LOGINDead after saving a family from a zombies attack, Maya finds that she has been rebirth to a peaceful world where zombies are just fictional stories used to scare bad kids. Living comfortably is her new goal. But the current body she used, Finola, seemed to have been engaged with someone before she finally used the body. Forced by her 'family', Maya must marry a crippled man who is notorious for his bad temper and rumored to be dead soon enough. But that's not the only problem she has right now. Evan, her husband seems to have a lot of people who want to take his life all the time. Using her previous life experience, Maya starts her new life as a wife of a cold billionare from that day on!
View MoreSUARA DESAHAN DI KAMAR IPARKU
BAB 1
"Ah … kamu nakal, kan geli tau. Tapi aku juga gak bisa kalau kamu berhenti. Aku candu padamu. Ah …."
Aku tersentak saat telingaku lagi-lagi mendengar suara desahan dan erangan dari sebelah kamarku yakni, kamar adik suamiku dan istrinya. Sudah satu tahun ini aku tinggal di rumah orang tua suamiku, mas David.
Kamarku dan kamar adik suamiku bersebelahan. Suamiku hanya dua orang bersaudara, dan suamiku anak pertama. Akan tetapi, usia pernikahan kami dengan adiknya jauh berbeda. Jika adik suamiku yang bernama Kevin dan istrinya yang bernama Nora sudah berjalan tiga tahun, pernikahanku dengan mas David baru berjalan satu tahun saja.
Yah, Kevin lebih dulu menikah dengan Nora. Aku dan mas David kenal secara tidak sengaja di sebuah pusat perbelanjaan di kota kami. Kala itu aku yang salah masuk ke mobil milik mas David yang aku kira taksi online yang aku pesan. Sempat terjadi perdebatan antara aku dn mas David kala itu tapi akhirnya mas David mengantarkanku pulang.
Setelah kejadian itu aku dan mas David saling bertukar nomor ponsel dan tidak lama kemudian kami pun menjadi dekat hingga akhirnya mas David melamarku dan aku pun menerima lamarannya dengan senang hati.
Siapa sih yang tidak terpukau dengan ketampanan wajah mas David. Garis wajahnya yang tegas. Hidungnya yang mancung, bibirnya berwarna pink alami serta tubuhnya yang atletis dan terkesan macho. Membuat banyak gadis termasuk diriku menyukainya. Aku merasa sangat beruntung kala mas David melabuhkan pilihan terakhirnya padaku. Tidak menunggu lama aku pun menerima lamarannya.
Singkat cerita aku dan mas David pun menikah setelah mas David mendapat restu dari kedua orang tuaku. Rupanya mas David dan papaku saling mengenal. Mas David adalah seorang manajer yang biasa ditugaskan untuk meeting dengan beberapa klien seperti papaku.
Untuk itulah papa juga tidak keberatan saat mas David meminangku. Sebab, papa sudah cukup lama mengenal mas David.
Namaku Narraya Okta dan biasa dipanggil Raya. Meskipun papaku adalah pengusaha cukup sukses tapi aku tidak mengandalkan kekayaan orang tuaku. Setelah lulus kuliah aku mencoba peruntungan di bidang kuliner dengan membuka cafe dan resto dengan target pasar anak-anak muda.
Aku menjual berbagai menu kekinian yang lagi vira sehingga cafe dan restoku diminati oleh banyak kalangan muda. Selain aku menjaga rasa di makananku aku juga membuat suasana cafe dan restoku sangat nyaman dan cozy. Yang membuat siapa pun betah berlama-lama berada di cafe ku.
Sehari setelah menikah dengan mas David, aku diboyong oleh mas David ke rumah orang tuanya yang hanya tinggal ibunya saja. Ayah mas David sudah lama meninggal saat usia mas David masih sekitar 19 tahun.
Beruntung mas David memiliki otak yang encer sehingga bisa menempuh jalur pendidikan hingga kuliah dengan jalur beasiswa. Begitu pun dengan adik mas David yakni, Kevin. Hanya saja jika mas David bekerja di kota ini lain halnya dengan Kevin. Dia dan Nora harus melakukan hubungan LDM. Kevin bekerja di perusahaan batubara di kalimantan dan dua bulan sekali baru bisa pulang.
Awalnya aku sedikit keberatan saat mas David mengajakku tinggal di rumah ini. Bukankah tidak baik dalam satu rumah ada tiga ratu dan lebih dari satu kepala keluarga? Hanya saja mas David membujukku. Katanya kasihan ibu jika ditinggal bersama Nora saja sebab Kevin yang harus merantau.
Alhasil aku pun tidak bisa menolak keinginannya jitu. Toh ibu mertuaku juga sayang kepadaku. Aku pun menjadi tidak masalah untuk tinggal di sini. Pun rumah ini juga terbilang besar dengan dua lantai dan ada empat kamar di dalamnya dengan dua kamar pembantu di bagian belakang dekat dengan dapur.
"Ah, lebih cepat lagi please, aku mencintaimu Sayangku, Ah."
Lagi, aku kembali mendengar suara desahan itu saat pikiranku kembali ke masa lalu.
"Nora? Sama siapa? Apa sama Kevin? Tapi bukannya jadwal kepulangan Kevin masih dua minggu lagi?" Berbagai pikiran negatif berkecamuk dalam benakku.
Bergegas aku duduk dari posisi tidurku. Lantas, kuambil ponsel yang aku letakkan di atas nakas yang ada di seberang ranjangku. Kuhidupkan layarnya, dan betapa terkejutnya aku saat melihat jam di ponsel. Waktu menunjukkan pukul dua belas malam. Sudah selarut ini mas David belum juga pulang dari kantornya.
Tadi dia memang sempat menghubungiku dan melapor kalau malam ini dia akan lembur. Akan tetapi, biasanya mas David kalau lembur pun mentok hanya sampai jam sepuluh saja. Namun, tidak dengan sekarang. Ini sudah terlalu malam untuk ukuran orang sedang lembur itu termasuk tidak wajar. Belum lagi suara desahan yang beberapa hari ini kudengar saat aku terbangun di tengah malam sangat mengganggu pikiranku.
Bergegas aku menghubungi nomor ponsel milik mas David. Saat proses pemanggilan tersambung tanpa sengaja telingaku mendengar suara yang sangat aku kenali dan itu berasal dari kamar sebelah yakni, kamar iparku.
Kutajamkan lagi pendengaranku dengan menempelkan telingaku pada dinding kamar yang menjadi pembatas antara kamarku dengan kamar Nora. Benar saja itu suara dering ponsel milik mas David. Seolah-olah aku belum percaya pada apa yang kudengar. Kembali aku menghubungi ponsel mas David. Namun, sayangnya ponsel mas David tiba-tiba berubah menjadi tidak aktif.
Entah kenapa perasaan tidak enak seketika menjalari hatiku. Pikiranku membayangkan hal-hal yang negatif.
"Apa jangan-jangan mas David ada di kamar Nora? Jadi, apa suara desahan yang saling bersahutan itu adalah suara mereka berdua?"
After being reassured by Evan, Maya's mood improved so much that the girl didn't mind responding to people's greetings. Throughout the event, Maya smiled, spreading a positive aura which also affected Evan, who was initially a little annoyed by the gossiping girls. Under Maya's amusement, Evan finally had a more friendly face as they entered the cinema room while holding hands. The two of them sat on the bench that had been prepared. Evan rubbed Maya's hand lightly, as he whispered to the girl in a worried tone.“You can let me know whenever you sense that this movie is starting to make you uncomfortable. Remember, your happiness is my priority right now.”Maya smiled as she returned her husband's whisper. “I see. Thank you, Evan,” she said sincerely. Evan nodded in response to his wife's words. His face was very gentle, as he looked at his wife's face with great affection.After all the guests entered the room, the atmosphere gradually calmed down as the lights finally turned off. Wit
When the time came, Maya went to the premiere with Evan and a driver. Because they had to get ready before Evan's work time over, Kevin was forced to not be able to accompany them to complete the task left by Evan. Seeing Kevin working hard, Maya subconsciously felt sorry for him and started joking that Evan should give Kevin an appreciation for what the man had done for them all this time. But unexpectedly, Evan actually nodded in response to her words. Only when they were in the car, Evan finally open his mouth about the meaning of his nod.“I plan to transfer twenty-five percent of my family's wealth under his name. I really want to give more. But given his personality, he'd be upset if I gave him too much. I haven't talked about transferring this wealth to him. Do you mind if I do, Maya?”With the business and assets that Evan owns, twenty-five percent is enough for Kevin to spend the rest of his life in luxury without needing to work again. Maya satisfactorily shook her head. “He
[Orlando Family's Sole Heir Awakening.]Maya read the news with slightly furrowed brows. It was not the content of the news that annoyed her this time. But the comments, really annoyed Maya when the girl read them one by one.When Evan got sick, everyone judged their love story in a relatively negative way. Some think Maya only married for Evan's wealth. While others, feel sorry that Maya has to marry a dying man like Evan. Only few people who's sincerely wish for their happiness. But when news of Evan's recovery had spread, people seemed to be competing to delete their previous comments and start praising them as the happiest couple on earth. Some even claimed to know her or Evan, and praised their compatibility, even though Maya didn't actually know that people.Now Maya knew why Evan had been so isolated from the outside world all this time. In a time when Evan was at his worst, the man knew that no one was willing to help him except those who were sincere to him. People, who laugh
Once they arrived at the hospital, Diana had finished being examined and was resting in the infirmary with her friends. The incident seemed too shocking for the young girls, so neither of them spoke until Maya entered the room with Evan and Kevin.“Sorry, we came late. How are you guys doing now?”Diana's eyes immediately reddened when she remembered Maya had saved her life again. Maya, aware of Diana's feelings, immediately approached the girl. Maya let Diana hug her tightly, while she herself tried to calm Diana by gently stroking her back.“It's fine. You're safe now ….”Maya whispered softly while her eyes stared at Evan and Kevin, who were invited out by two of Diana's friends. Maya knew the two of them would most likely talk about Diana's examination results or just allow Diana some space to express her feelings. The girl waited until Diana was completely calm, before she let go of their embrace and wiped the tears that rolled down the Diana's cheeks.“Feeling better?” Maya aske






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.