LOGINHow painful is it to grow in the oppressive bitter cold? Is it because the desire for revenge is so intense? For the sake of love, Christabel's life became turbulent in an abysmal way. She never knew falling in love was a great crime until she found herself in a situation that made her doubt her love, not giving her a chance, her life was destroyed within the range of five months. She dreaded the emotion 'love' and its accomplice. All hell was let loose when her cunning enemy sent her to a place a sane human will not dare spent a second in. Her stepsister will not stop until she collects something she believed she snatched from her. As if that was not enough, she was accused of murder and was cast out by the person she so much respected. No dulling! Life is hotness for hotness and coldness for coldness. It is a time to be brave and sharp; like the biblical-edged swords. She decided to show the other side of the by taking revenge! Prove her innocence and regain her lost pride. The question here is, is she innocent? Who is the real murderer? Will she be courageous In the face of all these adversities? Will all these come to a full cessation? What is her fate amid this chaos? Will her lovely mum and mentally handicapped sister be able to save her despite them being poor? Will her life be ever meaningful?
View MoreDi Kota Wuyu, sebuah kota besar dari Dinasti Ming, penguasanya adalah kerajaan Wang. Namun, raja saat ini tidak bermarga Wang, melainkan bermarga Xiao. Nama raja saat ini adalah Xiao Jian, menantu raja Wang sebelumnya. Istri Xiao Jian adalah putri sulung raja Wang sebelumnya. Kini, Xiao Jian bersama istri dan anaknya sedang dikelilingi oleh jenderal dari kerajaan Wang sendiri, yang dibantu oleh tokoh-tokoh kuat dari kekuatan lain.
Xiao Jian berdiri bersama istrinya, Wangmei, sementara di belakang mereka ada anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Xiao Tian. “Xiao Jian, sekarang aku akan mengambil nyawamu dan juga anak, istrimu. Aku akan mengambil tahta yang semestinya milikku!” Orang yang berbicara adalah Wang Chong, dia adalah adik Wangmei. Namun saat ini, adik yang paling dia sayangi memberontak, bahkan dia berani membunuh semua orang yang setia pada Xiao Jian. "Adik Wang Chong, mengapa kamu melakukan ini? Jika kamu menginginkan tahta, aku tidak akan sungkan untuk memberikan semuanya padamu. Lagipula, aku memang tidak menginginkan tahta. Aku hanya menjalankan pemerintahan dan menunggumu hingga dewasa. Setelah kamu dewasa, aku akan memberikannya kepadamu," tegas Xiao Jian kepada adik iparnya. "Ha ha ha," Wang Chong tertawa terbahak-bahak. "Xiao Jian, tidak perlu naif. Apa kamu mengira aku bodoh? Siapa yang ingin turun tahta setelah merasa nyaman di posisi itu? Tidak ada! Aku tidak bisa membiarkanmu turun tahta dengan hati yang tidak rela. Aku akan menyingkirkan kalian semua!" Wangmei sebagai kakak perempuan Wang Chong sangat kecewa dengan tindakan adiknya. “Wang Chong, sekarang izinkan kakak pergi! Kakak berjanji tidak akan mengganggu kepemimpinanmu di Kota Wuyu.” “Ha ha ha, maafkan adikmu ini Kakakku, aku tidak bisa membiarkanmu pergi,” jawab Wang Chong, kemudian dia menatap seluruh pasukannya yang sudah membantai semua pengikut setia Xiao Jian. “Bunuh mereka semua!” perintahnya dengan wajah yang sangar. Ribuan prajurit Kerajaan yang menggunakan baju besi dipimpin oleh jenderal kerajaan mengepung Xiao Jian dan anaknya. “Kalian bertiga harus mati! Kalian tidak pantas memimpin kerajaan Wang ini!” Semua orang berlari sambil menyeret senjata mereka. Xiao Jian, Wangmei dan anaknya Xiao Tian diserang dari berbagai arah. “Bunuh!” “Bunuh!” Suara langkah kaki bergemuruh hingga menggetarkan Bumi. Melihat begitu banyak pasukan yang datang dari berbagai arah, Xiao Jian menatap mereka semua dengan penuh napsu pembunuh. “Mei’er, lindungi anak kita, aku akan membuka jalan agar kalian bisa selamat,” ujar Xiao Jian dengan suara yang berat. "Suamiku, aku tidak bisa meninggalkanmu mati sendirian. Jika kamu ingin mati, kita akan mati bersama," kata Wangmei dengan nada tegas, tanpa rasa takut menghadapi ribuan pasukan yang semakin mendekat. Wangmei melihat salah satu anggota kekaisaran dari Dinasti Ming. Namun sayang, orang dari Dinasti Ming hanya duduk menonton tanpa mempedulikan mereka. “Tidak! Jika kamu dan Tian’er mati, tidak akan ada yang mencari keadilan untuk kita. Tetapi, jika kalian selamat, kalian bisa mencari keadilan untukku dan juga orang-orangku yang mati di tangan mereka!" Xiao Jian mengeluarkan pedang berwarna hitam pekat. Lalu dia mengangkat pedangnya. “Bunuh!” Tanpa menunggu jawaban Wangmei, Xiao Jian mengikat anak istrinya dengan tenaga dalamnya, lalu dia berlari ke arah pasukan yang berada di hadapannya. Dia menyalurkan tenaga dalamnya ke dalam pada pedang dengan sangat kuat, lalu dia menebasnya dengan sangat ganas. Xiao Jian seperti binatang buas yang sedang mengamuk, setiap kali dia mengayunkan pedangnya, beberapa kepala akan terpenggal. Namun, walaupun jumlah lawan sangat banyak, beberapa tusukan dan tebasan pedang sudah melukainya. Klang ~~~~ Klang ~~~~ Suara benturan senjata terus terdengar. “Jangan biarkan dia melarikan diri!” Wang Chong berteriak dari jauh. “Yang mulia tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang bisa meninggalkan tempat ini. Mereka bertiga akan mati!” Jenderal kerajaan menyahut dengan suara percaya diri. Shot ~~~~ Sebuah senjata menusuk dada Xiao Jian. Namun Xiao Jian tidak berteriak, dia bahkan berubah semakin ganas dan menakutkan. Plof, plof, plof …. Beberapa kepala berhasil dipenggal oleh Xiao Jian. Dia terus berlari sambil membunuh siapapun yang menghalangi jalannya. Setelah membunuh banyak orang, akhirnya Xiao Jian berhasil lepas dari kepungan banyak pasukan. Namun, walau dia sudah berhasil masih banyak pasukan yang berusaha mengejarnya. Tubuhnya sudah penuh dengan luka, tubuh yang terus menerus mengeluarkan darah. Hingga jubah putih yang mempesona, kini sudah berubah berwarna merah karena darah segar yang terus menerus keluar. Akhirnya, Xiao Jian berhenti berlari. "Istriku, kamu harus membawa Tian’er pergi dari Kota Wuyu, pergi sejauh mungkin, dan ingat, bahwa adikmu, paman anak kita, yang telah melakukan semua ini. Kalian harus membalas dendam untuk kematianku!" “Suamiku, tidak! Aku akan menemanimu di sini! Kita akan hidup dan mati bersama!” Wangmei tidak ingin meninggalkan suaminya yang sudah pucat pasi karena mengeluarkan darah yang banyak. “Tidak, kalian harus hidup. Pergi!” Xiao Jian melemparkan istri dan anaknya menjauh. Lalu dia berbalik dan menatap jenderal klan Wang dan seluruh pasukannya. “Aku akan membantai kalian semua.” Xiao Jian melompat sambil menebaskan pedangnya. Sekarang dia tidak menahan lagi tenaga dalamnya. Sebagai pendekar raja tingkat 6, kultivasi Xiao Jian cukup tinggi. Sedangkan Jenderal klan Wang hanya pendekar raja tingkat empat. Namun dia diuntungkan dengan jumlah. Shoott ~~~~ Xiao Jian menebaskan pedangnya, dan energi pedang langsung meluncur dengan kecepatan tinggi. “Aaahhh!” Ratapan suara yang menyedihkan terus terdengar. Banyak anggota klan Wang yang tubuhnya terpotong menjadi dua bagian. Shoott ~~~ Plof …. “Kakak ipar, aku tidak bisa lagi membiarkan terus hidup!” “Uhuk, uhuk, uhuk!” Xiao Jian berdiri mematung, dia terus menerus memuntahkan darah. Dia melihat pedang dengan racun yang terus menetes sudah menembus tubuhnya, bahkan jantungnya sudah hancur. Wang Chong telah muncul di belakang Xiao Jian, dan langsung menusukkan pedangnya. "Tidak... Ayah!" Xiao Tian yang melihat ayahnya tertusuk pedang berteriak histeris. Xiao Tian ingin kembali, namun ibunya menghentikannya. "Tian’er, kita harus pergi. Jangan sia-siakan perjuangan ayahmu yang menginginkan kita hidup!" “Tidak ibu, aku harus menyelamatkan ayah!” Xiao Tian meronta-ronta ingin melepaskan diri dari genggaman ibunya, namun ibunya tetap menahannya dan mereka berlari semakin cepat. Mata Xiao Tian sudah berubah menjadi merah, dia mengeluarkan air mata darah. Dia terus menatap ayahnya yang kini sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk hidup. Puluhan tombak dan pedang sudah menembus tubuh ayahnya dari depan dan belakang. Xiao Jian berdiri dengan pedangnya sebagai penopang. Dia menatap Wang Chong dengan tatapan penuh napsu membunuh. "Wang Chong, tidak akan lama lagi kematian menjemputmu. Anakku pasti akan membalaskan dendamku." Wang Chong mendengus dingin. "Kamu tidak perlu banyak berharap. Mereka tidak akan bisa melarikan diri! Aku akan mengirim mereka ke neraka untuk menemanimu!" Wang Chong menatap pasukannya. "Tangkap mereka dan bawa mereka dan bawa mereka kembali, entah hidup atau mati!" "Baik, Yang Mulai."Daniel surprised them when he entered the dock and placed his lips on Christabel own. Christabel swollen eyes were wide in shock, well, that was unexpected. Not caring about where they were he kissed her so fiercely that Christabel gasped from breath. One could hear the 'uhmmm' 'hmmm' and gasps from the spectators as he clashed his tongue with hers, bending her head in a good position, wrapping his huge arms around curvy form possessively and pressing her breasts firmly against his hard chest and abs that Christabel had stroke before, all this was happening right inside the court! The kiss was so erotical - like they were having sex with their mouths. Making love as certainly as if they were both naked and squirming together in bed. So dominative and domineering - like they were commemorating each other for eternity, con
check out her books if you are a lover of 💥💥💥 "The company image has sunk and people are already spreading rumours and now the only thing important to you is to get your fiancee out of prison!" Daniel stepmom shouted, anger marrying her sharp features. Giving Daniel a death glare she packed her braids that fell from the elastic-bond hold when she was shouting back into a disarranged bun. "At this rate, you will pass out." David who just came in said swinging a white lamp charger. His mother ignored him, her eyes mopped Daniel. "Aren't you ashamed to face your sister like this! This is the perfect time to seek Justice, to get Justice for her and you will let that go down the drain because of the love you have for a criminal!" Here she was making Daniel felt as if he did nothing about his dear sister death. Here she was making Daniel think everybody was tryin
"You couldn't even sleep. Get a little rest before you go out." Christabel mom said while trying to prevent the clothes she just collected from the lines from falling."Daniel told me to come to the company because of something important. I will be right back Mom.""I am nervous to send you alone, let me follow you to get a cab, what if that man comes back?""I don't want to stress you. Help me to prepare those delicious cookies, I will be right back Mom." She patted her mum, added a moderate brown powder to her face; to give her face its colour back, and left.💥💥💥"CEO, journalists are waiting in the assembly room." "Alright," Daniel replied. "Let me remind you again. Taking photos
Like a newly-hatched chick peeking from the broken shell of a fresh egg, a bright new day gradually began to unfold in the town. And with its very first hint of dawn, the inspector and the police officers in charge of the motor vehicle investigation had gotten to Head To Toe Cosmetics Company (HTTCC)"Detective-inspector Zach I still don'tunderstand why we came here again, corporal Mike said he searched the car yesterday and we all know he found a zipper on the car bonnet." A police officer said.The inspector stopped in his tracks and faced the man that asked the question. "We are here to question Miss Evidence; the owner of the car.""Don't you think it is too early? Who comes to the office at this time of the day?""We will wait for her, the earlier the better.""Inspector-Detective Zach is it true that Monica and Christabel are enemies?" The Sergeant asked few seconds into their
Outside, the harmattan tore across the mansion, ruffling the plants in a circular garden, bending the leaves and branches of trees, coating the parked cars with dust. None of this seemed to matter to Chris
Christabel had learnt to cushion the effects of her situation in life with hard work, and here her work - the source of her motivation was going down the drain right before her very eyes, her solution to the problem was to act fast, was to save her falling job an
Everything that happened felt like a stage play to Daniel; except that the scenes were poorly written. It felt like a joke; an awful joke. Daniel was so sad and moody, yes, he was on the verge of tearing u
After Christabel left her mother view she went straight to Sarah's room."Sarah wake up," She said and tapped Sarah but Sarah only yawned and changed her sleeping position. "Sarah!" Christabel called, again
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews