"Oo, jadi ini cucu ganteng Opa," sapa daddy Aldrick saat Aliana dan yang lainnya sampai di rumah Granny.
Leon semakin mengeratkan pelukannya di leher Elrick, karena baru sekali melihat daddy Aldrick, anak itu masih sedikit merasa takut, atau malu."Leon, ayo sapa Opa," ujar Elrick, alih-alih menyapa, Leon malah menyurukkan wajahnya ke leher Elrick sambil menggelengkan kepalanya."Maafkan Leon, Dad," desah Elrick."Tidak apa-apa. Biasa anak kecil lebih pemilih pada seseorang," balas daddy Aldrick lalu beralih ke Aliana,"Nah, ini menantu Daddy kan? Senang bertemu denganmu, Sayang," lanjutnya menyapa Aliana sambil mengulurkan tangannya, dan Aliana langsung membalasnya."Iya, Dad. Senang bertemu denganmu juga."Daddy Aldrick lanjut menyapa eomma Sonya dan appa Alex, mereka langsung terlibat percakapan serius.Elrick kembali merangkul pinggang Aliana, dan membimbingnya masuk ke dalam rumah, "Ayo kita temui GrannyDeoxyribo Nucleic Acid atau biasa di sebut DNA, adalah asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika, yang menentukan jenis rambut, warna kulit, serta sifat-sifat khusus manusia, atau sebagai cetak biru manusia. Kali ini, Elrick mengambil sampel dari darahnya dan juga darah Leuis untuk melakukan tes DNA ini. Karena bercak darah adalah sampel paling baik untuk digunakan dalam uji forensik. Sedikit saja bercak darah, sudah mampu menghasilkan banyak DNA, dengan hasil yang jauh lebih cepat. Kurang dari dua puluh empat jam hasil tesnya sudah berada di tangan Elrick. "Seperti dugaanku, Leuis bukanlah anakku," ujar Elrick dan selembar kertas itu beralih darinya ke Aliana, lalu ke Mommy Gisya, eomma Sonya, appa Alex, daddy Aldrick dan terakhir ke Granny, yang langsung mengenakan kacamatanya untuk membaca hasil tes itu. Mereka langsung berkumpul di ruang keluarga sesaat setelah Jack membawa hasil tes dari rumah sakit
Satu bulan kemudian. Granny bersikeras mengadakan pesta pernikahan Aliana dan Elrick yang kedua kalinya di rumahnya, di Giethoorn, sebelum eomma Sonya dan appa Alex pulang ke Indonesia. Granny beralasan saat pesta pernikahan Aliana dan Elrick dulu, granny tidak hadir, begitu juga dengan mommy Gisya dan Daddy Aldrick. Granny ingin ada di dalam foto pernikahan mereka, tentu saja Aliana dan Elrick tidak bisa menolak permintaan granny itu. Pernikahan dengan konsep kasual yang di adakan di taman ini, memadukan warna klasik antara hitam dan putih, hingga ke backdrop pelaminan, warna kesukaan Aliana, yang memberi kesan elegan yang timeless sebagai dekorasi pernikahan mereka. Ada sisi misterius, namun terkesan modern secara bersamaan, yang menggambarkan kepribadian Aliana dan Elrick. Pesta ini hanya di hadiri oleh keluarga besar Aliana dan Elrick, juga tetangga di sekitar rumah granny, yang datang dengan berbagai macam gaya busana mereka. Penduduk lokal yang sudah berusia lanjut, ada y
Meskipun keluarganya memiliki banyak perusahaan, Keanu tetap mendirikan perusahaannya sendiri, dan ia berhasil. Keanu memanfaatkan perkembangan tekhnologi yang berkembang dengan pesat, dengan memulai bisnis startup. Semakin populernya dunia maya di dalam masyarakat, semakin sukses juga perusahaannya. Dan kini ia menjadi CEO dari NU Tech, perusahaan yang bergerak di dalam bidang tekhnologi dan informasi, nama dan wajahnyapun kerap menghiasi tajuk berita, baik media cetak, elektronik, maupun online, meski lebih seringnya karena skandal yang ia ciptakan dengan para artis dan model papan atas. Cassanova Asia ... Itulah julukan mereka untuknya. "Kamu harus menghargai dan menjaga kehormatan wanita Ken, bukan merusaknya. Contohlah Kenzou dan Kenzie," keluh mommy Kei tiap kali melihat acara gosip di televisi, dan kebetulan sedang ada Keanu di sekitarnya. 'Terlambat ... Aku sudah merusak mahkota seorang gadis,' desah Keanu dalam hati. "Aku menghargai mereka semua, Mom. Aku memberikan
"Aku kangen sekali denganmu, Lia. Apa pria ini pacarmu?" tanya Nancy. "Ya, dia pacarku," jawab Cornelia dengan mata yang masih saling mengunci dengan mata Keanu, "Apa kamu pacarnya Keanu, Nan?" Nancy merangkul pinggang Keanu, lalu menyandarkan kepalanya dengan manja di bahu Keanu, "Ya, dia pacarku." "Oh," gumam Cornelia, matanya masih terus menatap mata Keanu, mencari-cari jejak kerinduan di sana, yang ternyata nihil. Karena pria itu sama sekali tidak mencarinya, malah sekarang sudah beralih ke wanita lain, benar-benar cassanova sejati. Apa Keanu sudah melupakan begitu saja kebersamaan mereka malam itu? Malam terindah dalam hidup Cornelia. Malam yang tidak pernah bisa Cornelia lupakan. Karena itulah pertama kalinya Cornelia melakukannya, juga yang terakhir kalinya. "Honey? Bisa tunjukkan dimana kamar kita? Aku masih jet lag," tanya Nickholas sambil merangkul pinggang Cornelia.
Elrick membooking satu kafe untuk makan malam keluarga, Kafe tempat ia dan Aliana biasa datangi, tiap kali mereka sedang berkunjung ke rumah granny. Kafe itu di dekorasi ulang untuk acara jamuan makan malam itu. Meja-meja di susun memanjang, beratapkan lampu-lampu kecil yang di dihias sama panjangnya dengan meja itu. Setiap setengah meter di letakkan bermacam-macam minuman beralkohol, mulai dari red wine, tequilla, brandy, wiski hingga vodka. Peralatan makan pun sudah diletakkan dengan rapi di depan tiap-tiap kursi, juga aneka macam gelas untuk minuman itu. "Tidak setiap hari kita dapat berkumpul seperti ini, baik dari keluarga saya maupun dari keluarga istri saya tercinta, Aliana. Jadi kita bisa memanfaatkan momen langka ini untuk saling mengenal dan mengakrabkan diri. Mari kita bersulang untuk memulai makan malam kita!" seru Elrick lalu mengangkat gelasnya. "Cheers!" sambut yang lainnya serempak sambil mengangkat gelas
"Zaa, kamu dan Tiara balik ke rumah dulu saja, ajak Nancy sekalian. Papi dan Mommy mau bicara dengan Zou dan Ken. Al, tolong antar mereka pulang yaa," seru papi Hardhan ketika jamuan makan malam usai, dan satu persatu dari mereka meninggalkan kafe itu. Termasuk Aliana dan Elrick, yang sedari tadi terlihat tidak sabar ingin segera kembali ke rumah. Sementara appa Alex dan eomma Sonya pun sudah jalan terlebih dahulu menuju rumah granny, bersama dengan daddy Aldrick dan mommy Gisya. "Iya, Pi," sahut Keizaa lalu menghampiri Nancy dan berbisik di telinganya, sebelum wanita itu akhirnya mengangguk. "Aku pulang duluan, Sayang," ujarnya pada Keanu sambil mengecup pipinya, dan Keanu hanya membalasnya dengan anggukan pelan sebelum menyesap vodkanya. "Apa yang ingin Papi dan Mommy bicarakan?" tanya Keanu setelah hanya tinggal mereka saja di meja panjang itu. Papi Hardhan dan Kenzou duduk di depan Keanu, sementa
"Nick, kamu lapar tidak?" tanya Cornelia, telapak tangannya mengusap lembut perutnya. Ia sedang bersandar pada kepala tempat tidur sambil menonton televisi. "Tidak, tidak sepertimu yang sibuk memandangi terus wajah Keanu, aku tadi sempat makan walau hanya sedikit," jawab Nickholas sambil mengetik, dengan mata yang menatap serius monitor laptopnya itu. "Apa mereka semua sudah kembali? Sudah masuk ke kamar mereka masing-masing? Aku mau ke dapur tapi malas menemui siapapun yang pasti akan bertanya tentang kehamilanku," desah Cornelia. "Sepertinya sudah, tadi aku mendengar suara ribut-ribut di depan kamar, dan pintu kamar sebelah pun sudah terbuka, yang berarti Keanu dan kekasihnya sudah kembali ke kamar itu." "Jangan menyebut namanya! Aku benci mendengarnya!" gerutu Cornelia sambil memberengut kesal. "Dia cemburu." "Cemburu? Maksudmu Keanu cemburu padaku? Hah? Mungkin nanti kalau neraka sudah mem
Dan sesuai dengan dugaannya, Keanu menggeram kesal, ia membanting pintu lemari pendingin itu dengan kencang dan menghalangi langkah Nickholas. "Selangkah lagi kau maju, aku akan mengirimmu ke neraka!" ancamnya. Tentu saja Nickholas langsung menghentikan langkahnya, ia masih ingin nyawanya tetap berada di dalam raganya. Bukannya ia takut, tapi menghadapi pria yang sedang cemburu saja sudah memusingkan, apalagi ditambah setengah mabuk. Tidak, lebih baik ia tidak memancing kemarahan pria itu lagi. Tapi ... Ia tergoda untuk terus menguji seberapa cemburunya pria yang satu ini. "Cornelia yang memintaku untuk membawanya ke kamar," ujar Nickholas santai. "Cornelia akan tetap di sini. Dan kau! Enyahlah dari hadapanku!" Nickholas mengalihkan perhatiannya ke Cornelia, "Apa kamu ingin aku pergi, Lia?" tanyanya. "Tidak, jangan pergi, please. Kemarilah," jawab Cornelia dengan
Dengan perasaan tidak tenang, Leuis berjalan hilir-mudik di depan pintu kamar daddy Elrick dan mommy Aliana, ia harus menjelaskan semua yang mengganjal di dalam dirinya pada orang tua angkatnya itu. Tidak ada yang perlu ia takutkan lagi saat ini karena Leia kini telah resmi menjadi istrinya. Jadi apapun resiko yang akan ia terima nantinya ia akan menerimanya. Setelah membulatkan tekadnya, Leuis berniat mengetuk pintu kamar orangtuanya itu, tapi tangannya tertahan di udara karena pintu itu telah terbuka terlebih dahulu, "Leuis, ada yang ingin kau bicarakan?" tanya daddy Elrick dengan mommy Aliana yang berada di sisinya dengan lengan daddy Elrick yang merangkul pinggangnya, "Ya, Dad ... Apa aku bisa meminta waktu kalian sebentar?" "Ok, masuklah!" seru daddy Elrick sambil membuka lebar pintu kamarnya. Leuis membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu tapi menutupnya lagi. Setelah sekian lama terdiam di bawah tatapan penuh tanda tanya daddy Elrick dan mommy Aliana ia pun kembal
"Ya Tuhan, sebenarnya kamu dan Leon telah melewati malam pertama kalian atau belum sih? Karena saat pertama untuk wanita pasti akan mengeluarkan darah, dan juga rasa sakit setelah melakukannya. Bahkan aku masih merasa nyeri hingga saat ini," jelas Leia."Benarkah?" Aletta berpaling menatap Leon yang tengah asik berbincang dengan Axel dan Dritan, kenapa ia tidak merasakan itu semua? Kenapa tidak ada darah di atas sprei mereka? Apa sebenarnya mereka tidak pernah melakukannya?"Apa memang seharusnya aku mengeluarkan darah?" tanya Aletta lirih."Well, memang ada beberapa wanita dengan satu dan lain alasan tidak mengeluarkan darah saat selaput darahnya sobek. Tapi semuanya pasti akan merasakan sakit saat melakukannya untuk pertama kalinya. Seluruh badanmu akan terasa remuk, seperti kamu telah bekerja kefas selama satu hari penuh," jawab Leia.Ia memberengut kesal sebelum melanjutkan,"Padahal, Leuis sudah melakukannya dengan sangat lembut. Tapi tetap saja aku merasa sakit juga. Rasanya mi
"Maaf kami telat!" seru Leon yang melangkah ke arah keluarganya yang sudah berkumpul untuk makan siang bersama sambil menggandeng Aletta. Mommy Aliana yang melihat kedatangan putranya itu tersenyum lembut menyambutnya, "Wajar, pengantin baru. Kalian pasti enggan kan meninggalkan tempat tidur kalian?" "Ah, Mommy memang pengertian sekali," kekeh Leon sambil mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana sebelum beralih memeluk daddy Elrick. Aletta pun turut serta mencium pipi kanan dan kiri mommy Aliana, lalu memeluk daddy Elrick dan menyapa yang lainnya sebelum duduk di samping Leia. "Nah, karena semua sudah berkumpul, kita bisa mulai makan siangnya, silahkan dinikmati!" seru daddy Elrick. Semua anak, menantu, sepupu dan juga keponakannya mulai menikmati hidangan makan siang di restoran mewah itu, yang sengaja daddy booking khusus untuk acara keluarga mereka saja. "jadi, apa kamu mau menetap di Paris atau memboyong Aletta ke sini, Leon?" tanya mommy Aliana. "Kami belum memutuskan ba
Sebenarnya rasa kantuk masih sangat menguasai Leia, tapi ia memaksakan diri membuka kedua matanya yang masih terasa berat saat merasakan belaian halus punggung tangan seseorang di pipinya, yang ternyata adalah punggung tangan Leuis. Leia tersenyum lembut pada suaminya itu sebelum kembali menutup kedua matanya, dan baru saja akan kembali lagi ke alam mimpinya ketika terdengar suara serak Leuis, "Sudah siang, Sayang. Mau sampai jam berapa kamu tidur?" tanyanya. "Aku lelah sekali, Leuis," desah Leia masih tidak mau membuka kedua matanya yang masih terasa berat, belum lagi rasa pegal di seluruh tubuhnya terutama di area pangkal pahanya. "Apa aku yang membuatmu lelah?" Perlahan kedua mata leia membuka, ia kembali tersenyum pada Leuis, "apa kamu sudah bangun sejak tadi?" tanyanya sebelum menguap lebar. "Ya," jawab Leuis. "Kamu saja yang sudah bangun sejak tadi masih santai di tempat tidur, jadi biarkan aku tidur dulu ya," pinta Leia. "Karena aku terlalu senang ketika perta
'Keluarkan saja, Sayang, jangan ditahan-tahan," bisik Leuis yang berusaha menahan gairahnya sendiri. Ia harus membuat Leia sampai puncaknya lebih dulu untuk melancarkan dirinya saat akan menembus milik wanita itu nantinya. Dan tidak lama kemudian Leia meneriakkan namanya saat wanita itu telah mencapai puncaknya, Leuis pun menangkup wajah Leia, "Tahan sebentar, Sayang. Aku akan masuk sekarang ... " Seketika itu juga Leia yang telah kembali menjejak bumi menjadi panik, tubuhnya seketika menegang, "A ... Aku takut!" ia mulai mendorong Leuis meski tanpa hasil. "Apa yang kamu takutkan?" tanya Leuis, gairahnya sudah berada di ujung tanduk, tapi Leia malah terus berusaha mendorongnya. "Aku takut tidak muat," jawab Leia sambil terus mendorong Leuis. "Sstt Leia, tatap mataku!" "Apa kamu percaya padaku?" tanya Leuis saat mata mereka telah terkunci. "Iya, tapi ... " "Awalnya memang akan terasa sakit, tapi rasa sakitnya tidak akan sesakit jarimu teriris pisau, Sayang." "Aku
"Eitss ... Mau ke mana buru-buru sekali?" tanya Axel mencegah Leia dan Leuis yang sedang menuju lift yang akan membawa mereka ke kamar mereka. "Tentu saja melakukan malam pertama kami!" jawab Leia tanpa malu-malu lagi, tapi segera menggigit lidahnya saat melihat siapa yang berada di belakang Axel, tante Keizaa dan om Alson yang tengah mengapit putri mereka, Alexa, sementara Alarik yang beberapa bulan lebih tua dari Leia melangkah di belakang mereka, "Astaga, tamu masih banyak, kenapa tidak bersabar dulu?" keluh tante Keizaa, kulit putih bersihnya yang tanpa noda itu menurun pada putri satu-satunya, Alexa. "Biarlah, Snow ... Melarangnya sama dengan melarang Eomma, tidak akan bisa," kekeh om Alson. Ini bukan kali pertama omnya itu menyamakan Leia dengan oma Sonya. Tidak ada satupun anak oma Sonya yang mengambil sifat bar-barnya, sifatnya itu malah menurun pada cucunya, Leia. Sementara sifat dingin dan cuek opa Alex menurun pada cucunya juga, Alarik. Pria itu seperti memiliki d
Leia dan Aletta terlihat sangat menawan dengan gaun pengantin yang dirancang oleh desainer ternama secara khusus untuk mereka berdua, yang nampak berkilau layaknya taburan permata di seluruh gaun berwarna putih itu. Sementara kedua pria yang kini telah resmi menjadi suami mereka berdiri di samping mereka dengan gaya posesif, seolah melindungi wanita mereka yang terlihat begitu cantik dari siapapun yang ingin merebutnya. Dan sang desainer yang turut serta menghadiri hari yang sangat istimewa itu nampak berkaca-kaca. Siapa yang tidak akan bangga jika hasil rancangannya dipakai oleh cucu dan cucu menantu keluarga Adipramana. Bahkan desainer lainnya merasa iri dengan keberuntungannya itu. Karena pernikahan itu akan ditayangkan secara live di berbagai stasiun televisi lokal, dan headline berita kini dipenuhi dengan pernikahan pewaris keluarga ternama itu. Adik dan kakak menikah secara bersamaan? Siapa yang tidak akan tertarik dengan berita semacam itu? Dan terutama Leon sang casa
Leia baru saja selesai mengeringkan rambutnya ketika belnya berbunyi. Ia melirik tablet yang terpasang di dinding yang menampilkan wajah Leuis di depan pintu unitnya, Leia pun menekan tombol untuk bicara, "Masuk saja, Leuis. Passwordnya masih sama dengan yang sebelumnya!" serunya. Sejurus kemudian pintu unitnya terbuka, sambil tersenyum lembut Leuis mendekatinya dan memeluknya dari belakang, "Aku merindukanmu ... " ucapannya sama lembutnya dengan tatapan matanya yang terpantul di cermin rias Leia, hingga kedua mata mereka saling mengunci, "Baru juga semalam kita ketemu." "Sejam berpisah denganmu pun aku sudah merindukanmu, Sayang." Leia membalik badannya hingga ia bisa menatap wajah Leuis, lalu melingkarkan lengannya di leher calon suaminya itu, "Kenapa kamu sekarang jadi sering ngegombal begitu sih?" tanyanya. "Ummm, mungkin karena sekarang aku telah merasakan kelegaan yang luar biasa, karena pada akhirnya aku dapat mengungkapkan semua perasaanku padamu, perasaan yang telah
"Wah, aku tidak menyangka kau bisa bersikap seromantis itu, Leuis!" seru Leon sambil menepuk pundak Leuis.Leon menarik Leia lebih merapat padanya, "Demi wanita yang sangat aku cintai ini, sudah pasti aku akan melakukan apapun meski diluar kebiasaanku.""Kalian akan tinggal di mana setelah menikah nanti?" tanya Aletta.Alih-alih menjawab Aletta, Leuis malah balik bertanya pada Leia,"Kamu mau tinggal di mana, Sayang?" "Aku akan tinggal dimanapun kamu akan tinggal, Leuis ... " jawab Leia sambil tersenyum menggoda."Jangan tersenyum seperti itu, kalau kamu tidak mau aku melahapmu di sini," bisik Leuis yang langsung mendapatkan sikutan Leia ke pinggangnya."Kenapa kau tiba-tiba bisa berubah sedrastis itu, Leuis? Awalnya kau mati-matian menolak menikahi Leia, bahkan tidak segan-segan membandingkan adikku itu dengan mantan wanitamu," cecar Leon memutuskan kongtak mata Leia dan Leuis.Sambil mendesah pelan, Leia ber