My Alpha Roommate

My Alpha Roommate

last updateLast Updated : 2023-03-11
By:  MaiaOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
9.7
0 ratings. 0 reviews
37Chapters
8.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Riley Miller, the girl of a strong colorful imagination and a crazy wish list, never thought that her wishes for something different and an exciting dramatic life along with some romance would come really come true. She was a crazy girl full of life, and adventure. She was the life of the party, leaving an impact and catching eyes of the people everywhere she went. Her charming and entertaining personality, bubbly aura, and sarcastic comebacks never failed to leave everyone in awe. Then again, she also never thought a cocky Alpha, previously stalker, would become her roommate, make her fall for him and give her all she’d ever wish for. Supernatural stuff, drama, excitement, action and adventure, and hot dudes. Mix in a couple of best friends, a psychotic ex, a traitor, superpowers and the enemy that has been hunting since the last hundred years for his revenge and you’re bound to get a venturesome life. Which is all she wants. Hunter Axel Knight, God of Werewolves also known as The Chosen One, the most powerful werewolf to ever exist has longed for his mate since decades, centuries even. So when he finally encounters his mate, he is the happiest man alive and vows to do everything for her safety and happiness. She was a human but he couldn’t care less. Learning about his mate’s desire and wishes, he disguises himself as an ordinary man in hopes to make her fall for him and then revealing himself and his world to her. But when secrets are revealed, mysteries are solved, and people are exposed, things may not be as they seem. After all, what we see from our eyes is not always the truth. ~My Socials ~ Fb : https://www.facebook.com/profile.php?id=100069959992913 Instagram : @_maia_june_

View More

Chapter 1

Prologue

"Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." 

Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. 

Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu menganggap asisten suaminya itu sebagai pria culun. 

"Apa maksudnya, Eddy?" protes Elisa. 

"Kita sudah sepakat tentang ini kan, Sayang?" 

"Tapi ...." Elisa melirik Leo yang masih berdiri di dekat pintu. "Bisakah kau keluar dulu, Leo? Aku mau bicara dengan suamiku." 

"Aku akan keluar, Bu." 

Dengan patuh, Leo pun langsung keluar begitu saja. Pria itu terlalu diam, hanya bicara saat diajak bicara, hanya menurut setiap diberi perintah, dan selalu datar tanpa ekspresi seolah tidak memiliki emosi. 

Segera setelah pintu tertutup, Elisa pun kembali menatap suaminya. 

"Eddy, aku masih belum setuju tentang ini." 

"Sayang, kau harus hamil dalam tahun ini demi warisan Grandpa." 

"Aku tahu, tapi masih ada waktu untuk punya anak. Aku tidak bisa disentuh pria lain seperti ini. Kita bisa ... mencoba cara lain ...."

"Seperti bayi tabung? Dan membuat semua orang tahu kalau suamimu mandul? Apa kau tidak bisa menjaga namaku juga, hah? Itu sudah cukup menyakitkan untukku divonis mandul, Elisa!" 

Tatapan Elisa berkaca-kaca melihat bagaimana terpukulnya suaminya mendapati kenyataan dirinya mandul. Hampir tiga tahun menikah dan tidak kunjung hamil akhirnya membuat Eddy memeriksakan kesehatannya. 

Dan baru dua bulan lalu, Eddy tahu kalau ia mandul, yang artinya ia tidak akan bisa membuahi Elisa dan membuatnya hamil.

"Eddy, kau tahu aku sudah menerimanya kan? Bahkan aku tidak apa kalau seumur hidup kita tidak punya anak. Kita bisa mengadopsi anak kan?" 

"Kau tahu bukan itu masalahnya, tapi warisan Grandpa yang baru akan diberikan kalau kau hamil. Hanya garis keturunan langsung. Kau tidak dengar apa kata Grandpa? Untuk apa menikah kalau tidak bisa memberikan keturunan? Kalau kau tidak hamil juga, Grandpa pasti akan memaksa kita bercerai! Aku tidak mau bercerai darimu dan kehilangan segalanya, Elisa!" 

Eddy akhirnya mulai merayu istrinya dan Elisa selalu luluh. Mereka memang sudah membicarakan tentang ini, walaupun Elisa tidak pernah memberikan persetujuannya secara gamblang. Namun, Eddy terus mengatakan inilah saatnya dan ia sudah menemukan pria yang tepat. 

Jantung Elisa pun terus berdebar kencang saat akhirnya Eddy keluar dan Leo masuk. Melihat Leo ada di kamarnya saja membuat emosinya terlecut, bagaimana bisa ia membiarkan dirinya disentuh oleh asisten suaminya?

Pria itu menatap Elisa intens. "Aku diminta Pak Eddy untuk berhubungan dengan Anda. Tapi kalau Anda tidak mau ...." 

"Aku tidak punya pilihan, tapi awas saja kalau kau sampai buka mulut, Leo! Kau dan suamiku sudah membuat perjanjian kan? Tidak boleh ada yang tahu tentang ini!" 

Suara Elisa bergetar dan ia menelan salivanya. "Aku hanya harus hamil dan setelah itu, lupakan semuanya! Kau mengerti kan?" 

Leo menatap Elisa sedikit lebih lama, sebelum ia mengangguk. 

"Aku mengerti, Bu." 

"Baiklah, kalau begitu, aku akan ... aku akan ke kamar mandi dulu!" seru Elisa yang bergegas ke kamar mandi. 

Di kamar mandi, Elisa terus memegangi dadanya sendiri yang bergemuruh. Ini masih gila. Ia tahu Eddy berusaha mencari kandidat pria yang tepat untuk menjadi pendonor sperma, tapi apa harus asistennya sendiri. 

"Eddy benar-benar gila! Apa yang harus kulakukan?" lirihnya. 

Elisa terus menenangkan dirinya, sebelum akhirnya mengangguk. 

"Baiklah, Elisa! Pejamkan matamu saja! Ini demi rumah tanggamu, demi warisan, demi memperjuangkan semuanya. Sedikit pengorbanan tidak apa-apa. Ya, tidak apa-apa!" 

Sambil terus mengembuskan napas panjangnya, Elisa akhirnya keluar dari kamar mandi. Ia tidak merasa harus melakukan persiapan apa pun karena toh ini hanya kewajiban belaka. 

"Aku mau lampunya dimatikan dan jangan menyentuh bagian mana pun di tubuhku! Hanya lakukan tugasmu di tempat yang tepat dan jangan terlalu lama!" pesan Elisa sambil melangkah ke ranjang. 

Leo masih berdiri di tempatnya, menatap Elisa dengan tatapan yang terasa aneh baginya, tidak ada gairah di sana, tidak juga apa pun. Ekspresi itu datar, Elisa tidak pernah bisa membaca ekspresi pria itu. 

Namun, Elisa tidak peduli. Ia tahu Eddy sudah mengatur semua yang terbaik dan ia hanya tinggal menurutinya. 

Tanpa menunggu lama, Elisa pun berbaring di ranjangnya, masih berusaha menenangkan dirinya yang tidak kunjung tenang. 

Sampai tidak lama kemudian, lampu dimatikan. Kamar menjadi gelap. Jantung Elisa makin bergemuruh mendengar langkah kaki itu mendekat. Rasanya seperti akan dilecehkan dan ia mulai takut. 

Namun, Elisa menahannya sekuat tenaga. Baru saja ia ingin memejamkan matanya, cahaya lampu dari luar mulai masuk melalui celah jendela, membuat sedikit cahaya samar yang membentuk siluet di dalam kamar. 

Elisa tidak bisa menahan dirinya menoleh dan apa yang ia lihat di sana membuat napasnya tertahan sejenak. 

Asisten suaminya itu sudah membuka kemejanya. Terlihat tubuh kekar berotot di dalamnya yang membuat Elisa seketika bergidik membayangkan bagaimana tubuh kekar itu akan menindihnya.

**

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
37 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status