Chapter: Bab 5. Shatteres Vows.Breaking News: Supermodel Alexander Juan baru saja tiba dibandara usaiAktivitasnya sebagai model utama di Jepang Fashion Week.Laura membuka pintu mobil, bergegas duduk dikursi pengemudi,menghela nafasnya yang terasa sesak, jatung wanita itu berdetak cukup cepat saat ia membuka ponsel dan benar saja artikel suaminya yang akan kembali dari jepang sudah muncul dalam pencarian pertama.Laura menatap layar ponselnya lagi, memandangi deretan foto juan dan membaca sekilas komentar-komentar yang sesungguhnya sedikit mengusiknya, terutama jika ia menemukan komentar bernada mengoda daripengguna internet.Tanpa sadar ia tersenyum tipis, menyadari betapa egoisnya ia dalam hubungan pernikahan mereka selama ini.Usai menyalakan mesin mobil, laura bergegas menuju apartement tempatnya dan juan tinggal selama dua tahun sejak pernikahan mereka secara diam-diam, tentu saja dengan restu kedua orangtua mereka dan kehadiran beberapa orang kerabat terdekat mereka.Dirinya mengenal juan nyaris selama hidup
Terakhir Diperbarui: 2025-02-27
Chapter: Bab 4. When The Rain Meets FireMalam itu, hujan mengguyur deras di Jakarta.Brian mendorong pintu apartemennya dengan bahu, menyalakan lampu utama yang memantulkan sinarnya ke dinding kaca besar di satu sisi ruangan. Pemandangan gemerlap kota yang basah tampak dari balik kaca, memberi kesan tenang yang kontras dengan gemuruh di luar. Ia melepas sepatu kulitnya dan melangkah masuk ke ruang tamu yang luas dan dingin. Udara terasa sunyi,hanya desiran AC yang menemani.Dengan langkah malas, Brian menuju closet room. Deretan jas kerja mahal, jam tangan eksklusif, dan sepatu yang tertata sempurna di rak kayu mahal menunggu untuk disentuh. Ia melepaskan jasnya, menggantungnya dengan rapi, lalu mengendurkan dasi yang masih menggantung di leher.Ponselnya bergetar.Di layar muncul nama yang membuat bibirnya melengkung samar.Laura.Brian mengangkat telepon sambil membuka kancing kemejanya, tubuh tegapnya kini hanya terbalut kaus dalam. "Ya, Lau..." suaranya berat, namun ada kehangatan di sana.Hembusan napas dari ujung tele
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Bab 3. A Fragile EmbraceLaura mengulurkan tangannya dengan ragu, menyentuh lengan Brian yang berdiri membelakanginya. Sentuhan itu singkat, hampir tidak terasa, tetapi reaksinya sungguh tak terduga.Brian tersentak keras, seperti baru saja tersengat listrik. Ia segera melangkah mundur, membalikkan tubuhnya dengan mata yang melebar. Wajahnya pucat, dan napasnya memburu, seolah sedang melawan sesuatu yang jauh lebih besar daripada dirinya sendiri."Jangan sentuh,Laura!" serunya, suaranya bergetar dengan nada tegas yang hampir putus asa.Laura terpaku, merasa bersalah sekaligus bingung dengan reaksinya. “Pak Brian, Aku tidak bermaksud—”“Pergi, Laura,” potong Brian dengan nada dingin, tetapi sorot matanya penuh ketakutan. “Keluar dari ruangan ini.”Ya. Laura dan Brian berada di ruangan kerja brian saat ini. Alih-alih memberi Dokumen untuk di tanda tangani, Laura mulai memberanikan diri untuk berinteraksi dengan brian setelah beberapa hari ini menahan rasa penasaran dan rasa ingin tahunya pada Sosok Brian yang d
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Bab 2 . Hambar Yang MengusikLaura menatap meja makan di hadapannya. Hidangan yang ia siapkan sejak sore tadi tetap utuh, sama sekali tidak tersentuh. Sambil menghela napas panjang, ia menoleh ke arah jam dinding. Pukul sebelas malam, dan Juan masih belum pulang. Lagi."Dia sibuk," gumam Laura kepada dirinya sendiri, mencoba mencari alasan untuk perasaan hampa yang menyelimutinya. Juan adalah seorang aktor dan model terkenal; jam kerja yang tidak menentu adalah bagian dari kehidupannya. Tapi tetap saja, kesibukan Juan sering kali meninggalkannya sendirian, menghadapi kehampaan yang kian menjadi-jadi. Walauoun sudah terbiasa,tapi tetap saja Laura sedikit merasa kesepian.Beberapa bulan terakhir, mereka semakin jarang berbicara, bahkan lebih jarang lagi tertawa bersama. Laura tidak ingat kapan terakhir kali mereka menghabiskan waktu sebagai pasangan, berbicara tentang hal-hal kecil, atau sekadar menikmati kebersamaan tanpa terganggu oleh pekerjaan. Kehidupan mereka, yang dulunya penuh cinta dan gairah, kini hanya m
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03
Chapter: Bab 1. Luka yang Terbuka KembaliSuara dentingan kaca pecah memenuhi ruangan besar itu, dan menggema di setiap sudutnya. Brian berdiri di tengah kekacauan, dadanya naik turun, wajahnya memerah oleh amarah yang tak tertahan. Di tangannya, sisa gelas wine yang hancur sangat mencerminkan tatapan matanya yang gelap dan penuh kemarahan."Ini semua tidak masuk akal!" teriaknya, nadanya penuh tekanan.Di sudut ruangan, Livia,bunya menatapnya dengan raut wajah cemas, sementara wanita muda yang duduk di sofa hanya bisa menunduk, merasa tak diinginkan. Wanita itu, Sarah, adalah sosok yang dipilih orang tuanya sebagai calon istri Brian. Wanita yang di kenal dari pertemuan perusahaan Ayah Brian dan Livia,istrinya. Namun, Brian tidak peduli siapa dia.Hanya dengan keberadaan wanita itu saja sudah cukup membuatnya ingin meledak. Ia benci dengan situasi seperti ini."Brian," Livia mencoba berbicara, suaranya tenang tapi tegas. "Kamu tidak bisa terus begini. Lihatlah dirimu. Usia tiga puluh lima dan kau masih sendiri. Ayahmu dan aku
Terakhir Diperbarui: 2025-01-03