My Two-Face Alpha

My Two-Face Alpha

last updateLast Updated : 2023-09-13
By:  frustrated_writerOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
4Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

With her eighteenth birthday quickly approaching, Selene Lockwood is eager to meet her mate. At the arrival of their Light Moon Pack's annual Mating Ball, she becomes enamored with a man whose familiar presence and charm convinces her he's her childhood sweetheart, Nathaniel Wulfric, who always looked out for her. Thinking he's the mate the Goddess Lupa has given her, Selene surrenders herself to him on the night of the mating ritual. However, when Selene learns that the man she has spent the night with isn't Nathan but his scheming and mysterious twin brother, she feels devastated. Left heartbroken and confused, Selene then questions everything she knows about Nathan and his family. As she digs into the hidden past of the Wulfric twins, she discovers the truth that's buried deep in history. Torn with her feelings, Selene's caught up in a dilemma between her love for Nathan and her forged bond with his evil twin brother. As the tension escalates, Selene must confront the devastating consequences that her choice may bring, not only for herself but for the entire werewolf population. Will she choose destiny's path for her or the love for which she's willing to pay the price?

View More

Chapter 1

Chapter 1: The Mating Ball

Tangan Aleya bergetar saat melihat dua garis merah di test pack yang baru saja ia gunakan. Air matanya menetes perlahan, tapi kali ini bukan karena sedih, melainkan bahagia. Ia tersenyum, menatap hasil itu tidak percaya. Tuhan benar-benar baik. Di bulan ketiga pernikahannya dengan Harun, ia sudah positif hamil.

Di usianya yang ke-27 dan Harun yang kini 33 tahun, mereka memang sepakat tidak ingin menunda memiliki anak. Aleya mengusap perut datarnya dengan penuh kasih. Di sanalah kini tumbuh buah cinta pertama mereka. Rasanya tak sabar untuk segera memberi tahu Harun kabar ini.

Sayangnya, suaminya sedang berada di luar kota. Harun memang jarang di rumah; seminggu pun hanya dua hari ia pulang. Sisanya, ia sibuk mengurus pembukaan cabang baru perusahaannya.

Dering ponsel memecah lamunannya. Aleya buru-buru mengambilnya dari atas nakas. Sekilas wajahnya berseri, barangkali Harun menelepon. Namun ternyata, nama yang muncul di layar bukan suaminya, melainkan Mita, sahabat sekaligus tetangganya.

“Halo, Mita?”

“Gimana, udah dites?” suara Mita terdengar antusias di seberang sana.

“Udah.” Aleya tersenyum, menatap test pack itu sekali lagi.

“Terus hasilnya gimana?”

“Hmm…” Aleya sengaja menunda, ingin membuat sahabatnya penasaran.

“Buruan dong!”

“Alhamdulillah, positif.”

“Tuh kan! Aku udah bilang! Dengar ya, kali ini aku yang minta traktiran,” seru Mita diiringi tawa kecil.

“Itu mah gampang,” jawab Aleya ikut tertawa.

“Kamu udah kasih tahu Harun?”

“Belum. Aku mau bikin surprise. Kamu bantuin ya?”

“Duh, urusan kayak gitu serahin aja ke aku,” sahut Mita mantap.

Keduanya pun berencana pergi ke mal besok, sekalian untuk merancang kejutan kecil bagi Harun.

***

Keesokan siangnya, sesuai janji, Aleya dan Mita berjalan-jalan ke mal. Awalnya hanya ingin makan dan mencari ide, tapi seperti kebanyakan wanita, godaan belanja tak bisa dihindari.

“Beneran kamu yang bayarin?” tanya Mita saat di kasir, menggenggam dua kantong belanja besar.

“Iya. Tapi kalau kamu keberatan, aku tarik lagi deh kartunya.”

“Eits, gak gitu juga. Rezeki mah jangan ditolak,” sahut Mita sambil tertawa kecil.

Usai membayar, mereka memilih makan di restoran favorit. Sambil menunggu pesanan datang, Aleya bercerita tentang rencana kejutan untuk Harun mungkin dengan kue, atau hadiah kecil bertuliskan “You’re going to be a dad.”

“Harun pasti seneng banget, Al. Dia bakal jadi ayah.”

“Aku udah gak sabar pengen lihat reaksinya,” kata Aleya sambil membayangkan senyum suaminya nanti.

“Tapi, Al,” ucap Mita sambil menatapnya serius, “kalau kamu nanti udah hamil besar, Harun masih sering keluar kota gak? Gak baik loh kamu sendirian di rumah.”

“Kan ada kamu. Kalau ada apa-apa aku bisa minta tolong.”

“Ya, tapi bentar lagi aku juga sibuk persiapan nikah. Coba deh bicarain sama dia. Soalnya hubungan yang sering LDR itu rawan, apalagi zaman sekarang, pelakor di mana-mana.”

Aleya mendengus pelan. “Kamu ini ya, suka banget bikin aku parno. Aku percaya Mas Harun gak akan macam-macam.”

“Terlalu percaya juga bahaya, Al.”

“Udah ah, kamu bikin aku overthinking aja deh. Makan dulu yuk, lapar nih.”

Mita tersenyum, dan keduanya pun kembali menikmati makanannya. Aleya masih diliputi rasa bahagia yang sama yakin bahwa rumah tangganya baik-baik saja.

Namun, takdir ternyata menyiapkan kejutan lain.

Setelah makan, mereka berdua sempat singgah ke butik tas. Pandangan Aleya terpaku pada sebuah tas keluaran baru yang dipajang di etalase.

“Ta, gimana? Cocok gak aku pakai ini?” tanya Aleya sambil menenteng tas itu di depan cermin.

Tapi Mita malah diam. Tatapannya lurus menembus kaca, ke arah luar toko.

“Kamu ngeliatin apa sih?” Aleya mengerutkan dahi dan mengikuti arah pandang sahabatnya.

“Al… kamu serius Harun lagi diluar Kota? Itu kayaknya Harun deh.” Mita menunjuk dengan nada ragu.

Aleya spontan menatap ke arah yang ditunjuk. Dan saat itu juga, jantungnya seperti berhenti berdetak.

Benar. Itu Harun.

Suaminya sendiri.

Berjalan santai dengan seorang wanita cantik, sambil mendorong stroller bayi.

Mereka terlihat begitu akrab. Wanita itu menatap Harun dengan senyum hangat, lalu keduanya masuk ke toko pakaian anak.

Wajah Aleya memucat. Ia segera menaruh tas yang tadi dicobanya, lalu melangkah cepat mengejar.

“Katanya kerja di luar kota,” gumam Aleya geram. “Ternyata malah jalan bareng perempuan lain.”

Langkahnya makin cepat, wajahnya memerah karena emosi. Namun tepat sebelum Aleya masuk ke toko, Harun dan wanita itu keluar. Langkahnya terhenti. Harun kaget melihat Aleya berdiri di depannya.

“Ku—” Aleya belum sempat bicara, ketika suara kecil memotongnya.

“Papa, ayo…”

Dunia Aleya seolah berhenti. Kata itu… Papa.

Anak kecil itu memanggil suaminya papa.

Tas belanja Aleya jatuh begitu saja. Lututnya gemetar.

Wanita di samping Harun menunduk mengambil tasnya. “Mbak, ini jatuh,” ucapnya sopan. Nada bicaranya lembut, penuh wibawa.

Aleya hanya mampu menerima tas itu tanpa suara. Semua amarah yang tadi membara seketika hilang berganti hampa.

“Mbak baik-baik aja? Wajahnya pucat,” tanya wanita itu lagi.

Aleya mengangguk pelan, tidak sanggup bicara. Mita segera mendekat, menepuk punggungnya lembut.

“Oh, syukurlah ada temannya,” ujar wanita itu ramah.

Aleya menatap Harun, berharap pria itu akan menjelaskan sesuatu, apa pun. Tapi Harun hanya menghindari pandangannya.

“Papa gendong,” pinta anak kecil itu lagi. Seolah takut Harun diambil olehnya. Dan benar saja, Harun benar-benar menuruti, mengangkat balita itu ke pelukannya, seolah tak ada istrinya yang sedang menyaksikan semuanya.

“Kalau begitu, saya dan suami pamit dulu ya,” ujar wanita itu tersenyum sopan sebelum berlalu.

Suami?

Kata itu menghantam Aleya lebih keras dari apa pun.

Kakinya nyaris tak kuat berdiri. Mita buru-buru memegangi lengannya sebelum ia jatuh. Napas Aleya tersengal, pandangannya kabur oleh air mata.

“Ta…” suaranya bergetar, hampir tidak terdengar. “Aku gak salah denger kan? Tadi dia bilang Mas Harun suaminya?”

Mita tidak menjawab, hanya menatap kosong ke arah punggung Harun yang semakin jauh.

“Dan anak kecil itu manggil dia papa,” lanjut Aleya lirih. “Kalau mereka keluarganya… lalu aku siapa, Ta?”

Air matanya jatuh, satu per satu. “Aku bukan… wanita keduakan kan, Ta?”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
4 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status