One Luna Two Alphas Three Gifts

One Luna Two Alphas Three Gifts

last updateLast Updated : 2022-12-10
By:  Story by AlexisCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
11 ratings. 11 reviews
97Chapters
41.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Addie has been blessed with one of the five gifts from the moon goddess, however it doesn't seem like a blessing. It is a gift that follows a bloodline and only gets passed along when the one holding the gift dies. Left with no family and hunted for her gift, Addie has learned how to survive without a pack and without friends, packing up and moving on when someone gets too close. In a small town in Idaho, someone has figured out her secret and Addie is ready to go on the run again until she is given a choice, cooperate or watch her one friend die. Choosing the life of her friend, Addie becomes a prisoner, bred for her gift and her bloodline. Will she escape and find her true mate?

View More

Chapter 1

The Secret

“Dia bilang aku anak pembawa sial.”

Bianca Xaviera Putri terbelalak mendengarnya. Ucapan itu terlontar dari mulut Cilla, anak muridnya yang berusia 7 tahun. 

Pembawa sial? Yang Bianca tahu, Cilla berasal dari keluarga kaya. Biasanya Cilla akan dijemput oleh sopir pribadi atau pelayan-pelayan yang berseragam rapi. 

Dari desas-desus orang tua murid yang beberapa kali didengar oleh Bianca pun, keluarga Cilla sangat menyayanginya. Jadi, Bianca benar-benar kaget ketika mendengar itu. 

Sore ini, Bianca sedang menemani Cilla menunggu sopir pribadi menjemputnya. Tadi, Bianca sempat memisahkan Cilla ketika bertengkar dengan anak murid yang lain. Sekarang, Cilla berada di pangkuan Bianca dengan kepala tertunduk. 

“Siapa yang bilang gitu, Cilla?” tanya Bianca.

Anak perempuan itu menunjuk seorang anak perempuan lain di kejauhan. “Asya,” katanya. 

Bianca menoleh ke arah sana. Asya baru saja dijemput oleh ibunya. 

“Asya bilang Cilla pembawa sial?”

“Iya. Katanya, aku yang bikin Mama pergi ninggalin Papa.”

Bianca tertegun. Ternyata orang tua Cilla sudah bercerai? 

“Nggak ada anak pembawa sial, Cilla. Nanti Miss tegur Asya, ya?” ucap Bianca sambil mengelus kepala Cilla. “Lagipula, Papa Cilla pasti sayang sama Cilla.”

Cilla menggeleng. “Papa juga nggak sayang aku, Miss.”

Bianca terkejut. Namun belum sempat membalas lagi, sebuah mobil hitam mewah sudah membunyikan klakson dan memasuki area pekarangan sekolah. Itu mobil jemputan Cilla. 

Seorang sopir dengan jas rapi keluar dari kursi pengemudi. Bianca sudah mengenalnya karena pria tua itu setiap hari menjemput Cilla. 

Mendengar klakson yang familiar, Cilla mengangkat kepalanya. Ia lalu turun dari pangkuan Bianca dan berjalan gontai ke arah mobil itu. Sang sopir dengan sigap menghampiri, kemudian membawakan tas sekolah Cilla. 

“Kami permisi,” pamit si sopir sopan sesaat setelah Cilla masuk ke dalam mobil. 

Bianca mengangguk. Tak lama, mesin mobil berderu dan dengan cepat menghilang dari pekarangan sekolah. 

Bianca hanya berdiam diri di sana sebelum ponsel dalam sakunya bergetar. Sebuah pesan masuk. 

[Hari ini ada tamu spesial. Bayarannya tinggi.]

Bianca sedikit terkejut. Cepat-cepat ia menyembunyikan ponselnya, takut ada orang lain yang mengintip pesannya. 

Bianca pun bergegas masuk ke dalam untuk berkemas dan pulang ke rumah. 

—oOo—

Sesampainya di rumah, Bianca berdiri di depan cermin kecil di kamar. Pakaiannya sudah berganti menjadi luaran kemeja yang sopan. Bianca juga sempatkan untuk merias tipis wajahnya. Cukup untuk sekadar menghiasi paras cantiknya. 

Bianca berjalan keluar kamar sambil menyampirkan tas di bahu.

“Mbak, mau berangkat?” suara Clara, adiknya, terdengar dari arah dalam kamar.

“Iya,” jawab Bianca.

“Mbak nggak capek? Pagi kerja, malam kerja lagi!” 

Bianca tersenyum tipis sambil menyemprotkan parfumnya. Tentu saja ia lelah, namun Bianca tidak punya pilihan lain karena harus membiayai pengobatan nenek sambil menyambung hidup. Sejak kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan, Bianca yang menjadi tulang punggung bagi adik dan neneknya.

Ia sempatkan menoleh ke arah kamar utama, tempat neneknya terbaring lemah. 

“Jangan khawatir, Clara. Yang penting nenek sembuh dan kamu bisa kuliah nanti.”

Clara tersenyum. “Kalau gitu, hati-hati, Mbak. Malam ini merawat di panti jompo mana? Sama seperti kemarin?”

Bianca menelan ludahnya. Tiap kali adiknya itu bertanya soal pekerjaan malamnya, Bianca selalu menjadi gugup. “I-iya, yang … kemarin. Sudah, ya, Clara. Aku pamit.”

Bianca menutup pintunya dan ia melangkah dengan cepat menyusuri jalanan yang masih ramai. Langkahnya dibawa menuju ke tengah kota, tempat bekerjanya berada. 

Yang tidak seorang pun tahu selain dirinya, pekerjaannya di malam hari sama sekali bukan sebagai sebagai perawat di panti jompo. Ia merahasiakan pekerjaan ini rapat-rapat dari semua orang. 

Tidak ada yang boleh mengetahui tentang pekerjaan ini selain dirinya.

Bianca melangkah pasti menuju gedung yang berdiri megah di tengah kota. Sebuah klub malam. Lampunya mencolok. Ketika masuk ke dalam, musiknya langsung menggelegar.

Bianca masuk melewati pintu samping, mengganti senyum lembutnya ketika menjadi guru di pagi hari, dengan ekspresi profesional untuk melayani tamu-tamunya. 

Ia berjalan cepat menuju ruang belakang. Reno, si pemilik klub, sedang duduk di sana sambil merokok.

“Tamu spesialnya baru saja datang. Layani mereka dengan baik,” kata Reno.

Bianca hanya mengangguk sambil mempersiapkan pakaian gantinya dan menghela napas pendek. 

Sebenarnya ia tidak pernah menyukai ini. Setiap malam Bianca harus rela melayani pria-pria di klub malam, menemani mereka mabuk semalaman sambil mengenakan pakaian yang terlalu pendek demi mendapatkan bayaran besar. 

Semua ini dilakukannya demi membiayai biaya perawatan neneknya dan kehidupan sehari-hari. Ia tidak punya pilihan lagi karena menjadi guru saja tidak cukup untuk menutup itu semua. 

“Bianca?” suara Reno membuyarkan lamunannya.

Bianca menoleh. 

“Jangan melamun. Ke ruang VIP sekarang,” pinta Reno singkat.

“Baik,” jawab Bianca seadanya. 

Bagaimanapun, Bianca harus tetap bersikap profesional. Ia membutuhkan uang ini dan pria-pria itu membutuhkan pelayanannya. 

Jadi, ia melangkahkan kakinya ke arah ruang VIP berada. Dari luar, suara musik keras dari mesin karaoke sudah menggema. Bianca membuka pintu sambil tersenyum lebar, sebuah senyum profesional. 

“Selamat malam, Tuan-tuan!”

Di dalam ruang VIP, segerombolan pria tengah menikmati malamnya. Mereka menoleh begitu Bianca masuk. “Ini dia yang ditunggu!” sahut salah satu pria di sana.

Dari beberapa pria di sana, pandangan Bianca tersita oleh salah satu pria yang duduk bersandar di ujung sofa. Tatapan mata pria itu sedikit kosong, tidak terlihat tertarik dengan pesta yang berlangsung. Di hadapannya, sebuah gelas kecil berisi alkohol terlihat belum disentuh. 

Saat sedang menyisir seluruh ruang, tiba-tiba pinggangnya ditarik oleh salah satu pria di sana, Aldo, salah satu pelanggan setia. “Bianca, kamu mau bayaran lebih?” bisiknya.

Bianca mengerjap mendengar itu. Tentu saja ia mau. Memang itu tujuannya bekerja di klub malam seperti ini. “Tentu, Tuan Aldo.”

Mata Bianca masih memindai ruangan itu meski lampu yang berkedip membuatnya tak dapat melihat begitu jelas. Saat itulah Bianca merasakan tatapan tajam dari pria yang duduk di ujung sofa tadi. Namun, Bianca cepat mengabaikannya ketika Aldo berujar lagi.

“Itu temanku, namanya Logan,” Aldo menunjuk seorang pria di ujung sofa. 

“Oh. Pria itu bernama Logan rupanya,” batin Bianca.

Logan tidak lagi menatap Bianca. Pandangannya kini berpaling ke kawan-kawannya yang sedang bernyanyi keras-keras.

Namun, Bianca masih belum mengerti maksud dan arah pembicaraan Aldo.

“Ada apa dengan Tuan Logan?” bisik Bianca. 

“Aku beri bayaran lima kali lipat … kalau kamu bisa memuaskan Logan.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

J Aiona
J Aiona
Awesome book! The beginning was a bit hard to read but I'm a sucker for a book with a strong FL. The plots were interesting and the end tied it together.
2025-03-18 00:35:56
0
0
Maria Cabral
Maria Cabral
This was such a wonderfully written story. Loved the characters and storyline!
2024-01-16 07:49:01
1
0
thelancasters873
thelancasters873
Another great book from this author! My first read and favourite is Tova’s Four Kingdoms! Really like the way this author writes. This book though was tough for me to read at the start but after managing that tough bit, I started really enjoying it.
2024-01-03 10:03:32
1
0
cbclawson87
cbclawson87
Good story. would love a branch off to find out more about the other characters (Ghost & Bryon)
2023-07-02 19:15:29
1
0
Andrea W
Andrea W
Really enjoyed this book! Would love a sequel ...
2023-03-28 09:31:19
1
0
97 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status