Pagi ini kampus kembali dihebohkan dengan foto-foto yang terpasang di mading kampus. Hampir semua mahasiswa yang sudah berada dikampus mengerubungi mading guna melihat foto-foto yang tengah beredar. Di dalam mading itu terdapat cukup banyak foto pernikahan Raga dan Yasmin. Mulai dari foto pemberkatan hingga pesta pernikahan. Kedua wajah mempelai pengantin tampak begitu jelas. Raga yang terlihat tampan nan gagah dengan tuxedo berwarna putih dan Yasmin yang terlihat sangat cantik dengan gaun putih mewahnya.Beberapa mahasiswa yang sudah melihat foto-foto itu tidak menyangka jika ternyata dosen yang selama ini mereka kagumi sudah mempunyai istri yaitu muridnya sendiri. Mereka semua terlihat marah dan kecewa karena merasa sudah dibohongi."Sumpah gue nggak nyangka ternyata pak Raga sudah menikah sama Yasmin! Selama ini mereka sudah berbohong!"Naomi yang baru saja datang tidak sengaja melihat kerumunan mahasiswa didepan mading kampus. Karena penasaran iapun segera melangkahkan kakinya men
Beberapa hari sudah berlalu sejak terbongkarnya hubungan Raga dan Yasmin. Sejak saat itu sampai sekarang Naomi sama sekali tidak ingin mengangkat panggilan dari Yasmin, bahkan gadis itu juga tidak ingin menemuinya. Beberapa kali Yasmin mendatanginya ke kostan tapi Naomi sama sekali tidak pernah mau keluar. Yasmin sangat merasa bersalah pada sahabatnya itu, dia menyesal karena sudah menyembunyikan semuanya dari Naomi. Seharusnya dari awal dia menceritakan semuanya. Mungkin jika Naomi tahu sejak awal, semuanya tidak akan seperti ini. Sekarang persahabatannya sudah hancur karena dirinya sendiri.Hari ini Yasmin akan pergi ke kampus guna menemui Naomi, wanita itu akan meminta maaf padanya. Ini akan menjadi pertama kalinya ia kembali ke kampus setelah Keenan membongkar rahasianya. Sebelumnya Yasmin sudah ingin kembali ke kampus tapi Raga melarangnya dengan alasan takut Yasmin menjadi sasaran kemarahan mahasiswa."Oke, gue harus selesain masalahnya sekarang. Naomi adalah sahabat gue, gue n
Mendudukkan dirinya disalah satu kursi yang berada diruang dekan, Raga bersama dekan dan beberapa staf kampus lainnya sedang menunggu kedatangan Keenan. Hari ini Raga ingin mengakhiri semuanya. Pria itu akan melaporkan semua kejahatan yang sudah Keenan lakukan ke pihak kampus. Selama ini Raga diam dan tidak melapor karena pria itu sadar jika dirinya yang salah sehingga membuat Keenan melalukan hal jahat padanya dan Yasmin. Dia pikir setelah melakukan itu Keenan akan berhenti balas dendam dan memaafkannya tapi ternyata semuanya tidak sesuai dugaan. Keenan justru bertindak semakin jauh dan itu membuat Raga tidak lagi bisa mentoleransinya.Ditambah lagi beberapa hari ini Yasmin terlihat lebih sering bersedih dan murung. Wanita itu bahkan seperti tidak mempunyai gairah dan semangat hidup. Raga yang merasa bersalah karena sudah membuat Yasmin seperti itupun ingin mengakhiri semua permasalahan yang terjadi. Dia ingin Yasmin kembali menjadi wanita yang ceria seperti dulu lagi."Kenapa lama s
Berita tentang dikeluarkannya Raga dan Keenan dari kampus seketika langsung tersebar di penjuru kampus. Banyak yang kaget dan menyayangkan hal itu. Bukan hanya tentang dikeluarkannya mereka yang membuat semua orang terkejut, melainkan kasus dibalik pengeluaran mereka yang membuat seisi kampus heboh.Keenan yang selama ini terkenal dengan imange baik dan pinternya ternyata telah melakukan tindakan asusila pada Yasmin. Sedangkan Raga yang selama ini terkenal dewasa dan sempurna itu ternyata dulunya adalah tukang bully. Banyak sekali penggemar mereka yang merasa sangat kecewa dan marah. Mereka semua kecewa karena merasa dibohongi dengan image baik kedua pria itu."Gila, sumpah gue masih nggak nyangka pak Raga sama Keenan seperti itu. Nyesel gue udah idolain mereka.""Sama! Mana Keenan hampir memperkosa Yasmin lagi katanya. Padahal yang kita tahu dia kan nggak suka sama Yasmin.""Belum lagi pak Raga. Pokoknya gue bener-bener kecewa."Naomi yang tidak sengaja mendengar obrolan teman-temann
"Kamu tidak ingin kembali ke kamarmu?" tanya Raga pada Yasmin yang sedang memainkan ponselnya diatas ranjang miliknya.Saat ini Yasmin memang sedang berada dikamar Raga, lebih tepatnya kamar mereka dulu. Entah kenapa tadi saat Raga sedang sibuk merapikan barang-barang yang tadi dia ambil dari kampus, Yasmin tiba-tiba mendatangi kamarnya dan langsung mendudukkan dirinya diatas ranjang. Wanita itu datang ke kamar Raga dengan alasan sedang bosan dan butuh teman mengobrol. Karena Raga sibuk membereskan barang-barang nya, alhasil Yasmin pun menunggu pria itu selesai dengan kegiatannya."Lo ngusir gue? Dari tadi gue tungguin lo selesai beres-beres dan sekarang lo malah ngusir gue?" balas Yasmin sambil menatap kesal kearah suaminya itu. Bagaimana tidak kesal, dia sudah menunggu Raga hampir 30 menit tapi dengan santai pria itu mengusirnya. Padahal ada beberapa hal yang ingin ia tanyakan pada pria itu.Sambil tersenyum, Raga meletakkan kotak berisi barang-barang yang ia bereskan tadi di dalam
1 bulan kemudian..."Raga, kamu belum pulang? Ini sudah jam pulang loh."Raga menoleh begitu mendengar suara pertanyaan sang ayah mertua. Saat ini pria itu sedang berada di kantor ayah Yasmin. Setelah dikeluarkan dari kampus, Raga memilih untuk bekerja diperusahaan ayah Yasmin. Sebenarnya papanya sudah menawarinya untuk melanjutkan memimpin perusahannya tapi dia lebih memilih perusahaan ayah Yasmin karena tidak ingin terlalu mendapat hak istimewa di perusahaan papanya yang merupakan perusahaannya juga.Sudah terhitung 2 minggu Raga bekerja diperusahaan ayah Yasmin. Walaupun tidak mendapat jabatan tertinggi, tapi pria itu cukup enjoy menjalaninya karena tujuannya bekerja bukan untuk mencari uang atau mendapat jabatan tinggi melainkan hanya untuk mengisi waktu kosongnya. Dia juga tidak ingin terlihat menganggur karena sudah mempunyai istri."Ini sebentar lagi selesai setelah itu saya pulang, yah."Ayah Yasmin tersenyum mendengar jawaban menantunya itu. Walaupun baru 2 minggu bekerja, Ra
"Selama 3 hari kedepan ibu akan menginap disini karena ayahmu sedang pergi keluar kota untuk urusan bisnis.""Apa? Menginap?!" teriak Yasmin kaget. Pagi ini tiba-tiba ibunya datang sambil membawa koper. Yasmin pikir ibunya datang untuk mengantar barang-barangnya yang masih berada dirumah, tapi ternyata tujuan ibunya membawa koper adalah untuk menginap disini."Kenapa kamu terlihat sekaget itu? Kamu tidak suka ibu menginap disini? Ya ampun Yasmin, baru beberapa bulan menikah kamu sudah melupakan ibumu," sahut ibu Yasmin saat melihat anaknya itu terlihat tidak menyukainya menginap dirumahnya.Yasmin menggeleng menanggapi ucapan ibunya barusan. Bukannya dia tidak suka ibunya menginap, hanya saja dirumah ini hanya ada 2 kamar yaitu kamar utama dan kamar tamu selain itu hanya kamar pembantu. Kamar utama dipakai Raga, sedangkan kamar tamu dia pakai. Jika ibunya ingin menginap, ibunya bisa tahu jika dia dan Raga pisah ranjang. Jika ibunya tahu, maka ayahnya juga akan tahu dan habislah sudah
Mengenakan dress berwarna hitam serta rambut yang di style low ponytail membuat Yasmin terlihat begitu cantik dan elegan. Wanita itu tampak dewasa bahkan tidak terlihat seperti seorang mahasiswa. Orang yang tidak mengenalnya atau baru bertemu dengannya pasti akan mengira jika dia adalah seorang wanita yang sudah berkarir. Disampingnya berdiri ada Raga yang juga tampak begitu tampan dan gagah dengan setelah jas berwarna hitam yang senada dengan dress nya. Keduanya baru saja sampai di tempat acara peresmian hotel. Sambil tersenyum Yasmin merangkulkan tangannya pada tangan Raga berjalan memasuki gedung tempat acara. Mereka harus terlihat harmonis agar tidak membuat kedua orang tua mereka malu didepan banyak tamu-tamu penting lainnya.Sesampainya di dalam gedung acara, mereka di sambut oleh seorang pria paruh baya bernama pak Handoko. Pak Handoko sendiri merupakan pemilik hotel yang ditanami saham oleh perusahaan ayah Yasmin. Pria paruh baya itu tersenyum menyambut kedatangan mereka. "Se
Beberapa bulan kemudian...Seorang wanita cantik dengan mengenakan dress hitam selutut terlihat berjalan memasuki kawasan sebuah kampus. Tidak lupa wanita itu juga menggandeng seorang anak kecil yang tidak kalah cantik dengan dirinya. Yasmin bersama Leona baru saja sampai dikampus tempat Raga mengajar. Beberapa saat yang lalu sepulang menjemput Leona disekolahnya, Yasmin mendapat kabar dari Naomi jika Raga sedang bersama banyak mahasiswa baru, pria itu katanya sedang menanggapi semua godaan-godaan mahasiswa baru itu. Tanpa pikir panjang Yasmin pun langsung berputar arah menuju kampus. Tidak lupa wanita itu juga mengajak Leona agar semua orang tahu jika ternyata dosen yang mereka kagumi itu sudah mempunyai anak istri.“Ma, itu papa!” Seru Leona sambil menunjuk kearah Raga yang sedang duduk dikursi kantin dengan dikelilingi banyak mahasiswa baru.Sambil mengepalkan kedua tangannya kuat Yasmin menatap kesal kearah sang suami. Ternyata selama ini suaminya sering dekat dengan perempuan la
1 tahun kemudian... "Leona awas!!" Sebuah mobil melaju dengan cukup kencang kearah Leona yang sedang mendorong kereta bayi. Suara tabrakan yang cukup keras terdengar membuat semua orang yang berlalu lalang dijalan itu langsung menoleh dan berlarian kearah sumber suara. Dengan air mata yang sudah mengalir deras Yasmin berlari kearah kerumuanan itu. Tadinya wanita itu sedang membeli minuman untuk Leona yang katanya sedang haus. Karena tempat membeli minuman itu hanya berada disebrang jalan, akhirnya Yasmin meminta Leona untuk menunggu disamping mobil sambil menjaga adiknya yang merupakan anak kandung Yasmin yang sudah lahir 3 bulan yang lalu. Namun saat Yasmin hendak kembali ke mobil, ia melihat dari arah lain ada mobil yang melaju dengan sangat kencang kearah kedua anaknya. Yasmin yang melihat hal itu sudah ingin berlari namun sayangnya ia terlambat karena mobil itu sudah lebih dulu menabrak pembatas jalan didekat tempat Leona dan adiknya berada. "Anakku! Tolong minggir, aku harus m
Setelah menjelaskan semua kesalahpahaman yang terjadi, akhirnya hubungan Yasmin dan Raga kembali membaik. Yasmin sudah bisa menerima penjelasan Raga, wanita itu percaya jika suaminya tidak mungkin menghianatinya. Setelah semuanya kembali membaik, mereka akhirnya bisa melanjutkan hidup rumah tangga bersama."Raga, kamu yakin ingin melaporkan Devandra ke kantor polisi?" tanya Yasmin.Mendengar Yasmin memanggilnya dengan sebutan aku-kamu bukan lo-gue lagi membuat Raga cukup terkejut. Lantas pria itu langsung bertanya kenapa istrinya tiba-tiba mengubah panggilannya. "Kamu sudah tidak menggunakan panggilan lo-gue lagi?"Yasmin menyunggingkan senyum tipisnya, wanita itu mengangguk sebagai balasannya. "Aku merasa jika panggilan itu kurang pantas. Aku ingin merubah kebiasaanku. Sekarang aku ingin menjadi istri yang baik dan ibu yang baik untuk calon anak kita."Raga mengembangkan senyumnya lebar. Pria itu sangat senang mendengar apa yang baru saja Yasmin katakan. Rasanya sangat lega mendengar
"Bayu stop! Kamu mau membawa Leona kemana?!!"Suara tangisan Leona terdengar begitu keras saat Bayu memaksanya untuk ikut dengannya. Pria itu tiba-tiba mendatangi apartemen Devandra dan langsung membawa paksa Leona. Bayu ingin mengambil alih Leona karena Devandra tidak ingin kembali padanya. Karena tidak ingin anaknya ikut dengan Bayu, Devandra pun berusaha untuk menahannya. Wanita itu tidak rela anaknya ikut dengan pria yang sudah menyakiti anaknya selama ini."Kamu tidak berhak membawa Leona! Kembalikan Leona!!" teriak Devandra. Wanita itu sudah ingin menarik tangan Leona yang terus menangis namun dengan cepat Bayu mendorongnya."Kenapa aku tidak berhak? Leona anak kandungku. Aku berhak atas dirinya!!""Hiks aku tidak mau ikut om Bayu! Aku anak papa Laga bukan anak om Bayu," sahut Leona sambil menangis dan memberontak minta dilepaskan.Mendengar kalimat yang baru saja Leona katakan membuat Bayu marah. Pria itu langsung menatap ke arah gadis kecil itu. "Leona dengarkan aku, kamu buka
Saat ini Raga sedang berada dirumah sakit. Malam ini ia akan menginap disana untuk menemani Yasmin karena dokter menyarankan untuk Yasmin dirawat inap selama kurang lebih 2 hari kedepan sampai kondisi wanita itu dan janinnya baik-baik saja.Sejak tadi Yasmin hanya diam mengalihkan pandangannya dari Raga. Wanita itu masih enggan menatap atau berbicara dengan suaminya. Menyadari hal itu, Raga memilih diam karena dia tidak ingin membuat Yasmin marah dan akhirnya akan mempengaruhi kondisi kandungannya.Ngomong-ngomong kedua orang tua mereka belum mengetahui tentang kehamilan Yasmin. Yasmin masih belum ingin memberitahu orang tuanya tentang kehamilannya sedangkan Raga juga memutuskan untuk menyelesaikan masalahnya terlebih dulu sebelum memberitahu orang tuanya."Yasmin, aku minta maaf karena baru bisa datang sekarang. Tadi aku baru saja pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA dengan anakku."Mendengar kalimat yang baru saja Raga katakan membuat Yasmin langsung menoleh kearahnya. Kemar
"Papa, masih lama ya?" tanya Leona.Saat ini mereka berdua sedang berada disalah satu rumah sakit yang cukup terkenal. Beberapa saat yang lalu mereka baru saja menyelesaikan serangkaian tes untuk melakukan tes DNA. Pada akhirnya Raga memutuskan untuk melakukan tes DNA ulang tanpa sepengetahuan siapapun. Pria itu masih belum yakin jika Leona adalah anak kandungnya, maka dari itu dia memilih melakukan tes DNA ulang dirumah sakit yang lebih besar.Kali ini tidak hanya menggunakan sample rambut dan kuku saja, Raga juga melakukan tes DNA melalui sample darahnya dan Leona. Kata seorang dokter kenalannya, melakukan tes DNA menggunakan sample darah bisa memakan waktu yang lebih cepat untuk mendapatkan hasilnya dibanding menggunakan sample rambut atau kuku. Beruntung tadi Leona tidak merengek sama sekali saat diambil darahnya. Raga mengatakan pada anaknya itu jika sekarang dia ingin memeriksakan Leona agar Leona sehat karena kemarin sempat demam."Jadi berapa lama hasilnya akan keluar, dok? Ap
Dengan menggunakan pakaian serba hitam dan juga kacamata hitam serta masker, Naomi dan Rere sedang berada di depan sebuah bangunan apartemen yang cukup mewah. Sudah hampir 1 jam kedua orang itu berdiri disana guna menunggu seseorang. "Nom, lo yakin disini apartemennya? Kok nggak keluar-keluar sih? Capek gue nunggunya. Pulang aja yuk!" Rere sudah tidak kuat lagi menunggu disana. Sudah pegel, panas lagi. Kalau bukan karena solidaritas pertemanannya dengan Yasmin, dia tidak akan mau seperti ini.Kedua orang itu sedang menunggu Devandra keluar dari apartemennya. Rencananya mereka akan memantau dan mengikuti kemanapun wanita itu pergi guna mencari bukti apakah anak yang katanya adalah anak Raga itu benar anak kandung atau bukan karena Naomi sangat yakin jika itu bukan anak kandung Raga. Sebelumnya Naomi sudah meminta izin pada Raga untuk melakukan penyelidikan ini. Karena Raga juga mulai sedikit curiga, pria itupun mengizinkannya. Bahkan dia memberitahu dimana Devandra tinggal dan member
Naomi menatap Yasmin yang saat ini sedang memalingkan wajahnya darinya. Wanita itu sedang marah karena dirinya sudah memberitahu Raga tentang kehamilannya. Naomi sendiri sadar jika mungkin ia salah karena sudah lancang memberitahu privasi orang, tapi tujuannya melakukan hal itu baik. Dia hanya ingin hubungan Raga dan Yasmin kembali baik. Naomi tidak ingin sahabatnya itu terus-terusan bersedih. "Yasmin, gue minta maaf. Gue lakuin itu karena gue pengen hubungan lo sama pak Raga kembali baik. Gue nggak mau lo sedih terus, Yas."Sambil menghela nafasnya panjang Yasmin menoleh ke arah Naomi. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada sambil menatap kesal ke arah sahabatnya. "Naomi, lo kan tahu keputusan gue buat cerai sama Raga itu udah bulat. Gue udah nggak mau lagi berhubungan sama dia. Tapi gara-gara lo ngasih tahu Raga kalau gue hamil itu bikin gue nggak bisa cerai sama dia. Dia bilang kita nggak akan bisa cerai karena gue lagi hamil," ucapnya dengan nada kesal."Justru itu bagu
Yasmin menatap tajam pria yang saat ini berdiri di depannya. Beberapa saat yang lalu ketika ia terbangun dari tidurnya, ia tidak melihat keberadaan Naomi. Yasmin pikir Naomi berada di kamar mandi, namun saat ia mengetuk pintu kamar mandi, pintu itu terbuka dan tidak ada siapapun didalam sana. Saat hendak mencari keluar, tiba-tiba wanita itu dikejutkan dengan kedatangan Raga yang sudah berdiri tepat didepan pintu kostan.Melihat kedatangan sang suami, Yasmin sudah ingin menutup kembali pintunya. Namun belum sempat pintu itu tertutup, Raga sudah lebih dulu menahanya. Pria itu langsung mendorong pintunya hingga membuat pintu itu kembali terbuka lebar. Melihat apa yang baru saja suaminya lakukan tentu saja membuat Yasmin semakin menatapnya tajam."Pergi," satu kata terdengar lirih keluar dari bibir Yasmin. "Yasmin..""GUE BILANG PERGI! GUE NGGAK MAU KETEMU SAMA LO!" Teriak Yasmin sekencang mungkin. Wanita itu sudah mengatakan tidak ingin melihat suaminya, tapi suaminya terus saja berusah