author-banner
Lina Hakim
Lina Hakim
Author

Novel-novel oleh Lina Hakim

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia seorang gadis pengagum senja ia selalu menunggu datangnya senja, di tepi Laut bersama Damar yang merupakan sahabat masa kecilnya. Delia mengenalkan senja pada damar ia berkata “Senja tak ingin melihatmu sedih, tetapi ketika kamu sedih kamu bisa melihat senja!"Yang mengingatkannya tentang malam walau ia pergi pasti tetap akan kembali. Kedua sahabat itu menghabiskan malam yang sama namun dengan suasana yang berbeda, Delia memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya. Berbeda dengan Damar ia harus dituntut dewasa oleh keadaan. Karena keluarganya mengalami kebangkrutan dan ke dua orang tua nya selalu berselisih paham. Ia tak memikirkan perasaan dalam hati nya yang juga ingin menangis, tapi terhenti karena tatapan polos adik kecil di hadapannya yang tersenyum. “Kaka kenapa papa selalu marah!” ucap polos adik kecil di samping nya. “Papa hanya cape de! papa kelelahan bekerja!” seru kaka nya sembari menutup kedua telinga sang adik. Suatu ketika Damar kecil memutuskan pergi meninggalkan kota bersama orang tuanya, ia memberikan kalung liontin berwarna birutanda perpisahan yang begitu cepat. Tak ada kabar sedikit pun, hilang begitu saja seperti terbawa angin di sore hari. Saat ini Delia tak hanya menunggu senja tetapi juga menunggu damar. Apakah Damar akan seperti senja yang pergi dan pasti kembali?
Baca
Chapter: 54. Cemburu
Sinar rembulan begitu terang menyorot permukaan air laut yang tampak bergelombang, suara tawa terus terdengar bersamaan serangga malam yang ikut bergeming. Wajah dua sosok manusia yang saling menatap seraya tersenyum menikmati hamparan laut yang begitu tenang. Sesekali mereka bersenda gurau untuk memecah keheningan malam yang tak terasa mulai larut. Delia mengecek jam yang pada ponsel genggamnya tampak waktu menunjuk sepuluh malam. Namun suasana laut masih begitu ramai, banyak orang berlalu lalang untuk sekedar bersantai sembari menikmati indahnya bintang-bintang di langit.“Gimana Kamu jadi cari model untuk promosiin baju kamu?” Ucap Romi dengan menatap lama mata Delia yang tampak bersinar terkena cahaya rembulan.Delia terdiam sebentar dia masih asyik sendiri tatkala bola matanya menyorot ke ujung hamparan air laut yang tampak tenang. Bibirnya sedikit tersenyum dengan menggaguk dia berkata “Iya Rom, Tapi…!” D
Terakhir Diperbarui: 2021-12-30
Chapter: 53. Kembali
“Kring….Kring…”Suara lonceng sepeda terdengar begitu nyaring Ibu Delia menoleh,menatap ke luar kaca dan tampak putri cantiknya yang baru sampai mengantar bunga pesanan dari pelanggan. Wanita itu hanya tersenyum kecil, dengan kelakuan putrinya yang membuatnya cemas.“Ibu… Delia pulang!” Ucap gadis itu dengan begitu riang, lalu segera berlari menuju sang ibu yang terdiam seraya menatap tajam.“Ya ampun Delia! Ke mana aja tadi?”“He he.. Maaf Ibu, tadi Delia istirahat sebentar di Taman, suasananya asyik sih! Jadi kelupaan deh!”“Hmm… Kebiasaan deh Kamu!” Seru Ibunya lalu mencubit lembut pipi sang putri yang memerah.“Iya maaf.. Terus pesanan bunganya gimana Bu?”“Udah dianterin sama karyawan Ibu tadi! Kalau nungguin Kamu dulu, nanti pelanggan p
Terakhir Diperbarui: 2021-11-12
Chapter: 52. Pesanan Bunga
Keesokan harinya“Ini pesanan bunganya jangan lupa ya? Rumahnya dekat lapangan bola samping taman itu!” Ucap ibunya lalu segera mengemas dengan begitu cantik, sebuah rangkaian bunga mawar merah pesanan seorang pelanggan.“Iya Ibu! Alamatnya sudah di tulis kan ya?”“Sudah sayang! Kamu memangnya gak repot? kalau harus mengantar pesanan sebanyak ini?” Ibunya bertanya pada Delia karena dia tak ingin merepotkan sang putri.“Ngga kok! Delia masih sanggup, nanti kalau susah bawanya Delia kan bisa nganterin satu persatu Bu!” Ucap Delia meyakinkan ibunya, jikalau dia memang tak direpotkan sedikit pun.“Kamu lagi gak sibuk nih? Nanti gimana butik Kamu?”“Ngga Ibu, Delia sengaja mau bantu Ibu! Sudah lama Delia gak ke Toko. Delia senang kok!” Ujar Delia mengagut seraya tersenyum manis pada sang ibu yang t
Terakhir Diperbarui: 2021-10-14
Chapter: 51. Sepi
Delia termenung menatap suasana yang tak asing baginya, suara desiran laut begitu syahdu. Dengan gelombang air yang nampak tenang, Delia menatap lama matanya tertuju pada jernihnya air yang berwarna hijau kebiruan. Perasannya tampak heran dia seperti tak asing dengan tempat ini sebelumnya. Ada rasa rindu yang terpendam begitu dalam, entah mengapa tiba-tiba air matanya jatuh hingga membasahi pipinya yang merah. Dia teringat akan sahabatnya dulu yang telah lama pergi, entah ke mana tak ada kabar sedikit pun darinya. Kepalanya langsung tertunduk Delia mencoba menahan untuk tidak menangis namun air matanya tak bisa dibendung lagi. Tangisnya begitu pilu hingga membuat dadanya sakit karena menahan napas yang tersengal-sengal. Delia ingin berteriak sekencang mungkin namun suaranya tak bisa keluar seperti tertahan.“Delia” Suara panggilan yang begitu jelas membuat gadis itu terkejut, dia langsung menoleh ke arah belakang dan terlihat sosok laki-laki kecil ya
Terakhir Diperbarui: 2021-10-13
Chapter: 50. 12 tahun kemudian
12 tahun kemudian“Tok…tok…tok”Suara ketukan pintu di depan terdengar keras Bibi Susi dengan terburu-buru berlari kecil untuk membukakannya. “Iya tunggu sebentar!”Dari kejauhan sosok laki-laki muda sedang berdiri mematung menghadap ke pintu, senyuman kecil nampak terlihat di bibir Bibi Susi yang merah. “Eh Mas Romi! Cari Mba Delia ya?” Romi tersenyum lebar seraya mengangguk tubuhnya semakin tinggi hingga melampaui Bibi Susi. Anak laki-laki itu sudah beranjak dewasa. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, Bibi Susi tak menyangka pertumbuhan anak-anak itu yang amat cepat. Sejak lulus sd Romi selalu bersama Delia, mereka begitu dekat hingga kedua orang tuanya saling mengenal satu sama lain. Romi selalu bersama Delia sejak smp sampai sma mereka berada di sekolahnya yang sama, hanya saja mereka tak berada di satu kelas.“Delia…Ini a
Terakhir Diperbarui: 2021-10-09
Chapter: 49. Ulang Tahun
Satu bulan kemudian….“Selamat ulang tahun kami ucapkan…Selamat panjang umur Kita kan doakan!” Suara nyanyian ulang tahun menggema hingga ke setiap sudut ruang tamu. Anak-anak itu tampak bahagia penuh senyum sembari mendendangkan sebuah lagu untuk Delia. Namun gadis kecil itu tampak terdiam lesu hanya sesekali tersenyum kecil.“Delia selamat ya?” Ucap Romi lalu memberikan sebuah hadiah yang sudah terbungkus rapih dalam kertas kado berwarna cokelat.Delia tersenyum lalu memanggut menerima hadiah dari Romi, entah hadiah apa yang anak laki-laki itu berikan, Begitu pun dengan Ayuna dan teman-teman lain mereka semua cukup gembira bisa berkumpul bersama kembali. Ada perasaan rindu yang terselip di relung hati terdalamnya, gadis kecil itu mengingkan Damar juga, agar dapat mengucapkan selamat di hari ulang tahunnya saat ini. Namun semua itu tak bisa dia rasakan lagi, karena sejak Damar pergi dia
Terakhir Diperbarui: 2021-09-25
Anda juga akan menyukai
Skandal Cinta Pilot Angkuh
Skandal Cinta Pilot Angkuh
Romansa · Gallon
611.1K Dibaca
Istri Kedua CEO
Istri Kedua CEO
Romansa · Aeris Park
610.9K Dibaca
Another Marriage
Another Marriage
Romansa · Qeqe Sunarya
599.7K Dibaca
Nyonya Tak Bucin Lagi
Nyonya Tak Bucin Lagi
Romansa · Teh Stroberi
594.6K Dibaca
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status