LOGINCardin A vampire prince who passed through pain in the hands of his tyrant Father. He lost everything he ever cared for in the hands of his father but he isn't ready to lose the one person who reminds him what happiness is all about. He is willing to do anything including his money and Fame to protect the one he loves. Lucy An ordinary girl who lost her father and is left with no other option than to live with her drug addicted mother and boyfriends. What happens when Lucy is saved all the time by someone she can't seem to remember? What happens when she finally remembers her saviour? What happens when she realizes that she is working for the same person who keeps saving her? Is she willing to overlook who he really is or is she going to run for her dear life?
View More“Rangga, maafkan aku karena sudah mengecewakanmu. Aku memang main pernah belakang dengan bosku dua tahun terakhir.”
Ucapan Jojo, istri Rangga, dua bulan yang lalu masih terngiang di kepala Rangga.
Selama ini Rangga hanya setia kepada satu wanita, tetapi wanita itu telah mengecewakannya. Walaupun ada banyak wanita yang berusaha menggoda Rangga, tapi Rangga tidak pernah memberi mereka kesempatan untuk mendekatinya.
Tapi, sejak Jojo mengakui semuanya kalau dia pernah berselingkuh dengan Rahul, bosnya, maka hati Rangga menjadi sangat kecewa. Dia menjadi sangat murka akan kehidupannya.
Sejak itu Rangga mulai mencari cara untuk membalas dendam kepada biang keladi kehancuran rumah tangganya, orang yang mengajak Jojo masuk ke dalam kemaksiatan, masuk ke dalam perselingkuhan, pengkhianatan yang melukai hati Rangga.
Dan hari ini, Rangga akhirnya mulai melakukan apa yang menjadi rencananya itu!
Rangga melangkahkan kakinya untuk pertama kali ke rumah Rahul. Inilah caranya untuk membalas kekecewaan tersebut, yaitu dengan masuk ke rumah Rahul sebagai sopir pengganti.
Saat Rangga melihat pria itu, dia hampir tidak bisa menahan diri. Tangannya terkepal, wajahnya mengeras. Pria tua yang tidak pantas menjadi saingannya ini telah berselingkuh dengan istrinya selama hampir dua tahun!
Rahul menatap Rangga. "Jadi kamu sopir baru yang dibilang Yopi itu?"
"Iya, Pak. Nama saya Rangga."
"Oke. Antarkan aku ke kantor."
"Mari, Pak Rahul."
Saat Rahul melewatinya, Rangga hampir saja melepaskan amarahnya. Namun, dia memiliki rencana jangka panjang untuk membalas dendamnya, jadi dia mengendalikan diri.
Sesampainya di kantor dan setelah menurunkan Rahul, Rangga memperhatikan kantor itu. Di sinilah semuanya bermula. Di sinilah istrinya beberapa kali dilecehkan hingga akhirnya tidak berdaya dan berakhir menjadi selingkuhan Rahul.
Tiba-tiba Rahul yang sudah meninggalkan mobil sambil menelepon kembali mendekati Rangga. "Kamu langsung balik ke rumah, lalu jemput Tineke ke mall. Mengerti?"
"Bagaimana dengan Bapak?"
"Mungkin aku akan memakai sopir kantor kalau aku harus keluar. Oke, kamu pulanglah."
"Baik, Pak."
Dalam perjalanan kembali, Rangga menerima telepon dari Jojo, istrinya. "Apa maumu, Jojo?"
"Kamu ke mana, Rangga? Kenapa tidak ada di rumah?"
"Aku sedang kerja lapangan."
"Hah? Bukannya kamu biasanya cuma kerja di depan laptop?"
Sebelum ini, Rangga memang seorang trader dan hanya bekerja dari rumah. Selama 2 tahun ini, pekerjaannya itu telah menghasilkan uang milyaran untuknya, tetapi jumlah itu tidak pernah diketahui oleh istrinya.
Rangga memang ingin membuat kejutan kepada istrinya, ingin membuat sebuah perusahaan besar dan juga membuat apartemen mewah untuk istrinya, untuk jadi kejutan ulang tahun pernikahan bagi istrinya.
Tapi kejutan itu belum juga dia katakan, karena kejutan dari istrinya sudah lebih dulu menerpa hidupnya.
"Sekarang aku mau sambil kerja lapangan melihat-lihat kompetitorku supaya bisa mendapatkan hasil lebih baik," bohong Rangga.
"Oke. Kamu silakan kerja lapangan, aku akan tinggal di rumah dan tidak akan bekerja lagi. Aku puas dengan penghasilanmu, yang penting keluarga kita tetap utuh."
Rangga mendengus. Sejak menikah dengan Jojo, sebenarnya dia sudah mendapatkan kepuasan hidup. Dia merasa semua yang dia inginkan sudah tercapai dengan kehadiran Jojo apalagi dengan kehadiran dua buah hatinya dengan Jojo.
Dia ingin meninggalkan Jojo setelah perselingkuhannya terbongkar, tetapi tidak sanggup karena anak-anak mereka sangat berharap orang tua mereka tetap bersama.
"Jam berapa kamu pulang, Rangga sayang?" tanya Jojo dengan nada lembut. Sungguh berbeda dari sebelum Rangga memergokinya selingkuh.
Jojo dulu begitu cuek dan dingin. Kini, wanita itu jadi berubah peduli, dan terus berbicara dengan nada mendayu, tapi Rangga tidak akan terjebak lagi.
"Aku tidak tahu. Mungkin tidak akan pulang."
"Rangga, kamu tidak sedang meninggalkan aku, kan?"
"Kalau aku ingin meninggalkanmu, aku sudah membawa anak-anak kita pergi, tapi aku tidak melakukannya, kan?"
"Iya, memang."
"Aku cuma ingin menenangkan diri sambil kerja lapangan. Dua hari lagi aku pulang."
"Baik, Rangga. Aku akan menunggu sampai kamu pulang dan akan selalu memperhatikan anak-anak kita.”
**
Saat Rangga telah kembali ke rumah Rahul, Tineke yang sudah berdandan cantik itu keluar. Dia bahkan sengaja menggesekkan buah dadanya yang sintal ke lengan Rangga, hingga membuat Rangga kaget.
Tineke menatapnya penuh arti. Sebuah godaan sudah mulai dilayangkan.
Ternyata, istri kedua Rahul sebinal ini?
Sekarang, Rangga yakin bahwa rencana pertamanya akan bisa dilaksanakan dengan sangat mudah.
Tapi Rangga pura-pura tidak mengerti. Dia masuk ke dalam mobilnya dan bertanya, "Nyonya Tineke mau belanja di mana, Nyonya?"
Tineke nampak berpikir sebentar kemudian dia berkata, "nampaknya aku tidak jadi belanja deh."
"Kenapa begitu, nyonya?"
"Sekarang ini aku lebih suka refreshing di hotel." Dari posisinya di jok belakang ini, Tineke menatap penuh arti ke arah Rangga lewat kaca di atas pengemudi.
"Oh, aku mengerti, tante. Tante mungkin capek. Ehm, berarti tante ingin menginap di hotel dan aku harus menjemput Tuan Rahul, begitu, kan?" pancing Rangga.
"Eh, jangan. Bapak sedang sibuk di kantor. Biarlah dia di kantornya. Aku tidak mau mengajaknya ke hotel."
"Baik, nyonya. Berarti nyonya ingin menikmati fasilitas hotelnya. Mungkin menikmati spa-nya, kolam renangnya atau semacam itu. Iya kan?" kata Rangga sambil mulai mengemudi.
"Aku nggak mau. Aku pengen sekali ke hotel bukan untuk menikmati fasilitas seperti itu tapi aku ingin berduaan dan dengan seseorang di hotel. Tapi bukan bapak ya."
Cerita sudah mulai menjurus tapi Rangga masih pura-pura. Dia masih berlagak pilon. "Oh, jadi nyonya akan menginap dengan teman nyonya, ya? Bestie-nya nyonya, ya?"
"Nggak. Buat apa? Aku lebih baik menghabiskan waktu dengan bestie-ku saat di klub malam atau di lagi shopping tapi tidak saat di hotel. Saat di hotel, aku ingin menikmatinya dengan seorang lelaki. Tentu saja."
Saat ini Rangga terdiam. Rangga biarkan Tineke menceritakan dengan jelas akan maksud perkataannya itu. Rangga yakin, dari ekspresi Tineke, sepertinya wanita itu mulai tertarik padanya.
Setelah sempat terdiam, Tineke nampaknya mulai tidak tahan. Dia kemudian memajukan tubuhnya sehingga harum semerbak parfum yang dia pakai menyebar sampai ke hidung Rangga. "Bagaimana denganmu? Apa kamu mau menemani aku di hotel?"
Two years later I watched Jimmy play around the garden with Ashley. It's very surprising how she grew fond of him. Just two years ago, I had a fight with Cardin about adopting him, I fight which I obviously won. I ruined his life by being the main reason why his parents died, the evidence of my recklessness marred his skin although his vampire trait tried healing him up, but yet not everything got wiped off.As for Petrov, I don't really know what Cardin did to him. I never asked, but he came home countless nights with blood stained shirt.Pedro walked over to Ashley and handed her glass. Finally, I think she's moving on. Although she's not totally over Cardin because she still bitches at me at whatever opportunity she gets, but at least she's giving Pedro a chance."Hey," Cardin called, his hands circling my waist from behind "I've been looking for you" he kissed my neck before raising his head to stare at Jimmy. "He looks all grown."I giggled at him. Ever since Jimmy got signed ov
Lucy Did I get run over by a vehicle or what? Why does my head hurt so badly? I racked my brain to remember what really happened, that was when it came flowing back. That bastard snapped my back just to shut me up.I opened my eyes, expecting to see the now familiar leaking roof, but instead of the roof, I saw another familiar one, one that I find comfort in. I sat upright massaging my temple due to the headache. Looking down to my clothing, I discovered that I was wearing something neat and my body looks scrubbed.I went down in search of the other occupant of this house who happens to be my husband. I opened the door to an empty hallway, not that I'm surprised. Cardin made it clear that none of the guards should wonder upstairs. According to him, he doesn't want them hearing my moans, not even by mistake. He believes that sound was created just for him and him alone.Walking down the stairs, I followed the whisper of voices to the kitchen, there I met Baron, Cardin and Ashley. I thi
Lucy Staying in the dark brought back feelings that are somewhat familiar, when I close my eyes, I see images that make me wonder if I'm the character of my imaginations? Or dreams? I can't even tell what's real and what's not.The only face I see is that of the young man who brings me a glass of blood once a day for my daily sustainance. Most times, I see the face of Tornado staring back at me then I'm overcame by guilt, guilt over the fact that I led him to his death, not to mention Jimmy and his parents.The asshole who took me is yet to make an appearance after my short conversation with Cardin, most times, I think he has forgotten he left someone down here.The sound of the groaning door brought me back to the present. Turning over to the other side, I opened my eyes and blinked rapidly to clear my blurry eyesight. When I saw who was standing at the door, I shot to my feet."My deepest apologies for my inability to visit all these while, I've been busy with other things that isn'
Cardin We got to Alberto's house by nightfall, the Bentley parked outside his gate, but not within eye sight. Baron eyed the security men at the gate, his face folding in a frown. "How do you intend to pass through these securities?"I ignored him because I already have it covered. I know their focus will be on the other black SUV that my men deliberately parked outside the gate, making sure to make the car so obvious which will give Vincent and Sebastian time to handle the two men that are guarding the back gate."We are clear boss" Vincent voice filled my ear."We are entering through the back door." I informed Baron who is still eyeing the security men through the tinted glass. "Klaus? Is the security system disabled?""Yes boss."I opened the door and walked towards the back gate, my eyes flickering briefly to the black SUV at the front gate. They are to drive away the moment we enter the house without any trouble but if things should go south, they are free to use the werewolf ba
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews