dengan berat 100 kilogram dan tinggi 183 centimeter itu sedang bertarung sangat sengit dengan seorang anak remaja dengan tinggi 160 centimeter dan berat 55 kilogram."Kenapa tiba-tiba saja mereka bertarung?" tanya Oslo pada Dazai."Kenma membutuhkan teman untuk berlatih. Dan Jin membantunya," balas Dazai."Apakah ini terlihat seperti sebuah latihan di matamu?""Tidak. Hanya saja ini menarik untukku."Memang benar ada beberapa kali senyuman muncul di bibir Kenma dan Jin. Namun pertarungan mereka kali ini
Eve mendapatkan informasi bahwa saat ini Kenma sedang berlibur dengan Rias di Kota Vanora. Dan menginap di salah satu hotel milik Rias yang ada di kota itu.Perasaan Eve memanas dan tidak bisa menerimanya begitu saja. Kenyataan bahwa Kenma adalah anaknya memang belum dipublikasikan dan Kenma sendiri belum mengetahui itu. Namun tetap saja ia tidak rela jika seandainya Kenma menginap di hotel bersama seorang perempuan."Kirim seluruh Keluarga Pilar ke Kota Vanora. Kita akan berlibur bersama di sana dan menginap di hotel milik Keluarga Akinori. Katakan juga pada nona Akinori bahwa aku akan menyewa hotelnya untuk sementara waktu," ujar Eve pada Taro."Apakah Anda yakin melakukan itu? Bukankah akan lebih mudah untuk kita mengirim dan memberi perintah pada Keluarga Nanami untuk mengawasi Kenma?" tanya Taro."Keluarga Nanami tidak akan bisa membuat jarak antara Kenma dan Rias. Jika aku tidak bergerak, Kenma akan benar-benar terbuai dalam pelukan Rias. Aku tidak akan rela jika itu benar-bena
Penyerahan kekuasaan benar-benar terjadi.Eve menyatakan pengunduran dirinya dari sebagai kaisar. Membuat semua rakyat kekaisaran Arcane bertanya-tanya apakah yang sebenarnya terjadi. Dan sebagian besar rakyat berkumpul di depan istana untuk meminta Eve tidak turun dari tahtanya.Hanya saja sebelum itu, Kenma juga melakukan pengorbanan. Kenma ke istana. Mengambil upacara kebangsawanan. Namun Keluarga Vermiliion tidak akan menjadi bagian dari Keluarga Pilar. Keluarga Vermiliion hanya akan menjadi keluarga bangsawan biasa. Karena ada satu alasan kuat dibalik itu. Yaitu pernikahan.Semuanya sudah terencana. Eve akan menyerahkan tahtanya pada Keluarga Arcadia. Yang di mana keluarga itu memang memiliki ikatan darah dengan Keluarga Arcane.Touya akan maju sebagai seorang kaisar baru. Dan Eve akan bergabung dengan Keluarga Pilar. Dengan Kenma yang akan diangkat sebagai anaknya.Kenma Vermiliion akan menjadi anak angkat Eve Arcadia. Ada banyak sekali pertanyaan terkait kejadian yang tak terd
Kenma terbangun dari tidurnya. Sebelum tidur, Kenma belum makan. Mungkin karena rasa lapar itulah yang membuat Kenma terbangun walau matahari belum muncul.Kenma terkejut, saat ia bangun dari posisi tidurnya, ia melihat ada seorang perempuan yang berbaring di kasur. Menatap ke arahnya. Eve.Kenma tidak tau kapan perempuan itu datang."Mau ke mana?" tanya Eve masih dalam posisi tiduran."Tidak ke mana-mana," jawab Kenma."Kalau begitu, kembali berbaring."Kenma masih diam di posisinya. Menatap ke arah wajah Eve. "Berbaringlah," jawab Eve menepuk pelan bagian kasur yang ada di depannya.Kenma menuruti itu. Entah memang karena hatinya luluh. Atau mungkin karena memang Kenma sedang malas berdebat, mengingat ia baru saja bangun dan kondisinya saat ini masih tengah malam.Kenma berbaring. Menghadap ke arah Eve."Apakah kamu mengirim berkas-berkasmu lagi ke Universitas Flousth?" tanya Eve menatap lekat manik mata Kenma."Ya, aku mengirimnya," jawab Kenma.Kenma ingin melanjutkan S2 di Univ
Eve dan Kenma berkunjung ke salah satu restoran yang cukup terkenal di pusat kota. Yang di mana tentu saja restoran itu sudah dikosongkan dari para pengunjung dan sudah dipastikan tidak ada kamera pengawas atau pun penyadap suara.Tidak ada satu pun dari mereka yang memesan makanan. Yang tersaji di meja depan mereka hanyalah teh hangat. Minuman yang sesuai untuk suasana dingin seperti sekarang.Masih ada sepintas kebingungan di benak Kenma dengan kondisi sekarang. Kenma bingung apakah mereka saat ini berhadapan sebagai Eve Arcane dan Kenma Vermiliion. Atau sebagai ibu dan anak.Kenma sendiri tidak bisa terlalu banyak angkat bicara saat ini. Karena sebelumnya Kenma selalu mengabaikan segala undangan yang dikirimkan oleh Kekaisaran."Bagaimana kabarmu?" tanya Eve angkat bicara."Bagaimana menurutmu?" tanya Kenma balik."Sepertinya kamu baik-baik saja.""Kalau begitu, aku rasa aku baik-baik saja."Dari segala laporan Jin terkait kesehatan Kenma, semuanya benar-benar baik-baik saja. Selam
Sekitar tiga tahun Eve berpisah dengan Kenma. Ya, pada akhirnya Eve tidak bisa menahan Kenma. Anaknya itu pergi ke Kerajaan Smetanova untuk berkuliah.Eve menerima laporan terkait anaknya itu dari Inato dan Jin yang memang sudah ia tugaskan untuk berada di sisi Kenma dan laporkan segala kegiatan Kenma padanya.Eve hanya bisa menatap foto dari laki-laki itu. Tanpa bisa mendengar suaranya.Membuat Eve harus kembali menahan rasa rindu yang dulu pernah ada.Hari ini adalah hari pertama salju turun. Ada dua kabar bahagia yang Eve terima saat matahari baru saja muncul. Yang pertama adalah Kenma telah lulus dengan nilai sempurna. Dan yang kedua adalah Kenma kembali ke kekaisaran hari ini.Namun Eve tidak tau tentang kelanjutan kapan Kenma akan datang atau kapan di bandara mana Kenma akan muncul. Karena tiba-tiba saja segala koneksinya dengan Jin terputus. Eve tidak bisa menghubungi Jin atau pun Inato. Bahkan Keluarga Nanami yang lainnya pun juga tidak mendapatkan kabar sedikit pun dari kedua
Tujuh tahun setelahnya.Kenma dan Yoshino telah menyelesaikan kuliahnya. Kenma mendapatkan gelar sarjana miliknya di Universitas Flousth. Sedangkan gelar magister lalu dokter di Universitas Sky bersama Yoshino.Benar. Kenma kembali ke Kekaisaran Arcane.Kembali untuk melanjutkan dan menyelesaikan seluruh hal yang pernah ia tinggalkan.Kenma tidak kembali ke Keluarga Pilar sebagai Keluarga Vermiliion. Melainkan sebagai Keluarga Arcadia.Kenma menikah dengan Yoshino. Pernikahan yang sangat mewah dan megah. Semua artis, penyanyi, dan pembawa acara ternama hadir hari itu untuk memeriahkan pernikahan mereka.Pernikahan mereka dilangsungkan lima tahun lalu. Yang artinya itu sudah sangat lama. Dalam kehidupan Yoshino, pernikahan itu memanglah hal yang membahagiakan. Yoshino sudah menunggu itu sangat lama sekali. Bisa bersama dengan Kenma sebagai sepasang suami istri adalah impiannya. Namun Yoshino tidak menyangka bahwa bukanlah itu kebahagiaan terbesarnya. Ada kebahagiaan yang sangat besar
Yoshino dan Kenma berada di ruangan theater yang sudah mereka sewa. Tidak ada film atau musik yang ditampilkan. Ruangan itu benar-benar kosong. Dengan beberapa bagian lampu penerang yang sudah dimatikan.CCTV sudah dimatikan. Dan penjagaan ketat dari Jin serta Inato yang sudah berdiri di depan pintu masuk. Membuat mereka benar-benar memiliki waktu berdua kali ini.Mereka mendapatkan izin dari pihak kampus. Cukup sulit untuk mengajukan perizinan. Namun karena Kenma memiliki jabatan dan hari yang mereka pilih adalah hari minggu, maka pihak kampus memberikan sedikit keringanan. Dengan syarat, mereka harus kembali ke wilayah kampus sebelum matahari terbenam."Apa yang sebenarnya membuatmu melangkah sejauh ini?" tanya Kenma dengan tatapan tertuju pada layar besar yang ada di depan."Bukankah sudah jelas?" tanya Yoshino balik."Apakah kamu tidak membenciku?""Untuk?""Segalanya. Aku meninggalkanmu. Membiarkan perjodohan kita menggantung begitu saja. Dan tidak pernah bertukar kabar saat suda
Yoshino diundang oleh Alice untuk minum teh hangat di kamar Alice. Dan sesuai dugaan Alice, Yoshino datang.Alice menyiapkan beberapa keping kue kering dan dua teh hangat untuk dirinya dan Yoshino. Ditemani dengan sebuah lilin di tengah-tengah meja. Dan mereka bisa melihat pemandangan langit malam dari jendela kamar Alice."Sepertinya kesalahpahaman sudah selesai. Dan juga bukankah tidak pantas seorang bangsawan dari keluarga ternama seperti kita bertengkar hanya karena seorang laki-laki?" tanya Alice mengangkat cangkir kecil miliknya.Yoshino tidak pernah menghiraukan tentang hubungan Alice dan Kenma. Karena selama ini, yang terdengar di telinga Yoshino tentang kedua orang itu adalah persaingan kedua orang itu dalam hal akademik. Namun setelah melihat lebih dekat, Yoshino melihat ada sebuah kedekatan yang Yoshino ragu bisa masuk ke celah itu."Aku penasaran, bagaimana bisa kamu mengenal Kenma?" tanya Yoshino."Aku bertemu dengannya pertama kali di kompetisi cerdas cermat tingkat inte
Kenma dan Yoshino berada di ruangan Ekskutif Mahasiswa Universitas Flousth. Ruangan yang selalu ramai dengan para eksekutif mahasiswa yang selalu mengerjakan tugas, kini sepi. Hanya aada mereka berdua di sana. Yang sudah jelas, Kenma lah orang yang pertama kali mengajak Yoshino untuk bertemu di ruangan itu dan mengobrol sebentar sebelum Yoshino kembali ke asrama perempuan dan istirahat.Mereka duduk berhadapan. Terpisahkan oleh sebuah meja kayu yang di atasnya ada sebuah cake dan teh hangat.Sudah hampir satu tahun setengah mereka tidak bertemu. Dan ada banyak sekali perubahan di antara mereka. Secara penampilan wajah, Kenma berubah secara signifikan. Laki-laki itu terlihat lebih tampan dan wajahnya benar-benar terlihat bersih.Sedangkan Yoshino terlihat sangat cantik dengan rambut pendeknya yang tidak lebih dari bahunya."Apakah ada yang kamu butuhkan di dalam kopermu?" tanya Kenma.Koper Yoshino dan seluruh mahasiswa pertukaran masih ditahan sementara oleh pihak universitas. Dan ti
Yoshino tidak lulus pada ujian seleksi Universitas Flousth. Membuat Yoshino harus berkuliah di Universitas Sky bersama para pewaris lainnya.Namun entah memang keberuntungan atau ada Eve menggunakan kekuasaannya sebagai kaisar, Universitas Flousth dan Universitas Sky melakukan kesepakatan untuk melakukan pertukaran mahasiswa.Yoshino dan para pewaris lainnya menjadi mahasiswa terpilih yang akan dikirim ke Kerajaan Smetanova untuk berkuliah di Universitas Flousth.Dan sekarang mereka sudah menginjakkan kaki di Universitas Flousth. Mengikuti segala acara penyambutan yang diadakan oleh pihak Universitas Flousth. Hanya saja, Yoshino sama sekali tidak melihat keberadaan Kenma. Padahal secara berita yang tersebar, Kenma menduduki posisi Presiden Mahasiswa. Yang seharusnya laki-laki itu datang dan menemui rombongan Yoshino semenjak mereka pertama kali menginjakkan kaki di Universitas Flousth.Sampai pada akhir acara di mana Yoshino berserta rombongannya di bawa ke Ruangan Ekskutif Mahasiswa