登入It began as a mistake. Gwendolyn never knew a lie would change her life for good or worse. A marriage arrangement was set between her and Austin, a man she loathed most. Despite her family's company being on the brink of bankruptcy, Gwendolyn refused the marriage proposal and lied about carrying a child for a stranger she rescued at the verge of death. Because her family was one of the prominent families in the city, they could be a laughing stock so she was forced to marry this stranger to bury their shame. A few months later, people often remarked on her husband's resemblance and a dead person, who was no one else but the grandson of the wealthiest and most powerful tycoon in the entire city.
查看更多"Dewa Pedang... Apa kau sudah tahu apa akan kesalahanmu?"
Sebuah suara menggelegar terdengar dari sosok tertinggi di kekaisaran para dewa.Kesalahan ini terjadi pada Shen Luo Xiang, sang Dewa Pedang. Shen Luo Xiang merupakan sosok yang disegani oleh para Dewa. Akan tetapi, sebuah kesalahan besar harus membuatnya membayar semuanya.Kini Shen Luo Xiang hanya diam, bingung, dan dia tidak bisa mengingat apapun yang telah ia lakukan.Wajahnya semakin pucat tatkala melihat jasad kekasihnya, yaitu Shen Shi Shi sudah terbaring lemah dihadapannya dengan luka pedang emas tertancap tepat di jantungnya."Yang Mulia! Sudah jelas dia adalah pelakunya! Apalagi yang harus dibicarakan!" bantah Dewa Api dengan wajah kesalnya."Benar apa yang dikatakan Dewa Api... Apalagi tidak hanya Dewi Shi Shi... Bahkan para tetua klan Dewa Pedang juga menjadi korban dari keganasan Shen Luo Xiang!" Dewa Racun juga memberi pendapatnya."Dia telah menjadi iblis!" timpal salah satu Dewa lainnya."Bajingan! Aku tidak akan pernah melakukan hal keji..."Namun, Dewa Api segera menghentikan ucapan Dewa Pedang dengan menarik rambutnya."Dasar sialan! Apa kau masih ingin membela dirimu? Sudah jelas semua kejahatan yang kau buat... Dan lagi, ayahmu telah dibunuh oleh Iblis... Tetapi kenapa kamu malah membabi buta menyerang para Dewa?!"Ungkapan dari Dewa Api membuat Dewa Pedang terdiam. Ia mulai sedikit mengerti kejadian yang telah terjadi."Tapi semua ini bukan kendaliku! Apalagi membunuh kekasihku sendiri..."Saat akan melanjutkan ucapannya, Dewa Api kembali memotong pembicaraannya."Buka matamu baik-baik! Dan lihat apa yang telah kau lakukan!" Dewa Api mulai membentuk teknik formasi.Swuuuung!Udara seketika bergetar, beberapa detik kemudian muncul sebuah cermin raksaksa di hadapan Dewa Pedang. Cermin ini merupakan mata besar yang dimiliki oleh para Dewa untuk melihat kejadian lalu.Sebelumnya, saat masa berkabung di klan Dewa Pedang, Shen Luo Xiang tiba tiba mengamuk dan membunuh para tetua klan yang ada di sekitarnya.Tidak hanya para tetua klan. Bagaikan seorang Iblis, Dewa Pedang juga menyerang para Dewa yang tengah menghadiri acara pemakaman Shen Luo Jun, ayah Shen Luo Xiang.Seketika klan Dewa Pedang menjadi medan pertempuran mengerikan, dan Shen Luo Xiang berhasil mengalahkan satu persatu pasukan Langit. Hingga Shen Shi Shi tiba, dan mengorbankan dirinya agar Kaisar Dewa tidak terbunuh pada saat itu."Sialan a-aku!" ucap terbata bata Shen Luo Xiang kemudian tertunduk pasrah."Sudah jelas bukan? Apa kau ingin membela dirimu lagi!" bantah Dewa Api.Kaisar Dewa yang sejak tadi hanya diam kini mulai memberikan perintahnya."Karena Dewa Pedang melakukan kesalahan besar... Hari ini, Dewa Pedang akan di hukum mati!" ucap Kaisar Dewa, membuat cuaca di siang hari itu menjadi gelap.Petir menari-nari diatas langit seperti tidak terima atas keputusan dari Kaisar Dewa. Namun, kejahatan Dewa Pedang sudah terlalu parah. Dan hanya hukuman mati yang pantas didapatkan oleh Dewa Pedang.Senyum tipis terpampang di sudut Dewa Api.Namun tidak dengan beberapa Dewa seperti Dewa Bintang, karena menurutnya kejadian yang menimpa Shen Luo Xiang adalah kejadian di luar kendali. Dan seharusnya Kaisar Dewa memberikan perintah untuk melakukan penyelidikan yang lebih dalam lagi."Tapi bukankah...""Apa kau juga bersekongkol dengannya, wahai Dewa Bintang?" tanya Dewa Api mencela.Tidak mau tahu berkata apa, Dewa Bintang hanya bisa mengeraskan rahangnya."Keputusanku sudah bulat! Sekarang pilihlah hukuman kematianmu Dewa Pedang..." ucap Kaisar Dewa lagi.Shen Luo Xiang yang sejak tadi berpikir kini hanya menganggukan kepalanya. Meskipun kecewa, dengan lantang Shen Luo Xiang akan menerima hukuman mati ini dengan baik."Hukuman Sumur Ilahi!"Seketika ruangan aula Dewa menjadi riuh dengan permintaan Shen Luo Xiang. Karena yang mereka tahu, hukuman mati ini lebih dari siksaan yang tidak berujung."Apa dia sudah gila!""Sial dia lebih memilih mati secara perlahan dari pada mati tanpa merasakan rasa sakit!"Ruangan yang menjadi ramai akan komentar para Dewa, membuat Kaisar Dewa segera mengkondisikan ruangan yang ramai."Tenanglah! Karena ini keputusannya, maka aku akan mengabulkannya... Sebelum itu, aku akan memeriksa kondisi sumur Ilahi terlebih dahulu... Setelah ini, Dewa Pedang akan segera di eksekusi!""Dewa Api... Dewa Racun, kalian bawa Dewa Pedang ke arah penjara Langit... Setelah ini bantu aku menyiapkan hukuman mati untuknya!""Baik Yang Mulia!" Dewa Api dan Dewa Racun berucap kompak segera membawa Shen Luo Xiang kearah penjara Langit.Setibanya di penjara Ilahi."Dewa Pedang... Apa kau tahu semua ini adalah rencana yang telah kusiapkan lama untukmu?"Setelah rantai petir Ilahi terpasang. Dewa Api memberikan jawaban dari kebingungan yang dialami oleh Dewa Pedang.Shen Luo Xiang begitu terkejut dengan penuturan ucapan ini. Bahkan, emosinya seketika meledak hebat yang membuat aura didalam penjara Langit menjadi mencekam."Ka-kau...""Iya semua ini aku yang melakukannya... Jadi nikmatilah hukuman mati yang akan kau terima... Hahahaha!" Dewa Api dan Dewa Racun segera meninggalkan penjara langit.Bwooooong!Aura pedang yang sangat mengerikan merembes dari tubuh Shen Luo Xiang. Dengan segala upaya untuk melepaskan diri, usahanya kini sia sia setelah petir Ilahi menyambar tubuhnya.Traaack! Traaaack!"Bajingan... Aku dijebak! Bahkan kekasihku harus mati di tanganku sendiri... Dan lagi, semua ini... Arrrggghh!" Berusaha melepaskan diri, ribuan petir Ilahi segera menyambar ketubuh Shen Luo Xiang.Disaat ribuan petir menyambar tubuhnya, tiba tiba Kaisar Dewa muncul, kerutan wajah sedikit heran melihat amarah Shen Luo Xiang yang meledak ledak. Karena hukuman harus segera terlaksana, Kaisar Dewa membawa Shen Luo Xiang secara paksa ke arah Sumur Ilahi. Setibanya di tempat pengeksekusian, puluhan Dewa menghadiri acara ini dengan wajah yang sulit digambarkan.Tanpa mengatakan apapun, Shen Luo Xiang berjalan kearah ujung Sumur Ilahi. Dengan perasaan yang sangat marah karena mengetahui dalang dibalik kematian ayah, serta kekasihnya. Shen Luo Xiang berhenti tepat diujung Sumur sambil menatap tajam Dewa Api."Hari ini... aku bersumpah! Jika ada kehidupan selanjutnya untukku! Maka... Aku akan membuktikan bahwa diriku tidaklah salah! Dan yang harus kalian ingat, siapapun yang menjebakku... Akan kubuat seratus kali lipat lebih penderitaan yang sama diderita olehku!"Blaaaaar!Sumpah Shen Luo Xiang dijawab oleh takdir dengan kemunculannya petir Ilahi menyambar diatas langit. Seketika suasana pengeksekusian ini menjadi tegang karena sumpah yang dikatakan Shen Luo Xiang.Tanpa menunggu jawaban mereka, Shen Luo Xiang segera terjun kedasar Sumur Ilahi."Arrghhhh!"Teriakan Shen Luo Xiang terus menggema didalam sumur disaat api dari Sumur Ilahi membakar tubuh Shen Luo Xiang. Sepuluh menit kemudian, suara Shen Luo Xiang akhirnya menghilang yang ditandakan bahwa Dewa Pedang telah mati. Namun yang tidak mereka ketahui, sumpah Shen Luo Xiang telah dikabulkan oleh takdir.Hingga Shen Luo Xiang yang mengira telah mati kini mendapati rohnya berada di kegelapan tak berujung.***“Apa ini adalah dunia kematian?” gumam Shen Luo Xiang duduk tenang sambil memikirkan bagaimana caranya agar bisa bereinkarnasi kembali.Namun, di tengah pikirannya yang kacau. Shen Luo Xiang melihat seutas cahaya didepannya sejauh satu kilometer. Merasa aneh dengan adanya cahaya itu, Shen Luo Xiang segera menghampiri cahaya itu.Wuuuuush!Roh tubuhnya tiba tiba menghilang, lalu cahaya itu membuat matanya terpejam sejenak. Beberapa menit kemudian, Shen Luo Xiang dapat melihat kembali, namun anehnya ia mendapati kesadarannya telah berada di dalam kamar yang cukup nyaman.“A-aku dimana?”Six years later “Yeah, that one! You're a natural!” The photographer exclaimed, his camera clicking rhythmically as he captured countless photos of her. Gwendolyn felt the familiar routine of posing wash over her, but today, an unfamiliar heaviness settled in her body, an undercurrent of stress she couldn’t quite shake off. With an instinctive grace, she lifted her chin slightly, offering a tantalizing side profile, her right hand poised just shy of her moist, nude lips, a gesture that felt both natural and intentional. “She’s truly stunning. Just look at those golden blonde hair!” One of the crew members remarked, her voice etched with admiration. A warm blush crept over Lilith’s cheeks, making her feel like she was the one being admired. Her gaze darted towards Gwendolyn, who effortlessly commanded the spotlight with her poses, exuding confidence and charm. “Do you know who she is?” A curious new worker piped up, his eyes wide with intrigue. “Mrs. Redgrave? Oh, everyone
As Margaret heard the voice of the person she had come to see, a shiver ran through her as she withdrew her sore hand, gently massaging her wrist. The redness that bloomed there was akin to the deep hue of a cherry, a stark reminder of the forceful grip that he applied when he grabbed her hand. “I’m thinking of working with Ms. Brook.” She said tentatively, her voice trembling slightly. “My company would be glad to have someone as talented as her on board if she’s willing.”“I'm afraid she’ll be rejecting your offer.” He replied sharply, his tone leaving no room for discussion. “If your company requires a model, find one through your agency, but leave her out of it.”Margaret felt the weight of his glare, the ferocity in his eyes making her heart race. There was a tempest of fury swirling within him, and the air around them seemed to thicken, pressing down on her like a suffocating shroud. As she reluctantly met his gaze, she noticed how he towered behind her, his imposing presence ov
“Why did you lie to me, Gwen?” Edward asked, his voice low and calm, revealing no trace of anger, but a hint of disappointment lingered in the tone.“I didn’t lie to you, Dad. I just... shared my feelings about him. If I wanted to deceive you, I wouldn’t even have mentioned who he is. I’m really sorry it took me this long, but now I can finally share everything because he's the one I want to be with. I'm not ashamed to say it.” Her heartfelt apology hung in the space between them, palpable and sincere.“Hiding the truth is just as bad as lying. You shouldn't have kept this to yourself. God, what were you thinking?” His brow furrowed slightly, concern etched on his face, though the softness of his gaze suggested a well of unshed emotions.She suppressed the urge to huff in frustration, forcing herself to maintain her composure. Tapping lightly on his mahogany office desk, she met his gaze head-on, ready to respond. “Well… if I had told you sooner, would you even believe me?”“I would.
Two hours after the harrowing incident, Mr. Kane reached out to Lucien, informing him that he had just arrived at the airport and was on his way to the company. Lucien felt an unsettling tension knotting in his stomach at the thought of the meeting. Despite their many attempts to connect over the past weeks, some unforeseen obstacle always intervened. Now, with an important board meeting underway, he regretted his inability to go to the airport himself. Instead, he urged Jace to make the trip, accompanied by a few bodyguards—a precautionary action against any unexpected threats that might arise.Although anxiety gnawed at him, Lucien found solace in the skills Jace brought to the table, he trusted that he could handle the situation without a scratch on him. Every five minutes during the meeting, his phone vibrated gently on the table—texts from Jace, each one carefully crafted to reassure him of his safety. Yet, amid the flurry of updates, a flicker of doubt gnawed at him. He couldn’
As the echoes of the conference meeting faded away, leaving behind an air thick with unspoken words, the last few attendees ambled out of the hall, their footsteps becoming feeble. A palpable tension hung in the atmosphere, settling heavily on Jace's mind like a suffocating air. He remained seated,
Immediately the call disconnected, Gwendolyn swerved around to look at him, holding her phone tightly. Her countenance wasn't pleasant, she was still worried despite her father assuring her everything was fine, he just needed her to be at the hospital with her stepmom.“Is everything all right?” His
“Did you also threaten Mr. Robert the same way you threatened Gwendolyn?” Mr. Redgrave grinned cunningly. He spun around, walked up to a couch in his bedroom, and sat down carefully, holding his walk-stick close. He cupped his chin, staring at his grandson in a calm steady manner. “Did he say I thre
“I surmise I was worried for nothing.” Immediately after the teleconference ended Margaret puffed out a sigh of relief, shuffling away from him to get seated on the couch in his home office. “It’s late,” He glanced over the wall clock. It was already past midnight and he was tired after a long day.












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.