Share

116. Lavira Kesal

Penulis: LiaBlue
last update Terakhir Diperbarui: 2023-04-08 10:52:37

“Sayaang!”

Lavira tak menghiraukan panggilan Avram. Meski dia terbilang polos, tetapi Lavira tahu serta paham bagaimana rasanya cemburu. Dia terlihat sangat kesal ketika sang suami mengatakan bonus tentang keseksian sekretaris barunya.

Avram sendiri terus berlarian dengan keadaan kancing kemeja bagian atas terbuka. Yah, sebelum tadi berpelukan, Avram sempat membuka tiga kancing atas kemeja kerjanya. Dia bahkan berniat membuka kemeja tersebut, karena sudah terbiasa kelonan tanpa baju bersama sang istri.

Sett ...

“Tunggu dulu, Sayang. Aku tadi hanya bercanda, mana mungkin aku suka perempuan lain. Kamu tahu aku ‘kan? Aku ....”

“Kenapa gak mungkin? Aku tahu kalau Kakak bisa saja dapat perempuan yang jauh lebih seksi dari pada aku. Orang Kakak tiap hari di kantor, jelas dong bisa dapat perempuan seksi. Aku ini apa, cuma ibu rumahan yang ngurus anak, pakai das ....”

“Sssttt.”

Kalimat Lavira terputus saat dengan tiba-tiba Avram meletakkan jari telunjuknya di depan kedua bibir sang istri. Avr
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Muchlishotul Irsyadah
blm up lagi kah...? dobel dong thor ............
goodnovel comment avatar
Sri Wulan Dari
banyak Thor update nh
goodnovel comment avatar
TRD Simulator Game
lanjut thor update nya, krg nih.. hehehe....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Istri Kecil Penebus Hutang   117. Lavira Turun Tangan

    “Ekhm, maaf, Tuan. Nama saya Mena Eslan, Tuan. Saya adalah sekretaris baru, Anda.”Suara perempuan berpakaian seksi itu menarik perhatian. Seorang pria yang ada di sana terkejut ketika perempuan itu malah berbicara tanpa disuruh. Dia melirik Avram dengan wajah ngeri, sebab Avram sangat tak suka dengan karakter orang seperti Mena. Apalagi suara Mena menyela aksi Lavira mengancingkan kemeja Avram.Avram menggeram kecil, dia menggerakkan kepalanya dan menatap dingin ke arah sumber suara. Bukannya merasa takut dan minta maaf, Mena malah tersenyum ke arah Avram. Senyum itu terlihat diberikan sepenuh hati, bagaimana biasanya perempuan menarik perhatian laki-laki.“Siapa yang menyuruh kau bersuara?” desis Avram menatap tajam ke arah Mena.Kalimat dan nada suara itu membuat Mena terkejut. Senyum di wajahnya mulai pudar, tetapi masih tersisa dengan sedikit senyum kaku. Dia masih berusaha tersenyum kepada Avram meski kini sedang ditatapan tajam oleh pria itu.“Maaf, Tuan. Saya han ....”“Jangan

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-09
  • Istri Kecil Penebus Hutang   118. Kesempatan

    “Mena.”Suara tegas seorang pria di sampingnya menyadarkan keterdiaman Mena. Perempuan itu menoleh dan baru menyadari jika dirinya belum menyahut kalimat Lavira. Tiga pasang mata yang ada di ruangan itu sedang menatapnya dengan ekspresi berbeda-beda. Mena berdeham singkat sambil menahan rasa kecil dan tak sukanya kepada Lavira.“Boleh saya tahu seperti apa pakaian yang sopan menurut Anda, Nyonya? Jika maksud Anda pakaian sopan seperti yang ada gunakan ini,”-dia menatap penampilan Lavira dari atas sampai bawah-“maka saya tidak bisa, itu bukan gaya saya.”“Memangnya kenapa dengan gaya istri saya?” desis Avram akhirnya mengeluarkan suaranya.Mena cukup terkejut mendengar suara itu tertuju kepadanya. Dia mendongak dan tersenyum kepada Avram. Seakan tak memiliki rasa malu dan peka dengan keadaan. Mena malah menganggap jika kalimat dan tatapan Avram kepadanya bisa didinginkan dengan senyumannya.“Tentu saja karena gaya perempuan ini sangat kampungan. Cih, sok tertutup dan sok polos, palinga

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-10
  • Istri Kecil Penebus Hutang   119. Anak Kedua?

    “Kak, lepas dulu, ih. Nanti Alan ngamuk loh di bawah, kita tidak sampai-sampai.” Lavira bersuara sambil mencoba melepaskan pelukan kedua tangan kekar sang suami dari pinggangnya.Setelah kepergian Mena dan laki-laki bawahan Avram tadi. Avram akhirnya kembali ke kursi kebesarannya untuk mengecek sebuah berkas yang tak bisa ditunda. Hal itu bukan membuat Lavira bebas, malah semakin terkungkung.Avram membawa tubuh Lavira ke atas pahanya dan memeluk sang istri sembari bekerja. Itu adalah hal paling disukai oleh Avram sedari dulu. Sampai akhirnya Avram harus bisa sabar semenjak Alano semakin besar, waktunya bermanja kepada sang istri menjadi berkurang.“Sebentar lagi saja, Sayang. Nanti juga Alan balik lagi ke atas, kamu tidak usah khawatir. Di sana ‘kan ada Rino,” jawab Avram terus melanjutkan aktivitasnya sambil memeluk tubuh mungil sang istri dari belakang.Lavira menghela napas mendengar jawaban suaminya. “Kakak tahu sendiri bagaimana Alan, kalau nanti dia ngamuk dan merajuk bagaimana

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-11
  • Istri Kecil Penebus Hutang   120. Rencana

    “Kau harus bisa mendapatkan perhatian Tuan Dakasa. Jika kau bisa menaklukkannya, maka kau akan menjadi perempuan muda terkaya di negara ini, bahkan perempuan muda kaya di dunia. Andai kata Tuan Dakasa sudah berada di dalam genggamanmu, semuanya akan menjadi mudah.”Mena tersenyum remeh mendengar kalimat seorang pria paruh baya di seberang meja. “Kau tenang saja, aku pasti bisa mendapatkan perhatiannya. Selain masalah harta, jika aku berhasil menarik perhatiannya, maka aku juga akan menjadi perempuan paling beruntung bisa mendapatkan pria setampan Tuan Dakasa. Cih, istrinya itu sungguh kampungan, tak selevel denganku,” cibir Mena menghina Lavira.“Makanya itu, kau manfaatkan kebolotan perempuan itu. Dia memang bodoh, mendapatkan perhatian full dari Tuan Dakasa, tetapi tak bisa menikmatinya. Heh, malah memilih menjadi seorang baby sitter untuk anak Tuan Dakasa,” pungkas Mack, pria paruh baya yang menjadi rekan Mena.Entah apa yang sedang mereka rencanakanya. Pastinya kini niat Mena menj

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-12
  • Istri Kecil Penebus Hutang   121. Tak Menghiraukan

    Mena berdiri di depan meja kerja Avram sambil tersenyum menggoda. Dia menatap setiap inci wajah tampan sang atasan dengan mata nakalnya. Tanpa berkedip menikmati ketampanan Avram, Mena malah terlihat semakin menggila dengan angannya.“Gila, dia benar-benar tampan. Bahkan hanya dengan melihat wajahnya saja, sudah berhasil membuatku basah,” batin Mena begitu gila.Perempuan itu terus menatap wajah Avram yang sedang mengecek laporan. Mena memang baru saja menyelesaikan sebuah laporan permintaan Avram. Sebagai salah satu tugas untuk percobaan tiga hari. Siapa sangka, ternyata kerja Mena sangat bagus, Avram cukup terkejut dengan itu semua. Meski Mena berada di pihak tak baik dengan niat baik dan keganjenan hakiki, kemampuan perempuan itu bagus.“Heem, kerjanya bagus. Tak heran, kata Rino, dia sudah sangat berpengalam sebagai seorang sekretaris,” ucap Avram di dalam hati menilai hasil kerja Mena.“Ekhm, bagaimana laporannya, Tuan?” tanya Mena dengan suara sengaja dibuat lembut. Kesan menggo

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-13
  • Istri Kecil Penebus Hutang   122. Berulah

    “Apa yang ingin kau lakukan? Jangan gegabah, kita harus tunggu waktu yang pas. Bisa kacau kalau kau bertindak sembarangan,” celoteh Mack memperingati Mena.“Ck, aku hanya ingin memberi istrinya itu pelajaran. Dia terlalu menganggapku remeh, jadi aku harus perlihatkan bagaimana rasanya jika berani bermain-main denganku.” Mena menyahut sambil terus melangkah menuju tempat Lavira berada.Setelah tadi sempat disuruh mengancingkan kemeja bagian atasnya. Mena masih tak terima, sehingga perempuan itu bergerak dengan rencana licik. Sangat kebetulan saat ini Lavira sedang berada di taman depan perusahaan bersama Alano. Entah apa yang ingin dilakukan oleh Mena kepada Lavira. Niat licik itu membuat Mack merasa khawatir di seberang telepon, sebab bisa saja rencana mereka kacau balau.“Ini bukan hanya tentang kau, Mena. Hentikan niat itu sekarang, akan ada masanya kita mengurus perempuan dan anaknya itu. Yang jelas, sekarang tunggu dulu, biar aku yang mengekesekusinya. Kau cukup fokus kepada Tuan

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-15
  • Istri Kecil Penebus Hutang   123. Membalas

    “Cih, itu karena anakmu ini memang tak pantas menyandang status sebagai putra Tuan Dakasa. Sama sekali tak berkelas dan tak memiliki sopan santun. Tidak usah kau senang karena sedari kemarin saya tidak melawanmu, bukan karena saya takut, tapi hanya karena sedang mencari waktu yang tepat. Sekarang saya beritahu kepadamu ... kau itu tidak cocok jadi istri Tuan Dakasa, apalagi menjadi seorang nyonya. Gaya gembel menjijikkan, kampungan, makanya anakmu juga seperti itu,” celoteh Mena menghina Lavira.Lavira tak menyahut, dia malah sengaja menutup kedua telinga putranya. Begitu sudah terlatihnya mental Lavira selama tinggal bersama Avram. Dia tak merasa takut ataupun gentar menghadapi Mena yang sedang menghina dan melotot ke arahnya. Jika Lavira dulu akan gemetar ketakutan dan menunduk takut, maka sekarang Lavira membalas tatapan lawan bicaranya dengan wajah manis seperti biasa, wajahnya tanpa ekspresi benar-benar murid Avram.“Lihat saya, saya adalah perempuan yang pas seharusnya menjadi n

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-15
  • Istri Kecil Penebus Hutang   124. Ancaman

    “Dia istri saya, bitch! Nyatanya kau benar-benar ingin mati di sini.”Suara berat nan dingin itu mengejutkan Mena. Dia menoleh ke belakang dan terkejut melihat kedatangan Avram. Detik berikutnya dia berdeham kecil sambil menunduk menatap keadaan tubuhnya.“Tuan Dakasa, pas sekali Anda datang, Tuan. Lihatlah perbuatan istri Anda, dia menyiram saya dengan air. Tentu saya hampir naik pitam karenanya,” ucap Mena malah mendrama menjadi orang yang tersakiti.Avram tak menghiraukan drama perempuan itu. Dia bergerak ke arah sang istri dan melihat keadaan Lavira dari atas ke bawah. Bahkan Avram memutar tubuh istrinya memastikan jika perempuan itu baik-baik saja. Tak hanya itu, Avram juga menunduk menatap putranya yang kini sedang mengacungkan jempol kepada Avram seakan memberi kode kepada sang ayah jika dia baik-baik saja.Merasa dua orang penting di hidupnya baik-baik saja. Avram akhirnya mengangkat kepala dan menatap dingin Mena. Perempuan bertubuh basah itu sempa menelan salivanya kasar, me

    Terakhir Diperbarui : 2023-04-17

Bab terbaru

  • Istri Kecil Penebus Hutang   184. Tamat

    “Makan yang banyak, kamu tadi malam juga tidak makan, ‘kan? Banyak-banyak lauknya, ini, kamu suka ini.” Lavira memberikan sepotong ikan bakar kepada Elina. Elina terkekeh menatap Lavira yang begitu perhatian. “Makasih, Ma. Mama juga makan yang banyak, biar nanti kita sama-sama bulet, hehe.” Lavira ikut tertawa mendengar kalimat menantunya. Dia tak menyangka jika gadis kecil yang bertahun-tahun dia cari, akhirnya sekarang berada di depannya. Meski Elina belum mengingat siapa Alano dan keluarga, setidaknya sekarang Elina sudah menjadi istri Alano. Hal itu membuat Lavira merasa lebih tenang, dia juga tak menuntut Elina untuk mengingat dirinya. Seperti ini saja sudah membuat Lavira merasa senang. Sett ... Elina terkejut ketika tiba-tiba Alano memberikan secentong sayur brokoli di atas nasinya. Elina menoleh dan menatap Alano dengan wajah polos. Alano sendiri nampak santai, terus menyuap makanannya dengan ekspresi datar seperti biasa. Lavira tersenyum menatap itu, dia merasa senang keti

  • Istri Kecil Penebus Hutang   183. Nakal

    “Ini masuknya ke mana?”“Aku juga tidak tahu.”“Makanya lebih tarik, lebarkan sedikit lagi.”“Sudah tidak bisa ini, Mas.”Lavira dan Avram saling tatap tepat di depan pintu kamar Alano. Kamar yang mulai hari itu akan dihuni pula oleh Elina. Setelah tadi sepasang pengantin baru itu meminta izin untuk ke kamar lebih dulu. Lavira ingin menyusul dan mengantarkan makanan untuk Elina, sebab setahunya Elina belum makan malam.Namun, siapa sangka niat mereka malah mendapatkan perkata-perkataan demikian. Lavira tersenyum, dia berfikir hal yang diinginkannya. Kegiatan malam pertama para pengantin baru pada umumnya. Avram pun menatap senyum sang istri, dia terkekeh kecil.“Mereka akan kasih kita cucu ‘kan, Pa?” tanya Lavira cukup terdengarn polos.Avram kembali terkekeh geli. “Biarkan saja mereka, ayo kita kembali ke bawah. Kamu juga harus segera tidur, ini sudah larut.”“Iya, tapi ... Elin belum makan, Pa.”“Nanti kalau mereka sudah selesai, mungkin akan terasa lapar. Alan bisa bantu Elin ambil

  • Istri Kecil Penebus Hutang   182. Panggilan

    Sepasang insan sekarang sedang duduk di tepian ranjang sambil saling lirik. Mereka adalah sepasang pengantin baru yang baru saja sah setelah acara ijab qabul beberapa jam lalu. Alano dan Elina, mereka duduk dengan sudut mata sama-sama melirik satu sama lain.Alano pun menghela napas pelan. Dia nampaknya cukup bingung harus melakukan apa setelah ini. Lavira dan Avram tadi sempat menggoda dirinya. Alano si kaku, dia tak pernah memiliki kekasih. Dia tak tahu cara berhubungan dengan perempuan, tetapi dia adalah pria normal dan tak sepolos Avram dulu. Alano sudah dewasa, sehingga dia tahu kegiatan apa biasa dilakukan sepasang pengantin baru.Hanya saja, masalahnya sekarang adalah mereka pribadi. Alano dan Elina terbilang menikah tanpa ada kata cinta. Mereka hanya saling merasa nyaman satu sama lain untuk saat ini. Elina pun tertarik kepada Alano karena ketampanan pria itu, dan tentunya merasa nyaman. Elina sejujurnya tak paham dengan perasaannya sendiri, setiap kali melihat dan berdekatan

  • Istri Kecil Penebus Hutang   181. Ijab Qabul

    Elina menatap ke samping, di mana kedua orang tuanya berada. Dia tak menyangka jika dirinya benar-benar akan segera menikah dengan Alano. Kemarin-kemarin dia masih berpikir jika Alano hanya bercanda. Sampai akhirnya satu minggu kemudian kedua orang tua Elina datang ke Indonesia dan mengatakan jika mereka senang tahu Elina akan menikah dengan Alano.Elina meminta pernikahan ini tak usah ada pesta sebelum dirinya wisuda. Sebab dia tak ingin diserbu oleh para fans Alano selama di kampus. Hal itu akhirnya dituruti oleh Alano. Akhirnya mereka hanya akan mengadakan ijab qabul saja dulu, sebelum nanti mengadakan pesta mewah setelah Elina benar-benar wisuda.“Kami keluar dulu, Sayang. Nanti akan Mama jemput kalau sudah selesai.”“Iya, Ma,” sahut Elina sambil menarik napas.Cklek ...“Astaga, sahabatkuu ini. Kau menikungkuu!”Elina terkejut ketika tiba-tiba Mei masuk ke dalam ruangan tempatnya menunggu, Mei berteriak. Hari ijab qabul yang begitu tiba-tiba. Tak hanya mengejutkan Elina, tentu sa

  • Istri Kecil Penebus Hutang   180. Baru Kenal

    Elina menatap Lavira yang terlihat begitu antusias memperlihatkan berbagai macam bentuk mode gedung pernikahan. Perempuan itu masih tak paham dengan keadaan tiba-tiba ini. Baru tadi Alano mengatakan dia akan mengurus pernikaha, pria itu sudah memberitahu Lavira dan Avram. Sekarang Lavira nampak sangat semangat memperlihatkan berbagai macam dekorasi gedung pernikahan.“Kamu suka yang ini? Ini cantik juga, astaga, jadi bingung,” celoteh Lavira.“M-maaf, Tante. Ini beneran bakalan nikah?”Lavira menoleh dan menatap Elina yang nampak sangat bingung. Perempuan itu terkekeh, dia melirik Alano di samping Avram. Dua pria itu juga berada di sana, mereka duduk tak jauh dari tempat Lavira serta Elina berada. Kini mereka berempat sedang berada di sofa ruangan keluarga mansion Dakasa, setelah tadi Elina sudah sempat diajak makan malam oleh Alano.“Kamu tidak bilang lebih jelas sama, Elin, No? Dia kebingungan loh, ini,” ucap Lavira kepada Alano.“Udah, Ma. Dia mau.”“Masa iya, terus kenapa dia nany

  • Istri Kecil Penebus Hutang   179. PHP?

    “Kata orang-orang, dia itu psikopat. Jadi dia suka bunuh orang, aku ngeri kalau nanti menikah dengannya ... pas aku lagi tidur, malah dicekik dan mati.”Alano menatap Elina yang melanjutkan kalimatnya. Dia berdeham sambil tertawa kecil mendengar kalimat takut Elina. “Kalau memang begitu, seharusnya kau sedari tadi sudah aku cekik dan mati,” cetus Alano santai.Kalimat Alano itu membuat Elina terdiam. Perempuan itu kembali menggeliat pelan, sampai kelopak matanya bergerak pelan pula. Kening Elina berkerut ketika dia berniat membuka mata. Dengan mata sedikit memicing, akhirnya kini dua bola mata itu terbuka. Elina menatap sekitar sambil menggeliat, sampai pergerakannya terhenti ketika melihat paha seseorang tepat di samping tubuhnya.Mengikuti paha tersebut, Elina mendongak sampai akhirnya kedua bola matanya menangkap wajah tampan seseorang. Saat dua pasang bola mata itu beradu pandang, tepat ketika itu pula Elina melotot. Dia melotot karena terkejut melihat wajah tampan Alano di saat d

  • Istri Kecil Penebus Hutang   178. Setengah Tidur

    “Kami senang, akhirnya sekarang bisa tenang melepas Elin di Indonesia. Kemarin kami risau, masalahnya Elin keras ingin berkuliah di Indonesia, padahal kami belum bisa kembali ke sana. Akhirnya kalian bertemu lagi, kami senang. Maaf karena tidak memberitahu lebih cepat, sebab kemampuan kami yang serba terbatas.”Suara seorang perempuan dewasa di layar ponsel milik Avram terdengar. Ada sepasang suami istri di sana sedang berbicara dengan Lavira. Mereka adalah kedua orang tua Elina. Sesuai kalimat Alano tadi, mereka akan menghubungi kedua orang tua Elina. Akhirnya setelah sekian lama, mereka kembali bisa berkomunikasi. Orang tua Elina meminta maaf karena tidak bisa memberitahukan keberaaan Elina nan masih selamat dari kejadian kebakaran kala itu.“Tidak masalah, Kak. Kami mengerti, bukan salah kalian juga. Kalian juga sudah berusaha menghubungi, kami senang sekarang bisa melihat Elin lagi. Dia masih sama, tumbuh semakin cantik, dan gadis polos nan cerewet,” terang Lavira dengan nada rama

  • Istri Kecil Penebus Hutang   177. Menghubungi

    Rasanya Alano tak terlalu lama beraktivitas di dalam kamar mandi. Namun, ketika dia keluar, Alano sudah menemukan Elina terbaring di atas tepian ranjangnya. Sebelah kaki perempuan itu terjuntai dengan kedua mata tertutup. Hembusan napas perempuan polos itu terlihat tenang dan teratur, itu pertanda jika dia sedang tidur.Hanya beberapa menit ditinggal mandi. Elina tertidur di atas ranjang Alano, mungkin sudah terlalu lelah. Biasanya perempuan itu akan tidur siang jika pulang dari kampus. Hari ini kegiatannya terasa padat, pergi ke mansion Alano dengan segera alasan untuk melarikan diri. Apalagi setelah semua rencana dan alasannya gagal, perempuan itu bercerita cukup lama dengan Lavira. Sampai akhirnya masuk ke dalam kamar Alano dan diajak jahil oleh si pemilik kamar.“Dia benar-benar masih sama, suka tidur sembarangan. Kalau bergerak sedikit, dia bisa jatuh.” Alano menatap tubuh Elina yang memang begitu mepet di tepian ranjang.Perlahan pria itu menarik pinggang Elina, kemudian mengang

  • Istri Kecil Penebus Hutang   176. Kamar

    Elina duduk kaku di tepian ranjang kamar Alano. Setelah tadi sempat berbincang sebentar dengan Lavira. Akhirnya kini Elina berada di kamar Alano. Pria itu katanya sedang menyelesaikan pekerjaan di ruangan kerjanya di mansion tersebut. Lavira malah menyuruh Elina menunggu Alano di dalam kamar pria itu.“Aduh, aku harus apa sekarang? Masa aku harus berbaring di sini? Kalau nanti Pak Alan marah bagaimana?”Meski Lavira yang menyuruh Elina untuk menunggu di dalam kamar tersebut. Tetap saja Elina merasa tak enak jika harus tidur di kamar seorang pria. Apalagi pria itu adalah dosennya sendiri. Pergerakan Elina bahkan cukup terbatas. Sejujurnya dia penasaran ingin melihat-lihat isi kamar Alano, tetapi dia takut jika nanti Alano keburu kembali ke dalam kamar.“Emm, itu apa?” Elina melihat sebuah lemari dan terfokus kepada sebuah kotak kecil tanpa penutup di dalam lemari tersebut.Elina melangkah mendekat ke arah lemari dengan wajah penasarannya. Dia memicingkan mata sambil meraih sebuah kotak

DMCA.com Protection Status